Skip to main content

The Legend Of The Blue Sea Ep 7 Part 2

Sebelumnya...


Dalam perjalanan pulang, Joon Jae bertanya kenapa Tae Oh mau melakukan pekerjaan ini. Tae Oh berkata, itulah satu2nya keahliannya. Joon Jae berkata, Tae Oh bisa menggunakan keahlian itu di tempat lain.

ā€œKalau begitu bagaimana denganmu?ā€ tanya Tae Oh.

ā€œJadi orang-orang harus bertemu dengan orang yang tepat.ā€ Jawab Joon Jae.

Ingatan Joon Jae pun melayang ke musim dingin di tahun 2006.

  
Flashbackā€”Joon Jae yang kabur dari rumah ayahnya, meminta bantuan seseorang di internet kalau ia tengah mencari ibunya. Ia bercerita kalau ia dan ibunya dipisahkan saat ia berumur 10 tahun dan nama ibunya adalah Mo Yoo Ran. Tak lama kemudian, ia bertemu dengan Nam Doo di sebuah kafe.

ā€œKita bisa bertemu di kantor jika renovasi interior sudah selesai. Maaf karena bertemu di sini...ā€ ucap Nam Doo.

ā€œApakah kamu benar-benar bisa menemukan ibuku?ā€ tanya Joon Jae.

ā€œKampung halaman ibumu adalah Cheongbuk, Jacheon, bukan? Dia adalah satu-satunya putri dari seseorang yang benar2 kaya. Tapi setelah orangtuanya meninggal dunia, dia membuat kesalahan dengan menandatangani pinjaman yang berjalan salah. Dia kehilangan semua warisannya. Setelah itu, tidak satupun dari kerabatnya yang menghubunginya.ā€ Ucap Nam Doo.

Joon Jae pun takjub karena Nam Doo mengetahuinya. Nam Doo pun menjelaskan kalau itu adalah pekerjaannya.

ā€œTolong, bisakah kau menemukan ibuku?ā€ tanya Joon Jae.

ā€œTapi kemudian, karena dia tidak melaporkan kepindahannya, dia tidak memiliki tempat tinggal tetap, dan nampaknya dia tidak menikah kembali. Sangat sulit untuk menemukan ibumu dengan cara yang biasa. Pada akhirnya, kau harus mencari seorang ahli. Tapi kemudian biayanya akan menjadi...ā€

ā€œAh, biaya!ā€ seru Joon Jae, lalu memberikan seluruh uang yang dimilikinya.


Saat sadar dirinya tertipu, Nam Doo sudah pergi. Joon Jae pun menunggu berhari2 di sudut sebuah restoran. Ia terus menunggu dan menunggu sampai akhirnya Nam Doo muncul di tempat itu dan tengah menipu seorang wanita. Joon Jae langsung menyerang Nam Doo, bahkan menarik rambut Nam Doo dan memberitahu wanita itu kalau Nam Doo penipu.


Pada akhirnya, kita melihat Joon Jae yang ditraktir ramen oleh Nam Doo karena Joon Jae mengaku sudah menunggu Nam Doo di tempat itu selama setengah bulan. Nam Doo pun mengajak Joon Jae kerja denganya.

ā€œApakah kau mau bekerja denganku? Aku menyukai orang-orang yang gigih. Jika kau berkeliaran mencari ibumu seperti itu. hanya kakimu yang akan terluka. Kau harus memiliki uang untuk menemukan ibumu. Terus terang, kalau kau menemukan ibumu, tapi kemudian apa yang akan kau lakukan karena kau tidak punya uang?ā€ bujuk Nam Doo.

ā€œSejak kapan kau mencari uang dengan menipu anak-anak muda sepertiku?ā€™ tanya Joon Jae.

ā€œApa?ā€ kaget Nam Doo.

ā€œJika kau akan menipu seseorang bagaimanapun, kamu perlu berinvestasi waktu dan uang. Jika kau mempertimbangkan efisiensi keuangan, tidakkah itu akan lebih menguntungkan untuk mencuri dari orang-orang kaya, dengan menggunakan usaha yang sama? Ada begitu banyak para petinggi yang tidak bisa melaporkannya bahkan ketika mereka ditipu.ā€ Jawab Joon Jae.

Nam Doo terpana mendengar jawaban Joon Jae.

ā€œHanya sampai aku menemukan ibuku. Hanya sampai aku mendapatkan cukup uang agar aku bisa membeli rumah untuk ibuku.ā€ Ucap Joon Jae.

Flashback endā€¦

  
ā€œKau sudah mengumpulkan cukup untuk membelikan ibumu sebuah rumah.ā€ Ucap Tae Oh.

ā€œHanya saja aku belum menemukan ibuku. Dog Nam Do juga bekerja keras untuk menemukan ibuku. Tapi dia tidak bisa menemukan di mana ibuku berada.ā€ Jawab Joon Jae.

  
Yoo Ran duduk di tepi jalan tempat ia melihat Joon Jae tadi. Ia hanya bisa menangis saking merindukan Joon Jae.


Nam Doo menunjukkan hasil X-ray Sim Chung pada dokter kenalannya.  Dokter pun berkata, umumnya bengkak menghilang lebih dulu baru kemudian tulang menyatuā€¦

ā€œTapi untuk orang ini, tulangnya menyatu duluan.ā€ Ucap dokter.

ā€œHyung, apakah itu...Berapa lama biasanya yang dibutuhkan untuk tulang yang retak menyatu kembali?ā€ tanya Nam Doo.

ā€œItu adalah kasus per kasus, tapi tetap, untuk tulang yang retak menyatu kembali sepenuhnya, sekitar 12-16 minggu. Hei, bahkan dengan retak yang tipis, maksimum 3-4 minggu dengan gips.ā€ Jawab dokter.

ā€œBagaimana jika, hanya dalam satu minggu, ini menjadi ini?ā€ tanya Nam Doo.

ā€œItu tidak masuk akal!ā€ jawab dokter.

  
Nam Doo pun langsung melaporkan temuannya itu pada Si A. Si A pun cemas, apa dia zombie?

ā€œAku pikir wanita itu... Selain hanya kehilangan kenangan-kenangan dia atau sedikit kurang, dengan mengesampingkan semuanya itu, ada sesuatu.ā€ Ucap Si A.

ā€œAku tahu. Aku juga berpikir begitu. Tapi aku tidak bisa memahami tentang apakah itu.ā€ jawab Nam Doo.

  
Si A lalu dihubungi rekannya yang mau memberitahu bahwa kotak kayu yang dicap sudah ditemukan dan pemiliknya bernama Kim Dam Ryung. Mendengar nama Dam Ryung, Nam Doo langsung ingat gelang antic milik Sim Chung yang dihadiahkan ke Joon Jae. Si A langsung pamit. Ia berkata, kalau timnya sudah menemukan pemilik peninggalan yang mereka gali dari kapal yang hancur.

ā€œPemiliknya bernama Dam Ryung?ā€ tanya Nam Doo.

ā€œYa. Dia adalah kepala kota Heupgok Hyun di Provinsi Gangwon.ā€ Jawab Si A.


Si A pun pergi, namun sebelum pergi ia minta Nam Doo mengawasi Joon Jae dan Sim Chung. Setelah Si A pergi, Nam Doo menyebut2 nama Dam Ryung dengan wajah sumringah.


Sim Chung sendiri bersiap melompat ke laut. Tapi tiba2 saja, seseorang berpakaian tim penyelamat menariknya. Pria itu mengira Sim Chung mau bunuh diri. Pria itu kemudian memegang tangan Sim Chung, tapi tiba2 saja ia merasakan sesuatu. Pria itu kemudian menutup mulutnya. Sim Chung juga menutup mulutnya karena menyadari siapa pria di hadapannya. Keduanya lalu saling mengangguk satu sama lain.


Pria itu mengajak Sim Chung ke kantornya. Sim Chung menatap pria itu dengan tajam. Pria itu pun menyuruh Sim Chung bicara saja.

ā€œAku sudah lama tinggal di sini, jadi hampir tidak ingat cara bicara bahasa sana. Bahasa ini lebih nyaman.ā€ Ucap pria itu.

ā€œAku mengerti.ā€ Jawab Sim Chung.

ā€œWah. Siapa yang menyangka aku akan bertemu putri duyung di tengah-tengah Seoul?ā€ ucap pria itu.

ā€œAku juga mengira aku satu-satunya duyung di Seoul. Aku sangat kaget.ā€ Jawab Sim Chung.


Ternyata mereka sejenis!! Hahaā€¦  Pria itu ingin tahu apa yang Sim Chung lakukan di sana tadi. Sim Chung berkata, ia lapar tapi tak punya uang jadi ia ke sana untuk makan ikan2 kecil.

ā€œKau tidak punya uang? Hei, kurasa kau belum tahu apa-apa.ā€ Ucap pria itu.

ā€œSeperti apa?ā€ tanya Sim Chung.


Pria itu lantas celingak celinguk. Setelah yakin tak ada orang, ia pun menunjukkan kumpulan mutiara miliknya yang ia letakkan di dalam kantong kresek.

ā€œKau benar-benar tak tahu ini?ā€ tanya pria itu.

ā€œIni air mata kita.ā€ jawab Sim Chung.

ā€œIni dianggap sebagai uang di sini.ā€ Ucap pria itu.


ā€œIni uang? Kenapa?ā€ tanya Sim Chung.

ā€œKalau kau tak tahu, ingat saja. Ini dianggap sebagai uang di sini dan ketika kau mulai berkaca-kaca, lakukan ini dan kumpulkan semuanyaā€¦ā€ jawab pria itu sambil meletakkan kantong kresek hitam di wajahnya.

ā€œIni sangat membantu dalam kehidupanku.ā€ Ucap pria itu lagi.

ā€œAh, aku sudah menangis beberapa kali.Seharusnya aku kumpulkan.ā€ Jawab Sim Chung.

  
ā€œSemakin besar, semakin bernilai. Jadi daripada menangis mengeluarkan air mata sedikit, tahan dulu, lalu menangis dengan air mata deras. Banyak. Bercucuran. Air mata kecil harga sebutirnya sekitar $20-$30, <br>dan yang besar $40-$50. Yang paling bernilai adalah mutiara dengan semburat warna merah muda.ā€ Ucap pria itu.

ā€œMutiara merah muda? Yang keluar ketika kita menangis karena bahagia?ā€ tanya Sim Chung.

ā€œBenar. Tapi ketika kau  hidup di sini, momen-momen yang sangat menyenangkan yang membuatmu meneteskan air mata sangat jarang. Aku mengalaminya satu kali.ā€ Jawab pria itu.

ā€œKalau begitu aku harus banyak menangis dan memberikan semua air mataku untuk Heo Joon Jae.ā€ Ucap Sim Chung.


ā€œSiapa Heo Joon Jae?ā€ tanya pria itu.

Dan Sim Chung pun menjawabnya sambil membayangkan Joon Jae.

ā€œDia orang yang baik. Dia bekerja lebih keras daripada pegawai negeri demi negara. Dia pria keren yang kusuka.ā€ Jawab Sim Chung.

ā€œTunggu. Jadi kau tidak ke sini untuk sekedar berkunjung sebentar untuk melihat-lihat? Tapi datang ke sini karena seorang pria yang kausuka?ā€ tanya pria itu.

Sim Chung mengangguk.



ā€œHei, kau benar-benar tidak tahu apa-apa! -Sudah berapa lama sejak kau ke sini?ā€ tanya pria itu.

ā€œSebulan.ā€ Jawab Sim Chung.

ā€œPria yang kausukai, mencintaimu atau tidak?ā€ tanya pria itu.

ā€œSaat ini hanya aku sendiri.ā€ Jawab Sim Chung.

ā€œKau benar-benar tak ada harapan! Kau seharusnya memikirkan dulu sebelum ke sini Bagaimana kau bisa bertindak begitu ceroboh. Ah, ini sebabnya, selama hidup di sini, aku banyak bicara dengan ikan-ikan yang lewat. Aku minta mereka beri tahu putri duyung, agar tidak datang ke Seoul karena cinta. ā€œ ucap pria itu.
ā€œAku tidak tahu.ā€ jawab Sim Chung.


ā€œAh, dasar ikan... Apa mereka tertangkap atau lupa di jalan? Kepala ikan... (dikenal ingatannya hanya 3 detik)ā€ gerutu pria itu.

ā€œKenapa tak boleh? Kenapa aku tak boleh ke darat karena cinta?ā€ tanya Sim Chung.

ā€œDengar baik-baik. Kau punya batas waktu. Saat putri duyung meninggalkan air untuk daratan, jantungnya mulai mengeras. Bahkan jika kakimu tidak, jantungmu punya batas waktu. Hanya ada satu cara agar kau bisa terus bernafas dan menjaga jantungmu tetap berdetak di darat. Itu hanya mungkin jika orang yang kau cintai juga mencintaimu.ā€ Jawab pria itu.


Kita lalu melihat saat Joon Jae menggenggam erat tangan Sim Chung yang sudah tiada, tapi Sim Chung kemudian hidup lagi.

ā€œTidak ada cara lain jantungmu bisa terus berdetak. Jika tidak, ini belum terlambat, jadi cepat kembali ke laut, bodoh.ā€ Ucap pria itu.

Sim Chung terdiam mendengarnya.


ā€œJadi kenapa kau datang ke sini tanpa perhitungan? Tetap saja, kau memutuskan untuk ke darat dan berjalan, pasti ada semacam katalis. Pria itu pasti telah mengatakan sesuatu padamu.ā€ Ucap pria itu.

ā€œDia bilang untuk datang ke Seoul.ā€ Jawab Sim Chung.

ā€œTentu saja. Apa yang mau dia lakukan kalau kau datang? Dia ajak kencan? Menikah? Pergi ke rumah makan terkenal... Itu saja?ā€ tanya pria itu.

ā€œDia juga mengajakku melihat kembang api.ā€ Jawab Sim Chung.

ā€œKembang api? Kau gadis polos.ā€ Ucap pria itu.


Pria itu lalu bertanya apa ada kemajuan selama Sim Chung tinggal di Seoul? Sim Chung menggeleng.

ā€œYa. Cukup melihatmu sekali. Aku bisa tahu kau adalah seseorang yang akan terus tidak membuat kemajuan. Apa harus kubantu?ā€ ucap pria itu.

ā€œBagaimana?ā€ tanya Sim Chung.

ā€œSemua manusia pasti memiliki rasa cemburu. Kalau kau tak tahu, ingat. Kecemburuan adalah jalan tercepat menggapai cinta. Kurasa bagusnya kita mulai dengan mengubah penampilanmu. Haruskah kita coba dapatkan uang untuk berbelanja?ā€ ucap pria itu.

  
Mereka lalu menonton Masterā€™s Sun dan mulai menangis terseru2 saat adegan Joong Won ditikam karena ingin melindungi Gong Shil.


Pria itu lantas mengantarkan Sim Chung pulang setelah mereka selesai shopping. Joon Jae terkejut melihatnya. Pria itu kemudian memperkenalkan dirinya.

ā€œAku Yoo Jung Hoon. Tolong jaga dia di masa mendatang.ā€ Ucap Jung Hoon.

ā€œJaga apa?ā€ tanya Joon Jae.

ā€œKesayangku. Kudengar dia tinggal di rumah ini sementara. Kudengar rumah ini penuh laki-laki, jadi aku agak khawatir. Tapi sekarang setelah melihatmu, aku tenang.ā€ Ucap Jung Hoon.


Jung Hoon pun makin memanasi Joon Jae dengan menyibakkan rambut Sim Chung ke samping. Joon Jae sewot dan langsung menarik Sim Chung ke dalam tapi Sim Chung gak mau masuk sebelum Jung Hoon pergi. Dan itu membuat Joon Jae makin sewot. Hahahaā€¦


CEO Heo yang datang menjenguk Sopir Nam bersama Seo Hee, yakin kalau Sopir Nam bukan seorang pemabuk. Istri Sopir Nam juga tidak mengerti. Ia berkata, hari itu adalah hari libur terakhir putra kedua mereka dari tugas militer, jadi mereka memutuskan makan malam bersama di rumah.


ā€œPada hari semacam itu, mengapa dia minum dan pergi ke sana? Ini tampaknya kecelakaan yang disengaja.ā€ Ucap istri Sopir Nam.

ā€œBagaimana mungkin? Kata polisi ini karena mengemudi di bawah pengaruh alkohol. Hanya membuatmu semakin sulit kalau berpikir seperti itu.ā€ jawab Seo Hee.


Seseorang berjalan mendekati Joon Jae yang tertidur pulas. Ia memegang tangan Joon Jae. Joon Jae yang menyadari kehadiran seseorang, langsung membanting orang itu. Orang itu ternyata Nam Doo. Nam Doo berkata, ia hanya ingin melihat gelang Joon Jae untuk menegaskan sesuatu.


ā€œMenegaskan apa?ā€ tanya Joon Jae.

ā€œAda sesuatu. Apa kau tak akan mengatakan yang sebenarnya? Begini, Si A saat ini mengerjakan artefak dari kapal karam. Artefak-artefak itu milik seseorang bernama Dam Ryung. Bukankah itu menarik? Mungkin mereka dua orang yang berbeda dengan nama yang sama. Namun, jika orang yang sama harganya bisa lebih dari $6 juta! Biarkan aku membawanya untuk dinilai.ā€ Jawab Nam Doo.

ā€œHyung, apa kau tahu kenapa aku menyimpan gelang itu? Agar aku dapat mengembalikannya ke Chung ketika dia pergi. Jika kuberikan sekarang, orang sepertimu tidak akan membiarkannya.ā€ Ucap Joon Jae.

ā€œKau sangat aneh belakangan ini. Apa kau tiba-tiba ingin jadi manusia yang baik?ā€ tanya Nam Doo.

ā€œPergi.ā€ Suruh Joon Jae.

ā€œHeo Joon Jae, kau menyeramkan. Aku pergi.ā€ Ucap Nam Do sambil tertawa aneh.


Joon Jae duduk di tepi kasurnya dan mengingat kembali mimpinya dimana ia melihat seorang pria mirip dirinya, tapi mengenakan pakaian zaman dulu sedang mencari seseorang bernama Sae Wad an menggunakan gelang giok persis dengan yang disimpannya.


Joon Jae lalu menoleh ke kamar loteng Sim Chung.

ā€œHal-hal aneh terus terjadi sejak aku bertemu si bodoh itu.ā€ ucapnya.


Keesokan paginya, Nam Doo dibuat terpengarah oleh Sim Chung karena Sim Chung terlihat elegan dengan pakaian baru yang dikenakan. Tae Oh bahkan sampai terpengarah. Berbeda dengan Joon Jae yang datang2, langsung menarik ikat rambut Sim Chung dan membuangnya ke lantai.

ā€œSekarang dingin. ini musim salju.ā€ Ucap Joon Jae.

ā€œJoon Jae, Cheong juga pakai rok!ā€ seru Nam Doo.


 ā€œGanti dengan celana panjang.ā€ Suruh Joon Jae.

ā€œKenapa? Ini baju yang kaubelikan waktu itu.ā€ ucap Sim Chung.

ā€œMenurutmu aku membelinya untuk kaupakai keluar? Bukankah begitu? Aku membelinya untuk digantung di lemari.ā€ Jawab Joon Jae.

ā€œApa itu masuk akal?ā€ tanya Nam Doo.

ā€œTentu saja! Tidak semua pakaian dibuat untuk dipakai. Sebagian dibuat untuk digantung di lemari! Pergi ganti dengan celana panjang dan biarkan rambutmu terurai.ā€ Jawab Joon Jae.

ā€œHei, kenapa kau berusaha mengatur rambut dan pakaiannya? Apa kau guru BK?ā€ protes Nam Doo.

ā€œAku pemilik rumah. Hyung, kau juga ganti baju! Apa kau Rudoph? Kalian semua sebaiknya mendengarkan aku. Kalau tidak mau, pergi saja.ā€ Ketus Joon Jae.

Sim Chung pun balik ke kamarnya untuk menukar baju dengan wajah kesal.


Mereka lalu sarapan pagi bersama dan Nam Doo memuji Sim Chung yang sudah bisa makan menggunakan sumpit. Nam Doo lalu bertanya rencana Sim Chung hari itu karena ia bersediaa mengantar Sim Chung kalau Sim Chung mau pergi. Belum sempat Sim Chung menjelaskan rencananya, Joon Jae tiba2 saja menyuruh Sim Chung membersihkan rumah sebagai balasan karena ia sudah mengizinkan Sim Chung tinggal di rumahnya.

ā€œTentu saja, aku bisa membersihkan. Aku melihat Tae Oh melakukannya.ā€ Jawab Sim Chung.

ā€œBelakangan ini banyak debu karena kita tak bisa membuka jendela untuk sirkulasi udara karena dingin. Lap yang bersih agar tidak ada debu.ā€ Suruh Joon Jae.


ā€œAku bisa melakukan itu.ā€ ucap Tae Oh sambil menatap tajam Joon Jae.

ā€œIni rumahku. Aku akan menyuruh siapa pun yang kumau untuk melakukannya.ā€ Jawab Joon Jae sambil menatap Tae Oh dengan tajam juga.

Joon Jae lalu kembali menatap Sim Chung.

ā€œJuga, kau akan melihat kipas angin di gudang. Itu akan sangat berdebu.ā€ Suruh Joon Jae.


ā€œKita tak akan menggunakannya sampai musim panas nanti.ā€ Ucap Nam Doo.

ā€œItu sebabnya kita harus membersihkannya sekarang.ā€ jawab Joon Jae.

ā€œApa kau ibu tiri jahat? Chung, kau kabur saja!ā€ ucap Nam Doo.

ā€œJangan berani-berani! Kau tak bisa keluar rumah sebelum menyelesaikan semuanya.ā€ tegas Joon Jae.

Joon Jae, Nam Doo, Tae Oh bersiap pergi, tapi saat akan masuk ke mobil, Joon Jae baru sadar kalau ponselnya tertinggal.


Di rumah, Sim Chung yang sedang mengelap jendela, tidak bisa menahan dirinya saat melihat kolam renang.


Sim Chung akhirnya terjun kolam dan berubah menjadi putri duyung. Sim Chung kemudian duduk di dasar kolam dan merenungkan ucapan Jung Hoon kemarin.


ā€œKenapa menurutmu duyung hampir punah? Karena kita tidak berubah. Manusia berubah, tapi kita tidak berubah seperti orang bodoh. Itu sebabnya kita dikhianati. Wanita yang kucintai juga begitu. Meski dia mengatakan dia akan mencintaiku selamanya. Ketika dia tahu tentang siapa aku sebenarnya, dia pergi. Begitu saja. Awalnya, aku menyesal datang ke darat. Itu sulit, tapi itu realitas kita.ā€ ucap Jung Hoon.

Bersamaan dengan itu, Joon Jae sudah masuk ke rumah. Sementara Sim Chung, dia masih merenungkan ucapan Jung Hoon.

ā€œTidak ada manusia di bumi yang mau<br>menerima kita sebagai duyung, apa adanya. Pria yang kaucintai juga sama. Jadi, kau bertahanlah dan jangan sampai ketahuan.ā€ Ucap Jung Hoon.


Joon Jae melihat ke arah kolam renang. Tepat saat itu, Sim Chung  naik ke permukaan dan terkejut melihat Joon Jae.


Epilog :


Joon Jae mengejar Jung Hoon yang bersiap meninggalkan rumahnya. Joon Jae ingin tahu apa pekerjaan Jung Hoon. Jung Hoon mengaku, kalau ia adalah pegawai negeri.

ā€œOh, pegawai negeri. Aku mengerti.ā€ Ucap Joon Jae.

ā€œKau tahu, pegawai negeri. Kami tidak menghasilkan banyak uang, tapi stabil dan pekerjaan kami permanen serta memberi pensiun. Jujur saja, itu pekerjaan yang bisa menafkahi seseorang dengan nyaman.ā€ Jawab Jung Hoon.

ā€œAku tahu.ā€ ucap Joon Jae.

ā€œBoleh aku tanya juga? Apa pekerjaanmu, Heo Joon Jae-ssi?ā€ tanya Jung Hoon.

Joon Jae pun bingung bagaimana menjawabnya.

ā€œKalau sulit menjawabnya, tidak usah. Bagaimana pun, tolong jaga baik-baik Cheong ku untuk saat ini.ā€ ucap Jung Hoon.

Joon Jae pun langsung sewot.

ā€œKau tak perlu memintaku melakukan itu.ā€ ucapnya.


Sekarang, kita melihat Joon Jae yang sudah terlelap dengan laptop dibiarkan menyala. Joon Jae tersenyum dalam tidurnya. Kamera lalu menyorot layar laptop Joon Jae yang bertuliskan cara menjadi pegawai negeri tingkat ke-7.

Comments

Popular posts from this blog

I Have a Lover Ep 50

Sebelumnya.... ā€œAku rasa aku jatuh cinta lagi padamu.ā€ Ucap Jin Eon begitu Hae Gang menghampirinya. ā€œAku sudah tahu.ā€ jawab Hae Gang. ā€œBerikan tasmu.ā€ Pinta Jin Eon. ā€œTidak mau, tas melambangkan harga diri seorang wanita.ā€ Jawab Hae Gang. ā€œBerikan padaku. Tas wanitaku melambangkan harga diriku.ā€ ucap Jin Eon. Hae Gang pun tersenyum, lalu memberikan tas alias keranjangnya yang berisi peralatan mandi pada Jin Eon. Jin Eon kemudian menyuruh Hae Gang menggandeng lengannya. Hae Gang pun menggandeng lengan Jin Eon, dan selanjutnya keduanya beranjak pergi menuju sauna dengan senyum terkembang. ā€œKau akan memakai itu?ā€ tanya Hae Gang saat melihat Jin Eon sedang memilih2 baju sauna. ā€œAku pernah memakainya dulu.ā€ Jawab Jin Eon. ā€œTak bisa kubayangkanā€¦ā€ dan Hae Gang pun tersenyum geli, ā€œā€¦ tapi entah bagaimana tampaknya akan lucu.ā€ ā€œAwas ya kalau kau jatuh cinta padaku.ā€ Ucap Jin Eon.   Ajumma penjaga sauna kemudian memberitahu bahwa Jin Eon...

Ruby Ring Ep 93 Part 2

Sebelumnya... Dongpal dan Jihyeok yang berseragam militer, sedang menata restoran sesuai arahan Chorim. Tapi kemudian, Dongpal sebal karena Chorim menyuruh mereka menggeser meja kesana kemari. Chorim pun jadi sewot. "Kau ingin aku yang sedang hamil melakukan ini!" Jihyeok tertawa melihat perdebatan orang tuanya. Daepung lantas keluar dari dapur. Ia menghentikan pertengkaran itu dan mengaku, akan mengangkat meja itu sendirian. Tapi karena mejanya berat, Jihyeok dan Dongpal langsung membantu Daepung. Geum Hee tiba-tiba datang, mengejutkan Chorim. Geum Hee membawakan sebuket bunga untuk Chorim. "Kudengar kau hamil. Jadi kubawakan bunga ini. Bunga ini bagus untuk kehamilan. Kuharap anakmu secantik bunga ini." ucap Geum Hee. Daepung lantas mengajak Geum Hee pergi. "Jihyeok-ah, apa yang terjadi?" tanya Chorim. "Paman Daepung jatuh cinta. Dia ingin menikah jadi dia bekerja keras." jawab Jihyeok. Mendengar Geum Hee c...

I Have a Lover Ep 8

Sebelumnya <<< Hae Gang keluar dari sebuah ruangan. Ia berjalan di koridor kampus sambil memikirkan percakapannya dengan seseorang. "Jin Eon adalah putra pemilik Perusahaan Farmasi Cheon Nyeon? Anak itu, dia tidak memberitahukan saya. Jika saya mengeluarkan Kang Seol Ri dari tim penelitian kami, apakah itu akan memuaskan?"   Flashback.... Ketika Hae Gang sedang berbicara dengan Direktur Kampus.  "Ya. Sebagai imbalan, penelitian yang sedang anda kerjakan, akan didukung Perusahaan Farmasi Cheon Nyeon. Sampai tahun 2015, satu juta per tahun." jawab Hae Gang. "Saya akan melakukannya. Tidak sulit bagi saya melakukannya." ucap Direktur Kampus. Flashback end Hae Gang lalu keluar dan berjalan di taman kampus. Saat itulah ia melihat Seol Ri berjalan keluar dari kampus dan menuju ke arah lain. Hae Gang menatap dingin Seol Ri . Seol Ri tidak melihat Hae Gang dan terus berjalan ke bangku taman. Hae Gang masuk ke lab Jin Eon...