Monday, July 11, 2016

Temptation Of An Angel Ep 13 Part 1

Sebelumnya <<<

Mian chingu karena baru melanjutkan sinopsis ini sekarang.... kemaren2 aku sangat sibuk, waktuku banyak tersita diluar,, baru sekarang aku bisa aktif lagi mengurus blogku ini... 



Ah Ran panic saat Presdir Shin menanyainya siapa Rosemary. Ia tidak tahu harus memberikan jawaban apa. Presdir Shin sekali lagi bertanya siapa Rosemary. Ah Ran berbohong, ia mengaku baru kali ini mendengar nama itu. Presdir Shin lantas mengubah pertanyaannya. Ia bertanya apa Ah Ran mengenal istri Presdir Hwang.

“Apa kau masih ingin bilang kalau kau tidak tahu? Semua orang tahu masa lalumu, hanya kami yang tidak tahu. Setiap malam kau berada dalam pelukan pria hidung belang, menuangkan wine untuk mereka dan bersenang2 dengan mereka. Kau menyembunyikan masa lalumu yang kotor dan menikahi Hyun Woo? Dasar tidak tahu malu!” maki Presdir Shin.

Ah Ran diam saja, ia tidak tahu harus menjawab apa. Tubuhnya bergetar dan matanya berkaca2. Nyonya Jo menyangkal semua yang dikatakan suaminya. Dan Hyun Ji ikut2an menghakimi Ah Ran. Begitu juga dengan Hyun Min. Presdir Shin bahkan ingin menyingkirkan semua barang yang dibeli Ah Ran. Presdir Shin berkata tak sudi menerima hasil yang didapat Ah Ran dari menggoda para pria.. Ah Ran kesal mendengar kata2 Presdir Shin.


Presdir Shin beranjak ke kamarnya. Ia membuka lemari, dan membuang pakaian serta selimutnya ke lantai. Nyonya Jo berusaha menenangkan suaminya, tapi Presdir Shin terus saja marah2. Presdir Shin tak sudi mengenakan apapun pemberian Ah Ran, yang dibeli Ah Ran dengan uang hasil menggoda para pria.


Ah Ran masuk, dengan wajah kesal ia berkata tidak akan berdebat karena rahasianya sudah ketahuan. Ah Ran pun mengaku jika dirinya anak yatim piatu dan bekerja di klub malam. Karena membutuhkan uang, ia tetap bekerja. Ia menari dan menuangkan wine padahal saat itu ia sedang demam parah.

“Tidak semua anak tanpa orang tua yang hidup sepertimu!” teriak Presdir Shin.

“Ayah bilang uangku kotor? Lalu, bagaimana dengan ayah? Apa ayah pikir uang ayah bersih?” jawab Ah Ran.

Dan, Plaaak! Presdir Shin menampar Ah Ran dengan keras. Ah Ran menatap Presdir Shin dengan tatapan penuh kebencian. Presdir Shin terus memaki Ah Ran. Nyonya Jo menyuruh Ah Ran pergi. Namun sebelum pergi, Ah Ran berkata Presdir Shin akan menyesal karena sudah menamparnya. Presdir Shin dan Nyonya Jo syok.


Ah Ran kembali ke kamarnya. Baru saja ia mau membuka mantelnya, Hyun Min datang. Dengan wajah kesal, Ah Ran mengeratkan kembali mantel di tubuhnya dan mendengarkan kata2 Hyun Min. Hyun Min menatap Ah Ran dengan tajam.

“Presdir Hwang bukan teman ayahmu, kan? Tentang kakakku yang menutupi kebohonganmu, itu juga bohong kan?” ucap Hyun Min.

“Aku bertemu Hyun Woo saat aku masih bekerja di sana. Jadi jangan remehkan cinta kami. Sekarang keluarlah, aku lelah.” Jawab Ah Ran.

“Aku akan mengawasimu, kita lihat sampai kapan kau sanggup bersikap seperti ini!” ujar Hyun Min sembari menatap geram Ah Ran.


Setelah mengatakan itu, Hyun Min pun keluar dari kamar Ah Ran. Selepas kepergian Hyun Min, dengan wajah amarah Ah Ran bersyukur karena rahasianya ketahuan jadi dirinya tidak perlu bersikap manis lagi pada keluarga itu. Ia juga berkata tidak peduli jika semua orang menodongkan pisau padanya, ia tidak akan menyerah.


Di apartemennya, Hyun Woo berkata pada Jae Hee kalau sudah waktunya ia menunjukkan diri. Sudah waktunya orang2 tau dirinya masih hidup. Jae Hee cemas, ia takut jika Ah Ran yang mengetahui lebih dulu fakta bahwa Shin Hyun Woo masih hidup.

“Joo Ah Ran akan berpikir itu rencana Nam Joo Seung untuk menakutinya. Kemudian mereka akan bertengkar dan saling menyakiti.” Jawab Hyun Woo dengan wajah penuh amarah.


Joo Seung sendiri juga sedang memikirkan Hyun Woo. Ia sangat yakin Ahn Jae Sung adalah Hyun Woo. Ia pun berniat mencari bukti kalau Jae Sung adalah Hyun Woo.


Paginya, Presdir Shin terkejut melihat berita mengenai kesepakatan Ah Ran dan Presdir Shin di surat kabar. Ia pun kesal karena tidak tahu soal kesepakatan itu. Tak lama kemudian, Hyun Min dan Hyun Ji datang. Mereka juga terkejut membaca berita itu. Hyun Ji bertanya2, apalagi yang sedang direncanakan Ah Ran. Presdir Shin menyuruh Hyun Min memanggil Ah Ran. Namun, Ah Ran tahu2 sudah nongol di hadapan mereka.


Dengan wajah bangga, Ah Ran menceritakan kerjasama yang baru saja terjalin antara perusahaan mereka dan perusahaan Presdir Hwang. Presdir Shin tetap pada keputusannya, tidak mau menyerahkan Soul pada Ah Ran. Ah Ran mengingatkan Presdir Shin tentang kondisi buruk yang sedang dialami perusahaan mereka. Ah Ran juga mengancam tidak mau bertanggung jawab kalau Soul bangkrut jika kerjasama itu tidak dilanjutkan.


“Bangkrut katamu?! Siapa yang membuat perusahaan jadi seperti ini!” teriak Presdir Shin.

“… sejak kau mengambil alih perusahaan, kondisi perusahaan menjadi tidak stabil. Semua orang juga mengetahui hal itu!” ucap Presdir Shin lagi.

Ponsel Presdir Shin berbunyi. Ah Ran menatap sinis Presdir Shin yang bicara di telepon dengan Presdir Park. Presdir Park memberi ucapan selamat atas kerjasama Soul dan Star Electronic. Presdir Shin mengucapkan terima kasih dan berkata hal itu tidak patut untuk dirayakan.


Ah Ran meninggalkan rumah dengan wajah penuh kemenangan. Namun tiba2, dua orang pria menariknya ke dalam sebuah mobil. Begitu masuk ke mobil, Presdir Hwang langsung mencengkram kerah bajunya. Presdir Hwang marah karena Ah Ran sudah menipunya. Tapi Ah Ran tidak takut sama sekali. Ia balik mengancam Presdir Hwang dengan berkata dampaknya akan sangat besar jika Presdir Hwang menuduh beberapa klub malam sudah mencuri rahasia bisnisnya. Namun ancaman Ah Ran itu tidak berefek sama sekali terhadap Presdir Hwang. Presdir Hwang berkata tidak akan mentolerir siapapun yang mengancam perusahaannya.. Presdir Hwang lantas memaksa Ah Ran menyetujui surat kesepakatan. Ah Ran pun syok.


Hyun Ji mendapat kiriman paket yang ternyata dari Joo Seung. Hyun Min pun langsung membukanya yang isinya cincin couple Joo Seung. Keduanya terkejut melihat cincin itu. Hyun Min lantas menyuruh Hyun Ji mengambil cincin yang satunya lagi yang ditemukan di mobil Hyun Woo pada malam kecelakaan Hyun Woo. Hyun Min kemudian mencocokkan cincin itu dan yakin itu adalah cincin couple. Tapi Hyun Min masih bingung dengan inisial NNJ yang ada di cincin itu. Hyun Ji pun berkata inisial itu milik Joo Seung dan Ah Ran.


“Itu berarti kakak sudah mengetahui hubungan mereka.” Ucap Hyun Min.

“Apakah itu berarti kakak ipar ada di mobil bersama dengan kakak pada malam itu?” tanya Hyun Ji curiga.


“Jadi ini cincin mereka?” ucap Nyonya Jo lemas saat Hyun Min dan Hyun Ji menunjukkan cincin itu padanya.

“Aku yakin mereka sedang bersama saat kecelakaan itu terjadi. Itulah kenapa, kecelakaan itu bisa terjadi. Aku tidak percaya ini. Tega2nya Joo Seung Hyung menusuk kakak dari belakang, padahal kakak sangat menyayanginya. Seketaris Nam pasti tidak mengetahui hal ini.” jawab Hyun Min.

“Kalau paman tahu, paman pasti akan marah. Paman sangat setia pada ayah.” ucap Hyun Ji.

“Sampai semuanya jelas, rahasiakan ini dari ayah kalian.” Pinta Nyonya Jo.




Sementara itu, Ah Ran menemui Julie di sebuah kafe. Dengan percaya diri, ia menunjukkan berita itu pada Julie dan meminta Julie meminjamkan uang padanya. Namun Julie menolak. Julie beralasan uangnya sudah habis karena membeli beberapa gedung Sony Electronic. Julie juga menyebutkan adiknya yang tahu banyak soal Ah Ran. Ah Ran kecewa karena Julie tidak mau memberinya pinjaman. Namun tiba2 sesuatu terlintas di otaknya. Sembari menahan kekesalannya, ia berkata hanya satu orang yang bisa membantunya.


Dengan balutan dress hitam dan rambut panjang yang dibiarkan tergerai, seorang wanita memainkan sebuah piano. Jemarinya tampak menari begitu lincah di atas tuts2 piano. Tak lama, Ah Ran datang dan kaget melihat Jae Sung yang bernyanyi penuh penghayatan di atas panggung diiringi dentingan piano yang dimainkan wanita itu.


Ah Ran duduk di salah satu meja. Ia tampak terhanyut dengan suara Jae Sung. Jae Sung terus bernyanyi bahkan sampai menitikkan air mata. Setelah nyanyiannya usai, ia mendapatkan tepukan yang meriah daripada pengunjung kafe. Jae Sung lantas menghampiri Ah Ran.

“Presdir Joo, kenapa kau kesini? Apa yang terjadi?”

“Aku merindukanmu, karena itulah aku datang. Aku pikir keberuntungkan akan berpihak padaku setelah mendengar nyanyianmu. Apa judul lagu yang kau nyanyikan?”

“Itu adalah lagu tentang seorang pria yang jatuh cinta pada wanita penghibur.”

“Pria yang jatuh cinta pada wanita penghibur? Apa kau pernah jatuh cinta dengan wanita seperti itu?”

Sorot mata Jae Sung pun langsung berubah tajam saat Ah Ran menanyakan itu.

“Tentu saja, jika wanita itu tidak menyembunyikan masa lalunya. Cinta tidak akan bisa bertahan jika didasari dengan kebohongan.” Sindir Jae Sung.


Jae Sung lantas menanyakan perusahaan. Ah Ran pun meletakkan tangan Jae Sung di pipinya dan berkata sangat sulit bagi seorang wanita menjalankan bisnis sendirian. Ah Ran mengaku tidak ada satu pun yang mau membantunya. Ah Ran kemudian melihat cincin di jari Jae Sung dan bertanya cincin apa itu. Jae Sung mengaku itu cincin dari pacarnya dan ia terpaksa mengenakannya.

“Jangan bilang kau berpacaran dengan Yoon Jae Hee.” Ucap Ah Ran curiga.

“Itu benar. Jika kau masih ingin disini, aku akan pergi sekarang.” Jawab Jae Sung, kemudian pergi.


Paginya, Ah Ran menemui Jae Hee di rumah sakit. Ia terkejut menemukan cincin yang sama di jari Jae Hee. Ah Ran marah. Jae Hee meminta Ah Ran untuk tidak mencampuri urusan pribadinya. Ah Ran semakin marah, ia mengatai Jae Hee wanita yang arrogant. Jae Hee tidak peduli dan beranjak pergi. Namun baru selangkah, ia pun kembali menghampiri Ah Ran.

“Apa Kepala Rumah Sakit (Joo Seung) tahu sikapmu yang seperti ini?” tanya Jae Hee.

Ah Ran marah dan memaksa Jae Hee melepas cincin itu. Ia mengaku tidak akan membiarkan Jae Hee mendapatkan Jae Sung.


Jae Hee marah, “Kau mengaku sebagai istri Shin Hyun Woo, tapi berkencan dengan Kepala Rumah Sakit. Sekarang kau menyukai Presdir Ahn dibelakang Kepala Rumah Sakit. Kenapa kau tidak bisa focus pada satu pria saja!”

Ah Ran menampar Jae Hee.
“Jangan campuri urusanku. Jika kau menyebut nama Shin Hyun Woo lagi, aku tidak akan memaafkanmu.” Ucap Ah Ran.

Jae Hee pun beranjak pergi meninggalkan Ah Ran yang terlihat marah.
 

Paman dan bibi Ah Ran yang sedang menikmati santap pagi mereka, menerima telepon dari seseorang. Orang itu berkata sudah menemukan Jing Ran. Bibi Ah Ran terkejut, kemudian meminta alamat seseorang yang bernama Jing Ran itu. Usai menerima telepon itu, bibi Ah Ran lekas menelpon seseorang.


Bersamaan dengan itu, telepon dari kediaman Shin Family berdering. Nyonya Jo yang menjawab telepon itu.

"25 tahun yang lalu dari Panti Asuhan Pyeol Gang, kau mengadopsi anak perempuan?" tanya bibi Ah Ran.

"Bisakah aku tahu dengan siapa aku bicara?" tanya Nyonya Jo.


"Aku adalah bibi anak itu. Aku mendapatkan informasi kau mengadopsi anak itu. Dimana keponakanku sekarang!" jawab bibi Ah Ran.

"Apa yang kau bicarakan? Sepertinya kau melakukan kesalahan." ucap Nyonya Jo.

"Berhenti bicara omong kosong! Katakan dimana keponakanku sekarang! Orang ini... apa kau pikir aku tidak bisa menemukan dimana rumahmu!" maki bibi Ah Ran.

"Berikan aku sedikit waktu karena aku tidak membesarkan anak itu." pinta Nyonya Jo.

Gantian paman Ah Ran yang bicara pada Nyonya Jo. Paman Ah Ran berkata jika hidupnya tidak lama lagi. Dokter bilang kemungkinan ia bisa bertahan sampai besok sangat mustahil jadi dia ingin bertemu keponakannya sebelum ia mati.


Karena itulah, Nyonya Jo langsung menghubungi orang yang mengurus anak itu. Orang yang dihubungi Nyonya Jo adalah pemilik panti asuhan tempat Jae Hee dibesarkan. Pemilik panti asuhan sedikit terkejut mengetahui anak itu masih memiliki paman dan bibi. Yang ia tahu anak itu hanya memiliki seorang kakak.


Jae Hee langsung dihubungi pemilik panti asuhannya. Ia senang mendengar kabar paman dan bibinya sedang mencarinya. Ia pun berniat menemui paman dan bibinya untuk mencari tahu dimana kakaknya.


Jae Sung yang baru saja keluar dari kantornya disamperin Ah Ran. Ah Ran mengajak Jae Sung ke restoran pasta. Jae Sung setuju, mereka akan pergi dengan mobil Jae Sung. Ah Ran menyuruh Jae Sung duluan ke mobil karena ia ingin menelpon seseorang dulu.


Jae Hee berada di sebuah restoran. Sepertinya ia sedang menunggu kedatangan paman dan bibinya. Tiba2 ponselnya berdering, telepon dari Ah Ran. Ah Ran dengan tegas menyuruhnya datang. Awalnya Jae Hee menolak. Namun Ah Ran memaksa. Ah Ran bilang dia akan pergi dengan Jae Sung, jadi Jae Hee akan menyesal kalau tidak datang.


Usai bicara dengan Jae Hee, Ah Ran menatap Jae Sung yang menunggunya di mobil.

"Ahn Jae Sung, sudah waktunya kau menunjukkan perasaanmu yang sesungguhnya. Aku akan membuatmu mengakhirinya sekarang." gumam Ah Ran.

Saat hendak masuk ke mobil Jae Sung, ponsel Ah Ran berdering. Tapi Ah Ran tidak menjawabnya.


Ah Ran dan Jae Sung tiba di restoran pasta. Saat turun dari mobil, Ah Ran pura2 terjatuh sehingga Jae Sung menolongnya. Tak lama kemudian, dua orang pria datang dan memaksa Ah Ran ikut dengannya. Jae Sung berusaha menolong Ah Ran, tapi pria itu memukul Jae Sung. Kedua pria itu lantas membawa Ah Ran pergi. Ah Ran berteriak meminta Jae Sung menyelamatkannya.


Jae Sung lantas berdiri di tengah jalan, menghadang mobil yang menculik Ah Ran. Jae Hee pun datang dan langsung mendorong Jae Sung tepat saat mobil itu akan menabrak Jae Sung. Keduanya pun terjatuh. Jae Sung terkejut melihat Jae Hee.

"Kenapa seperti ini? Apa jadinya kalau aku tidak datang! Kau bisa mati karena menolongnya!" ujar Jae Hee dengan mata berkaca2.

Tapi Jae Sung sama sekali tidak peduli. Ia pergi begitu saja untuk menyelamatkan Ah Ran. Jae Hee pun menangis.


Orang2 itu ternyata suruhan Ah Ran. Ya, Ah Ran sengaja menyuruh orang menculik dirinya di depan Jae Sung untuk memperlihatkan perasaan Jae Sung yang sesungguhnya pada Jae Hee. Ah Ran senang karena Jae Sung mengikutinya.

Bersambung ke part 2

No comments:

Post a Comment