Skip to main content

Ruby Ring Ep 41 Part 2

Sebelumnya...


Daepung sudah tertidur pulas. Sementara Jihyeok dan Dongpal masih terjaga. Jihyeok sedang belajar. Dongpal berkali2 menghela nafasnya. Mendengar helaan nafas sang ayah,

Jihyeok pun bertanya kenapa ayahnya menghela nafas berkali2.

Dongpal tidak menjawab pertanyaan Jihyeok, tapi malah menanyakan studi Jihyeok.

Jihyeok bilang, dia melakukannya dengan baik jadi sang ayah tak perlu cemas.

Jihyeok juga mengaku bahwa dia lebih mencemaskan ayahnya.

"Kenapa kau mencemaskanku? Bertindaklah sesuai usiamu. Nikmati hidupmu." ucap Dongpal.

"Bagaimana aku bisa menikmati hidupku? Aku harus mengikuti ujian perguruan tinggi. Lagipula, kalau kau ingin aku bertindak sesuai usiaku, kau harus bersikap lebih dewasa sedikit. Aku selalu cemas kalau kau membuat masalah lagi." jawab Jihyeok.

"Ketika aku seusiamu..."

"Kau sudah punya anak saat kau seusiaku."

Dongpal langsung terdiam mendengar kata-kata anaknya.


Dongpal lalu bertanya, bagaimana jika ia menikah lagi. Mendengar itu, Jihyeok panik. Ia pikir, ayahnya bikin masalah lagi sampai-sampai ada wanita yang menuntut dinikahi oleh ayahnya.

"Kau selalu berpikiran buruk! Berapa kali kubilang, aku sudah berubah!" ucap Dongpal.


Daepung ikutan bicara. Dengan mata terpejam ia berkata, pernikahan itu seperti hukuman mati. Lalu, Daepung tidur lagi. Jihyeok pun tertawa mendengarnya. Setelah itu, Dongpal mengajak Jihyeok tidur. Jihyeok berkata, ia akan tidur sejam lagi karena masih ingin belajar.


Eun Ji menghampiri Roo Na di ruang ganti. Ia menanyakan soal pacarnya. Roo Na pun berkata, kenapa Eun Ji menanyakan Yeonho padanya. Kesal, Eun Ji pun menyampaikan apa yang dibilang Yeonho padanya. Eun Ji bilang, bahwa Roo Na dan Yeonho ada di kapal yang sama.

"Apalagi yang dia katakan padamu?" tanya Roo Na.

"Cuma itu yang kudengar. Yeonho sangat pandai menjaga rahasia." jawab Eun Ji.

Eun Ji lalu berkata, bahwa sikap Roo Na sangat lah mencurigakan.

Kesal, Roo Na pun mengusir Eun Ji. Tak lama setelah itu, Roo Na dapat telepon dari J Entertainment.


Di ruangannya, Se Ra sedang membahas penjualan mereka yang menurun dengan Nona Yoon. Nona Yoon bilang, musim adalah penyebab terbesarnya. Selama musim panas, hanya beberapa orang yang menonton program mereka.

"Tapi kenapa penjualan kita turun drastis dibandingkan kompetitor kita?" tanya Se Ra.

"Pelanggan setia kita lebih sedikit. Juga, Jeong Roo Bi lah yang bertanggung jawab untuk peningkatan penjualan kita." jawab Nona Yoon.

"Apakah dia yang harus disalahkan atas semua ini?" tanya Se Ra.

"Pelanggan sangat mempercayainya. Jeong Roo Bi adalah wajah perusahaan kita." jawab Nona Yoon.

Mendengar itu, Se Ra jadi kesal. Ia menyudahi meeting kecilnya dan menyuruh Nona Yoon keluar.


Setelah Nona Yoon keluar, Se Ra melihat tayangan program Roo Na.

"Rubah nakal itu." ucapnya kesal.


Selesai siaran, produser memberikan pesan Se Ra pada Roo Na. Se Ra menyuruh Roo Na ke ruangannya. Roo Na pun tertawa sinis membaca pesan Se Ra.

Lalu, dia meremuk kertas pesan itu dan tidak langsung pergi menemui Se Ra.

Tapi Se Ra tiba-tiba datang, membuatnya terkejut.


Mereka bicara di ruangan Se Ra. Singkat cerita, Se Ra meminta bantuan Roo Na untuk meningkatkan penjualan. Tapi Roo Na menolaknya secara halus. Roo Na beralasan, dia hanya memiliki tanggung jawab dan bukan hak.

"Penjualan yang lebih tinggi tidak berarti bagiku, karena kau lah yang akan mendapatkan hadiahnya. JM Homeshopping akan menjadi milik anda nantinya." ucap Roo Na.

Roo Na juga bilang, kalau ia mendapatkan telepon dari J Entertainment.

"Jadi kau mau bilang tidak mau membantuku?" tanya Se Ra.

"Aku tidak bilang begitu. Aku hanya ingin kau tahu. Aku akan membantumu sebisaku." jawab

Roo Na, lalu beranjak pergi.


Setelah Roo Na pergi, Se Ra langsung ke ruangan Gyeong Min.

"Orang macam apa istrimu itu? Aku tidak bisa menebaknya." ucap Se Ra.

"Apa Roo Bi mengatakan sesuatu padamu?" tanya Gyeong Min.

"Dia... lupakan. Aku tidak ingin menjadi pengadu." jawab Se Ra.

"Kau bisa bilang padaku." ucap Gyeong Min.

"Tanyakan saja langsung pada istrimu." jawab Se Ra.

Se Ra lalu beranjak pergi tapi dia kemudian balik lagi dan menasehati Gyeong Min agar Gyeong Min mengawasi Roo Na.


Di restoran, Gilja, Chorim, Soyeong dan Dongpal lagi sibuk. Lalu tiba2, teman kencan butanya Chorim datang. Chorim pun kaget. Setelah memperkenalkan dirinya pada Gilja, pria itu langsung membantu Chorim membersihkan restoran.


Soyeong mendekati Dongpal dan memberitahu Dongpal kalau pria itu adalah teman kencanbbutanya Chorim yang dibilang Chorim mirip Won Bin.bTak lama kemudian, pria itu memperkenalkan dirinya pada Dongpal lalu membantu Chorimbmelayani pelanggan.

Dongpal pun panas melihatnya. Soyeong pun menggoda Dongpal. Dongpal marah. Ia tidak maubmengaku kalau ia memang cemburu.


Setelah restoran mulai sepi, pria itu mulai memperkenalkan dirinya secara resmi. Pria itu bernama Lee Gongnam. Ia mengaku, saat pertama kali melihat Chorim, ia sudah tahu bahwa Chorim adalah jodohnya.


Pria itu lantas memegang tangan Chorim dan mengajak Chorim menikah.

Chorim pun kaget.

"Lee Gongnam-ssi, maksudmu kau sedang melamar Chorim?" tanya Soyeong.

"Pada usia ini, tidak ada waktu lagi untuk upacara pernikahan." jawab pria itu.

Pria itu lalu berlutut. Ia memegang tangan Chorim dan memohon agar Chorim mau menikah dengannya.

"Tapi ini bukan sesuatu yang bisa dilakukan dengan terburu-buru." ucap Gilja.


Tapi pria itu kekeuh mau menikahi Chorim. Ia bahkan sampai mengeluarkan cincin pernikahannya dan berjanji akan membuat Chorim menjadi pengantin yang paling bahagia di dunia.


Disaat Chorim hampir menerima cincin itu, Dongpal langsung menutup kotak cincinnya.

Dongpal beralasan, pria itu tidak bisa melamar Chorim di restoran ayam mereka.

Pria itu lantas menyimpan cincinnya dan malah membersihkan giginya membuat Chorim dan

Gilja menatapnya dengan wajah jijik.


Di ruang ganti, Roo Bi sedang menyelesaikan proposalnya. Tapi begitu Roo Na datang, ia langsung menutup laptopnya.

"Kau sudah mengembalikan baju-bajuku?" tanya Roo Na.

Roo Bi pun langsung bangkit dari duduknya dan mengambil baju-baju Roo Na di gantungan.

"Biarkan aku menanyakan satu hal padamu. Kenapa kau menunda pernikahanmu? Tidak bisakah kau menceritakannya pada kakakmu?" tanya Roo Na.

"Kau jelas tahu dengan baik alasanya." batin Roo Bi.

Lalu, Roo Bi mengatakan itu karena ayah In Soo sakit.


Tak lama kemudian, In Soo menghubungi Roo Bi tapi Roo Bi tidak menjawabnya. Roo Na penasaran, kenapa Roo Bi tidak menjawabnya tapi Roo Bi pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaan Roo Na.

Setelah Roo Bi pergi, Roo Na pun menatap ke arah laptop Roo Bi dengan wajah penasaran.

Bersambung........

Comments

Popular posts from this blog

I Have a Lover Ep 50

Sebelumnya.... “Aku rasa aku jatuh cinta lagi padamu.” Ucap Jin Eon begitu Hae Gang menghampirinya. “Aku sudah tahu.” jawab Hae Gang. “Berikan tasmu.” Pinta Jin Eon. “Tidak mau, tas melambangkan harga diri seorang wanita.” Jawab Hae Gang. “Berikan padaku. Tas wanitaku melambangkan harga diriku.” ucap Jin Eon. Hae Gang pun tersenyum, lalu memberikan tas alias keranjangnya yang berisi peralatan mandi pada Jin Eon. Jin Eon kemudian menyuruh Hae Gang menggandeng lengannya. Hae Gang pun menggandeng lengan Jin Eon, dan selanjutnya keduanya beranjak pergi menuju sauna dengan senyum terkembang. “Kau akan memakai itu?” tanya Hae Gang saat melihat Jin Eon sedang memilih2 baju sauna. “Aku pernah memakainya dulu.” Jawab Jin Eon. “Tak bisa kubayangkan…” dan Hae Gang pun tersenyum geli, “… tapi entah bagaimana tampaknya akan lucu.” “Awas ya kalau kau jatuh cinta padaku.” Ucap Jin Eon.   Ajumma penjaga sauna kemudian memberitahu bahwa Jin Eon...

I Have a Lover Ep 29 Part 2

Sebelumnya... Seok sedang galau di kamar yang dulu ditempati Hae Gang. Tak lama kemudian, sang ayah datang. Seok mengaku bahwa mungkin dia harus keluar dari rumah untuk sementara waktu karena ia tidak bisa mengendalikan dirinya. “Berusaha melupakan dengan putus asa akan membuatmu bertambah putus asa. Tidak bisakah putus asamu berkurang sedikit?” tanya sang ayah. “Aku punya penyesalan. Aku menyesal dan itu membuatku gila. Aku seharusnya menikahinya saat kau menyuruhku tahun lalu. Maka dengan begitu, dia akan berada di sampingku selamanya. Setidaknya, aku bisa mengatakan padanya untuk tinggal, untuk memohon padanya untuk tinggal. Aku rasa aku tidak bisa melepaskannya. Aku rasa tidak bisa membiarkan itu terjadi. Aku rasa aku tidak akan pernah bisa melepaskannya.” Jawab Seok. “Hanya kau menahan seseorang, hanya karena kau menyukainya, itu hanya akan membuat tanganmu sakit.   Tanpa bisa merasakan kehangatan, kau akan berteriak kesakitan. Itu sebabnya cinta bertepuk sebelah ...

I Have a Lover Ep 17 Part 2

Sebelumnya <<< Hae Gang di rumah sakit, menunggui Moon Tae Joon yang sedang di operasi. Wajahnya tampak cemas. Tak lama kemudian, Jin Eon datang. Dua staf keamanan Jin Eon yang sudah duluan tiba di sana, langsung menemui Jin Eon begitu Jin Eon datang. "Bagaimana dengan Moon Tae Joon?" tanya Jin Eon. "Dia sedang di operasi." jawab salah satu staf keamanan Jin Eon. "Lalu Do Hae... ah, maksudku Nona Dokgo Yong Gi?" tanya Jin Eon. "Dia menunggu di depan ruang operasi." jawab staf keamanan itu lagi. "Kau sudah mendapatkan nomor platnya?" tanya Jin Eon. "Sudah." Staf keamanan Jin Eon pun memberikan nomor plat kendaraan yang menabrak Tae Joon pada Jin Eon. Jin Eon menatap nomor plat itu dengan wajah cemas. Ia lalu menyusul Hae Gang ke ruang operasi. Keluarga Moon Tae Joon menyalahkan Hae Gang atas kecelakaan yang menimpa Tae Joon. Kakak Tae Joon berkata, jika saja Tae Joon mendengarkannya untuk m...