Monday, October 23, 2017

My Golden Life Ep 13 Part 2

Sebelumnya…


Ji Tae berdiri di depan apartemen Soo A. Ia melirik pesannya yang sama sekali tidak dibalas Soo A. Ji Tae yakin, Soo A tidak membalas pesannya karena mereka sudah putus. Ji Tae lantas beranjak pergi, tapi di seberang jalan, ia melihat Soo A yang berusaha mencari taksi dan terduduk lemas di tepi jalan. Ji Tae langsung mendekati Soo A.

“Soo A-ya, ada apa? Kau sakit? Dimana? Kenapa kau keluar rumah seperti ini? Kau tidak bisa menghubungi taksi? Dimana teman sekamarmu?” tanya Ji Tae cemas.

“Aku tidak bisa memanggil taksi kemari.” Jawab Soo A.

“Aku akan membawamu ke rumah sakit. Biarkan aku membawamu ke rumah sakit.” Ucap Ji Tae.

“Untuk apa?” tanya Soo A lirih.

“Karena kau hanya punya aku. Kau hanya punya aku. Kau tahu itu. Maafkan aku, Soo A-ya.” jawab Ji Tae, lalu memeluk erat Soo A.

“Sejujurnya, aku ingin hidup bersamamu. Aku sangat ingin. Sungguh. Aku mencintaimu, Soo A-ya.” ucap Ji Tae lagi.


Setelah mendengar kata2 Ji Tae, Soo A jatuh pingsan. Ji Tae pun langsung membawa Soo A ke rumah sakit. Ji Tae lega karena Soo A tidak apa2. Dokter bilang, Soo A hanya kelelahan dan juga banyak pikiran.


Adegan lantas beralih pada Ji An yang menyuruh ayah dan ibunya minta maaf pada Keluarga Haesung. Ji An mengaku, rasanya ia mau gila. Ia makan dan tidur di rumah mereka, mengenakan pakaian yang mereka belikan, itu membuatnya gila.


Tuan Seo dan Nyonya Yang lantas mendatangi Kediaman Haesung dan mengakui semuanya. Sontak, Tuan Choi dan Nyonya No berang mendengar pengakuan mereka yang sudah menukar Ji An dan Ji Soo. Nyonya No bahkan sampai menyuruh Seketaris Min mengecek anggota Keluarga Seo yang lain.

Ji Tae pun kehilangan pekerjaannya. Sementara Tuan Seo dan Nyonya No terus berlutut sampai pagi. Tak lama, Ji An datang memohon ampun pada Tuan Choi dan Nyonya No.


Nyonya No marah, ia menarik baju Ji An. Setelah itu, Nyonya No menyuruh Seketaris Min dan kedua pelayannya menelanjangi Ji An dan membuang Ji An.


Tapi rupanya semua itu hanyalah mimpi Ji An. Ji An syok setelah bangun dari tidurnya.

Oke… sekarang sy ngerti… Ji An ini belum ngomong sama ibunya kalau dia tahu Ji Soo adalah Eun Seok yang sebenarnya.. itu hanya bayangan Ji An… panteslah sy heran kok tau2 ada flashback Ji An yang disuruh tutup mulut sama ibunya… Rupanya hanya bayangan Ji An toh..


Bangun dari tidurnya, Ji An melirik ke arah jam yang sudah menunjukkan pukul 4 pagi. Ji An pun pergi lagi. Do Kyung yang tengah menatap keluar jendela heran sendiri melihat Ji An yang sudah pergi dari rumah pagi2 buta.


Ji An berlari ke taman sembari menangis. Tapi ia langsung menyembunyikan dirinya begitu melihat sosok ayahnya duduk termenung di taman. Tangis Ji An pun makin deras.

“Ayah, kini kita harus bagaimana? Maafkan aku atas ucapanku yang sangat buruk. Tapi seharusnya saat itu Ayah memberitahuku. Seharusnya dia bilang bahwa bukan aku.” ucap Ji An lirih.


Keesokan harinya, Tuan Jung memuji proposal Ji An. Do Kyung mengatakan bahwa itu idenya Ji An. Do Kyung juga menjelaskan, kalau Ji An sudah melakukan banyak riset sebelum menulis proposal itu.

“Kita akan mengumumkan acara ini di video promosi kita.” ucap Tuan Jung.

“Dalam video promosi perusahaan kita?” tanya Do Kyung.

“Itu perintah Pimpinan.” Jawab Tuan Jung.

Di ruangannya pula, Ji An lagi bicara dengan seseorang di telepon. Ia meminta orang itu menghubunginya jika orang itu sudah selesai membuat selebaran seperti yang ia sebutkan dalam proposalnya.


Setelah itu, Ji An menyuruh Ha Jung memisahkan data mereka dengan data FNB. Ji An bilang, Ha Jung sudah harus menyelesaikannya sebelum jam makan siang. Ha Jung bilang tidak mungkin selesai sebelum makan siang karena ia harus memeriksa nama produk yang akan dirilis pada musim dingin. Ji An langsung menghela nafas karena lagi2 harus ia yang menyelesaikan tugas Ha Jung.


Do Kyung memanggil Ji An ke ruangannya. Ji An tidak bisa lagi bicara dengan santai pada Do Kyung. Do Kyung lalu membahas soal ketakutan Ji An setelah melihat apa yang ibu mereka lakukan pada Nyonya Jin. Do Kyung bilang ia tahu dari Seohyun. Do Kyung menjelaskan, bahwa sang ibu marah bukan hanya karena Nyonya Jin sudah memberitahu soal Ji An pada orang lain.

“Kepala Urusan Dalam Negeri akan menjadi ayah mertuaku. Serta Seo Hyun akan menikahi putra pemilik Grup New World.” Ucap Do Kyung.

“Aku belum mendengar kabar anda bertunangan.” Jawab Ji An pelan.

“Aku belum bertunangan. Aku akan bertemu dengan So Ra saat dia kembali musim dingin ini. Kami akan bertunangan tiga bulan kemudian dan menikah musim gugur tahun depan.” Ucap Do Kyung.

“Seohyun bilang dia sudah bertunangan. Kurasa anda juga.” jawab Ji An.

“Pernikahan kami akan berperan besar untuk menguatkan perusahaan kita. Karena itulah. Jika identitasmu terbongkar sebelum kau siap, perjodohan kami bisa gagal.” Ucap Do Kyung.

“Pernikahan adalah kesepakatan?” tanya Ji An.

“Mereka mencari tahu soal orang lain untuk memastikan orang itu pantas. Itu bukan hanya kesepakatan. Selama lebih dari 10 tahun, Nyonya Jin mendapatkan sokongan tetap dan donasi dalam jumlah besar. Jadi, ibu tidak bisa memaafkan perbuatannya.” Jawab Do Kyung.

Do Kyung pun merasa karena itulah Ji An tertekan. Ji An lalu bergegas pergi.


Habis dari ruangan Do Kyung, Ji An pergi ke atap menenangkan dirinya.


Di kamar Ji Tae, Tuan Seo lagi melihat2 produk yang akan diekspor di internet. Tak lama, Nyonya Yang datang. Nyonya Yang berkata, kalau ia tak bisa memberitahu anak2 soal restoran itu.

“Tidak usah bilang jika kau malu.” Jawab Tuan Seo.

“Haruskah kau bicara begitu? Pikirmu kenapa aku menerima tawarannya?” protes Nyonya Yang.

“Sudah kubilang aku akan memulai bisnis lagi.” Jawab Tuan Seo.

“Tidak bisa jika hanya bicara. Bagaimana aku bisa memercayaimu? Itu hanya mimpi palsu.” Ucap Nyonya Yang.

“Lantas kenapa tidak menghentikanku setelah aku dipecat saat krisis finansial?” tanya Tuan Seo.

“Dahulu kau masih muda. Kini kau sudah tua dan tidak sehebat dahulu. Kau tidak bisa memulai bisnis sekarang.” jawab Nyonya Yang.


Tuan Seo menghela nafas sejenak, lalu mengaku kalau ia ingin mulai berbisnis lagi untuk membawa Ji An pulang. Tuan Seo berkata, akan melakukan apapun untuk membawa pulang Ji An dan mengembalikan Ji Soo pada Keluarga Haesung.

“Pikirmu mereka akan diam saja?” tanya Nyonya Yang.

“Aku ingin ke sana sekarang dan memohon ampun. Aku rela memberikan nyawaku demi mendapatkan Ji An kembali. Dengar. Jika Ji An mengetahuinya saat keadaan kita kacau begini, seberapa malu dan bingungnya dia nanti? Karena itulah aku belum ke sana.” Jawab Tuan Seo.

Tuan Seo lantas kembali membujuk Nyonya Yang agar tidak membuka restoran itu. Tapi Nyonya Yang kekeuh mau membuka restoran. Nyonya Yang bilang baru akan berhenti kalau bisnis Tuan Seo sukses.


Di ruang data, Ji An lagi mengelompokkan data2 mereka karena Ha Jung tidak bisa melakukannya padahal itu seharusnya tugas Ha Jung.


Ji An baru meninggalkan kantor setelah hari mulai gelap. Ji An mau mampir di tempat ia dan Ji Soo biasa minum bir, tapi tiba2 seseorang menariknya dari belakang. Sontak, Ji An terkejut. Yang menarik Ji An adalah Do Kyung. Do Kyung heran sendiri melihat kekagetan Ji An. Do Kyung lantas menyuruh Ji An masuk ke mobil sebelum ada yang mengenali Ji An.


Di jalan pulang, Do Kyung tak ingin bicara dengan Ji An. Ji An makin cemas, ia merasa rahasianya sudah ketahuan.


Sampai di rumah, ketegangan Ji An makin bertambah. Ia merasa sedang disidang oleh Tuan Choi dan Nyonya No. Ditambah lagi, dengan sikap Nyonya No yang begitu dingin membuat Ji An makin cemas. Tapi kemudian Nyonya No tersenyum.


“Pekerjaan membuatmu stres?” tanya Nyonya No.

“Belajarlah di luar negeri. Ibu dan ayah akan mengirimmu ke Amerika untuk mempelajari seni.” Jawab Do Kyung.

“Ibu menyadarinya saat di galeri. Ibu rasa kau harus belajar seni sebelum terlambat. Kami belum membicarakannya dengan Pimpinan, tapi sebaiknya kau diperkenalkan kepada publik setelah menyelesaikan studimu.” Ucap Nyonya No.


Tak bisa menerima itu, Ji An mau mengaku kalau dia bukan Eun Seok. Tapi belum sempat bicara, Do Kyung sudah keburu memotong kata2nya dengan menyuruh Ji An pergi keluar negeri. Ji An pun semakin tertekan.

3 comments:

  1. kasian ji an �� ..
    Dan qw makin penasaran gimana nasibnya ji an ..

    Drakor ini lumayan unik .. Soalx ada 50 eps. Truss diawal eps cepat banget terbongkar rahasia demi rahasianya ^^ dan qw ngarep banget walo ji an bukan anak kandung tapii bisa jadii anak mantu (*^▽^*)

    ReplyDelete
  2. Oiyaa lupaa .. SEMANGATT AUTHOR BUAT SINOPNYA !!! ditunggu upnya ヽ(*≧ω≦)ノ

    ReplyDelete
  3. mba boleh saya minta no contact nya ga? sya dari tamura sinopsis,, ada yg mau saya omongin :D

    ReplyDelete