Thursday, April 13, 2017

Defendant Ep 17 Part 1

Sebelumnya...


Min Ho pura-pura tidak mengerti dengan yang dibicarakan Jung Woo. Jung Woo mengaku bahwa Seok sudah memberitahunya dimana keberadaan Jennifer Lee. Min Ho masih tidak percaya. Dengan pedenya, ia berkata kalau Jung Woo hanya bicara omong kosong. Ia lantas mengambil ponselnya, dan menghubungi Seok. Dan betapa kagetnya ia melihat ponsel Seok yang ada di tangan Jung Woo. Jung Woo pun menatap tajam Min Ho.

“Kau pikir apa saja yang kulakukan selama dua bulan ini?” tanya Jung Woo.


 Min Ho marah, ia langsung mencengkram jas Jung Woo.

“Semuanya sudah selesai, Cha Min Ho.” Tegas Jung Woo.


Tak lama kemudian, staff keamanan Min Ho datang dan Min Ho pun langsung melepas cengkramannya. Min Ho berkata, Jung Woo adalah tamunya dan menyuruh staffnya pergi. Setelah staffnya pergi, Min Ho kembali berkata pada Jung Woo.

“Karena kau sudah datang jauh-jauh ke sini, jadi duduklah.” Suruh Min Ho, lalu beranjak ke sofanya.

Tapi Jung Woo malah mendekati papan nama Seon Ho.

“Presdir Cha Seon Ho.” Ucap Jung Woo sambil menyentuh papan nama itu.


“Siapa kau bilang? Jennifer Lee? Dia sekampus dengan istriku, jadi aku lumayan mengenalnya. Dia bilang mau berkunjung ke Seoul, jadi kami mengajaknya makan malam.  Setelah itu, aku yakin Jaksa Park juga mengetahuinya, aku masuk Rutan Woljeong saat itu. Sejak itu aku tak lagi berhubungan dengannya. Kenapa? Kau tahu dimana dia? Sepertinya kau tahu. Kalau aku tahu, aku tidak akan bertanya. Jangan bilang …”

Min Ho tertawa sejenak, sebelum melanjutkan kata-katanya.

“… kau berpikir aku membunuhnya? Jaksa Park, setelah semua kejadian yang menimpamu, kau sama sekali tidak berubah. “

“Kau juga tidak berubah.” Jawab Jung Woo.


Jung Woo lantas mendapat panggilan dari Detektif Go. Seketika itu juga, Jung Woo langsung duduk di hadapan Min Ho dan berkata jasad Jennifer Lee sudah ditemukan. Min Ho pura-pura tenang. Jung Woo minta dilakukan analisis DNA untuk mengetahui apakah jasad itu memang jasad Jennifer Lee atau bukan. Jung Woo juga minta keamanan diperketat agar Min Ho tidak melakukan apapun kali ini.

“Apa yang akan kau lakukan?” tanya Jung Woo usai bicara dengan Detektif Go. Tapi Min Ho hanya tersenyum saja. Jung Woo menghela napas dan berkata mereka akan bertemu di kantor kejaksaan. Setelah Jung Woo pergi, Min Ho pun langsung kesal.


Min Ho  langsung menghubungi seseorang. Ia berkata, bahwa Jung Woo sudah menemukan tangan kanannya. Jika Seok bicara, mereka habis. Min Ho meminta orang itu menemukan Seok secepatnya.


Setelah itu, Joon Hyuk langsung memeriksa sel kejaksaan satu per satu, ia juga memeriksa ruang interogasi tapi tak menemukan Seok di sana. Hmm… jadi Joon Hyuk lah orang yang dihubungi Min Ho tadi. Joon Hyuk penasaran dimana Jung Woo menyembunyikan Seok. Disaat Joon Hyuk lagi sibuk mencari Seok, Deputi Jaksa memanggilnya.


 “Apa kau menemukan Jung Woo?” tanya Deputi Jaksa.

“Belum.” Jawab Joon Hyuk.

“Kau tidak menghubunginya?” tanya Deputi Jaksa.

“Dia tidak menjawab.” Jawab Joon Hyuk.


Deputi Jaksa pun menyuruh Joon Hyuk menghubungi Jung Woo lagi. Tepat saat itu, Jung Woo datang dan Deputi Jaksa langsung marah-marah karena Jung Woo masih ‘mengganggu’ Chamyung.

“Gosipnya cepat sekali menyebar.” Jawab Jung Woo enteng.

“Bukannya jabatanmu dikembalikan dengan satu syarat, kau tidak akan lagi mengganggu Chamyung!” ucap Deputi Jaksa.


“Biar kutanyakan satu hal. Siapa yang membunuh Lee Sung Gyu?” tanya Jung Woo.

“Sialan kau! Bukannya kasusnya sudah ditutup sebagai kasus bunuh diri, jadi kenapa kau tanyakan lagi?” jawab Deputi Jaksa

Jung Woo pun tersenyum sinis dan berjalan mendekati keduanya.


“Bunuh diri? Ada seseorang yang menyusup ke kantor kejaksaan malam itu. Kamera CCTV juga dimanipulasi. Aku mendapat keterangan dari petugas yang berjaga malam itu kalau dia diminta meninggalkan pos jaga atas permintaan seseorang.” ucap Jung Woo, membuat keduanya makin cemas.

“Sebentar lagi semuanya akan terungkap. Siapa yang terlibat dalam insiden ini, siapa yang menutupinya dan membiarkan tahanan meninggal dalam sel kejaksaan.” Ucap Jung Woo lagi.

“Sialan kau!” maki Deputi Jaksa.

“Jika dia memang bunuh diri, kukira tidak ada alasan bagimu untuk tetap keras kepala seperti ini.” jawab Jung Woo.


Deputi Jaksa tidak menyerah. Ia mencoba menyerang Jung Woo dengan menyebut-nyebut bahwa Jung Woo menangkap tangan kanan Presdir Cha tanpa surat perintah. Deputi Jaksa ingin tahu dimana Jung Woo menyembunyikan Seok.


Seok lagi dibully Cheol Sik. Ia mengubur seluruh badan Seok dan menabrakan truk mainan ke wajah Seok yang babak belur. Seok hanya bisa menahan kekesalannya dan menatap tajam Cheol Sik.

“Hei, singkirkan tatapanmu dariku! Kau sampah, sudah berapa banyak orang yang kau bunuh? Aku dulu juga preman. Kau akan dapat hukuman mati. Brengsek kau! Biar Optimus Prime yang akan memberimu pelajaran.” Ucap Cheol Sik.

Cheol Sik lalu kembali menabrakan mobil-mobilan itu ke wajah Seok. Hahahahha…

“Tapi ngomong-ngomong, kenapa Jung Woo lama sekali?” tanya Cheol Sik.


Pihak berwenang dipimpin Jung Woo sudah tiba di villa Seon Ho.  Jung Woo yakin Jennifer Lee dibunuh di villa itu dan meminta mereka mencari bukti dengan teliti. Mereka pun mulai bergerak mencari bukti di setiap sudut villa. Jung Woo masuk ke kamar dan memeriksa ranjang.  Tak lama kemudian, Jung Woo beranjak keluar dan mengawasi pekerjaan petugas.

“Cha Min Ho, kau tidak akan pernah bisa menjadi Cha Seon Ho.” Gumam Jung Woo.


Min Ho yang masih berada di kantor, dihubungi Pengacara Yoo. Pengacara Yoo berkata, kalau Seok masuk perangkap yang dibuat Jung Woo.  Min Ho kesal, ia lalu bertanya dimana Seok. Pengacara Yoo bilang Seok tidak ada di tahanan kejaksaan. Pengacara Yoo lalu memberitahu kalau villa Seon Ho sedang diselidiki.

“Diselidiki? Dengan semua uang yang sudah kuberikan padamu, bagaimana bisa kau membiarkan ini terjadi!” sentak Min Ho.

Min Ho lantas menutup teleponnya dan mengingat saat ia membunuh Jennifer Lee.


Sesampainya di rumah, Yeon Hee langsung menatap Min Ho dengan cemas.  Min Ho meyakinkan Yeon Hee kalau semua akan baik-baik saja. Tapi Yeon Hee tetap cemas. Ia berkata, sudah 8 bulan Min Ho hidup sebagai Seon Ho dan banyak hal yang terjadi. Yeon Hee yang takut kehilangan Min Ho, menagih janji Min Ho untuk menjaganya dan Eun Soo.


Tak lama, Eun Soo datang dan Min Ho langsung menggendongnya. Eun Soo menagih janji Min Ho ke taman hiburan. Min Ho pun berjanji mereka akan ke taman hiburan weekend nanti.


Keesokan harinya, dalam perjalanan di antar seketaris Seon Ho,  Min Ho bertanya-tanya bagaimana bisa mereka tahu soal villanya. Min Ho kemudian menatap curiga pada seketaris Seon Ho. Ia ingat malam itu, sehabis makan malam, seketaris Seon Ho bertanya ia mau langsung pulang atau  tidak. Dan, ia pun berkata mau mampir ke kantor dulu.


Jung Woo berdiri di depan danau tempat Min Ho membuang senjata yang dipakai untuk menghabisi Jennifer Lee. Tak lama petugas berteriak memberitahunya kalau mereka menemukan sesuatu. Jung Woo langsung masuk dan melihat jejak darah yang ditemukan di lantai depan tangga.


Min Ho yang baru nyampe ruangannya, dihubungi Deputi Jaksa. Deputi Jaksa memberitahu soal jejak darah yang berhasil ditemukan oleh Tim Jung Woo. Min Ho makin kesal. Usai bicara dengan Deputi Jaksa, ia merasa harus bertemu dengan Seok tapi tak tahu dimana Jung Woo menyembunyikan Seok.


Cheol Sik membully Seok dengan cara lain. Kali ini, ia meletakkan bola golf di dekat wajah Seok dan memukul bolanya. Seok was-was, ia takut stik golf itu malah memukul kepalanya.  Seok mengumpat, ia mengatai Cheol Sik gila.

“Kaulah orang gila yang membunuh seseorang dengan truk. “ balas Cheol Sik.


Cheol Sik lalu memasukkan penyangga bola ke mulut Seok. Tapi Seok langsung membuang benda itu dari mulutnya dan menatap tajam Cheol Sik.  Cheol Sik yang sebal pun menyumpal mulut Seok dengan bola golf. Karena Seok masih menatapnya dengan tajam, ia pun berniat menjadikan kepala Seol sebagai bola golf.


Cheol Sik mempermainkan Seok. Ia mengayun-ngayunkan stif golf di depan wajah Seok. Tepat saat hitungan ketiga, Cheol Sik mau memukul wajah Seok. Seok memejamkan matanya karena takut. Namun Jung Woo datang menyelamatkannya.

“Kami menemukan darahnya di villa.” Ucap Jung Woo.


Cheol Sik senang, dan Seok terkejut.


 “Apa-apaan ini? Bukankah aku menyuruhmu menjaganya!” protes Jung Woo.

“Aku harus menguburnya agar dia tidak kabur.” Jawab Cheol Sik.


“Tidak bisa dipercaya.” Ucap Jung Woo, lalu jongkok di hadapan Seok.

“Kim Seok, Detektif Go Dong Yoon, salah satu petugas forensic, Kim Yong Joo…” ucap Jung Woo.

“Kim Yong Joo itu boss ku, brengsek!” sewot Cheol Sik.


“… kau membunuh mereka semua dengan truk, kan? Sangat sulit bagi kamu mencari trukmu. Sayangnya, trukmu sudah diperbaiki.” Lanjut Jung Woo.

Seok pun tersenyum senang. Kesal dengan senyum Seok, Cheol Sik menggeplak kepala Seok.

“Untungnya, kami menemukan bumper lama. Kami akan mencocokkannya dengan bumper mobil Detektif Go yang juga terlibat dalam insiden kecelakaan hari itu.” ucap Jung Woo.

Jung Woo lantas menunjukkan berkas yang didalamnya ada foto para korban.

“Jika itu cocok, kau akan didakwa dengan tuduhan percobaan pembunuhan dan kau akan divonis dengan kasus pembunuhan karena kematian petugas forensic dan Kim Yong Joo. Dan juga…”


Jung Woo membalik berkasnya. Di sana ada foto Seok yang menyusup ke sel kejaksaan dengan seragam polisi.


“… kaulah orang yang menyusup ke sel kejaksaan, pura-pura menjadi polisi dan membunuh Lee Sung Gyu. Kalau kau diseret ke pengadilan sekarang, kau akan dijatuhi hukuman mati” ucap Jung Woo.

Seok pun terdiam.

“Kuburkan saja dia di sini.” Sewot Cheol Sik.


“Kalau kau dihukum mati, pikirkan hukuman apa yang akan diterima Cha Min Ho. Dia akan dibebaskan karena kurangnya bukti. Bukankah itu menjengkelkan? Kau hanya melakukan perintahnya dan tidak ada yang bisa kami lakukan. Aku sudah kemari selama dua bulan ini tapi yang kutemukan hanyalah kau.  Aku sudah menemukan bukti kejahatan yang kau lakukan sebagai anjingnya Cha Min Ho. Ironisnya, aku tidak bisa menemukan kunci yang menghubungkan dirimu dengannya. Kalau kau tetap diam, dia akan menjadikanmu tumbal dan lari. Semua pilihan di tanganmu. Kau mau menerima hukuman mati atau membantu kami menangkap Cha Min Ho dan terhindar dari hukuman mati?” ucap Jung Woo.


Tak lama, Jung Woo dihubungi Detektif Go. Detektif Go memberitahu soal Min Ho yang sedang menuju kantor kejaksaan. Usai bicara dengan Detektif Go, Jung Woo berencana membawa Seok ke kantor kejaksaan. Seok terkejut.


Setibanya di kantor kejaksaan, Min Ho langsung dicecar pertanyataan media seputar darah yang ditemukan di villa Seon Ho. Min Ho mengaku tidak tahu menahu soal itu.  Awak media lantas bertanya, soal tersangka utama yang membocorkan jasad Jennifer Lee.  Min Ho menjawab, kalau Jung Woo mungkin tahu soal ini.


Sementara Jung Woo sedang menuju kejaksaan bersama Cheol Sik dan Seok. Jung Woo membujuk Seok buka mulut soal keterlibatan Min Ho. Tapi Seok tetap diam. Jung Woo bilang Min Ho tetap akan membunuh Seok kalaupun Seok tidak mengakui keterlibatan Min Ho.  Jung Woo berjanji akan melindungi Seok, dan satunya cara untuk melindungi Seok adalah dengan menangkap Min Ho.


Min Ho didampingi Pengacara Yoo, menunggu Jung Woo di ruang kejaksaan. Min Ho berharap Jung Woo cepat kembali dengan membawa Seok karena ia sudah jauh-jauh datang untuk Jung Woo.

Di lift, Jung Woo dan dua orang petugas mengawal Seok. Jung Woo meminta Seok memikirkan lagi kata-katanya. Turun dari lift, mereka disambut Kepala Choi.  Kepala Choi menyuruh petugas membawa Seok dan memuji cara kerja Jung Woo.


Jung Woo pun langsung menemui Min Ho. Pengacara Yeo meningatkan Jung Woo tentang tawaran bergabung di Chamyung. Jung Woo tidak menanggapinya dan hanya berkata kalau mereka masih belum mendapatkan hasil analisa darah yang ditemukan di villa Seon Ho.

“Kau terlalu terburu-buru. Maksudku, wartawan bilang aku berselingkuh dengannya dan mereka juga tahu tentang bercak darah. Aku ingin segera mengakhiri semua ini. Baiklah, kau bisa mulai sekarang.” jawab Min Ho.


Jung Woo pun langsung menunjukkan foto Jennifer Lee.

“Aku akan mulai investigasinya. Aku akan melakukan pemeriksaan tentang Jennifer Lee setelah kau ditahan namun ada satu orang yang sepertinya berhubungan dengan kasus ini.” ucap Jung Woo.


“Siapa dia?” Pengacara Yoo pura-pura bertanya.

“Kim Seok. Kau pasti sangat mengenalnya. Ini adalah daftar panggilan dari ponsel Kim Seok. Dia banyak melakukan panggilan ke nomormu tepat sebelum Jennifer Lee menghilang.” Jawab Jung Woo.

“Sepertinya aku tidak punya hak melakukan panggilan sesukaku.” Ucap Min Ho sembari tersenyum.


Sementara Seok diinterogasi oleh Detektif Go dan Kepala Choi.

“Kami menemukan jasad Jennifer Lee di satu tempat yang pernah kau datangi.” Ucap Kepala Choi.

“Siapa Jennifer Lee? Aku hanya ke sana untuk jalan-jalan.” Jawab Seok.

“Jalan-jalan? Kau menyetir selama sejam hanya untuk jalan-jalan?” tanya Kepala Choi.

“Tidak boleh, ya?” tanya Seok.



“Tentu saja boleh.” Jawab Kepala Choi sembari tertawa.

“Bagaimana dengan ini? Jennifer meminta seorang detektif swasta untuk menyelidiki latar belakang Cha Seon Ho. Dan orang yang menghentikannya adalah kau. Apa dia masih kedengaran asing bagimu?” tanya Kepala Choi.


Seok pun langsung terdiam...


Seok dan Min Ho bertemu di toilet. Min Ho bertanya, sudah berapa lama mereka saling kenal. Seok menjawab 6 tahun.

“Kau sudah banyak menderita karena aku.” ucap Min Ho.

“Sama sekali bukan apa-apa. Kalau kau tidak memungutku..”

“Kita sudah berhasil sejauh ini karena kerja bagusmu. Kita akan selalu bersama. Jung Woo sudah membuat jebakan besar untuk kita semalam. Kalau jadi kau, aku juga pasti akan tertipu. Tapi, mereka menemukan jejak darah di vila. Apa yang akan kita lakukan soal itu? Ini membuatku berada dalam kesulitan. Seok, bisa kau lakukan satu hal kecil untukku? Aku ada janji makan malam hari ini.” ucap Min Ho.

Seok terkejut, Predir…

“Mulai sekarang kau harus memanggilku Ketua, Seok.” Ucap Min Ho, lalu pergi.


Jung Woo memberikan hasil analisis darah yang ditemukan di villa Seon Ho pada Min Ho. Dan hasilnya, itu memang darah milik Jennifer. Min Ho tertawa dan ingin tahu apa yang dikatakan Seok. Jung Woo bilang harusnya Min Ho yang memberitahu mereka.

“Jangan sembarangan mengambil kesimpulan. Aku 'kan tidak hanya punya 1 atau 2 vila. Ada 20 lebih vila milikku. Bagaimana bisa aku mengawasi semuanya?” jawab Min Ho.


Min Ho lalu bertanya pada Pengacara Yoo.

“Apa kau tahu siapa yang melakukannya?” tanya Min Ho. Pengacara Yoo pun tertawa sinis.


Jung Woo hanya tersenyum mendengar jawaban Min Ho. Ingatannya melayang ke saat ia menangani kasus pembunuhan wanita malam yang dilakukan Min Ho.

“Vila itu memang milikku, tapi aku juga masih punya banyak vila yang tidak bisa kuawasi satu persatu. Bagaimana bisa mereka melakukan kejahatan di vila milik orang lain?” ucap Min Ho.

Min Ho lalu bertanya pada pengacara yang mendampinginya saat itu.

“Apa kau tahu siapa yang melakukannya?”
 
Flashback end...


 “Kalau aku tahu siapa pelakunya .. aku akan segera menghubungimu.” Ucap Min Ho, persis seperti yang dikatakannya saat Jung Woo menginterogasinya dulu.

“Kau memang tidak pernah berubah. Jadi kau memang tidak tahu soal itu. Lagi?” tanya Jung Woo.

“Yang kutahu hanyalah... aku akan segera dibebaskan.” Jawab Min Ho.


Tak lama, Kepala Choi datang memberitahu Jung Woo kalau Seok mengakui semua kejahatan yang Min Ho lakukan.  Jung Woo langsung menatap tajam Min Ho. Ia yakin, Min Ho lah yang memaksa Seok membuat pengakuan seperti itu.

“Apa yang kau bicarakan?” tanya Min Ho sembari tersenyum puas.

“Cha Min Ho!” teriak Jung Woo sambil menggebrak meja.


Jung Woo yang sudah tak tahan lagi, akhirnya beranjak pergi. Ia menerobos masuk ke ruang interogasi Seok dan mencengkram baju Seok. Ia berteriak, apa Seok benar2 mau bertanggung jawab atas kejahatan yang Min Ho lakukan. Seok pun mengaku ia yang membunuh Jennifer Lee.

“Kim Seok!” teriak Jung Woo. Jung Woo lalu menanyakan senjata pembunuhan. Ia yakin Seok tidak membunuh Jennifer.


Dan, di depan pintu, Pengacara Yoo melihat semua itu. Entah Jung Woo sadar atau tidak. Pengacara Yoo kemudian memberitahu Min Ho kalau Seok sudah mengakui semua kejahatan Min Ho. Min Ho tersenyum puas dan berniat menemui Seok.


“Seok, kerja bagus. Kau hanya perlu menghabiskan beberapa tahun saja di penjara. Aku akan mengurus semuanya.” ucap Min Ho.

“Park Jung  Woo sedang mencari senjata yang kugunakan untuk membunuh. Dan aku tidak tahu di mana senjatanya.” Jawab Seok.

“Senjata itu...”


Belum tuntas Min Ho menjawab, kita sudah dialihkan pada Min Ho yang berjalan meninggalkan kantor kejaksaan sambil bicara dengan seseorang di telepon. Min Ho berkata, ia membutuhkan seseorang untuk mengantisipasi kalau2 Seok berubah pikiran. Usai bicara dengan orang itu, Min Ho berpapasan dengan Jung Woo.

“Kau sudah mengalami banyak masa sulit, jadi sepertinya kau kehilangan keahlianmu. Kenapa kau tidak minum-minum saja dulu?” sindir Min Ho.

Min Ho lalu pergi dengan wajah puas. Jung Woo menatap tajam kepergian Min Ho.


Petugas yang berjaga diminta meninggalkan pos jaga. Tepat setelah petugas itu pergi, seseorang menyelinap masuk ke tahanan Seok. Seok sedang tidur saat itu. Tepat setelah orang itu masuk ke sel nya Seok, Seok terbangun dan terkejut melihat  orang itu. Orang itu ternyata Jung Woo. Jung Woo mengulurkan tangannya, meminta sesuatu. Dan Seok pun memberikan alat perekam pada Jung Woo.

Flashback


Saat berada di ruang interogasi, Jung Woo menyuruh Seok mengaku apa yang sudah dilakukan Seok atas perintah Min Ho. Seok pun bertanya, bisakah Jung Woo menangkap Min Ho.

“Pengakuan sebagai kaki tangan dapat diterima sebagai bukti di pengadilan. Pertama, kita harus mendapatkan barang bukti kalau Cha Min Ho membunuh Jennifer Lee.” Jawab Jung Woo.

“Dia tidak akan mau memberitahuku.” Ucap Seok.

“Kita harus membuatnya tidak punya pilihan selain memberitahumu.” Jawab Jung Woo.


Adegan lalu beralih ke saat Seok menanyakan senjata pembunuhan. Saat itu, Min Ho berkata, ia menguburkan senjata itu di taman villa, di bawah pohon pinus dekat ayunan. Setelah Min Ho pergi, Seok pun mengeluarkan alat perekam itu dari balik jaketnya.

Flashback end


Dan sekarang, Jung Woo sedang memutar alat perekam itu. Jung Woo lalu berkata pada Seok kalau kali ini Min Ho tidak akan bisa menghindar lagi. Tak lama kemudian, Jung Woo menyuruh petugas membawa Seok karena penyelidikan akan segera dimulai. Setelah Seok dibawa pergi, Jung Woo ingat kata2 terakhir Sung Gyu sebelum Sung Gyu meninggal.


“Aku mempercayaimu, Kak. Kakak juga 'kan mempercayaiku. Saat semua ini sudah berakhir.. biarkan aku bertemu Ha Yeon untuk yang terakhir kalinya.” ucap Sung Gyu.

Jung Woo lalu berjanji akan membuat Min Ho membayar semua yang sudah dilakukan Min Ho pada Sung Gyu.


Kepala Choi bertanya, apa pemeriksaan Seok berjalan lancar. Jung Woo mengangguk.  Detektif Go cemas, ia takut Min Ho mengetahui semuanya. Jung Woo berkata, mereka harus tetap mengalihkan perhatian Min Ho. Kepala Choi ingin tahu kapan Jung Woo akan menangkap Min Ho karena Seok akan mengakui semuanya.

“Kita punya rekaman suara yang menyatakan Presdir Cha sebagai pembunuhnya, dan di mana dia menyembunyikan senjatanya. Kita bisa menahannya kapan saja.” Ucap Kepala Choi.

“Kalau kita menahannya sekarag, dia akan berdiri di persidangan sebagai Cha Seon Ho.” Jawab Jung Woo.

“Dia sudah membuang bukti yang menyatakan kalau dia adalah Cha Min Ho.” Timpal Detektif Go.


“Tidak ada yang bisa kita lakukan. Dia sudah merusak sidik jarinya sendiri. Itu saja sudah bisa menjadi salah satu kejanggalan di sini. Dan kau melihat sendiri dokumen yang dia tanda tangani atas nama Cha Min Ho. Ada banyak dokumen Chamyung Grup yang ditandatangani oleh Cha Seon Ho. Tanda tangannya mirip dengan yang tertera di surat wasiatnya Cha Min Ho. Tapi itu saja tidak akan cukup untuk menyeret  Cha Min Ho ke penjara. Aku akan membawa Cha Min Ho ke pengadilan karena membunuh Cha Seon Ho.” Ucap Jung Woo.

“Bagaimana caranya?” tanya Kepala Choi.

“Ada satu orang yang bisa membuktikan kalau dia adalah Cha Min Ho.” Jawab Jung Woo.

Siapakah dia? Sudah bisa ditebak, dia adalah Na Yeon Hee. Pertanyaannya, apakah Yeon Hee bersedia menjadi saksi kalau Min Ho masih hidup dan menyamar sebagai Seon Ho? Tunggu di part berikutnya...

No comments:

Post a Comment