Skip to main content

My Golden Life Ep 31 Part 1

Sebelumnya...


Do Kyung menyerahkan surat pengunduran dirinya. Sontak hal itu membuat kedua orang tuanya terkejut. Nyonya No marah. Tapi tekad Do Kyung sudah bulat. Ia mengaku ingin membuka bisnis sendiri.

ā€œKau ingin membuka bisnismu sendiri? Kau serius?ā€ tanya Tuan Choi.

Do Kyung mengangguk.

ā€œLalu apa maksudnya saat kau bilang tidak bisa menikahi Jang So Ra?ā€ tanya Tuan Choi.

ā€œItu juga sama. Kurasa aku ingin menjalani hidupku sendiri.ā€ Jawab Do Kyung.
                          
ā€œItu sebabnya kau ingin keluar dari Perusahaan Haesung? Kau sudah menyerah untuk menjadi penerus Haesung?ā€ tanya Tuan Choi.

Do Kyung mengiyakan.

ā€œDo Kyung-ah, jelaskan alasanmu melakukan ini kepada ayah. Ayah ingin tahu alasanmu yang sebenarnya.ā€ Ucap Tuan Choi.

ā€œTapi sudah kukatakan berkali-kali.ā€ Jawab Do Kyung.


ā€œPikirmu itu masuk akal? Kau tidak sadar dengan dampaknya pada Perusahaan Haesung? Kau sadar. Kau jelas-jelas tahu. Penerus Perusahaan Haesung keluar dari Perusahaan Haesung. Siapa yang akan percaya? Siapa yang akan percaya dia mengundurkan diri? Pasti akan ada rumor bahwa kau keluar karena masalah serius. Perjudian, narkoba, wanita, atau masalah kejiwaan. Bisa-bisanya kau mengundurkan diri padahal mengetahui itu.ā€ Sewot Nyonya No.

ā€œRumor itu akan hilang jika aku sukses sendiri.ā€ Jawab Do Kyung.

ā€œKau tahu Haesung bisa terkena dampaknya bahkan jika hanya rumor tentang saham. Pimpinan juga meyakini bahwa nama baik itu penting.ā€ Ucap Nyonya No.

ā€œItu sebabnya. Aku hidup selama 33 tahun sebagai penerus Perusahaan Haesung. Aku belum pernah hidup sesuai kehendakku.ā€ Jawab Do Kyung.

ā€œMemangnya kenapa? Kau tidak pernah dirugikan. Pikirmu ada berapa banyak orang di Korea yang dilahirkan sebagai penerus sebuah perusahaan?ā€ ucap Nyonya No.

ā€œAku tidak pernah menginginkan itu. Aku menyadarinya. Apakah aku ingin menjadi penerus sebuah perusahaan? Tidak. Aku ingin mencari cara agar bisa menjalani hidupku dengan bahagia.ā€ Jawab Do Kyung.

ā€œItu sebabnya kau memberi tahu keluarga So Ra bahwa kau tidak bisa menikahinya dan keluar dari perusahaan?ā€ tanya Nyonya No.

ā€œSebenarnya aku senang bisa melakukan ini sebelum terlambat.ā€ Jawab Do Kyung.


ā€œKau ingat ayah bilang apa saat kau bilang enggan menikahi Jang So Ra?ā€ tanya Tuan Choi.

ā€œJika ada pilihan, maka ada tanggung jawab.ā€ Jawab Do Kyung, lalu beranjak pergi.


Nyonya No pun teringat kata-kata ayahnya tentang Do Kyung yang mencintai gadis lain.

ā€œKurasa Do Kyung serius.ā€ Ucap Tuan Choi. 

ā€œPasti ada alasannya sampai dia seserius ini. Dia bahkan meninggalkan segalanya.ā€ Jawab Nyonya No.

ā€œKau menyuruh seseorang mengawasi Do Kyung?ā€ tanya Tuan Choi.

ā€œAda sesuatu yang dia sembunyikan dari kita. Itu sebabnya dia enggan pergi ke Eropa.ā€ Jawab Nyonya No.

ā€œMenurutmu Do Kyung mengundurkan diri agar tidak perlu pergi ke Eropa?ā€ tanya Tuan Choi.

ā€œJika bukan itu, apa lagi penjelasan untuk tindakan gegabahnya itu? Beraninya dia membuat kesepakatan.ā€ Dengus Nyonya No.


Sementara itu, Do Kyung teringat percakapannya dengan Gi Jae.


Flashback...

ā€œMengirimmu ke cabang di Eropa adalah peringatan besar.ā€ Ucap Gi Jae.

ā€œAda dua cara untuk meresponsnya. Menuruti keinginan si pemberi Peringatan. Keluar dari batas peringatan itu.ā€ Jawab Do Kyung.

ā€œKeluar dari batas? Maksudmu kau akan melepaskan kesempatan menjadi penerus Haesung?ā€ tanya Gi Jae.

ā€œFokus pada binis. Kau bilang bersedia menjadi partner bisnisku jika aku sudah membuat keputusan.ā€ Ucap Do Kyung.

ā€œAku tidak memercayaimu.ā€ Jawab Gi Jae.

ā€œKenapa tidak? Kau yang paling tahu keadaanku lebih dari siapa pun.ā€ Ucap Do Kyung.

ā€œDo Kyung-ah, penerus Perusahaan Haesung, lalu akan menjadi pimpinan. Itu yang kau miliki. Jika dijatuhkan, maka akan menimpa kakimu. Kakimu akan hancur.ā€ Jawab Gi Jae.

ā€œHanya jika aku menjatuhkannya. Aku bisa membuangnya.ā€ Ucap Do Kyung.

ā€œKau tidak bisa membuangnya. Terlalu berat.ā€ Jawab Gi Jae.

ā€œAku akan memindahkan kakiku sebelum keduanya jatuh.ā€ Ucap Do Kyung.

ā€œKau begitu mencintainya? Kau amat menginginkannya? Masih ada banyak cara untuk mendapatkannya.ā€ Jawab Gi Jae.

ā€œIni bukan hanya demi Ji An. Aku ingin hidup di jalanku sebelum semua terlambat.ā€ Ucap Do Kyung.


Mereka lalu pergi ke sebuah mesin, dimana deteksi wajah dijadikan sebagai kuncinya. Do Kyung berkata, akan menggunakan uang tunai untuk sementara. Dia juga akan menjual sahamnya sambil menunggu gedung di Gangnam terjual.

ā€œKita punya koneksi di Amerika, tapi Eropa tidak akan mudah.ā€ Jawab Gi Jae.

ā€œPersentase serangan teror di sana lebih tinggi. Mungkin keadaannya akan lebih mudah di Eropa.
Aku punya beberapa teman lulusan S2 Administrasi Bisnis di Eropa.ā€ Ucap Do Kyung.

ā€œTapi ini sebatas bisnis. Kau akan kuperlakukan sama. Sistem pengenal wajah ini amat penting bagiku.ā€ Jawab Gi Jae.

ā€œIni juga penting bagiku. Ini bisnis pertamaku sejak aku bebas.ā€ Ucap Do Kyung.

Flashback end...


Do Kyung kembali ke ruangannya dan langsung bertanya pada Seketaris Yoo, apa Seketaris Yoo sudah menemukan tempat untuknya.

ā€œSulit menemukan rumah kosong.  Anda tahu anda amat pemilih. Untuk sekarang, sebaiknya anda menyewa saja baru memilih rumah anda sendiri.ā€ Jawab Seketaris Yoo.

ā€œMaksudmu aku harus tinggal di apartemen untuk sementara? Terus cari. Aku bisa tinggal di hotel untuk sementara.ā€ Ucap Do Kyung.

Seketaris Yoo pun langsung memasang muka cemberut.

ā€œJangan menatapku seperti itu. Kau harus tetap di perusahaan ini. Lebih baik kau di perusahaan besar.ā€ Ucap Do Kyung.


Tiba2, Nyonya No menerobos masuk ke ruangan Do Kyung. Seketaris Yoo langsung keluar.

Nyonya No : ā€œHaruskah ibu menemuinya?ā€

Do Kyung : ā€œSiapa?ā€

Nyonya No : ā€œKekasihmu.ā€

Do Kyung : ā€œKekasihku? Ibu pikir aku bisa berpacaran saat hidupku dikendalikan sepenuhnya oleh Ibu?ā€

Nyonya No pun terdiam. Do Kyung lalu meminta sang ibu menghargai keputusannya.


Hyuk menemui Ji An dan menanyakan pesanan lampu yang tiba2 didapat Ji An. Hyuk merasa aneh karena pemesannya sudah mengirimkan uang muka 300 dollar dan akan melunasi sisanya setelah mereka menentukan harganya. Hyuk memberitahu Ji An, kalau si pemesan barusan menghubunginya dan memintanya menetapkan harga.

ā€œYong Gook bilang harga satuannya 300 dolar.ā€ Ucap Hyuk.

ā€œTunggu saja. Aku akan menyelesaikan ini dahulu.ā€ Jawab Ji An. Dan wajah Ji An seketika berubah sedih.


Di toko rotinya, Ji Soo juga melamun memikirkan kata-kata2 Nyonya No soal dirinya yang menggunakan alasan dirinya hilang dulu untuk berbuat seenaknya. Ia juga mengingat saat kakeknya berkata, masalah tidak akan menjadi rumit jika Ji Soo berlaku seharusnya.


Boss Kang tiba2 memanggil Ji Soo. Ia menyuruh Ji Soo menutup toko dan berkata akan mengajari Ji Soo membuat adonan.

Ji Soo pun langsung ingat saat sang ibu menyuruhnya pulang lebih awal karena ada kelas untuknya.

ā€œAku sudah ada janji dengan keluargaku hari ini, jadi, harus pulang lebih awal.ā€ Ucap Ji Soo.
ā€œAku tidak tahu kenapa kita selalu sedih belakangan ini.ā€ Jawab Boss Kang.

ā€œMaafkan aku.ā€ Ucap Ji Soo.


Nyonya No menemui Nyonya Son dan meminta maaf atas perkataan Do Kyung yang tidak mau menikahi So Ra.

ā€œSayang sekali. Wakil Presdir Choi sudah cukup dewasa. Dia juga pasti mengerti keadaannya.ā€ Jawab Nyonya Sun.

ā€œDia bilang dia menyukai So Ra. Setelah menjadi wakil presdir, dia pasti merasa tertekan karena pekerjaan. So Ra pasti kecewa.ā€ Ucap Nyonya No.

ā€œSejujurnya, aku merasa dihina, tapi dia bilang akan menanganinya setelah lulus. Kurasa masih ada harapan untuk mereka.ā€ Jawab Nyonya Son yang membuat Nyonya No langsung antusias.

Nyonya No pun langsung berkata, kalau Do Kyung menolak So Ra bukan karena tidak menyukai So Ra.


Ji Soo berjalan gontai menuju rumahnya. Bersamaan dengan itu, Tuan Choi pun juga sedang menuju rumah dengan mobilnya. Tuan Choi melihat Ji Soo.

Ji Soo enggan masuk ke rumahnya, tapi saat melihat sang ayah, ia buru2 masuk.

Tuan Choi menghela nafas melihat Ji Soo yang buru2 masuk ke dalam.


Di dalam, Nyonya No memperkenalkan Ji Soo dengan wanita bernama Park Ji Young yang akan menjadi tutor Bahasa Perancis Ji Soo.

ā€œIbu ingin aku belajar Bahasa Prancis?ā€ tanya Ji Soo.

ā€œBahasa Inggris terlalu umum. Kau harus mempelajari bahasa lain.ā€ Jawab Nyonya No.


Nyonya No pun menyuruh Seketaris Min mengantar Nona Park ke atas.


Nyonya No lantas berkata, Ji Soo bisa makan setelah kelas Ji Soo selesai. Nyonya No bilang, saat kenyang, pikiran Ji Soo bisa kabur. Bersamaan dengan itu, Tuan Choi masuk ke dalam. Nyonya No menyuruh Ji Soo ke atas. Sebelum naik ke atas, Ji Soo menyapa ayahnya lebih dulu.

ā€œKau ingin dia belajar bahasa Prancis?ā€ tanya Tuan Choi.

ā€œSebaiknya kita mengirim dia ke Prancis.ā€ Jawab Nyonya No, lalu mengajak Tuan Choi bicara lebih lanjut.

Nyonya No juga menyuruh Seketaris Min memanggil Do Kyung.


Ji Soo pun memulai pelajaran Bahasa Prancisnya.


Di bawah, Nyonya No membahas rencana ayahnya yang mau mengirim Ji Soo ke sekolah kuliner di Prancis.

ā€œAku senang mendengarnya. Kupikir dia tidak akan mengizinkan Ji Soo sekolah kuliner untuk S2-nya.ā€ Jawab Tuan Choi.

ā€œDia bisa membuka waralaba toko roti untuk industri pangan kita.ā€ Ucap Nyonya No.

ā€œKe mana dan kapan dia akan pergi?ā€ tanya Tuan Choi.

ā€œAku melihat-lihat beberapa sekolah di beberapa kota. Di tempat yang jarang ada orang Korea.ā€ Jawab Nyonya No.

Nyonya No juga memberitahu Tuan Choi pertemuannya dengan Nyonya Son. Tuan Choi pun mempertanyakan alasan Do Kyung yang mau resign dari perusahaan. Nyonya No bilang, itu karena Do Kyung mau menghindari pemindahan ke cabang di Eropa.


Tak lama, Do Kyung pulang. Nyonya No pun berkata, akan membatalkan kepindahan Do Kyung ke Eropa dan meminta Do Kyung tetap di perusahaan.

ā€œIbu, aku sudah mengajukan surat pengunduran diri.ā€ Ucap Do Kyung.

ā€œSudah cukup. Ibu hanya akan menurutimu sejauh ini. Saat masih muda kau tidak pernah berulah. Kau sudah terlalu dewasa untuk berulah.ā€ Jawab Nyonya No.

ā€œJika bukan itu yang kau inginkan, berarti kau sungguh ingin mandiri?ā€ tanya Tuan Choi.

ā€œYa, memang. Tadi aku bilang begitu. Aku akan keluar dari Haesung dan rumah ini. Aku akan menjalankan bisnisku sendiri.ā€ Jawab Do Kyung.


Tuan Choi dan Nyonya No pun terkejut Do Kyung juga mau keluar dari rumah.


Hyuk menemui noona nya yang sedang mengemasi pakaian. Hee bilang, dia akan pergi ke Namhae bersama teman kuliahnya. Hee juga berkata, kalau dia belum memutuskan akan tinggal berapa lama.

ā€œSaat di sana, kakak akan memikirkan apa yang ingin kakak lakukan. Kakak tidak bisa menjalankan kafe saat sudah tua.ā€ Ucap Hee.

ā€œKenapa tidak? Aku berpikir akan membuka kafe untuk para lansia.ā€ Jawab Hyuk.

ā€œTapi apa kau memberi Ji An terlalu banyak pekerjaan?ā€ tanya Hee.

ā€œDia belum pulang? Kukira dia sudah tidur.ā€ Jawab Hyuk.

ā€œDia belum pulang. Kakak ke kamarnya untuk memberikan pakaian, tapi dia tidak ada.ā€ Ucap Hee.

ā€œIni sudah hampir pukul 1.00.ā€ jawab Hyuk cemas.


Ji An sendiri masih di studio, mengerjakan pesanan So Ra. Tiba2, ia teringat saat dirinya menjatuhkan pensilnya setelah mendengar kata2 So Ra, bahwa So Ra dan Do Kyung sudah bertunangan.


Hyuk datang dan memarahi Ji An yang masih bekerja padahal hari sudah larut. Ji An terkejut menyadari hari sudah larut. Hyuk pun mengajak Ji An pulang, tapi Ji An bilang dia mau menyelesaikan pesanan lampu itu dulu.

ā€œItu amat menyenangkan bagimu?ā€ tanya Hyuk.

ā€œYa, bahkan lampu ini pun membuatku senang.ā€ Jawab Ji An.

"Bahkan?ā€ tanya Hyuk.

Ji An yang enggan menjawab pertanyaan Hyuk, mengalihkan pembicaraan dengan mengaku perutnya lapar. Ji An minta izin Hyuk makan mie dulu sebelum pulang. Tapi Hyuk tidak mengizinkan Ji An makan mie.

ā€œJika kau mengizinkanku makan mi instan, aku akan tetap bekerja untukmu.ā€ Jawab Ji An, membuat Hyuk kaget.


Hyuk lalu mengajak Ji An pulang. Ji An terkejut Hyuk memasakkan nasi goreng kimchi untuknya.

ā€œAku tidak ingin disalahkan karena terlalu keras kepadamu.ā€ Jawab Hyuk.

ā€œMaka aku bisa makan ini setiap lembur?ā€ tanya Ji An.

ā€œKamu bersedia tetap bekerja di perusahaan kami?ā€ tanya Hyuk.

Tepat saat itu, Yong Gook pulang dan terdiam melihat kedekatan Ji An dan Hyuk. Setelah terdiam beberapa saat, Yong Gook pun memberitahu Hyuk dan Ji An kalau dia sudah pulang dan langsung naik ke atas.


ā€œKau akan mendaftar ke perusahaan lain. Tahun depan usiamu 29 tahun. Ini kesempatan terakhirmu masuk perusahaan besar.ā€ Ucap Hyuk.

ā€œJangan menyuruhku hidup seperti itu lagi. Aku akan berhenti berusaha keras. Aku tidak mau melakukannya.ā€ Jawab Ji An.

ā€œBukankah kau kemari untuk menjernihkan pikiran?ā€ tanya Hyuk.

ā€œDahulu aku berpikir harus hidup seperti itu. Kupikir itu kesempatan terbaikku. Tapi aku tidak ingin hidup seperti itu. Aku sudah bekerja keras. Aku melakukan segalanya sebisaku. Aku harus bekerja dengan baik agar menjadi pegawai tetap. Terkadang aku bangga dengan diriku, tapi aku tidak pernah merasa berhasil.ā€ Jawab Ji An.


ā€œKau sudah tidak ingin sukses? Kau tidak ingin bekerja di perusahaan besar seperti yang lain?ā€ tanya Hyuk.

Ji An mengiyakan.

ā€œKenapa tidak?ā€ tanya Hyuk.

ā€œPekerjaan ini menyenangkan.ā€ Jawab Ji An.

ā€œMungkin memang menyenangkan, tapi bukan sesuatu yang bisa kau banggakan.ā€ Ucap Hyuk.

ā€œDi rumah ini, aku melihat orang yang hidup bahagia meski pekerjaannya biasa saja. Kau juga sudah melihatnya. Aku berterima kasih atas itu.ā€ Jawab Ji An.

ā€œSeo Ji An...ā€ ucap Hyuk.


Keesokan harinya, Do Kyung mengantarkan So Ra ke bandara. So Ra menghela nafas, lalu memberitahu kecemasannya kalau ia takut sang ibu menyusulnya ke bandara.

ā€œBagaimana perasaanmu?ā€ tanya Do Kyung.

ā€œTentang pelarian yang sukses ini? Aku belum merasa lega. Aku belum bisa lega jika pesawatnya belum lepas landas.ā€ Jawab So Ra.

ā€œMaka aku harus mengebut agar kau bisa segera naik pesawat.ā€ Ucap Do Kyung.

Dan, Do Kyung pun mengingat percakapannya dengan So Ra, saat ia mengajak So Ra sarapan siang sebelum perayaan hari jadi Haesung.


Flashback...

Do Kyung : ā€œTolong batalkan pertunangannya. Dan jangan datang ke acara yayasan.ā€

So Ra : ā€œAndaikan bisa melakukan itu, aku tidak akan berpikir untuk segera bertunangan.ā€

Do Kyung: ā€œAndaikan bersedia menikahi pria yang mencintai wanita lain, kau pasti tidak akan mencari tahu tentangku. Kau bilang tidak menginginkan pernikahan palsu.ā€

So Ra : ā€œKenapa kau tidak bilang sudah punya pacar?ā€

Do Kyung : ā€œTidak bisa. Hubungan kami belum jelas.ā€

So Ra : ā€œKau tidak berpacaran, tapi membatalkan pertunangan kita? Kenapa?ā€

Do Kyung : ā€œAku tidak punya pilihan.ā€

So Ra : ā€œAku tidak mengerti. Bisa-bisanya kau melakukan itu.ā€


Do Kyung : ā€œSo Ra-ssi, bagaimana kau tahu aku mencintai wanita lain?ā€

So Ra : ā€œKekasihku menatapku dengan tatapan seperti itu saat mengantarku ke bandara. Dia tampak sepertimu saat kita pertama bertemu. Bibirnya tersenyum, tapi matanya tampak sedih.ā€

Do Kyung pun terkejut dengan pengakuan So Ra.

Lebih lanjut So Ra memberitahu, kalau kekasihnya diadopsi di Korea dan orang tua yang mengadopsi kekasihnya adalah oralah Afrika. So Ra bilang, kalau dia berencana menikahi seseorang yang sepadan dengannya dan memacari kekasihnya hanya untuk bersenang2.

ā€œAndaikan kau tidak mencintai wanita lain, mungkin aku sudah mengakhiri hubunganku dengannya.ā€ Ucap So Ra.

ā€œAndaikan kau ingin melakukan itu, kau pasti tidak akan mengetesku. Bukankah kau butuh alasan? Bukankah kau ingin bertunangan sebelum pergi karena ingin aku membatalkannya?ā€


So Ra : ā€œMungkin kau benar. Saat menatap matamu, aku tidak bisa berhenti memikirkannya.ā€

Do Kyung : ā€œTapi kau takut kepada orang tuamu. Kau akan menikahiku hanya karena tidak ingin mengecewakan mereka?ā€

So Ra : ā€œBantu aku meninggalkan Korea untuk pergi ke Chicago. Aku akan membuat masalah di sana.ā€

Do Kyung : ā€œSo Ra-ssi...ā€

Do Kyung : Jika mengabari mereka saat masih di Korea, aku tidak akan bisa pergi ke Amerika.ā€

Flashback end...


Do Kyung : ā€œKau bilang akan langsung pergi setelah tiba di Chicago. Kau akan ke mana?ā€
So Ra : ā€œUntuk apa aku memberitahumu? Itu rahasia.ā€

Do Kyung : ā€œKau tidak akan mendapatkan bantuan dari orang tuamu lagi. Kau mungkin membutuhkan bantuanku.ā€

So Ra : ā€œPikirmu kekasihku itu apa? Kini kita impas. Aku menjual sebagian sahamku, mengambil tabunganku, dan mengirimkannya ke temanku. Aku juga sudah mengemas barang-barang berharga.ā€

Do Kyung : ā€œKau berani saat tekadmu kuat. Kau mirip seseorang.ā€

So Ra : ā€œMaksudmu Seo Ji An?ā€

Do Kyung : ā€œBagaimana kamu tahu nama Ji An?ā€


So Ra : ā€œJi An juga menyukaimu.ā€

Do Kyung : ā€œKau menemui Ji An?ā€

So Ra : ā€œAku menggodanya sedikit.  Aku penasaran dengan hasilnya.ā€

Do Kyung : ā€œJadi, kau menemui Ji An? Bagaimana bisa? Gi Jae memberitahumu soal dia?ā€

So Ra : ā€œDua lampu akan diantarkan ke kantormu. Itu hadiah dariku.ā€


Ji An sedang mengukir nama Do Kyung di kayu dudukan lampu, tapi ia tidak bisa fokus dan terus teringat kata-kata So Ra yang menyuruhnya mengantarkan pesanan lampu itu ke kantor Do Kyung. So Ra bilang, itu akan lebih baik untuk mereka bertiga.

ā€œDia agresif atau jahat?ā€ gumam Ji An.

ā€œAku akan merasa lega, kau bisa membuktikan tidak menyembunyikan apa-apa, dan Do Kyung, akan merasakan sesuatu.ā€ Ucap So Ra lagi.


Do Kyung dan So Ra sudah di bandara. Tiba2, Do Kyung mendapatkan pesan dari Ji An yang akan segera ke kantornya untuk mengantarkan lampu.

ā€œJika kau di luar, aku akan meninggalkannya di lobi.ā€ Ucap Ji An lagi.

ā€œTidak bisa. Harus aku yang menerimanya. Aku sedang rapat. Datanglah satu jam lagi.ā€ Balas Do Kyung.

Do Kyung pun langsung pergi. Tapi sebelum pergi, Do Kyung minta So Ra tidak berubah pikiran. So Ra pun berkata, kalau kekasihnya akan menjemputnya di bandara Chicago nanti.


Di studio, Ji An mengepak kedua lampunya dan mengenakan topi. Ia juga meminjam kacamata Tuan Sun.


Ji An sampai di Haesung dan langsung menyembunyikan dirinya saat melihat teman satu timnya dulu. Ji An lantas menemui resepsionis dan berkata mau mengantarkan lampu untuk Do Kyung.


Begitu Ji An datang, Seketaris Yoo yang sudah menunggu di depan ruangan Do Kyung, langsung menyuruh Ji An masuk.


Sementara itu, Do Kyung pura2 gak tau apa yang dilakukan Ji An di kantornya. Ji An bilang, ia datang untuk mengantarkan lampu. Do Kyung pura2 kaget tahu Ji An yang mengantarkan lampunya.

ā€œAstaga, So Ra iseng sekali. Kau pasti merasa tidak enak.ā€ Ucap Do Kyung.

ā€œTidak enak? Aku kesal!  Kenapa kau membuatku tampak bodoh? Sudah kubilang berkali-kali, jangan datang. Kenapa meminta tunanganmu menemuiku? Kau gila? Kau sudah bertunangan.ā€ Protes Ji An.

ā€œAku tidak gila.ā€ Jawab Do Kyung.

ā€œTunanganmu memesan dua lampu yang sama.ā€ Ucap Ji An.


ā€œSo Ra bukan tunanganku. Aku tidak akan bertunangan atau pun menikah dengan So Ra.ā€ Jawab Do Kyung, membuat Ji An tertegun.

ā€œAku hendak menjelaskan. Kenapa kau tidak sabaran?ā€ ucap Do Kyung lagi, lalu mengambil box lampunya.

ā€œTapi dia bilang ini hadiah pertunangan?ā€ tanya Ji An.

ā€œItu sebabnya kubilang dia iseng.ā€ Jawab Do Kyung.

Ji An masih terkejut. Melihat ekspresi Ji An, Do Kyung berkata lagi, ā€œKau terkejut ya?ā€


Sadar dari keterkejutannya, Ji An langsung berbalik pergi. Tapi Do Kyung langsung menghentikan langkahnya. Do Kyung menyuruh Ji An menunggu sampai dia selesai memeriksa lampunya.

ā€œJika ada pertanyaan, silakan ditanyakan selagi menunggu. Tanyakan kenapa aku tidak bertunangan. Tanyakan aku membatalkan pertunangannya demi siapa.ā€ Ucap Do Kyung.

Tapi Ji An malah berlari keluar. Do Kyung tersenyum melihatnya.


Tapi Ji An terpaksa balik lagi untuk mengambil uangnya. Seketaris Yoo bilang, Do Kyung sudah pergi karena ada rapat penting. Seketaris Yoo juga berkata, akan menyuruh Do Kyung menghubungi Ji An.

ā€œTidak, minta dia mengantarkan uangnya ke toko kami.ā€ Pinta Ji An.

ā€œAku akan memintanya segera menghubungimu.ā€ Jawab Seketaris Yoo.

ā€œJangan.ā€ Larang Ji An.

ā€œAku sekretarisnya, jadi, harus mengikuti aturan. Mohon dimengerti.ā€ Ucap Seketaris Yoo.

Ji An pun tak punya pilihan lain selain menurut.


Do Kyung sendiri ada di dalam dan sedang memainkan lampunya.

ā€œLihat ini. Ji An yang membuatnya. Bukankah ini luar biasa?ā€ ucap Do Kyung.

ā€œAnda sungguh ingin melakukan itu?ā€ tanya Seketaris Yoo.

ā€œAku hanya butuh waktu untuk berpikir.ā€ Jawab Do Kyung.

ā€œAku sudah bekerja untuk anda selama lima tahun. Lima tahun.ā€ Protes Seketaris Yoo.

ā€œIni kesempatan emasku untuk menemuinya lagi. Melewatkan kesempatan ini adalah keputusan yang tidak baik bagi seorang pebisnis.ā€ Jawab Do Kyung.


Di lantai dasar, Ji An melihat pengumuman mutasi Do Kyung ke Eropa.


Di sepanjang jalan, Ji An terus memikirkan mutasi Do Kyung. Ji An tahu, pindah ke cabang Eropa berarti jabatannya turun.

ā€œApakah karenaku? Tidak mungkin. Kenapa dia berbuat gila begitu? Harusnya dia tidak melakukan hal seperti itu.ā€ Ucap Ji An.


Nyonya No memberitahu ayahnya kalau Do Kyung mau pergi dari rumah juga. Nyonya No pun meminta ayahnya menemui Do Kyung. CEO No kesal, karena Nyonya No tidak bisa mengontrol anak sendiri. Ia juga berkata, tidak suka dengan Tuan Choi.


Di ruangannya, Tuan Choi melamun memikirkan rencana CEO No yang mau mengirim Ji Soo sekolah di Prancis. Tak hanya itu, Tuan Choi juga ingat betapa tertekannya Do Kyung dan Ji Soo, serta mengingat masa lalunya saat mereka kehilangan Ji Soo.


Flashback...

Di rumah sakit, Tuan Choi bercerita pada CEO No, kalau Nyonya No tidak mengecek Eun Seok di kursi belakang setelah berhenti sebentar untuk ke kamar kecil. CEO No menegur putrinya yang tidak becus menjaga Eun Seok. Nyonya No pun merengek, meminta sang ayah menemukan Eun Seok.

ā€œMedia di luar, bukan?ā€ tanya CEO No pada Tuan Choi.

ā€œPara detektif juga menunggu.ā€ Jawab Tuan Choi.

ā€œKita tidak kehilangan Eun Seok di tempat perhentian.ā€ Ucap CEO No.

ā€œApa?ā€ tanya Tuan Choi bingung.

ā€œSemua orang akan bergosip soal penerus wanita Perusahaan Haesung yang  tidak mampu mengurus putrinya sendiri. Ayah tidak bisa membiarkan itu terjadi.ā€ Jawab CEO No.

ā€œTapi jika kita tidak memberi tahu di mana dia hilang, bagaimana kita menemukannya?ā€ tanya Tuan Choi.

ā€œBagaimana seorang ibu yang tersadar dari koma setelah 20 hari bilang dia tidak memeriksa putrinya sebelum pergi? Kita kehilangan dia di TKP kecelakaan. Kau akan berbicara di depan pers dan para detektif. Ayah akan membungkam mulut para direktur.ā€ Jawab CEO No.

Flashback end...


Tuan Choi pun cemas.

ā€œMereka tidak akan membiarkan ini begitu saja.ā€ Gumamnya.


Boss Kang menyuruh Ji Soo menutup tokonya karena sakit dan mengaku tidak bisa membuat roti lagi sore ini. Tapi Ji Soo bilang, mereka tidak bisa melakukannya karena para pelanggan yang biasa akan datang sore hari.
ā€œLantas, kau saja yang memanggang. Akan kubawakan air rahasiaku.ā€ Jawab Boss Kang.

ā€œItu namanya membodohi pelanggan kita. Aku hanya bisa meniru. Aku tidak seandal Anda.ā€ Ucap Ji Soo.

ā€œKalau begitu, tutup tokonya dan pulanglah.ā€ Jawab Boss Kang.


Ji Soo yang hendak pulang, melintasi kafe Hee. Karena melihat ada pekerja baru. Ji Soo pun masuk ke dalam.

Pekerja yang dilihat Ji Soo adalah teman Hee yang diberi tugas untuk menjaga dan mengelola kafe selama Hee pergi.

Ji Soo mendekati Hee dan bertanya, Hee mau kemana. Hee berkata, dirinya akan keluar kota untuk bekerja.


Pengurus yang baru memanggil Hee karena ada yang mau ditanyakan. Ji Soo pun mempergunakan kesempatan itu untuk menelpon Boss Kang. Sayangnya, ponsel Boss Kang mati. Ji Soo pun panic dan langsung berlari keluar.

Comments

Popular posts from this blog

I Have a Lover Ep 50

Sebelumnya.... ā€œAku rasa aku jatuh cinta lagi padamu.ā€ Ucap Jin Eon begitu Hae Gang menghampirinya. ā€œAku sudah tahu.ā€ jawab Hae Gang. ā€œBerikan tasmu.ā€ Pinta Jin Eon. ā€œTidak mau, tas melambangkan harga diri seorang wanita.ā€ Jawab Hae Gang. ā€œBerikan padaku. Tas wanitaku melambangkan harga diriku.ā€ ucap Jin Eon. Hae Gang pun tersenyum, lalu memberikan tas alias keranjangnya yang berisi peralatan mandi pada Jin Eon. Jin Eon kemudian menyuruh Hae Gang menggandeng lengannya. Hae Gang pun menggandeng lengan Jin Eon, dan selanjutnya keduanya beranjak pergi menuju sauna dengan senyum terkembang. ā€œKau akan memakai itu?ā€ tanya Hae Gang saat melihat Jin Eon sedang memilih2 baju sauna. ā€œAku pernah memakainya dulu.ā€ Jawab Jin Eon. ā€œTak bisa kubayangkanā€¦ā€ dan Hae Gang pun tersenyum geli, ā€œā€¦ tapi entah bagaimana tampaknya akan lucu.ā€ ā€œAwas ya kalau kau jatuh cinta padaku.ā€ Ucap Jin Eon.   Ajumma penjaga sauna kemudian memberitahu bahwa Jin Eon...

Ruby Ring Ep 93 Part 2

Sebelumnya... Dongpal dan Jihyeok yang berseragam militer, sedang menata restoran sesuai arahan Chorim. Tapi kemudian, Dongpal sebal karena Chorim menyuruh mereka menggeser meja kesana kemari. Chorim pun jadi sewot. "Kau ingin aku yang sedang hamil melakukan ini!" Jihyeok tertawa melihat perdebatan orang tuanya. Daepung lantas keluar dari dapur. Ia menghentikan pertengkaran itu dan mengaku, akan mengangkat meja itu sendirian. Tapi karena mejanya berat, Jihyeok dan Dongpal langsung membantu Daepung. Geum Hee tiba-tiba datang, mengejutkan Chorim. Geum Hee membawakan sebuket bunga untuk Chorim. "Kudengar kau hamil. Jadi kubawakan bunga ini. Bunga ini bagus untuk kehamilan. Kuharap anakmu secantik bunga ini." ucap Geum Hee. Daepung lantas mengajak Geum Hee pergi. "Jihyeok-ah, apa yang terjadi?" tanya Chorim. "Paman Daepung jatuh cinta. Dia ingin menikah jadi dia bekerja keras." jawab Jihyeok. Mendengar Geum Hee c...

I Have a Lover Ep 8

Sebelumnya <<< Hae Gang keluar dari sebuah ruangan. Ia berjalan di koridor kampus sambil memikirkan percakapannya dengan seseorang. "Jin Eon adalah putra pemilik Perusahaan Farmasi Cheon Nyeon? Anak itu, dia tidak memberitahukan saya. Jika saya mengeluarkan Kang Seol Ri dari tim penelitian kami, apakah itu akan memuaskan?"   Flashback.... Ketika Hae Gang sedang berbicara dengan Direktur Kampus.  "Ya. Sebagai imbalan, penelitian yang sedang anda kerjakan, akan didukung Perusahaan Farmasi Cheon Nyeon. Sampai tahun 2015, satu juta per tahun." jawab Hae Gang. "Saya akan melakukannya. Tidak sulit bagi saya melakukannya." ucap Direktur Kampus. Flashback end Hae Gang lalu keluar dan berjalan di taman kampus. Saat itulah ia melihat Seol Ri berjalan keluar dari kampus dan menuju ke arah lain. Hae Gang menatap dingin Seol Ri . Seol Ri tidak melihat Hae Gang dan terus berjalan ke bangku taman. Hae Gang masuk ke lab Jin Eon...