Thursday, June 8, 2017

Ruler : Master Of The Mask Ep 8 Part 2

Sebelumnya...


Chung Woon menghampiri Putra Mahkota yang menunggu di depan Departemen Kehakiman. Ia terkejut saat Chung Woon bilang Ga Eun sudah dibebaskan. Putra Mahkota langsung menuju ke pondok Ga Eun, tapi ia hanya menemukan sepucuk surat dan kalung pemberiannya.

“Tolong maafkan aku karena tidak bisa memenuhi janji. Setiap kali melihatmu, aku teringat kematian ayahku. Kurasa, aku tak akan pernah bahagia. Jadi lupakan saja aku. Aku tak ingin melihatmu lagi, jadi kau tolong jangan mencariku lagi. Tolong lupakan aku, seandainya aku kehilangan nyawa dan tak bisa memenuhi janji kita. Namun, jika aku kembali hidup-hidup, baru aku akan selalu berada di sisimu.”


Tulis Ga Eun dalam suratnya. Kita lalu diperlihatkan ketika Ga Eun menulis surat itu dengan linangan air mata. Setelah menulis surat itu, Ga Eun melepaskan kalung pemberian Putra Mahkota dengan pedih.


Putra Mahkota menangis dan menggenggam kalungnya yang dikembalikan Ga Eun.

“Aku tak akan serakah dan memintamu pergi bersamaku. Jadi tolong kembali dengan selamat.” Pintanya.


Sun duduk menunduk di hadapan Raja. Sementara Raja, memerintahkan Kepala Lee menghabisi Kelompok Pyunsoo.

  
Bersamaan dengan itu, Dae Mok dan kelompoknya tengah bersiap melakukan ritual. Dan Kepala Lee sedang menyiapkan prajuritnya untuk menumpas Kelompok Pyunsoo.

Kepala Lee mengawal Sun menuju gua tempat Kelompok Pyunsoo melakukan ritual. Sun masuk sendirian. Namun saat melihat banyaknya orang yang memakai topeng mengerikan, ia ketakutan dan ingin kabur namun anggota Pyunsoo-hwe menghalanginya dan menyeretnya ke hadapan Dae Mok.

  
Dae Mok mendekati Sun. Tepat saat itu Gon muncul dan Dae Mok memperlihatkan wajah Sun pada Gon. Gon seketika ingat saat dia melihat Putra Mahkota yang asli menangisi jasad Chun Soo. Setelah itu, ia ingat kata2 Hwa Gun bahwa Hwa Gun akan mati jika Putra Mahkota mati.

“Dialah yang memiliki medali Putra Mahkota.” Ucap Gon bohong.

  
Dae Mok lalu memberikan anggur bunga poppi dan berkata kalau Putra Mahkota harus bergabung dengan mereka. Sun ketakutan tapi ia tetap meminum anggur itu. Setelah meminumnya, Sun seketika merasakan nyeri yang amat sangat di dadanya. Ia juga mulai berhalusinasi, melihat wajah Dae Mok sebagai monster.

“Sebutkan namamu.” Suruh Dae Mok.

  
Ingatan Sun pun melayang ke saat Ga Eun menuliskan namanya di atas pasir putih. Ga Eun berkata, arti nama Sun adalah kehidupan baru. Sun tersenyum mendengarnya.

  
Kembali ke saat inisiasi—Sun menyebutkan namanya dengan lantang. Dae Mok yang tak percaya, memaksa Sun meminum anggur bunga poppi itu lagi. Sementara diluar, Kepala Lee menebas dua penjaga dan memberi tanda pada prajuritnya. Seketika prajuritnya merangsek maju, namun ribuan anak panah tiba-tiba menyerang mereka.


Di dalam, Sun semakin kesakitan. Dae Mok bertanya, apa Sun benar2 Putra Mahkota.

“Aku…. Putra Mahkota Joseon, Lee Sun!” teriak Sun menahan sakit.

Kepala Lee terkena anak panah. Ia berusaha bertahan dan bingung sendiri melihat kekacauan itu. Kepala Lee teriak, bahwa mereka harus melindungi Putra Mahkota.


Hwa Gun yang mengintip di balik pohon pun cemas. Gon tiba2 muncul. Hwa Gun meminta bantuan Gon mencari Putra Mahkota yang asli.


Di istana, Ratu juga ditekan salah satu pejabat. Pejabat meminta Ratu cepat mengambil keputusan.

Putra Mahkota sendiri berada di depan Kediaman Ga Eun. Chung Woon mengingatkan Putra Mahkota yang harus berada di istana sebelum pukul sepuluh malam. Putra Mahkota mengerti, lalu memacu kudanya.

  
Ga Eun ada di bilik Youngbin Lee. Ia datang untuk bertemu Putra Mahkota. Youngbin Lee ikut prihatin atas kematian Tuan Han dan meminta maaf. Dengan mulut bergetar, Ga Eun bilang Putra Mahkota lah yang harusnya minta maaf. Youngbin Lee menjelaskan kalau bukan Putra Mahkota yang membunuh Tuan Han. Ga Eun marah dan menunjukkan surat mandate Putra Mahkota.

“Putra Mahkota sungguh memberi ayah saya perintah. Tapi Putra Mahkota mengkhianati ayah saya. Saya melihat ayah saya dieksekusi olehnya dengan mata kepala saya sendiri. Apa itu salah? Jika bukan Putra Mahkota, lalu siapa yang membunuh ayah saya?” teriaknya.


Sama seperti dulu, saat Raja bergabung dengan Pyunsoo-hwe. Para prajurit dan pelayan berbondong2 meninggalkan istana. Istana kemudian ditutup dan dikuasai orang2 Dae Mok.

  
Youngbin Lee masih berbicara dengan Ga Eun.

“Kau tahu orang paling ditakuti di Joseon? Dae Mok.” Ucap Youngbin Lee.

“Siapapun sebenarnya orang di baliknya, namun bila Putra Mahkota tidak memiliki kesadaran atas tanggungjawabnya, saya tetap tidak bisa menerimanya.” Jawab Ga Eun.

  
Mereka lalu mendengar ribut2 diluar. Dayang Youngbin Lee mengintip keluar. Mereka pun panic melihat Dae Mok yang menyeret Putra Mahkota. Youngbin Lee bergumam, itu bukan Putra Mahkota.

  
Dae Mok menyeret Putra Mahkota palsu ke hadapan Raja.

“Kau memakaikan topeng pada Putra Mahkota palsu untuk menyelamatkan yang asli dan membunuhku. Iya, 'kan? Kau mencoba menipu seorang ahli tapi akhirnya terperosok dalam lubangmu sendiri. Siapapun bisa dipakaikan topeng dan kami jadikan Raja boneka. Membunuh Putra Mahkota lalu menjadikan diriku sendiri Raja Joseon, akan menjadi langkah yang tepat.” Ucap Dae Mok.

Raja murka.

  
Sementara dayang menyuruh Youngbin Lee kabur. Tapi Youngbin Lee berpikir lain. Ia berpikir menemui Raja dan menyuruh dayangnya membawa Ga Eun pergi. Ia juga memerintahkan dayangnya menunggu sampai Kepala Lee datang dan memastikan bahwa Putra Mahkota tidak kembali ke istana.


Tapi tiba2, Youngbin Lee batuk darah. Ga Eun memeriksanya dan yakin ia diracuni. Ga Eun lalu menuangkan air ke dalam gelas dan mencobanya. Yakin air itu aman, ia pun segera menyuruh Youngbin Lee meminumnya dan memuntahkannya.


Raja sendiri berusaha menumpas orang2 Dae Mok. Tepat saat Raja kewalahan, Kepala Lee datang dan membantunya.

  
Sementara Ga Eun memapah Youngbin Lee keluar dari istana, tapi belum sempat melangkahkan kaki keluar, Youngbin Lee terjatuh. Dengan kondisi sekarat, Youngbin Lee menjelaskan orang2 yang menyusup istana lah yang membunuh Tuan Han.

Raja dan Kepala Lee masih bertempur dengan orang2 itu namun sial mereka kalah dan terkena sabetan pedang.

Youngbin Lee menyuruh Ga Eun mencari batu yang ia sembunyikan di green house Putra Mahkota dan meminta Ga Eun memberikan batu itu pada Chun Soo. Jika Ga Eun ingin membersihkan nama ayahnya, Ga Eun harus menemukan batu itu. Setelah mengatakan itu, Youngbin Lee meninggal dunia.

  
Putra Mahkota dan Chung Woon yang baru kembali ke istana terkejut melihat istana yang kosong. Cemas, mereka langsung merangsek masuk ke dalam. Putra Mahkota langsung menjerit memanggil sang ayah.

“Dia Putra Mahkota yang asli!” teriak Dae Mok, lalu berjalan menuju PM Lee Sun.

“Lindungi Putra Mahkota!” teriak Raja.

  
Dae Mok mengayunkan pedangnya, bersiap membunuh Putra Mahkota. Tapi kemudian Putra Mahkota berteriak panic sambil menatap ke arah sang ayah. Ia melarang sang ayah mendekat. Namun sang ayah tetap mendekat untuk melindunginya dan Dae Mok pun menusukkan pedangnya pada Raja.

PM Lee Sun syok, Abamama!

No comments:

Post a Comment