Tuesday, September 27, 2016

Fantastic Ep 8 Part 1

Sebelumnya....


Hae Sung dan Chang Suk ada di toko perhiasan. Saat Chang Suk sibuk memilih2 cincin, Hae Sung menghubungi So Hye. Saat itu, So Hye mengaku sedang menulis script. Tak ingin mengganggu So Hye, Hae Sung pun menyudahi pembicaraan mereka. Hae Sung lantas menghampiri Chang Suk. Chang Suk menunjuk sepasang cincin. Mereka pun mencoba cincin itu layaknya pasangan kekasih, membuat si pelayan toko terkejut karena mengira mereka pasangan kekasih benar. Somplaaak…

Usai dari toko perhiasan, Hae Sung menuju studio So Hye. Bersamaan dengan itu, So Hye keluar dari studionya bersama Joon Gi. Ketiganya pun sama2 terpengarah…


So Hye ingin putus. Hae Sung jelas kaget. So Hye beralasan kalau ia tak ingin karir yang sudah dibangun2nya bertahun2 hancur begitu saja karena skandal dengan Hae Sung. Untuk meyakinkan Hae Sung, So Hye bahkan sampai menutup tirainya dengan alasan takut ada yang memotret mereka. So Hye menyuruh Hae Sung pergi. Hae Sung pun akhirnya pergi dengan wajah kecewa.


Hae Sung pergi menemui Joon Gi di rumah sakit. Joon Gi pun mengajak Hae Sung ke rumah kacanya. Hae Sung ingin tahu rahasia diantara Joon Gi dan So Hye. Joon Gi menghela napas, ia lalu bertanya hal sulit apa yang dimiliki seorang dokter. Bukan melakukan operasi atau mendengar jeritan penuh kesakitan di ruang emergency. Hal paling sulit yang dimiliki seorang dokter adalah harus memberitahu berapa lama lagi waktu yang dimiliki pasien mereka. Seorang dokter hanya bisa melihat penderitaan pasiennya tanpa bisa menangis.

Joon Gi lantas mengaku kalau ia bertemu pasien yang unik. Ia sudah menangani ribuan pasien kanker, tapi baru kali ini bertemu pasien yang unik. Seorang pasien yang tidak pernah membicarakan penyakitnya dan hanya membicarakan pekerjaannya saja. Dia seorang pasien yang tidak bisa memberitahu orang lain tentang penyakitnya. Bukan karena ia tidak mau dikasihani, tapi karena ia peduli pada orang lain. Ia takut orang itu akan terluka jika sesuatu yang buruk menimpanya. Joon Gi pun berkata, pasien yang ia bicarakan adalah So Hye. Joon Gi bilang bahwa So Hye mengidap kanker payudara stadium empat dan sel kanker itu sudah menyebar sampai ke paru2nya. Hae Sung langsung terdiam mendengar penuturan Joon Gi.


Hae Sung berdiri di tengah koridor rumah sakit. Ia masih terguncang dengan kenyataan bahwa So Hye mengidap kanker. Saking terguncangnya, ia sampai tidak menyadari tatapan orang2 di sekelilingnya yang mengenali siapa dirinya. 




Saat berada di ruang make up pun, Hae Sung masih termenung memikirkan penyakit So Hye. Ingatan Hae Sung pun melayang pada sikap dan juga kata2 So Hye selama ini.


“Langitnya berwarna biru dan sangat cantik. Kalau aku mati, aku tidak bisa lagi melihat langit seindah itu.” ucap So Hye saat dirinya dan Hae Sung jatuh dari tebing.


“Aku tidak ingin membuang2 waktuku meskipun hanya semenit! Biarkan aku pergi, aku tidak mau membuang waktuku untuk hal yang tidak berguna!” ucap So Hye saat ia bertemu Hae Sung di salon.


Hae Sung juga ingat ketika melihat So Hye menyentuh fotonya.

“Berhentilah kalau kusuruh berhenti!” pinta So Hye.


“Maukah kau tidur denganku?” tanya So Hye.


Tangis Hae Sung pun akhirnya pecah!!!


Hae Sung lalu menyendiri di tepi sungai tempat ia biasa memancing. Jadi inilah alasan Hae Sung menghilang selama dua hari. 


Sekembalinya ke rumah, dia sudah ditunggu oleh Jin Sook. Jin Sook memberitahu Hae Sung bahwa So Hye mengidap kanker. Hae Sung yang sudah tahu dari awal tidak peduli dan tetap ingin melanjutkan hubungannya dengan So Hye. Jin Sook membujuk Hae Sung, tapi Hae Sung tetap kekeuh dengan keputusannya. Hae Sung lantas menyuruh Jin Sook pergi.


Begitu Jin Sook pergi, So Hye langsung menemui Hae Sung. Tangis So Hye pecah. Hae Sung pun langsung mendekati So Hye. So Hye ingin tahu darimana Hae Sung mengetahui dirinya mengidap kanker. Hae Sung menghapus air mata So Hye.


“Kenapa kau menangis? Kanker, itu bukan apa2. Kau tidak tahu siapa aku? Aku Ryoo Hae Sung, si bintang top. Dan Lee So Hye akan jadi orang paling bahagia di dunia. Tapi kau tidak boleh makan dengan Joon Gi. Meskipun dia adalah doktermu, kau tidak boleh bertemu dengannya sendiri. Temui dia denganku. Mulai sekarang, aku adalah walimu. Tinggal lah di sini bersamaku. Aku sibuk dengan film, jadi kita tidak punya waktu untuk pacaran.” Ucap Hae Sung.

So Hye diam saja dan menangis terharu.


“Kenapa kau tidak menjawabku lagi? Kau membuatku gugup.” Ucap Hae Sung.

“Terima kasih. Terima kasih karena kau sudah mengatakan ini padaku. Kita akhiri sampai di sini, saat kita masih bahagia. Jangan kehilangan apapun karena diriku. Jangan perbarui kontrakmu dengan CEO Choi. Hubungan kita harus kembali seperti semula, seperti penulis dan aktor. Kembali ke hari itu, kau bilang kau ingin menjadi pemeran utama dalam drama yang kutulis. Kau bilang kau ingin bekerja sama denganku. Ayo bekerja sama dan membuat ending yang manis untuk drama kita. Lakukan itu untukku. Anggap saja ini permintaanku sebagai pasien kanker.” Pinta So Hye.

Setelah mengatakan hal itu, So Hye pun pergi. Hae Sung membeku di tempatnya.


Seol yang lagi sibuk di dapur, menerima pesan dari Sang Wook. Dalam pesannya, Sang Wook mengingatkan Seol untuk membawa payung karena hujan mungkin akan turun. Seol hanya tersenyum membaca pesan Sang Wook, tanpa membalasnya. Seol lalu keluar dari dapur membawa buah2an yang sudah dipotongnya. Begitu Seol datang, Jin Sook langsung menyuruhnya membuat bubur atau sup karena ia sedang tidak ingin makan roti.


“Kenapa kau begitu rewel pagi ini? Apa ada yang membuatmu kesal?” omel sang ibu.

“Diamlah! Hatiku sudah kesal!” teriak Jin Sook.

“Noona, tenangkan dirimu. Besok kau akan memegang bata.” Ucap Jin Tae.


“Memegang bata?” tanya Jin Sook.

“Pemilihan sudah dimulai. Kau harus melakukan itu.” jawab Jin Tae.

“Kenapa aku harus melakukannya? Aku tidak mau!” ucap Jin Sook.


“Masa depan keluarga kita bergantung pada hal itu. Kalau kita tidak melakukannya, orang2 akan mengkritik kita.” jawab sang ibu.

“Aku tidak mau. Lagipula pemilihannya masih lama.” Ucap Jin Sook.


Ponsel Jin Tae berdering. Jin Tae terkejut menerima kabar tentang Jaksa Cha yang sakit. Jin Tae pun bingung apa yang harus mereka lakukan dengan kasus New York yang seharusnya ditangani Jaksa Cha. Jin Tae lantas teringat pada Sang Wook. Ia menyuruh orang itu mengirim Sang Wook ke pengadilan.

Seol langsung terkejut mendengar suaminya menyebut nama Sang Wook. Selesai bicara di telepon, Jin Tae melarang Jin Sook masuk kerja esok hari. Jin Tae juga menyuruh Seol bersiap2 untuk acara mereka esok hari. Seol mengangguk.


So Hye baringan di kasur sambil melihat2 foto Hae Sung di ponselnya. Ia pun tersenyum melihat foto2 Hae Sung. Tiba2, ia menerima panggilan dari Penulis Kim Soo Mi. So Hye tampak terkejut mendengar kabar yang disampaikan Penulis Kim.

Jin Sook sedang bicara dengan seseorang di telepon ketika So Hye datang. Selesai bicara di telepon, Jin Sook langsung menghampiri So Hye. Jin Sook senang mendengar kabar bahwa So Hye sudah putus dari Hae Sung. Jin Sook lantas meminta So Hye agar tetap bersikap dingin pada Hae Sung.


“Kudengar kau mencari penulis untuk Hitman. Kenapa?” tanya So Hye.

“Ternyata beritanya sudah menyebar. Aku pikir kau akan merasa sulit karena itu.” jawab Jin Sook.

“Bukan itu yang kubutuhkan.” Ucap So Hye.


“Aku rasa kau sudah paham dengan maksudku. Kenapa kau bersikap seperti orang bodoh lagi? Bahkan orang sehat saja bisa pingsan dalam menulis naskah. Kau ingin membuatku menjadi pembunuh yang menyiksa dan membunuh penulisnya?” tanya Jin Sook.

“Aku sudah bekerja untuk drama ini selama 2 tahun. Hanya ada lima naskah yang tersisa untukku saat ini. Jika aku membiarkan seseorang merebutnya dariku, kupikir aku bisa mati karena gila, bukan karena kanker.” Jawab So Hye.

“Aku tidak bisa menerima itu.” ucap Jin Sook.

“Aku akan membantu Sang Hwa debut. Aku akan melakukannya untuk drama selanjutnya. Karena kami sudah bekerja sama sejak tahap perencanaa, dia akan melakukannya lebih baik daripada penulis lain.” Jawab So Hye.

“Sang Hwa? Maksudmu Hong Sang Hwa? Aku menyukai Sang Hwa. Dia kecil2, tapi keberaniannya luar biasa. Penulis yang memiliki keberanian adalah penulis yang pintar menulis. Tapi aku punya syarat. Aku tidak bisa membayarnya lebih. Kaulah yang harus membayarnya sendiri dan serahkan rekaman yang asli. Kita tidak bisa berada di kapal yang sama jika kalian hanya memikirkan diri kalian sendiri.” Ucap Jin Sook, yang membuat So Hye langsung terdiam.


Sang Hwa lagi membereskan kamarnya ketika So Hye datang. Sang Hwa pun terkejut dengan kedatangan So Hye yang tiba2. So Hye menanyakan kabar ayah Sang Hwa. Sang Hwa berkata bahwa ayahnya sudah mulai pulih. So Hye lantas melihat2 sekeliling kamar Sang Hwa dan berkata bahwa ia memulai debutnya di kamar yang kecil seperti kamar Sang Hwa.

Sang Hwa terkejut, benarkah?

“Hanya ada meja kopi dan laptop.” Jawab So Hye.

So Hye lantas melihat ke meja Sang Hwa dan menemukan sebuah naskah berjudul Silence. Tapi bukan naskah itu yang menjadi focus perhatian So Hye, melainkan tulisan yang ada di sampul naskah itu.

Hong Sang Hwa-ssi, mari bertemu di lokasi shooting. Lee So Hye.


So Hye lantas mengajak Sang Hwa debut di episode 12. So Hye bilang mereka akan menulis episode 12 bersama2. Sang Hwa terkejut dan ingin tahu alasan kenapa So Hye tiba2 mengajaknya debut. So Hye berkata, bahwa ia merasa tidak enak badan beberapa hari ini jadi ia membutuhkan sebuah dukungan. Sang Hwa pun cemas. Ia takut sesuatu yang buruk menimpa So Hye. Tapi So Hye meyakinkan Sang Hwa kalau ia baik2 saja. Sang Hwa pun langsung berkata dengan penuh semangat kalau ia akan bekerja keras.

“Sebelum bekerja keras, berikan rekaman itu padaku.” Ucap So Hye.


Sang Hwa tampak keberatan memberikan rekaman itu. Ia berkata, rekaman itu bisa mereka gunakan untuk mengancam Jin Sook kalau Jin Sook mengganggu So Hye lagi. Pembicaraan kedua wanita cantik ini pun terhenti lantaran kehadiran Hae Sung dan Chang Suk. So Hye langsung diam dan menatap kesal Sang Hwa. Sang Hwa yang menyadari itu langsung berkata bukan ia yang memberitahu Hae Sung. Hae Sung datang membawakan kerang untuk So Hye.


“Kalian punya lemon, kan? Lemon akan membantu tubuhmu menyerap zat besi yang ada di dalam kerang. Jadi makanlah lemon ini dengan kerang….” Ucap Hae Sung sambil mengambil lemon dari tangan Chang Suk.

“… jika kau memakan ini dengan lemon yang penuh dengan senyawa….”


Hae Sung tiba2 berhenti bicara dan menatap Chang Suk dengan wajah bingung.

“… itu akan membantu menenangkan sistem saraf pusatmu dan meredakan sakit kepalamu. Dan makan jahe ini juga. Jika mau makan jahe ini…”

Hae Sung lagi2 kebingungan. Hahhha….

“… itu akan otomatis membantu tubuhmu mengeluarkan enzim pencernaan. “ ucap Hae Sung.


Chang Suk pun tepuk tangan dan memberi selamat atas pidato Hae Sung soal makanan yang mereka bawa untuk So Hye. Tapi So Hye malah diam saja dengan wajah kesal. So Hye baru bersuara saat Chang Suk mengaku bahwa mereka sudah berusaha keras membawakan semua itu untuknya.

“Terima kasih, kami akan menikmatinya.” Jawab So Hye ketus.

Chang Suk menerima panggilan dari Sutradara Yoon. Chang Suk pun langsung memberitahu Hae Sung kalau mereka harus segera kembali ke lokasi shooting. Namun sebelum pergi, mereka kembali mendapatkan sikap ketus So Hye. So Hye dengan ketus melarang mereka datang lagi. So Hye mengaku kalau dirinya tidak punya waktu makan makanan itu. Untungnya Hae Sung bisa memaklumi sikap So Hye dan malah menyemangati So Hye untuk episode ke 12.


Setelah Hae Sung pergi, So Hye langsung ngajak Sang Hwa membahas episode ke-12. So Hye juga melarang Sang Hwa membocorkan jadwal meeting mereka pada orang lain. Sang Hwa mengerti.


Keesokan harinya, Jin Tae dan keluarganya sedang bersiap2 untuk melakukan tugas kampanye mereka. Seol tampak muak saat mendengar sang ibu mertua berkata bahwa Jin Tae memiliki hati mulia. Ibu Jin Tae juga berkata kalau Jin Tae masih terlihat berkelas walaupun mengenakan pakaian murahan.


“Pakai yang ini, itu tetap saja terlihat murahan meskipun dikenakan Ryoo Hae Sung.” Ucap Jin Sook.

“Hapus lipstickmu dan ikat rambutmu agar kau terlihat lebih rapi.” Ucap sang ibu pada Jin Sook.


Seol pun semakin muak dengan kemunafikan keluarga Jin Tae. Kekesalan Seol semakin bertambah saat Mi Do datang. Mi Do memuji penampilan sederhana keluarga Jin Tae. Seol makin bertambah muak, tapi ia tidak bisa melakukan apapun selain bertahan.


Pencitraan dimulai!! Jin Tae dan keluarganya sibuk membagi2kan briket arang pada warga. Seorang nenek dengan bawaan di kepalanya melintas di depan mereka. Jin Tae pun langsung menghampiri sang nenek. Jin Tae dengan sok perhatian menurunkan bawaan si nenek dan memberikan kartu namanya pada nenek itu. Ia meminta nenek itu menghubunginya jika mendapat masalah. Jin Tae juga memberikan nenek itu briket arang dan mengaku menganggap nenek itu sebagai ibunya sendiri.


Seol benar2 gerah melihat kemunafikan keluarga suaminya. Begitu selesai di foto, Jin Tae langsung pergi dan mengembalikan barang bawaan si nenek ke tangan si nenek. Si nenek langsung kesal. Seol yang kasihan melihat nenek itu pun langsung ambil sikap membantu si nenek. Tapi si nenek yang terlanjur sakit hati mendorong Seol.

“Kalian selalu membuat kekacauan seperti ini setiap tahun. Kalian melakukan ini hanya untuk mendapat dukungan, kan! Kau pikir aku tidak tahu?” maki si nenek.


Jin Tae yang mendengar makian nenek itu pun bergegas menghampiri nenek itu. Jin Tae meminta maaf dan menyuruh nenek itu naik ke punggungnya. Awalnya nenek itu menolak, tapi ibu Jin Tae memaksa nenek itu menerima bantuan mereka. Tapi itu hanya berlangsung sesaat, karena usai difoto Ibu Jin Tae langsung menyuruh nenek itu naik ke punggung Seketaris Yang. Ibu Jin Tae menyuruh Seketaris Yang mengantarkan nenek itu pulang.

“Jaksa Choi kami, dia cepat tanggap dalam situasi seperti ini. Dia sangat kompeten.” Puji Mi Do.

“Tidak banyak yang bisa menjadi Jaksa. Dia pintar.” Jawab Jin Sook.


Seol hanya bisa menghela napas. Ia muak dengan semua itu. Ibu Jin Tae kemudian memarahi Seol yang hanya berdiri diam saja. Ibu Seol menyuruh Seol memberikan uang pada nenek tadi. Seol pun mengangguk. Mi Do lantas mengajak mereka berfoto bersama. Saat hendak di foto, Jin Sook ingin mengoleskan arang ke wajah Jin Tae. Semula Jin Tae menolak, tapi Mi Do setuju dengan ide Jin Sook. Mi Do berkata, hal itu akan terlihat lebih dramatis. Mereka pun langsung mengoleskan arang ke wajah satu sama lain. Seol diam saja dan menatap mereka semua dengan tatapan aneh. Jin Sook juga mengoleskan arang ke wajah Seol.


Jepreeet!!




So Hye mengunjungi Joon Gi di rumah kaca. So Hye mengaku datang untuk menghukum si pengkhianat Joon Gi. Joon Gi pun langsung mengangkat kedua tangannya tinggi2 dan berkata siap menerima hukuman apapun yang diberikan So Hye. So Hye pun tersenyum dan menurunkan tangan Joon Gi.

“Terima kasih karena kau sudah menceritakan apa yang tidak bisa kuceritakan.” Ucap So Hye.

“Ini melegakan. Aku sangat gugup. Kau sudah bicara pada Hae Sung?” tanya Joon Gi.


“Sudah. Aku merasa seperti baru saja menyelesaikan pekerjaan yang sulit. Rasanya seperti menyelesaikan naskah satu detik sebelum deadline.” Jawab So Hye.

“Aku merasa semakin mengenal dia. Dia pria yang berjiwa besar. Dia kekanak2an, tapi sangat perhatian. Aku menyukainya. Dia benar2 tipeku. Sekarang, aku sainganmu.” Ucap Joon Gi.

Dan So Hye pun langsung tertawa.

“Kau dapat menyelamatkannya. Tugasku selesai.” Jawab So Hye.

“Kenapa?” tanya Joon Gi.


“Lebih baik kesepian daripada terluka. Aku ingin menjalin hubungan tapi itu terlalu sulit. Aku akan hidup dengan caraku dulu. Aku akan bekerja keras dan menjalani pengobatan.” Jawab So Hye.

“So Hye-ssi, jangan menganggap kanker itu musuhmu. Kita sudah berusaha keras sejak kita masih kecil. Kita tumbuh dengan baik dan belajar keras. Kita memiliki pekerjaan yang bagus dan mencari uang. Anggap saja kanker ini sebagai bangku yang membuatmu bisa beristirahat. Jika kau berpikir seperti itu, kau mungkin bisa beristirahat di tempat yang nyaman bersama Hae Sung.” Ucap Joon Gi.

“Hae Sung sedang berada di puncak karirnya. Aku tidak bisa bersama dengannya hanya demi kenyamananku.” Jawab So Hye.


“Apa kau membenciku? Aku membuatmu bingung dan selalu datang ke sini untuk membicarakan hal itu. Aku juga terlalu egois. Jika aku menjadi dirimu, aku tidak mau bertemu dengan diriku lagi.” Ucap So Hye.

“Tidak mudah untuk membencimu.” Jawab Joon Gi membuat So Hye tersenyum.

“Aku tidak akan jatuh lagi untukmu, tapi aku jatuh ke dalam perangkapmu. Aku benar2 jatuh ke dalam perangkap yang kau dan Hae Sung ciptakan.” Ucap Joon Gi, membuat So Hye tertawa geli.

“Aku hanya tidak mau kita terjebak dalam cinta segitiga. Tolong jangan biarkan itu terjadi.” Ucap Joon Gi.

“Kita akan lihat.” Jawab So Hye.

“Aku tahu tempat makan samgyetang yang enak. Kau harus makan makanan yang berprotein tinggi saat kau patah hati.” Ucap Joon Gi.

So Hye langsung ketawa.


Jin Tae dan keluarganya sedang melihat foto2 mereka saat kampanye tadi. Jin Tae senang dengan hasil fotonya. Mi Do memuji cara kerja fotografer mereka yang berhasil membuat sisi lain dari seorang Jin Tae. Tak lama kemudian, Seol datang membawakan minuman untuk mereka.

“Ini baru awalnya. Aku akan menggenggam tangan Jaksa Choi dan membawanya masuk ke dalam Majelis Nasional Yeouido.” Ucap Mi Do.


“Haruskah kita merayakannya?” tanya Jin Tae

“Cheers untuk Choi Jin Tae yang akan bergabung dalam pemerintahan.” Ucap Jin Sook sembari mengangkat gelasnya tinggi2.

Ketika mereka mengangkat gelas tinggi2, Seol tiba2 menyiram mereka dengan air.


“Majelis Yeouido? Pergilah ke selokan! Kalian memiliki 1 juta won senilai jamur yang kalian makan dan 29 juta won senilai wine yang kalian minum. Dan apa yang kalian katakan? Bersih? Tidak bersalah? Bahkan anjing yang ada di jalanan pun pasti akan menertawakan kalian! Jangan berpikir kalian bisa masuk lingkungan pemerintahan. Jika kalian melakukannya, aku akan mengungkapkan sisi buruk kalian pada dunia. Mengerti!” ucap Seol.


Tapi sayang seribu sayang, semua itu hanya khayalan Seol semata. Khayalan Seol buyar saat Jin Sook menegurnya yang hanya berdiri diam di situ. Jin Tae menyuruh Seol mengambil sebotol wine lagi. Mi Do pun mengaku bahwa ia senang bisa minum wine yang harganya setara dengan berlian.


Seol pun masuk ke ruang penyimpanan anggur dengan wajah kesal.

Bersambung ke part 2

Uwowowo… baru kali ini aku nangis lihat Hae Sung nangis. Biasanya mah aku selalu tertawa tiap adegan Hae Sung nangis, tapi kali ini air mataku mengalir begitu saja melihat Hae Sung yang terpukul setelah mengetahui penyakit So Hye…

Tuh kan tuh kan tuh kaaaan.. pas liat preview nya aku udah curiga kalau itu cuma khayalan Seol… gk mungkin Seol seberani itu nyiram keluarganya Jin Tae… asli aku udah greget bgt pengen Jin Tae cs kena batunya….

Hong Joon Gi selalu bikin aku klepek2... dia tetap ngebantuin So Hye, meski hatinya terluka… dia gak pernah nunjukin kesedihannya di depan So Hye…. makin lope2 ama ini cowok… kalo aku jadi So Hye, so pasti aku bakal milih Joon Gi…

No comments:

Post a Comment