Sunday, October 7, 2018

Hide and Seek Ep 11 Part 2

Sebelumnya...


Chae Rin pulang ke rumahnya.

Bu Kim langsung menanyakan apa yang terjadi.

Tapi Chae Rin yang terlihat kesal, diam saja dan langsung menuju kamar Nyonya Na. Tapi Bu Kim menghentikannya.

"Aku tidak tahu apa yang terjadi tapi jangan marah padanya." ucap Bu Kim.


Chae Rin lantas masuk ke kamar Nyonya Na.

Nyonya Na langsung menyalahkan Chae Rin atas sikap Pimpinan Moon tadi padanya.

"Dia tahu semuanya. Dia tahu aku palsu. Itulah sebabnya dia minta uangnya dikembalikan. Dia sudah merencanakannya sejak awal. Dia berencana mengambil perusahaan kita, menggunakan cara yang sama saat dia mengambil alih Harian Hangang dan Perusahaan Dongha sebelumnya. Dia melakukan apapun demi uang. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku jika aku tetap berada di rumah itu. Aku harus segera keluar." kata Chae Rin menjelaskan.

"Jangan bilang kau mau kembali ke rumah ini. Jika kau punya hati nurani, tetaplah di rumah itu apapun yang terjadi. Ambil hati Pimpinan Moon dan bersikaplah seolah-olah kau rela mati jika dia menyuruhmu mati." suruh Nyonya Na.


"Tempat itu penuh penderitaan." jawab Chae Rin.

"Tahanlah meski itu buruk." ucap Nyonya Na.

"Halmeoni!"

"Hidup dan mati adalah takdir. Bersikaplah tegas seperti ramuan beracun. Kenapa tidak bisa melakukannya? Bukankah itu sifatmu?"

"Apa?" Chae Rin tak habis pikir dengan jalan pikiran Nyonya Na.

Nyonya Na lalu menyalahkan Chae Rin atas apa yang terjadi pada Soo A.

Ia menyebut Chae Rin sudah menghancurkan hidup orang lain dan meminta Chae Rin bertobat.

"20 tahun lalu, masalah itu terjadi saat kau mulai masuk ke keluarga ini. Aku tidak tahu apa yang dilakukan cucuku dan dimana dia berada tapi kau masih bisa bilang kau menderita? Uri Soo A, siapa yang tahu apakah hidup Soo A lebih buruk darimu!"

"Kau tahu apa! Kau selalu menyalahkanku, tapi itu salahmu. Kau tahu lebih baik. Itulah kenapa kau membenciku. Itulah satu-satunya caramu menghindari rasa bersalahmu. Bahkan meskipun hidup Soo A buruk di tempat lain, itu semua adalah salahmu."

"Berani kau bicara lagi, akan kurobek mulutmu." jawab Nyonya Na.


Chae Rin lantas beranjak pergi.

Diluar, Chae Rin mendengar teriakan Nyonya Na yang menyuruh Bu Kim menaburkan garam dan melarang Bu Kim membukakan pintu untuk Chae Rin.

Sontak, Chae Rin makin kesal.

*Aigoo, ini si nenek lupa kali ya kalau dia lah yang ngadopsi Chae Rin biar Chae Rin yang nanggung nasib sial Soo A, tapi sekarang dia malah nyalahin Chae Rin atas nasib sial Soo A? Aigoo.. ckckckck...


Pimpinan Moon melihat brankasnya yang sudah terbuka.

Lalu ia memegang salah satu bingkai foto yang kosong.

"Jadi sekarang dia sudah tahu." ucapnya, lalu mengangguk-ngangguk.


Chae Rin duduk di tempat ia dan Eun Hyuk biasa bertemu.

Tak lama kemudian, Eun Hyuk datang.

"Aku tahu kau ke sini. Kenapa kau tidak pulang?" tanya Eun Hyuk.

"Bagaimana aku bisa pulang? Semuanya sudah terbongkar." jawab Chae Rin.

"Itu bukan salahmu. Itu bukan pilihanmu untuk tidak dilahirkan sebagai putri mereka. Tidak seorang pun bisa memilih orang tua mereka. Kau dan aku sama, kita menginginkan orang tua yang lebih baik dari orang lain tapi tidak berhasil. Jika kita bertemu orang tua yang kita inginkan, siapa yang tahu apa yang akan terjadi pada hidup kita?" ucap Eun Hyuk.

Chae Rin lalu menceritakan soal bingkai foto yang kosong itu.

Tangis Chae Rin pecah.

Eun Hyuk lantas memeluk Chae Rin. Ia berjanji, akan melindungi Chae Rin.

Tanpa mereka sadari, orang suruhan Jae Sang memotret mereka.



Dalam sekejap, foto mereka sudah tiba di ponsel Jae Sang.


Sontak, Jae Sang kesal melihatnya.


Chae Rin lalu menatap Eun Hyuk. Dengan tatapan lirih, ia mengaku harus melindungi Makepacific.

"Jika Pimpinan Moon membuat rencana lagi, dia pasti akan mencari korban baru lagi." ucap Chae Rin cemas.

"Kita harus membuatnya tahu, bahwa caranya salah. Semua hal melanggar hukum yang dilakukan Taesan Group sampai sekarang, tidak akan berhasil lagi. Kita harus memberinya pelajaran." jawab Eun Hyuk.

"Apa ada cara?" tanya Chae Rin.

"Mungkin saja." jawab Eun Hyuk.

"Benarkah?" tanya Chae Rin.

Eun Hyuk pun menggenggam tangan Chae Rin dan membawanya pergi.


Eun Hyuk membawa Chae Rin ke ruangannya.

Dia memperdengarkan rekaman pembicaraan So Ra dan Jae Sang soal dana gelap Taesan.

Eun Hyuk lantas menjelaskan, kalau Jae Sang memiliki dana gelap yang jumlahnya besar.


Lalu, Eun Hyuk menunjukkan laporan keuangan Taesan.

"Itu masuk ke Taesan Konstruksi 3 tahun lalu dan dipindahkan ke perusahaan asing untuk investasi. Aku sudah menyelidiki lebih lanjut dan aku menemukan dana itu dipindahkan ke perusahaan asing lain setelah itu. Tapi aku tidak bisa menemukan buktinya." ucap Eun Hyuk.

Eun Hyuk kemudian mengaku, akan memberitahu Chae Rin setelah semuanya jelas.

"Ini penggelapan." jawab Chae Rin.

"Akun Swiss wanita ini memiliki jumlah dana yang besar." ucap Eun Hyuk.

Sontak, Chae Rin kaget.

Lalu tiba-tiba, ponsel Eun Hyuk berdering.

"Ini dari Moon Jae Sang." ucap Eun Hyuk.


Eun Hyuk menemui Jae Sang.

Jae Sang lalu bertanya, siapa yang baru ditemui Eun Hyuk.

"Temanku." jawab Eun Hyuk.

"Oh, Si Kyung Sik itu? Tapi aku tidak tahu kenapa aku selalu merasa jijik setiap kali bertemu denganmu." ucap Jae Sang.

"Apa maksudmu?" tanya Eun Hyuk.

"Kau akan segera tahu." jawab Jae Sang.


Jae Sang pergi menemui So Ra.

Ia ingin So Ra mentransfer dana gelap itu ke rekeningnya sekarang.

Tapi So Ra pura-pura tidak ingat password rekeningnya.

Sontak, Jae Sang marah.

"Moon Jae Sang, jika kau terus bersikap seperti ini, aku tidak akan mengingat apapun." ucap So Ra, lalu beranjak pergi.

"Wang So Ra, kau menggali kuburmu sendiri. Jangan salahkan aku nanti." jawab Jae Sang.

*Kek nya dugaan sy bener, tu bingkai foto yang kosong buat Chae Rin dan So Ra.


Chae Rin menemui ayahnya.

"Belilah sebanyak yang ayah bisa." pinta Chae Rin.

"Ayah harus memanggil dewan direksi dan meminta persetujuan mereka." jawab Presdir Min.

Presdir Min lalu menggenggam tangan Chae Rin.

"Mianata. Tidak seharusnya ayah seperti ini. Ayah harus menghentikan nenekmu." ucap Presdir Min.


Ponsel Presdir Min berdering. Telepon dari Nyonya Na.

"Dari nenekmu. Dia menyuruh ayah pulang."

"Kalau begitu pulanglah. Nenek tidak suka menunggu."

"Lalu bagaimana denganmu? Pergilah ke hotel."

"Aniyo, aku akan pulang." jawab Chae Rin.


Presdir Min menemui Nyonya Na. Nyonya Na seperti biasa, mengeluarkan kata-kata sadis pada Presdir Min.

Ia berkata, bahwa itulah sebabnya ia malas berurusan dengan orang-orang yang latar belakangnya tidak layak seperti ibu Presdir Min yang bekerja di bar dan menjual Presdir Min demi uang.

"Lalu bagaimana dengan ibu? Ibu membuat perjanjian pra nikah sebelum Chae Rin dan Jae Sang menikah." jawab Presdir Min.

"Apa salahnya dengan itu? Dia tidak punya hubungan darah dengan kita. Kita memberinya makan dan pakaian bagus selama 20 tahun. Kita berhak melakukannya!"

"Kenapa semuanya baik-baik saja untukmu! Kau seharusnya merasa bersalah pada Chae Rin." ucap Presdir Min.

"Kenapa aku harus merasa bersalah! Kau tidak memikirkan apa yang terjadi pada Soo A!" jawab Nyonya Na.

*Karena bukan keluarga jadi si Nyonya Na ini merasa berhak berbuat semena-mena pada orang lain? Ckckck... Sy penasaran gimana ceritanya Chae Rin bisa menjadi pemilik perusahaan jika ramalan si cenayang benar.


Chae Rin kembali ke kediaman Moon.

Bersambung ke part 3....

1 comment: