Saturday, June 30, 2018

Live Up To Your Name Ep 4 Part 2

Sebelumnya...


Im memarahi Yeon Kyung karena mencoba mengobati pasien tadi. Yeon Kyung membela diri. Ia berkata, sebagai dokter dirinya tidak bisa membiarkan seseorang mati begitu saja tanpa mendapat pertolongan.

"Kau lupa sedang ada dimana? Mereka terkejut saat wanita berani menyentuh pria. Kau tahu apa yang akan mereka lakukan jika kau mengeluarkan itu?"

"Lalu kau sendiri? Kenapa kau melakukan itu? Saat seseorang pingsan di depan club, saat Oh Ha Ra pingsan, kenapa kau mengobati mereka?"

Im pun terdiam. Tapi hanya sebentar. Setelahnya, ia menghela nafas lalu bergumam bahwa karena itulah orang-orang menyebutnya gila di dunia Yeon Kyung.

"Aku bisa saja mati di sini." gumam Im sambil melangkah keluar lewat pintu belakang Haeminseo.

Yeon Kyung pun bergegas mengikuti Im.


Sementara itu, Heo Jun yang masih dikurung di penjara dapat laporan dari anak buahnya tentang Im yang sudah kembali. Heo Jun terkejut, ia berkata bahwa Heo Jun tidak seharusnya kembali.

"Kurasa dia kembali bersama seorang wanita. Dia mengenakan pakaian seperti bangsawan, tapi perilakunya tidak seperti itu." ucap anak buahnya lagi.

Heo Jun terkejut. Tak lama kemudian, ia menyadari siapa wanita yang dimaksud anak buahnya.


Tabib Yoo juga mendengar berita kembalinya Im dari anak buahnya. Ia pun langsung menyuruh anak buahnya membawa Im ke hadapannya tanpa melukai Im. Anak buahnya mengerti dan bergegas pergi.

"Aku tidak tahu aku akan merasa senang jika melihat Heo Im." ucap Tabib Yoo.


Im dan Yeon Kyung duduk di emperan salah satu rumah warga. Tak lama kemudian, si pemilik rumah keluar dan senang melihat Im. Si pemilik rumah lalu berkata, bahwa Im tidak boleh mati tanpa membawa semua harta itu.

"Jangan bicara begitu!" ucap Im sambil melirik Yeon Kyung.

"Omong-omong, siapa wanita ini?" tanya wanita si pemilik rumah.

"Tanyakan apa dia tahu penginapan itu apa." suruh Im.

"Bilang kepadanya aku tahu!" sewot Yeon Kyung.

"Suruh dia beristirahat disini dan sampaikan dia begitu sulit ditebak serta hanya bisa membuat masalah!" balas Im.

"Tinggalkan saja aku di sini. Katakan kepadanya aku bilang begitu." suruh Yeon Kyung.

"Katakan kepadanya, aku memikirkan hal itu!" jawab Im.

"Kau terlalu lama memendam dendam." balas Yeon Kyung.

"Kalian mau mempermainkanku!" ucap si pemilik rumah menengahi mereka berdua.


Pemilik rumah lalu mengajak Yeon Kyung masuk ke rumahnya.


Di dalam, Yeon Kyung teringat saat ia menghalangi Im yang mencoba mengobati seorang pria yang pingsan di depan klub. Ia juga ingat saat menampar Im setelah Im menyelamatkan Ha Ra dengan akupuntur.

"Dia pasti marah." gumam Yeon Kyung.

Si pemilik rumah lalu datang, membawakan Yeon Kyung makanan.

"Tabib Heo menyuruhku memberimu makanan enak. Katanya dia ingin membalasmu.  Dia ingin aku menyampaikan hal ini."

ucap si pemilik rumah, lalu menirukan suara Im.

"... sekarang kita impas. Aku membelikanmu makanan. Kita impas."

Pemilik rumah kemudian menanyakan hubungan Im dan Yeon Kyung. Ia bertanya, apa mereka sepasang kekasih. Belum sempat mendengar jawaban Yeon Kyung, si pemilik rumah sudah dipanggil keluar.


Diluar, Doo Chil duduk bersama teman-temannya. Begitu si pemilik keluar, Doo Chil langsung memesan empat porsi sup ayam dan tiga bubur nasi.


Mereka lalu membahas Im. Pria yang melihat Im di pasar ternyata salah satu temannya Doo Chil. Doo Chil kesal karena temannya tidak langsung membuntuti Im. Sebagai hukumannya, ia melarang temannya itu makan.

"Aku hanya punya satu tubuh. Kenapa kau harus membuatku kelaparan?" protes temannya.

Doo Chil lalu berkata, bahwa itu pasti kesempatan yang diberikan padanya. Ia bersumpah, akan membunuh Im kali ini.


Prajurit istana berkeliaran di pasar mencari Im. Melihat itu, Im pun bergegas menyembunyikan diri. Saat tengah bersembunyi, tanpa sengaja ia melihat ayah Yeon Yi yang sedang mabuk-mabukan.

Im teringat kata-kata Makgae tentang Yeon Yi.

"Setelah anda pergi, gadis itu pingsan. Ayahnya tidak mengizinkan kami mengobatinya dan membawanya pergi. Semua orang berpikir, gadis itu sudah mati."

Im pun berusaha mendekati ayah Yeon Yi, tapi ia sembunyi lagi karena para prajurit lebih dulu mendekati ayah Yeon Yi.


Yeon Kyung kebelet. Sambil menahan sakit perutnya, ia menanyakan toilet pada si pemilik rumah. Tapi si pemilik rumah tidak mengerti apa itu toilet.

"Kakus." ucap Yeon Kyung.

"Aku menaruh bejananya di sana. Tapi karena sudah keluar, kau bisa pergi ke sana." jawab si pemilik rumah.

"Punya tisu basah?" tanya Yeon Kyung.

"Apa maksudnya?" tanya si pemilik rumah bingung.

"Tidak apa-apa, terima kasih." jawab Yeon Kyung.

"Kakusnya di sana. Kau bisa melepaskan kain ini." ucap si pemilik rumah lalu menarik tudung Yeon Kyung.


Melihat Yeon Kyung, teman Doo Chil pun langsung berseru.

"Aku melihatnya. Bersama Heo Im. Wanita itu.  Aku melihat Heo Im menggandengnya seperti ini. Dia mengenakan pakaian yang sama."

Doo Chil pun senang, "Heo Im, aku menangkap ekormu sekarang."


Habis dari toilet, Yeon Kyung kembali ke rumah wanita itu. Tapi Doo Chil tiba-tiba menghalangi jalannya.

"Dimana anjing itu?" tanya Doo Chil.

"Anjing?" tanya Yeon Kyung tidak mengerti.

"Heo Im. Anjing yang bersikap baik pada orang kaya dan berkuasa, tapi mengabaikan pasien yang miskin dan lemah." jawab Doo Chil.

"Siapa kau berbicara seperti itu tentang dia? Dia tabib hebat dari Haeminseo yang merawat pasien miskin." ucap Yeon Kyung.

"Anda pasti tidak mengenalnya dengan baik. Kurasa Anda sudah ditipu seperti pasien miskin di Haeminseo yang memanggilnya "Tabib Heo" dan memperlakukannya dengan baik. Anda ingin mendengar soal kemunafikannya yang berbeda jauh di saat pagi dan malam hari?" jawab Doo Chil.


Im sendiri ada di gubuk tempat ia menyimpan semua hartanya.


Yeon Kyung tidak percaya saat Doo Chil mengatakan bahwa Im adalah seseorang yang hanya peduli pada uang. Lebih lanjut, Doo Chil bercerita bahwa ada pasien di bangsal pelayan yang meninggal dunia.

"Dia bekerja sebagai pelayan seumur hidupnya. Tapi dia meninggal dalam keadaan sulit tanpa mendapat kesempatan untuk diobati seorang tabib."

Doo Chil lalu meminta Yeon Kyung memberitahunya dimana Im jika tidak ingin terluka.

"Aku tidak tahu. Dia menyuruhku menunggu di sini." jawab Yeon Kyung.


Kesal, Doo Chil pun menyuruh teman-temannya menangkap Yeon Kyung. Yeon Kyung menghindar dan naik ke atas meja.

"Dia bukan nona sembarangan." udap Ddaksae, yang melihat Im di pasar bersama Yeon Kyung.

"Tetap saja dia seorang wanita. Dia tidak akan mampu berkelahi atau menggunakan senjata." jawab Doo Chil.

Yeon Kyung pun langsung mengambil senjatanya. Ia mengeluarkan tabung semprotnya dari dalam tas dan mengarahkannya pada Doo Chil dan kawan2.

Sontak, Doo Chil dan teman2nya kebingungan melihat semprotan itu. Lalu tiba2, salah satu temannya Doo Chil menangkap Yeon Kyung dari belakang. Yeon Kyung pun langsung menyemprotkan cairannya pada keempat pria itu.

Setelah berhasil melumpuhkan keempat pria itu, Yeon Kyung langsung pergi.


Di jalan, hampir saja dia menabrak Yeon Yi. Tapi untunglah, dia langsung menyambar tubuh Yeon Yi sebelum menabrak gadis kecil itu.

Yeon Yi jatuh di atas tubuh Yeon Kyung.

"Kau tidak apa-apa? Tidak terluka?" tanya Yeon Kyung.

Yeon Yi hanya menjawab pertanyaan Yeon Kyung dengan menggelengkan kepalanya. Setelah itu, Yeon Yi pergi.

Yeon Kyung pun kembali melanjutkan perjalanannya.


Orang suruhan Tabib Yoo tampak mengikuti Yeon Kyung.


Yeon Kyung terus berlari sesuai petunjuk yang diberikan wanita si pemilik rumah. Wanita si pemilik rumah berkata,

Yeon Kyung akan menemukan Im di sana jika mengikuti petunjuknya.

Tak lama, Yeon Kyung pun tiba di gubuk Im. Bersamaan dengan itu, Im keluar dari gubuknya dan terkejut melihat Yeon Kyung.

"Bagaimana kamu bisa menemukan tempat ini?" tanya Im.

"Itu tidak penting. Seseorang mengejarku." jawab Yeon Kyung.

"Siapa?" tanya Im.


Tak lama, Im melihat kawanan Doo Chil menuju ke gubuknya.

Sontak, Yeon Kyung mendorong Im masuk ke dalam dan menutup pintunya.


Doo Chil menggedor2 pintu, memaksa Im membuka pintunya. Sementara di dalam, Im berusaha menahan pintunya.

"Bukankah kau bilang mau ke Haeminseo? Katamu semua pasienmu sudah menunggumu." tanya Yeon Kyung.

"Pasienku tidak penting sekarang. Jika terus begini, aku bisa terbunuh." jawab Im.


Diluar, Doo Chil marah karena Im tak juga membuka pintu. Singkat cerita, Doo Chil berhasil membuka paksa pintu itu dan menerobos masuk ke dalam.

"Astaga tikus ini. Kau bersembunyi disini seperti tikus sungguhan. Tabib Heo tidak pernah mengecewakanku." ucap Doo Chil.

Takut, Yeon Kyung pun memegang baju Im dan menatap kawanan Doo Chil dengan tatapan waspada. Im tertegun melihat Yeon Kyung yang memegang bajunya.

"Astaga, banyak sekali yang kau dapat. Kudengar gaji Tabib Kepala sangat sedikit. Kau pasti mengunjungi banyak rumah setiap malam untuk alasan tertentu. Kau meninggalkan wanita ini dan kabur sendirian untuk mengambil semua barang ini." ucap Doo Chil.


Sontak, Yeon Kyung langsung melepaskan pegangannya. Ia salah paham! Im berusaha menjelaskannya pada Yeon Kyung tapi Doo Chil malah menyebut2 Im sebagai buronan istana karena sudah mengkhianti Raja.

Yeon Kyung pun tambah salah paham.


Doo Chil lalu berkata, bahwa ia sudah berjanji pada ibunya akan memberikan ibunya hadiah berupa kepala Im.

Doo Chil mengingat saat ia melihat Im bersenang-senang di Gibang. Doo Chil marah karena Im lebih memilih bersenang-senang dengan para gisaeong ketimbang mengobati ibunya.

Doo Chil lantas mengambil batu. Ia siap membunuh Im, tapi Ddaksae datang dan memberitahu Im kalau ibu mereka sudah meninggal.

Flashback end...


Yeon Kyung terkejut, ia tidak menyangka pasien di bangsal pelayan yang diceritakan Doo Chil itu adalah ibunya Doo Chil.

"Selagi kau minum-minum bersama wanita penghibur setelah mendapatkan uang karena mengobati pejabat istana, ibuku tidak mendapatkan pengobatan akupunktur dan meninggal. Setidaknya, tangisannya harus kutebus dengan lehermu." ucap Doo Chil.

Doo Chil pun mengambil obornya dan mulai membakar gubuk Im. Lalu mereka keluar dan mengunci Im serta Yeon Kyung di dalam.


Tepat saat itu, orang-orangnya Tabib Yoo datang dan berusaha menyelamatkan Im. Tapi kawanan Doo Chil menghadang.


Di dalam, Im dan Yeon Kyung berusaha mencari jalan keluar. Yeon Kyung yang tak mau mati konyol disana, melepaskan chima nya dan berusaha memadamkan api memakai chima nya.

Melihat semua hartanya terbakar, Im panic dan berusaha menyelamatkan hartanya. Yeon Kyung yang melihatnya pun marah dan berusaha menghentikan Im, tapi Im malah mendorong Yeon Kyung dan berkata bahwa harta itu sangat berarti baginya.

"Kau sudah melupakan pekerjaanmu? Tidakkah kau tahu dokter harus menjaga tangannya? Tanganmu lebih penting daripada uang!" teriak Yeon Kyung.

Im terkejut.


Tepat saat itu, atap gubuk yang sudah terbakar, rubuh dan hendak menimpa mereka. Im memeluk Yeon Kyung.

Mendengar itu, salah satu orangnya Tabib Yoo langsung menerobos masuk ke dalam. Ia terkejut karena tidak mendapati Im di sana.


Im dan Yeon Kyung kembali ke Seoul! Tapi mereka malah kejepit di tengah2 bis. Orang2 berkerumun. Yeon Kyung pun meminta bantuan orang2 itu untuk mengeluarkannya.


Singkat cerita, Im dan Yeon Kyung berhasil keluar dari tengah2 bis.

Yeon Kyung bahkan kehilangan sebelah sepatunya karena insiden di gubuk Im.

Yeon Kyung lalu duduk di aspal. Ia lega sudah kembali ke Seoul. Untuk lebih meyakinkan dirinya, ia mengecek ponselnya dan senang mendapati ponselnya sudah kembali berfungsi. Tanpa membuang waktu, Yeon Kyung langsung menelpon Min Jae.

"Oh Min Jae-ya!" teriak Yeon Kyung.

Yeon Kyung berusaha mencari taksi dan melepaskan jeogorinya.


Singkat cerita, Im dan Yeon Kyung tiba di RS Shinhae.

Im memegang bahu Yeon Kyung. Ia meminta Yeon Kyung menyelamatkan Ha Ra. Tapi Yeon Kyung yang sudah salah paham, menepis tangan Im dan pergi meninggalkan Im.


Jae Ha yang ada RS Shinhae mencari Yeon Kyung pun heran melihat penampilan Yeon Kyung dan Im yang sangat kacau.


Sepatu Yeon Kyung kini ada di tangan Tabib Yoo. Anak buah Tabib Yoo bilang, hanya sepatu itu yang tertinggal di gubuk.

Tabib Yoo pun ingat saat melihat Yeon Kyung berlari dengan sepatu itu. Sadarlah dia sepatu itu milik Yeon Kyung.


Sementara tas Yeon Kyung ada di tangan Heo Jun. Melihat alat2 medis Yeon Kyung, Heo Jun pun sadar darimana asal Yeon Kyung.

Heo Jun lalu membuka dompet Yeon Kyung dan menemukan foto Yeon Kyung kecil di sana.


Im masih berkeliaran di depan RS Shinhae. Ia merasa, alasannya datang ke Seoul adalah kesempatan baginya untuk mewujudkan impiannya di dunia tanpa perang dan status sosial.

Im lalu menatap gedung RS Pengobatan Oriental Shinhae. Dia berencana menjadikan tempat itu sebagai istananya.

Bersambung........

2 comments: