Thursday, March 23, 2017

Defendant Ep 3 Part 1

Sebelumnya......

Di episode sebelumnya, Joon Hyuk sedang memutar kembali rekaman dimana seorang pria bermasker memindahkan sebuah koper dari rumah ke mobil. Pria itu membuka maskernya setelah ia berada di dalam mobil. Pria itu, Park Jung Woo! Joon Hyuk pun berkata, kenapa kau lakukan itu, Jung Woo-ya...

3 hari sebelum insiden pembunuhan di Wolha-dong.


Min Ho mengunjungi rumah abu Seon Ho. Ingatannya pun melayang ke saat2 ia memukul kepala Seon Ho dengan botol minumannya. Ia juga ingat ketika Seon Ho bergelantungan di lantai balkon.

"Hyung, beristirahat lah yang tenang." ucapnya.

Atasan Kepala Jaksa Choi mengaku pada Kepala Jaksa Choi bahwa ia sudah berbicara dengan Presdir Cha, jadi Chamyung Group tidak akan memperpanjang masalahnya. Atasan Kepala Jaksa Choi lalu berkata, bahwa ia menyukai Jung Woo kecuali keras kepalanya Jung Woo.

"Aku akan bicara dengannya." ucap Kepala Choi.

"Dia musuh terburuk bagi Chamyung Group." jawab atasan Kepala Choi.


Atasan Kepala Choi lantas menerima telepon dari seseorang, dan ia begitu terkejut karena Jung Woo berani menangkap Presdir Cha. Atasan Kepala Choi langsung berteriak, DIMANA PARK JUNG WOO!!


Jung Woo sendiri sedang menuju suatu tempat bersama Detektif Go dan dua pegawainya yang lain. Detektif Go terkejut mengetahui Jung Woo mencoba menangkap Presdir Cha. Detektif Go ingin tahu alasannya. Dan Jung Woo berkata akan memberitahu alasannya nanti.

"Chamyung baru saja sedikit tenang setelah kematian Cha Min Ho.Kalau Asisten Umum Jaksa tahu, habislah kita. Orang-orang dari Chamyung.. Astaga. Aku turun sajalah." ucap Detektif Go.

"Aku pikir kau akan setia padaku sampai mati." jawab Jung Woo.

"Apa Kepala Jaksa Choi tahu soal ini?" tanya Detektif Go.

"Kalau aku mati, aku akan mati sendirian. Dia harus naik jabatan tahun ini." jawab Jung Woo.

"Astaga, kau bikin aku gila." protes Detektif Go.

Jung Woo lantas melihat kartu identitas Seon Ho yang ada sidik jarinya.

"Aku tidak tahu apa yang kau lakukan pada sidik jarinya di NISI,tapi kau tidak akan lolos kali ini." batin Jung Woo.

Sementara itu, Min Ho yang sedang menemani para investor berkeliling pabriknya dihubungi seseorang. Sepertinya, orang ini adalah orang suruhan Min Ho untuk membunuh seseorang. Orang ini menyuruh Min Ho melarikan diri karena surat perintah penangkapan Min Ho sudah keluar. Min Ho terkejut.


Tak lama kemudian, ia melihat mobil kejaksaan datang. Ia pun berusaha bersikap tenang di depan para investor. Setelah para investor pergi, ia langsung berlari ke dalam pabrik kimianya. Jung Woo dan 3 pegawainya pun berpencar mencari Min Ho di dalam. Setelah beberapa menit berputar2 di dalam pabrik, Jung Woo pun menemukan Min Ho.

"Ayo ikut saja, Presdir Cha. Sedang ada tamu di sini." pinta Jung Woo.

Jung Woo lantas menunjukkan kartu milik Seon Ho yang ada sidik jarinya Seon Ho.

"Kenapa sih kau tidak menyerah saja? Pikirkan orang-orang yang sudah kau sakiti dan kau bunuh. Sekarang kau bahkan membunuh Cha Seon Ho. Kalau kau jadi Cha Seon Ho, apa kau kira kau bisa bebas begitu saja?" ucap Jung Woo lagi.

"Jaksa Park, apa yang kau bicarakan?" tanya Min Ho.

"Tamatlah kau, Cha Min Ho." jawab Jung Woo.

Min Ho tak patah arang, ia melakukan sesuatu yang mengejutkan. Ia menempelkan tangannya ke tabung kimia yang sangat panas sehingga telapak tangannya terbakar. Ia melakukan itu agar Jung Woo tak bisa memeriksa sidik jarinya.

"Park Jeong Woo, kau tidak akan pernah bisa menangkapku." ucap Min Ho, lalu menyeringai lebar.

Jung Woo murka, CHA MIN HO!


Min Ho menghadiri sebuah perayaan di hotel. Min Ho menyambut salah satu orang penting yang datang. Pria itu bertanya, apa tangan Min Ho baik2 saja. Min Ho pun berdalih bahwa ada kecelakaan kecil saat ia memeriksa pabrik. Min Ho lalu menyuruh pria itu masuk ke sebuah ruangan.

Min Ho kemudian melihat Jung Woo yang sedang memata2inya. Jung Woo langsung menyembunyikan dirinya begitu Min Ho melihat ke arahnya. Jung Woo lantas meraih ponselnya dan kembali mengintip Min Ho. Tapi Min Ho tiba2 muncul di hadapannya, dan Jung Woo pun langsung pura2 menelpon.

“Iya, Detektif. Kenapa kita makan siang di hotel mahal? Sudahlah, ke sini saja.” Ucapnya, pura2 bicara di telepon.

Jung Woo lalu menyapa Min Ho, ia ingin tahu kenapa Min Ho mencarinya. Min Ho pun berkata, haruskah mereka bicara?

Keduanya lantas berbicara diluar. Min Ho menunjukkan kedua tangannya yang diperban dan mengaku rasanya menyakitkan. Min Ho lantas berbisik pada Jung Woo. Ia mengaku bahwa dirinya memang Cha Min Ho dan menyuruh Jung Woo membuktikan kalau dirinya Cha Min Ho. Jung Woo diam saja, sambil menatap tajam Min Ho. Min Ho kemudian meralat ucapannya dengan mengatakan kalau ia hanya bercanda.

Aku mengatakan itu karena sepertinya kau ingin dengar itu. Kalau begitu.. silahkan nikmati santap siangmu.” Ucap Min Ho, lalu beranjak pergi. Tapii Jung Woo, langsung menahan Min Ho dengan memegang lengan Min Ho.

"Aku adalah Cha Min Ho. Aku..  adalah Cha Min Ho! Aku adalah.. Cha Min Ho. Aku pastikan kau akan mengucapkan itu dengan mulutmu sendiri.” ucap Jung Woo.

Semoga beruntung.” Jawab Min Ho, lalu pergi meninggalkan Jung Woo.


Setelah Min Ho pergi, Jung Woo pun langsung mengeluarkan alat perekam suara dari balik jasnya dan memutar alat itu. Sambil mendengarkan rekaman suara Min Ho, Jung Woo pun berkata, bahwa ia yakin Min Ho tidak akan bisa mengubah suara yang ada di dalam alat perekam itu.

Para reporter tengah menunggu Jung Woo di sebuah ruangan. Mereka bingung kenapa Jung Woo mengumpulkan mereka sepagi itu. Setelah lama menunggu, Jung Woo tak kunjung datang dan membuat reporter2 itu mulai kesal. Lalu tak lama, para reporter itu menerima telepon tentang Jung Woo yang membunuh anak dan istrinya. Mereka juga mendapatkan rekaman saat Jung Woo yang mengenakan masker, memindahkan sebuah koper dari rumah ke mobil.

Eun Hye pergi ke kantor polisi untuk menemui Detektif Oh Jong Min. Eun Hye datang untuk menanyai kasus Jung Woo. Detektif Oh berkata, tidak pernah ada sejarahnya seorang jaksa membunuh. Ditambah lagi, Jung Woo adalah seorang jaksa kasus pembunuhan yang sudah senior. Detektif Oh kemudian mengaku, bahwa ia bertemu beberapa kali dengan Jung Woo saat sedang melakukan penyelidikan kasus itu.

Kau tahu apa yang pertama kali dikatakan oleh Jaksa Park? Ji Soo... Ji Soo...”

Flashback…

Jung Woo sedang diinterogasi oleh Detektif Oh. Jung Woo pun mengaku bahwa ia membunuh Ji Soo. Jung Woo menangis saat mengatakan itu.

Flashback end…

Benarkah? Apa kau yakin tidak salah dengar?” tanya Eun Hye.

Aku dengar dengan jelas.” Jawab Detektif Oh.

Apa ada yang lain? Apa dia mengatakan hal lain?” tanya Eun Hye.

Setelahnya dia langsung pergi ke kejaksaan.” Jawab Detektif Oh.

"Aku sudah membunuh Ji Soo.” Ucap Eun Hye, mengulangi perkataan Jung Woo.

Itu adalah jawaban dari semuanya.” jawab Detektif Oh.

"Siapa yang menurutmu membunuh istrinya? Itu.. sangat diragukan..” ucap Eun Hye.

Diragukan? Memang Jaksa Park. Kami sudah menemukan motif dan bukti.” Jawab Detektif Oh.

Motif?” tanya Eun Hye.

Bukannya sudah jelas? Itu kan soal perselingkuhan.” Jawab Detektif Oh.

Pria yang diduga sebagai selingkuhan istrinya bahkan belum ditemukan sampai saat ini.” ucap Eun Hye.

Bagaimanapun, memang ada bukti kalau dia yang membunuh istrinya. Mana ada orang yang divonis mati kalau tidak ada bukti yang pasti.” Jawab Detektif Oh.

Apa aku bisa mendapatkan salinan dari video investigasinya? Aku tidak bisa menemukannya.” Ucap Eun Hye.

Kami tidak punya videonya. Videonya ada di kantor kejaksaan.” Jawab Detektif Oh.

“Kenapa?” tanya Eun Hye.

Dia adalah seorang jaksa di kantornya. Mereka tidak mau videonya menyebar begitu saja.” Jawab Detektif Oh.

Detektif Oh lalu bertanya, apa kau pengacaranya? Kenapa kau tidak punya salinannya?

Eun Hye pun tertawa, lalu berdalih bahwa banyak kasus yang ditanganinya, jadi ia sedikit kebingungan karena hal itu. Eun Hye kemudian meminta Detektif Oh memberitahunya kalau mengingat sesuatu.

Jangan berusaha terlalu keras.” Ucap Detektif Oh, dan Eun Hye pun melangkah pergi.

Eun Hye lalu menemui Min Kyung. Min Kyung memberikan USB pada Eun Hye dengan membantingnya ke meja. Eun Hye pun meminta Min Kyung berhati2 karena takut USB itu rusak. Eun Hye mengaku sangat susah mendapatkan video itu.

Eun Hye-ya, kau tidak boleh beritahu siapa-siapa kalau aku yang memberikannya padamu.” Pinta Min Kyung.

Aku tidak akan bilang siapa-siapa. Kau kan tahu aku ini paling jago pegang rahasia. Makanya aku dapat julukan Eun Hye yang Setia.” Jawab Eun Hye.

Kenapa sih kau tertarik sekali pada kasus ini?” tanya Min Kyung.

Aku hanya berusaha untuk tetap hidup. Kalau aku kalah, aku mungkin saja akan kehilangan pekerjaanku sebagai pembela publik. Aku tidak punya ayah atau paman yang bisa membiayai hidupku seperti kau.” jawab Eun Hye.

Mendengar itu, Min Kyung langsung menggebrak meja, tapi entah kenapa Min Kyung memelankan suara.
Seo Eun Hye.” tegurnya.

Aduh. Maaf, aku lupa. Aku beruntung karena punya teman sepertimu. Gomawo.” Ucap Eun Hye, kemudian menggenggam erat tangan sahabatnya itu.

Sementara itu di sel, Jung Woo sedang melihat foto Ji Soo yang bertemu dengan seorang pria. Ia pun bergumam, tidak. Tidak. Lalu, suara Joon Hyuk terngiang di telinganya, apa kau benar2 tidak ingat?

“Tidak, tidak, tidak!” teriak Jung Woo, mengagetkan teman2 satu sel nya—Moongchi, Wooruk, Milyang dan Sung Gyoo.

Woruk pun kesal. Ia memarahi Jung Woo dengan berkata,  kau pikir hanya kau saja yang ada di ruangan ini? Apa kau kira kami ini boneka yang tidak bernyawa?

Jung Woo diam saja sambil memegangi kepalanya. Milyang pun langsung menenangkan Wooruk.  Moongchi pun berpikir, kalau Jung Woo merasa nyaman di sana.

Orang mungkin akan membiarkanmu karena kau dulu seorang jaksa, tapi di sini tidak ada yang begituan. Kalau kau tidak mau dihajar, diamlah. Mengerti?” ucap Moongchi.

Ayolah. Jangan begitu.” Sung Gyoo menenangkan Moongchi.

“Sung Gyoo, kau harusnya beritahu dia yang sebenarnya. Alasan kenapa orang-orang tidak berani menghajar tahanan 3866.” Ucap Moongchi.

Apa kau benar berpikir kami tidak menghajarmu karena kau bekas jaksa? Tidak. Ada dua jenis orang yang tidak kami hajar. Koruptor yang kaya atau tahanan rendahan yang sebentar lagi akan mati dan menuju surga.” Jawab Wooruk.

Jung Woo marah, ia mencengkram kerah baju Wooruk dan menyuruh Wooruk diam. Tapi Wooruk tidak mau diam dan terus mengatai Jung Woo tahanan rendah karena Jung Woo sudah melenyapkan nyawa Ji Soo dan Ha Yeon. Jung Woo pun langsung memukul Wooruk. Tahanan lain berusaha menenangkan Jung Woo.

Tak lama kemudian, Bangjang masuk dan heran melihat keributan itu. Jung Woo pun mengancam akan membunuh Wooruk jika Wooruk mengatakan hal itu lagi. Bangjang pun menegur Wooruk yang berani membuat masalah dengan tahanan yang akan divonis mati. Jung Woo marah. Bangjang pun berkata, kalau ia hanya bercanda. Bangjang lalu duduk di tengah2 mereka.


Sebaiknya kita saling memperkenalkan diri sekali lagi.” Ucap Bangjang.

Kita melakukan ini setiap kali ingatannya hilang.” Protes Wooruk.

Lagian kita kan sedang tidak ada kerjaan. Anggap saja membuang waktu. Bagi tahanan 3866, kita ini orang asing.” Sindir Bangjang.


Jung Woo diam saja di tengah nafasnya yang memburu.

Aku mulai ya. Sebelum masuk ke sini, aku punya beberapa rumah judi.” Ucap Banjang.

Itu lagi. Kalau begini bisa habis 10 menit untukmu saja.” Protes Moongchi.

Hei, 10 menit, 1 jam, Cuma waktu kan yang kita punya.” Ucap Banjang.

Bangjang pun melanjutkan, bahwa ia memiliki banyak uang.

Dan pacar dan dia juga punya mobil bagus.” Sambung Moongchi.


Bangjang langsung memelototi Moongchi. Milyang tertawa


Dia makan banyak sekali dan sering sekali ke WC. Dia juga punya banyak catatan kejahatan.” Sambung Wooruk, membuat yang lain tertawa.

Sialan kalian semua. Karena inilah kita bisa makan banyak makanan yang dibawa dari luar. Siapa lagi yang makan banyak seperti kita?” ucap Bangjang.

Makanya. Aku kan hanya bercanda. Kau tahu kan kami ini berterima kasih padamu.” Jawab Moongchi.

Omong-omong, aku dilaporkan karena rumah judiku dan dipenjara selama 3 tahun.” Ucap Bangjang.

Bangjang lalu menyuruh Milyang memperkenalkan diri.

Ada sedikit masalah dan aku membunuh dua orang.” Ucap Milyang.


Jung Woo pun langsung menatap Milyang dengan tajam, dan Wooruk? Dia kembali menyindir Jung Woo. Bangjang pun langsung menggeplak kepala Wooruk dan mengancam akan membunuh Wooruk jika Wooruk berani mewarnai nomor tahanan Jung Woo dengan warna merah lagi.

Lewatkan saja si tua itu. Hatiku hancur setiap kali mendengar ceritanya.” Ucap Moongchi.

Bangjang setuju.


Kau kelihatan muda untuk usiamu. Mungkin karena kau sudah tinggal sekian lama di sini.” Ucap Wooruk.

Mereka pun kembali tertawa.

Bangjang kemudian mengatai Wooruk ikan batu. Wooruk protes. Moongchi pun menyuruh Wooruk bersyukur karena hanya dipanggil ikan batu dengan wajah begitu.


Kau gila ya? Wajahmu.. Berikan saja mukamu pada anjing, sana.” Jawab Wooruk.

Apa kau barusan menghina ibuku?” tanya Moongchi.
Aku tidak bilang kau ini anaknya anjing. Aku hanya menyuruhmu memberikan wajahmu pada seekor anjing.” Jawab Wooruk.

Sementara mereka saling meledek, Jung Woo diam saja dan melihat ke arah kertas disampingnya. Bangjang lantas menyuruh Jung Woo memperkenalkan diri.

Bisa kau lewatkan saja aku?” pinta Jung Woo.

Mana bisa. Kami kan melakukan ini karena kau. Kau harus mengatakannya supaya bebanmu berkurang.” Jawab Bangjang.

Aku tidak ingat.” Ucap Jung Woo.

Baiklah.  Semua orang di sini punya dosa masing-masing. Katakan saja pada kami.” jawab Bangjang.

Hei, kau benar tidak ingat? Ini bukan film, bagaimana bisa ingatanmu hilang?” tanya Moongchi.

Dokter bilang itu mungkin saja terjadi. Kita kan sudah lihat waktu itu.” jawab Bangjang.

Kita sudah lihat, tapi masih belum percaya padanya, kan?” ucap Moongchi.

Suara yang menyuruh gedung 3 dan 4 bersiap2 pun terdengar. Teman2 satu sel Jung Woo pun tampak begitu bersemangat. Sung Gyoo pun mengajak Jung Woo keluar.


Tahanan di gedung 3 dan 4 pun mengikuti kebaktian. Wooruk bercanda, ia membentuk roti yang didapatnya menjadi bentuk love dan menunjukkannya pada kelompok paduan suara. Tahanan yang lain juga mendapatkan roti yang sama. Tak lama kemudian, Wooruk dan tahanan lain pun mulai menangis.

Ingatan Jung Woo pun langsung melayang ke masa lalu. Ia mengingat kebersamaannya dengan Ha Yeon dan Ji Soo saat Ha Yeon masih balita. Ji Soo tampak begitu bahagia dipanggil eomma oleh Ha Yeon. Jung Woo pun mengecup kening Ji Soo.

Ingatan Jung Woo kemudian berlanjut ke saat Ha Yeon berusaha membangunkannya dengan melompat2 disampingnya. Ha Yeon lantas menciumi wajah Jung Woo. Jung Woo pun terbangun. Tak lama, Ji Soo datang dan ikut membangunkan Jung Woo.


“Ji Soo-ya, Ha Yeon-ah.” Gumam Jung Woo sedih.


Min Ho sedang memimpin sebuah rapat.

Chamyung bukan sekadar merek dan juga bukan hanya nama. Sebagai perusahaan yang menjadi representasi negara ini, kita harus memuaskan kebutuhan konsumen sekaligus menjad pelopor kebudayaan juga. “ ucap Min Ho.


Min Ho dan Yeon Hee lalu diwawancara. Dalam wawancaranya, Min Ho berkata, ayahnya membuat peluang di masa sulit untuk membawa Chamyung menjadi lebih baik.

Aku hanya mengikuti jejak ayahku dan menuruti semua keinginannya.” Ucap Min Ho.

Kau memang seorang pria yang rendah hati. Bagaimana hubunganmu dengan istrimu? Kudengar kalian berdua pacaran sejak masih sama-sama kuliah di Harvard. Apa dia masih membuatmu berdebar-debar sampai sekarang?” tanya si pewawancara.

Aku sih begitu, tidak tahu bagaimana dengannya. Aku tidak terlau percaya diri soal itu.” jawab Min Ho.

Yeon Hee yang sedari tadi diam saja pun mulai bicara.

Kadang aku tidak bisa percaya dia adalah suamiku. Dia kelihatan seperti seseorang yang baru setiap harinya.” ucap Yeon Hee sambil menatap tajam Min Ho. Sementara Min Ho mulai tegang.

Sepertinya dia memperlakukanmu dengan sangat baik, ya.” ucap si pewawancara.

Begitu ya kelihatannya?” tanya Yeon Hee.

Aku sangat iri pada kalian berdua.” Jawab si pewawancara.

Min Ho pun tertawa untuk mencairkan suasana hatinya.

Benar, aku melihat foto keluarga kalian. Anakmu mirip sekali denganmu, Presdir Cha. Apa kalian punya rencana ingin memiliki anak lagi?” tanya si pewawancara.

Yeon Hee pun menatap Min Ho dengan tegang. Min Ho memegang tangan Yeon Hee dan berkata, bahwa ia ingin mempunyai anak lagi tapi ia sudah berjanji akan mengikuti keinginan Yeon Hee.

Aku juga masih punya banyak hal yang harus diurus. Jadi untuk sekarang, mungkin hanya akan ada Eun Soo dan kami saja.” Ucap Min Ho.

Yeon Hee menatap nanar Min Ho.

Mari kita akhiri wawancara dengan sesi pemotretan.” Ucap si pewawancara.


Min Ho dan Yeon Hee pun mulai dipotret. Setelah si pewawancara pergi, Min Ho memuji Yeon Hee yang sudah melakukan pekerjaannya dengan bagus. Min Ho kemudian bertanya pada seketaris Seon Hee apa jadwal mereka selanjutnya.

Kau punya jadwal pertemuan dengan Presdir Cho dari SB Group 30 menit lagi.” Ucap seketaris Seon Ho.

Oh, astaga.” Jawab Min Ho.


Min Ho kemudian masuk ke ruangannya. Sebelum masuk, ia meminta resepsionis tidak membiarkan siapapun masuk ke ruangannya karena ia ingin istirahat. Setibanya di dalam, Min Ho membuka ruangan rahasia yang ada di dalam ruangannya dan masuk ke sana. Di sana, banyak sekali foto2 dan juga berkas2 berisi data2 rekanan Seon Ho.

“Presdir Cho dari SB Group.” Ucapnya sambil mencari2 foto Presdir Cho diantara ribuan foto. Tak lama kemudian, ia menemukan foto Presdir Cho dan langsung mencari data Presdir Cho di meja.

Jung Woo kembali membaca berkas kasusnya. Wooruk menyindir, ia berkata tidak ada gunanya Jung Woo memelototi berkas itu terus karena istri dan anaknya Jung Woo tidak akan bisa hidup lagi. Wooruk juga mempertanyakan bagaimana bisa Jung Woo membunuh mereka.


Bangjang pun langsung menendang Wooruk agar Wooruk diam. Wooruk protes, ia berkata kalau ia mengatakan sesuatu yang benar. Moongchi lalu melarang Sung Gyoo menikah.

Kau akan menghadapi jalanan berliku yang terjal. Mendingan jomblo saja.” Ucap Moongchi.


Sementara Jung Woo terus bertanya2, apakah benar ia membunuh Ji Soo dan Ha Yeon. Jung Woo membalik berkas kasusnya, ia pun semakin terluka membaca tulisan di dalamnya.

Flashback…

Jung Woo meminta penjelasan pada Ji Soo, terkait foto Ji Soo bersama seorang pria. Dengan terbata2, Ji Soo meminta Jung Woo mendengarkan penjelasannya. Tapi Jung Woo tidak mau mendengar penjelasan Ji Soo. Ji Soo pun meminta Jung Woo tenang karena Ha Yeon sedang tidur.

Kenapa kau melakukan itu kalau kau begitu peduli pada Ha Yeon? Kenapa? Kenapa kau melakukannya!” teriak Jung Woo sambil mengguncang2kan tubuh Ha Yeon.
Berikutnya, kita melihat percikan darah di wajah Jung Woo. Dan Ji Soo? Dia terbaring bersimbah darah di lantai. Entah apakah Jung Woo benar2 membunuh Ji Soo atau tidak.

Terdengar suara jaksa.

Terdakwa Park Jeong Woo… mulai berdebat dengan istrinya Yoon Ji Soo soal perselingkuhan istrinya.  Saat pertengkaran berlangsung, dia membunuh istrinya karena marah dan membekap anaknya, Park Ha Yeon. Dia lalu membuang jasad keduanya dalam koper.

Bersamaan dengan suara jaksa, kita melihat Jung Woo melihat Ha Yeon yang tertidur dari depan pintu. Entah, Ha Yeon tidur atau sudah mati. Jung Woo kemudian keluar dari rumahnnya sambil menggeret koper. Jung Woo menutupi wajahnya dengan masker dan memasukkan koper itu ke dalam mobilnya.

Flashback end…

Tangis Jung Woo pun pecah. Ia buru2 menutup berkas kasusnya karena tak sanggup lagi membacanya. Jung Woo kemudian berteriak, mengagetkan teman satu selnya.

Apa benar aku melakukannya?” tanya Jung Woo pelan.

Jung Woo lalu menatap ke depan dengan tatapan tajam.

Ji Soo-ya,  Ha Yeon-ah. Aku harus pulang. Aku harus pulang ke rumah.” Ucapnya.


Eun Hye masuk ke rumah dengan terburu2. Sang bibi yang sedang berkutat memotong rambut pelanggannya, langsung menanyai Eun Hye apa Eun Hye sudah makan. Eun Hye pun menjawab, kalau ia sudah makan sambil terburu2 naik ke atas.

Kapan dia akan menikah?” tanya pelanggan bibi Eun Hye.

Dia berhadapan dengan kasus kriminal setiap hari. Pria mana yang akan menikahinya?” ucap bibi Eun Hye.

Di kamarnya, Eun Hye langsung memutar video rekonstruksi pembunuhan Ha Yeon dan Ji Soo. Dalam rekaman itu, pria yang diduga Jung Woo tampak memperagakan bagaimana ia menusuk Ji Soo dengan pisau. Joon Hyuk tampak mendampingi pria itu. Eun Hye memutar2 rekaman saat pria itu menusuk Ji Soo berulang2.


Setelah melihat video itu, Eun Hye pun mencari informasi seputar Jung Woo dan Joon Hyuk. Dari informasinya tertulis, bahwa Jung Woo dan Joon Hyuk sudah berteman selama 15 tahun. Eun Hye pun tampak curiga ada yang tidak beres.

Seketaris Seon Ho mengantar Min Ho ke apartemen Seon Ho. Tapi Min Ho tak menyadari bahwa ia sudah sampai di apartemen Seon Ho karena sibuk memikirkan sesuatu. Lamunan Min Ho pun buyar saat seketaris Seon Ho memberitahunya bahwa mereka sudah sampai. Min Ho pun turun dari mobil dan bergegas masuk ke apartemen Seon Ho.




Di pintu masuk apartemen, ia berpapasan dengan seseorang yang berhelm hitam. Resepsionis memberitahu Min Ho kalau ada surat untuknya. Min Ho terdiam melihat sisi tajam amplopnya, ia pun langsung menoleh ke arah pintu.

Di dalam lift, Min Ho membuka amplop itu dan isinya… fotonya bersama Seon Ho.

Min Ho terus menatap foto itu sampai di apartemennya. Tak lama kemudian, ia meremas foto itu dan bertanya2 siapa yang melakukannya. Min Ho kemudian melihat tangannya dan teringat ucapan Jung Woo kalau dia tidak bisa bebas begitu saja dengan menyamar menjadi Cha Seon Ho.

Park Jeong Woo.” Gumam Min Ho.

Min Ho lalu teringat saat ia mengunjungi Jung Woo di penjara, ia melihat Jung Woo berteriak2 mengaku kalau ia tak ingat apa2. Jung Woo juga merasa asing dengan penjara dan meminta Min Ho membebaskannya. Jung Woo kemudian dibawa petugas menuju sel.

Apa itu tanda kalau ingatannya sudah kembali?” tanya Min Ho lagi.

Eun Hye menemui Joon Hyuk untuk membicarakan kasus Jung Woo. Eun Hye membahas soal Joon Hyuk yang menuntut Jung Woo dengan hukuman mati, padahal mereka adalah sahabat.

Aku melakukan itu sebagai jaksa, bukan sebagai teman.” Jawab Joon Hyuk.

Eun Hye lalu meletakkan USB yang ditontonnya semalam di atas meja.

Ini apa?” tanya Joon Hyuk.

Ini adalah video investigasinya. Tersangka dalam video bukan Park Jung Woo, kan?” tanya Eun Hye.

Aku tidak mengerti apa maksudmu. Sepertinya kau salah paham.” Jawab Joon Hyuk.


Eun Hye tersenyum. Ia lalu beranjak ke meja, lalu mengambil penggaris besi di meja Joon Hyuk dan menusukkan penggaris itu ke bahu Joon Hyuk. Joon Hyuk tidak mengerti dengan yang dilakukan Eun Hye.

Apa tidak aneh rasanya. Aku barusan mencolekmu dengan tangan kiri padahal aku tidak kidal. Pria yang ada dalam video sama cerobohnya denganku. Pria dalam video tidak kidal padahal Park Jung Woo itu kidal.” Jawab Eun Hye.

Mendengar itu, Joon Hyuk pun langsung gugup dan terdiam sejenak.

Bagaimana kau bisa tahu Jung Woo kidal?” tanya Joon Hyuk.

Dia pernah menamparku.” Jawab Eun Hye.


Ingatan Eun Hye pun langsung melayang ke saat Jung Woo menamparnya. Dan Jung Woo menamparnya dengan tangan kiri. Saat itu, Jung Woo memergoki Eun Hye yang keluar dari ruangan jaksa sambil membawa kertas.

Apa kau berani menyebut dirimu pengacara? Kau bahkan masuk tanpa izin ke kantor jaksa dan mencuri data!” bentak Jung Woo.

Bagaimana kalau terdakwa dalam kasus ini bukan seorang kriminal? Bagaimana kalau ada kebenaran lain yang ditutupi?” tanya Eun Hye.

Bahkan jika ada kebenaran lain sekalipun tidak akan mengubah hasil persidangan sama sekali.” Jawab Jung Woo.

Flashback end—Eun Hye pun meletakkan penggaris itu kembali ke meja dan duduk di hadapan Joon Hyuk.

Sekarang aku mengerti kenapa videonya susah sekali didapat. Bagaimana bisa kau melewatkan detail semacam itu? Tidak bisa dipercaya. Bagaimana bisa kau melakukan itu? Apa kau benar temannya?” ucap Eun Hye.

Aku temannya. Dan Ji Soo, korbannya juga adalah temanku. Jung Woo kehilangan ingatannya. Di hari pertama inspeksi. Itu tidak masuk akal. Dan tidak ada yang bisa menjamin apakah ingatannya akan kembali lagi. Kami punya bukti pasti kalau dia bersalah. Bahkan tanpa inspeksi langsungpun tidak sulit untuk menahannya.” Jawab Joon Hyuk.

Apa Park Jung Woo tahu soal ini?” tanya Eun Hye.

“Jung Woo akan mengerti.” Jawab Joon Hyuk.

Kita lihat saja. Dia bakal mengerti atau tidak.” Ucap Eun Hye.

Eun Hye lalu mengambil USBnya kembali dan beranjak pergi. Setelah Eun Hye pergi, Joon Hyuk pun menghela napasnya.

Jung Woo masih terjaga di saat teman2 satu selnya sudah tertidur. Ingatannya kembali melayang saat ia dan Ji Soo merayakan ulang tahun Ha Yeon. Sementara itu, Tae Soo mengunjungi rumah abu Ji Soo.


“Noona, aku minta maaf. Tunggulah sebentar lagi. Aku akan pastikan.. aku bisa menemukan Ha Yeon. Aku akan membawanya ke sini, supaya kalian bisa bersama.” Janji Tae Soo.


Min Ho ada di kantor Kepala Tahanan. Ia ingin menemui Jung Woo secara pribadi.

“Apa itu penting? Dia kehilangan ingatan lagi beberapa hari yang lalu. Aku sudah mengamatinya sejak lama dan sepertinya dia lumayan beradaptasi.” Ucap Kepala Tahanan, lalu tertawa menyeringai.

Tapi Min Ho tidak percaya. Sepertinya ia curiga kalau Jung Woo pura2 amnesia.


Di ruang tunggu, Eun Hye lagi latihan bicara sebelum bertemu Jung Woo.

Apa kabar, Tuan Park? Aku pasti sudah gila.Memangnya kau kira keadaannya akan bagaimana?” ucap Eun Hye.

Lama tak jumpa, Tuan Park. Bagaimana kalau dia tidak ingat aku?” tanya Eun Hye.


Tak lama kemudian, Jung Woo datang dan Eun Hye langsung memanggilnya jaksa. Jung Woo mengenali Eun Hye. Ia memanggil Eun Hye dengan panggilan Pengacara Seo Eun Hye. Eun Hye lalu meminta persetujuan Jung Woo untuk menjadi pengacaranya. Tapi Jung Woo menolaknya. Ia menggeres surat persetujuan itu.

Kau tidak punya pengacara lain yang bisa kau pilih, Park Jung Woo-ssi. Aku juga tahu kau lebih baik dan jauh lebih berpengalaman ketimbang diriku. Tapi kukira sebaiknya kau punya pengacara yang mendampingimu. Park Jung Woo-ssi,  aku sudah melakukan riset. Video nvestigasi di TKP mungkin saja sudah dipalsukan. Kau tau kan seberapa serius itu?” ucap Eun Hye.

“Pergilah.” Jawab Jung Woo pelan.

Bagaimana dengan sidang vonismu? Kudengar kau tidak ingat apa-apa saat sidang pertamamu. Kau tahu kau butuh seseorang untuk menolongmu.” Jawab Eun Hye.
Kau mau menolongku?” tanya Jung Woo.

Ya.” jawab Eun Hye.

Baiklah. Kalau begitu bantu aku mengembalikan ingatanku.” Ucap Jung Woo.

Eun Hye kaget, apa?

Kau bilang kau mau membantu. Aku tidak butuh bantuan yang lain.” Jawab Jung Woo.

Kalau kita mempersiapkan diri untuk sidang...

Sidang?” Jung Woo langsung memotong kata Eun Hye.


Kalau aku berdiri di persidangan, apa ingatanku akan kembali lagi? Kalau begitu aku akan berdiri di persidangan kalau kau berani menjanjikan itu padaku.” Ucap Jung Woo.

Eun Hye terdiam. Jung Woo marah, kau tidak bisa, kan?!

Aku tidak bisa menjanjikan ingatanmu akan kembali tapi aku pastikan kau akan mengingat sesuatu selama masa persiapan sidang.” Ucap Eun Hye.


Jung Woo yang sudah tidak mau mendengar apapun lagi, bangkit dari duduknya dan beranjak pergi. Eun Hye pun berteriak.

Kau seharusnya mencoba setidaknya menghindari vonis mati, bukan begitu?

Jung Woo pun berhenti melangkah. Ia kemudian berbalik dan mendekati Eun Hye.


Ulangi yang barusan kau katakan. Apa kau bilang? Kalau aku memang melakukannya, kalau aku benar membunuh mereka, aku lebih baik menghadapi ribuan vonis kematian di depanku. Setidaknya menghindari vonis mati? Lantas apa bedanya? Apa yang akan berubah kalau aku berhasil menghindari vonis mati? Apa yang akan berubah kalau aku tidak divonis mati? Katakan padaku? Apa yang akan berubah?” teriak Jung Woo.

Tangis Jung Woo pecah. Jung Woo kemudian memanggil petugas dan meminta petugas membawanya pergi. Tangis Eun Hye pun langsung berjatuhan setelah Jung Woo dibawa pergi.


Jung Woo dibawa kembali menuju selnya. Ia langsung diam saat melihat petugas yang sedang memeriksa seorang tahanan.

Eun Hye sedang mengambil barang2nya yang dititipkan di tempat penitipan. Petugas lantas menyuruh Eun Hye menandatangani sesuatu, seperti buku tamu. Saat mengambil pulpennya, ia pun terkejut melihat pulpennya yang kosong dan ingat saat ia menyuruh Jung Woo menandatangani surat.

Jung Woo menyembunyikan sesuatu, seperti anak pulpen dibalik lengannya. Petugas pun meminta Jung Woo merentangan tangan dan mulai memeriksa Jung Woo. Dan, tepat saat itu, petugas lain yang ikut mendampingi saat Jung Woo diperiksa pun mendapat perintah untuk mengidentifikasi keberadaan tahanan 3866 yang tak lain adalah Jung Woo.

Jung Woo pun langsung menyerang petugas! Ia berusaha melumpuhkan petugas dan berkata kalau ia harus pulang ke rumah. Bersamaan dengan itu, Min Ho diantar Kepala Tahanan menuju sel Jung Woo. Tiba2 saja, alarm keamanan berbunyi… tepat saat itu, Jung Woo datang dan menabrak Min Ho hingga Min Ho jatuh. Kacamata Seon Ho pun terlepas dari wajahnya. Jung Woo lantas mengarahkan sesuatu yang tajam ke leher Min Ho.

Jangan menedekat! Jangan mendekat!” perintah Jung Woo.

Dasar sialan. Kau sudah gila, ya?” maki Kepala Tahanan.

Aku akan membunuhnya kalau kau berani mendekat.” Ancam Jung Woo.

Min Ho mulai ketakutan. Jung Woo meminta penjaga membuka pintu sambil terus mengancam akan melukai Min Ho. Min Ho mulai ketakutan. Kepala Tahanan menyuruh anak buahnya membuka pintu. Tapi anak buahnya menolak. Tepat saat itu, Tae Soo pun muncul di tengah2 mereka.

“Tae Soo-ya, biarkan aku pulang. Ji Soo dan Ha Yeon sedang menungguku.” Ucap Jung Woo.

Tidak ada lagi rumah dengan Ji Soo dan Ha Yeon yang menunggumu.” Jawab Tae Soo.

Tidak mungkin. Biarkan aku pulang.” Pinta Jung Woo.

Tangis Jung Woo mulai pecah. Tae Soo lalu mendekati Jung Woo dengan mata berkaca2. Ia mencengkram kuat tangan Jung Woo, sehingga anak pulpen yang digunakan Jung Woo untuk mengancam Min Ho pun terjatuh. Min Ho pun lepas dan langsung berjalan menjauhi Jung Woo.

“Itu semua karena kau!” ucap Tae Soo.

Tidak. Itu tidak benar. Itu tidak benar. Itu tidak benar, Tae Soo-ya!” teriak Jung Woo.

Dan petugas pun langsung membawa Jung Woo pergi.

Jung Woo kembali dijebloskan ke dalam ruang isolasi. Dan setelah petugas pergi, Jung Woo pun mendekat ke pintu dan mulai tenang. Mungkinkah Jung Woo sengaja bersikap seperti tadi untuk mengelabui Min Ho??

Sementara itu, Eun Hye memohon petugas agar mengizinkannya menemui Jung Woo lagi. Tapi petugas tak mengizinkannya. Lalu tak lama, terdengar suara dari speaker yang mengatakan kalau waktu berkunjung sudah habis. Eun Hye terus memohon, ia berkata ingin mengecek sesuatu tapi petugas tetap menolaknya.

No comments:

Post a Comment