Wednesday, March 14, 2018

My Golden Life Ep 46 Part 2

Sebelumnya...


Di ruang CCO, Nyonya No juga sedang membaca rumor itu. Di rumor itu dituliskan, bahwa Haesung Group sengaja bungkam karena penerus mereka masih hilang.

“Itu terlalu serius untuk dianggap sebagai rumor.” Ucap Seketaris Min.

“Putri Tuan Seo, Nona Seo? Penyebar rumor ini pastilah orang dalam.” Jawab Nyonya No.


Tak lama kemudian, Jin Hee datang dan Nyonya No langsung menuduh Jin Hee sebagai penyebar rumor. Jin Hee pun kesal dan balik menyalahkan Nyonya No yang sudah memperkenalkan Ji An di galeri. Jin Hee juga berkata, si penyebar rumor bisa juga Seketaris Min atau salah satu dari pembantu mereka.


Do Kyung lalu datang memberitahukan kedatangan CEO No. 



Nyonya No pun meminta Jin Hee merahasiakan rumor itu dari sang ayah. Jin Hee yang masih kesal, balik menyindir Nyonya No karena Tuan Choi yang tidak ada disana.

“Syukurlah tidak ada kerusakan otak. Operasinya berjalan dengan lancar dan dia akan segera pulih.” Ucap dokter.

“Terima kasih, Dokter Yoon.” Jawab CEO No.

*Hmmm... kenapa sy mencium aroma busuk disini?*


Setelah dokter pergi, Nyonya No langsung duduk disamping ayahnya. Ia menggenggam tangan ayahnya dan mengaku bisa bernafas lega sekarang. Sang ayah tersenyum. 




Jin Hee tak mau kalah. Ia mengaku, bahwa suaminya juga akan segera datang. 



CEO No lalu melirik Do Kyung.

“Do Kyung-ah, apa kau akan mulai bekerja besok?” tanya CEO No.

“Aku akan mulai bekerja hari ini.” Jawab Do Kyung.

“Jadi itulah alasannya kenapa aku kembali dari kematian.” Ucap CEO No.


Dan Do Kyung pun langsung melirik bibinya yang tampak kesal atas ucapan CEO No.


CEO No kemudian menanyakan Tuan Jung. Jin Hee pun berkata, bahwa suaminya adalah satu-satunya orang yang bisa mengurus pekerjaan kantor. Jin Hee juga memberitahu ayahnya bahwa Tuan Choi masih belum bisa dihubungi.

“Kenapa dia harus peduli pada perusahaan? Kita punya Do Kyung disini. Do Kyung akan menangani seluruh pekerjaan di kantor.” Ucap CEO No.

CEO No lalu meminta Jin Hee menyuruh Tuan Jung bersiap2 ke Eropa.


Setelah itu, Do Kyung dan Nyonya No bicara diluar. Nyonya No curiga pada keluarga Tuan Seo, Hyuk, Hee dan Ji Soo. Nyonya No juga bilang, itulah alasannya kenapa ia berusaha mengirim Ji Soo keluar negeri.

“Bagaimana dengan Paman Jung?” tanya Do Kyung.

“Dia akan dipromosikan sebagai Wakil Presdir setelah berhasil mengurus resort kita di Eropa.” Jawab Nyonya No.

“Aku akan mencari tahu kenapa rumor itu bisa menyebar.” Ucap Do Kyung.


Habis dari rumah sakit, Do Kyung langsung kembali ke kantor dan menemui pamannya. Do Kyung mengaku bahwa ia akan menggunakan ruangan ayahnya mulai sekarang. Tapi Tuan Jung tidak setuju. Tuan Jung bilang, bahwa ia sudah bersiap2 mau pergi dan Do Kyung bisa menggunakan lagi ruangan itu yang dulunya memang ruangan Do Kyung.

“Paman mau ke rumah sakit?” tanya Do Kyung.

“Tentu saja, aku harus menjenguk Pimpinan.” Jawab Tuan Jung.


Tuan Jung lalu mengambil papan namanya yang tergeletak di meja dan membuangnya ke tong sampah.


“Sebelum pergi, tolong lihat ini dulu. Ada rumor tentang keluarga kita dan aku tidak tahu bagaimana cara mengatasinya.” Ucap Do Kyung.

“Kurasa kau harus menanyakannya pada Tuan Seo.” Jawab Tuan Jung.

“Mereka tidak mungkin menyebarkan rumor itu.” Ucap Do Kyung.

“Kau tahu itu Do Kyung. Begitu rumor menyebar, kau tidak akan bisa mengembalikannya seperti semual.” Jawab Tuan Jung, lalu pergi.

Do Kyung pun tambah curiga pada Tuan Jung.


Ji An datang ke pabrik untuk membantu Seketaris Yoo. Ji An bilang, ia akan membantu Seketaris Yoo sampai Do Kyung kembali. Seketaris Yoo memberitahu Ji An bahwa Do Kyung tidak akan kembali lagi ke pabrik. Seketaris Yoo bilang, Do Kyung akan menyerahkan pabrik itu padanya.


Ji An meninggalkan pabrik dengan wajah kecewa. Dalam perjalanan pulang, ia ingat kata-kata Do Kyung, bahwa Do Kyung ingin mandiri. Bahwa Do Kyung tidak mau kembali ke rumah sebelum bisa berdiri sendiri. Bahwa Do Kyung tidak mau menjadi alat Haesung lagi.


Do Kyung sendiri baru tiba di rumahnya. Seohyun senang kakaknya kembali lagi ke rumah.


Tapi Nyonya No nampak lesu. Jelas saja, karena Tuan Choi sudah beberapa hari meninggalkan rumah.


Keesokan harinya, Nyonya Yang memasakkan berbagai macam makanan untuk Soo A. Nyonya Yang bilang, nafsu makan Soo A akan berbeda sekarang karena Soo A sedang hamil. Dan karena Nyonya Yang tidak tahu kesukaan Soo A, jadi Nyonya Yang membuat banyak hidangan untuk Soo A.

“Yang aku butuhkan adalah sup ini.” Ucap Soo A, lalu mencicipi sup pollack buatan ibu mertuanya.

Dan hasilnya, Soo A menyukai sup ikan itu padahal dulunya ia menyukai sup pollack kering.

“Kau juga akan merasakan perubahan emosi yang tidak pernah kau rasakan sebelumnya. Soo A-ya, katakan padaku jika kau ingin makan sesuatu. Dan kau juga tidak boleh melakukan apapun di rumah. Ji Tae yang akan membersihkan ruangan di lantai dua dan dia juga akan pergi ke laundry.” Ucap Nyonya Yang.

“Aku harus ke laundry juga?” tanya Ji Tae.

“Setelah ibu melahirkan empat anak, ayahmu pergi ke laundry sampai kalian tumbuh besar. Dia bilang, bayi yang ada di dalam kandungan dapat merasakan kelelahan yang dirasakan sang ibu.” Jawab Nyonya Yang.


Hee dan Boss Kang pun juga sudah berbaikan setelah kemarin ribut2 soal Ji Soo.


Tapi Hee masih bersikap kurang ramah pada Ji Soo saat mereka bertemu di toko roti.

“Apa yang kau cemaskan tidak akan terjadi.” Ucap Ji Soo.

“Tapi bagaimana jika identitasmu menyebabkan kami dan Hyuk dalam masalah? Apa kau akan putus dengannya?” tanya Hee.

“Jika terjadi sesuatu, aku tidak akan menemuinya lagi.” Jawab Ji Soo.


Seorang pria tua datang untuk mengambil semua tabungannya yang berjumlah 37.500 dollar dan ia menginginkannya dalam pecahan 50 dollar. Tapi pria itu disuruh mengisi formulir terlebih dahulu dan ia menolaknya. Ia hanya mau uangnya saja. Rekan Ji Tae pun kebingungan. Melihat itu, Ji Tae pun langsung mengambil alih tugas temannya.

“Anda akan mengirimnya ke mana? Lewat transfer antar rekening?” tanya Ji Tae.

“Tidak, harus tunai.” Jawab pria itu.

“Pak, apa anda sedang berurusan dengan polisi atau jaksa?” tanya Ji Tae, membuat pria itu terdiam.


Ji Tae lantas mengingatkan pria tua itu untuk waspada terhadap penipuan oleh orang yang menyamar sebagai polisi atau jaksa. Pria itu pun berterima kasih karena Ji Tae sudah menyelamatkannya.

“Aku hampir kehilangan uang yang kutabung untuk klinik putraku. Putraku sekolah kedokteran dan lulus dengan nilai terbaik di kelasnya.” Ucap pria itu.


Setelah pria itu pergi, seorang wanita masuk sambil berbicara di telepon soal rumor putri Haesung. Ji Tae pun terkejut mendengarnya.


Di asrama, Ji Ho sedang membaca berita Haesung di internet.

"Kenapa putri yang hilang tinggal bersama keluarga Seo? Apakah Pak Seo menculiknya?" Bagaimana keluarga Haesung menemukannya?”


Ji Ho pun langsung menghubungi Ji An. Ji An terkejut begitu membaca beritanya.


Ji An langsung menghubungi Do Kyung. Do Kyung pun menenangkan Ji An. Ia berjanji, akan mengurus masalah itu. Ji An lalu menanyakan soal Ji Soo. Ia takut para reporter akan mendatangi toko roti. Do Kyung pun menyuruh Ji An membawa Ji Soo ke rumah kos.


Do Kyung langsung ke ruangan ibunya. Ia mengaku, sudah bertanya pada reporter soal sumbernya tapi mereka bilang harus melindungi narasumbernya.

“Ini bermula dari rumor, lalu menjadi berita. Kurasa kita harus mengumumkan bahwa telah menemukan Eun Seok.” Ucap Do Kyung.

“Belum bisa. Mari bicarakan dengan kakekmu dahulu.” Jawab Nyonya No.

“Tapi bagaimana Ibu tahu Ji Soo tinggal bersama Seo Tae Soo? Ibu tidak pernah bilang bagaimana bisa menemukan Ji Soo.” Ucap Do Kyung.

Bukan menjawab pertanyaan Do Kyung, tapi Nyonya No malah pamit pergi untuk menemui CEO No.


“Do Kyung ingin kita mengumumkannya, tapi aku ragu harus bagaimana.” Ucap Nyonya No.

“Mengumumkan bahwa kita sudah menemukannya? Menurutmu apa yang akan terjadi selanjutnya?” tanya CEO No.

“Mereka akan menemukan Seo Tae Soo. Dia akan bilang soal menemukan Eun Seok di Jeongseon. Masalahnya, semua orang akan penasaran bagaimana aku tahu Ji Soo bersamanya.” Jawab Nyonya No.

“Maka kita harus menyebutkan Jo Soon Ok dan mereka akan tahu soal kecelakaan di dekat Area Peristirahatan Yangpyeong.” Ucap CEO No.

“Seharusnya aku bicara jujur waktu itu.” Sesal Nyonya No.


“Kau koma selama dua pekan. Seluruh negeri memperhatikanmu.” Jawab CEO No.

“Lantas bagaimana? Para reporter terus menghubungi.” Tanya Nyonya No.

“Suruh Seketaris Min untuk mencari tahu awal beritanya diterbitkan di mana. Buat mereka menarik beritanya dan meminta maaf.” Jawab CEO No.

“Menurut Ayah Jin Hee melakukannya?” tanya Nyonya No.

“Apa yang akan mereka dapatkan dari hal ini? Ini hinaan terhadap keluarga kita. Akankah Ayah membiarkan mereka?” ucap CEO No.

“Tapi ini hanya pencegahan sementara. Kita tidak bisa menyembunyikan Eun Seok selamanya.” Jawab Nyonya No.


Hyuk bergegas menjemput Ji Soo ke toko roti. Saat mau pergi, Hee datang dan menunjukkan artikel itu pada Ji Soo.


Di rumah kos, Ji Soo terkejut membaca berita itu. Ji An pun menyuruh Ji Soo tetap di rumah kos sampai Do Kyung menghubungi mereka.

“Haruskah kita khawatir meski mereka tidak menyebutkan nama dan alamat Ji Soo?” tanya Hyuk.

“Belum bisa dipastikan. Mungkin mereka tahu dan hanya ingin mendapatkan bukti atau foto.” Jawab Ji An.

“Berarti ayah kita juga dalam bahaya.” Ucap Ji Soo.

“Aku akan segera menghubunginya.” Jawab Ji An.


Tuan Seo yang sedang berjalan-jalan dengan Seok Doo pun dihubungi Ji An. .Namun ternyata, sang ayah belum membaca berita itu. Ji An pun bertanya posisi ayahnya.


Belum tuntas satu masalah, masalah lain pun muncul. Ada artikel baru yang muncul. Tentang seorang reporter yang mencari tahu soal berita orang hilang 25 tahun yang lalu dan menuliskan kecurigaannya di media sosial.

Seketaris Min menyuruh CEO No membaca sendiri, tapi CEO No meminta Seketaris Min yang membacakannya.

Seketaris Min pun mulai membacanya.

"Tulisan Pak Han, seorang reporter dari sebuah koran harian, terkait menghilangnya Choi Eun Seok 25 tahun lalu, mulai menarik perhatian.  Dia bersikeras bahwa kebenarannya direkayasa dan ditutupi oleh keluarga Haesung. Diperkirakan akan ada kekacauan.”

Lebih lanjut, Seketaris Min mengatakan, bahwa di artikel itu ditulis tentang Eun Seok yang tidak menghilang di lokasi kecelakaan. Artikel itu juga menulis penyebab kecelakaan adalah karena Nyonya No yang seenaknya memutar arah mobil. Dan di artikel itu, juga dituliskan bahwa saat itu Nyonya No sedang dalam perjalanan ke Yangpyeong untuk menemui pria lain.

“Ada rekaman suara pengasuh Bu No.” Ucap Seketaris Min.


Jantung CEO No pun kumat lagi.


“Akhirnya, dituliskan bahwa Anda memanipulasi media. Ini adalah berita eksklusif, tapi editor tidak menerbitkannya. Setelah itu, semua media melaporkan perkataan polisi. Bahwa seseorang menculik Eun Seok di lokasi kecelakaan karena berlian pada jepit rambutnya. Seperti itulah beritanya ditutupi.”

Mendengar itu, Nyonya No langsung terduduk lemas.


Di ruangannya, Do Kyung juga sedang membaca artikel itu.

“Ponsel Bu No ditemukan di dalam mobil, dan polisi menemukan bahwa panggilan terakhirnya adalah dengan artis berinisial J, tapi mereka tidak menyelidiki lebih lanjut. J langsung meninggalkan Korea setelah kecelakaan tersebut.”


Do Kyung syok dan langsung menghubungi ibunya tapi sang ibu menyangkal berita itu.


Ji Soo syok membaca berita itu. Ia tidak menyangka, Nyonya No kehilangan dirinya saat hendak berselingkuh. Hyuk pun menenangkan Ji Soo dengan mengatakan bahwa berita itu belum tentu benar.


Tuan Choi yang kini berada di stasiun, akhirnya menyalakan ponselnya. Ia terkejut mendapat banyak pesan dari Nyonya No, Seketaris Min, Do Kyung dan juga Ji Soo.


Tuan Seo yang sudah di tiba di depan rumahnya, dijemput oleh Seketaris Min. Seketaris Min bilang, CEO No ingin bertemu dengan Tuan Seo.


Singkat cerita, CEO No dengan angkuhnya menyuruh Tuan Seo mengatakan pada media bahwa itu perbuatan Tuan Seo.

“Katakan itu perbuatanmu. Katakanlah kau melewati tempat kejadian, menemukan anak itu, dan membawanya karena ketamakanmu. Jika kau melakukan itu, akan kupastikan semua anakmu tidak perlu mencemaskan apa pun seumur hidup mereka.” Ucap CEO No.

“Anda menyuruhku menjadi penculik?” tanya Tuan Seo kaget.

“Kau kehilangan salah satu putri kembarmu. Kau melihat kecelakaan dan memeriksanya. Saat itulah kau melihat Eun Seok menangis sendirian. Kau membawanya untuk menggantikan putrimu yang tewas. Apa bedanya? Di sana atau Jeongseon. Kau memang membawanya.” Jawab CEO No.


“Tidak ada bedanya? Tidak. Perbedaannya besar.” Ucap Tuan Seo.

“Apa itu?” tanya CEO No.

“Anda ingin aku menjadi bedebah yang mengabaikan wanita yang terluka parah sampai koma selama dua pekan. Anda ingin aku menjadi orang tidak tahu malu yang menjual berlian merah muda itu. Alih-alih membawa seorang anak demi mengganti putriku yang tewas, Anda ingin aku bilang bahwa aku dibutakan ketamakanku dan mengabaikan wanita sekarat demi mencuri berlian. Aku ayah dari dua putra dan dua putri. Aku tidak akan melakukan sesuatu yang mempermalukan mereka.” Jawab Tuan Seo.

“Mempermalukan atau membantu mereka, itu terserah kepadamu. Jika tidak menuruti perintahku, aku akan membuat anak-anakmu menderita. Satu lagi. Kau harus memberi tahu polisi bahwa kau menukar putrimu. Maksudku, kau tidak punya pilihan. Kau menipu kami. Tebuslah kesalahanmu.” Ucap CEO No.


“Baiklah. Aku akan menuruti ucapan Anda. Tapi jangan sampai identitasku terungkap.” Jawab Tuan Seo.

“Kau harus mengakui semuanya kepada media.” Suruh CEO No.

“Aku tidak bisa melakukan itu.” Jawab Tuan Seo.

“Kita di titik awal.” Ucap CEO No.

“Tidak. Anda membutuhkanku. Karena semua pemberitaan reporter memang benar. Putri Anda kehilangan putrinya di area peristirahatan saat dia hendak berselingkuh. Dia kecelakaan saat berusaha menemukan putrinya dan siuman dua pekan kemudian. Jadi, Anda tidak bisa bilang dia kehilangan putrinya di area peristirahatan. Itu akan memalukan.” Jawab Tuan Seo.

“Hei, Seo Tae Soo!” marah CEO No.


“ Wanita yang datang mencuri sikat gigi menculik Ji Soo. Lalu Anda tahu cucu Anda yang hilang ada di rumahku. Tapi Anda tidak bisa memberitahukan identitasnya karena Anda memanipulasi media dan menutupinya 25 tahun lalu. Jika kini kebenarannya terungkap, moralitas Haesung akan dipertanyakan. Maka Anda akan dipermalukan.” Jawab Tuan Seo.

“Kudengar dahulu kau pebisnis sukses. Tekadmu masih kuat.” Ucap CEO No.

“Jika Anda terus menyuruhku menyerahkan diri, aku juga akan menguak kebenarannya.” Ancam Tuan Seo.

“Silakan kalau begitu. Mari kita ungkap bersama.” Jawab CEO No.


Tuan Choi ke rumah sakit dan bertemu dengan Seketaris Min di depan ruang rawat CEO No.

Dari luar, Tuan Choi mendengar CEO No mengancam seseorang. Seketaris Min memberitahukan, bahwa CEO No sedang bicara dengan Tuan Seo. Tuan Choi marah.


Di dalam, CEO No mengancam akan menghancurkan keluarga Tuan Seo kalau Tuan Seo tidak menuruti perintahnya.

“Aku tidak bisa melakukan itu.” Tolak Tuan Seo.

“Aku akan menghancurkan anak-anakmu. Terutama Seo Ji An!” ancam CEO No.

“Anda bisa menutupi kecurigaan tanpa mengungkap identitasku. Aku akan bilang kepada polisi sesuai perintah Anda. Tapi Anda harus menutupi informasi pribadiku. Kumohon. Jangan sampai anak-anakku menjadi anak seorang kriminalis.” Jawab Tuan Seo.

Tuan Seo bahkan sampai berlutut, memohon pada CEO No agar tidak menyentuh keluarganya. Tapi CEO No tidak peduli.


Sementara itu, artikel lain muncul. Nyonya Yang, Ji An, Ji Tae, Ji Ho dan Soo A terkejut membaca artikel itu. Artikel itu berisi tentang Ji An dan Ji Soo yang ditukar.

No comments:

Post a Comment