Monday, October 15, 2018

Hide and Seek Ep 14 Part 1

Sebelumnya...


Yeon Joo syok mendengar cerita Pil Doo bahwa sang ibu adalah kaki tangannya.

Pil Doo juga bercerita, bahwa Nyonya Do menculik Yeon Joo lantaran membutuhkan biaya untuk operasi Geum Joo. Pil Doo mengaku, Nyonya Do meminta tebusan pada orang tua kandung Yeon Joo setelah berhasil menculik Yeon Joo.

Yeon Joo menolak untuk percaya.

Pil Doo pun mengajak Yeon Joo bertemu Nyonya Do, tapi Yeon Joo tidak mau.

"Pergilah dari sini sebelum aku teriak! Kau mau mendapatkan masalah!" ancam Yeon Joo.

"Konon darah lebih kental daripada air. Kau seperti nenekmu yang mirip ular berbisa." ucap Pil Doo.

Pil Doo lantas meyakinkan Yeon Joo kalau dirinya hanya berusaha membantu Yeon Joo.


Ia mengajak Yeon Joo pergi.

Yeon Joo pun langsung berteriak.

Petugas keamanan seketika datang dan mengamankan Pil Doo.


Mereka menyeret Pil Doo keluar.

Tapi setelah petugas keamanan pergi, Pil Doo masuk lagi dan mencari Yeon Joo.

Ia berteriak kesal karena tidak berhasil menemukan Yeon Joo.

Teriakannya menarik perhatian petugas keamanan. Takut ditangkap lagi, Pil Doo pun beranjak lagi.


Di belakang, Yeon Joo menatap kepergian Pil Doo.


Chae Rin terkejut melihat Eun Hyuk masih bekerja dengan Jae Sang.

Ia meminta penjelasan, tapi Eun Hyuk tidak bisa menjawabnya.


Jae Sang pun berkata, bahwa seekor anjing harus tetap setia pada pemiliknya.

Jae Sang lantas mengingatkan Chae Rin, akan tujuan Chae Rin datang ke sana.

Tapi Chae Rin tidak mau terlibat lagi dengan Taesan Group. Ia yakin, Taesan Group sedang memainkan trik untuk menelan perusahaannya lagi.


Jae Sang pun menunjukkan surat kuasa. Ia menyuruh Chae Rin membacanya sendiri.

"Seperti yang kau tahu, pasar kosmetik di Tiongkok berada di bawah kendali Kosmetik Bailing." ucap Jae Sang.

Jae Sang juga mengungkapkan bahwa banyak perusahaan kosmetik ingin meneken kontrak dengan Kosmetik Bailing dan Kosmetik Bailing sudah memberikan kuasa pada Taesan Group untuk memilih rekanan mereka.

"Kau terpilih atau tidak, itu tergantung padaku. Jika kau terpilih pasar Tiongkok akan terbuka lebar untukmu."

"Apa maumu?" tanya Chae Rin kesal.

Jae Sang menjentikkan jarinya.


Chae Rin pun menoleh ke Eun Hyuk. Ia melihat Eun Hyuk mengeluarkan sebuah kalung.

Chae Rin langsung berkaca-kaca saat Eun Hyuk mencoba memakaikan kalung itu padanya.

Eun Hyuk sendiri juga menatap lirih Chae Rin. Ia terpaksa melakukannya.


Tapi Jae Sang kemudian menyuruh Eun Hyuk berhenti.

Jae Sang lalu mengambil kalung itu dan berusaha memakaikan kalung itu ke Chae Rin.

Tapi Chae Rin langsung menghentikan Jae Sang.

Chae Rin dan Eun Hyuk saling bertatapan.

Jae Sang yang kesal, menyuruh Eun Hyuk keluar.

Eun Hyuk menurutinya dan menunggu diluar.


Jae Sang memakaikan kalung itu ke leher Chae Rin.

"Seperti yang kuduga, garis lehermu memang bagus." puji Jae Sang, tapi Chae Rin menatapnya dengan tajam.

"Kau tidak perlu menatapku begitu. Aku hanya ingin ini berjalan dengan baik secara bisnis dan hal-hal lain."

"Hal-hal lain?" tanya Chae Rin.

"Aku mengatakan ini dengan tulus. Aku ingin hubungan kita berhasil." jawab Jae Sang.


"Maksudmu kau tulus?" tanya Chae Rin.

"Kau selalu memutarbalikkan atau mengabaikan ketulusanku. Aku juga bisa tulus." jawab Jae Sang.

"Kenapa kau melakukan ini? Jangan bilang kau... menyukaiku." ucap Chae Rin.

"Aku tidak boleh menyukaimu?" tanya Jae Sang.

Sontak, Chae Rin kaget mendengar Jae Sang menyukainya.

*Ini Jae Sang kelihatan tulus banget. Sy jd penasaran, Jae Sang ini beneran menyukai Chae Rin atau hanya mengincar Makepacific.


Yeon Joo pulang dan melihat ibunya berkeliaran di pasar dan menyapa tetangga mereka satu per satu.

Lalu, Yeon Joo ingat kata-kata Pil Doo di bandara.

"Wanita itu bisa saja mengantarkanmu pulang tapi dia mengabaikannya. Jika dia membawamu ke kantor polisi, mereka akan mencari orang tua kandungmu. Tapi dia tidak melakukannya. Kenapa? Karena jika memilikimu dia bisa membuatmu bekerja selamanya. Kau tidak bisa belajar dengan baik, kan? Kau menghasilkan uang seumur hidup untuk mendukung keluargamu. Begitulah wanita itu. Dia membujukmu melakukan itu sambil menyebutmu putrinya dan mengusap-ngusap kepalamu."

Yeon Joo tidak percaya. Ia yakin ibunya bukan orang semacam itu.


Eun Hyuk membukakan pintu untuk Jae Sang.

Dan Chae Rin terus saja menatap Eun Hyuk.


Tak mau Chae Rin menatap Eun Hyuk lebih lama, Jae Sang pun mengalihkan perhatian Chae Rin dengan mengatakan, menunggu keputusan Chae Rin sebagai CFO Makepacific.

Tiba-tiba, ponsel Jae Sang berdering. Telepon dari Kosmetik Nari dan ia pun masuk ke dalam membicarakan kontrak.


Chae Rin pun mendekati Eun Hyuk. Ia minta penjelasan Eun Hyuk kenapa Eun Hyuk memutuskan kembali pada Jae Sang.

"Apa Moon Jae Sang memaafkan kesalahanmu? Apa Moon Jae Sang membantumu sehingga kau memilih menjadi anjingnya lagi?"

"Itu benar. Dia akan membuat seolah-olah tidak terjadi sesuatu dan menjanjikan posisi Seketaris Kepala padaku. Apa tidak cukup untuk bersikap seperti anjingnya?" jawab Eun Hyuk.

"Kau mau aku mempercayaimu?" tanya Chae Rin.

"Percaya atau tidak, itulah yang sebenarnya." jawab Eun Hyuk.

"Kau tahu bagaimana aku meninggalkan Taesan dan melindungi perusahaanku." ucap Chae Rin.


Chae Rin lalu memegang tangan Eun Hyuk dan meminta Eun Hyuk meninggalkan Jae Sang sekarang juga. Ia takut Eun Hyuk dilukai. Eun Hyuk pun memberikan jawaban dengan menarik tangannya.


Chae Rin lantas menatap ke arah Jae Sang.

"Dia lebih menakutkan dibandingkan penampilannya. Dia mirip Pimpinan jadi dia bisa melakukan apapun."


Chae Rin pun kembali menatap Eun Hyuk. Ia curiga Jae Sang mengetahui kelemahan Eun Hyuk dan menggunakan itu untuk mengancam Eun Hyuk tapi Eun Hyuk meyakinkan Chae Rin bahwa tidak terjadi hal seperti itu.

Eun Hyuk juga bilang, bahwa lebih tepat baginya jika berada di sisi Jae Sang.


Tak lama kemudian, Jae Sang datang dan memberitahu Chae Rin bahwa Kosmetik Nari sudah siap meneken kontrak dengannya.

"Pikirkanlah. Kau tahu aku orangnya tidak sabaran, kan?" ucap Jae Sang, lalu masuk ke mobilnya.


Eun Hyuk pun masuk ke mobil. Tapi sebelum masuk ke mobil, ia dan Chae Rin kembali bertatapan.


Di ruangannya, Presdir Min sedang mempelajari kontrak dengan Kosmetik Bailing.

Tak lama kemudian, Chae Rin datang dan Presdir Min langsung menyuruh Chae Rin membaca kontrak itu.

Presdir Min juga bilang, bahwa Presdir Bank Daehan baru saja menghubunginya.

"Jika kita menyetujui kontraknya, kita bisa meminta pinjaman sebanyak yang kita mau." ucap Presdir Min.

Presdir Min lalu berkata, bahwa mereka harus bergegas karena Kosmetik Nari juga mengincar kontrak itu.

Presdir Min kemudian menanyakan hasil rapat Chae Rin.

Chae Rin yang bingung hanya mengatakan hasilnya bagus.

"Itu bagus. Kita kehilangan banyak kontrak karena rumor tempo hari. Ayah bahkan tidak bisa tidur semalaman. Itu sebabnya kita harus memastikan kontrak lain sudah dikonfirmasi dan menyelesaikannya hari ini." ucap Presdir Min.


Yeon Joo berkeliaran di jalanan.

Lalu ia tak sengaja melihat poster anak hilang.

Yeon Joo pun lagi-lagi teringat kata-kata Pil Doo.

"Saat masih sekecil ini... kau bermain petak umpet. Itu bukan rumahmu kan tapi rumah anak laki-laki yang adalah temanmu."


Yeon Joo lalu pergi ke kantor polisi. Ia ingin mencari tahu asal usulnya.

"Ada anak yang diculik. Sejujurnya, aku tidak yakin."

"Apa hubunganmu dengan anak yang diculik itu?"

"20 tahun lalu, anak itu aku."

"Bisakah kah kau katakan siapa penculiknya?"

"Uri eomma." jawab Yeon Joo berkaca-kaca.

"Akan kuserahkan pada petugas yang bertugas."

Tapi saat petugas itu berbicara dengan petugas lainnya, Yeon Joo pun buru-buru meninggalkan kantor polisi.


Pil Doo minum-minum di warung tenda.

"Dasar wanita bodoh dan celaka. Dia akan terkejut mengetahui dia anggota keluarga siapa. Dia dilahirkan dengan setumpuk uang yang tidak pernah bisa dipakainya. Lalu dia seharusnya tetap diam. Kenapa dia merusak rencanaku! Untuk apa kau keluar negeri setelah bertahun-tahun ini, dasar wanita bodoh!" teriaknya.


Geum Joo berteriak, menyuruh Dong Joo makan.

Dong Joo yang lagi ngambek gara-gara Yeon Joo pergi pun mengaku tidak lapar.

"Kau akan sakit. Kau bahkan tidak bisa berdiet karena hipoglikemia." ucap Geum Joo.

"Biarkan saja! Dia yang akan rugi jika tidak makan." jawab Nyonya Do.


Mendengar itu, Dong Joo langsung keluar.

"Ibu yakin aku putri kandung ibu? Ibu tidak memungutku di mana pun? Putri kesayangan ibu akan segera mengkhianati ibu." ucap Dong Joo.

"Kakakmu tidak akan melakukannya." jawab Nyonya Do.


Nyonya Do lalu bertanya pada Geum Joo, apa Yeon Joo sudah tiba di Prancis.

Geum Joo pun melirik jamnya.

"Seharusnya dia sudah sampai. Dia akan segera menelpon. Dia tahu ibu akan khawatir."

"Benar, dia gadis yang baik." jawab Nyonya Do.


"Aku juga mau ke Prancis! Aku mau naik pesawat!" rengek Dong Joo.

Nyonya Do pun langsung menyumpal mulut Dong Joo dengan makanan.


Yeon Joo melamun di sebuah kamar.

Ia menyewa sebuah kamar.

Tak lama kemudian, ia melirik kopernya, lalu membukanya.

Di sana, ia menemukan makanan dan juga sebuah surat yang ternyata dari ibunya.

Yeon Joo-ya, ibu mengemas beberapa makanan favoritmu termasuk acar dan kimchi. Kau harus makan dengan baik. Maaf karena hanya ini yang bisa ibu lakukan untuk putri ibu yang belajar diluar negeri. Ibu mempercayaimu. Ibu yakin kau akan belajar dan beradaptasi dengan baik. Ibu menyayangimu, putriku.

Tangis Yeon Joo pun pecah.


Nyonya Na menanyakan kapan mereka akan menandatangani kontrak dengan Kosmetik Bailing.

"Itu belum dipastikan, tapi aku yakin secepatnya. Itu yang dikatakan Chae Rin padaku. Dia selalu bertanggung jawab atas kata-katanya."

"Kau benar. Aku sangat bahagia dengan ini. Aku tidak mau mengingat betapa kesalnya aku sebelumya. Kita bisa memamerkan keahlian kita pada anggota dewan. Kau selalu diremehkan dan direndahkan sebagai pimpinan."

"Mereka tidak sepenuhnya salah."

"Apa maksudmu? Kau mengatakan itu karena kata-kata kejamku padamu sebelumnya? Aku mengatakan itu untuk mendorongmu, bukan untuk menyakitimu."


Nyonya Na lalu memegang tangan Presdir Min.

"Setelah kontrak ditandatangani, aku akan memberikan perusahaan itu kepadaa Soo A. Begitulah seharusnya karena kau dan Chae Rin tidak punya hubungan darah denganku." ucap Nyonya Na dalam hati sambil menatap Presdir Min dengan tatapan licik.

Lalu kemudian, ia tertawa.

Bu Kim terus menatap kepura-puraan Nyonya Na.

*Kalau kontrak dengan Bailing ditandatangani, yang ada Makepacific jatuh ke tangan Taesan, bukan Soo A.


Di kamarnya, Chae Rin terus memikirkan sikap Eun Hyuk tadi.

Dan Eun Hyuk pun memikirkan sikapnya pada Chae Rin tadi.

Eun Hyuk lalu melihat nomor kontak Chae Rin di ponselnya.


Paginya, Eun Hyuk yang sedang jogging lagi-lagi diikuti orang suruhan Jae Sang.

Tapi kali ini Eun Hyuk mengetahuinya. Ia pun mendamprat orang itu dan merebut kameranya.

Bersambung ke part 2........

No comments:

Post a Comment