Sunday, September 16, 2018

Hide and Seek Ep 5 Part 2

Sebelumnya...


Di kamarnya, Nyonya Na sedang melihat kontrak ekspor perusahaannya.

Lalu, ia tersenyum dan berkata bahwa mereka tidak pernah memiliki kontrak ekspor sebesar itu sejak perusahaan didirikan.

Nyonya Na lantas menyuruh menantunya membuat K-Beauty dan perusahaan mereka dikenal luas.

"Aku akan berusaha keras kali ini dan menyelesaikan masalah uang Taesan juga." jawab Presdir Min.

"Apa yang akan kita lakukan jika saat ini ada masalah dengan bahannya? Ibu senang Pak Choi akhirnya berubah pikiran meski di saat-saat terakhir." ucap Nyonya Na.


Presdir Min pun bercerita bahwa semua itu berkat Chae Rin. Chae Rin menemukan tempat persembunyian Pak Choi dan berhasil meyakinkan Pak Choi.

Presdir Min lantas tertawa dan memuji Chae Rin.


Tapi Nyonya Na malah marah-marah dan menganggap Presdir Min tidak peduli pada Soo A.

Presdir Min pun berkata, bukan berarti ia tidak peduli pada Soo A meskipun ia merawat Chae Rin.

"Apa kau lupa! Siapa yang membuat Chae Rin seperti ini!"

"Kenapa salah Chae Rin? Itu kecelakaan." jawab Presdir Min.

"Kau ini ayahnya Soo A atau orang itu? Cenayang Choi benar, cucuku tidak akan bisa masuk lagi ke rumah ini meskipun dia ditemukan. Ibu rasa kau lah penyebab dia tidak bisa kembali!" ucap Nyonya Na.


Tepat saat itu, Bu Kim masuk mengantarkan secangkir minuman dan Nyonya Na menyuruh Presdir Min keluar dari kamarnya.


Di kamarnya, Presdir Min duduk sambil memikirkan kata-kata Nyonya Na tentang Chae Rin.

Lalu ia bangkit dari duduknya dan beranjak ke tempat tidur.

"Aku tidak bisa melupakannya." ucap Nyonya Park.

"Siapa yang kau maksud?" tanya Presdir Min.

Nyonya Park langsung duduk dan menceritakan Yeon Joo yang menemukan kamar Soo A pada suaminya.


"Kau bilang dia menyangkalnya." jawab Presdir Min.

 "Dia bisa saja salah. Bisa saja ibunya mengambil dia dari jalanan dan membesarkannya  tanpa menceritakan soal itu." ucap Nyonya Park.

"Berhentilah! Kau dan ibumu menderita sepanjang hidup karena terus memikirkan Soo A, Soo A dan Soo A. Sulit bagiku melihat kalian berdua seperti itu. Situasi ini juga sulit bagiku, jadi berhentilah." jawab Presdir Min.

Presdir Min juga meminta istrinya menganggap Soo A mereka hidup dengan baik di suatu tempat.

"Kenapa? Kenapa tidak bilang saja dia sudah meninggal? Jujur saja, kau ingin dia mati kan agar bisa berhenti memedulikannya. Kau mengaku sebagai ayahnya. Bagaimana bisa kau disebut manusia!"


Keesokan harinya, kita melihat Nyonya Do duduk di ruang tengah dengan wajah kusut. Sepertinya, ia terjaga semalaman karena ia masih mengenakan hanbok.

Eun Hyuk keluar kamar dan menghampiri Nyonya Do. Ia meminta Nyonya Do tidur.

"Bagaimana aku bisa tidur jika aku tidak tahu dimana putriku. Jika dia kembali dengan selamat, aku akan selalu menggendongnya di punggungku. Aku bahkan tidak akan makan. Uri Yeon Joo, aku hanya akan memeluk dia selamanya."

Nyonya Do lantas menggenggam tangan Eun Hyuk dan meminta maaf.


Tak lama kemudian, Yeon Joo pulang dan Nyonya Do langsung meminta penjelasan.

Geum Joo dan Dong Joo pun keluar kamar dan berusaha menenangkan sang ibu.


Eun Hyuk lalu menarik Yeon Joo ke kamar.

"Kau darimana saja? Aku mengkhawatirkanmu." ucap Eun Hyuk.

"Bukankah ada yang ingin kau katakan kepadaku?" tanya Yeon Joo berkaca-kaca.

Eun Hyuk pun terdiam, lalu tak lama berselang, dia mengaku akan melakukan apa saja yang Yeon Joo minta. Jika Yeon Joo ingin hubungan mereka berakhir, ia akan mengakhirinya. Jika Yeon Joo ingin menikah, ia akan menikahi Yeon Joo.

"Bukan itu. Ada hal lain yang ingin kau katakan. Sesuatu yang lain. Kau tidak menanyakan apapun padaku. Ibu menanyakan semuanya padaku. Kenapa kau diam saja? Kau tahu alasanku pergi?" ucap Yeon Joo.

Eun Hyuk ingin bicara, tapi Yeon Joo tidak mau mendengar.

"Kau seharusnya hidup dengan tenang sekarang. Tetap seperti itu sampai aku memberitahumu. Jangan tanyakan apapun, jangan katakan apapun. Bernapas saja di sisiku sampai aku mengatakan semuanya baik-baik saja dan kau sudah cukup menderita. Kau mengerti?" ucap Yeon Joo.

Eun Hyuk pun tidak tahu harus mengatakan apalagi.


Presdir Moon meminta penjelasan kenapa Chae Rin dan Jae Sang tidak tidur sekamar tadi malam.

"Benarkah kau mengusir suamimu?" tanya Presdir Moon.

"Kami tidak bisa tidur sekamar karena aku sudah tidak percaya padanya." jawab Chae Rin.

"Kepercayaan itu memang penting tapi bukankah kau harus bisa dipercaya lebih dulu?" tanya Presdir Moon.


Presdir Min pun memutar alat perekamnya. Dan terdengarlah suara Pak Choi yang mengaku diancam Chae Rin di sauna, sehingga ia terpaksa mengakui kalau Jae Sang lah yang mengguncang Makpacific.

"Abonim." ucap Chae Rin marah.

"Kau harus memanggilku pimpinan sampai kau mati!" jawab Presdir Moon.


Presdir Moon lantas memberikan Chae Rin minuman herbal.

"A.. apa ini pimpinan?" tanya Jae Sang khawatir.

"Kau seharusnya memanggilku ayah." jawab Presdir Moon.

"Ke.. kenapa tiba-tiba?" tanya Jae Sang heran.

"Tunggu apalagi! Dimana keberanianmu yang berani menyuruhku, Moon Tae San , minum racun? Cepat minum!" perintah Presdir Moon.

Chae Rin pun langsung meminumnya tanpa bertanya minuman apa itu.

"Melihatmu menghabiskannya tanpa bertanya apapun, berarti kau masih berani." ucap Presdir Moon.

Presdir Moon lantas berkata, bahwa itu adalah obat penyubur kandungan. Ia ingin mereka memiliki anak agar Chae Rin tidak sempat memikirkan apapun karena sibuk mengurusi anak.


Setelah itu, Presdir Moon keluar kamar dan menemui Eun Hyuk yang sudah menunggunya diluar.

Presdir Moon sudah rapi dengan stelannya.

Jae Sang dan Chae Rin juga ikut keluar.

Presdir Moon memuji Eun Hyuk yang terlihat lebih baik setelah menikah dan meminta maaf karena membuat Eun Hyuk tidak bisa menjalani bulan madu.

Presdir Moon beralasan, tidak ada yang bisa menggantikan Eun Hyuk menyupirinya.

"Tidak apa-apa. Saya yakin anda akan memberikan saya izin untuk berbulan madu ke tempat yang lebih baik." jawab Eun Hyuk.

"Benar, aku akan mengizinkanmu bulan madu keliling dunia. Tapi mulai hari ini, aku minta kau menjaga menantuku dengan baik karena dia akan segera mengandung keturunan keluarga Moon." ucap Presdir Moon.


Setibanya di kantor, Jae Sang bertanya pada ayahnya bagaimana bisa ayahnya merekam suara Pak Choi.

Presdir Moon berkata, Pak Choi adalah tipe orang yang akan menjual apapun demi uang.

"Kau sudah menyelidiki kontrak itu?" tanya Presdir Moon.

"Kontrak Makepacific dengan Tiongkok baru-baru ini lebih besar dari dugaanku." jawab Jae Sang.

Jae Sang lantas memberikan salinan kontraknya.

"Dengan bantuam demam Korea, itu bisa menjadi sukses besar." ucap Jae Sang.


"Tapi jika itu terjadi, Pak Min akan mencoba mengembalikan uang kita terlebih dahulu." jawab Presdir Moon.

"Kurasa begitu. Dia tidak sanggup mengembalikan uang kita di awal." ucap Jae Sang.

"Jika kita kehilangan kesempatan membeli saham mereka, rencana kita akan gagal." jawab Presdir Moon.

"Karena Min Chae Rin sudah membayar mahal, dia akan berusaha lebih gigih." ucap Jae Sang.

"Biarkan saja dia tetap gigih. Jika akhirnya menawarkan sesuatu yang bersikeras dijaganya, dia akan merasa lebih marah bukan? Jika begitu, apapun yang terjadi, semua akan berakhir." jawab Presdir Moon.

"Kalau begitu, dia akan seperti semua mantan istriku." ucap Jae Sang.

"Kita semua mati seperti yang sudah ditakdirkan." jawab Presdir Moon.

*Kalo gitu ceritanya, berarti Presdir Moon ini dulunya juga merebut perusahaan mantan2 menantunya dong. Dan karena itu, salah satu mantan menantunya berakhir di rumah sakit jiwa. Dan sekarang, dia melakukannya lagi pada Chae Rin. Tapi ku yakin sih, Chae Rin bukan wanita bodoh dan lemah. Dia pasti lah juga punya senjata menghancurkan Taesan.


Eun Hyuk yang sedang di perjalanan bersama Chae Rin, dihubungi Jae Sang.

Eun Hyuk pun menjawabnya dan me-loudspeaker pembicaraan mereka.

Jae Sang menyuruh Eun Hyuk mengawasi Chae Rin memberitahukan padanya rencana Chae Rin.

Eun Hyuk pun berkata, dia akan melakukan perintah Jae Sang.

Setelah panggilan terputus, Chae Rin bertanya pada Eun Hyuk, kenapa Eun Hyuk membiarkannya mendengar pembicaraan mereka.

"Berhati-hatilah. Pak Moon Jae Sang mungkin terlihat ceroboh tapi dia gigih begitu memutuskan sesuatu. Begitu dia mengincarmu, situasimu tidak akan nyaman dan melelahkan." jawab Eun Hyuk.

Eun Hyuk lalu memberitahu Chae Rin menu yang akan dibuat di kelas memasak nanti karena Presdir Moon akan menanyakannya pada Chae Rin.

Lalu Eun Hyuk menyuruh Chae Rin melakukan tugasnya sementara ia akan ke Makepacific.

Chae Rin lantas ingin berkata sesuatu tapi tidak jadi.


Nyonya Na sedang meneliti kosmetik keluaran perusahaannya ketika putrinya datang dan menangis padanya.

Nyonya Na marah saat putrinya bilang, bahwa Presdir Min melarang mereka mencari Soo A lagi.


Presdir Min sedang minum teh dengan Chae Rin di ruangannya ketika Nyonya Na menelponnya.

Nyonya Na marah karena Presdir Min melarang ia dan Nyonya Park mencari Soo A.

"Aku akan menjelaskannya nanti di rumah. Sekarang aku sedang bersama Chae Rin." ucap Presdir Min yang membuat Nyonya Na makin marah.


Nyonya Na langsung ke kantor setelah mengetahui Chae Rin ada di kantor.

Sampai di kantor, ia kesal saat mendengar para karyawan memuji Chae Rin dan menginginkan Chae Rin kembali.


Nyonya Na masuk ke sebuah ruangan. Sepertinya ruangan Presdir Min dan melihat Chae Rin sedang membersihkan ruangan itu.

"Jangan begini Bu Min." ucap cleaning service, mencoba menghentikan Chae Rin. Tapi Chae Rin mengaku tidak apa-apa.

Nyonya Na kian kesal saat si cleaning service berkata, Makepacific bagaikan roti tanpa isi tanpa kehadiran Chae Rin.

Si cleaning service juga meminta Chae Rin kembali dan berharap Chae Rin bisa menjadi pemilik Makepacific.

Si cleaning service lantas beranjak keluar begitu melihat Nyonya Na.


Nyonya Na mengatai Chae Rin licik saat melihat karangan bunga tanda ucapan selamat dari karyawann untuk Chae Rin.

*Ooow, itu ruangan Char Rin.

"Kau berbicara dengan karyawan, membuat mereka memihakmu dan memperluas pengaruhmu agar kau bisa menguasai perusahaan." ucap nenek.

Nyonya Na lalu mencampakkan karangan bunga itu ke lantai.

"Halmeoni!"


Tepat saat itu, salah satu pegawai pria masuk dan terkejut melihat apa yang terjadi. Ia lantas memberitahu Chae Rin bahwa Chae Rin sudah ditunggu di auditorium untuk perayaan.

Chae Rin mengerti dan menyuruh pegawainya pergi duluan.


Chae Rin lantas menyuruh Nyonya Na pulang dan berkata, mereka akan bicara di rumah karena karyawan sudah menunggunya.

Chae Rin kemudian mengambil tasnya di atas meja, tapi Nyonya Na malah mendorongnya.


Chae Rin mengambil tasnya yang jatuh di lantai. Nyonya Na pun mengambil air bekas pel yang tertinggal di ruangan Chae Rin dan... menyiram Chae Rin! Omo...

Nyonya Na menyuruh Chae Rin keluar dari perusahaan jika tidak ingin lebih dipermalukan. Ia mau Chae Rin membuat janji pada semua karyawan bahwa ia tidak akan kembali ke perusahaan.

"Kenapa nenek sekejam ini!"

"Bukankah kau seharusnya tidak berada di perusahaan, tapi Soo A! Keturunan keluarga Min! Bisa-bisanya orang sepertimu bertingkah seperti pemilik perusahaan!" ucap Nyonya Na.


Chae Rin menemui karyawannya di auditorium. Para karyawannya pun terkejut melihat dirinya basah kuyub.

Chae Rin lalu membuat pengumuman bahwa dia akan kembali ke perusahaan.

Nyonya Na yang melihat dari jauh pun terkejut.

"Aku, Min Chae Rin, akan kembali dan menjadi pemilik Makepacific bersama kalian. Tolong tunggu sampai aku kembali." ucap Chae Rin.

Para karyawan pun bertepuk tangan dan mengucapkan selamat datang pada Chae Rin.

Chae Rin lalu menatap tajam neneknya, begitu pun dengan neneknya.


Bersambung ke part 3......

No comments:

Post a Comment