Sunday, September 18, 2016

Fantastic Ep 5 Part 2

Sebelumnya....


Saat jogging, Sang Wook curhat pada Sang Hwa soal Seol. Sang Hwa pun berpikir, Seol menolak cinta Sang Wook karena mengira Sang Wook hanyalah seorang pria pengangguran. Sang Wook membela Seol, ia berkata bahwa Seol bukan wanita seperti itu. Sang Hwa pun menyuruh Sang Wook memberitahu Seol bahwa Sang Wook lulus ujian dengan skor tertinggi.

“Dia tidak suka pengacara.” Jawab Sang Wook.


“Apa? Kenapa dia tidak suka pengacara? Apa dia mantan narapidana? Itulah kenapa dia tidak suka pengacara. Atau bisa jadi dia seorang klien yang uangnya diambil oleh pengacaranya. Atau dia seorang istri dari pengacara cabul? Waah, ini topic yang pas untuk sebuah drama. Seorang wanita yang penuh misteri dan lika liku.” Ucap Sang Hwa.

“Sudah cukup. Aku duluan.” Jawab Sang Wook, lalu pergi.

“Hey, tunggu aku!” teriak Sang Hwa.

“Jelas saja, itu karena dia seorang penulis. Wanita yang sudah menikah? Omong kosong!” gumam Sang Wook.

Wkwkwkwkw… penasaran reaksi Sang Wook kalo tahu Seol adalah wanita yang sudah menikah.


Seol sendiri sedang menyambut ibu mertuanya yang baru saja pulang berlibur. Ibu mertua Seol menyuruh Seol membuatkan makanan untuknya karena ia sangat lapar. Tiba2, Mi Do datang yang langsung merusak mood Seol. Mi Do beralasan, kalau ibu Jin Tae meninggalkan sesuatu. Ibu dan kakak Jin Tae langsung menyambut Mi Do dengan hangat. Jin Sook mengajak Mi Do makan siang bersama mereka. Semula Mi Do menolak, tapi akhirnya ia menerimanya. Mi Do lantas menyerahkan barang bawaannya pada Seol. Seol langsung menatap tajam Jin Tae. Jin Tae hanya bisa menggeram frustasi.


Di meja makan, Seol kembali kena tegur ibu mertuanya karena menyajikan hidangan tanpa garnish. Mi Do membela Seol, ia berkata tidak masalah dengan hal itu karena ia bukanlah tamu di rumah itu.


Jin Tae berdiri, mau mengambilkan ikan untuk Mi Do. Tapi saat ia melakukannya, tanpa sengaja ia buang angin. Ibu Jin Tae terkejut dan langsung meminta maaf pada Mi Do atas ketidaksopanan Jin Tae. Mi Do membela Jin Tae. Ia berkata, tidak ada yang bisa menahan hal itu.


“Jika gas beracun itu masuk ke dalam aliran darah, dia bisa mendapat masalah besar. Melepaskan gas sama saja dengan melakukan detoksifikasi.” Ucap Mi Do yang langsung mendapat tatapan sinis Seol.

“Haruskah aku melakukan detoksifikasi juga agar Jaksa Choi tidak malu?” tanya Mi Do.

Mi Do pun ikut melepaskan gasnya, membuat ibu dan kakak Jin Tae tertawa lepas. Seol tampak risih berada di tengah keluarga sinting itu. Ibu Jin Tae merasa Mi Do sudah seperti keluarganya sendiri. Mi Do dengan senyum palsunya berkata kalau ia sudah merubah namanya menjadi Choi Mi Do. Ibu dan kakak Jin Tae lagi2 merasa senang.


Jin Tae mengajak Seol makan bersama mereka. Tapi Jin Sook tak ingin satu meja dengan Seol. Seol langsung menatap kesal Jin Sook. Jin Tae juga menyisihkan lauk ikan itu untuk Seol, tapi ia langsung kena marah ibunya. Mi Do pun lagi2 membela Jin Tae. Ia berkata, itulah alasannya ia menyukai Jin Tae karena Jin Tae pribadi yang hangat dan penuh perhatian. Mi Do lantas menatap tajam Seol.

“Kau pasti senang kan memiliki cinta yang begitu besar dari suamimu?” tanya Mi Do.


Seol diam saja, ia malas meladeni Mi Do. Jin Tae menyuruh Seol mengambil lauk ikannya. Mi Do tampak cemburu dengan perhatian yang Jin Tae beri pada Seol. Jin Sook langsung menatap Seol dengan tajam. Seol menolaknya, ia beralasan tidak punya waktu untuk makan karena harus mengunjungi ibunya.

“Apa ibunya sakit?” tanya Mi Do.

“Kami menitipkannya di rumah perawatan.” Jawab Jin Tae.

“Hati kalian sangat mulia. Apa ada keluarga lain yang memperhatikan keluarga menantunya seperti ini?” puji Mi Do.

“Tentu saja, menantuku juga keluargaku.” Jawab Ibu Jin Tae sambil melirik Seol dengan tajam.


Di dapur, Seol sedang menyiapkan makanan yang akan ia bawa untuk ibunya. Jin Sook masuk ke dapur sambil berbicara dengan seseorang via telepon. Jin Sook terkejut karena So Hye sudah mengirimkan naskah episode ke-11. Jin Sook merasa aneh, ia lantas menyuruh orang itu menyelidiki So Hye. Seol pun terkejut mendengar Jin Sook menyuruh orang menyelidiki So Hye.


Usai bicara di telepon, Jin Sook melihat makanan yang mau dibawa Seol. Ia pun tersenyum sinis karena makanan itu adalah lauk mereka saat makan siang tadi. Jin Sook pun langsung mengadukan hal itu ke ibunya. Seol pun langsung kena marah. Jin Sook kemudian mengecek dompet Seol dan ia tersenyum sinis melihat banyak uang di dompet Seol. Seol pun mengaku kalau Jin Tae yang memberinya uang itu. Jin Sook langsung mengambil semua uang Seol dan sang ibu membuang makanan itu ke tempat sampah. Seol hanya bisa menahan kekesalannya tanpa dapat melakukan apa2. Tak hanya itu, Jin Sook juga menyuruh Seol membersihkan dapur sebelum Seol keluar rumah.


Seol masuk ke kamarnya. Ia mengambil cincinnya dari dalam laci meja riasnya. Sepertinya Seol berniat menjual cincinnya untuk membelikan makanan untuk ibunya.

Dan benar saja! Seol memang menjual cincinnya. Usai menjual cincin, Seol langsung pergi belanja.


Di kamarnya, Sang Wook sedang belajar. Sebuah pesan masuk ke ponselnya. Wajah Sang Wook langsung berdiri menyadari pesan itu dari Seol. Dalam pesannya, Seol bertanya apa Sang Wook ada di asrama. Sang Wook pun langsung mengiyakan. Tak lama, suara ketukan terdengar di pintu kamar Sang Wook. Sang Wook pun terkejut melihat Seol yang berdiri di depan pintunya.

“Bisakah aku memakai dapurmu? Aku tidak punya tempat untuk memasak. Nanti aku juga akan membaginya denganmu.” Pinta Seol.


Dan, TADAAAAAAA…… Seol udah selesai dengan masakannya. Seol memasak ikan persis seperti ikan yang dimasaknya tadi untuk keluarga Jin Tae. Tak lupa, Seol meletakkan garnish di atas ikannya. Sang Wook pun langsung memuji Seol yang pandai memasak. Sang Wook lantas mengajak Seol makan dengannya, tapi Seol menolak dengan alasan harus pergi ke suatu tempat.


Saat hendak mengambil tasnya, tanpa sengaja Seol menjatuhkan tasnya membuat barang2nya berserakan di lantai. Sang Wook pun langsung membantu membereskan barang2 Seol. Keduanya salah tingkah ketika wajah mereka saling berdekatan saat sedang memunguti barang2 Seol yang berserak di lantai. Tanpa disengaja, kepala mereka pun saling berbenturan membuat keduanya makin salah tingkah. Setelah membereskan kembali barang2nya, Seol bergegas pergi.


Setelah Seol pergi, Sang Wook mengusap kepalanya yang tadi berbenturan dengan kepala Seol dengan wajah senang. Saat hendak menikmati hidangan yang dibuat oleh Seol, tanpa sengaja Sang Wook melihat sesuatu di kolong tempat tidurnya. KTP Seol yang tertinggal saat barang2 Seol berserakan tadi. Wajah Sang Wook kembali berseri2 membaca nama Seol.

“Dia memiliki nama yang cantik. Baek Seol. Dia juga sangat cantik di fotonya.” Puji Sang Wook.

Namun senyum Sang Wook langsung hilang saat membaca tahun lahir Seol. Wkwkwkwkw….


Mi Sun menyuapi Hae Sung dengan paksa. Hae Sung menolak, ia mengaku tidak bisa makan dalam kondisi seperti ini. Tapi Mi Sun tidak peduli dan terus memasukkan makanan ke mulut Hae Sung secara paksa…. Hahahhaha… Mi Sun lantas meyakinkan Hae Sung kalau So Hye belum punya pacar. Mi Sun berkata, kalau So Hye sendiri yang bilang kepadanya saat ia menyuruh So Hye pacaran. Mendengar itu, wajah Hae Sung langsung berubah ceria.


Mi Sun lantas kembali menyuapi Hae Sung. Pil Ho yang cemburu langsung mengarahkan tangan Mi Sun ke dalam mulutnya. Mi Sun tersenyum senang melihat suaminya cemburu. Pil Ho lantas menggantikan Mi Sun menyuapi Hae Sung. Tapi saat mau memasukkan selada yang berisi daging ke dalam mulut Hae Sung, Mi Sun tiba2 berteriak heran.


“Kenapa dia melakukan brazilian waxing?” ucap Mi Sun keceplosan

“Apa? Bra…” Hae Sung kaget dan langsung melihat ke tubuh bagian bawahnya.

“Dia melakukannya? Kapan?” tanya Hae Sung.

“Beberapa hari yang lalu.” jawab Mi Sun gugup menyadari dirinya sudah keceplosan.


“Dia sudah bersiap2 untuk kencan denganmu.” Ucap Mi Sun lagi menenangkan Hae Sung.

“Bagaimana kalau bukan denganku! Dia melakukan itu untuknya!” jawab Hae Sung panik.

“Katakanlah So Hye menyukai pria lain. Dan dia melakukannya untuk pria itu. Lalu, aku tidak bisa menolongmu. Aku tidak bisa menolongmu meskipun kau kecewa. Tidak peduli bintang papan atas atau tidak, So Hye akan memberitahuku. Satu hal lagi, katakan saja So Hye bermain mata dengan pria lain tapi itu tidak berjalan sesuai rencana. Apa kau mau membuat kesepakatan besar dari sini? Lalu aku tidak akan bisa menolongmu.” Ucap Mi Sun.

“Hey! Aku dulu tinggal di Amerika! Aku ini cowok keren, cowok Amerika!” jawab Hae Sung kesal.

“Oke, kalau begitu mari kita menganalisis situasi yang pertama.” ajak Mi Sun.

“Oke, aku menyukainya. Bravo Jo Mi Sun!” teriak Hae Sung.


So Hye bersiap menjalani tes biopsy. Perawat menanyakan wali So Hye. Perawat berkata, So Hye akan merasa pusing setelah sadar dari obat bius nantinya. So Hye tersenyum, ia mengaku akan berbaring sebentar sebelum meninggalkan rumah sakit. Perawat pun pergi. Setelah perawat pergi, So Hye menerima SMS dari Joon Gi.

Meetingnya akan berlangsung lama. Aku akan menemuimu setelah semua ini selesai.


Begitulah bunyi pesan Joon Gi. So Hye tersenyum pahit, lalu membalas SMS Joon Gi.

Aku baik2 saja. Urus saja pekerjaanmu.


So Hye lantas melihat ke sekelilingnya. Ia sedih melihat para pasien yang didampingi keluarga mereka sebelum pemeriksaan dimulai. Ponsel So Hye kembali berdering. So Hye menerima panggilan dari Mi Sun. Mi Sun mengajak So Hye ketemuan. So Hye setuju  dan menyuruh Mi Sun mengundang Seol juga. So Hye lantas menyudahi pembicaraan saat suster memanggil namanya.

Bersambung ke part 3

Episode kali ini sengaja aku bikin tiga part...

Mi Do ini licik banget... aku yakin dia punya tujuan tertentu mendekati Jin Tae.. Semoga saja benar... biar Jin Tae dan keluarganya kena batunya.. keluarga Jin Tae selalu memuji Mi Do dan memojokkan Seol..

Tebakan Sang Hwa yang ketiga tepat tuh... Aku penasaran reaksi Sang Wook kalau nanti tahu Seol adalah istri Jin Tae.....

No comments:

Post a Comment