Senin, 19 September 2016

Fantastic Ep 5 Part 3

Sebelumnya....


Seol sedang menyuapi ibunya. Sang ibu memuji masakan Seol.

"Eonni, maukah kau memasakkan ini lagi untukku?" pinta ibu Seol.


Seol tersenyum, ia lantas berkata akan membawakan makanan itu lagi besok. Ibu Seol lantas menceritakan tentang Seol yang menikah dengan anak orang kaya. Senyum Seol lenyap seketika saat sang ibu berkata bahwa Seol tidak bisa memiliki anak. Ibu Seol bilang, kalau Seol memiliki saudara kembar laki2 tapi Seol sangat membenci saudaranya. Ibu Seol berkata, karena itulah Seol tidak bisa memiliki anak.

"Tapi aku yakin kalau sekarang hidupnya sangat bahagia. Jangan mencemaskannya dan makanlah." jawab Seol.


Tapi sang ibu tiba2 saja tertegun. Seol menyuruh ibunya membuka mulut, tapi sang ibu malah memarahi Seol yang membawa makanan seperti itu untuknya. Sang ibu takut Seol akan dimarahi ibu Jin Tae. Ibu Seol bilang kalau ia seharusnya mati saja agar Seol bisa hidup nyaman. Seol melarang ibunya berkata seperti itu. Seol meminta ibunya fokus pada kesehatan. Seol bilang kalau ibunya sehat, maka ia bisa hidup nyaman. Ponsel Seol kemudian berdering. Telepon dari Jin Tae.


"Dimana kau?" tanya Jin Tae.

"Aku mengunjungi ibuku." jawab Seol singkat.

"Kenapa kau tidak membawa mobil dan membuat Seketaris Yang cemas? Aku sudah mendengar semuanya dari Seketaris Yang. Kau tahu kan ibu sangat sensitif terhadap barang2nya?" ucap Jin Tae.


Begitu Mi Do datang, Jin Tae langsung menyudahi pembicaraannya dengan Seol. Sebelum itu, Jin Tae mengaku akan pulang terlambat karena akan makan malam dengan seniornya. Usai berbicara dengan Seol, Jin Tae langsung berduaan dengan Mi Do. Mereka sama2 menertawakan kebodohan Seol.


So Hye, Seol dan Mi Sun akhirnya bertemu!! Mereka tertawa sambil berpelukan dan berputar2. Pil Ho datang dan ingin ikut berpelukan dengan mereka, tapi yang ada dia malah terjatuh karena didorong wanita2 cantik itu. Hahahah...


"Choi Jin Sook adalah kakak iparmu? Si penyihir itu?" tanya So Hye kaget.

"Semua mengatakan seperti itu. Jika kakak iparmu seorang penyihir, maka ibu mertuamu pasti lebih buruk dari itu." ucap Mi Sun.

"Apa kau merasa terganggu? Aku minta maaf. Aku baru tahu setelah kami menikah." jawab Seol.

"Kenapa aku harus merasa tergganggu? Pasti mengerikan hidup dibawah satu atap dengannya." ucap So Hye.

"Aku masih bisa bertahan tapi dia menyuruh seseorang menyelidikimu." jawab Seol.

"Dia pasti sedang mencari alasan untuk tidak membayarku. Uang adalah segalanya baginya." ucap So Hye.

"Berhati2lah. Dia sangat mengerikan." jawab Seol.

"Mereka lah yang seharusnya berhati2. Apa yang harus kita takutkan kalau kita bersama." ucap Mi Sun yang langsung disambut tawa Seol.


"Ngomong2, apa kau sudah pacar So Hye?" tanya Mi Sun.

"Belum." jawab So Hye.

"Benarkah?" tanya Mi Sun girang.


Mi Sun lantas memanggil seseorang di luar. Terdengar suara Hae Sung. So Hye pun langsung menyemburkan minumannya tepat ke arah Pil Ho saking kagetnya melihat Hae Sung. Mood So Hye langsung rusak dengan kehadian Hae Sung. Seol meminta maaf karena sudah merusak mobil Hae Sung. Hae Sung berkata, tidak masalah karena ia sudah mengurusnya. Pil Ho lantas menyuruh Hae Sung duduk di samping So Hye. Hae Sung pura2 menolak dan mengaku kalau sebaiknya ia berdiri saja. Pil Ho memaksa, barulah Hae Sung mau duduk di samping So Hye.

"Kalian sangat serasi." puji Seol.


"Sebenarnya aku menyembunyikan ini karena ingin memberitahukannya di waktu yang tepat. Aku sudah punya pacar." ucap So Hye.

"Benarkah? Siapa dia?" tanya Seol antusias.

"Dia seorang dokter yang memberikan nasehat medis untuk dramaku. Kami saling jatuh cinta karena sering bertemu." jawab So Hye, yang langsung membuat hati Hae Sung tercabik2.


"Benarkah? Apa kau punya nomornya? Kau punya fotonya?" tanya Mi Sun antusias.


Pil Ho langsung menyikut lengan Mi Sun, membuat Mi Sun diam dan menatap Hae Sung iba. Hae Sung makin patah hati saat So Hye mengaku sangat bahagia bersama Joon Gi. Seol pun meminta So Hye mengenalkan Joon Gi pada mereka. So Hye berkata, kalau Joon Gi tadi mengantarnya. Mi Sun pun langsung menyuruh So Hye menghubungi Joon Gi. Pil Ho pun kembali menyikut Mi Sun, membuat Mi Sun kembali diam dan menatap iba pada Hae Sung.

"Ngomong2, bagus sekali kalau Hae Sung bisa pergi dengan kita. Kita akan menjadi sahabat selamanya." ucap So Hye.

"Sahabat?" gumam Hae Sung sedih.

Hae Sung langsung pergi. Pil Ho menemani Hae Sung. So Hye berkaca2 menatap Hae Sung.


Sang Wook sedang memikirkan perbedaan usianya yang terpaut 7 tahun dengan Seol. Tiba2, Sang Hwa datang dan mengejutkan Sang Wook. Sang Hwa lantas mengambil KTP Seol yang lagi dilihat Sang Wook. Ia pun terkejut melihat tahun lahir Seol. Sang Wook langsung terduduk lemas menyadari perbedaan usia mereka.

Sang Hwa berkata, masalahnya bukan Sang Wook yang lebih muda, tapi Seol yang lebih tua.

"Haruskah aku membeli mobil atau menumbuhkan jenggotku agar terlihat lebih dewasa?" tanya Sang Wook.

"Kau benar2 pria gila." jawab Sang Hwa, lalu pergi.


Mi Sun dan Pil Ho dalam perjalanan mengantarkan Seol. Seol merasa tidak enak. Ia berkata bahwa ia bisa pulang naik bus. Tapi Mi Sun bilang kalau mereka sudah lama tidak bertemu dan ia ingin melihat Seol lebih lama.

"Ngomong2, aku penasaran dengan pacarnya So Hye." ucap Mi Sun.

"Aku juga. Ryo Hae Sung-ssi menyukai So Hye kan?" tanya Seol.

"Sangat. Pertamanya aku tidak yakin tapi itu benar bahwa dia menyukai So Hye." jawab Mi Sun.

"Ryoo Hae Sung-ssi sepertinya pria yang baik. Aku ikut sedih untuknya." ucap Seol.


"So Hye dipenuhi keberuntungan. Aku iri padanya. Aku juga ingin berkencan." jawab Mi Sun.

"Apa!" ucap Pil Ho kesal.

"Aku hanya bercanda." jawab Mi Sun sambil mencubiti pipi Pil Ho.

"Seol, kau tidak ingin keluar dengan seorang pria?" tanya Mi Sun.

"Aku sudah lelah dengan semua itu, tidak peduli pacaran atau pernikahan. Aku menyukai kalian berdua." jawab Seol.


Seol lantas memeluk Mi Sun. Mereka tertawa. Ponsel Seol berdering. Mi Sun pun langsung memeluk Pil Ho. Seol menerima panggilan dari Sang Wook.


Seol takjub melihat Sang Wook yang sedang mengisi bensin motornya. Seol lantas menghampiri Sang Wook. Sang Wook berkata, kalau ia butuh tumpangan sewaktu2 jadi ia harus mengisi bensin motor Seol. Seol tersenyum. Sang Wook kemudian mengembalikan KTP Seol. Seol mengganti uang bensin Sang Wook. Tapi Sang Wook menolak menerimanya. Ia berkata kalau gajinya sangat besar dan ia mau pergi membeli mobil. Tapi Seol memaksa Sang Wook menerimanya. Sang Wook pun terpaksa menerima uang Seol. Namun Seol langsung menarik tangannya ketika Sang Wook memegang tangannya saat mengambil uang darinya.


"Kau pria yang baik." puji Seol.

"Kau membuatku melayang2." jawab Sang Wook tersipu malu.

"Oh ya, apa aku mau memberiku tumpangan lagi? Kali ini aku menemukan tempat yang bagus." ucap Sang Wook.

"Banyak sekali pekerjaan yang harus kulakukan, jadi kurasa kita akan sulit bertemu." jawab Seol.


So Hye berterima kasih karena Hae Sung sudah memberinya tumpangan. Hae Sung diam saja, wajahnya masih terlihat sedih. So Hye turun dari mobil Hae Sung. Hae Sung menyusul So Hye. Hae Sung berkata, kalau ia tidak bisa hanya menjadi teman So Hye. Hae Sung berkata, kalau ia tidak akan pergi meskipun So Hye menyuruhnya pergi. So Hye langsung berkaca2 mendengarnya.


So Hye yang baru bangun tidur dikejutkan oleh kedatangan Jin Sook.

"Penulis Lee, gunung dan lautan manusia, apa kau tidak tahu artinya? Artinya ada banyak orang yang suka lautan lepas dan naik gunung. Saking banyaknya, kau tidak akan bisa menghitungnya. Itulah maksudnya. Tapi kau menulis ini di sepanjang naskahmu. Berapa banyak yang harus digunakan?  Seribu, dua ribu orang? Apa kau tahu berapa besar biaya untuk shooting satu scene?" protes Jin Sook.

"Blockbuster? Kau tidak tahu artinya? Kau bilang itu blockbuster. Semua lokasi shooting. Skala yang mengesankan. Itu semua yang kau minta." jawab So Hye.

"Aku lupa memberitahumu. Aku merubah konsepnya karena tidak mendapat investasi. Hitman, itu drama dengan budget rendah. Karena kondisinya sudah berubah sekarang, maka kau harus merevisi naskahmu." ucap Jin Sook.


"Apa yang sebenarnya kau inginkan?" tanya So Hye.

"Rating meledak dengan minim biaya produksi." jawab Jin Sook.

"Jangan bicara dengan seenaknya denganku. Kau bukan bossku." ucap So Hye.

"Jaga kelakuanmu, Lee So Hye. Bagaimana bisa seorang penulis mengundang aktornya ke penginapan? Bagaimana kalau media sampai tahu? Jaga kelakuanmu dan rubah naskahnya." ancam Jin Sook.

Setelah Jin Sook pergi, So Hye langsung menghubungi Sutradara Yoon. So Hye kesal karena Jin Sook melarang mereka shooting di penthouse. Sutradara Yoon pun menyarankan shooting di rumah Hae Sung.


Mereka pun langsung menemui Hae Sung. Hae Sung jelas senang rumahnya dijadikan tempat shooting. So Hye mau tak mau harus setuju shooting di rumah Hae Sung. Sutradara Yoon pun menyuruh So Hye melihat2 rumah Hae Sung. Sutradara Yoon dan asistennya lantas beranjak pergi untuk mengurus hal lain.

Hae Sung juga mau pergi. Ia berusaha membuat So Hye merasa nyaman. Sementara So Hye hanya menanggapi Hae Sung sekenanya.


So Hye mengambil gambar setiap sudut rumah Hae Sung. So Hye kemudian menyalakan musik dan menghentikan langkahnya tepat di depan foto Hae Sung. So Hye tersenyum dan menyentuh foto Hae Sung. Tanpa ia sadari Hae Sung menatapnya dari jauh. Hae Sung lantas menghampiri So Hye, membuat So Hye langsung salah tingkah.

"Apa kau akan meneruskan kerja samamu dengan CEO Choi? Kenapa kau terus menyeretku untuk bekerja sama dengannya? Aku penasaran, mungkin ada alasan yang tidak bisa kau katakan." ucap So Hye.


"Kenapa kau penasaran soal itu? Apa kau tidak suka aku dekat2 CEO Choi?" tanya Hae Sung sambil tersenyum.

"Itu karena..." So Hye kebingungan menjawabnya.

"Karena kau menyukaiku. Itu karena kau mencemaskanku. Benarkan? Kau tidak berkencan dengan Hong Joon Gi, kan?" jawab Hae Sung.

"Aku tidak bohong." ucap So Hye.

"Kau bohong." jawab Hae Sung.


"Kenapa kau terus membuatku mengulanginya? Kau ingin aku melakukan apa? Kau ingin aku berkencan dengan kalian berdua?" tanya So Hye.

"Baiklah, berkencan juga denganku. Senin, Rabu, Jumat lalu Selasa, Kamis Sabtu. Tapi berikan yang Hari Minggu untukku." jawab Hae Sung.

"Sudah cukup. Berhenti jika aku menyuruhmu berhenti! Kau tidak akan bisa menanganiku!" ucap So Hye.

"Aku bisa!" jawab Hae Sung.


"Apa kau begitu menyukaiku? Apa kau akan baik saja jika aku kencan dengan dua pria?" tanya So Hye.

"Benar. Aku lebih suka bertahan meskipun hanya satu kaki daripada harus berakhir seperti ini!" jawab Hae Sung.

"Aku mengerti. Lalu, maukah kau tidur denganku?" tanya So Hye dengan mata berkaca2.

Bersambung...

What?? Seol punya kembaran?? Asliiiik, aku makin penasaran dengan kisah hidup Seol....

Jin Sook ini emang nyebelin... nungguin dia kena batunya....

Aku mulai menikmati kebersamaan Hae Sung-So Hye.... Hae Sung ini emang beneran cinta ya ama So Hye... ngeliat besarnya cinta Hae Sung ke So Hye, aku rasa ada alasan kenapa Hae Sung gak bisa melepaskan diri dari Jin Sook... aku yakin alasannya adalah So Hye.

[Spoiler]


2 komentar:

  1. makasih sinopsisnya, kalo saya kok lebih tertarik kisah hidup seol ya darpidada writer lee....

    BalasHapus
  2. sama, saya juga lebih tertarik sama kisah hidupnya Seol... karakter Seol disini memang lebih menonjol ketimbang karakter si pemeran utamanya

    BalasHapus