Tuesday, January 28, 2020

Selection : The War Between Women Ep 12 Part 1

Sebelumnya...


Kyung marah. Ia tanya, kenapa Eun Bo tidak memintanya untuk percaya.

Kyung : Setidaknya minta aku untuk percaya sekali saja.

Eun Bo : Bagaimana aku bisa melakukan itu? Itu hanya akan membuatmu lebih menderita.

Kyung : Tapi bagaimana kalau aku masih mau mencoba mempercayaimu?

Eun Bo : Kalau saja itu mungkin, aku akan... hanya mencintaimu untuk sisa hidupku.


Mendengar itu, Kyung pun langsung mencium Eun Bo.

Young Ji lewat dan terkejut melihat mereka berciuman.


Young Ji lantas kembali ke kamarnya.

Ia melarang Byul mengikutinya.

Byul : Mama....

Byul pun menurut dan bergegas menutup pintu.


Young Ji berjalan menuju singgasananya dengan langkah gontai.

Ia kemudian jatuh terduduk.

Ia terpukul karena Kyung mencium Eun Bo.


Kyung menanyakan nama asli Eun Bo.

Eun Bo : Namaku, Eun Bo. Kang Eun Bo.

Kyung : Kang Eun Bo. Sangat sulit untuk akhirnya mendengar nama itu. Eun Bo-ya.

Eun Bo terharu Kyung memanggil namanya.

Kyung : Aku tidak akan kehilanganmu. Aku akan menjagamu di sisiku. Berjanjilah padaku satu hal. Berjanjilah padaku bahwa kau akan selalu seperti itu, menjadi Kang Eun Bo, setidaknya di depanku.

Eun Bo : Ya, Yang Mulia. Aku akan melakukan itu.


Kyung lantas memberitahu Eun Bo, bahwa ia sudah tahu dimana Nyonya Han tinggal.

Kyung : Aku mengirim Han Mo kesana.

Eun Bo : Benarkah itu? Ibuku baik-baik saja, bukan?


Kyung memeluk Eun Bo.

Kyung : Jangan khawatir. Itu akan baik-baik saja.

Eun Bo tersenyum.


Han Mo menjemput Nyonya Han di kuil.

Nyonya Han mengenali Han Mo sebagai petugas yang menolongnya dan Yeon saat mereka disekap Gae Pyeong.

Han Mo berkata, ia datang atas perintah Raja.

Han Mo : Mungkin berbahaya jika anda tinggal di sini. Anda harus menemukan tempat tinggal yang berbeda.

Nyonya Han bingung, kenapa tiba-tiba?

Nyonya Han lalu menanyakan Ja Yong.

Han Mo berkata, Ja Yong sendiri yang memberitahu Raja keberadaan Nyonya Han.


Ja Yong membakar buku Teori Pencerahan di halaman rumahnya.


Ia lalu berdiri, mendongak, menatap langit sebentar, sebelum akhirnya menatap kobaran api yang membakar buku Yi Soo.

Ja Yong : Aku tidak menyesal. Tapi, untuk apa yang aku lakukan padamu dan putrimu, aku akan segera meminta maaf kepadamu.


Jae Hwa yang sedang dalam pelarian bersama komplotannya, memutuskan untuk kembali.

"Aku tidak bisa meninggalkan Yang Mulia Baek Ja Yong seperti ini." ucapnya, lalu mengajak seorang rekannya untuk ikut dengannya dan yang lain, ia suruh langsung ke dermaga.


Eun Bo berdiri di depan rumahnya dan mengingat saat Kyung memanggil namanya.

Ya, Eun Bo bahagia.


Yeo Wool kemudian datang dan memberikan Eun Bo mantel.

Yeo Wool : Mama, anginnya dingin malam ini.

Eun Bo tanya perasaan Yeo Wool apa sudah lebih baik sekarang.

Yeo Wool : Iya. Saya pelayan anda sekarang, apakah saya hidup atau mati, anda menerima saya alih-alih meninggalkan saya. Saya sangat berterima kasih untuk itu.

Eun Bo : Mari kita berterima kasih kepada Yang Mulia alih-alih berterima kasih padaku. Aku membuatnya terlalu menderita. Aku tak tahu malu mengatakan ini, tapi aku akan menebusnya dengan berada di sisinya.


Eun Bo lalu memegang tangan Yeo Wool.

Eun Bo : Yeo Wool, kau juga harus tetap disisiku.


Byul ke kamar Young Ji, membawa beberapa hadiah.

Byul : Mama, kunjungan suami istri telah dijadwalkan ulang. Ini dari ayahmu. Ini adalah kantong pouch berbahan bagus. Dia mengatakan kepada saya untuk memberikan ini kepada anda untuk kunjungan suami istri.

Byul menunjukkan kantong pouch itu.


Young Ji : Buang.

Byul : Mama.


Young Ji merampas kantong itu dan membuangnya ke lantai.

Young Ji marah, apa gunanya semua ini! Dia jelas tidak akan datang. Dia bahkan tidak menatapku. Dia memperlakukanku dengan sangat dingin, tapi dia menemui Selir Hong sepanjang waktu. Apa hebatnya wanita itu. Apa!

Young Ji teriak.

Byul : Mama, anda baik-baik saja? Harap tenang, Mama!

Young Ji terus berteriak.


Jae Hwa melihat banyak penjaga di depan kediaman Ja Yong.


Eunuch mengikuti Kyung yg hendak ke suatu tempat.

Eunuch tanya, Kyung mau kemana.

Ternyata Kyung mau ke rumah Eun Bo.

Kyung : Ada sesuatu yang tidak bisa kutanyakan padanya.

Eunuch : Anda bisa membuatnya datang kepada anda.

Kyung : Itu berarti kau harus menjadi yang lemah.

Eunuch : Mereka mengatakan orang yang lebih cinta adalah yang lemah. Penting untuk bermain game dalam suatu hubungan. Tetapi anda adalah satu-satunya yang putus asa sepanjang waktu.


Kyung : Apa yang diketahui seorang kasim? Dengarkan dirimu sendiri.

Eunuch : Yang Mulia, itu adalah prasangka yang kuat. Ketika aku berusia sekitar lima tahun, aku bertemu cinta pertamaku dan menjadi pusat rumor yang tak terhitung jumlahnya sebelum menjadi kasim...


Kyung tertawa heran, lalu beranjak pergi.

Eunuch : Yang Mulia, aku mengatakan yang sebenarnya!


Eun Bo yang hendak kembali ke kamarnya, melihat Kyung datang.

Eun Bo bergegas mendekati Kyung.

Kyung : Apa yang kau lakukan di sini? Apakah kau menungguku secara kebetulan?

Eun Bo tersenyum : Tidak, tapi aku senang melihatmu disini.

Kyung : Kau ingin jalan-jalan?

Eun Bo : Nah, masalahnya adalah ada banyak mata di sekitar kita. Aku merasa agak sadar diri berjalan di sisimu.

Kyung : Apakah karena Ratu?

Eun Bo : Tidak semuanya. Aku hanya merasa...


Eun Bo lalu mengubah topic pembicaraan.

Eun Bo : Apakah ada sesuatu yang ingin kau sampaikan kepadaku?

Kyung : Eun Ki, dimana tubuh kakakmu?

Eun Bo : Aku menguburkannya di dekat Gunung Choan.

Kyung : Jadi itu alasan aku tidak bisa menemukannya. Aku ingin membuat makam yang layak. Aku pikir karena kau adalah Eun ki, aku mungkin telah mengubah nasibnya. Hatiku berat untuk itu.


Eun Bo : Itu bukan karenamu. Aku yakin berada di atas kapal dan melihat lentera bersamamu pasti dikenang sebagai kenangan indah baginya. Karena kami tidak dapat mengungkapkan bahwa kami kembar, kami harus tetap di dalam rumah sejak kami masih muda.

Kyung : Kau tidak dapat mengungkapkan bahwa kau kembar?

Eun Bo : Selain keluargaku, Yang Mulia Baek Ja Yong adalah satu-satunya yang tahu.


Eun Bo lalu bertanya, apa yang akan terjadi pada Ja Yong.

Kyung tidak menjawab dan hanya menghela nafasnya.


Jae Hwa menyusup ke rumah Ja Yong. Ia berhasil melumpuhkan dua prajurit yang berjaga di depan gerbang.


Di dalam, Ja Yong sudah mempersiapkan kain untuk gantung diri.


Jae Hwa masuk dan kaget melihat yang akan dilakukan Ja Yong.

Ja Yong juga kaget melihat Jae Hwa. Ia turun dari kursinya dan menghampiri Jae Hwa.

Ja Yong : Kenapa kau disini? Kau tidak boleh disini. Kau seharusnya sudah meninggalkan Hanyang!

Jae Hwa : Aku di sini untuk membawamu bersamaku. Aku menyiapkan kuda di dekat sini. Ikutlah denganku...

Ja Yong : Aku akan ditangkap sebelum melakukannya. Itu juga akan menempatkanmu dalam bahaya. Tolong pergi tanpaku.

Jae Hwa tak setuju.

Ja Yong : Aku sudah memutuskan. Sembunyikan dirimu dan rencanakan masa depan. Cepat!


Jae Hwa : Kenapa kau melakukan ini? AKU... aku bukanlah Pangeran hebat seperti yang kau kira. Mengapa kau bertekad untuk mati untukku? Kau menyelamatkanku dari kekerasan yang dilakukan ayahku dan kelaparan saat aku masih kecil tapi aku mengkhianatimu.

Ja Yong : Apa maksudmu?

Jae Hwa : Sebelum pembunuhan itu terjadi selama Chinyoung, aku membuat kesepakatan dengan Jo Heung Gyeon secara diam-diam. Dia datang menemuiku di Jemulpo.

Flashback...


Heung Gyeon menanyai Jae Hwa, apa Jae Hwa ingin menjadi Raja?

Jae Hwa marah, Raja masih hidup dan sehat. Jangan katakan sesuatu seperti itu!

Heung Gyeon : Aku mendengar, dalam waktu dekat, beberapa penyerang tak dikenal akan melakukannya, menyergap Raja dengan senjata. Bukankah kita perlu Raja baru jika itu terjadi?

Jae Hwa kaget, penyergapan? Apakah itu benar?

Flashback end....


Ja Yong kaget mendengarnya.

Jae Hwa : Dia bertanya kepadaku, apakah aku ingin menjadi Raja yang baru. Dan aku menjawab ya.


Dua pasukan menemukan rekan mereka yang menjaga di gerbang depan, sudah tergeletak.

"Kita diserang!"


Jae Hwa menjelaskan, karena ia tergoda tahta, ia membuat kesepakatan dengan seseorang yang menentang tujuan besar mereka.

Jae Hwa : Itulah aku sebenarnya. Aku ingin menjadi Raja untuk membalas dendam pada bangsawan. Aku pengecut dan licik. Aku adalah tipe orang seperti itu.

Ja Yong : Penting untuk menjadi Raja dan merebut kekuasaan. Aku bisa membayangkan bagaimana perasaanmu. Aku bisa mengerti itu. Sejak aku pertama kali bertemu denganmu, aku hanya punya satu Tuan. Karena kau tumbuh sebagai warga negara yang tidak berdaya, aku yakin... kau akan menjadi seorang Raja yang memahami rasa sakit orang lebih baik daripada siapa pun.


Tiba2, mereka mendengar suara penjaga.

"Kita diserang! Cari!"

Rekan Jae Hwa masuk.


Ja Yong menyuruh Jae Hwa pergi. Jae Hwa tak mau pergi tanpa Ja Yong.

Ja Yong : Bawa dia pergi! Cepat!


Jae Hwa pun dibawa lari rekannya.

Dua penjaga melihat mereka, bergegas memburu mereka.


Ja Yong bunuh diri. Sebelum menggantung dirinya, ia berharap Jae Hwa menjadi Raja yang hebat.


Eunuch melaporkan ke Kyung, bahwa penjaga tak berhasil menangkap Jae Hwa yang muncul di kediaman Ja Yong.

Ia juga melaporkan ttg Ja Yong yang sudah tewas bunuh diri.

Eunuch : Baek Ja Yong tidak lain hanyalah seorang pengkhianat yang mencoba merebut tahta. Tolong jangan biarkan orang seperti dia menyusahkan anda.

Kyung : Meskipun metodenya salah, dia memimpikan dunia yang baik. Jika dia memulai dunia seperti itu bersamaku, itu akan baik. Aku merasa memalukan.

Kyung lalu menyuruh Eunuch membebaskan Wal besok dan menyuruh Ki Ho menghadapnya.

Kyung : Dan kita harus menjaga melacak Pangeran. Meski kelompok itu bubar, masih ada sisa-sisa yang tersisa.


Han Mo datang.

Kyung : Bagaimana dengan istri Kang Yi Soo? Apakah dia di Kuil Chunggye?

Han Mo : Iya. Aku membawanya dan membiarkannya tinggal di rumahku untuk saat ini. Apa yang harus aku lakukan?

Kyung : Kerja bagus. Biarkan dia istirahat karena sudah larut malam. Biarkan dia bertemu dengan Selir Hong ketika hari libur.


Eunuch Hwang : Aku sangat lega mendengarnya, dia ada di sana dengan aman.

Kyung : Iya. Syukurlah Baek Ja Yong tidak membohongiku.


Di atas tebing, Jae Hwa meratapi kematian Ja Yong.

Di belakangnya, rekannya berkata, bahwa Ja Yong mempercayai mereka dan berharap mereka meneruskan jalan mereka.


Man Chan yang keluar dari rumahnya bersama Hyung Chan, tanya apa Hyung Chan menyimpan barang itu dengan aman?

Hyung Chan : Ya.

Hyung Chan lalu mengambil barang itu dibalik lengannya.

Hyung Chan : Ini disebut motherwort. Kudengar itu adalah obat yang dihindari wanita saat hamil.

Man Chan : Kerja bagus. Kirim dengan aman ke Selir Hong.


Hong Sik datang. Ia berteriak memanggil ayahnya dengan wajah panic.

Sang ayah langsung memarahinya karena ia tak pulang semalaman.

Man Chan : Apakah kau akan meninggalkan tugasmu sebagai Kepala Biro Inspeksi?


Hong Sik : Ngomong-ngomong soal, Kepala Biro Inspeksi ... Bukan aku, tapi yang sebelumnya, Baek Ja Yong melakukan pengkhianatan dengan Pangeran dan bunuh diri!


Hyung Chan dan Man Chan kaget.

Man Chan : Pengkhianatan?


Tangis Yeo Wool kembali pecah.

Eun Bo juga menangis saat Yeo Wool bilang, Ja Yong tewas bunuh diri.

Eun Bo lantas menghapus tangisnya saat Han Mo datang.


Eun Bo kaget Han Mo datang dengan ibunya.

Nyonya Han kaget melihat Eun Bo.

Han Mo memberitahu Eun Bo, bahwa Kyung lah yang menyuruhnya membawa Nyonya Han kesana.


Eun Bo pun langsung memeluk ibunya. Ia bahagia.


Eun Bo : Kau baik-baik saja? Tidak terluka sama sekali?

Nyonya Han mengangguk, lalu memegang wajah putrinya dan tersenyum.


Nyonya Han kaget saat Eun Bo cerita, bahwa Kyung mengira dirinya Eun Ki.

Eun Bo : Kenapa kau begitu terkejut.

Nyonya Han : Apa yang terjadi? Kau menjadi selir menggunakan nama Nona Hong Yeon?

Eun Bo : Ibu, tolong percaya padaku dan tunggu sebentar. Aku akan segera membersihkan nama ayah dan kakak.


Nyonya Han : Apa yang sedang coba kau lakukan? Eun Bo-ya, aku senang aku menemukanmu. Jika kau menempatkan dirimu dalam bahaya, aku tidak akan bisa hidup.

Eun Bo : Jangan khawatir. Yang Mulia ada disana untuk melindungiku.  Sebagai gantinya aku ingin membantu dia juga.

Bersambung ke part 2....

2 comments: