Monday, September 17, 2018

Hide and Seek Ep 6 Part 1

Sebelumnya...


Eun Hyuk memeluk Chae Rin di halaman rumah Taesan.

"Kenapa kau selalu membiarkan dirimu terluka?" tanya Eun Hyuk.

"Lihat siapa yang bicara. Kenapa kau selalu berusaha menghentikanku padahal kau tahu aku akan selalu kabur. Kau menungguku disini?" jawab Chae Rin.

"Aku harus datang karena tahu kau akan terluka di rumah itu." ucap Eun Hyuk.

"Kini kau tahu semua hal tentangku." jawab Chae Rin.


Chae Rin lalu membiarkan Eun Hyuk terus memeluknya.


Yeon Joo syok saat menemukan foto Chae Rin di dompet Eun Hyuk.

Ia teringat saat memergoki Eun Hyuk mencium wanita lain.

Terakhir, ia ingat saat curhat pada Chae Rin tentang suaminya yang berselingkuh.

Yeon Joo langsung memeluknya saat itu.


"Tidak mungkin. Ini tidak mungkin." ucap Yeon Joo dengan suara bergetar.


Chae Rin memberitahu Eun Hyuk bahwa ibunya sudah banyak melalui penderitaan dan ia tidak bisa masalah jika bisa melindungi ibunya dengan berpura-pura menjadi Soo A.

"Karena putrinya adalah cinta pertama, cinta terakhir dan cinta abadi bagi ibuku."

"Kau bersedia melakukannya meski mengetahui semua itu?" tanya Eun Hyuk.

"Sudah kubilang. Ini caraku melindunginya. Mungkin cintaku untuknya bisa berakhir tidak terbalas. Tapi itu tidak masalah. Karena hanya dia yang menerimaku, bukan ibu kandungku yang mengabaikanku. Sebelum diadopsi keluarga itu, aku batal diadopsi tiga kali. Tapi ibuku mengatakan ini. Dia bilang, tidak akan mengirimku ke tempat lain lagi dan dia senang aku ada di rumahnya. Baru kali ini aku mendengar orang mengatakan itu padaku. Jadi bagaimana mungkin aku tidak melindunginya? Aku bersedia melakukan lebih dari sekedar bersandiwara demi melindunginya." jawab Chae Rin.

"Maka kau harus melindunginya. Karena aku akan melindungimu. Aku akan melindungi orang yang kucintai." ucap Eun Hyuk.


Yeon Joo duduk di depan rumahnya, sambil menatap foto Chae Rin yang ia temukan di dompet Eun Hyuk dengan wajah terpukul.


Tak lama kemudian, Eun Hyuk pulang dan ia langsung menatap Eun Hyuk dengan tajam.

Yeon Joo kemudian mendekati Eun Hyuk. Ia memukuli Eun Hyuk.

"Selalu aku yang memulai semuanya. Aku yang menyukaimu duluan. Aku yang mengungkapkan perasaanku duluan. Aku yang ingin hidup bersama saat kau berniat kabur. Aku yang memaksamu menikahiku. Sampai akhirnya, kau tidak bisa menolakku dan mengikuti keinginanku." ucap Yeon Joo.

Yeon Joo lalu bertanya, apa Eun Hyuk pernah mencintainya meski hanya sesaat.

Melihat Eun Hyuk yang diam saja, Yeon Joo pun sadar bahwa Eun Hyuk tidak pernah mencintainya.

Tangis Yeon Joo pecah.


"Aku harus bagaimana? Akan kuturuti keinginanmu." ucap Eun Hyuk.

"Kau benar-benar ingin menuruti keinginanku? Maka tetaplah disisiku sampai kau mati. Hidup dengan pria yang tidak mencintaiku mungkin siksaan, tapi akan lebih menyakitkan jika aku melepaskanmu. Aku tidak yakin bisa mendoakan kebahagiaanmu. Maka, aku mau kau tetap bersamaku sampai kau mati." jawab Yeon Joo.

Yeon Joo lantas masuk ke dalam. Eun Hyuk membeku mendengarnya.


Di kamar, Yeon Joo tak bisa berhenti menangis.

Eun Hyuk pun terus menatapi Yeon Joo.

Tak lama kemudian, Eun Hyuk bangun. Ia ingin menenangkan Yeon Joo, tapi Yeon Joo tak ingin disentuh olehnya.


Eun Hyuk lantas keluar dan duduk di depan rumah.


Esok harinya. Chae Rin minta izin Pimpinan Moon untuk pergi bersama Eun Hyuk.

Chae Rin beralasan, ia tidak ada kelas memasak tapi harus berbelanja.

"Tentu, lakukan sesukamu." jawab Pimpinan Moon.


Pimpinan Moon lantas bicara pada Jae Sang.

"Hari ini kau akan menemui Pak Hwang, kan? Kau sudah menyiapkan jawaban untuk semua pertanyaannya?" tanya Pimpinan Moon.

Jae Sang mengiyakan, sambil terus menatap Chae Rin dan Eun Hyuk secara bergantian.

Pimpinan Moon lantas mengajak Jae Sang pergi. Jae Sang beranjak pergi dengan ekspresi tidak nyaman karena Chae Rin akan pergi berdua dengan Eun Hyuk.


Presdir Min dan Do Hoon pergi menemui klien mereka untuk membahas soal kontrak ekspor.

Si klien berkata, bahwa pimpinannya sangat tertarik dengan Makepacific dan nyonya nya takjub dengan hasil akhir dan liputan dari cushion Gold Rain.

Presdir Min pun berterima kasih karena sudah memilih perusahaannya.

"Kudengar hanya masalah waktu untuk menarik para pelanggan melalui iklan elektronik karena kalian punya sumber pasar di Tiongkok." ucap Presdir Min.

"Itu sebabnya kami harus menambah jumlah pasokan awal tapi itu akan membutuhkan lini produksi yang lebih besar. Itu akan memerlukan pembangunan pabrik kedua."

"Pabrik kedua?" tanya Presdir Min.


"Kami akan berinvestasi. Kuharap kedua perusahaan bisa diuntungkan dari kontrak ini dan menjadi rekan bisnis yang baik."

Si klien kemudian pamit karena sudah ada janji.


Tanpa mereka sadari, klien itu ternyata orang suruhan Jae Sang! Omo...

Dia menemui Jae Sang yang menunggunya di ruangan sebelah.

Ia berkata, mereka menyetujui kontraknya dan mengibaratkan Presdir Min sebagai anak kecil yang baru mendapat segenggam permen.

"Itu kontrak terbesar yang mereka terima sejak perusahaan mereka berdiri. Tentu saja mereka bahagia." jawab Jae Sang.

Si klien pun menagih janji Jae Sang. Jae Sang berkata bahwa Grup Tae San selalu menepati janji mereka.


Setelah itu, Jae Sang langsung menghadap sang ayah.

"Jadi maksudmu ayah hanya perlu duduk dan menyiapkan langkah selanjutnya? Kau yakin tidak ada masalah lain?"

"Satu-satunya masalah, kita tidak punya masalah apapun saat ini." jawab Jae Sang, lalu tertawa.

"Hat-hati bicaramu!" sentak Pimpinan Moon. Jae Sang langsung diam.

"Apa istrimu melakukan sesuatu yang mencurigakan?" tanya Pimpinan Moon.

"Setahuku tidak, tapi..." wajah Jae Sang langsung berubah gelisah. Tapi Jae Sang tidak jadi mengatakannya pada ayahnya.


Chae Rin dan Eun Hyuk kembali masuk ke ruangan rahasia Pimpinan Moon.

Pintu jeruji brankas masih dibiarkan terbuka oleh Pimpinan Moon.

Chae Rin bertanya-tanya, apa yang ada di dalam brankas itu.

"Satu hal yang pasti, ini lebih dari dugaanmu. Sejak aku datang ke rumah ini, hanya ada dua orang yang membuka brankas itu tanpa izin pimpinan. Mereka semua berakhir dengan tidak baik. Mantan istri Pak Moon. Mereka sama denganmu, penasaran dengan brankas ini dan terjebak dalam perangkap." jawab Eun Hyuk.

"Cari tahu apa yang terjadi pada perusahaan milik mantan istrinya. Tentang bagaimana dan siapa yang menerimanya kali terakhir dan siapa yang memilikinya saat ini." suruh Chae Rin.


Di ruangannya, Presdir Min terus tertawa menatap kontrak itu.

"Anda sebahagia itu?" tanya Do Hoon.

"Selain aku, Chae Rin juga akan bahagia. Sejujurnya, aku ingin dia memimpin perusahaanku di masa depan." jawab Presdir Min.

"Meskipun Soo A kembali?" tanya Do Hoon.

"Manajemen harus berdasarkan kemampuan, bukan keturunan. Orang yang menyayangi perusahaan dengan tulus harus mengurusnya. Soo A putri kandungku. Dia akan memahami keputusanku." jawab Presdir Min.


Do Hoon lantas memberitahu Presdir Min kalau tadi Pil Doo sempat menyusup ke kantor.

"Jika datang kesini, ia berarti tahu dimana Soo A." ucap Do Hoon.

"Kita bisa memperoleh informasi lebih jauh jika menemukan keluarganya." jawab Presdir Min.


Sontak, Do Hoon langsung teringat masa lalunya saat ia memergoki Pil Doo tengah mengintip Soo A yang bermain di halaman rumahnya.

Do Hoon bertanya, kenapa Pil Doo mengintip rumahnya dan mencari Soo A.

Pil Doo pun menjelaskan, bahwa putranya bekerja di rumah Do Hoon dan diberi upah sebagai buruh.

"Kudengar kalian membuat taman di halaman belakang? Aku hanya ingin mampir untuk memeriksa dia sebagai ayahnya dan memastikan dia melakukan pekerjaannya dengan benar." jawab Pil Doo.


Do Hoon kembali ke ruangannya. Ia menghubungi seseorang dan meminta orang itu mencari tahu dimana anaknya Pil Doo.

"Aku tidak tahu namanya tapi dia sebaya denganku." ucap Do Hoon.


Pil Doo sendiri tidur di jalanan dan menjadikan selembar koran sebagai selimutnya.

Pil Doo lalu bangun dan mengomel karena kelaparan.

Ia lalu bertanya-tanya kemana harus mencari wanita yang membawa Soo A.


Tak lama kemudian, ia teringat kata-kata ahjumma yang terakhir ia temui yang mengatakan bahwa putri wanita itu dirawat di RS jantung Hangook.

Pil Doo langsung tersenyum dan bergegas ke RS Hangook.


Tapi pihak RS menolak memberikan informasi pasien pada orang asing. Pil Doo pun berkata, bahwa ia sudah dianggap seperti keluarga oleh mereka. Pihak RS pun minta bukti kalau Pil Doo benar-benar keluarga pasien.

"Aku sangat ingin tapi tidak bisa." jawab Pil Doo.

"Kalau begitu pergilah, aku tidak bisa membantumu."

"Aku memberitahumu bahwa 20 tahun yang lalu putrinya menjalani operasi jantung di rumah sakit ini. Dia tidak mampu membayar biaya operasi dan menyebabkan banyak masalah. Itulah sebabnya aku perlu memeriksa informasi pribadi anak yang jantungnya dioperasi 20 tahun lalu."

Pil Doo nyaris keceplosan soal uang tebusan. Tapi buru-buru meralatnya dengan mengatakan harus memeriksa informasi pribadi anak yang jantungnya diperasi 20 tahun lalu.

Tapi pihak RS tetap menolak membantu Pil Doo. Alasan pertama, karena Pil Doo bukan keluarga. Alasan kedua, catatan RS hanya disimpan selama 10 tahun dan setelah itu dibuang.

Tapi Pil Doo tidak percaya.


Yeon Joo masih terluka. Ia terus berbaring di kasurnya.

Sang ibu menyuruhnya bangun dan bertanya, apa Yeon Joo dan Eun Hyuk bertengkar.

Nyonya Do lalu membelai kepala Yeon Joo dan berkata akan menunggu Yeon Joo sampai Yeon Joo siap menceritakannya meskipun ia mati penasaran.

Tangis Yeon Joo pecah. Nyonya Do langsung memeluknya.

*Kasihan juga ama Yeon Joo, ku sampe nangis liat tangisnya pecah di depan ibunya. Ku gak rela kalo pada akhirnya, Yeon Joo akan kembali menjadi Soo A. Ku lebih suka liat Yeon Joo sama Nyonya Do.


Chae Rin dan Eun Hyuk duduk di tepi Sungai Han. Eun Hyuk memberikan dokumen pada Chae Rin.

"Seperti yang dikatakan, ikatan industrial Harian Hangang dan Group Dongha yang dimiliki oleh para mantan istri Pak Moon diberikan kepada cabang-cabang Taesan. Ini dilakukan melalui proses legal dan didukung oleh dasar kebenaran sehingga tidak ada yang bisa mengkritik Grup Taesan atau memberi penalti. Mereka membuatnya tampak bersih. Kedua perusahaan ini stabil dan punya masa depan cerah sebelum mereka menikah demi keuntungan Pimpinan Moon. Dimulai dengan diputusnya pasokan bahan mentah, kedua perusahaan menerima dana dari Taesan dan para investor meminta uang mereka kembali selama kesulitan berulang yang terjadi entah disengaja mereka atau tidak. Kurasa rencana mereka berhasil." Eun Hyuk menjelaskan.

"Uri appa bisa berakhir menjadi seperti mereka jika tidak beruntung." jawab Chae Rin.

Chae Rin yang belum mengetahui permainan busuk Taesan pun mengaku lega bisa lepas dari Taesan berkat kontrak dari Tiongkok itu.

Ponsel Chae Rin berdering. Telepon dari appa nya yang memberitahu soal kontrak itu.


Sementara Chae Rin menerima telepon, Eun Hyuk menerima telepon pula dari Yeon Joo.

"Kau dimana?" tanya Yeon Joo.

"Aku diluar." jawab Eun Hyuk.

"Aku tanya kau bersama siapa!" bentak Yeon Joo.

"Aku bekerja." jawab Eun Hyuk.


Eun Hyuk lalu melihat Chae Rin hampir ditabrak pengendara sepeda.

Melihat itu, ia menjatuhkan ponselnya dan langsung menyelamatkan Chae Rin.

"Kau baik-baik saja? Kau terluka?" tanya Eun Hyuk.

"Aku baik-baik saja." jawab Chae Rin.


Tanpa Eun Hyuk sadari, ponselnya masih menyala.

Yeon Joo bisa mendengar suara Eun Hyuk yang menyuruh Chae Rin berhati-hati. Lalu ia mendengar suara Chae Rin yang mengucapkan terima kasih.


Yeon Joo marah besar dan langsung menutup teleponnya.

"Jadi mereka bersama?  Saat ini?" ucap Yeon Joo.


Nyonya Park dihubungi Yeon Joo.


Dan setelah itu mereka bertemu di kafe.

Yeon Joo meminta maaf karena menghubungi Nyonya Park tiba-tiba.

Nyonya Park berkata, ia sangat menerima panggilan Yeon Joo.

Nyonya Park kemudian meminta maaf pada Yeon Joo dan menjelaskan kalau ia tidak ada maksud meremehkan Yeon Joo, apalagi memamerkan kekayaannya.

"Aku mengerti. Anda melakukan itu untukku." jawab Yeon Joo.

Yeon Joo juga meminta Nyonya Park bicara lebih santai padanya karena ia lebih muda dari Nyonya Park.

Yeon Joo lalu mengaku mengajak Nyonya Park ketemuan karena tidak enak menolak tawaran Nyonya Park.


Chae Rin yang masih di jalan, dihubungi oleh sang ibu. Sang ibu mengajak bertemu. Chae Rin langsung tersenyum mendengarnya.


Sampai di sana, Chae Rin menjelaskan kalau ia tidak punya pilihan lain selain mengaku sebagai Soo A.


Tak lama kemudian, Nyonya Park berdiri. Ia menatap ke belakang Chae Rin.

"Soo A-ya." ucapnya.


Chae Rin pun menoleh ke belakang dan terkejut melihat Yeon Joo mengenakan gaun dan wig Soo A.

Bersambung ke part 2...

Omo... Yeon Joo balas dendam..

Karena Chae Rin ngerebut Eun Hyuk dari dia, dia pun berniat ngerebut keluarga Chae Rin.

Chae Rin bakal menderita banget kalo nanti Yeon Joo kembali sebagai Soo A.

Udah dia dipaksa nikah ama Pangeran Taesan ama Nyonya Na biar dapat suntikan dana dari Taesan, terus harus mati-matian melindungi Makepacific dan dirinya dari kekejaman Taesan, belum lagi Nyonya Na yang gak bisa nerima dia. Sekarang, ditambah Yeon Joo yang benci dia karena Eun Hyuk.

Musuh Chae Rin banyak banget.. Kuharap Presdir Min tetap menjadi ayahnya Chae Rin. Dia akan tetap berada di sisi Chae Rin meskipun Soo A kembali.

2 comments:

  1. Mau chae rin kayak gimana, bawaanya kasian ya kak...
    Tekanannya banyak banget...

    ReplyDelete
  2. Iya kasihan, tekanan hidupnya banyak banget

    ReplyDelete