Minggu, 16 Oktober 2016

Fantastic Ep 12 Part 2

Sebelumnya...


Hae Sung yang baru pulang diminta tidak berisik oleh Mi Sun. Mi Sun berkata kalau So Hye baru saja tidur setelah bekerja sepanjang hari. Mi Sun kemudian memberitahu Hae Sung bahwa Seol sedang berada di luar untuk mengurus beberapa hal sekalian mengejuk sang ibu dan akan kembali besok. Setelah itu, Mi Sun pamit pergi. Hae Sung berterima kasih atas bantuan Mi Sun dan meminta Mi Sun menyampaikan salamnya pada Pil Ho.


Hae Sung menatap So Hye yang tertidur pulas di sofa. Tak lama kemudian, Hae Sung beranjak ke kamarnya. Namun baru sebentar berada di kamar, Hae Sung bergegas keluar karena mendengar suara.


So Hye tampak membereskan berkasnya yang berserak di lantai. Hae Sung mendekati So Hye, tapi So Hye cuek dan bergegas pergi. Hae Sung menahan So Hye, tapi So Hye malah marah dan berkata kalau ia tidak punya perasaan apapun pada Hae Sung. So Hye juga menegaskan bahwa dirinya sudah memiliki seorang kekasih. So Hye beranjak pergi. Hae Sung mengikuti So Hye.


Di tepi jalan, So Hye terkejut melihat poster Hae Sung yang lagi memegang botol parfum yang dipajang di depan sebuah toko. So Hye kesal. Dia mengumpat kasar, mengatakan Hae Sung si bodoh. Hae Sung yang sejak tadi berdiri di belakang So Hye pun langsung mendekati So Hye.

“Penulis Lee, apa yang kau katakan!” protes Hae Sung.

“Aku bilang ‘Si Bodoh’! jawab So Hye.

“Kenapa kau memanggilku begitu?” tanya Hae Sung.

“Kau tahu lebih baik daripada orang lain.” Jawab So Hye.


So Hye lalu ingin tahu kenapa Hae Sung mengikutinya. Hae Sung pun berkata kalau ia akan selalu berada di dekat So Hye. So Hye menyuruh Hae Sung pergi, tapi Hae Sung ingin mengantar So Hye. Hae Sung mengaku kalau mereka memiliki tujuan yang sama. So Hye ingin tahu kemana Hae Sung mau pergi. Hae Sung bilang ia mau pergi ke tempat yang dituju So Hye. So Hye langsung menatapnya galak, kemudian beranjak pergi.




So Hye kembali ke studionya. Tapi ia heran karena tidak bisa membuka kunci pintunya. Ia yakin dirinya tidak salah memasukkan password. So Hye memeriksa tasnya, tapi ia tidak bisa menemukan key card nya di sana. Hae Sung yang menatap So Hye dari kejauhan tak bisa membendung kesedihannya.


So Hye menatap Hae Sung. Hae Sung tersenyum. So Hye kesal. Tak lama kemudian, ingatan So Hye kembali. So Hye syok mendapati dirinya berada di depan studionya. Hae Sung tersenyum, ia lantas mendekati So Hye.

“Apa aku melakukannya lagi? Apa aku kehilangan pikiranku lagi?” tanya So Hye sedih.

“Ingatanmu kembali lebih cepat dari sebelumnya.”  Jawab Hae Sung.

So Hye menangis dan beranjak pergi…


Hae Sung menyusul So Hye. So Hye semakin mempercepat langkahnya. Hae Sung berhasil mengejar So Hye. Hae Sung mengajak So Hye berkencan. Tapi So Hye ingin kembali ke rumah. So Hye cemas, ia takut kalau dirinya melakukan hal yang aneh lagi. Hae Sung berkata, kalau So Hye tidak perlu cemas karena berada disampingnya.

“Kau tidak tahu perasaanku. Itu sangat menakutkan dan mengerikan.” Ucap So Hye.

“Aku tahu seperti apa rasanya. Aku mencoba untuk berani mengatakan ini kepadamu. Seharusnya aku mengatakannya lebih awal. Aku tidak bisa menundanya lebih lama lagi.” Jawab Hae Sung.


So Hye dan Hae Sung kini duduk di taman. So Hye ingin tahu apa yang mau Hae Sung katakan. Hae Sung berkata, ini seperti sebuah pengakuan. Alasan kenapa ia meninggalkan So Hye. Alasan kenapa ia memilih CEO Choi. So Hye terdiam.

“Kau tahu kan aku datang dari Amerika?” tanya Hae Sung. So Hye mengangguk.

“Saat aku masih kecil, aku diadopsi orang Amerika. Ibuku orang Korea. Meskipun ayahku sangat keras, mereka adalah orang2 baik. Tapi dalam waktu kurang dari dua tahun, mereka memiliki bayi. Sudah jelas apa yang akan terjadi setelahnya. Aku kehilangan perhatian mereka. Jadi aku membuat beberapa masalah ketika aku remaja. Anak2 yang lebih tua di lingkungan kami, mereka bilang aku bisa mendapatkan uang dari mereka, jadi aku duduk di kursi pengemudi. Ada obat2an terlarang di mobil itu.” ucap Hae Sung.

So Hye terkejut.


“Karena itu, aku dicampakkan dan dikirim kembali ke Korea. Aku berterima kasih pada mereka, karena mereka membuat diriku bertemu lagi denganmu.” Ucap Hae Sung.

“Dan CEO Choi mengetahui hal ini? Dia menggunakan kesempatan ini untuk membuatmu berada di dekatnya.” Jawab So Hye.

“CEO Choi menemukan nenekku. Dia menolongku. Itulah kenapa aku tidak muncul di dramamu. Aku tidak punya pilihan. Dia masih mengancam akan membeberkan semua ini kalau aku tidak memperpanjang kontrak dengannya.” Ucap Hae Sung.

“Maafkan aku. Kau sudah berusaha menjelaskannya padaku, tapi aku tidak mau mendengarmu.” Sesal So Hye.

“Kalau aku jadi kau, aku juga akan melakukan hal yang sama.” Ucap Hae Sung.


Hae Sung lalu memberitahu So Hye kalau kontraknya dengan Jin Sook berakhir hari ini. So Hye senang mendengarnya. Hae Sung berkata bahwa setelah itu ia akan bekerja sendirian. Ia berjanji akan memberitahu So Hye rencananya nanti setelah rencananya matang. So Hye tersenyum senang.




So Hye mengajak Hae Sung makan daging panggang. So Hye berkata, kalau ia akan makan dengan baik supaya bisa menjadi lebih baik. So Hye juga berkata, ia harus sehat supaya bisa menjadi wali sah Hae Sung. Hae Sung terkejut.

“Apa aku salah?” tanya So Hye enteng.
 
So Hye lantas menyuapi Hae Sung sepotong daging dan mengajak Hae Sung menikah. Hae Sung terkejut.

“Kita daftarkan pernikahan nanti saja. Bikin pesta yang sederhana untuk teman2.” Ucap So Hye lagi.




Hae Sung tersipu malu awalnya, tapi kemudian ia sok jual mahal.

“Kau mencoba melamarkanku lewat daging?” tanya Hae Sung.

So Hye mengangguk dan kembali menyuapi Hae Sung sepotong daging. Tapi Hae Sung menolaknya. Hae Sung berkata, lamarannya tidak memuaskan. So Hye pun mengambil selada, lalu menaruh daging bermacam sayuran di atas seleda dan menyuapi Hae Sung serta mengajak Hae Sung menikah. Hae Sung tetap menolak. Ia mengaku tidak mau menikah. Wajah So Hye langsung berubah sedih. Melihat wajah sedih So Hye, Hae Sung pun setuju menikah dengan So Hye. So Hye pun tersenyum senang.




So Hye menemui Joon Gi di rumah kaca. So Hye berkata, saat Hae Sung berkata ingin menjadi walinya, ia berpikir bahwa ia hanya akan menjadi beban untuk Hae Sung, tapi ia mencoba memikirkan hal yang sama dengan yang dipikirkan Hae Sung. So Hye mengaku ingin membuat Hae Sung merasa nyaman meskipun ia berada dalam kondisi yang sakit dan buruk, tapi kemudian ia menyadari apa yang membuat Hae Sung mengatakan hal itu.

Joon Gi tersenyum dan mengaku bahwa ia iri pada So Hye dan Hae Sung.

“Aku menjadi berani setelah aku mengalami delirium. Aku merasa tenang setelah membiarkan seseorang melihat sisi burukku.” Ucap So Hye lagi.


“Ini rahasia. Aku juga mengalami delirium setelah operasi.” Jawab Joon Gi.

“Kau juga?” tanya So Hye terkejut.

“Kau tahu apa yang kulakukan? Aku bertingkah seperti Batman dan berlari di sekitar rumah sakit dengan pakaian dalamku.” Jawab Joon Gi.

Joon Gi lantas membentuk topeng batman dengan tangannya dan berseru, BATMAN!!

“Kau membual?” tanya So Hye.


“Itu benar. Saat pertama kali mengalaminya, aku merasa malu. Tapi apa yang salah dengan itu? Orang2 yang sehat bisa membuat kesalahan. Kau berjuang melawan kankermu. Kau bisa membuat banyak kesalahan. Tapi aku memiliki penyesalan. Aku harus menemukan orang yang tidak kusukai dan meninju wajahnya.” jawab Joon Gi.

“Itu benar. Aku harus melakukan itu juga.” ucap So Hye.

Keduanya lantas tertawa…..

“Itu akan kembali. Tidak peduli delirium atau sesuatu yang buruk, jangan berkecil hati seperti sebelumnya dan hadapi semua itu. Makanlah dengan baik dan bersemangatlah.” Ucap Joon Gi.

Joon Gi kemudian mengangkat cangkirnya tinggi2 dan mengajak So Hye cheers.


Jin Sook ketemuan dengan Mi Do di sebuah kafe. Mi Do penasaran apa yang membuat Jin Sook mengajaknya bertemu. Apa Jin Sook ingin melakukan perjalanan ke Yeouido?? Jin Sook mengaku ada sesuatu yang ingin diketahuinya.

“Ceritamu dengan Pengacara Choi kami, itu tidak benar kan?” tanya Jin Sook.

“Kalau itu benar, apa bedanya? Oh, akan ada perbedaan. Pengacara Choi tidak akan bisa menjalani pemilihan.” Jawab Mi Do.

“Maksudku bukan begitu.” ucap Jin Sook panik.


“Aku sangat terkejut dengan sikapmu dan juga ibumu hari itu. Kau mempercayai kata2 wanita gila itu dan mencampakkanku seperti sampah.” Jawab Mi Do.

“Itu tidak benar. Kami juga terkejut.” Ucap Jin Sook.

“Aku memikirkan hal itu. Kupikir keluargamu pintar, tapi aku salah. Kepercayaan dan loyalitas adalah jalur hidup di bidang politik. Tapi kalian tidak memiliki sifat2 itu. Aku masih belum membuat keputusan. Haruskah aku tetap mendukung Pengacara Choi di jalan ini?” jawab Mi Do.

“Kau pasti merasa sangat kecewa pada kami, kan? Tolong lupakan soal itu. Kami membuat kesalahan besar.” Ucap Jin Sook.


“Haruskah kita minum bersama?” tanya Mi Do.

“Kedengarannya menarik. Aku akan membelikanmu sesuatu yang enak.” Jawab Jin Sook.

“Diamond Wine itu. Aku menyukainya.” Ucap Mi Do.

“Kita akan minum itu lagi.” Jawab Jin Sook terpaksa.


Seketaris Jin Tae memberikan surat titipan Sang Wook pada Jin Tae begitu Jin Tae kembali ke kantor. Jin Tae pun terkejut menyadari itu surat pengunduran diri Sang Wook. Jin Tae bergegas ke ruangannya dan membaca surat itu.

Saya akan akan membiarkan anda tahu kenapa saya mengundurkan diri dari posisi saya. Sebagai seorang pengacara yang berjuang untuk yang lemah, sekarang saya tahu sisi buruk dari Pengacara Choi. Aku membatalkan kontrak yang kubuat dengan kantormu. Tentang biaya penandatanganan kontrak yang kuterima di muka, aku akan mengembalikannya padamu dengan menambahkan bunganya 5 persen.


Jin Tae syok membaca surat Sang Wook. Tak lama kemudian, Jin Sook datang dan langsung memukuli Jin Tae dengan tasnya. Jin Tae protes. Jin Sook melarang Jin Tae meneruskan kerja sama dengan Mi Do.

“Kenapa? Kau bertemu dengannya? Apa yang dia katakan?” tanya Jin Tae.

“Kau tahu wanita macam apa dia? Hentikan itu sebelum ibu mengetahuinya.” Jawab Jin Sook.

“Baiklah.” Ucap Jin Tae.


“Kau sudah bertemu dengan penyihir itu? Apa katanya?” tanya Jin Sook.

“Dia tidak mau mendengarkanku. Kurasa dia memiliki pria lain.” Jawab Jin Tae.

Jin Sook terkejut, Apa??

“Kalau itu benar, aku tidak akan melepaskannya. Akan kubuat dia menderita.” Ucap Jin Tae.

Bersambung ke part 3

1 komentar:

  1. akhirnya setelah sekian lama menunggu part 2 nya rilis jg. hehee.. mksih ya.. semangat nulis part 3 nya karna sangat sangat ditggu. hehee..

    BalasHapus