Saturday, June 30, 2018

Live Up To Your Name Ep 4 Part 1

Sebelumnya...


Im kembali ke Joseon. Ia tak sendiri, tapi bersama Yeon Kyung. Ia berusaha membangunkan Yeon Kyung tapi tiba-tiba seekor harimau datang. Tak lama kemudian, Yeon Kyung terbangun dan bingung melihat sekelilingnya. Im mengajak Yeon Kyung lari. Tapi saat melihat Im, Yeon Kyung malah mengira Im akan berbuat macam-macam padanya.

Im menggeleng, tapi Yeon Kyung terus berusaha menghindarinya. Hingga akhirnya, Im memaksa Yeon Kyung berdiri dan membawanya lari.

"Tempat apa ini? Di mana kita?" tanya Yeon Kyung sambil terus memperhatikan sekelilingnya.

"Ini pedesaaan?" tanyanya lagi setelah melihat desa penduduk.

"Kenapa kita disini?" tanya Yeon Kyung pada Im.


Yeon Kyung pun mengingat-ingat, kalau semenit tadi ia masih di IGD. Saat traumanya kambuh, ia merasa ada seseorang yang memeluknya dari belakang.

"Tadi itu kau? Kau yang memelukku dari belakang? Kenapa melakukan itu?" Yeon Kyung bertanya.

Yeon Kyung juga menuduh Im yang membawanya ke tempat itu saat ia pingsan.

"Aku tidak melakukan ini dengan sengaja. Kita bepergian agak jauh." jawab Im.

"Kau menculikku?" tuduh Yeon Kyung.

"Aku tidak gila sampai harus menculikmu." jawab Im.

"aku hanya pingsan sebentar tapi ini sudah pagi lagi. Apa yang terjadi dengan operasi Oh Ha Ra?" tanyanya.


Yeon Kyung lantas melihat jamnya tapi jamnya mati. Ia juga mengecek ponselnya tapi ponselnya tidak bekerja.

"Dimana tempat ini?" tanya Yeon Kyung.

"Ini Joseon. Tempat itu adalah Hanyang!" jawab Im.

"Berhentilah bercanda soal Joseon!" Yeon Kyung marah.


Yeon Kyung lalu beranjak pergi dan ia melarang Im mengikutinya. Begitu menemui seseorang, Yeon Kyung pun langsung menanyakan jalan padanya.

"Tempat ini dimana? Maksudku ini distrik apa? Misalnya apalah ini Provinsi Gangwon atau Jeolla?" tanya Yeon Kyung.

"Tempat ini namanya... Hanyang." jawab pria itu.

"Apakah Seoul jauh dari sini? Bolehkah aku meminjam ponselmu? Ponselku tidak berfungsi. Dimana jalan utamanya? Aku harus naik bus atau taksi?" tanya Yeon Kyung.

"Aku tidak mengerti ucapanmu." jawab pria itu.

"Tidak usah pedulikan dia, silahkan lanjutkan perjalananmu." ucap Im.

"Kau tabib? Dia agak gila. Ada rumor mengenai wanita gila yang berkeliaran di jalan." jawab pria itu.

"Aku akan mengurusnya. Silahkan lanjutkan perjalananmu." ucap Im.

"Pasti orang tuamu cemas sekali." jawab pria itu sambil menatap Yeon Kyung.


Setelah pria itu pergi, Yeon Kyung pun marah dikatai gila.

"Kau hanya mendengar wanita gila? Tidak mendengar Hanyang?" tanya Im.

"Aku juga mendengarnya. Apa, Hanyang? Dialah yang gila." jawab Yeon Kyung.

"Aku tidak tahu konsep lihat dulu baru percaya bisa menyebalkan." ucap Im.

Im lalu beranjak pergi. Yeon Kyung pun marah dan mengatai Im yang gila.


Im berada di tengah pasar. Ia heran kenapa dia bisa kembali ke Joseon lagi. Dia juga kesal karena kembali lagi ke Joseon. Saat berpapasan dengan seseorang, Im langsung menutupi wajahnya.


Lalu, Im memasuki rumah seseorang. Ia mencuri gat serta hanbok yang sedang dijemur.


Yeon Kyung sendiri juga ada di pasar. Ia berada di tengah-tengah orang Joseon. Saat menyadari, dirinya benar-benar berada di Joseon, ia pun syok. Seseorang kemudian menabraknya, membuat ia jatuh dan terduduk lemas di tanah.

Anak2 langsung mengerumuni Yeon Kyung. Salah satu dari mereka, memegangi rambut Yeon Kyung.

Para penduduk mengerubunginya. Mengatai Yeon Kyung gila.


Tiba2, terdengar seruan seseorang, "Minggir!"

Tak lama kemudian, seseorang terlihat menunggangi kudanya dengan cepat, melaju ke arah Yeon Kyung.


Untunglah, Im datang tepat waktu. Ia menyambar tubuh Yeon Kyung dengan cepat sebelum kuda itu menginjak tubuh Yeon Kyung.

"Kau nyaris saja mengalami kecelakaan lalu lintas. Disini tidak ada ambulance." ucap Im.

Yeon Kyung membeku. Ia lalu teringat ucapan Im soal Joseon selama ini.


Menyadari Im tidak berbohong, Yeon Kyung pun berniat menyentuh wajah Im.

"Sepertinya kau sudah memastikan situasimu. Ayo pergi." ucap Im, lalu menutupi kepala Yeon Kyung dengan tudung.


Im dan Yeon Kyung lantas duduk di emperan sebuah rumah. Yeon Kyung masih syok dengan yang dialaminya.

"Awalnya kukira ini mimpi. Aku bahkan berpikir sudah mati. Jika benar begitu, apakah ini alam baka? Aku mencubit dan memukul diriku sendiri. Aku melakukan semuanya. Tapi hatiku tidak bisa menerimanya." ucap Im.

Yeon Kyung yang masih syok pun berteriak. Sontak Im panic dan langsung menutupi Yeon Kyung.

"Ini bahkan bukan dari Seoul ke Pyongyang. Ini Hanyang. Secara akal sehat, ini mustahil. Bagaimana bisa aku pergi ke dinasti Joseon dari 500 tahun lalu? Secara logika, ini mustahil." ucap Yeon Kyung.

"Kau tidak bisa memahaminya seperti itu." jawab Im.

Yeon Kyung lalu menuduh Im yang sudah membawanya ke Joseon. Ia bilang, karena Im memeluknya, ia jadi terbawa ke Joseon.

"Yang kau ingat hanya itu? Teriakanku tidak? Rasanya sakit sekali, aku hampir mati." jawab Im.


Namun setelah mengatakan itu, tiba-tiba saja Im terdiam. Tak lama kemudian, ia teringat saat punggungnya tertusuk besi karena berusaha melindungi Yeon Kyung.

Im pun memeriksa punggungnya dan tidak menemukan luka sedikit pun.

Ia juga memeriksa lengannya yang terluka karena melindungi Ha Ra, tapi luka itu sudah tidak ada.

Terakhir, ia ingat saat dirinya terluka karena tertusuk panah orang suruhan Heo Jun tapi tidak mendapati luka itu saat berada di Seoul.

"Apa aku manusia abadi?" gumamnya.

Yeon Kyung lalu memohon pada Im, agar Im memberitahu caranya agar ia bisa kembali. Tapi Im tidak tahu caranya. Yeon Kyung pun sewot, ia menuding Im pria yang tak bertanggung jawab.

Im pun membela diri, ia bilang, jika ia tahu ia pasti akan langsung... Im menggantung kalimatnya. Yeon Kyung bertanya, langsung apa? Langsung pergi?

Im berdiri. Ia bilang harus pergi menyelasaikan masalahnya.

"Kau akan meninggalkanku sendirian disini?" tanya Yeon Kyung.

"Aku juga punya masalah yang harus diselesaikan." jawab Im lalu beranjak pergi.


Yeon Kyung mengejar Im. Sikapnya pun mendadak jadi manis pada Im. Ia mengingatkan Im soal tanggung jawab. Ia berkata, dirinya sudah mengobati luka Im dan bertanggung jawab merawat Im sampai sembuh.

"Kau hanya mengingat pernah mengobatiku? Kau tidak ingat sudah memuntir lenganku, memukul dan menendangku berulang kali?" tanya Im.

"Aku juga membelikanmu makanan. Aku harus mengeluarkan lima Yang. Makanan itu mahal." ucap Yeon Kyung dengan manisnya.

"Aku tidak perlu menjagamu." jawab Im.

Yeon Kyung terus memberikan senyumnya, hingga akhirnya Im setuju Yeon Kyung ikut dengannya.


Im menunggui Yeon Kyung yang sedang berganti baju. Im protes karena Yeon Kyung berganti baju begitu lama. Yeon Kyung membela diri, ia beralasan itu karena dia baru pertama kali memakai hanbok, jadi ia sedikit bingung.

Tak lama kemudian, Yeon Kyung keluar dan Im terkesima melihat Yeon Kyung yang sangat cantik dengan balutan Hanbok.

"Bagaimana bisa wanita tidak tahu cara mengikat pakaiannya?" ucap Im kemudian begitu melihat otgoreum Yeon Kyung yang berantakan.


Im pun memberitahu Yeon Kyung cara mengikat otgoreum dengan benar. Tapi karena Yeon Kyung tak kunjung paham, akhirnya Im membantu Yeon Kyung menalikan otgoreumnya.

"Ini Joseon. Berdasarkan jenis kain dan warna baju, kau bisa menjadi manusia atau hewan." ucap Im.

Im lalu menutupi kepala Yeon Kyung dengan tudung.

"Kita tidak tahu yang akan terjadi. Waspadalah dan ikuti aku." ucap Im, lalu pergi duluan.

"Ada apa dengannya? Dia membuatku takut." jawab Yeon Kyung, lalu pergi mengikuti Im.


Di pasar, mereka berusaha menghindari orang-orang. Yeon Kyung terus mengikuti Im. Saat tengah berusaha menghindari orang-orang di pasar, Yeon Kyung malah ditabrak seorang anak kecil. Anak itu kemudian menangis. Tak lama kemudian, ayah anak itu datang dan meminta maaf sambil berlutut pada Yeon Kyung. Sang anak juga disuruh berlutut meminta maaf.

Yeon Kyung pun membantu anak itu berdiri. Anak itu menangis. Yeon Kyung lantas memberi anak itu beberapa permen dan meminta anak itu berhenti menangis.


Ayah anak itu pun berterima kasih atas kebaikan hati Yeon Kyung. Setelah itu, ia mengajak anaknya pergi.

"Kau pandai berpura-pura sebagai nona bangsawan." ucap Im, lalu pergi.

"Ada apa dengannya." gerutu Yeon Kyung, lalu pergi menyusul Im.


Im mendekati kerumunan orang yang tengah membahas invasi Jepang di depan sederet poster. Mata Im pun membulat sempurna saat melihat posternya terpampang di antara deretan poster-poster yang bertuliskan soal invasi Jepang. Im bergegas pergi sebelum orang-orang mengenalinya.


Yeon Kyung kemudian muncul dan melihat poster itu. Ia merasa tidak asing dengan wajah yang ada di poster itu. Im pun muncul tepat sebelum Yeon Kyung mengenali wajah yang ada di poster adalah miliknya. Ia buru-buru mengajak Im pergi.


Namun ada satu orang yang mengenali Im.


Im membawa Yeon Kyung ke Haeminseo. Sontak, Yeon Kyung teringat saat Im mengaku bekerja di Haeminseo. Im mengajak Yeon Kyung masuk lewat pintu belakang. Yeon Kyung melepas tudungnya dan bertanya, apa Im melakukan kesalahan sampai mereka harus lewat pintu belakang.

"Aku bukan orang semacam itu." jawab Im, lalu memasangkan tudung Yeon Kyung dan mengajak Yeon Kyung masuk.


Im mendudukkan Yeon Kyung di halaman belakang Haeminseo dan menyuruhnya menunggu disana. Yeon Kyung menolak dan mau ikut dengan Im. Im pun berkata, dia tidak akan meninggalkan Yeon Kyung jadi Yeon Kyung tidak perlu cemas. Gengsi, Yeon Kyung berkata dia tidak cemas dan menyuruh Im pergi. Dan Im pun pergi.

"Aku harus mengoperasi Ha Ra. Kenapa aku terjebak disini." gerutu Yeon Kyung.


Prof. Hwang kesal karena Yeon Kyung tiba-tiba menghilang. Ibu Ha Ra pun cemas kalau operasi putrinya akan ditunda lagi. Tapi Prof. Hwang meyakinkan ibu Ha Ra kalau operasi Ha Ra tidak boleh ditunda lagi. Ia berkata, ia sendiri yang akan mengoperasinya. Man Soo ikut bicara, ia bilang bahwa ia juga akan membantu Prof. Hwang mengoperasi Ha Ra.

Ha Ra terdiam, ia teringat janji Yeon Kyung yang akan menyelamatkannya.


Kakek Choi heran karena ponsel Yeon Kyung sama sekali tidak bisa dihubungi. Kakek mengira, Yeon Kyung sedang operasi.


Jae Ha sendiri juga sedang menunggu telepon dari Yeon Kyung. Ia kemudian teringat saat membawakan bunga untuk Yeon Kyung.

Flashback...

"Kenapa kau membawa bunga?" tanya Yeon Kyung.

"Bukankah ini cantik? Menurutmu dia akan suka?"

"Bunga ini bukan untukku?" tanya Yeon Kyung.

"Bukan." jawab Jae Ha.

"Siapa gadisnya kali ini? Siapa yang sedang kau incar?" tanya Yeon Kyung.

"Aku tidak mengincar siapa pun. Aku Yoo Jae Ha. Para gadis tergila-gila kepadaku meski aku hanya diam." jawab Jae Ha.

Yeon Kyung tersenyum geli mendengarnya.

"Astaga, kau tersenyum. Kau cantik saat tersenyum." puji Jae Ha.

Mendengar itu, Yeon Kyung pun berusaha memiting kepala Jae Ha. Jae Ha berusaha kabur. Yeon Kyung mengejarnya.

Flashback...

"Tidak apa-apa. Ini baru permulaan." ucap Jae Ha, lalu memakai jas dokternya.


Direktur Ma mendapat laporan dari sopirnya soal Im. Sopirnya bilang, polisi hanya tahu nama dan usianya. Namanya Heo Im dan usianya 30 tahun.

"Bagaimana dia bisa bebas?" tanya Direktur Ma.

"Choi Yeon Kyung dari RS Shinhae yang memberikan jaminan." jawab sopirnya.

"Kamu boleh pergi." ucap Direktur Ma.


Im sendiri masih berusaha menyelinap masuk ke Haeminseo. Sesekali, ia bersembunyi saat berpapasan dengan orang lain. Saat Makgae lewat, ia pun memanggil Makgae sambil bisik-bisik. Tapi Makgae tidak mendengar, membuat Im sedikit kesal.

Makgae berhenti di depan kamar Im.

"Tabib Heo, anda sudah bangun? Tabib Kepala Heo, anda harus bangun sekarang!" teriak Makgae.

Im yang ngumpet tak jauh di belakang Makgae pun kesal karena Makgae memanggilnya Tabib Heo, padahal ia sudah sering mengingatkan Makgae untuk tidak lagi memanggilnya Tabib Heo.


Makgae pun masuk ke kamar Im. Sambil membersihkan kamar Im, ia berkata akan mematahkan kaki Im jika Im kembali.

"Maksudmu kaki ini?" tanya Im sambil menyodorkan kakinya.

"Tabib kepala!" seru Makgae begitu melihat Im. Im pun menyuruh Makgae tenang.

Makgae memberitahu Im, yang memanah Im bukanlah pasukan kerajaan. Im pun bertanya-tanya, siapa yang memanahnya jika bukan pasukan kerajaan.

"Aku tidak tahu." jawab Makgae.

Makgae lalu memeriksa tubuh Im karena mendengar Im dipanah dua kali dan jatuh ke dalam air. Makgae pun menyadari kalau Im baik-baik saja.

Im heran, dia sudah membantu banyak orang dalam hidupnya, tapi kenapa ia dipanah.

"Aku tidak tahu soal itu!" jawab Makgae sambil menggeleng.


Makgae kemudian menjelaskan kondisi rumah sakit istana setelah Im kabur. Tapi Im marah dibilang kabur. Makgae pun mengganti kata kabur dengan melepaskan diri. Makgae bilang, rumah sakit istana menjadi amat kacau dan mereka mencari Im ke setiap sudut kota.

"Mereka akan membunuhku jika berhasil menangkapku?" tanya Im.

"Tidak langsung. Jika mau membunuhmu, pasti dilakukan di tempat lain." jawab Makgae.

"Tempat lain? Di mana misalnya?" tanya Im.

"Anda tidak tahu? Kenapa tidak tahu? Sehari setelah anda kabur, Bangsa Jepang menyerbu dan mengacau." ucap Makgae.

"Bangsa Jepang menyerbu? Maksudmu terjadi perang?" tanya Im.

Makgae juga memberitahu, ada seseorang lagi yang sedang mencari Im.


Yeon Kyung gelisah menunggu Im. Tak lama kemudian, Tabib Yoo menemukan keberadaan Yeon Kyung.


"Kenapa Yoo Jin Oh mencariku? Kurasa kami tidak sedekat itu sampai dia berusaha mencariku saat aku menghilang." ucap Im.


Makge pun cerita, setelah Im pergi, Tabib Kepala di istana menyuruh Tabib Yoo pergi ke Haeminseo. Karena tidak ada tabib di Haeminseo, istana menunjuk Tabib Yoo menggantikan posisi Im.

"Setelah itu, dia hanya ke Haeminseo pada pagi hari lalu pergi. Dia minum-minum bersama wanita penghibur seharian." ucap Makgae.

Flashback...


Setelah Tabib Kepala di istana menyuruhnya menggantikan Im di Haeminseo, Tabib Yoo menghabiskan waktunya dengan minum-minum ditemani para gisaeng. Tabib Yoo terlihat marah. Ia kesal karena harus mengobati rakyat jelata. Tabib Yoo bilang, ia menjadi tabib dan membuat obat setiap hari bukan untuk rakyat jelata.

"Aku menjadi tabib bukan untuk mengobati rakyat jelata.

Flashback end...


"Setelah itu, dia mengirim orang ke mana-mana untuk mencari anda. Pikirnya, begitu menemukan anda, dia bisa meninggalkan tempat ini. Kurasa sekarang sudah waktunya dia datang kemari." ucap Makgae.


Yeon Kyung terkejut melihat Tabib Yoo. Tabib Yoo pun menanyakan identitas Yeon Kyung. Yeon Kyung beralasan, bahwa ia pasien yang ingin mendapatkan pengobatan akupuntur.

"Wanita bangsawan tidak datang ke tempat rendahan seperti ini." ucap Tabib Yoo.

Lalu, Tabib Yoo menuding Yeon Kyung sebagai wanita penghibur karena wajah Yeon Kyung sangat cantik.

Kesal, Yeon Kyung pun melepas tudungnya dan berbalik menatap Tabib Yoo.

"Aku bukan wanita penghibur! Dan kau bangga mengunjungi tempat itu? Lagipula, kau mengenalku? Kenapa berbicara padaku padahal kau tidak mengenalku!" sewot Yeon Kyung.

Yeon Kyung pun menyuruh Tabib Yoo minta maaf. Singkat cerita, Tabib Yoo minta maaf dan setelah itu, Yeon Kyung berlalu dari hadapan Tabib Yoo.


Yeon Kyung menaikkan sedikit rok nya saat berlari. Tabib Yoo pun sempat melihat sepatu yang dikenakan Yeon Kyung. Dan ia pun heran.

"Kenapa semua orang memanggilku nona bangsawan? Astaga, aku bahkan populer di Joseon." ucap Yeon Kyung.

Kemudian, Yeon Kyung tak sengaja mendengar orang-orang membahas Im.


Im sudah bersiap pergi. Makgae ingin ikut, tapi Im melarang. Im pun berjanji akan mengirimi Makgae pesan jika situasinya sudah aman. Lalu, Im menanyakan Yeon Yi. Belum sempat Makgae menjawab, Makgae sudah dipanggil Kwon Ji.

Makgae pun berusaha mengeluarkan Im dari jendela. Tapi saat Im sudah hampir keluar, dia malah buang angin. Hahaha...


Makgae berhasil mendorong Im keluar. Setelah Im keluar, ia langsung menutup jendelanya. Tak lama kemudian, Kwon Ji masuk dan langsung membuka jendela, tapi hanya sebentar karena setelah itu ia menutupnya kembali.

"Apa yang kau makan?" tanya Kwon Ji. Kwon Ji juga memarahi Makgae yang masih saja membersihkan kamar Im.


Sementara di depan Haeminseo, para pasien sudah menunggu. Bersamaan dengan itu, Yeon Kyung melangkah mendekati pintu utama Haeminseo sambil celingak celingung mencari Im.

Tak lama kemudian, ia mendengar teriakan seseorang bahwa ada pasien yang pingsan. Yeon Kyung pun mengintipnya dari celah pintu.


Sementara itu, Tabib Yoo berkeliling Haeminseo sambil memikirkan si nona bangsawan yang tadi ia temui. Begitu melihat Tabib Yoo, Im pun langsung bersembunyi. Saat bersembunyi itulah, ia tanpa sengaja melihat Yeon Kyung yang membuka pintu utama Haeminseo.


Melihat pasien yang pingsan itu, jiwa dokter Yeon Kyung pun keluar. Ia mengeluarkan stetoskopnya dan memeriksa pasien.

"Ini pneumotoraks." batin Yeon Kyung.


Yeon Kyung lalu memulai pertolongan pertamanya. Ia mengambil pisau bedahnya. Sontak saja, para pasien kaget melihatnya dan menyebutnya gila karena menggunakan pisau pada tubuh manusia.


Tepat saat Yeon Kyung akan membedah bagian perut pasien yang sudah dibalurinya dengan obat, Im datang menghentikan Yeon Kyung.

Para pasien senang melihat Im.


Im pun mulai memeriksa pasien.

"Udara menekan paru-parunya. Dia pasti kesulitan bernapas dan dadanya nyeri. Aku harus mengobatinya dengan akupunktur." ucap Im.

Yeon Kyung pun terpana melihat Im memberikan akupuntur pada pasien yang pingsan. Tak lama setelah diberi akupuntur, pasien itu pun mulai siuman.


Makgae keluar. Im langsung menyuruh Makgae membawa pasien itu ke dalam.


"Anda tidak akan pergi lagi, bukan?" tanya seorang pasien.

"Aku Tabib Heo Im dari Haeminseo. Maaf karena aku sudah lama tidak kemari. Sebagai tabib, aku tidak akan meninggalkan pasien. Tapi aku baru saja kembali dari perjalanan jauh dan belum beres-beres. Aku akan kembali jika sudah siap." ucap Im.

Setelah mengatakan itu, Im pun menyuruh Yeon Kyung kembali ke dalam.


Tanpa mereka sadari, orang suruhan Tabib Yoo melihat mereka.

Bersambung ke part 2........

No comments:

Post a Comment