Friday, August 5, 2016

Temptation Of An Angel Eps 15

Sebelumnya <<<


Jae Sung melamar Ah Ran! Ah Ran terkejut, ia tidak menyangka akan dilamar oleh Jae Sung malam itu. Ah Ran tertegun saat Jae Sung berkata tidak peduli meskipun Ah Ran mendekatinya karena uangnya.

“Aku pernah menikah sebelumnya. Bahkan jika aku memiliki masalah dengan keluarga suamiku, kau akan tetap menikah denganku? Kau tidak tahu apa2 tentang masa laluku.” Jawab Ah Ran.

Jae Sung berdiri, ia menggenggam erat tangan Ah Ran dan menatap mata Ah Ran dalam2.

“Aku tidak peduli dengan masa lalumu. Itulah kenapa aku jatuh cinta padamu. Aku tidak peduli kau siapa. Aku akan mencintaimu sampai akhir.” Ucap Jae Sung.


Tangis Ah Ran menetes deras. Jae Sung kemudian memeluk Ah Ran dengan erat. Sepertinya Ah Ran benar2 jatuh cinta pada Jae Sung. Poor Ah Ran..


Presdir Shin ingin tahu hal penting apa yang mau dibicarakan Joo Seung padanya. Namun Joo Seung menolak bicara sebelum Ah Ran datang. Nyonya Jo menyuruh Joo Seung pergi jika tidak ada yang mau dibicarakan. Tapi Joo Seung menolak. Joo Seung berkata, ia harus menyelesaikannya.

“Apa kau ingin memutuskan hubungan dengan kami?” tanya Presdir Shin ketus.

“Apakah ada orang2 yang bersikap ramah pada orang yang mereka benci?” ujar Joo Seung.

Presdir Shin ngamuk. Ia membentak Joo Seung.


“Beraninya kau berkata seperti itu! Bahkan meskipun kau seperti ini, aku tetap menganggapmu seperti anakku sendiri!”

“Kalau anda menganggap saya seperti anak anda sendiri, anda tidak akan mengingat dan menyebutkan setiap hal kecil yang anda berikan padaku selama bertahun2.”

“Apa katamu?”

“Aku tidak suka diperlakukan seperti Hyun Woo. Tidak pernah sekalipun aku diperlakukan sebagai anak dalam keluarga ini. Bahkan saat aku memakan nasi hangat yang kalian sajikan, rasanya nasi itu seperti tersangkut di tenggoranku. Dan juga karena kalian selalu dingin saat menatapku. Itulah kenapa aku tidak pernah merasa nyaman berada di sini. Bagi anda Presdir Shin, aku hanyalah anak dari Seketaris Nam. Bagi Nyonya Jo, aku adalah orang yang menjengkelkan.”


Setelah mengatakan itu, Joo Seung langsung pergi. Nyonya Jo merasa bersalah mendengar kata2 Joo Seung.


Jae Hee berdiri di bawah apartemen Jae Sung. Ia menangis, menatap ke arah apartemen Jae Sung yang masih terang.

“Appa, Eomma. Tolong aku. Jangan biarkan paman meninggalkanku. Tolong bantu aku mewujudkan keinginanku.” Ucapnya sedih.


Di apartemennya, Jae Sung masih berdua dengan Ah Ran. Jae Sung berencana memperkenalkan Ah Ran pada orang tuanya yang berada di Amerika. Jae Sung bilang dulu orang tuanya mengira ia tidak mau menikah karena terlalu sibuk mengurusi pekerjaan tapi setelah ia memberitahu orang tuanya tentang Ah Ran, orang tua Jae Sung langsung sibuk mempersiapkan semuanya. Mereka akan menggelar upacara pernikahan di Korea. Setelah itu, Jae Sung ingin membawa Ah Ran ke Amerika.


“Pasti akan terasa melelahkan. Tapi dengan adanya dirimu di sisiku, aku merasa sangat beruntung.” Jawab Ah Ran.

Jae Sung tersenyum.

“Aku harus pergi sekarang. Aku akan mengatur semuanya.” Ucap Ah Ran.

Ah Ran bangkit dari duduknya. Jae Sung berdiri, kemudian memakaikan jaket ke tubuh Ah Ran dan memeluk Ah Ran. Jae Sung bilang ia tidak mau kalau harus menunggu Ah Ran terlalu lama. Ah Ran tersenyum. Jae Sung kemudian memberikan hadiah pada Ah Ran. Ia meminta Ah Ran membuka hadiah itu setelah tiba di rumah. Jae Sung juga mencium Ah Ran.


Ah Ran keluar dari apartemen Jae Sung dan terkejut melihat Jae Hee.

“Ternyata kau ini sangat keras kepala, ya.” ujar Ah Ran.

“Wanita sepertimu bisa jatuh cinta? Apa kau tidak takut hukuman dari langit? Dengan semua kejahatan yang kau lakukan, kau pasti akan pergi ke neraka.” Jawab Jae Hee.

“Sepertinya kau sedang melampiaskan kemarahanmu padaku karena ditolak Ahn Jae Sung. Hari ini suasana hatiku sedang baik, aku tidak ingin menghancurkannya.” Ucap Ah Ran.


Ah Ran lantas memamerkan cincinnya pada Jae Hee.

“Hari ini adalah hari yang istimewa bagiku dan Jae Sung.” Ucap Ah Ran.

“Hanya inikah yang bisa kau lakukan? Kau memiliki segalanya dan kau juga memiliki seorang pria yang sangat mencintaimu. Tapi kenapa kau terlihat begitu menyedihkan. Dokter Nam hanyalah mainanmu yang bisa kau campakkan seenaknya.” Jawab Jae Hee.

“Cinta adalah permainan. Setelah kau kehilangan permainanmu, terima lah kekalahanmu. Kalau kau merasa kasihan pada Dokter Nam, kau boleh mengambilnya.” Ucap Ah Ran.

“Kau adalah orang yang tidak memiliki sopan santun. Aku sangat membencimu, tapi hari ini aku justru merasa kasihan padamu. Kau membiarkan ibumu menderita setelah melahirkan dirimu dengan hidup seperti ini. Kau orang yang patut untuk dikasihani.” Jawab Jae Hee.

Jae Hee beranjak pergi. Ah Ran kesal, ia menatap kepergian Jae Hee dengan sangat tajam.


Ah Ran yang baru tiba di rumah terkejut melihat Joo Seung yang berdiri di halaman rumah Kediaman Shin. Joo Seung mengeluh lantaran Ah Ran yang susah untuk dihubungi. Joo Seung lantas bertanya apa Ah Ran sudah bertemu dengan Dokter Jun. Ah Ran ingin menjawab, tapi kalimatnya langsung dipoton oleh Joo Seung. Joo Seung bilang seharusnya Ah Ran sudah tahu jika Hyun Woo masih hidup. Ah Ran tidak punya pilihan lain lagi.


Joo Seung lantas mengajak Ah Ran pergi keluar negeri. Ah Ran keberatan, sudah jelas! Joo Seung pun mengancam dengan foto2 Shin Hyun Woo. Ah Ran terkejut. Joo Seung menyuruh Ah Ran memilih pergi dengannya dan memulai hidup baru atau tetap berada di Korea dan terjebak dengan kejahatan mereka.

“Berikan aku waktu. Aku masih harus menemukan Kyeong Ran. Aku sudah hampir mendapatkan jawabannya.” Jawab Ah Ran.

“Kalau begitu pindahlah ke apartemen mulai sekarang. Tempat ini berbahaya.” Ucap Joo Seung.

“Aku tidak bisa. Ibu tahu soal Kyeong Ran. Setelah insiden kecelakaan yang menewaskan orang tuaku, ibu pergi membawa Kyeong Ran.” Jawab Ah Ran.

“Baiklah kalau begitu, jaga kesehatanmu dan berhati2lah.” Ucap Joo Seung.


Joo Seung lalu melihat cincin di jari Ah Ran Ah Ran berbohong, ia bilang cincin itu sangat cantik jadi ia sengaja mengambilnya. Ah Ran lantas menyuruh Joo Seung pergi. Ia cemas kalau2 anggota keluarga yang lain melihat mereka. Joo Seung menarik Ah Ran ke dalam pelukannya. Ah Ran terlihat kesal, tapi ia berusaha menahan kekesalannya itu.


Nyonya Jo mendapat SMS ancaman dari bibi Ah Ran. Bibi Ah Ran mengancam akan melaporkan Nyonya Jo ke polisi jika Nyonya Jo tidak mempertemukan mereka dengan Kyeong Ran.


Sementara itu, di kamar, Ah Ran membuka hadiah dari Jae Sung. Hadiahnya adalah boneka yang dibuat Jae Sung waktu itu. Ah Ran kemudian membaca pesan yang ditulis Jae Sung.

“Sebenarnya aku ingin membuatnya lebih baik lagi, tapi kau memergokiku. Aku membuatnya sembari memikirkan dirimu akan bahagia saat menerimanya. Aku mencintaimu. Jae Sung.”

Ah Ran tersenyum membaca tulisan itu. Ah Ran kemudian menutup kembali kadonya.


Sementara Ah Ran sedang berendam di kamar mandi, Nyonya Jo masuk ke kamar Ah Ran. Awalnya, Nyonya Jo hendak keluar karena tidak menemukan Ah Ran di sana. Tapi ia kembali masuk saat matanya melihat kado Ah Ran di atas meja. Nyonya Jo membaca pesan Jae Sung. Ia terkejut.


Ah Ran masih berendam. Pikirannya tertuju pada saat Jae Sung melamarnya. Ia juga teringat saat Joo Seung memberinya tiket pesawat untuk keluar negeri.


“Itu benar, Joo Seung tidak boleh sampai tahu. Meninggalkan negara ini secara diam2 itu lebih baik.” Gumam Ah Ran.


Ah Ran keluar dari kamar mandi dan terkejut mendapati Nyonya Jo di kamarnya. Begitu melihat Ah Ran, Nyonya Jo langsung menampar Ah Ran. Nyonya Jo marah.

“Apa kau masih pantas disebut manusia!” bentak Nyonya Jo.

“Apa yang ibu lakukan!” jawab Ah Ran sembari menatap tajam Nyonya Jo.

“Para penyihir di dunia tidak seperti dirimu. Kau kotor, menakutkan, tukang tipu! Apa masih belum cukup yang kau lakukan pada Hyun Woo, sekarang kau ingin mencampakkan Joo Seung? Kau ingin membuat Joo Seung menangis? Siapa sebenarnya dirimu? Apa tujuanmu!”


Ah Ran kesal, ia lalu melirik pesan yang ditulis Jae Sung dan kembali menatap tajam Nyonya Jo.

“Siapa aku? Aku adalah menantumu. Istri Shin Hyun Woo dan kekasih Joo Seung. Melihat itu, takdirku dan takdirmu cukup dalam. Anak ibu mencintaiku.”

“Tutup mulutmu yang kotor itu!”

“Aku kotor?! Lalu apa ini?” ucap Ah Ran sembari menunjukkan foto Nyonya Jo dan ayah Joo Seung yang ada di ponselnya.

Nyonya Jo syok.


“Berbohong pada ayah, diam2 melahirkan anak Seketaris ayah. Apa hak ibu menyalahkanku? Semua orang di dunia ini melemparkan batu padaku, hanya ibu yang tidak melakukannya.”

“Kau benar. Aku pantas mati. Tapi kejahatanmu tidak bisa kau pungkiri. Apa yang kau lakukan pada Hyun Woo? Katakan padaku! Katakan!”

“Kalau ibu ingin tahu, cari tahulah sendiri. Jika tidak, katakanlah pada ayah. Minta pertolongannya.”

“Menjadikan Joo Seung sebagai tameng untuk menutupi kejahatanmu. Jadi kau memanfaatkan Joo Seung?”

Ah Ran tersenyum sinis, matanya tampak mulai berkaca2.

“Ibu ingin tahu kenapa aku menikah dengan Shin Hyun Woo? Itu karena Joo Seung yang mengirimku. Karena dia ingin membalaskan dendamnya padamu, dia memanfaatkanku. Jadi jangan merasa bersalah pada dua anak ibu, merasa bersalah lah padaku.”


Setelah mengatakan itu, Ah Ran pergi. Nyonya Jo syok. Ia terduduk lemas di ranjang Ah Ran dan menangis.

Sambil menangis, Jae Hee menceritakan kesedihannya pada ibu panti. Ia takut Hyun Woo tidak akan kembali lagi padanya. Jae Hee bilang ia ragu pada hati Hyun Woo. Ia takut jika Hyun Woo masih mencintai Ah Ran.


“Bagaimana mungkin dia masih mencintai orang yang sudah merusak hidupnya?” jawab ibu panti.

Ibu panti lantas teringat pada Ah Ran yang mencari anak bernama Kyeong Ran. Ibu panti pun menanyakannya pada Jae Hee. Ia bertanya apa Jae Hee pernah mendengar nama Kyeong Ran. Jae Hee menggeleng dan berkata dirinya tidak pernah mendengar nama itu. Ibu panti pun hendak menceritakan soal Ah Ran yang mencari anak bernama Kyeong Ran tapi tidak jadi.

Berarti Jae Hee amnesia nih… dia tidak ingat Kyeong Ran nama aslinya…


Jae Sung berbicara pada foto ayah dan ibunya. Ia bilang ia akan segera kembali.


Ia lalu mengambil foto lamanya. Dalam foto itu, terlihat luka bakar di wajahnya dan ia mengenakan baju pasien. Jae Sung lantas memasukkan foto itu ke dalam amplop besar.


Presdir Shin sudah tertidur pulas, sedangkan Nyonya Jo masih terjaga. Nyonya Jo memikirkan semuanya. Ya, ia ingat saat Jae Hee mengakui jati dirinya. Ia juga ingat bibi Ah Ran yang mengancam akan melaporkannya pada polisi. Ia ingat semuanya. Ia ingat kata2 Joo Seung yang mengatakan dirinya yang membunuh Shin Hyun Woo. Dan terakhir, ia ingat kata2 Ah Ran. Ah Ran mengakui dirinya dimanfaatkan oleh Joo Seung karena Joo Seung ingin membalas dendam.


Semua itu membuat Nyonya Jo merasa sesak. Nyonya Jo lantas melihat suaminya yang masih tidur dengan lelap dan berkata kalau dirinya harus pergi dan menyelesaikan masalahnya. Presdir Shin tidak boleh sampai tahu. Ia bilang jika Presdir Shin tahu, Presdir Shin bisa membunuh semua orang.

Nyonya Jo lantas turun dari tempat tidur. Ia diam2 mengambil pakaiannya dan beranjak pergi. Begitu ia keluar kamar, Presdir Shin terbangun.


Nyonya Jo pergi dengan taksi. Tanpa ia sadari, Seketaris Kang diam2 mengikutinya.


Presdir Shin dapat laporan dari Seketaris Kang tentang istrinya yang berada di panti asuhan Jae Hee. Ah Ran yang mendengar pembicaraan Presdir Shin di belakang pun kaget.


Ah Ran bergegas ke kamarnya. Ia menelpon bibinya dan menyuruh bibinya datang ke panti asuhan Jae Hee. Ah Ran berkata wanita yang membawa Jae Hee pergi ke panti asuhan itu.


Nyonya Jo minta maaf pada ibu panti karena datang pagi2 sekali tanpa memberitahu. Nyonya Jo menanyakan soal Jae Hee. Ibu panti membenarkan jika Jae Hee adalah gadis kecil yang dulu ditolong oleh Nyonya Jo. Nyonya Jo lantas memastikan jika ibu panti tidak mengatakan apapun tentang dirinya pada orang lain, termasuk pada Jae Hee. Ibu panti bertanya, apakah Kyeong Ran nama asli Jae Hee.

“Itu benar, tapi aku tidak tahu banyak soal anak itu.” jawab Nyonya Jo.

“Sebenarnya, menantumu telah datang ke sini mencari Kyeong Ran.” Ucap ibu panti.

Nyonya Jo kaget, menantuku?

“Dia menanyakan Kyeong Ran, tapi aku bilang aku tidak tahu nama itu dan dia pun pergi. Sekarang aku ingat, dulu ada seseorang yang mencari Kyeong Ran. Menantumu tahu tentang Kyeong Ran, padahal dia tidak tahu apapun tentang rahasia ini.” ucap ibu panti.

“Berapa banyak kelemahanku yang diketahui mereka?” batin Nyonya Jo sambil berpikir.


Diluar, paman dan bibi Ah Ran baru saja tiba dan menghampiri Jae Hee yang sedang menjemur pakaian. Paman Ah Ran bertanya apa ada seseorang yang datang ke panti itu. Jae Hee menggeleng dan mengaku tidak melihat ada yang datang. Tak lama berselang, datang sebuah mobil. Paman dan bibi Ah Ran mengira itu mobil milik wanita yang membawa Kyeong Ran. Jae Hee mengenali mobil tersebut. Mobil itu  milik Jae Sung.


Jae Sung langsung menghampiri Jae Hee. Paman dan bibi Ah Ran masuk ke dalam. Tapi paman Ah Ran sempat menoleh pada mereka. Dari raut wajahnya,  ia merasa seperti mengenali mereka.

“Aku ke rumahmu tapi karena kau tidak ada jadi aku memutuskan datang kemari. Aku tidak bisa tidur memikirkanmu pergi dalam keadaan seperti itu kemarin.” Ucap Jae Sung memberi memegang tangan Jae Hee.

Jae Hee melihat cincin di jari Jae Sung, ia terluka.

“Aku bohong kalau mengatakan aku baik2 saja. Meskipun keinginan balas dendammu sangat besar, kau tidak boleh melepaskan cincin kita. Aku membenci diriku yang tidak bisa mempercayaimu, jadi aku tidak ingin mengatakan apapun.” Jawab Jae Hee, lalu masuk ke dalam.


Ibu panti mengantar Nyonya Jo ke depan. Bersamaan dengan itu, paman dan bibi Ah Ran masuk ke dalam. Paman Ah Ran yakin kalau ia pernah melihat Jae Hee sebelumnya, tapi ia tidak ingat. Bibi Ah Ran tidak menanggapi perkataan suaminya dan mengajak suaminya menemui ibu panti.  Nyonya Jo buru2 pergi setelah melihat mereka.


Nyonya Jo meminta Jae Sung mengantarnya. Jae Sung yang hendak masuk ke mobilnya kaget melihat sang ibu. Jae Sung pun mengantar ibunya. Dalam perjalanan, sang ibu ditelpon oleh bibi Ah Ran. Jae Sung menatap bingung pada ibunya lewat kaca spion.


“Kenapa ibu begitu gelisah? Siapa Jae Hee sebenarnya? Apa rahasia yang ibu sembunyikan?” batin Jae Sung.

Sementara Nyonya Jo mengancam bibi Ah Ran. Nyonya Jo bilang jika paman dan bibi Ah Ran berani datang ke rumahnya, ia tidak akan mempertemukan mereka dengan Kyeong Ran.


Nyonya Jo lantas meminta Jae Sung menurunkannya di pinggir jalan. Tapi Jae Sung tidak mau. Jae Sung beralasan ia akan kembali ke Seoul, jadi ia akan mengantar Nyonya Jo sampai ke rumah. Nyonya Jo melihat syal Jae Sung.

“Darimana kau mendapatkan syal ini? Aku juga memiliki syal yang sama.” Tanya Nyonya Jo.

“Itu hadiah dari seseorang, tapi itu syal pria.” Jawab Jae Sung.

“Syal itu pemberian anakku yang paling tua. Dia mencemaskan ibunya, dia takut ibunya kedinginan.” Ucap Nyonya Jo.

“Ibu ingat? Bertahanlah sedikit lagi ibu. Aku tidak akan membiarkan ibu menangis lagi.” Batin Jae Sung.


Di kantor, Presdir Shin marah2 terkait klien mereka yang tidak mau membayar sampai proses produksi selesai. Seketaris Kang bilang itu karena mereka meragukan keaslian furniture Soul, jadi mereka akan membayarnya setelah proses produksi selesai. Presdir Shin kesal karena mereka sudah tidak memiliki uang lagi.


Presdir Shin lalu menanyakan soal adik Joo Chul Ming. Seketaris Kang bilang sangat sulit untuk menangkap mereka karena mereka sibuk berpindah2 dari kamar sauna yang satu ke kamar sauna yang lain. Presdir Shin semakin kesal. Ia berniat memberi mereka pelajaran jika mereka tertangkap.


Di toko, Yeon Jae sedang bersih2. Tak lama kemudian, terdengar suara Hyun Min yang memanggil2 Yeon Jae. Yeon Jae celingukan mencari sumber suara. Yeon Jae kemudian berjalan keluar dan menemukan Hyun Min berdiri dalam limosin. Yeon Jae speechless. Hyun Min terus memanggil nama Yeon Jae, sembari tersenyum dan melambaikan tangan kirinya. Sedangkan tangan kanannya memegang sebuket mawar.


Hyun Min kemudian turun dari limosin itu dan menghampiri Yeon Jae. Ia mengambil setangkai mawar dari dalam buketnya dengan mulutnya dan memberikannya pada Yeon Jae.

“Setelah pangeran menyelamatkan seorang putri, apa yang akan terjadi?” tanya Hyun Min.

“Pangeran menyelamatkan sang putri?” ucap Yeon Jae tak percaya.


Hyun Min menggigit bibirnya, matanya menatap bibir Yeon Jae. Yeon Jae dengan pasrah menutup matanya. Hyun Min lalu mencium Yeon Jae. Tapi semua itu hanyalah mimpi. Mimpi Yeon Jae. Hahah… Yeon Jae yang sedang bermimpi dibangunkan oleh Hyun Min. Hyun Min membawakan kue beras pedas untuk Yeon Jae.


“Pagi2 begini, kenapa kau malah tidur?” tanya Hyun Min heran.

“Jadi semua itu hanya mimpi. Aku seharusnya menyelesaikannya.” Sesal Yeon Jae.


Jae Sung masuk ke ruangannya, ia langsung disambut oleh Ah Ran yang menunggunya sejak tadi. Ah Ran tersenyum, ia berkata dirinya gelisah melihat sibuknya Jae Sung. Ah Ran lalu berkata jika dirinya sudah menemui Julie. Mereka membicarakan tentang penyatuan perusahaan. Ah Ran minta Jae Sung datang untuk menandatangani surat perjanjian merger perusahaan, karena mereka akan segera menikah.

Jae Sung setuju, ia berkata akan melakukan apapun sesuai keinginan Ah Ran. Ah Ran tersenyum. Jae Sung lantas memberitahu Ah Ran jika orang tuanya yang berada di Amerika ingin bertemu Ah Ran secepatnya.  Ah Ran tampak senang. Ia berkata akan mengatur hal itu secepatanya. Jae Sung memeluk Ah Ran. Ah Ran terlihat sangat bahagia, berbeda dengan Jae Sung. Senyum yang menghiasi wajah Jae Sung seketika menghilang dan berganti dengan kemarahan dan kebencian.


Ah Ran tak sengaja melewati sebuah butik yang memajang gaun pengantin. Ia tersenyum memandangi gaun pengantin itu dan berkata dalam hatinya kalau tidak ada seorang pun yang boleh iri dengan kebahagiaannya. Ia sudah menderita cukup lama dan sudah saatnya bahagia.


Ah Ran menemui Julie. Dengan penuh percaya diri, ia menunggu keputusan Julie. Julie setuju menyerahkan SM pada Soul, tapi dengan dua syarat. Pertama, ia ingin Ah Ran berlutut pada adiknya dan mengakui semuanya. Ia berkata, Ah Ran tidak bisa memungkiri kenyataan sudah mempermainkan dan memanfaatkan adiknya. Ah Ran setuju. Ia lantas ingin tahu syarat yang kedua. Julie berkata, ia ingin nama Sang Mo ditulis sebagai desainer Soul. Julie bilang hanya itu caranya agar Sang Mo bisa tenang di alam sana. Ah Ran setuju, ia lalu berkata akan datang lagi dengan membawa proposalnya.


Di kafe, bibi Ah Ran bicara sedang menerima panggilan Ah Ran. Ia memberitahu jika wanita yang membawa Kyeong Ran belum datang. Ia juga mengaku sudah memberitahu wanita itu kalau kakak Kyeong Ran akan datang. Setelah pembicaraan itu berakhir, paman Ah Ran mengeluh akan sulitnya mendapatkan uang. Bibi Ah Ran berkata itu karena mereka akan mendapatkan uang dalam jumlah yang besar.


Nyonya Jo sendiri sedang di jalan, ia terlihat sangat tegang.


Di sisi lain, Ah Ran juga sedang di jalan. Ia pun juga sama tegangnya.


Sementara Seketaris Kang yang sedang menyupiri Presdir Shin memberitahu Presdir Shin tentang keberadaan adiknya Joo Chul Min. Presdir Shin pun langsung menyuruh Seketaris Kang mengantarnya kesana.


Ah Ran tiba duluan di kafe itu. Tak lama berselang, Nyonya Jo juga tiba. Saat hendak turun, Nyonya Jo melihat Presdir Shin yang juga baru tiba. Nyonya Jo terkejut dan tidak jadi turun.


Di dalam, Ah Ran sudah bersama dengan paman dan bibinya. Ah Ran kesal karena wanita yang membawa Kyeong Ran belum juga datang. Bibi Ah Ran bilang kalau wanita itu akan tiba dalam 10 menit lagi. Ah Ran lalu memberitahu paman dan bibinya kalau wanita yang membawa Kyeong Ran adalah ibu mertuanya. Paman dan bibi Ah Ran terkejut. Mereka tidak menyangka ibu mertua Ah Ran lah yang mengambil Kyeong Ran.

“Wanita seperti itu harusnya mati tersambar petir!” umpat bibi Ah Ran.

“Tapi jika kau berada di sini, bukankah mereka akan mengetahui identitasmu yang sebenarnya?” tanya paman bibi Ah Ran.

“Yang aku perlukan hanyalah mengetahui kelemahan ibu sekarang.” jawab Ah Ran.


Ah Ran lantas kaget melihat kedatangan Presdir Shin. Ia pun langsung berakting, pura2 tidak mengerti apa yang dikatakan paman dan bibinya. Bibi Ah Ran bingung, ia bertanya apa yang Ah Ran bicarakan. Tapi Ah Ran langsung menginjak kaki bibinya, membuat sang bibi berhenti bicara dan meringis kesakitan.

“Apa yang sudah ayah mertuaku lakukan untuk kalian!” tanya Ah Ran keras.


Presdir Shin langsung menghampiri mereka. Ah Ran mengaku tidak mengenal mereka, Ah Ran menceritakan kalau akhir2 ini ada seseorang yang mengancam lewat telepon. Presdir Shin marah, ia minta paman dan bibi Ah Ran menanyakan padanya langsung jika ingin mengetahui sesuatu. Ah Ran mengkode agar paman dan bibinya pergi. Paman dan bibi Ah Ran langsung pergi, namun sebelum pergi bibi Ah Ran mengkode akan menelpon Ah Ran. Presdir Shin menyuruh Seketaris Kang menangkap paman dan bibi Ah Ran.

“Apa yang kau lakukan? Apa kau sengaja menyembunyikan mereka untuk menangkapku?” tuduh Presdir Shin.

“Apa ayah melakukan kesalahan besar di masa lalu. Mereka bilang ayah sudah membunuh adik istrinya.” Ucap Ah Ran.

“Apa? Membunuh?” tanya Presdir Shin heran.

“Karena ayah sudah tahu, jadi ayah bisa mengurus masalah ini sendiri.” Jawab Ah Ran lalu pergi.


Namun langkah Ah Ran terhenti saat ia tiba di depan pintu. Ah Ran membalikkan badannya dan menatap tajam Presdir Shin. Ah Ran lantas mengungkit soal pekerja pabrik dan Presdir Shin yang telah membunuh seseorang. Presdir Shin menatap Ah Ran dengan wajah tegang. Ah Ran menatap muak Presdir Shin, lalu beranjak pergi.

Nyonya Jo baru saja kembali ke rumahnya. Wajahnya pucat dan juga tubuhnya terlihat lemas. Hyun Ji mencemaskan ibunya, tapi sang ibu berkata dirinya baik2 saja. Seseorang membunyikan bel. Nyonya Jo langsung melarang Hyun Ji membuka pintu. Hyun Ji mengecek siapa yang datang, seorang kurir.


Nyonya Jo berbaring di kasur, tak lama berselang Hyun Ji datang dengan sebuah amplop di tangannya. Hyun Ji bilang ada yang mengirimkan amplop itu, tapi anehnya tidak ada nama dan alamat si pengirim. Nyonya Jo membuka amplop itu, ia terkejut melihat isinya. Sebuah foto, foto Hyun Woo yang mengenakan baju pasien dengan luka bakar di wajahnya.


“Apa yang terjadi dengan wajahnya? Kenapa bisa ada luka seperti ini di wajahnya?” tanya Nyonya Jo.

“Ibu, bukankah ini aneh. Kakak tidak pernah sadar, bagaimana mungkin dia bisa berdiri seperti itu? Foto seseorang yang sudah meninggal, bagaimana mungkin?” jawab Hyun Ji.

Hyun Ji lantas melihat tanggal di dalam foto itu. Tanggal 15 Desember. Hyun Ji merasa heran, ia berkata villa mereka terbakar pada tanggal 27 November. Nyonya Jo lantas ingat saat Jae Hee memberitahunya tentang Hyun Woo yang sempat sadar. Nyonya Jo pun yakin Hyun Woo masih hidup. Nyonya Jo menyuruh Hyun Ji mencari Hyun Woo bersadarkan seragam pasien yang dipakai Hyun Woo. Nyonya Jo juga melarang Hyun Ji memberitahu Ah Ran.


Hyun Min yang masih di toko, terharu mendengar kabar Hyun Woo masih hidup. Yeon Jae ikut senang mendengarnya. Hyun Min bahkan sampai memeluk erat Yeon Jae saking gembiranya. Yeon Jae menawarkan diri mengantar Hyun Min pulang. Ia khawatir sesuatu yang buruk menimpa Hyun Min kalau Hyun Min menyetir sendiri dalam keadaan over gembira seperti itu. Hyun Min meminta Yeon Jae tidak cemas. Ia meyakinkan Yeon Jae dirinya akan baik2 saja. Ia bilang tidak akan pernah meninggalkan Yeon Jae. Yeon Jae tertegun mendengarnya, ia bertanya2 apa Hyun Min benar2 menyukai dirinya.


Presdir Shin yang ditemani Seketaris Kang langsung menanyakan Hyun Woo begitu masuk ke rumah. Hyun Min menunjukkan foto itu. Presdir lega mengetahui anak sulungnya masih hidup. Sejak awal ia memang yakin Hyun Woo masih hidup. Hyun Woo tidak mungkin pergi begitu saja.

“Yeobo, kita harus cepat menemukannya. Kita harus mengecek setiap rumah sakit spesialis bedah plastic.” Pinta Nyonya Jo.


Presdir Shin pun langsung menyuruh Seketaris Kang mengecek ke setiap rumah sakit. Seketaris Kang mengerti dan langsung pergi. Hyun Min pergi dengan Seketaris Kang. Namun Hyun Ji cemas, ia takut jika Hyun Woo menderita amnesia. Presdir Shin yakin Hyun Woo tidak amnesia. Kalau Hyun Woo amnesia, tidak mungkin Hyun Woo bisa mengirimkan foto itu pada mereka. Presdir Shin juga yakin Hyun Woo akan muncul sebentar lagi di depan mereka. Nyonya Jo pamit pergi, ia mau memastikan sesuatu.


Nyonya Jo ternyata pergi ke rumah sakit untuk menemui Jae Hee. Ia mengajak Jae Hee bicara diluar. Dari dalam, Joo Seung menguping pembicaraan mereka. Jae Hee pura2 tidak tahu, ia berkata Hyun Woo sudah meninggal. Nyonya Jo pun menceritakan soal foto itu, ia yakin Jae Hee mengetahui sesuatu. Tepat saat itu, Joo Seung keluar dan menyuruh Jae Hee masuk.

“Soal foto itu, apa itu benar?” tanya Joo Seung cemas.


“Katakan padaku, apa Ah Ran yang menyembunyikan Hyun Woo? Dia membuat putraku koma, dan menyebabkan kematian putraku! Aku pasti akan menemukan putraku, karena aku adalah ibunya!” jawab Nyonya Jo.

“Karena anda ibunya, jadi anda akan menemukannya? Lalu bagaimana dengan ibuku? Putramu hidup dengan baik dan berada sangat dekat denganmu tapi kenapa anda pura2 tidak tahu?” tanya Joo Seung.

“Aku melakukannya demi melindungi dirimu. Jika aku tidak melakukannya, kau mungkin tidak ada lagi di dunia ini. Membuang dirimu adalah caraku melindungi dirimu.” Jawab Nyonya Jo.

“Apa anda pernah mendengar hal itu sebelumnya? Mencampakkan seorang anak demi kebaikan anak itu.” tanya Joo Seung.


“Jangan memperlakukan Hyun Woo sebagai lawan karena kau cemburu. Karena kau dan Ah Ran, anak yang tidak bersalah jadi menderita.” Jawab Nyonya Jo.

“Tapi Hyun Woo memiliki segalanya. Dia memiliki keluarga yang baik, sikap yang baik dan juga seorang ibu.” Ucap Joo Seung sedih, lalu pergi meninggalkan Nyonya Jo.

Tangis Nyonya Jo pun langsung pecah mendengar kata2 Joo Seung.


Ah Ran mengunjungi rumah abu Jung Sang Mo. Dengan wajah yang penuh dengan rasa bersalah, Ah Ran bertanya kenapa Sang Mo memilihnya padahal Sang Mo tahu dirinya adalah wanita yang sudah menikah. Kenapa Sang Mo begitu bodoh dan memilih dirinya. Tak berapa lama, Julie datang. Begitu Julie datang, Ah Ran langsung berlutut di hadapan abu Sang Mo.

“Aku tidak mengharapkan pengampunan darimu. Aku sudah membuatmu terluka, maafkan aku.” ucap Ah Ran.

Ah Ran lantas meletakkan sebuah trophy di dalam lemari abu Sang Mo. Ia berkata, trophy itu adalah penghargaan atas desain Sang Mo. Ia juga berjanji kalau Sang Mo tetap akan menjadi satu2nya orang yang mendesain furniture itu. Setelah mengatakan itu, Ah Ran dan Julie meninggalkan rumah abu bersama. Diluar, Julie memberikan dokumen kerja sama yang diharapkan Ah Ran.


Ah Ran menerima panggilan dari Joo Seung saat ia sedang di perjalanan bersama Jae Sung. Ah Ran tidak menjawab panggilan Joo Seung dan tampak tidak nyaman. Senyum Ah Ran kemudian mengembang saat Jae Sung berkata mereka akan tinggal di Amerika setelah menikah. Tapi Ah Ran ingin tahu pendapat orang tua Jae Sung mengenai dirinya. Jae Sung tersenyum dan berkata jika orang tuanya mempercayai pilihannya.

Sementara di rumah sakit, Joo Seung panic lantaran Ah Ran tak menjawab teleponnya. Joo Seung lantas meminta Jae Hee menghubungi Jae Sung. Dengan wajah santai, Jae Hee mengaku jika Jae Sung tidak menjawab panggilannya. Jae Hee juga memberitahu Joo Seung kalau ia dan Jae Sung sudah putus. Joo Seung lantas menanyakan Hyun Woo, ia tanya apa Jae Hee benar2 tidak tahu dimana Hyun Woo. Jae Hee tetap berbohong, ia bilang ia tak tahu dimana Hyun Woo. Joo Seung lalu pergi. Setelah Joo Seung pergi, wajah santai Jae Hee langsung berubah cemas. Ia takut sesuatu terjadi pada Jae Sung karena orang2 itu sudah mengetahui fakta Hyun Woo yang masih hidup.


Joo Seung ternyata pergi ke rumah sakit spesialis bedah yang dikunjungi Jae Sung beberapa waktu lalu. Ia bicara pada resepsionis, meminta resepsionis mengecek tentang pasien yang bernama Shin Hyun Woo. Resepsionis menemukan data Hyun Woo. Namun saat ia hendak memberitahukan data2 Hyun Woo pada Joo Seung, dokter datang dan menyangkal Hyun Woo pernah menjadi pasiennya. Dokter itu juga mengancam akan memanggil polisi jika Joo Seung masih mengacau di rumah sakitnya.


Joo Seung tidak menyerah begitu saja, ia pergi ke unit utama rumah sakit itu dan meminta dokter jaga mengecek tentang pasien yang bernama Shin Hyun Woo. Hyun Min ditemani Seketaris Kang juga ada di rumah sakit itu untuk mencari tahu tentang Hyun Woo.


Sementara itu, Jae Sung dan Ah Ran ada di toko perhiasan. Jae Sung membelikan kalung berlian untuk Ah Ran. Tentu saja Ah Ran terkejut dengan hal itu. Jae Sung bahkan memakaikan kalung itu ke leher Ah Ran. Ah Ran menangis terharu. Jae Sung kemudian menanyakan soal undangan pernikahan. Ah Ran mengaku anak2 panti asuhan adalah keluarganya. Ia juga berkata dirinya memiliki seorang adik perempuan.

“Kalau begitu satu undangan saja sudah cukup, kan?” tanya Jae Sung membuat Ah Ran kaget.

Ah Ran semakin terharu saat mengetahui Jae Sung sudah mempersiapkan pernikahan mereka.


Jae Sung kemudian mengaja Ah Ran fitting baju pengantin. Ah Ran terlihat sangat cantik dalam balutan gaun pengantinnya. Ah Ran heran bagaimana seseorang yang belum menikah seperti Jae Sung tahu cara menyenangkan hati wanita. Jae Sung mengaku dia tidak tahu banyak bagaimana cara menyenangkan hati wanita tapi ia tahu banyak soal Ah Ran. Ah Ran tersenyum bahagia.

“Joo Ah Ran, tertawalah sepuasnya. Berbahagialah sekarang sebelum aku merebut semua kebahagiaanmu itu.” batin Jae Sung sambil terus menatap Ah Ran dengan mata evilnya.


Ah Ran kemudian menyuruh Jae Sung mencoba tuxedo-nya. Ia mengaku ingin melihat bagaimana tampannya seorang Jae Sung dalam balutan tuxedo. Begitu Jae Sung pergi, Ah Ran menerima panggilan Joo Seung. Joo Seung memberitahu tentang kemunculan Hyun Woo. Ah Ran terkejut, ia tidak percaya Hyun Woo bisa selamat dalam kebakaran itu. Joo Seung memberitahukan kalau Hyun Woo mengirimkan sebuah foto ke rumah. Joo Seung yakin Hyun Woo akan muncul malam ini. Ah Ran syok.


Tak lama, Jae Sung datang dalam balutan tuxedo. Ah Ran masih gemetaran dengan berita Hyun Woo yang masih hidup. Melihat Ah Ran yang gemetar seperti itu, Jae Sung pun membatalkan rencana mereka melihat gereja pemberkatan pernikahan mereka. Jae Sung memeluk Ah Ran erat dan melarang Ah Ran sakit sebelum hari pernikahan mereka. Ah Ran meyakinkan Jae Sung bahwa dirinya akan segera pulih.


Hyun Min kembali ke rumah, ia mengaku sudah mencari ke seluruh rumah sakit tapi Hyun Woo tidak ditemukan. Hyun Ji merasa aneh, bagaimana caranya Hyun Woo bisa selamat dari kebakaran itu. Hyun Min bertanya2, siapa yang mensetting kebakaran itu. Presdir Shin menyahut, ia berkata mereka akan mendapat kejelasan setelah Hyun Woo kembali. Hyun Min pun merasa semua ini karena Ah Ran. Hyun Woo tidak mau pulang karena Ah Ran. Hyun Min pun curiga Ah Ran yang mengeset kebakaran itu.


Ah Ran setengah berlari menghampiri Joo Seung. Ia ingin tahu apa Joo Seung sudah menemukan Hyun Woo. Joo Seung berkata, Hyun Woo bersembunyi di sekitar mereka dan sedang menertawakan mereka. Ah Ran meminta Joo Seung mencari Hyun Woo ke setiap rumah sakit. Joo Seung berkata, Hyun Woo tidak ada di rumah sakit tapi di sekitar mereka.

“Apa kau mencurigai Presdir Ahn lagi? Presdir Ahn bukan Shin Hyun Woo. Aku sudah memastikannya. Presdir Ahn tidak mengidap acrophobia. Dia tidak memiliki luka bekas operasi usus buntu dan dia juga tidak alergi terhadap kacang2an.”

“Mungkin saja dia merubah dirinya habis2an untuk membalaskan dendamnya, dia membuang semua yang berhubungan dengan Shin Hyun Woo.”

“Tidak ada bukti kalau dia melakukan operasi itu!”

“Besok kita akan mengetahuinya.”

“Tolong aku, Joo Seung-ssi. Jika Shin Hyun Woo kembali, kecelakaan mobil dan kebakaran di villa akan terbongkar. Keluarga itu tidak akan memberitahu kita kalau Shin Hyun Woo kembali.”

“Kau tidak boleh seperti ini. Ketakutanmu tidak akan merubah apapun. Kita hanya perlu mempersiapkan semuanya dan pergi dari sini.”

Jae Sung kembali ke apartemennya dan menemukan pesan Jae Hee yang tertempel di kulkas. Dalam pesannya, Jae Hee bilang kalau ia sudah tertawa sepanjang hari. Bahkan saat ia lelah, ia masih melakukannya dengan baik. Jae Sung tersenyum membaca pesan Jae Hee. Jae Sung lantas membuka kulkas dan menemukan pesan Jae Hee yang kedua. Dalam pesan keduanya, Jae Hee bilang kalau Jae Sung harus makan nasi dengan daging sapi. Pada pesan ketiga, Jae Hee mengaku dirinya akan sangat terluka jika Jae Sung sampai sakit. Pada pesan keempat, Jae Hee menyuruh Jae Sung minum susu setiap hari. Pada pesan kelima, Jae Hee menyuruh Jae Sung minum air 1 liter setiap harinya.


Jae Sung menangis terharu membaca semua pesan2 Jae Hee itu. Ia lalu mengambil pesan Jae Hee yang tertempel di pintu kulkas dan menciumnya.


Jae Hee berdiri di depan kediaman Hyun Woo. Di kedua jari kiri dan kanan Jae Hee, terpasang cincin couple mereka. Jae Hee menyatukan cincin itu. Lalu dengan wajah cemas, ia berkata tidak setuju dengan pernikahan Hyun Woo dan Ah Ran. Karena itulah, ia berniat mengatakan semuanya pada keluarga Hyun Woo.


Tepat saat ia akan memencet bel rumah Hyun Woo, Hyun Woo menelponnya.

“Kau tidak di rumah? Hari begitu dingin, kemana kau pergi di hari sedingin ini. Cepatlah pulang.”

“Keluargamu sedang mencarimu, apa kau tahu?”

“Aku tahu. Aku mengirimkan fotoku pada mereka. Sudah waktunya aku kembali.”

“Lalu kenapa kau memilih menikahi Ah Ran lagi? Aku tidak setuju. Aku akan menghalanginya. Kenapa kau menyakiti dirimu dan membiarkan dirimu masuk ke dalam bahaya?”

“Jae Hee-ya, tidak peduli kau menentangnya aku akan tetap menikahi Ah Ran.”

“Bagaimana bisa kau mengatakan hal itu? Tanpa diriku, kau masih bisa bahagia? Begitu maksudmu?”

“Jae Hee-ya, orang yang kau cintai bukankah Shin Hyun Woo. Ahn Jae Sung yang memulainya untuk balas dendam pada Joo Ah Ran. Orang yang meninggalkanmu adalah Ahn Jae Sung, bukan Shin Hyun Woo. Kenapa kau masih tidak mengerti?”


Pembicaraan itu berhenti karena Ah Ran yang datang bersama Joo Seung. Keduanya terkejut melihat Jae Hee. Jae Hee mengaku dirinya penasaran apakah Shin Hyun Woo sudah ditemukan. Ah Ran curiga, ia bertanya Jae Hee penasaran karena memang tidak tahu atau Jae Hee berpura2 tidak tahu. Joo Seung pun menyuruh Jae Hee pergi. Ia berjanji akan memberitahu Jae Hee besok pagi di rumah sakit.


Di dalam, Ah Ran dan Joo Seung harus menghadapi kemarahan keluarga Shin. Joo Seung berlutut, ia berkata akan membawa Ah Ran pergi dari rumah itu. Hyun Min marah. Joo Seung bilang Hyun Woo sudah dipastikan masih hidup, dan proses perceraian Ah Ran dan Hyun Woo sedang berlangsung jadi tidak ada alasan bagi Ah Ran tetap berada di rumah itu lagi.

Presdir Shin menampar Joo Seung. Nyonya Jo dan Ah Ran terkejut melihatnya. Presdir Shin kesal karena Joo Seung memutuskan hubungan dengan keluarganya demi wanita seperti Ah Ran. Tapi Joo Seung tetap kekeuh ingin pergi bersama Ah Ran. Nyonya Jo marah, ia heran kenapa Joo Seung bisa melakukan mereka seperti itu. Hyun Ji mengusir Joo Seung. Ia minta agar Joo Seung dan Ah Ran tidak muncul lagi di hadapan mereka.


Joo Seung membantu Ah Ran berkemas2. Sambil menatap Joo Seung, Ah Ran berkata pada dirinya kalau hanya Joo Seung yang bisa membantunya saat ini. Ia membutuhkan pertolongan Joo Seung. Setelah semua selesai, ia akan menikahi Jae Sung dan meninggalkan Korea.


Di apartemennya, Jae Sung sedang menulis surat pernyataan.


Joo Seung membawa Ah Ran ke apartemennya. Ah Ran terlihat lelah, karena itulah Joo Seung memeluknya. Ah Ran meminta Joo Seung membawanya keluar dari Korea secepat mungkin. Ah Ran kemudian melihat sekeliling apartemen Joo Seung dan berkata tempat itu penuh dengan kenangan mereka. Ia pasti akan merindukan tempat itu nantinya.

Di apartemennya, Jae Sung sedang berkemas2. Ia kemudian menerima panggilan dari Joo Seung.


Joo Seung mengajak Jae Sung bertemu di sebuah kafe. Joo Seung cerita, kalau ia tumbuh tanpa seorang ibu. Tapi ia memiliki seorang kakak yang sangat peduli padanya. Dibandingkan dengan ayahnya yang sibuk, ia sangat menyayangi kakaknya itu. Kakaknya adalah sosok yang penuh kasih sayang dan kehangatan. Tapi suatu hari, ia menjadi sangat membenci kakaknya.

“Kenapa? Apa karena Joo Ah Ran?” tanya Jae Sung.

“Bukan, bisa dibilang aku seorang anak yang tidak pernah merasakan asi ibuku. Aku merasa minder pada anak yang memiliki seorang ibu.” Jawab Joo Seung.


Joo Seung lantas bertanya satu hal pada Jae Sung, mana yang lebih dalam rasa sakit dikhianati wanita yang dicintai atau rasa sakit dikhianati oleh ibu yang melahirkan kita.

Jae Sung berkata ia tidak tahu karena ia tidak pernah ditinggalkan oleh ibunya. Joo Seung mengatakannya dengan berapi2 seolah2 ia tahu yang di depannya adalah Hyun Woo. Joo Seung lalu berkata kalau besok Jae Sung tidak bisa lagi berpura2. Besok semua akan terbukti kalau Jae Sung adalah Shin Hyun Woo.


Paginya, di apartemen Joo Seung, Ah Ran sedang bersiap2 untuk pergi. Joo Seung menghampiri Ah Ran. Joo Seung bilang ia akan berusaha mengatur semuanya meskipun mereka kekurangan dana. Ah Ran berkata, ia juga akan mengurus sesuatu di Soul sebelum ia pergi meninggalkan Soul.


Setibanya di Soul, dua orang polisi menghampiri Ah Ran. Polisi meminta Ah Ran datang ke kantor polisi. Ah Ran terkejut saat polisi menunjukkan surat penyataan Jae Sung tentang kecelakaan yang menimpa Shin Hyun Woo malam itu. Ah Ran tidak percaya, menurutnya seseorang yang sudah meninggal tidak mungkin bisa mengirim surat pernyataan. Polisi berkata jika surat itu memang tulisan Shin Hyun Woo. Ah Ran panic. Tanpa disadarinya, Jae Sung menatapnya di belakang dengan wajah dingin.

BERSAMBUNG

No comments:

Post a Comment