Sunday, November 12, 2017

My Golden Life Ep 20 Part 2

Sebelumnya...


Tuan Seo pergi menemui Myung Shin. Myung Shin pun menceritakan semuanya, kalau Ji An bertanggung jawab atas proyek besar Haesung. Kalau Ji An ingin mengakui semuanya setelah acara ulang tahun Haesung selesai. Tuan Seo terkejut dan langsung menangis menyadari Ji An sudah mengetahui semuanya saat datang ke nikahan Ji Tae.

Tuan Seo lantas minta Myung Shin terus menghubungi Ji An dan menyuruh Ji An pulang.


Sementara itu, Nyonya Yang mendatangi kediaman Haesung untuk bertemu Nyonya No. Nyonya No lah yang menyuruh Nyonya Yang datang agar Nyonya Yang bisa mengambil barang-barang Ji An. Namun saat masuk ke kamar Ji An, Nyonya Yang tidak mendapati satu pun barang-barang Ji An kecuali sebuah kaus putih. Nyonya Yang ingat kapan terakhir kali Ji An memakai kaus putih itu. Ia pun kembali menangis.


Setelah keluar dari kamar Ji An, Nyonya No kembali memojokkan Nyonya Yang. Nyonya Yang pun berkata, kalau itu semua salahnya. Dirinya lah yang menipu Tuan Choi dan Nyonya No. Nyonya No mengaku, pikirannya sedang kacau waktu itu. Ia juga berkata, Ji An dan Ji Soo sama-sama berarti baginya dan Ji Soo tidak pernah complain soal hidup, tapi Ji An terus berjuang.

“Dia tidak punya keluhan? Dia tinggal di sebuah gubuk, bekerja di toko roti, tapi tidak punya keluhan?” ucap Nyonya No marah.

“Aku meminta maaf.” Jawab Nyonya Yang.

“Putrimu seberharga itu untukmu? Kau memaksa putriku tinggal dan hidup miskin, lalu mengirim putrimu kepada kami?” tanya Nyonya No.

“Kumohon bunuh saja aku, Nyonya.” Jawab Nyonya Yang.


“Kenapa aku harus membunuhmu? Mati itu terlalu mudah. Aku akan membunuh putrimu, Seo Ji An.” Ucap Nyonya No.

Nyonya Yang pun terkejut…

“Putrimu yang berharga Seo Ji An. Dia tidak akan mendapatkan pekerjaan yang pantas lagi. Akan kubuat dia hidup seperti dirimu. Perhatikan cara dia menyintas sampai akhir hayatnya.” Ucap Nyonya No.

Nyonya Yang pun langsung berlutut dan meminta Nyonya No melepaskan Ji An.

“Yang Mi Jung, jangan berani-berani berhenti dari restoran pemberianku. Seo Ji Tae, Lee Soo A, Seo Ji Ho. Mereka semua akan sengsara jika kau melakukannya. Kau menjual putrimu demi menghasilkan uang. Hiduplah dengan itu selamanya. Nafkahi putrimu dengan uang itu.” ucap Nyonya No.


Bibi pemilik sauna dan para pengunjung mulai takut terjadi sesuatu pada Ji An. Ia berencana melapor pada polisi. Ji An yang mendengar itu pun langsung bangun dan meminta air dengan suara lemas.


Di gedung acara, Do Kyung pun mengingat kembali kata-kata terakhir yang diucapkannya pada Ji An. Ia pun menyesal sudah mengatakan itu.


Di toko roti, Ji Soo mencemaskan Ji An yang belum menghubunginya. Tapi tak lama kemudian, beberapa kejadian membuatnya sadar kalau Ji An sudah mengetahui semuanya sejak awal. Ji Soo pun salah paham, mengira Ji An ikut menipunya.


Di sauna, Ji An membaca pesan dari Ji Soo. Mereka pun bertemu di taman. Tapi begitu Ji An datang, Ji Soo mendaratkan tamparannya di pipi Ji An.

No comments:

Post a Comment