Tuesday, October 3, 2017

My Golden Life Ep 7 Part 2

Sebelumnya....


Tuan Seo menemui Tuan Jang yang tak lain adalah suami Hae Ja. Tuan Jang heran melihat Tuan Seo yang tampak semakin tua. Tuan Seo balas mengomentari wajah Tuan Jang yang tampak awet muda. Tuan Jang berkata, itu karena dia melakukan semua yang dia inginkan.

“Kau tidak peduli kepada Hae Ja?” tanya Tuan Seo.

“Aku merasa buruk karena tidak bisa memberitahunya. Pikirmu dia tidak tahu aku punya keluarga lain di Vietnam?” jawab Tuan Jang.

“Kau memberitahunya?” tanya Tuan Seo.

“Saat aku hendak memberitahunya, dia marah dan menghentikanku. Jadi aku belum memberitahunya.” Jawab Tuan Jang.

“Dia akan marah besar jika tahu.” ucap Tuan Seo.

“Seo Tae Soo, kita berdua sudah menikah lebih dari 30 tahun tapi kau tetap tidak tahu apa-apa soal wanita.” Jawab Tuan Jang.


Tak lama kemudian, makanan pesanan mereka tiba. Tuan Jang lantas mengganti topic pembicaraan dengan menanyakan kenapa Tae Soo tiba2 ingin memulai bisnis. Tuan Jang lantas membahas soal Tae Soo yang mengirim Ji An ke keluarga kaya. Tuan Jae menebak Tae Soo mendapat sesuatu dari keluarga kaya itu.

Tae Soo pun berkata, karena Ji An sudah pindah ke keluarga kaya itu, jadi ia harus bisa sukses. Tuan Jang tidak setuju, karena usia Tae Soo sudah lebih dari 60 tahun. Tuan Jang kemudian membahas soal Nyonya Yang yang suka mengeluh.

“Wanita tidak akan berhenti mengeluhsampai peti mati mereka terkunci. Seperti istri kita.” ucap Tuan Jang.

“Berhenti lah bicara konyol. Ceritakan saja soal seminar bisnis temanmu itu. Dimana tempatnya.” Jawab Tuan Seo.


Nyonya Yang akhirnya dihubungi oleh staff Perusahaan Haesung.


Nyonya No memberitahu suaminya soal kontrak yang sudah ditandatangani Nyonya Yang. Tuan Choi tidak menyangka, Nyonya Yang akan menyetujui kontraknya secepat itu. Nyonya No berkata, Nyonya Yang tidak punya pilihan lain. Suaminya hanya kuli bangunan.

Tuan Choi pun menyuruh Nyonya No menyokong Nyonya Yang sepenuhnya. Tuan Choi juga melarang Nyonya No memberitahu Eun Seok sampai Nyonya Yang sendiri yang memberitahu Eun Seok.

Nyonya No tidak setuju. Menurutnya, lebih cepat Eun Seok tahu, maka Eun Seok bisa hidup nyaman dengan mereka.

“Hanya untuk beberapa hari. Mereka akan memberitahunya saat tokonya siap dibuka. Jika mereka bilang, tokonya pemberian kita maka hubungan mereka pasti akan retak.” Jawab Tuan Choi.

Nyonya No pun mulai paham maksud suaminya. Ia memuji rencana suaminya.


Sementara itu, Ji An yang keluar dari mall dengan terburu-buru sambil menenteng belasan kantong belanjaannya, menghubungi supirnya dan mengaku akan terus berbelanja sampai tokonya tutup. Ia menyuruh supirnya beristirahat. Setelah menelpon sopirnya, Ji An pergi dengan taksi.


Dan Do Kyung muter2 di mall nyariin Ji An.


Nyonya Yang terkejut melihat Ji An yang datang membawa banyak sekali belanjaan. Ji An mengaku, ia membelikan kemeja dan jaket untuk ayah, blus dan sepatu untuk ibu. Nyonya Yang protes Ji An membeli barang semua itu. Tapi Ji An gak peduli sama protesan ibunya dan berkata, ia juga membelikan tas dan dasi untuk Ji Tae serta sepatu kets dan baju olahraga untuk Ji Ho.


Tak lama kemudian, Ji Soo pulang dan Ji An langsung menyuruh Ji Soo mencoba baju barunya. Tapi Ji Soo yang terlanjur kesal pada Ji An, membawa semua barang2 itu keluar.

“Seo Ji Soo! Ada apa!” protes Ji An.

“Jangan lakukan ini lagi. Kami bukan pengemis, Mantan Seo Ji An.” Jawab Ji Soo ketus.

“Bisakah kau berhenti bersikap begini?” pinta Ji An.

“Ayah pingsan saat mengejarmu. Dia mengejar mobilmu dan kau mengabaikannya!” marah Ji Soo.


Ji An pun terkejut dan langsung menanyakan keadaan sang ayah. Tapi Ji Soo tidak mau memberitahunya. Tiba2, Do Kyung menghubungi Ji An. Ji An pun mengaku masih sibuk berbelanja. Mendengar Ji An berbohong, Ji Soo tambah marah dan meneriaki Ji An gadis jahat.


Do Kyung yang mendengar teriakan Ji Soo pun langsung tahu Ji An ada dimana. Sementara Ji An panic dan menyuruh Ji Soo diam. Ji Soo tambah kesal. Akhirnya, Ji Soo masuk ke rumah dan meninggalkan Ji An sendirian di luar rumah.


Ji Soo heran sendiri melihat ibunya diam saja ia mengusir Ji An. Sang ibu berkata, Ji Soo sudah melakukan hal yang benar. 


Tak lama kemudian, Ji An menelpon ibu. Ji An merasa bersalah mendengar ayahnya pingsan karena mengejarnya. Nyonya Yang pun menenangkan Ji An dengan mengatakan bahwa Tuan Seo pingsan karena anemia. Nyonya Yang lalu meminta Ji An tidak melakukan hal seperti tadi lagi, membelikan mereka barang2 mewah. Setelah mengatakan itu, Nyonya Yang langsung memutus panggilan Ji An. Pecah lah tangis Ji An.


Ji An akhirnya tiba di parkiran mall walau harus dengan napas terengah2. Ia menitipkan belanjaannya yang tadi ditolak Ji Soo ke supirnya. Tanpa ia sadari, Do Kyung memperhatikannya dari jauh. Do Kyung menghubungi Ji An, tapi Ji An malah mengaku sedang di toilet.


Ji An lalu mengambil belanjaannya yang sempat ia titipkan di resepsionis. Setelah itu, ia berlari mencari Do Kyung. Ji An menolak saat Do Kyung mau membawakan belanjaannya.  Do Kyung lantas menanyakan soal barang2 yang dibeli Ji An. Ji An mennjawab sekenanya.

Do Kyung yakin, uang Ji An masih tersisa banyak. Ia pun meminta Ji An mengikutinya. Tapi ia menolak dan berkata bisa mengurus uangnya sendiri. Do Kyung bilang, ibunya punya alasan bagus menyuruh Ji An menghabiskan uang itu.

“Aku akan bicara dengannya.” Ucap Ji An. Do Kyung pun mengalah.


Dalam perjalanan menuju pulang, Do Kyung yang menyadari Ji An kelaparan berniat membelikan Ji An makan malam. Tapi lagi2 ditolak Ji An. Do Kyung pun merasa sedikit kesal. Do Kyung lalu berkata, mulai sekarang Ji An akan menikmati banyak hal setelah Ji An mendapatkan kepercayaan orang tua mereka.

Tapi Ji An malah berkata dalam hatinya, kalau dia tidak mau bicara dengan Do Kyung.

“Tapi seperti yang kau ketahui, kepercayaan bukan sesuatu yang bisa kau dapatkan dengan mudah dari seseorang.” ucap Do Kyung.


“Ucapanmu terdengar aneh.  Karena aku belum pernah tinggal dengan mereka, aku harus bisa dipercaya untuk menjadi putri mereka?”

“Tentu saja. Apa pun yang kau pikirkan sekarang, itu hanya berlaku di rumah lamamu. Kau tahu pemikiran orang berbeda. Jadi, kami punya aturan sendiri.”

“Aku tahu.”

“Jika kau sungguh tahu, kembalikan uang ini kepada pacarmu. Kau tidak bisa putus dengannya jika punya utang.” Ucap Do Kyung, lalu memberikan bungkusan plastic berisi uang 20.500 dollar.

Ji An pun kaget, pacarku?

“Kau memberi tahu dia soal orang tua kita?” tanya Do Kyung lagi.

Ji An pun menggeleng. Setelah itu, Ji An berkata kalau dia tidak punya pacar. Dia hanya memiliki teman pria. Do Kyung bilang, pria dan wanita tidak akan bisa menjadi teman.

“Orang punya pendapat berbeda soal itu.” ucap Ji An.

“Sulit sekali menjadi kakakmu.” Gumam Do Kyung.

“Kalau begitu, jangan.” Jawab Ji An, membuat Do Kyung semakin kesal.


Setibanya di rumah, Nyonya No ingin melihat barang2 yang dibeli Ji An. Ia ingin tahu apa Ji An punya selera bagus atau tidak. Saat Ji An hendak menunjukkan barang yang dibelinya, Nyonya No berkata hanya mau melihat tanda terima barang2 itu saja. Ji An sontak terkejut.

Lewat tanda terima itulah, Nyonya No tahu Ji An membelikan keluarga lamanya beberapa barang. Nyonya No pun yakin keluarga lama Ji An senang menerima barang2 dari Ji An.

Sementara itu, Do Kyung heran sendiri Ji An tidak mengatakan kalau mereka menolak barang2 Ji An.

Nyonya No lantas meminta Ji An tidak melakukan hal itu lagi. Nyonya No bilang Ji An harus menggunakan uang untuk membeli kebutuhan Ji An sendiri. Ji An pun mengerti.


Saat keluar dari kamar, Do Kyung heran melihat Seohyun memakai kalung yang ia belikan untuk Ji An. Seohyun pun berkata, Ji An lah yang memberikan kalung itu padanya. Do Kyung terkejut. Saat itu juga, ia bergegas ke kamar Ji An. Tapi Ji An tak ada di kamar. Do Kyung lantas dipanggil sang ibu.


Di kamar, Nyonya No menanyakan soal pacar Ji An ke Do Kyung. Do Kyung bilang, bahwa Ji An tidak punya pacar. Nyonya No lalu cerita soal uang 20.700 dollar yang ia pinjamkan pada Ji An. Do Kyung terkejut tahu uang itu dari ibunya.


Sementara itu, Ji An diam2 mengambil barang2 yang ditolak Ji Soo dari dalam mobil. Saat berjalan menuju kamarnya, Hyuk menelponnya. Hyuk menanyakan soal uang 20.700 dollar itu pada Ji An.


Do Kyung yang tak sengaja menguping pembicaraan Ji An salah paham. Ia mengira Hyuk meminta uang dari Ji An.


Setelah Ji An selesai bicara dengan Hyuk, Do Kyung langsung menghampiri Ji An. Do Kyung menyuruh Ji An pergi dari rumahnya. Ji An terkejut.


No comments:

Post a Comment