Sunday, October 14, 2018

Hide and Seek Ep 13 Part 2

Sebelumnya...


Presdir Min makan siang bersama Chae Rin dan Eun Hyuk.

"Kudengar kau sudah banyak membantu Chae Rin." ucap Presdir Min.

"Tidak juga. Semuanya berkat Chae Rin, aku tidak melakukan apa-apa. Anda juga bisa bicara santai padaku." jawab Eun Hyuk.

"Tidak baik terlalu merendah. Ini kesempatanmu untuk pamer dan mendapat pujian. Aku juga menyadari kau layak disanjung. Aku akan berbicara dengan santai saat kita bertemu lagi." ucap Presdir Min.

Eun Hyuk sontak terkejut dengan kata-kata Presdir Min itu.


"Kau tahu itu berarti aku ingin kita sering bertemu, bukan? Terima kasih. Aku mengatakan ini bukan karena kau membantu mengembalikan saham kami. Aku berterima kasih soal itu, tapi aku lebih berterima kasih karena kau ada di sisi Chae Rin." ucap Presdir Min.

Presdir Min lalu memegang tangan Eun Hyuk dan berharap Eun Hyuk akan terus berada di sisi Chae Rin.

Eun Hyuk langsung gugup.


"Jangan gugup." ucap Chae Rin sembari menatap Eun Hyuk.

Mereka kemudian bersulang.


Dari kejauhan, orang suruhan Jae Sang memotret mereka.


Jae Sang pun kesal melihat foto itu.

"Tersenyumlah selagi bisa. Kau akan menangis sekarang." ucapnya.


Ia lalu melihat dokumen tentang proyek merger Makepacific.


Jae Sang lantas menunjukkan dokumen itu pada ayahnya.

Sang ayah terkejut.

"Kau pikir kau bisa melakukannya?" tanya sang ayah.


Eun Hyuk dan Chae Rin berjalan-jalan di taman.

"Kau sekarang bebas. Kau tidak terikat ke mana pun. Apa karena karena jiwamu bebas sekarang? Kapan kau akan mulai bekerja di perusahaanku? Ayahku juga ingin kau mulai bekerja sesegera mungkin. Kesepakatan dengan Tiongkok kemarin menyebabkan banyak kerusakan, termasuk untuk posisinya di perusahaan juga. Terutama karena nenek. Ayahku kesulitan dan kesepian sama seperti aku di rumah atau di perusahaan." ucap Chae Rin.

"Kau baik-baik saja? Tinggal di rumah yang sama. Nenekmu bukan wanita biasa." jawab Eun Hyuk.

"Tidak seburuk yang kau pikirkan." ucap Chae Rin.

"Bagaimana jika cucu aslinya kembali? Dia pasti berubah." jawab Eun Hyuk.

Chae Rin pun terdiam menatap Eun Hyuk.

"Jika kau tahu Ha Yeon Joo adalah Soo A, bagaimana perasaanmu sudah mencampakkan pewaris sebenarnya dan memilih aku yang palsu?" batin Chae Rin.

"Kenapa menatapku seperti itu? Ada yang ingin kau katakan?" tanya Eun Hyuk.

Chae Rin pun mendekat dan membantu Eun Hyuk membuka dasi.

"Kapan kau bisa mulai bekerja? Ayahku berharap banyak karena kau orang nomor satu yang menyelamatkan perusahaan kami. Sekarang jangan melihat Grup Taesan lagi. Lupakan tentang waktu kerjamu dengan pria seperti Moon Tae San. Kau tidak lagi harus bekerja untuknya." jawab Chae Rin.


Sekarang, Chae Rin sudah berada di ruangannya.

Ia memanggil bawahannya.

"Apa program pelatihan perusahaan kita di luar negeri, Flarium Paris, masih berlangsung? Kudengar Shin Ah Young dari tim pemasaran yang terpilih." ucap Chae Rin.
"Anda mengingatnya. Benar. Kudengar dia menetap di sana setelah pelatihan. Orang lain biasanya akan kembali, tapi Ah Young tetap di sana seperti yang dia inginkan." jawab bawahannya.

"Kita bisa langsung melepasnya jika mereka memilih seperti itu?" tanya Chae Rin.

"Bisa, tapi kenapa anda menanyakannya tiba-tiba?"

"Aku temukan kandidat yang sempurna. Aku ingin merekomendasikannya. Serta, boleh aku minta bantuanmu?" jawab Chae Rin.


Nyonya Do masih ngambek karena Yeon Joo tidak mau mendengarkannya.

Yeon Joo pun menawarkan obat. Ia pikir, ibunya membutuhkan obat.

"Aku sakit karena anakku tidak mau mendengarkanku." jawab Nyonya Do.

"Aku akan membeli obat." ucap Yeon Joo.


Tepat setelah Yeon Joo pergi, seorang pria yang kemungkinan besar utusan dari Makepacific datang dan bicara dengan Nyonya Do.


Pil Doo yang berkeliaran di jalanan pun terkejut ketika dua orang pria memanggilnya.

Ia langsung kabur bahkan sampai terjatuh saat berusaha kabur.

Tapi ternyata, kedua pria itu bukan lah memanggilnya tapi memanggil temannya.

Melihat itu, Pil Doo langsung kesal.

"Sekarang orang yang mirip mereka membuatku takut." ucapnya.

Ia lalu bertanya-tanya, dimana dirinya akan tidur malam itu.

"Dasar bedebah tengik. Jika ingin membayarku, seharusnya berikan uang yang banyak." sewot Pil Doo.


Di kamarnya, Nyonya Do sedang melihat tiket pesawat.

Ia pun teringat kata-kata pria yang tadi datang ke rumahnya.

Memang benar, pria itu utusan dari Makepacific.

Flashback...




"Ini akan menjadi kesempatan istimewa bagi Ha Yeon Joo." ucap pria itu.

"Tapi... sudah lama Yeon Joo berhenti dari pekerjaannya. Dia bekerja sebagai sekretaris Bu Park sekarang." jawab Nyonya Do.
"Aku tahu. Saat bekerja di bagian penjualan, dia karyawan yang luar biasa. Dia juga memiliki keterampilan merias yang unik." ucap pria itu sambil menyodorkan tiket pesawat.
"Aku harus mengakui Yeon Joo-ku memang mahir dalam segala hal." jawab Nyonya Do.
"Karena itu dia tidak boleh melewatkan kesempatan ini." ucap pria itu.

Flashback end...


Nyonya Do pun langsung menunjukkan tiket itu pada Yeon Joo.

"Seorang pria tadi datang dari perusahaanmu. Ini akan membantumu belajar di luar negeri dan semuanya gratis. Jika bersedia, besok pun kau bisa langsung pergi." ucap Nyonya Do.

Tapi Yeon Joo tidak mau pergi.

Sontak, Nyonya Do marah. Ia menuding Yeon Joo tidak mau mendengarkannya karena ia bukanlah ibu kandung Yeon Joo.

"Kau mengabaikan ibu karena ibu seorang ibu palsu? Ibu memungutmu saat masih kecil dan membesarkanmu sampai sekarang, maksud ibu, karena kita sudah lama hidup sebagai ibu dan anak, setidaknya kau bisa berpura-pura mendengarkan ibu. Kenapa? Kau ingin bilang ibu memanfaatkanmu seumur hidup? Ibu menyekolahkan Geum Joo dan Dong Joo sampai kuliah karena mereka anak kandung, tapi bahkan nyaris tidak membiayaimu sampai SMA? Kau ingin balas dendam atas hal itu? Dengan begitu kau bisa membuat ibu merasa bersalah? Jika mau menyalahkan ibu, silahkan saja. Dasar berandal. Tidak ada gunanya membesarkanmu. Kau bahkan tidak mengerti perasaan ibu." ucap Nyonya Do.


Nyonya Do lalu beranjak pergi tapi Yeon Joo memeluknya dari belakang. Yeon Joo menangis.

"Maafkan aku, Ibu. Aku akan lakukan semua yang ibu minta, karena itu tolong jangan campakkan aku. Aku takut. Aku takut sekali ibu mencampakkanku." ucap Yeon Joo.

"Kalau begitu, kau akan menuruti ibu?" tanya Nyonya Do dengan mata berkaca-kaca.

"Aku akan lakukan semua perkataan ibu." jawab Yeon Joo.


Besoknya, Yeon Joo ke Makepacific untuk mengecek semuanya.

Ia seketika lemas mendengar jawabannya.

"Kau terpilih mengikuti program pelatihan luar negeri. Kau mendapat rekomendasi karena nilai penjualanmu luar biasa. Karena kau sekretaris Bu Park, kau masih dianggap bekerja di perusahaan ini, karena itu kamu terdaftar sebagai kandidat."


Di ruangannya, Presdir Min sedang bicara dengan seseorang di telepon. Ia terlihat bahagia.

"Tidak, belum terlambat. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Ya, waktuku senggang kapan saja. Baik, sampai bertemu."

Tak lama kemudian, Chae Rin datang.

"Ayah dapat kabar bagus?"
"Sepertinya kita bisa membuat kontrak dengan perusahaan Tiongkok. Kosmetik Bailing menghubungi untuk melanjutkan kontrak kita."
"Benarkah? Syukurlah kalau begitu."


Ponsel Chae Rin berdering. Telepon dari karyawannya yang memberitahu kalau Yeon Joo bersedia di training keluar negeri.

Kalau begitu, aturlah agar dia bisa pergi sesegera mungkin." perintah Chae Rin.


Nyonya Na sedang membahas saham Chae Rin dengan Do Hoon.

"Berapa persentase saham yang dibawa kembali Chae Rin?"
"Sepuluh persen. Dia pemegang saham ketiga setelah Nyonya dan Nyonya Park."
"Yang satu bekerja keras, yang lainnya dapat nama. Uang buruk membawa kebaikan. Jika seperti ini, Soo A tidak bisa memiliki seluruh perusahaan meski dia kembali. Do Hoon, kau harus menemukan jalan. Lakukan yang terbaik untuk membuat saham yang Chae Rin miliki menjadi milik Soo A dengan cara apa pun. Dengan begitu kau akan terlepas dari beban mental karena kau berutang kepada Soo A."

Do Hoon pun tampak berat melakukannya.


Sementara itu, Nyonya Park dan Yeon Joo bicara di halaman rumah. Yeon Joo minta maaf karena mengambil keputusan keluar negeri tiba-tiba.

Nyonya Park berkata, bahwa Yeon Joo sudah mengambil keputusan yang tepat.

"Aku merasa bersalah karena memaksamu berada di sisiku untuk menemaniku dan pergi berbelanja denganku. Itu tidak akan membantu masa depanmu. Pergilah dan pelajari banyak hal." ucap Nyonya Park.

Nyonya Park lantas memeluk Yeon Joo.

Bersambung ke part 3........

Si Nyonya Na ini gak bersyukur banget, perusahaannya lepas dari cengkraman Taesan karena Chae Rin, bukannya terima kasih malah mau ngerampok Chae Rin.

No comments:

Post a Comment