Thursday, September 22, 2016

Fantastic Ep 6 Part 2

Sebelumnya....


So Hye langsung balik ke studio nya setelah membaca artikel itu di internet. So Hye berusaha menghubungi Sang Hwa, tapi Sang Hwa tidak bisa dihubungi. So Hye pun meninggalkan pesan suara. Ia menyuruh Sang Hwa menghubunginya dan berjanji tidak akan memarahi Sang Hwa.

So Hye semakin kecewa melihat meja Sang Hwa yang kosong.

Seseorang memencet bel. So Hye buru2 membuka pintu, tapi yang datang bukan Sang Hwa. Hae Sung yang datang. Hae Sung berkata, kalau Joon Ki lah yang menyuruhnya datang ke sana. Hae Sung juga protes karena So Hye tak menjawab panggilannya. So Hye ingin sendiri sekarang. Hae Sung menanyakan dimana rumah Sang Hwa. Tapi So Hye tidak tahu.


“Aku selalu seperti ini! Aku sudah bekerja tiga tahun dengannya tapi tidak tahu dimana rumahnya. Dia menelponku, dari suaranya aku yakin dia dalam masalah tapi aku malah menutup teleponku.” Ucap So Hye.

“Semua orang tahu kau tidak melakukannya.” Jawab Hae Sung.

“Sang Hwa pasti punya alasan melakukan hal ini.” bela So Hye.


“CEO Choi memberinya sejumlah uang. Kita harus mengungkap kebenarannya.” Jawab Hae Sung.

“Jika aku mengatakannya sekarang, itu bisa merusak reputasi Sang Hwa.” ucap So Hye.

“Jangan bersikap bodoh. Kita harus mengungkapkan kebenarannya.” Jawab Hae Sung.

So Hye pun menarik napas resah. Ditambah lagi, dengan para reporter yang ingin mewawancarainya terkait tuduhan itu, membuat ia makin resah dan bingung.


Sang Wook menunggu Seol di atap gedung asramanya. Tapi Seol tak kunjung muncul, membuat ia cemas. Sang Wook lalu mengirimi Seol SMS. Ia tanya, apa ada sesuatu yang terjadi.


Seol sendiri menyendiri di gudang. Seol hanya menghela napas membaca pesan Sang Wook. Dalam pesannya, Sang Wook mengaku cemas kalau2 motor Seol dicuri orang.
 
Sang Wook tak kunjung mendapat balasan dari Seol. Sang Wook pun menduga kalau Seol marah karena ia sudah tahu nama Seol. Sang Wook pun langsung menanyakan itu pada Seol lewat SMS. Seol lagi2 hanya menghela napas, kemudian mematikan ponselnya.


Sang Hwa nyamperin Sang Wook. Sang Hwa mengajak Sang Wook bicara, tapi Sang Wook langsung berteriak padanya dan berkata tidak ingin bicara apapun sekarang. Sang Hwa pun kesal dan berkata kalau ia hanya mau bilang tidak mau bicara dengan siapapun.


Keesokan harinya… Seol yang lagi menyiapkan sarapan dikejutkan oleh kedatangan Sang Hwa. Jin Sook memang sengaja mengundang Sang Hwa, tapi penampilan Sang Hwa tampak berbeda dari biasanya. Ia memakai kacamata.

“Aku sangat terkejut membaca artikel. Aku tidak pernah melakukan wawancara seperti itu, tapi wawancaraku ada di sana.” Ucap Sang Hwa.


“Kita harus cepat menyebarkan issue ini. Bukankah sudah kubilang kita ini hidup di hutan. Jika kau tidak mau ditangkap maka kau harus menangkap lebih dulu.” Jawab Jin Sook.

“Tapi kenapa kau melakukan ini pada Penulis Lee?” tanya Sang Hwa.

“Itu karena dia hanya menginginkan uang dan dia tidak melakukan pekerjaannya dengan baik.” Jawab Jin Sook.

“Dia sudah bekerja keras. Dia menyelesaikan naskahnya tepat waktu.” Ucap Sang Hwa.

“Aku ingin seseorang yang baru seperti itu, dengan ide2 yang segar.Apa kau takut pada Penulis Lee? Jangan takut. Aku akan melindungimu. Fokus saja pada naskahmu dan percaya lah padaku.” Jawab Jin Sook.


“Kau bilang kau akan mengontrakku untuk 100 episode dan membayarku 8 juta won setiap episode nya?” tanya Sang Hwa.

“Itu benar.” jawab Jin Sook sambil tertawa licik.


“Dia pintar dan teliti. Dia tahu bagaimana caranya menandatangani kontrak.” Ucap ibu Jin Sook.

“Lalu apa yang akan terjadi pada Penulis Lee?” tanya Sang Hwa.


Sementara itu, Seol yang mendengar pembicaraan mereka terlihat cemas.

“Apa maksudmu? Tentu saja dia akan pergi ke perusahaan lain dan mencari nafkah.” Jawab Jin Sook.


Jin Sook lantas menghina tas yang dipakai Sang Hwa. Ia berkata, Sang Hwa bukan pengemis. Jin Sook pun memberi Sang Hwa hadiah tas mahal. Sang Hwa awalnya tersenyum, namun tiba2 ia berdiri dan meminta maaf pada ibu Jin Sook. Setelah meminta maaf, Sang Hwa menyiram tas mahalnya dengan semanguk sup!!


“Choi Jin Sook! Kau seorang penyihir!” teriak Sang Hwa membuat Jin Sook terheran2.


Sang Hwa lantas mengembalikan uang Jin Sook. Seol yang melihat itu langsung tertawa geli.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Jin Sook kesal.


“Kau tahu ini? Aku merekam semua yang kau katakan. Jika kau tidak mau dipermalukan, segera buat klarifikasi dan minta maaf pada Penulis Lee! Kalau tidak, aku akan menyebarkan ini di internet malam ini. Kau mengerti!” jawab Sang Hwa sambil menunjukkan alat perekam yang bentuknya seperti pena.

“Yang kau lakukan itu illegal. Rekaman rahasia tidak bisa dijadikan barang bukti.” Ancam Jin Sook balik.

“Aku pernah sekolah hukum selama 4 tahun. Ada perlindungan untuk orang2 yang merekam pembicaraan orang lain secara diam2. Sepanjang rekaman ini bagian dari bukti, itu bukan hal illegal. Apa kau mengerti Nona Idiot!” Jawab Sang Hwa.


Sang Hwa pun buru2 pergi. Tepat saat itu, mata2 Jin Sook datang. Jin Sook langsung nyuruh mata2nya ngejar Sang Hwa. Tapi belum sempat mata2nya keluar, Seol menjegel kaki pria itu. Pria itu jatuh ke lantai dengan keras. Jin Sook yang juga mau mengejar Sang Hwa, tiba2 terpeleset dan menimpa tubuh pria itu.


Sang Hwa dijemput oleh Hae Sung dan Chang Suk. Sang Hwa dengan wajah berseri2 berkata kalau misi mereka sukses. Hae Sung langsung tersenyum puas.

Loh heh? Kok bisa Hae Sung nolongin Sang Hwa???

Kita lalu diperlihatkan adegan malam sebelum Sang Hwa pergi ke rumah Jin Sook.

Flashback


Sang Hwa keluar dari asrama adiknya dan langsung menemui Hae Sung yang sudah menunggunya di mobil. Hae Sung tersenyum melihat Sang Hwa, tangis Sang Hwa pun langsung pecah.

“Aku tidak pernah berniat menghancurkan Penulis Lee. Tapi… aku merasa malu karena sudah termakan hasutannya.” Ucap Sang Hwa.

“Orang yang melakukan ini padamu adalah orang yang jahat.” Jawab Hae Sung.


“Aku akan mengatakan yang sebenarnya dan berhenti menjadi penulis. Orang sepertiku tidak pantas jadi penulis.” Ucap Sang Hwa.

“Jangan begitu. Tanda tangani kontrak denganku. Tapi aku punya syarat. Saat kau debut, kau harus melibatkanku dalam dramamu. Jangan tinggalkan aku karena aku si foot acting. Dan yang terakhir, jangan membandingkanku dengan Dokter Hong Joon Ki.” Jawab Hae Sung.

Sang Hwa terheran2 menatap Hae Sung.

“Kita harus membalasnya. Untuk menghadapi seseorang yang licik, kau harus lebih licik.” Ucap Hae Sung lagi.

Flashback end…


Sang Hwa balik ke studio. So Hye tersenyum lega melihat Sang Hwa. Tangis Sang Hwa langsung pecah, ia meminta So Hye tidak memaafkaannya.


Sang Hwa menunjukkan bukti rekaman itu pada So Hye. So Hye memarahi Sang Hwa yang melakukan itu sendirian. Ia cemas kalau Jin Sook menyakiti Sang Hwa. Sang Hwa tersenyum dan mengaku kalau ia dibantu oleh Hae Sung.


So Hye pun kaget, Ryoo Hae Sung?


Kita kembali diperlihatkan adegan lanjutan Sang Hwa dan Hae Sung di mobil itu. Hae Sung mengaku kalau ia pernah mengalami hal itu juga di masa lalu, namun saat itu ia membuat keputusan bodoh dan setelah itu, ia tidak pernah merasa tenang.

“Uri Lee So Hye akan lebih terluka kalau dia dihancurkan sekali lagi. Kau tidak ingin hal itu terjadi, kan?” ucap Hae Sung.

Flashback end…

So Hye makin terkejut saat Sang Hwa bilang kalau Hae Sung membayar sejumlah orang untuk memberikan komentar positif pada artikel So Hye yang dituduh mengaku ide Sang Hwa.


So Hye kemudian menerima panggilan dari Joon Ki. Joon Ki bilang kalau nama So Hye berada di urutan teratas pada mesin pencarian di internet. So Hye terkejut dan langsung memeriksa internet dan ia menemukan artikel mengenai dirinya.



Di artikel itu tertulis bahwa tudingan penjiplakan itu hanya isu belaka.


Seol yang lagi nyuci piring, menerima SMS dari So Hye.

Seol, terima kasih karena kau sudah mengeluarkanku dari kekacauan ini. I love you.

Seol pun tersenyum membaca SMS So Hye dan mengetikkan SMS balasan.

I love you too. Semangat!


So Hye memikirkan kata2 Sang Hwa tentang Hae Sung. Tak lama kemudian, So Hye menghubungi Hae Sung. Tapi yang menjawab bukan Hae Sung, melainkan Chang Suk. Chang Suk berkata kalau Hae Sung sedang memancing.


So Hye langsung menyusul Hae Sung. Begitu So Hye datang, Chang Suk langsung menyambut So Hye. Chang Suk mengatakan kalau Hae Sung memiliki masalah terkait kontrak dengan Jin Sook. Chang Suk juga bilang kalau Hae Sung akan pergi memancing setiap punya masalah. So Hye pun langsung pergi menyusul Hae Sung.


Begitu So Hye pergi, Chang Suk yang lupa ponsel Hae Sung ada padanya langsung menghubungi Hae Sung. Chang Suk terkejut. Karena tidak bisa menghubungi Hae Sung, Chang Suk pun ngasih kode dengan bersiul. Tapi suaranya tidak mau keluar. Chang Suk lalu teriak ngasih kode.

“CUCKOO! CUCKOO! CUCKOO!” teriak Chang Suk. Hahahaha…..


So Hye melihat Hae Sung yang duduk termenung di tepi sungai. So Hye tersenyum, lalu mengumpulkan semua keberaniannya sebelum memanggil Hae Sung. Hae Sung terkejut dan langsung berjalan ke arah So Hye.

So Hye menjatuhkan tasnya, kemudian berlari menghambur ke dalam pelukan Hae Sung. So Hye juga mencium Hae Sung. Eiits, tapi ternyata semua itu khayalan So Hye semata. Kenyataannya ia hanya memandangi Hae Sung sambil tersenyum.


“Ryoo Hae Sung!” panggil So Hye tapi Hae Sung diam saja.

“Kenapa? Apa dia tidak mendengarku?” gumam So Hye. So Hye lalu memanggil Hae Sung sekali lagi.

Barulah Hae Sung bereaksi. Tapi bukan karena So Hye memanggilnya, melainkan karena nyamuk2 nakal yang menggigitinya. Hae Sung gak dengar karena lagi dengerin music di earphone.


So Hye mulai kesal, ia pun beranjak ke arah Hae Sung dan mencabut earphone Hae Sung dengan kasar. Hae Sung terkejut melihat So Hye di depannya.

“Kenapa kau di sini? Bagaimana kau tahu aku di sini?” tanya Hae Sung.

“Aku menelponmu, Chang Suk bilang…”

“Kenapa kau menelponku? Apa terjadi sesuatu lagi? Apa CEO Choi membuatmu dalam masalah lagi?” tanya Hae Sung.


So Hye yang kesal diam saja dan duduk di bangku di samping Hae Sung. Hae Sung ikut duduk dan menatap So Hye menunggu jawaban So Hye.

“Bukan itu. Aku ingin berterima kasih karena kau sudah membantu Sang Hwa.” jawab So Hye.

“Oh, aku hanya melakukan apa yang seharusnya kulakukan.” Ucap Hae Sung.
 
Hae Sung lalu berdiri dan menarik pancingannya.


“Sejak kapan kau suka memancing?” tanya So Hye.

“Sudah beberapa tahun. Aku datang kemari kalau suasana hatiku sedang tidak baik.” Jawab Hae Sung.

“Aku pernah memancing beberapa kali untuk melupakan seseorang.” ucap So Hye.

Hae Sung kaget, apa?

“Ini adalah tempat yang sempurna untuk kasus pembunuhan. Aku bisa membunuh mereka dan menenggelamkan mereka di sini. Apa kau takut” jawab So Hye.

“Kenapa kau melakukan ini? Apa aku melakukan kesalahan lagi?” tanya Hae Sung.

“Maksudnya aku melakukan itu dalam dramaku. Kau tidak melihat dramaku?” jawab So Hye.

“Ini aneh. Kau datang ke sini tiba2 dan membicarakan hal ini. Aku tidak yakin kau kesini hanya untuk mengucapkan terima kasih.” Ucap Hae Sung.

“Hari Sabtu.” Jawab So Hye.

“Sabtu?” tanya Hae Sung bingung.

“Kau bilang kau akan melakukannya. Selasa, Kamis, Sabtu.” Jawab So Hye.

“Kau benar2 mau melakukannya? Mulai hari ini, giliranku, maksudmu kau mau berkencan denganku?” tanya Hae Sung tak percaya.


So Hye pun marah dan beranjak pergi. Hae Sung mengejar So Hye.

“Kau mau berkencan denganku di sini?” tanya Hae Sung.

“Sudah kubilang kan untuk melupakannya!” jawab So Hye.

“Kau mau kemana? Ini tempat yang bagus untuk berkencan.” Ucap Hae Sung.


So Hye pun tersipu malu menatap Hae Sung. Hae Sung pun juga tersipu malu. So Hye kemudian mencium bibir Hae Sung. Hae Sung terkejut. So Hye tersenyum dan mengajak Hae Sung melakukannya lagi. Hae Sung tersenyum.

So Hye menarik kerah baju Hae Sung. Hae Sung tersenyum dan mengecup bibir So Hye.

Bersambung……

So Hye beruntung banget ya Joon Gi dan Hae Sung di sisinya…

Baik Joon Gi, maupun Hae Sung. Aku suka keduanya… keduanya2 sama2 ada untuk So Hye di saat So Hye dalam masalah…

[Spoiler]

No comments:

Post a Comment