Thursday, March 30, 2017

Defendant Ep 10 Part 1

Sebelumnya...

Jung Woo yang duduk tenang di dalam bus melihat jari-jarinya yang terluka. Ia yakin, kalau Min Ho pasti ingin bertemu dengannya lagi. Sementara itu, Min Ho masuk ke sel isolasi dan menemukan tulisan namanya  dinding yang ditulis Jung Woo pakai darah. Min Ho langsung berteriak, bawa dia kembali sekarang!

Petugas Moon yang mendampingi Jung Woo mendapat perintah kembali ke Woljeong. Ia pun langsung menyuruh supir putar balik ke Woljeong.Dalam perjalanan kembali, Jung Woo menggumamkan nama Ha Yeon.

Setibanya di Woljeong, Kepala Penjara dengan senyum ramah memberitahu Jung Woo kalau ada yang salah dengan sistem keamanan mereka. Kepala Penjara lalu memerintahkan petugas membawa Jung Woo ke atap. Di sana, Min Ho sudah menunggunya. Mereka dipisahkan oleh pagar kawat.


“Cha Min Ho.” Panggil Jung Woo.

Dan Min Ho pun langsung berlutut.

“Kau adalah satu2nya orang yang tahu kalau aku adalah Cha Min Ho. Kumohon padamu. Kumohon berpura-pura lah tidak tahu apa-apa. Kalau kau menjaga rahasiaku, aku akan… melakukan apapun yang kau mau. Kumohon. Selamatkan aku. Kumohon padamu.” Ucap Min Ho.

Min Ho lalu mendongakkan wajahnya dan memandangi Jung Woo sambil tertawa, apa kau tertipu?

Jung Woo pun balas tertawa, dasar bajingan sinting…

Min Ho kemudian berdiri. Dan Jung Woo langsung bertanya, kenapa Min Ho melakukan itu padanya. Min Ho pun balik bertanya, apa buruknya kalau ia hidup sebagai Seon Ho. Apa ruginya bagi Jung Woo, kalau ia hidup sebagai Seon Ho.

Kau sungguh-sungguh menanyakan itu?” tanya Jung Woo heran.

Seperti orang lain, kau harusnya melupakan masalah ini dan nikmati saja keuntungannya. Kau memperjuangkan ini sendirian, kau kira akan ada bedanya? Kaulah yang menyebabkan masalah bagi Yoon Ji Soo dan Park Ha Yeon.” Jawab Min Ho.

Jung Woo pun marah, ia bersumpah akan membunuh Min Ho. Tapi Min Ho hanya menganggap itu sebagai gertakan karena Min Ho tahu Jung Woo menahan diri selama ini karena ingin pindah rutan tanpa sepengetahuannya.

Karena anakmu.” Ucap Min Ho.

Jung Woo pun hanya bisa menggeram.

Dan aku juga tidak akan membunuhmu. Ayo kita berlomba. Lomba untuk menemukan putrimu. Jaksa Park, akan lebih sakit bagimu melihat anakmu mati ataukah melihat anakmu menyaksikan kematianmu? Akan kulakukan apapun yang membuatmu paling menderita.” Ucap Min Ho.

Jung Woo pun emosi. Ia memukul pintu kawat sambil berteriak,
Dasar kau bajingan sinting!  Cha Min Ho! Cha Min Ho! Cha Min Ho! Keluar! Keluar! Sialan kau. Hei, Cha Min Ho. Akan kubunuh kau!

Kepala Sipir pun datang begitu mendengar keributan Jung Woo. Ia memerintahkan petugas memasukkan Jung Woo kembali ke sel. Jung Woo pun langsung diseret petugas. Sambil diseret petugas, Jung Woo terus meneriakkan nama Min Ho. 


Setelah Jung Woo pergi, Kepala Sipir pun membukakan pintu kawat.

Presdir, Apa kau baik-baik saja?” tanya Kepala Sipir.

Min Ho mengangguk senang.

Oh, dan… kau kedatangan tamu.” Ucap Kepala Sipir.


Dalam perjalanan menuju sel, Jung Woo berpikir tentang Ha Yeon yang tidak ada bersama Min Ho. Ia pun yakin kalau Ha Yeon bersama Sung Gyu, karena itulah ia harus segera keluar dari penjara.


Di dalam sel, Wooruk dan Moongchi sedang bermain mahjong. Sementara Bangjang menuliskan surat yang didiktekan Milyang.

“Jung Jae Yoon, Jung Jae Min. Apa kalian belajar dengan baik? Ayah sedang ada di pantai di selatan Perancis di mana kau bisa melihat Pelabuhan Marseille. 

Moongchi langsung nyeletuk, Apa kau sudah pernah ke tempat yang namanya Marseille ini?

Tidak. Aku hanya pernah baca di buku.” Jawab Milyang.

Bagaimana bisa kau menipu dan mengatakan pada mereka kau sedang berlayar? Cap pos-nya akan bertuliskan Woljeong.” Ucap Wooruk.

Istriku yang akan membacakannya untuk mereka. Setelah keluar dari sini, kupastikan aku akan membeli sebuah kapal sungguhan.” Jawab Bangjang.

Kau tidak akan pernah keluar dari sini.” Ucap Wooruk, lalu berseru Skakmat!


Dan Bangjang pun langsung mengacak2 bidak Wooruk. Moongchi tersenyum senang dan mengacungkan jempolnya pada Bangjang. Tak lama, Jung Woo datang.

Aku sudah dengar soal kesalahannya. Kau kembali ke sini lagi?” tanya Bangjang.


Jung Woo mengangguk. Milyang langsung mendekati Jung Woo.
Bagaimana caranya kau bisa kembali? Senang sekali melihatmu kembali ke sini.” Ucap Milyang.

Di sini sudah sangat sempit. Sekarang semakin sempit lagi. Saat satu orang keluar, yang lainnya pasti akan masuk. Penjara ini tidak punya yang namanya istirahat.” Jawab Moongchi.

Sudah tertulis di wajahnya kalau dia tidak akan pernah keluar dari sini. Aku iri padanya.” Ucap Wooruk.

Cheol Sik keluar dari toilet. Ia pun terkejut melihat Jung Woo. Begitu pula Jung Woo yang kaget melihat Cheol Sik di selnya. Cheol Sik pun langsung mendekati Jung Woo.

Kenapa kau masih di sini?” tanya Cheol Sik.

Oh, Tahanan 777 sepertinya dipindahkan ke ruangan tunggal. Tidak masuk akal kalau ada orang kaya yang mau tinggal di sel macam ini.” ucap Bangjang.

Pria kaya pergi dan pria miskin datang.” jawab Wooruk.

Moongchi tertawa geli. Sementara Cheol Sik marah. Ia mau menghajar Wooruk, tapi Moongchi ikut maju membuat nyalinya ciut. Bangjang pun melerai mereka.


Saat waktu olahraga, Cheol Sik mendekati Jung Woo. Ia ingin tahu apa yang terjadi hingga Jung Woo dibawa kembali ke Woljeong. Jung Woo pun memberitahu Cheol Sik kalau Min Ho sudah tau ingatannya pulih.

Jadi apa yang akan terjadi sekarang? Kau tidak bisa keluar dari sini. Tamatlah, begitu?” tanya Cheol Sik.

Aku akan mencari cara untuk keluar.” Jawab Jung Woo.

Aku juga akan cari cara.” Ucap Cheol Sik, lalu beranjak pergi.


Tamu Min Ho ternyata ayahnya sendiri. Sang ayah datang bersama jaksa kenalannya. CEO Cha sangat marah pada Min Ho. Min Ho hanya bisa meminta maaf karena sudah melakukan kesalahan.

Bagaimana kau bisa dengan mudahnya menyebut ini kesalahan!” sewot CEO Cha.

CEO Cha lalu menyuruh jaksa bicara pada Min Ho.

Presdir Cha, kau harus pergi ke kantor kejaksaan sekarang.” ucap jaksa.

Aku sudah melakukan investigasi soal ini.” jawab Min Ho.

“Bukan tentang kasus ini. Mereka sudah menemukan sebuah dokumen perusahaan yang kau buat 3 tahun lalu.” ucap jaksa.

Min Ho bingung, maksudmu?

Kau akan diperiksa untuk tuduhan penipuan, membuat pendanaan palsu, menyuap dan menghindari pajak.” Jawab jaksa.

Min Ho terkejut. CEO Cha marah. Min Ho lagi2 hanya bisa minta maaf.


Kami sudah bicara pada kejaksaan agar investigasinya berjalan tanpa diketahui oleh media. Kau tidak perlu mencemaskan soal ini. Kau hanya akan diperiksa selama beberapa hari saja.” Ucap jaksa.

CEO Cha dan jaksa lalu beranjak pergi. Setelah ayahnya dan jaksa itu pergi, Min Ho pun tersenyum tidak percaya Seon Ho melakukan semua itu.

Di ruangannya, Joon Hyuk sedang melihat rekaman CCTV di sekitar telepon umum tempat Ha Yeon menelponnya. Dalam rekaman CCTV itu, terlihat Ha Yeon yang berjalan bersama Sung Gyu.

Apa kau Ha Yeon? Kalau Ha Yeon masih hidup  Kalau selama ini dia hidup…” gumam Joon Hyuk, lalu melihat berkas saat Jung Woo memindahkan koper yang diduga berisi jasad Ha Yeon dari rumah ke mobil.

“Jung Woo, kau tahu soal ini. Kau tahu Ha Yeon masih hidup. Lalu kenapa kau bisa tertangkap? Apa yang sebenarnya terjadi padamu hari itu?” tanya Joon Hyuk.


Di toilet, sambil memoleskan lipstick ke bibirnya, Eun Hye mengingat pertemuannya dengan Min Ho.

Aku benar-benar sangat menyesali semua ini. Terima kasih untuk kerja kerasmu.” Ucap Min Ho.

Eun Hye lantas meminta bantuan Min Kyung. Tapi Min Kyung menolak karena apa yang diminta Eun Hye itu melanggar hukum.

Karena itulah aku minta tolong padamu. Aku tidak punya orang lain yang bisa membantuku, selain dirimu. Dengan melakukan ini kau mungkin saja akan menyelamatkan seseorang. Kita kan bisa tahu dari mana saja dia mengakses internetnya. Apapun yang bisa membuatku tahu di mana posisinya. Kumohon, Min Kyung-ah.” Pinta Eun Hye, sambil menyodorkan catatan kecil.

Min Kyung pun terpaksa mengambil catatan kecil itu. Yes!


Min Ho sudah tiba di gedung kejaksaan bersama jaksa yang tadi. Saat naik lift, ia membatin…

Sialan kau, Park Jung Woo. Padahal aku baru saja mulai bersenang-senang dengan dia.


Min  Ho lalu bertanya berapa lama investigasinya akan berlangsung. Jaksa berkata, Min Ho akan berada di kejaksaan selama 3 hari.

Apa semuanya akan baik-baik saja?” tanya Min Ho.

Ini bukan masalah besar. Tenang saja.” Jawab jaksa.

Jaksa Yeo membawa Min Ho ke ruang interogasi. Di sana, dua junior Jaksa Yeo sudah menunggu. Jaksa Yeo menyuruh Min Ho duduk, tapi Min Ho menolak dengan alasan punggungnya sakit karena terlalu banyak duduk. Jaksa Yeo lalu menyuruh juniornya memenangkan kasus Min Ho dengan cepat. Ia mengimingi dua juniornya itu dengan naik jabatan.

Di ruangannya, Kepala Sipir sedang membaca artikel tentang kematian Min Ho. Ia lalu ingat saat masuk ke sel isolasi Jung Woo, ia melihat ada tulisan nama ‘Cha Min Ho’ di dinding. Kepala Sipir pun mulai mencium sesuatu yang busuk.

Di sel, Jung Woo mengingat kata2 Min Ho tadi soal mana yang lebih sakit, melihat putrinya mati atau putrinya melihatnya mati. Tak lama, Cheol Sik mendekati Jung Woo dan berbisik kalau ia sudah menemukan jalan keluar.

Apa kau menemukan jalan keluar?” celetuk Moongchi yang mendengar bisikan Cheol Sik itu.

Sekarang cuacanya sangat dingin. Mau ke mana kau? Keluarlah kalau  musim semi tiba.” Ucap Bangjang.

Seorang tahanan di gedung 24 dihukum selama 3 tahun. Tapi hukumannya jadi 5 tahun karena dia mencoba melarikan diri.” Jawab Milyang.

Benar, aku ingat dia. Dots. Dia harusnya dipenjara selama 3 tahun di sini, tapi hukumannya ditambah 2 tahun karena itu.” ucap Bangjang.

Sialan. Kalau aku bisa keluar sekali saja, aku tidak peduli harus dihukum dengan tambahan 3 atau 5 tahun.” Jawab Moongchi.

Bangjang senyum2 saja melihat Moongchi, membuat Moongchi makin sewot.


Moongchi lalu kembali bertanya pada Cheol Sik, bagaimana caranya?

Aku sudah memperhitungkan ini. Ada 7 pintu keluar yang harus dilewati.” Jawab Cheol Sik.

Kedengarannya seperti hal yang mudah saja.” Ucap Wooruk.

Hei, bodoh!” rutuk Cheol Sik.

Bisakah kau membuka satu pintu saja?” tanya Moongchi.

Wooruk langsung diam. Dan Moongchi langsung kecewa.

Kukira tadi kau menemukan sesuatu yang sensasional.” Ucap Moongchi.


Sedangkan Jung Woo, ia berpikir tentang 7 pintu yang harus ia lalui untuk bisa keluar dari penjara itu. Tak lama, Moongchi mendekati Jung Woo.

Tahanan 3866. Kau kan yang pintar di sini. Carilah cara untuk keluar.” Pinta Moongchi.

Ayolah. Kau kan sebentar lagi keluar. Berhentilah mencampuri urusan orang dewasa.” Jawab Cheol Sik.
Orang dewasa?” tanya Moongchi.

Dihukum mati, dihukum seumur hidup.” jawab Cheol Sik sambil menunjuk Jung Woo dan dirinya sendiri.

Aku juga punya alasan kenapa aku harus segera keluar dari sini.” Ucap Moongchi.

Dasar bodoh.” Maki Cheol Sik.

Kaulah yang bodoh.” Balas Moongchi.

Kau tolol.” Ucap Cheol Sik.

Lihat saja kepalamu yang besar itu.” jawab Moongchi.

Kau juga, sampah.” Ucap Cheol Sik.

Dasar kepala besar.” Jawab Moongchi.


Kalau aku berhasil melewati 7 pintu, aku bisa keluar dari sini?” gumam Jung Woo.

Tak lama kemudian, Kepala Sipir membuka pintu sel dan mengajak Jung Woo bicara.


Kepala Sipir membawa Jung Woo ke tengah lapangan. Kepala Sipir sedikit berbasa basi dengan mengatakan cuaca yang sangat dingin malam itu. Jung Woo yang enggan beramah tamah dengan Kepala Sipir, bertanya apa yang mau dibicarakan Kepala Sipir padanya.

Aku ingat saat pertama kali kau datang ke sini. Presdir Cha memintaku untuk mengawasimu. Dari yang kupelajari selama ini, kalian berdua pasti punya sejarah.” Jawab Kepala Sipir.

Aku menyelidiki kasus kematian adiknya. Kami punya takdir dan hubungan yang sangat buruk.” Ucap Jung Woo.

Aku sudah menduganya. Awalnya kukira ini karena adiknya. Tapi aku punya firasat ada sesuatu yang lain di balik semua ini. Bisa kau beritahu aku apa itu?” pinta Kepala Sipir.

Yang kutahu hanya itu saja.” Jawab Jung Woo.

Aku tahu bukan hanya itu yang kau tahu. Yang kudengar, ini juga ada hubungannya dengan anakmu. Sepertinya namanya Park Ha Yeon.” Ucap Kepala Sipir.

Jung Woo pun langsung tegang.

Jangan cemas. Aku ini adalah pria yang cerdas. Kau tidak mau memberitahuku?” ucap Kepala Sipir.

Jung Woo diam saja. Karena Jung Woo tetap bungkam, Kepala Sipir pun mengangkat tangannya. Daaan… dua pengawas yang berdiri di menara, langsung mengarahkan tembakan pada Jung Woo. Jung Woo pun terkejut. Kepala Sipir pun lagi2 memberikan kode dengan tangannya dan kedua pengawas itu langsung menurunkan senjata mereka.

Aku adalah Tuan di sini. Tidak ada yang peduli jika kau mati. Aku bisa membuat kau seolah mati karena mencoba melarikan diri. Presdir Cha akan kembali dalam beberapa hari. Akan kuberi kau waktu untuk berpikir sampai hari itu. Mungkin saja kau bisa memberikan aku sesuatu yang lebih besar daripada Presdir Cha.” Ucap Kepala Sipir.

Kepala Sipir kemudian tertawa, lalu menepuk2 bahu Jung Woo dan beranjak pergi. Setelah Kepala Sipir pergi, Jung Woo pun bergumam soal Min Ho yang akan kembali setelah beberapa hari.

Cheol Sik sedang menyiapkan kasurnya disebelah Jung Woo. Melihat itu, Bangjang pun menyuruh Wooruk dan Moongchi untuk menunjukkan pada Cheol Sik dimana seharusnya Cheol Sik tidur. Wooruk dan Moongchi pun langsung menghampiri Cheol Sik.

“Hei, anak baru!  Berani sekali kau berpikir kau bisa tidur di ruangan yang sama dengan kami, di hari pertamamu?” ucap Wooruk.

Siapa yang kalian panggil anak baru? Aku sudah lumayan lama di sini.” Protes Cheol Sik.


Kalau kau anak baru, walaupun kau seorang presiden, kau harus tidur di kamar mandi.” Jawab Wooruk.

Benar. Kami tidak peduli walaupun kau adalah kakeknya presiden.” Ucap Moongchi.

Aku berada di sel lain sebelum dipindahkan ke sini.” Jawab Cheol Sik.

Bagaimanapun, ini adalah malam pertamamu di sini.” Ucap Wooruk.

Ikan Batu.” Panggil Cheol Sik.

Wooruk langsung menyahut, Ya?

Aku akan pergi.” Jawab Cheol Sik, lalu pergi ke kamar mandi dengan wajah kesal. Tapi baru membuka pintu kamar mandi, ia kembali menatap Bangjang cs dan meminta bantalnya dengan wajah kesal. Moongchi pun mengendikkan kedua bahunya sambil tertawa jahil. Milyang menyodorkan tisu toilet. Wooruk dan Moongchi pun makin tertawa.


Cheol Sik pun tak punya pilihan lain selain tidur di toilet. Ia tidur dengan hidung yang disumbat tisu toilet dan’menggunakan seragamnya sebagai selimut.


Semua sudah tidur. Jung Woo tampak gelisah dalam tidurnya. Tak lama, Jung Woo pun terbangun dengan keringat membasahi sekujur tubuhnya.

Keesokan harinya Joon Hyuk mengunjungi Jung Woo. Joon Hyuk membuat alasan kalau sebenarnya ia sudah berniat mengunjungi Jung Woo saat mendengar Jung Woo menyerah untuk banding. Jung Woo mengerti.

“Jung Woo-ya, Kenapa kau menyerah untuk banding terakhir?” tanya Joon Hyuk.

Aku sudah membuat pengakuan. Tidak masuk akal kalau aku malah naik banding. Apalagi harus bertemu denganmu di persidangan.” Jawab Jung Woo.

Kau benar. Kalaupun kau naik banding, tidak banyak yang akan berubah.” Ucap Joon Hyuk.

Aku tahu.” jawab Jung Woo.

Omong-omong pencariannya sudah dihentikan.” Ucap Joon Hyuk.

Aku mengerti.” Jawab Jung Woo.

Maaf aku tidak bisa menemukan Ha Yeon.” Ucap Joon Hyuk.

Tidak masalah. Satu-satunya cara adalah mengembalikan semua ingatanku.” Jawab Jung Woo.

Ingatanmu masih belum kembali sepenuhnya?” tanya Joon Hyuk.

Ya.” jawab Jung Woo.

“Jung Woo-ya,kenapa kau tidak memberitahuku kalau Ha Yeon masih hidup?” batin Joon Hyuk.

“Joon Hyuk-ah, kau tahu kan kalau Ha Yeon masih hidup?” batin Jung Woo.

Di ruang kesehatan, dokter sedang mengobati luka Jung Woo. Dokter paham, kalau Jung Woo tidak akan memberitahunya kalau ia tanya apa yang terjadi. Dokter lalu mengaku senang karena bisa melihat Jung Woo lagi.

Terima kasih. Tapi kau kelihatannya terlalu perhatian padaku.” Ucap Jung Woo.

Itu karena kau adalah pasienku.” Jawab dokter.

Apa kau tahu aku ini sudah membunuh istri dan anakku?” tanya Jung Woo.

Ya. Seorang dokter tidak boleh memihak. Aku berharap kau bisa membuka  diri padaku.” Jawab dokter.

Jung Woo lalu melihat dua lisensi dokter yang terpajang di dinding. Lisensi psiakiater dan lisensi ahli paru2. Jung Woo pun memuji kepintaran dokter yang memiliki dua lisensi.

Kebetulan saja aku punya dua. Aku tidak begitu pandai, kok.” Jawab dokter merendah.

Jung Woo pun mulai memikirkan sesuatu…

Polisi mendatangi kediaman Seon Ho untuk menanyakan soal Jennifer pada Yeon Hee. Yeon Hee berkata, kalau Jennifer adalah teman semasa kuliahnya.

Keluarganya di Amerika melaporkan dia hilang karena tidak ada catatan dia sudah meninggalkan Korea dan mereka kehilangan kontak dengannya.” Jawab polisi.

Dia makan malam dengan kami suatu malam dan langsung pergi setelahnya.” Ucap Yeon Hee.

Aku tidak percaya dia hilang. Apa ada hal lain yang kau ingat?” tanya polisi.

Aku tidak tahu. Itu adalah terakhir kali aku melihatnya.” Jawab Yeon Hee.

Apa suamimu dekat dengannya?” tanya polisi.

Yeon Hee pun terkejut, Apa?

Dia meninggalkan hotel bersama suamimu.” Jawab polisi.

Dia juga berteman dekat dengan suamiku. Kudengar suamiku yang mengantarnya. Jennifer butuh seseorang untuk mengantarnya berkeliling.” Ucap Yeon Hee.

Ke mana mereka pergi saat itu?” tanya polisi.

Apa kau mencurigai suamiku?” tanya Yeon Hee.

Bukan, bukan begitu. Karena waktu kejadiannya tepat setelah dia bertemu suamimu, kemudian keberadaan Jennifer Lee tidak diketahui. Aku hanya bertanya saja untuk memastikan. Apa ada sesuatu yang kau tahu?” polisi menjelaskan.

Aku tidak yakin.” Jawab Yeon Hee tegang.


Min Ho menjalani investigasi dengan ogah-ogahan. Dua jaksa mempertanyakan rekening yang Seon Ho buat dengan meminjam nama orang lain. Min Ho mengaku tidak tahu menahu soal itu. Ia lalu mengeluhkan ruang interogasi yang sangat dingin.

Tak lama, Jaksa Yeo masuk bersama Yeon Hee. Jaksa Yeo meminta waktu istirahat. Dua jaksa itu pun langsung keluar bersama Jaksa Yeo.

Di mana Jennifer?” tanya Yeon Hee sambil menatap tajam Min Ho.

“Apa kau gila?” ucap Min Ho panic karena Yeon Hee menanyakan pertanyaan itu.

Polisi datang ke rumah kita.” jawab Yeon Hee.

Apa yang kau katakan pada mereka?” tanya Min Ho.

Kau tidak perlu cemas.” Jawab Yeon Hee.

Baguslah. Bagaimana kabar Eun Soo? Katakan padanya aku sedang ada dalam perjalanan bisnis.” Ucap Min Ho.

Yeon Hee diam saja dan melihat berkas dimeja tentang catatan rekening bank dengan nama pinjaman milik Seon Ho. Min Ho pun langsung berkata, kalau ia akan segera keluar.

Apa kau mempercayai ayahmu?” tanya Yeon Hee.

Apa maksudnya itu?” tanya Min Ho balik.

Apa mungkin selama ini ayahmu tidak tahu soal dokumen perusahaannya Seon Ho?” jawab Yeon Hee.

Semuanya akan berakhir saat investigasinya selesai.” Ucap Min Ho.

Kau akan segera tahu orang macam apa ayahmu itu.” jawab Yeon Hee, membuat Min Ho langsung menatapnya dengan heran.


Sung Gyu berjalan menuju penginapannya. Tepat saat itu, Seok datang dengan orang2nya. Untung saja, Sung Gyu melihat mereka duluan jadi Sung Gyu bisa meloloskan diri.


Sung Gyu lalu menghampiri Ha Yeon yang menunggu di depan kantor polisi. Ha Yeon batuk2. Melihat Ha Yeon batuk, Sung Gyu pun langsung mengencangkan syal Ha Yeon.

Ha Yeon-ah, masuklah ke dalam, dan sebutkan pada mereka nama ayahmu.” suruh Sung Gyu.

Paman, aku tidak mau pergi.” Jawab Ha Yeon.

Tapi Sung Gyu tetap memaksa Ha Yeon pergi sembari menahan tangisnya. Ha Yeon pun berjalan masuk menuju kantor polisi dengan wajah sedih. Sung Gyu kemudian berjalan pergi, tapi tiba2 Ha Yeon kembali dan menggenggam tangannya.

Paman, aku takut.” Ucap Ha Yeon, lalu batuk lagi.

Ha Yeon-ah, kenapa lagi?” tanya Sung Gyu.

Aku takut pada polisi.” Jawab Ha Yeon.

Polisi itu tidak menakutkan.” Ucap Sung Gyu.

Mereka kan mengambil ayah.” jawab Ha Yeon sedih.


Sung Gyu pun langsung memeluk erat Ha Yeon.

Di sel, Bangjang cs sibuk ngemil dan baca majalah. Sementara di pojokan, Cheol Sik tidur dan Jung Woo tampak memikirkan sesuatu.Ia ingat saat menyandera Min Ho yang datang ke rutan dulu. Saat itu, Min Ho takut pada ujung pensil yang digunakan Jung Woo mengancam Min Ho.


Jung Woo lalu bangkit dan mengambil cermin yang disembunyikannya di balik selimut dan memikirkan sesuatu.

Saat diluar, Jung Woo mengasah pecahan kaca cerminnya di bangku sambil mengawasi sekelilingnya. Saat ada yang lewat, ia berhenti mengasah.


Apakah yang direncanakan Jung Woo sebenarnya?? Hmm… ini drama makin makin makin menarik.

Part yang aku suka disini… Kebersamaan Dedek Ha Yeon dan Sung Gyu… sweet parah pas Sung Gyu ngeratin syalnya Dedek Ha Yeon...

Kalau scenenya Cheol Sik, gk usah ditanya deh… aku selalu ketawa lebar ngeliat scene nya… suka lah bromance nya ama Ji Sung… tapi bromance nya yang paling cetar pas sama Joo Sang Wook di Fantastic…

No comments:

Post a Comment