Skip to main content

Again My Life Eps 3 Part 2

All Content From SBS, Viu dan nodrakor
Penulis : Catatan-Iza
Sinopsis Lengkap : Again My Life
Sebelumnya : Again My Life Eps 3 Part 1
Selanjutnya : Again My Life Eps 3 Part 2

Foto SBS
Foto SBS

Profesor Min tengah menjelaskan tentang hak paten.

Profesor Min : X memiliki hak teknologi yang dipatenkan bernama A, tapi Y menggunakan teknologi tanpa izin X guna memproduksi produk dan menjualnya. Tindakan hukum apa yang bisa diambil X? Sebutkan semua yang kalian tahu.

Profesor Min meminta Hee Woo menjawabnya.

Hee Woo : Jika X menganggapnya sebagai kasus perdata, X bisa mengklaim kompensasi kerugian berdasarkan pasal 750 Hukum Perdata dan Pasal 128 UU Paten. X juga bisa mengajukan klaim perdata berdasarkan Pasal 126 UU Paten, "Hak untuk Menuntut Pelanggaran", dan Pasal 131, "Pemulihan Reputasi Paten", atau mengklaim kompensasi karena dapat keuntungan secara tidak adil oleh pelanggar berdasarkan Pasal 741 Hukum Perdata. X juga bisa mengejar kasus pidana terhadap Y atas pelanggaran paten atau pelanggaran hak penggunaan eksklusif X.

Profesir Min memuji Hee Woo, kau terdengar seperti profesional.

Hee Woo tersenyum dan melakukan tos dengan kedua temannya yang duduk di depannya.

Foto SBS

Kelas pun berakhir.

Min Soo mendekati Hee Woo. Dia mau mengajak Hee Woo makan di restoran gurita kuning, tapi Hee Woo nya keburu kabur.

Min Soo : Kau mau ke toilet? Dia cepat.

Foto SBS

Ternyata Hee Woo buru-buru karena mau ke pengadilan lelang.

Lelang lagi dan lagi dimenangkan oleh Pak Woo.

Hee Woo heran dan bertanya-tanya sendiri.

Hee Woo : Ada tiga apartemen tangga. Dia juga melakukan ini sebelumnya. Pasar sedang buruk belakangan ini. Kenapa dia melakukan ini? Satu-satunya cara untuk tahu itu perika dan lihat apa yang terjadi.

Foto SBS

Hee Woo pun mulai mencari tahu apartemen yang dimenangkan Pak Woo. Dia mendatangi apartemen itu satu per satu dan heran sendiri.

Hee Woo : Semua apartemen tangga yang dia beli sebenarnya apartemen bawah tanah? Kenapa?

Foto SBS

Hee Woo terus memeriksa.

Hee Woo : Tidak ada yang istimewa tentang area ini. Kenapa dia membeli propertinya? Apa yang berbeda dari area ini? Aku sungguh tidak tahu.

Foto SBS

Hari berikutnya, begitu lelang selesai, Hee Woo mengejar Pak Woo keluar.

Hee Woo : Aku mahasiswa yang mempelajari pengadilan lelang. Aku Kim Hee Woo. Aku kuliah hukum di Universitas Hankuk.

Pak Woo : Jadi, kau akan menjadi hakim atau jaksa. Ada yang bisa kubantu?

Hee Woo : Aku ingin menghasilkan uang. Aku memeriksa properti yang anda beli pekan lalu. Semuanya apartemen basemen, yang nilainya tidak akan naik. Bahkan jika anda menyewakannya, itu tidak akan menguntungkan. Kenapa anda menawar properti seperti itu? Aku sudah berpikir keras, tapi tidak bisa mengetahuinya.

Pak Woo : Maka kau tidak akan pernah mendapatkan uang sungguhan. Lagi pula, aku tidak punya alasan untuk memberi tahu rahasia dagangku.

Hee Woo : Pak, setidaknya beri aku petunjuk.

Pak Woo : Apa aku mengajukan pertanyaan? Kenapa aku harus memberimu petunjuk? Lihat petanya.

Hee Woo : Peta?

Foto SBS
Foto SBS

Malamnya, Hee Woo langsung melihat peta di seputaran apartemen yang dimenangkan Pak Woo.

Hee Woo : Mereka semua ada di distrik yang sama di Seoul. Selain itu, mereka tidak punya kesamaan. Apa alasannya?

Tapi kemudian Hee Woo menyadari sesuatu.

Hee Woo : Tunggu. Mereka semua di lokasi...

Foto SBS
Foto SBS

Besoknya Hee Woo kembali mendatangi Pak Woo.

Hee Woo : Pembangunan kembali. Itu jawabannya. Area ini berpotensi untuk dibangun kembali dan menjadi lingkungan yang naik daun berikutnya. Satu-satunya tanah di Seoul yang belum melonjak nilainya. Selain itu, semuanya apartemen basemen. Harganya murah, jadi, anda bisa menuai hasil yang tinggi.

Pak Woo : Ya, sangat sederhana. Kau seharusnya tahu itu.

Hee Woo : Pak, aku butuh bantuan anda. Tolong ajari aku.

Pak Woo : Aku tidak tertarik mengajari siapa pun.

Hee Woo : Kalau begitu, izinkan aku untuk mengamati pekerjaan anda. Biarkan aku melihat dan belajar. Kumohon, Pak.

Pak Woo : Kau tahu apa artinya berinvestasi dalam real estat? Dimulai dengan sebidang tanah, kau bangun gedung dan tanam pohon untuk meningkatkan nilainya. Itu keserakahan.

Hee Woo : Keserakahan?

Pak Woo : Apa yang terjadi saat serakah? Kau kehilangan dirimu. Ingat kata-kataku.

Foto SBS

Hee Woo teringat kata-kata si mbak malaikat.

Hee Woo : Kau tidak bisa menangkap iblis kecuali kau menjadi monster yang lebih buruk.

Foto SBS

Hee Woo bertanya lagi bagaimana kita bisa sukses tanpa keserakahan.

Hee Woo : Tanpa kesuksesan, kau tidak bisa berkontribusi kepada masyarakat. Kita bisa belajar menjinakkan keserakahan untuk tujuan baik.

Pak Woo : Itu hampir mustahil.

Hee Woo : Pak, tatap mataku. Kau punya mata yang tajam, jadi, aku yakin kau pandai menilai karakter. Bagaimana menurutmu? Kau tahu aku orang yang sangat baik, bukan? Aku yakin kau langsung tahu bahwa aku pria yang berbudi.

Pak Woo : Apa kau gila? Kau mengejekku sambil bersikap sopan kepadaku. Baiklah. Kalau begitu, aku akan mengujimu.

Foto SBS

Pak Woo membawa Hee Woo ke salah satu apartemen yang sudah menjadi miliknya.

Lalu dia memberikan surat perintah pengusiran kepada Hee Woo.

Pak Woo : Setengah jam sudah cukup, bukan? Serahkan surat pengusiran dan keluarlah.

Hee Woo : Surat pengusiran? Maksudnya, mengusir penyewa yang kini menempati properti ini?

Pak Woo : Benar. Penyewa harus pindah dalam sebulan dengan biaya minimum. Jika kau bisa menyelesaikannya dalam setengah jam, aku akan menganggapmu rekan setimku.

Bersambung ke part 3....

Comments

Popular posts from this blog

I Have a Lover Ep 50

Sebelumnya.... “Aku rasa aku jatuh cinta lagi padamu.” Ucap Jin Eon begitu Hae Gang menghampirinya. “Aku sudah tahu.” jawab Hae Gang. “Berikan tasmu.” Pinta Jin Eon. “Tidak mau, tas melambangkan harga diri seorang wanita.” Jawab Hae Gang. “Berikan padaku. Tas wanitaku melambangkan harga diriku.” ucap Jin Eon. Hae Gang pun tersenyum, lalu memberikan tas alias keranjangnya yang berisi peralatan mandi pada Jin Eon. Jin Eon kemudian menyuruh Hae Gang menggandeng lengannya. Hae Gang pun menggandeng lengan Jin Eon, dan selanjutnya keduanya beranjak pergi menuju sauna dengan senyum terkembang. “Kau akan memakai itu?” tanya Hae Gang saat melihat Jin Eon sedang memilih2 baju sauna. “Aku pernah memakainya dulu.” Jawab Jin Eon. “Tak bisa kubayangkan…” dan Hae Gang pun tersenyum geli, “… tapi entah bagaimana tampaknya akan lucu.” “Awas ya kalau kau jatuh cinta padaku.” Ucap Jin Eon.   Ajumma penjaga sauna kemudian memberitahu bahwa Jin Eon...

I Have a Lover Ep 29 Part 2

Sebelumnya... Seok sedang galau di kamar yang dulu ditempati Hae Gang. Tak lama kemudian, sang ayah datang. Seok mengaku bahwa mungkin dia harus keluar dari rumah untuk sementara waktu karena ia tidak bisa mengendalikan dirinya. “Berusaha melupakan dengan putus asa akan membuatmu bertambah putus asa. Tidak bisakah putus asamu berkurang sedikit?” tanya sang ayah. “Aku punya penyesalan. Aku menyesal dan itu membuatku gila. Aku seharusnya menikahinya saat kau menyuruhku tahun lalu. Maka dengan begitu, dia akan berada di sampingku selamanya. Setidaknya, aku bisa mengatakan padanya untuk tinggal, untuk memohon padanya untuk tinggal. Aku rasa aku tidak bisa melepaskannya. Aku rasa tidak bisa membiarkan itu terjadi. Aku rasa aku tidak akan pernah bisa melepaskannya.” Jawab Seok. “Hanya kau menahan seseorang, hanya karena kau menyukainya, itu hanya akan membuat tanganmu sakit.   Tanpa bisa merasakan kehangatan, kau akan berteriak kesakitan. Itu sebabnya cinta bertepuk sebelah ...

I Have a Lover Ep 17 Part 2

Sebelumnya <<< Hae Gang di rumah sakit, menunggui Moon Tae Joon yang sedang di operasi. Wajahnya tampak cemas. Tak lama kemudian, Jin Eon datang. Dua staf keamanan Jin Eon yang sudah duluan tiba di sana, langsung menemui Jin Eon begitu Jin Eon datang. "Bagaimana dengan Moon Tae Joon?" tanya Jin Eon. "Dia sedang di operasi." jawab salah satu staf keamanan Jin Eon. "Lalu Do Hae... ah, maksudku Nona Dokgo Yong Gi?" tanya Jin Eon. "Dia menunggu di depan ruang operasi." jawab staf keamanan itu lagi. "Kau sudah mendapatkan nomor platnya?" tanya Jin Eon. "Sudah." Staf keamanan Jin Eon pun memberikan nomor plat kendaraan yang menabrak Tae Joon pada Jin Eon. Jin Eon menatap nomor plat itu dengan wajah cemas. Ia lalu menyusul Hae Gang ke ruang operasi. Keluarga Moon Tae Joon menyalahkan Hae Gang atas kecelakaan yang menimpa Tae Joon. Kakak Tae Joon berkata, jika saja Tae Joon mendengarkannya untuk m...