Babel Ep 4 Part 3

Sebelumnya...


Nyonya Shin kesal lantaran Jung Won pergi meninggalkan rumah.

Yoo Ra berkata, itu karena Jung Won tak nyaman tinggal bersama mereka.

"Apa maksudmu? Maksudmu dia pergi karena Soo Ho pelakunya? Kau percaya kakakmu pelakunya?"

"Eomma!"

Yoo Ra menghela nafas.


Yoo Ra lalu berkata, bahwa mereka harus bisa membuktikan bahwa bukti yang dimiliki jaksa tidak ada kaitannya dengan pembunuhan.

Nyonya Shin marah, bukti apa! Kenapa kau berbicara soal bukti seperti Cha Woo Hyuk!

Yoo Ra : Dia jaksa! Dia hanya menjalankan tugas.

Nyonya Shin : Sadarlah Tae Yoo Ra. Cha Woo Hyuk hanya anjing pemburu untuk melindungi keluarga kita. Saat ini, dia menjadi anjing liar yang gila karena lepas dari kekangan.

Yoo Ra : Aku tidak pernah menganggapnya seperti itu.

Yoo Ra lalu beranjak pergi dengan wajah kesal.


Young Eun makan bersama Nyonya Shin. Mereka tidak saling bicara dan terlihat tegang satu sama lain.


Hyeong Cheol memasukkan sejumlah uang ke dalam beberapa koper.

Hyeong Cheol dan orang-orangnya membawa koper2 berisi uang itu ke suatu tempat.


Manajer Oh memberitahu Woo Hyuk kalau penerbitan surat perintah penangapan ditolak. Woo Hyuk tidak kaget sama sekali karena ia sudah menduga itu sebelumnya.

Manajer Oh lantas bertanya, bisakah Woo Hyuk mengalahkan Geosan. Woo Hyuk berkata, mereka akan temukan caranya, bersama.

Soo Ho akhirnya dilepaskan, tapi sebelum pergi ia sempat bertemu dengan Woo Hyuk dan menertawakannya. Tapi Woo Hyuk tidak terpancing. Ia tetap tenang dan memilih pergi ketimbang meladeni Soo Ho.


Diluar, wartawan sudah menunggu termasuk Jae Il. Pengacara berkata, posisi resmi Soo Ho akan diumumkan Geosan nanti.

Soo Ho berakting. Ia menangis dan mengaku tidak membunuh Min Ho. Ia bilang, ia sangat menyayangi Min Ho lebih dari apapun.

Soo Ho pura-pura jatuh, sampai harus dipapah masuk ke mobil.


Di mobil, Soo Ho masih menangis.

Tak lama kemudian, ia meminta sesuatu pada pengacaranya.

Pengacara : Media masih mengikuti kita.

Soo Ho : Berikan padaku, brengsek!


Terpaksalah pengacara memberikan apa yang diminta Soo Ho, yaitu obat!

Setelah menggunakan obat itu, Soo Ho tertawa.

Ia lalu menanyakan pendapat pengacaranya soal aktingnya tadi. Sang pengacara diam saja.

"Kau menangis atau tertawa?" tanyanya. Si pengacara tetap diam.

Soo Ho marah dan mencengkram leher si pengacara. Tapi pada akhirnya, ia melepaskannya dan kembali tertawa. Si pengacara menarik nafas lega.


Di kantornya, Woo Hyuk bicara dengan Jae Il. Jae Il berkata, masih belum ada lagi.

Sebuah telepon masuk. Woo Hyuk langsung menyudahi pembicaraannya dengan Jae Il dan menjawab telepon yang ternyata dari Jung Won.


Di rumah, Nyonya Shin menonton wawancara Soo Ho.

Tak lama kemudian, Soo Ho pulang.

Nyonya Shin : Ibu sudah bilang akan membereskan semuanya. Kau selalu membuat semuanya sulit.

Soo Ho : Aku tak bicara apapun.

Nyonya Shin : Ibu sudah bilang Geosan akan menjadi milikmu jika kau diam.

Soo Ho mulai kesal, ia duduk di depan sang ibu dan bertanya apa sang ibu percaya dia membunuh Min Ho.

Nyonya Shin menatap Soo Ho lirih, Soo Ho-ya.


Soo Ho terkejut. Ia berdiri dan berkata, tak bilang apa-apa untuk melindungi ibunya.

Ia lalu berteriak dan bertanya, kenapa dirinya diperlakukan seperti itu.


Young Eun diam-diam mendengarnya.


Woo Hyuk berlari pulang. Sampai di rumah, ia menemukan Jung Won berdiri di hadapannya, sedang menatapnya dengan penuh kerinduan.

Woo Hyuk lantas memeluk Jung Won.


Tak lama kemudian, Woo Hyuk melepas pelukannya dan mencium Jung Won.

Tapi baru berciuman, mereka dikejutkan dengan kedatangan Yoo Ra.

Woo Hyuk membuka pintu. Yoo Ra mengajak Woo Hyuk bicara sebentar.


Yoo Ra lantas melihat sepatu wanita di dalam rumah Woo Hyuk dan langsung pergi turun ke bawah. Ia tak sadar itu sepatu Jung Won.


Woo Hyuk dan Yoo Ra bicara diluar.

Yoo Ra : Akhirnya berakhir dengan baik?

Woo Hyuk : Masih ada yang belum berakhir.

Yoo Ra : Jung Won, kemudian kakakku dan sekarang giliranku.

Woo Hyuk : Pengajuan surat penangkapan ditolak adalah kasus luar biasa. Siapa lagi kalau bukan Geosan.

Yoo Ra : Mungkin saja. Kuakui tapi apa kau akan terus melawan Geosan?

Woo Hyuk : Aku bahkan belum mulai.

Yoo Ra : Meski kau tak bersikap seperti ini, sudah sulit bagiku. Bisakah kau berhenti? Aku tak tahu apa niatmu bersikap seperti ini.

Woo Hyuk : Kau berharap aku bertindak sesuai keinginan Geosan?

Yoo Ra : Woo Hyuk-ah.

Woo Hyuk : Hati-hati di jalan.


Woo Hyuk lantas beranjak pergi. Yoo Ra menatap kepergian Woo Hyuk sambil mengingat sepatu wanita yang dilihatnya tadi. Ia pun kecewa.


Sambil menyetir, Yoo Ra mengingat pertemuan pertamanya dengan Woo Hyuk.

-3 tahun lalu-


Woo Hyuk tertidur sembari menunggu persidangan dimulai. Tak lama kemudian, Yoo Ra datang dan menatap Woo Hyuk remeh.


Persidangan dimulai. Yoo Ra memaparkan pembelaannya.

Yoo Ra : Dalam situasi dimana terus-menerus dipukul suaminya dan tidak ada yang membantu,  terdakwa tak punya pilihan lain selain mengambil keputusan ekstrim. Kejadian ini tak dapat dianggap pembunuhan karena penyimpangan tapi seharusnya pembunuhan itu terjadi karena sistem gagal melindungi rakyat yang lemah.

Woo Hyuk pun mengajukan keberatannya. Hakim menyetujui.

Woo Hyuk : Pengacara, apa ada bukti objektif yang menunjukkan sang suami terus menerus memukul terdakwa?

Yoo Ra : Menurut barang bukti nomor 14, pelaku mengalami cedera yang butuh dua minggu...

Woo Hyuk memotong kata-kata Yoo Ra.

Woo Hyuk : Yang Mulia, pembela menegaskan terdakwa terus menerus dipukul hanya dengan satu laporan medis yang tak pasti penyebabnya.

Yoo Ra : Keberatan.

Tapi hakim menolak.



Woo Hyuk :  Jaksa sangat setuju dengan pembela bahwa negara harus melindungi yang lemah. Namun sebagai anggota profesi hukum, kami khawatir permintaan dibebaskan dari segala tuduhan, hanya berdasarkan laporan medis yang tak dapat membuktikan penyebabnya secara objektif, dapat menjadi penipuan terhadap sistem peradilan yang ketat dan tak memihak. Pembela wajib menunjukkan bukti yang mendukung kebenaran secara rasional.

Hakim : Diterima. Pembela, serahkan bukti objektif yang membuktikan cedera terdakwa.

Yoo Ra langsung menatap Woo Hyuk dengan tatapan kesal.



Di mobilnya, Yoo Ra terlihat kesal. Tak lama kemudian, Woo Hyuk mendatanginya dan menyapanya baik-baik.

Yoo Ra : Kudengar ahli pedang datang ke Kantor Kejaksaan Wilayah Barat. Jatuh dalam sekali tebas.

Woo Hyuk tersenyum dan memberikan sebuah berkas pada Yoo Ra.

Yoo Ra membukanya.

Woo Hyuk : Ini daftar uang yang disetor orang tak dikenal sebelum korban meninggal. Terdakwa dipaksa menjajakan diri oleh suaminya.

Yoo Ra terkejut, ia bertanya-tanya kenapa kliennya tidak memberitahunya.

Woo Hyuk : Mungkin karena anaknya. Terdakwa punya anak yang ditinggal di negara asalnya. Kurasa dia memilih jadi pembunuh daripada kebenarannya terungkap. Terkadang kebenaran lebih kejam dari kebohongan.



Yoo Ra : Kenapa kau beritahu ini padaku. Karena simpati?

Woo Hyuk : Meski sudah meninggal, dosa suaminya tidak akan pernah hilang.

Woo Hyuk beranjak pergi. Yoo Ra menatap kepergian Woo Hyuk sambil tersenyum.

Flashback end...


Woo Hyuk masuk ke kamarnya dan menemukan Jung Won sudah terlelap di kasurnya.

Woo Hyuk lantas berbaring disamping Jung Won. Ia memegang tangan Jung Won dan tersenyum menatapnya.


Paginya, Woo Hyuk terbangun dan mendapati Jung Won masih terlelap.

Ia tersenyum.

Tak lama kemudian, Jung Won bangun.

Woo Hyuk : Tidurmu nyenyak?

Jung Won tersenyum, sudah lama aku tidak tidur senyenyak ini. Kau tidak kerja?

Woo Hyuk : Aku mengundurkan diri. Aku mempertimbangan menjadi petani di pedesaan. Kau mau ikut denganku?

Jung Won tersenyum.

*Coba aja klo ceritanya mereka udah nikah, pasti sweet nya makin nambah. Sy mulai menikmati chemistry mereka. Semoga kiss dan bed scene nya agak dikurangi yaa... kalo banyak2, sy risih liatnya.


Woo Hyuk dan Jung Won dalam perjalanan ke suatu tempat.

Jung Won tampak menikmati perjalanannya bersama Woo Hyuk.

Woo Hyuk menyuruh Jung Won membuka tas yang ada di jok belakang. Jung Won membukanya dan menemukan sebuah kotak makanan dan minuman di dalamnya.

Woo Hyuk : Kau terharu, kan?

Jung Won : Norak.

Jung Won mengupaskan telur rebus untuk Woo Hyuk.

Mereka tampak malu2. Jung Won lalu mengatakan, ia membutuhkan air. Woo Hyuk pun langsung memberikan botol airnya.


Mereka kemudian berhenti di tepi jalan hanya untuk bermain tembak balon.

Jung Won membidik balon sasarannya tapi sayangnya panah yang dia lemparkan tidak mengenai sasarannya.

Woo Hyuk pun memberitahu cara agar Jung Won bisa melempar tepat sasaran. Ia menyuruh Jung Won berbalik.

Jung Won awalnya tidak percaya. Tapi ia mencoba saran Woo Hyuk. Melempar panah dengan memunggungi balonnya.

Jung Won terkejut lemparannya tepat sasaran.

Jung Won, teori apa ini?

Woo Hyuk : Teori daijaenglagu. Nanti kujelaskan.


Jung Won mencobanya lagi. Tapi kali ini, ia langsung berbalik setelah melemparnya dan mendapati si pemilik stan melemparkan balon ke arah panahnya.

Tau lah Jung Won kalau Woo Hyuk membohonginya.

Si pemilik stan tetap memberikan hadiah boneka pada Jung Won. Dan Woo Hyuk membayar si pemilik stan karena sudah membantunya.

Malam harinya, Jung Won dan Woo Hyuk berdoa di kuil.


Setelah itu, mereka berbaring di kamar terpisah, namun bersebelahan.

Jung Won : Kau sudah tidur?

Woo Hyuk : Aniyo.

Jung Won : Tapi tadi, teori daijaenglagu apa yang kau maksud?

Woo Hyuk tertawa, sepertinya kau benar-benar tak tahu.

Jung Won : Apa?

Woo Hyuk : Ucapkan terbalik.


Jung Won : Terbalik? Lagumidaja? Omong kosong?

Woo Hyuk tertawa.

Woo Hyuk lantas berterima kasih karena Jung Won sudah mau menemaninya. Woo Hyuk lalu berkata, kalau ia mau mengenalkan Jung Won pada orang tuanya.

Ternyata yang di kuil tadi, mereka mendoakan orang tua Woo Hyuk.

Jung Won : Apa mereka senang?

Woo Hyuk : Mungkin. Sangat senang.

Mereka lalu mulai tidur.


Paginya, Woo Hyuk dan Jung Won dalam perjalanan kembali ke Seoul.

Dalam perjalanan, Jung Won tertidur.

Woo Hyuk pun menurunkan penyangga cermin, agar Jung Won tak terganggu sinar matahari.

Jung Won terbangun dan minta maaf karena ketiduran. Jung Won lalu bertanya, mereka dimana. Woo Hyuk : Hapjeong-dong.


Jung Won pun minta diturunkan di restoran temannya, Mi Sun. Ia mengaku janjian dengan Mi Sun disana.

Setelah Woo Hyuk pergi, Jung Won pun berjalan ke arah lain.


Woo Hyuk yang sedang menyetir, mendengar bunyi ponsel yang ternyata berasal dari ponsel Jung Won yang ketinggalan. Ia menjawabnya.

"Kami dari dokter kandungan yang menangani Nona Han Jung Won. Dia ada janji hari ini tapi belum datang. Kau walinya?"

"Dimana tempatnya?" tanya Woo Hyuk.


Tak lama kemudian, Woo Hyuk datang ke klinik kandungan dan menanyakan Jung Won. Suster di resepsionis berkata, sekarang Jung Won sudah bersama dokter. Suster menunjukkan kamarnya.

Woo Hyuk melihat ke dalam dan mendapati Jung Won yang sedang di USG. Woo Hyuk terkejut mengetahui Jung Won sedang mengandung.

Bersambung...............

0 Comments:

Post a Comment