Sebelumnya...
Ji An setuju berkencan dengan Do Kyung, tapi hanya sepekan saja. Do Kyung bilang, sepekan terlalu singkat. Ji An menjawab, jika terlalu lama tidak seru. Do Kyung pun membenarkan perkataan Ji An, kalau terlalu lama tidak lah seru.
Dalam perjalanan ke studio, Ji An dihubungi Do Kyung. Ji An cemas, ia takut terjadi sesuatu lagi pada bisnisnya Do Kyung.
Usai bicara dengan Do Kyung, Ji An melihat Ji Soo yang berlari ke arahnya sambil teriak2 memanggil dirinya.
Do Kyung yang masih menyetir, akhirnya menyadari dirinya diikuti. Sadar, itu orang suruhan kakeknya, Do Kyung pun segera menepikan mobilnya. Do Kyung kemudian turun dari mobilnya dan berjalan dengan cepat ke arah mobil si penguntit. Do Kyung membuka paksa pintu mobil si penguntit, lalu menyeret si penguntit keluar dan memukulnya.
Do Kyung dan Seketaris Yoo sedang meninjau mesin dan pabriknya. Mereka dibantu oleh salah satu penghuni rumah kos, si pemilik toko barang bekas.
Hee ke toko roti dan sikapnya mulai tidak ramah pada Ji Soo. Ji Soo bilang, Boss Kang menyuruhnya membuat adonan pizza karena mereka akan makan malam dengan pizza. Dengan ketus, Hee bilang kalau Ji Soo tidak perlu melakukannya karena ia akan memasak semur dumpling.
Ji Soo pun minta maaf sudah membuat mereka cemas. Suasana pun tambah kacau saat Ji Soo mendapat telepon dari Nyonya No. Usai menerima telepon ibunya, Ji Soo terdiam. Boss Kang bisa menebak kalau Nyonya No mengajak Ji Soo ketemuan.
āAku cukup nyaman dengan uang yang kuhasilkan sendiri. Aku tidak butuh uang sebanyak itu. Bagiku, semua makanan enak dan karena gen ibu yang bagus, aku tampak cantik mengenakan apa pun. Jadi, aku tidak suka pergi ke restoran terkenal dan tidak suka berbelanja juga. Itulah alasannya aku bahagia selama bertahun-tahun dengan pekerjaan paruh waktu. Aku tidak butuh lebih.ā Ucap Ji Soo.
āAku juga akan makan agar kau bisa makan.ā Ucap Do Kyung, lalu memakai sarung tangan plastiknya dan mulai menyantap ceker ayam.
Berpindah ke Seohyun yang masuk ke klub seorang diri. Seohyun meyakin dirinya, kalau ia pasti bisa bersenang-senang seorang diri sekarang.
āNo Daepyeonim, sampai kapan kau akan membiarkan Haesung Food & Beverages tersendat? Franchise burger, bar salad dan restoran Korea. Kau sudah punya tiga. Air yang tersendat akan membusuk. Kau sudah punya terlalu banyak franchise. Kapan kau akan meluncurkan merek baru? Aku sudah menyuruhmu sejak lama.ā Ucap CEO No.
Jin Hee lantas mengajak kakaknya itu minum teh. Nyonya No kesal dan meminta Jin Hee tidak mengganggunya.
Nyonya No lah yang menghubungi Tuan Choi. Saat kembali ke ruangannya, Nyonya No terkejut melihat adiknya sudah berada di sana.
āAku mendengar kabar soal Jang So Ra. Aku belum memberi tahu ayah. Itu akan membuat keadaan amat buruk, bukan?ā jawab Jin Hee.
Nyonya No memakaikan jepit rambut berlian itu ke rambut Eun Seok. Kemudian, Nyonya No disuruh Jin Hee meninggalkan Eun Seok di rumah perawat di Yangpyeong.
Panic, Nyonya No pun langsung masuk ke mobil dan meninggalkan rest area tanpa menyadari Eun Seok sudah menghilang.
Nyonya No pun buru2 memutar mobilnya, mau kembali ke rest area. Tepat saat itu, sebuah truk datang dan menabrak mobil Nyonya No.
Lalu Ji Soo menelponnya. Ji Soo berencana mengenalkan Hyuk pada ayah kandungnya dan orang tua angkatnya. Ji Soo bertanya, kapan sang ayah (Tuan Seo) punya waktu. Ji An pun terdiam sejenak sebelum akhirnya memberitahu Ji Soo apa yang terjadi pada ayahnya.
Ia kemudian terkejut begitu melihat Do Kyung yang duduk di hadapannya dan sedang tersenyum kepadanya.
Do Kyung pun beranjak mendekati Ji An dan memberikan bunganya. Ji An senang dapat bunga dari Do Kyung.
Tapi saat Do Kyung mulai menyuap makanannya, Ji An bertanya apa saja yang Do Kyung makan dengan So Ra dan Do Kyung pergi kemana saja dengan So Ra. Do Kyung pun tertawa menyadari Ji An cemburu.
Di kamar, Nyonya No kesal karena Tuan Choi tidak memberinya kabar sama sekali setelah meeting selesai. Nyonya No penasaran, kemana saja Tuan Choi pergi sepanjang hari. Tuan Choi bilang, ia pergi mencari angin.
Ji An akhirnya sampai duluan di pintu dan ia terlihat sangat sangat bahagia. Ji An bilang, ia akan mengatakan keinginannya pada Do Kyung nanti.
Nyonya No menatap Ji An dengan tajam. Do Kyung ingin menjelaskan, tapi Nyonya No tidak mau mendengar penjelasan Do Kyung. Nyonya No hanya mau mendengar penjelasan Ji An.
Ji An setuju berkencan dengan Do Kyung, tapi hanya sepekan saja. Do Kyung bilang, sepekan terlalu singkat. Ji An menjawab, jika terlalu lama tidak seru. Do Kyung pun membenarkan perkataan Ji An, kalau terlalu lama tidak lah seru.
Do Kyung lantas mendekatkan
wajahnya ke Ji An. Mengira akan dicium lagi, Ji An pun langsung menghindar. Do
Kyung tertawa melihat ekspresi Ji An.
Ji An lalu menanyakan
pekerjaan Do Kyung. Do Kyung pun tersadar dan langsung pergi.
Setelah Do Kyung pergi, Ji An
menghela nafas dan menyenderkan dirinya ke dinding.
āApa yang sudah kulakukan?ā
gumamnya.
Dalam perjalanan ke studio, Ji An dihubungi Do Kyung. Ji An cemas, ia takut terjadi sesuatu lagi pada bisnisnya Do Kyung.
Do Kyung yang menyetir
berkata, ia mau melapor ke pacarnya. Ji An pun kaget Do Kyung menyebut dirinya
pacar. Lalu, Do Kyung bercerita bahwa Yong Gook memperkenalkannya dengan
pemilik toko barang bekas yang mengetahui beberapa pabrik kecil dan sekarang,
ia dalam perjalan ke sana untuk melihat-lihat mesin. Do Kyung juga mengaku akan
membeli mesinnya hari itu juga dan jika pabriknya bagus, ia juga akan
mengambilnya.
āBukankah kau sudah berkendara
terlalu jauh hari ini?ā cemas Ji An.
āAku bersama Sekretaris Yoo.
Kami akan bergantian mengemudi.ā Jawab Do Kyung.
āHati-hati.ā Ucap Ji An.
āKau mengkhawatirkanku?ā tanya
Do Kyung.
Ji An pun mengalihkan
pembicaraan dengan melarang Do Kyung menjawab telepon selagi mengemudi. Do
Kyung pun mengerti, tapi sebelum menutup teleponnya, ia berkata akan menjemput
Ji An setelah Ji An selesai bekerja.
Usai bicara dengan Do Kyung, Ji An melihat Ji Soo yang berlari ke arahnya sambil teriak2 memanggil dirinya.
āAda apa denganmu?ā tanya Ji
An.
āIni hanya berkencan. Bukankah
itu yang dilakukan orang-orang seumur kita?ā ucap Ji Soo.
āApa maksudmu?ā tanya Ji An.
āApa kau akan menikahi Do
Kyung Oppa sekarang jika keluarganya tidak menentang? Itu tidak benar, bukan? Orang-orang
tidak langsung menikah. Mereka tidak begitu. Harus berkencan dahulu agar saling
mengenal. Jadi, apa masalahmu? Kalian harus berkencan dahulu. Yang dicemaskan
Haesung adalah kau menjadi bagian dari keluarga. Mereka menolakmu karena tidak
ingin pernikahan. Jadi, katakan saja kepada mereka kamu tidak akan begitu lagi.
Lalu karena kau mengencani Do Kyung, mungkin kau berhenti menyukainya. Aku
bahkan tidak tahu pada akhirnya mengencani Hyuk.ā Jawab Ji Soo.
āItukah yang kau pikirkan
semalaman?ā tanya Ji An.
āMaaf, aku hanya bisa bilang
begini. Tapi setelah melihat Ibu memperlakukanku dan Hyuk, aku tidak bisa
mendukungmu mengejar cinta apa pun yang terjadi.ā Jawab Ji Soo.
āKami sudah memutuskan untuk
melakukan itu. Kami memutuskan hanya berkencan. Hanya sepekan. Aku tidak mau
terlalu lama. Akan berbahaya jika lama. Aku mau melakukan sesuatu untuknya, tapi
sedih rasanya tidak bisa melakukan apa pun karena tidak berhak melakukannya. Hanya
sepekan.ā Ucap Ji An.
Ji Soo kemudian memeluk Ji An.
Do Kyung yang masih menyetir, akhirnya menyadari dirinya diikuti. Sadar, itu orang suruhan kakeknya, Do Kyung pun segera menepikan mobilnya. Do Kyung kemudian turun dari mobilnya dan berjalan dengan cepat ke arah mobil si penguntit. Do Kyung membuka paksa pintu mobil si penguntit, lalu menyeret si penguntit keluar dan memukulnya.
āBilang pada bosmu kalau kau
ditinju. Aku akan membunuhmu jika kau membuntutiku lagi.ā Ucap Do Kyung.
Si kakek pun terkejut
mendengar Do Kyung memukul orang sewaannya.
Do Kyung dan Seketaris Yoo sedang meninjau mesin dan pabriknya. Mereka dibantu oleh salah satu penghuni rumah kos, si pemilik toko barang bekas.
Hee ke toko roti dan sikapnya mulai tidak ramah pada Ji Soo. Ji Soo bilang, Boss Kang menyuruhnya membuat adonan pizza karena mereka akan makan malam dengan pizza. Dengan ketus, Hee bilang kalau Ji Soo tidak perlu melakukannya karena ia akan memasak semur dumpling.
Boss Kang pun mencoba
menenangkan Hee. Ia bilang, ayah Ji Soo sudah mengurus semuanya jadi mereka
tidak perlu cemas lagi.
Ji Soo pun minta maaf sudah membuat mereka cemas. Suasana pun tambah kacau saat Ji Soo mendapat telepon dari Nyonya No. Usai menerima telepon ibunya, Ji Soo terdiam. Boss Kang bisa menebak kalau Nyonya No mengajak Ji Soo ketemuan.
āSepertinya, sebelum
menguliahkanmu dan menaikkan statusmu, dia tidak mau mendaftarkanmu dalam kartu
keluarga, bukan?ā ucap Boss Kang.
āYa. Bahkan saat ini, mungkin
dia ingin menemuiku untuk membujukku agar aku ke luar negeri.ā Jawab Ji Soo.
āDia tidak berhak memaksamu.
Kau bukan putrinya secara sah.ā Ucap Boss Kang.
Lalu, Ji Soo dan Nyonya No
bertemu di sebuah kafe. Nyonya No berkata, meskipun Ji Soo hidup miskin selama
ini, tapi Ji Soo tetaplah putrinya yang berharga.
āAku tidak hidup miskin.ā
Jawab Ji Soo.
āJustru itulah masalahnya. Kau
belum melihat dunia di duniamu yang sempit.ā Ucap Nyonya No.
āMaaf, tapi aku datang ke
keluarga ini karena ingin melawan orang tuaku. Aku sungguh minta maaf.ā Jawab
Ji Soo.
āMelawan?ā tanya Nyonya No.
āSaat aku diseret ke bandara, kukira
aku tidak bisa menjadi Seo Ji Soo lagi. Kukira aku akan kembali sebagai orang
asing, Choi Eun Seok. Saat memikirkan itu, aku melihat banyak hal yang belum
pernah kulihat. Aku menyadari cinta dari orang tuaku lamaku nyata. Aku
merindukan Ji An dan sedih harus meninggalkan Hyuk. Aku sungguh sedih dan penuh
penyesalan. Serta aku takut.ā Jawab Ji Soo.
āKau sudah lupa dengan
perbuatan mereka kepadamu?ā tanya Nyonya No kesal.
āItu tidak penting. Aku tidak
bahagia selama tinggal beberapa bulan dengan orang tua kandungku.ā Jawab Ji
Soo.
āItu karena kau belum
mencobanya. Kau belum menikmati hidup. Ini bukan sekadar masalah uang. Tidak
ada yang boleh memperlakukanmu dengan tidak benar. Kau bisa melakukan apa pun
yang kau inginkan dalam hidup. Kenapa kau tidak bisa mengerti kalau ibu ingin
memberikan yang terbaik untukmu.ā Ucap Nyonya No.
āIbu ingat memberikanku kartu
kredit? Pernahkah aku memakainya?ā tanya Ji Soo.
āKau benar. Kenapa tidak
dipakai? Itu tidak ada batasnya.ā Jawab Nyonya No.
āAku cukup nyaman dengan uang yang kuhasilkan sendiri. Aku tidak butuh uang sebanyak itu. Bagiku, semua makanan enak dan karena gen ibu yang bagus, aku tampak cantik mengenakan apa pun. Jadi, aku tidak suka pergi ke restoran terkenal dan tidak suka berbelanja juga. Itulah alasannya aku bahagia selama bertahun-tahun dengan pekerjaan paruh waktu. Aku tidak butuh lebih.ā Ucap Ji Soo.
āKau sudah terbiasa hidup
miskin. Itu membuat ibu kecewa dan kesal.ā Jawab Nyonya No.
āTapi karena itu, aku tidak
mau kembali. Aku tidak mau hidup sebagai Choi Eun Seok. Aku tidak merasa bahwa
kau adalah ibuku. Aku tidak sedih
melepaskan semua hak istimewa yang bisa kunikmati di Haesung. Satu-satunya
alasan aku bersyukur karena anda sudah melahirkanku.ā Ucap Ji Soo.
Nyonya No tidak menyerah. Ia
berjanji, tidak akan memaksa Ji Soo lagi keluar negeri. Ia juga mengizinkan Ji
Soo pacaran dengan Hyuk dan Ji Soo juga boleh kerja di toko roti, asalkan Ji
Soo mau kembali ke rumahnya.
āSudah terlambat.ā Jawab Ji
Soo.
āTerlambat?ā tanya Nyonya No.
āTerima kasih sudah
melahirkanku. Aku hanya mau berterima kasih untuk itu.ā Jawab Ji Soo, lalu
bangkit dari duduknya.
āKau akan menyesalinya.ā Ancam
Nyonya No, tapi Ji Soo tidak peduli dan beranjak pergi.
Di studio, Ji An gelisah
menunggu kabar dari Do Kyung. Tak lama kemudian, ponselnya berbunyi. Pesan dari
Do Kyung. Do Kyung bilang, akan tiba 5 menit lagi. Ji An pun langsung
berdandan.
āAyo pergi, aku ingin naik
kereta bawah tanah denganmu.ā Ucap Do Kyung.
Di kereta, Ji An merasa
canggung. Apalagi, setelah Do Kyung mengajaknya berdiri di dekat pintu. Do
Kyung, bilang pasangan selalu berdiri di sana. Do Kyung lantas menggeser tubuh
Ji An, agar tidak terlalu ke dekat pintu. Do Kyung bilang, terlalu berbahaya
berdiri di dekat pintu.
Kereta mulai penuh, Do Kyung
dan Ji An pun terpaksa berdiri berdekatan.
Lalu, mereka nonton film
sambil makan popcorn. Ji An nampak kesulitan mengambil popcorn nya karena
wadahnya terlalu tinggi.
Melihat itu, Do Kyung pun
menggunakan tangannya sebagai wadah popcorn.
āKau lebih suka menatapku
daripada menonton film?ā goda Do Kyung, membuat Ji An tersipu malu.
Ji An lantas kembali
mengalihkan pandangannya ke film. Ia terus makan sampai tidak menyadari popcorn
di tangan Do Kyung sudah habis.
Karena Ji An merespon
genggamannya, Do Kyung pun mengubah posisi genggamannya dan mendekatkan tangan
Ji An ke dadanya.
Alur cerita film mulai sedih.
Ji An menangis. Melihat itu, Do Kyung pun mengeluarkan sapu tangannya dan
menghapus air mata Ji An. Ji An menoleh, lalu mengambil sapu tangan Do Kyung.
Tuan Choi pun sama. Mereka
semua menonton film sedih.
Do Kyung dan Ji An keluar dari
bioskop sambil bergandengan tangan dan membahas cerita film yang mereka tonton
tadi.
āMenurutmu, kau bisa lolos
dari ketujuh sidang alam baka?ā tanya Ji An.
āTidak. Aku kehilangan
kesempatanku untuk bereinkarnasi. Jadi, aku akan berusaha yang terbaik di
kehidupan saat ini.ā Jawab Do Kyung.
āKukira kita akan bersama di
kehidupan yang selanjutnya, tapi tampaknya tidak.ā Ucap Ji An.
āKau juga tidak bisa
bereinkarnasi. Kau akan didakwa berbohong. Kau berpura-pura tidak menyukaiku.ā Jawab
Do Kyung.
āAku tidak pernah bilang tidak
menyukaimu.ā Ucap Ji An.
āBenar juga. Kau meneriakiku
dan bilang kamu menyukaiku.ā Jawab Do Kyung.
āYang benar saja.ā Balas Ji
An.
āAku terlalu lapar untuk marah.ā
Ucap Ji An kemudian.
āBenar, kau lapar, bukan? Kau
bisa memilih mau makan malam apa. Aku tadinya mau memesan tempat di restoran, tapi
aku tidak tahu apa yang kau sukai.ā Jawab Do Kyung.
Mereka pun pergi makan di
restoran yang Ji An pilih. Do Kyung bingung melihat menu makanannya.
āIni yang dulu biasa kumakan
saat berkuliah. Tteokbooki, keju, ceker ayam, dan jumeokbap.ā Ucap Ji An.
āKau makan ceker?ā tanya Do
Kyung kaget.
āKau tidak makan, ya?ā tanya
Ji An.
Do Kyung pun menggeleng
cepat2.
Ji An lalu menyantap ceker
ayamnya dengan menggunakan sumpit, tapi ia agak kesulitan karena harus makan
dengan sumpit.
Do Kyung lalu melihat
sekitarnya dan melihat orang2 makan ceker pakai tangan.
āBukan begitu cara makannya,
bukan? Lakukan saja seperti biasa.ā Ucap Do Kyung sambil menyodorkan sarung
tangan plastik.
Tapi Ji An menolak dan memilih
makan pakai sumpit.
āAku juga akan makan agar kau bisa makan.ā Ucap Do Kyung, lalu memakai sarung tangan plastiknya dan mulai menyantap ceker ayam.
Ji An tersenyum dan mulai
makan ceker ayam dengan tangannya.
Di kamarnya, Ji Tae sedang
mengetik pesan untuk Soo A. Tapi Seung Won, temannya Soo A, tiba-tiba
menghubunginya. Seung Won memberitahu, kalau Soo A keguguran. Ji Tae pun
terkejut.
āSore ini dia terus bilang
perutnya sakit. Dia beristirahat di rumahku sekarang. Kukira kau harus tahu.
Itulah alasanku menelepon.ā
Berpindah ke Seohyun yang masuk ke klub seorang diri. Seohyun meyakin dirinya, kalau ia pasti bisa bersenang-senang seorang diri sekarang.
Seohyun lalu melihat Ji Ho
yang sedang bekerja. Ia kaget dan buru-buru pergi.
Ji Ho sempat melihat punggung
Seohyun, tapi ia meyakinkan dirinya kalau itu bukan Seohyun.
Seohyun pun heran kenapa ia
melarikan diri. Lalu, Seohyun ingat saat Ji Ho menggagalkan ciumannya dengan
Supir Ryu saat ia melihat mobil yang terparkir di sana.
Ia juga ingat saat Ji Ho
memberikanya uang hasil dari mereka menjual pakaian di pinggir jalan.
Seohyun pun tersenyum.
Tapi kemudian, ia tersadar dan
memukul pipinya sendiri.
āTidak mungkin. Aku pasti
gila. Kenapa kau terus memikirkannya? Seo Hyun, kau mencintainya? Dia putra
musuh keluargamu.ā Ucapnya.
Do Kyung mengantarkan Ji An
pulang dan mereka masih bergandengan tangan. Do Kyung tidak menyangka, akan
kembali lagi ke lingkungan Ji An. Ji An bilang, Do kyung selalu bilang tidak
akan pernah kembali tapi kenyataannya Do Kyung selalu kembali.
āAku sebaiknya tidak memakai
kata "tidak akan pernah".ā Jawab Do Kyung.
āBenar juga. Kata "tidak
akan pernah" sungguh tidak berarti.ā Ucap Ji An.
āBukankah kau juga sering
menggunakan kata itu?ā jawab Do Kyung.
Ji An pun tersenyum.
Karena sudah hampir sampai di
rumah, Ji An pulang cukup sampai disitu saja Do Kyung mengantarnya. Do Kyung
mengerti. Ji An kemudian berterima kasih karena Do Kyung sudah mengantarnya
pulang. Do Kyung bilang, itu kewajibannya mengantar Ji An pulang.
āPasti dingin dalam perjalanan
pulang.ā Cemas Ji An.
āAku akan berlari ke halte
bus.ā Jawab Do Kyung.
āJaga dirimu.ā Ucap Ji An.
āApa rencanamu besok?ā tanya
Do Kyung.
Ji An pun terdiam. Ia menunduk
dan matanya seketika berkaca-kaca.
āKau tidak mau melakukan apa
pun untukku?ā tanya Do Kyung.
āAku mau menonton,
berjalan-jalan, pergi ke galeri seni, berolahraga bersama, bicara di telepon
kapan pun kumau, pergi ke bar dan kafe, dan pergi ke taman bermain bersamamu.ā
Jawab Ji An.
Do Kyung pun terkejut.
āSampai jumpa besok.ā Ucap Ji
An.
Do Kyung tersenyum, lalu
berkata sampai jumpa besok.
āSampai jumpa besok.ā Balas Ji
An, sambil tersenyum dan memandangi wajah Do Kyung.
Genggaman tangan mereka nampak
semakin erat.
Keesokan paginya, Hyuk yang
baru keluar dari kamar mendapati Ji Soo sedang melipati pakaian pria. Ji Soo
bilang, itu pakaian Do Kyung. Lalu, Ji Soo melipat daleman Do Kyung dengan
santainya. Hyuk sontak terkejut.
āBagaimana bisa kau melipat
pakaian dalam pria begitu saja?ā tanya Hyuk.
āApa? Memangnya salah? Aku
punya dua saudara pria, jadi, sudah terbiasa.ā Jawab Ji Soo.
Ji Soo lalu menggoda Hyuk. Ia
mengangkat daleman Do Kyung dan bertanya, apa Hyuk malu.
Hyuk yang malu, langsung
mengambil daleman Do Kyung dan menyuruh Ji Soo melipat handuk saja.
ākau menjadi ceria setelah
menemuimu ibumu.ā Ucap Hyuk.
āYa. Memikirkan orang-orang
yang menyayangiku membuatku berani. Jadi, aku mengungkapkan semua yang
kupikirkan kepadanya. Itu terasa amat melegakan.ā Jawab Ji Soo.
āLantas, aku sebaiknya menemui
ayahmu.ā Ucap Hyuk.
āAyahku?ā tanya Ji Soo.
āAku membantumu kabur. Jadi,
aku harus meminta maaf kepadanya dan meminta restunya mengencanimu. Aku tidak
enak membiarkanmu melewati segalanya sendirian.ā Jawab Hyuk.
āAyahku baik. Aku yakin dia
juga akan menyukaimu.ā Ucap Ji Soo.
Saat rapat, CEO No memuji
putri bungsunya yang pergi ke Eropa sendiri dan membeli tanah sendiri untuk
resort baru mereka.
Nyonya No kesal mendengar
pujian itu.
Jin Hee bilang, itu berkat
koneksi suaminya.
CEO No lalu melirik ke arah
Tuan Choi yang sedang minum dengan santai.
āNo Daepyeonim, sampai kapan kau akan membiarkan Haesung Food & Beverages tersendat? Franchise burger, bar salad dan restoran Korea. Kau sudah punya tiga. Air yang tersendat akan membusuk. Kau sudah punya terlalu banyak franchise. Kapan kau akan meluncurkan merek baru? Aku sudah menyuruhmu sejak lama.ā Ucap CEO No.
āItu tertunda karena ekspansi
Vietnam. Ini era kejayaan waralaba, jadi, kami berusaha melakukan sesuatu yang
unik. Sebentar lagi...ā
CEO No pun memotong kata-kata
Nyonya No. Ia bilang, ekspansi vietnam sudah menjadi tanggung jawab Tuan Choi.
Jin Hee dan suaminya nampak
senang.
Lalu, salah seorang peserta
rapat bertanya kapan Do Kyung akan kembali dari cuti.
āDia mau cuti untuk
menyegarkan diri, jadi, aku membiarkannya mengambil cuti panjang. Aku malu
melihat para anggota dewan.ā jawab CEO No.
CEO No lalu menatap kesal ke
arah Nyonya No. Jin Hee tambah senang melihatnya.
Begitu rapat selesai, Tuan
Choi langsung meninggalkan ruangan rapat. Lalu, Nyonya No mengajak ayahnya
minum teh. Sang ayah menolak dengan alasan sibuk, tapi ia mengajak Tuan Jung
minum teh.
Jin Hee lantas mengajak kakaknya itu minum teh. Nyonya No kesal dan meminta Jin Hee tidak mengganggunya.
Nyonya No menerobos masuk ke
ruangan suaminya dan panic mendapati sang suami tidak berada di sana.
Tuan Choi sedang berdiri di
depan gedung Haesung. Ia menatap langit dan tidak mempedulikan ponselnya yang
terus bergetar sejak tadi.
Nyonya No lah yang menghubungi Tuan Choi. Saat kembali ke ruangannya, Nyonya No terkejut melihat adiknya sudah berada di sana.
āApa yang kau lakukan?ā tanya
Nyonya No.
āAku mau bertanya soal
keponakanku, tapi kau tidak memperbolehkanku. Biarkan aku menemui Eun Seok.ā
Ucap Jin Hee.
āEun Seok belajar ke luar
negeri.ā Jawab Nyonya No.
āLalu Do Kyung?ā tanya Jin
Hee.
āDia akan segera kembali.ā
Jawab Nyonya No.
āEonni, aku sudah mengenal Do
Kyung selama bertahun-tahun. Aku tidak tahu siapa wanita itu, tapi bagaimana
jika Do Kyung malah menyerahkan Haesung Grup padanya?ā tanya Jin Hee.
āJangan bicara omong kosong!ā
jawab Nyonya No.
āEdward VIII bahkan turun
takhta demi wanita. Dia melakukannya demi menikahi Walls Simpson. Kau pasti
tahu karena dulu kau juga dibutakan cinta.ā Ucap Jin Hee.
āNo Jin Hee!ā
āAku mendengar kabar soal Jang So Ra. Aku belum memberi tahu ayah. Itu akan membuat keadaan amat buruk, bukan?ā jawab Jin Hee.
āKau masih menyerang orang
sambil tersenyum. Itulah alasanku membencimu.ā Ucap Nyonya No.
āAku menyerangmu? Maksudmu
pada hari kau kehilangan Eun Seok?ā tanya Jin Hee.
Flashback...
Nyonya No memakaikan jepit rambut berlian itu ke rambut Eun Seok. Kemudian, Nyonya No disuruh Jin Hee meninggalkan Eun Seok di rumah perawat di Yangpyeong.
Saat keluar dari toilet di
rest area, Nyonya No dihubungi oleh Jin Hee.
Datanglah ke rumah perawat di
Yangpyeong.
āSuamimu menyewa seseorang
untuk mengikutimu. Kau belum ketahuan?ā tanya Jin Hee.
Panic, Nyonya No pun langsung masuk ke mobil dan meninggalkan rest area tanpa menyadari Eun Seok sudah menghilang.
Ketika mobilnya sudah melaju,
Nyonya No baru sadar Eun Seok tidak ada di kursi belakang.
Nyonya No pun buru2 memutar mobilnya, mau kembali ke rest area. Tepat saat itu, sebuah truk datang dan menabrak mobil Nyonya No.
Tuan Choi pun marah, di mana kau
meninggalkan Eun Seok! Di mana kau
meninggalkan Eun Seok!
Flashback end...
āKau kira itu salahku, bukan?
Kau tidak pernah merasa bertanggung jawab, bukan?ā tanya Jin Hee.
āItulah alasanku tidak akan
pernah membiarkanmu memiliki Haesung. Aku akan membuat Do Kyung langsung
mewarisinya.ā Jawab Nyonya No.
āAku juga suka bersaing. Di
samping itu, kurasa ayah berubah pikiran.ā Ucap Jin Hee, yang sukses membuat
Nyonya No khawatir.
Sadar, kakaknya itu sedang
khawatir, Jin Hee pun berkata akan memikirkan cara untuk semakin mengubah
pikiran CEO No. Jin Hee lalu pergi. Nyonya No menghela napasnya.
Dan di ruangan kantornya yang
sempit, Do Kyung memberi instruksi pada Seketaris Yoo.
āAku harus menyelesaikannya
dengan cepat dan pergi. Ayo bergegas dan lakukan percobaan, buat sampel, lakukan
pengecekan kualitas, dan tentukan kapan kita akan membuka pabrik serta desain
kemasan peletnya. Tolong catat semua yang kita butuhkan.ā Ucap Do Kyung.
āJangan khawatir. Anda pergi
saja. Jangan menyia-nyiakan waktu.ā Jawab Seketaris Yoo.
āTerima kasih.ā Ucap Do Kyung,
lalu bangkit dari duduknya.
āOmong-omong, anda tidak
masalah hanya seminggu?ā tanya Seketaris Yoo.
āKita tidak pernah tahu. Mungkin
nanti terjadi keajaiban.ā Jawab Do Kyung, lalu membuka jaketnya.
Tuan Sunwoo dan Sun Tae pulang
duluan. Setelah mereka pulang, Ji An membuka laci dan mengambil boneka kayu
ayahnya yang sedang memeluk gitar.
Lalu Ji Soo menelponnya. Ji Soo berencana mengenalkan Hyuk pada ayah kandungnya dan orang tua angkatnya. Ji Soo bertanya, kapan sang ayah (Tuan Seo) punya waktu. Ji An pun terdiam sejenak sebelum akhirnya memberitahu Ji Soo apa yang terjadi pada ayahnya.
Do Kyung sampai di studio dan
turun dari mobil dengan wajah sumringah.
Ji An nampak serius
menyelesaikan boneka kayu ayahnya.
Saking seriusnya, sampai2 dia
tidak menyadari Do Kyung ada di belakangnya dan sedang menyodorkan bunga
padanya.
Do Kyung tersenyum dan mulai
memperhatikan Ji An yang serius mengukir patung sang ayah.
Ji An akhirnya selesai
mengukir patung ayahnya.
Ia kemudian terkejut begitu melihat Do Kyung yang duduk di hadapannya dan sedang tersenyum kepadanya.
āKapan kau datang?ā tanya Ji
An.
āSekitar sejam lalu.ā Jawab Do
Kyung.
āSejam lalu? Apa yang kau
lakukan selama sejam? Kenapa tidak meneleponku?ā protes Ji An.
āTidak apa-apa.ā Jawab Do
Kyung.
āKau seharusnya meneleponku. Ini
sudah hampir pukul 20.00.ā ucap Ji An.
Do Kyung pun beranjak mendekati Ji An dan memberikan bunganya. Ji An senang dapat bunga dari Do Kyung.
Do Kyung lalu melihat ukiran
patung Tuan Seo.
āIni ayahmu?ā tanya Do Kyung.
āBagaimana kau tahu?ā kaget Ji
An.
āAku sudah pernah bertemu
dengannya. Ini mirip sekali dengannya. Kau mau mengecatnya juga?ā
āTidak. Aku bisa mengecatnya
besok.ā
āMari cat ini, lalu pergi.ā
Ji An pun mulai mengecat
patung ayahnya, sementara Do Kyung menuangkan catnya. Ji An lalu menyuruh Do
Kyung mengecat bagian celananya. Awalnya, Do Kyung menolak karena takut boneka
kayunya jadi rusak, tapi Ji An bilang ia bisa memperbaikinya jika itu rusak.
Dan mereka pun mulai mengecat
patung Tuan Seo bersama.
Mereka lalu pergi makan malam.
Ji An merasa, ia sudah merusak rencana Do Kyung malam ini.
āAku tidak punya rencana. Aku
amat sibuk sampai hanya memikirkan menemuimu sepulang kerja. Aku tidak bisa
memikirkan rencana lain.ā Ucap Do Kyung.
āKau sudah selesai mengurus
pabrik dalam sehari? Kau luar biasa.ā Puji Ji An.
āKau juga. Kau bahkan tidak
mendengarku memanggilmu. Kau benar-benar berfokus pada pekerjaanmu.ā Jawab Do
Kyung.
āLampu itu rupanya. Amat sulit
berkonsentrasi saat itu. Omong-omong, apa yang kau lakukan dengan lampu So Ra?ā
āAku menyimpannya.ā Jawab Do
Kyung.
āKenapa kau menyimpannya?ā
tanya Ji An.
āItu... So Ra seharusnya
mengirimkan alamatnya, tapi belum sampai sekarang.ā Jawab Do Kyung.
āSo Ra? Belum? Tampaknya
kalian berdua amat akrab.ā
āKami sudah saling mengenal
sejak kecil.ā
āSungguh?ā tanya Ji An, lalu
mulai melahap makanannya. Wajahnya nampak sedikit kesal.
āKau kesal?ā tanya Do Kyung.
āUntuk apa aku kesal? Aku
hanya lapar.ā Jawab Ji An.
Tapi saat Do Kyung mulai menyuap makanannya, Ji An bertanya apa saja yang Do Kyung makan dengan So Ra dan Do Kyung pergi kemana saja dengan So Ra. Do Kyung pun tertawa menyadari Ji An cemburu.
Di kamar, Nyonya No kesal karena Tuan Choi tidak memberinya kabar sama sekali setelah meeting selesai. Nyonya No penasaran, kemana saja Tuan Choi pergi sepanjang hari. Tuan Choi bilang, ia pergi mencari angin.
āKau pergi mencari angin
setelah melalui semua itu? Kau tidak dengar ucapan Ayah? Dia amat kesal dengan
Do Kyung.ā ucap Nyonya No.
āDia juga kecewa denganku.ā
Jawab Tuan Choi enteng.
āItulah maksudku. Kenapa kau
bertingkah seolah-olah sudah menyerah dengan semuanya? Demi Do Kyung, kau harus
mengurus semuanya.ā ucap Nyonya No.
āItu tidak benar. Ayahmu
merestui pernikahan kita untuk memanfaatkanku hingga sejauh ini. Aku mau
berperan sebagai jembatan untuk Do Kyung jika terjadi sesuatu kepada ayahmu. Aku
melakukannya untukmu dan putraku. Tapi aku tidak mau melakukan itu lagi.ā Jawab
Tuan Choi.
āKenapa?ā tanya Nyonya No.
āAku mau membiarkan Do Kyung
berbuat sesukanya. Jadi, kau harus meyakinkannya jika mau.ā Jawab Tuan Choi,
lalu masuk ke kamar mandi.
Nyonya No pun makin bingung.
Do Kyung mengajak Ji An main ice skating. Do Kyung menyuruh Ji An memakai sarung tangan, tapi Ji An malah menatapnya galak. Do Kyung pun langsung menjelaskan, kalau ia tidak pernah memakaikan sarung tangan pada So Ra.
Do Kyung mengajak Ji An main ice skating. Do Kyung menyuruh Ji An memakai sarung tangan, tapi Ji An malah menatapnya galak. Do Kyung pun langsung menjelaskan, kalau ia tidak pernah memakaikan sarung tangan pada So Ra.
āAku tidak bilang apa-apa.ā
Jawab Ji An, lalu meminta sarung tangannya.
āTidak menyenangkan
berseluncur begini saja.ā Ucap Ji An.
Ji An lantas mengajak Do Kyung
bertanding dan yang kalah akan mengabulkan permintaan yang menang.
Tiba2, Ji An ditabrak orang
dan ia nyaris saja jatuh. Untung, Do Kyung cepat menangkap Ji An.
Do Kyung nampak khawatir. Ia
takut Ji An terluka.
āAku baik2 saja, tapi...ā
āApa? Kau terluka?ā tanya Do
Kyung.
āTidak.ā Jawab Ji An.
Ji An lantas tersenyum pada Do
Kyung. Sontak, senyum Ji An itu mengingatkan Do Kyung pada senyum Ji An yang
membuatnya terpesona.
Flashbackāsaat itu, Ji An
membantu Do Kyung menyabotase mobil agar tidak perlu ke Yangpyeong menemui
kakek. Setelah beberapa jam, akhirnya Ji An berhasil memotong kabelnya dan
tersenyum pada Do Kyung sambil menunjukkan kabel ituāFlashback end
Ji An akhirnya sampai duluan di pintu dan ia terlihat sangat sangat bahagia. Ji An bilang, ia akan mengatakan keinginannya pada Do Kyung nanti.
Mereka lalu main ice skating
lagi, kali ini sambil bergandengan tangan.
Saat pulang, gantian Ji An
yang menyetir. Ji An bilang, sudah menjadi keinginannya sejak lama untuk
mengantarkan pacarnya pulang. Do Kyung pun tertawa, lalu pura-pura tidur saat
mendengar impian Ji An adalah mengantarkan pacarnya yang kelelahan pulang dan
tertidur di mobil.
Mereka akhirnya tiba di rumah
kos. Do Kyung ketiduran. Ji An tidak membangunkan Do Kyung.
Keduanya terkejut melihat
Nyonya No turun dari mobil bersama Seketaris Min.
Nyonya No menatap Ji An dengan tajam. Do Kyung ingin menjelaskan, tapi Nyonya No tidak mau mendengar penjelasan Do Kyung. Nyonya No hanya mau mendengar penjelasan Ji An.
Comments
Post a Comment