Skip to main content

Hide and Seek Ep 14 Part 3

Sebelumnya...


Kesal karena Chae Rin tak kunjung datang, Jae Sang pun menghubungi Direktur Oh dari Kosmetik Bailing.

Tepat saat itu, Chae Rin datang. Ia minta maaf karena datang terlambat.

Jae Sang pun langsung mengatakan pada Direktur Oh bahwa mereka tidak jadi meneken kontrak.


Jae Sang lalu melihat kalung yang dikenakan Chae Rin.

"Seperti yang kubilang, kau memiliki garis leher yang bagus." puji Jae Sang.

Chae Rin dan Eun Hyuk pun saling bertatapan.


Tak suka melihat keduanya bertatapan, Jae Sang pun menyuruh Eun Hyuk menunggunya seperti seekor anjing yang setia menunggu majikannya sampai urusan si majikan selesai.

Eun Hyuk kesal tapi ia tak bisa berbuat apapun.


Jae Sang lalu menyuruh Chae Rin menggandengnya.

Chae Rin yang kesal terpaksa menggandeng Jae Sang demi kontrak itu.


Jae Sang lalu membawa Chae Rin ke teman-temannya.

"Pak Moon, aku mendengar rumor aneh tapi kurasa semua itu palsu. Kalian terlihat sangat mesra."

"Rumor itu seperti monster yang memakan manusia. Rumor-rumor itu sangat ingin memakan kita saat tidak ada masalah." jawab Jae Sang.

"Kau sangat cantik, pasti itu sebabnya dia masih menyembunyikanmu sampai sekarang. Dia ingin menyimpanmu sendiri."


"Itu sudah pasti. Dia milikku." jawab Jae Sang, lalu memeluk Chae Rin lebih dekat.

Sontak, Chae Rin kesal dan berusaha melepaskan pelukan Jae Sang tapi Jae Sang semakin erat memeluknya.


Lalu, seorang wanita datang.

"Lihat siapa yang datang. Kupikir kalian sudah bercerai tapi ternyata tidak."

"Tentu saja tidak. Kami saling mencintai. Kami bahkan tidak berpisah sedetik pun." jawab Jae Sang.

"Kalian terlihat sangat bahagia, aku iri." ucap wanita itu sambil menatap kesal Chae Rin, lalu pergi.


Chae Rin melepaskan pelukan Jae Sang, lalu beranjak pergi.

Jae Sang tersenyum pada teman-temannya, lalu pergi menyusul Chae Rin.

"Apa maksudmu? Kenapa kau menyembunyikan perceraian kita dari teman-temanmu?"

"Kita belum bercerai. Kita dalam tahap mendinginkan suasana." jawab Jae Sang.


Jae Sang lalu berbisik pada Chae Rin.

"Siapa yang tahu kita akan kembali bersama?" ucapnya.


Eun Hyuk yang melihat itu dari kejauhan pun kesal.


Di ruangannya, Do Hoon masih bekerja. Ia sedang mempelajari berkas yang di bacanya.

Kemudian, ia melirik laptopnya tapi kemudian pandangannya teralihkan pada foto Soo A.

"Jangan tersenyum. Aku mungkin menyayangimu." ucap Do Hoon pada foto Soo A.


Do Hoon lalu membuka lacinya dan menatap penjepit rambut Soo A.

"Kau dimana? Setidaknya secara kebetulan, tidak bisakah kita saling berpapasan walaupun sekali?" pintanya.

Do Hoon lantas menerima telepon dan mengaku akan segera datang.


Soo A sendiri luntang lantung di jalanan.

Ia ingin menghubungi ibunya tapi tak bisa.

"Eomma, mianhae. Jeongmal mianhae. Tapi aku ingin tahu siapa diriku. Aku mau tahu apa ibu benar-benar menculikku dan apa yang sebenarnya terjadi 20 tahun lalu. Dan aku benar-benar ingin tahu siapa ibu kandungku."

Tangis Yeon Joo pecah.


Tak lama kemudian, Do Hoon yang sedang menuju mobilnya melihat Yeon Joo.

Yeon Joo jatuh pingsan!

Do Hoon panic dan bergegas menolong Yeon Joo.


Nyonya Do mencari petunjuk di kamar Yeon Joo.

Geum Joo berusaha menenangkan Nyonya Do.

Nyonya Do lalu menyuruh kedua putrinya mencari jurnal Yeon Joo.

"Ibu pikir kakak meninggalkan wasiat atau semacamnya?" tanya Dong Joo.

Sontak, Nyonya Do kesal dan langsung memukuli Dong Joo.

"Dasar anak kurang ajar! Kau pikir kakakmu bunuh diri!"

"Eomma, kenapa melampiaskannya padaku. Eomma sendiri yang mau melihat jurnalnya."

"Ini semua terjadi karenamu!"

"Eomma, tenanglah. Aku akan ke kantornya besok jika tidak ada kabar dari dia." jawab Geum Joo.


Do Hoon membawa Yeon Joo ke rumah sakit.


Bar sudah mulai sepi, hanya tinggal Chae Rin, Eun Hyuk dan Jae Sang di sana.

Jae Sang memanggil Eun Hyuk. Eun Hyuk pun mendekat dan meletakkan dokumen di meja.

Chae Rin menatap Eun Hyuk.

Kesal melihat Chae Rin yang terus menatap Eun Hyuk, Jae Sang pun menyuruh Chae Rin menandatangani dokumen itu sebelum ia berubah pikiran.

Chae Rin pun memberikan tanda tangannya, lalu melemparkan dokumennya ke Jae Sang.


Setelah itu, Jae Sang mengajak Chae Rin berjabat tangan.

Tapi saat Chae Rin menjabat tangannya, ia malah menarik Chae Rin ke pelukannya.

Sontak, Chae Rin dan berontak dan Eun Hyuk kesal.

Jae Sang tertawa. Eun Hyuk hanya bisa menahan kekesalannya.

"Mulai hari ini aku mungkin akan lebih sering mengunjungi Makepacific sebagai presdir rekan bisnismu dan Cha Eun Hyuk akan ikut menemaniku. Namun kita harus melihat apakah itu obat atau racun bagimu." ucap Jae Sang.


Yeon Joo terbangun karena mimpi buruk.

Do Hoon yang masih ada di sana pun berkata, bahwa Yeon Joo hanya bermimpi buruk dan semua akan baik-baik saja.

"Kau mengenalku, kan? Kau pingsan di jalanan jadi kubawa kau ke rumah sakit. Beritahu aku nomor keluargamu, aku akan menghubunginya."

"Aniyo, jangan hubungi mereka. Aku ingin sendiri. Aku tidak mau menemui siapa pun dari keluargaku."


Yeon Joo pun menangis.

Melihat itu, Do Hoon mengeluarkan saputangannya dan memberikannya ke Yeon Joo.

Namun, Do Hoon tidak sadar, ia menjatuhkan penjepit rambut Soo A saat mengambil saputangannya.

"Jangan menangis. Jika kau menangis, kau akan semakin sedih."

Yeon Joo pun mengambil saputangan Do Hoon dan menghapus air matanya.


Bu Kim menyiapkan teh untuk Nyonya Park.

Nyonya Park pun menyuruhnya duduk.

"Kau mau ditemani?"

"Aku tidak menyadari ini saat Yeon Joo berada di sisiku. Tapi saat dia pergi, aku merasa kesepian."

"Saat Nona Soo A kembali, bertemanlah dengannya."

"Apa itu mungkin? Aku mulai bertanya-tanya, apa dia bisa kembali? Sudah 20 tahun berlalu? Akankah dia kembali setelah bertahun-tahun? Dia seharusnya ada di sini jika dia kembali? Mungkin Soo A ku, itulah akhir dari ikatan diantara kami. Delapan tahun yang singkat itu sebagai ibu dan anak."


Pil Doo mendatangi rumah Nyonya Do.

Ia memberitahu Nyonya Do bahwa nama asli Yeon Joo adalah Min Soo A.

Ia juga bertanya, Soo A naik ke pesawat dengan tujuan kemana.

"Namanya Ha Yeon Joo! Dia putriku!"

"Dasar wanita bodoh. Apa kau tau siapa dia? Bagaimana pun kini dia sudah tahu siapa dirinya."

Sontak Nyonya Do kaget dan bertanya apa yang Pil Doo katakan pada Yeon Joo.

Pil Doo pun memberitahu bahwa Yeon Joo adalah putri pemilik Makepacific.

Nyonya Do sontak kaget.


Yeon Joo menemukan jepit rambut Soo A.

Ia pun teringat saat Nyonya Park memakaikan jepit rambut itu padanya dan memanggilnya Soo A.

"Kudengar putrinya yang hilang biasa memakai ini. Bagaimana dia bisa punya jepit rambut yang sama?" tanya Yeon Joo.


Lalu tiba-tiba, Yeon Joo mendapatkan ingatan saat Do Hoon kecil memakaikan jepit rambut itu padanya.

"Siapa anak laki-laki itu? Dan siapa anak perempuan itu?" tanyanya bingung.


Kemudian, ia mendapatkan ingatan ketika Soo A menyanyikan lagu itu bersama seorang wanita.


Tak lama kemudian, Yeon Joo pun menyadari sesuatu.

Ia bergegas ke cermin dan memakai penjepit rambut itu.


Seketika, ingatannya kembali.

Di cermin, ia melihat dirinya waktu kecil memakai penjepit itu.

Ia juga ingat saat menyanyikan lagu itu bersama sang ibu di halaman rumahnya.

Yeon Joo pun syok.






Presdir Min senang melihat kontrak yang sudah disetujui Chae Rin.


Tapi kemudian, Presdir Min mencemaskan Chae Rin yang akan lebih sering bertemu Jae Sang karena kontrak itu.

"Jangan khawatir. Aku bisa mengurusnya sendiri. Aku bahagia jika ayah senang." jawab Chae Rin.


Begitu keluar dari ruangan ayahnya, Chae Rin mendapat laporan dari pegawainya bahwa Yeon Joo belum sampai di Prancis.

Pegawainya juga berkata, bahwa ia sudah memeriksa daftar penumpang tapi tidak ada Yeon Joo di sana.

"Dipastikan dia sudah sampai bandara melalui kamera CCTV, tapi kami tidak bisa menemukan jejaknya dan dia sempat bertemu seorang pria."

Lalu pegawai Chae Rin memberikan sebuah amplop.

Chae Rin membukanya dan terkejut melihat foto Yeon Joo bicara dengan Pil Doo.

Chae Rin curiga Pil Doo sudah memberitahu semuanya.


Disaat dia syok, Do Hoon menghampirinya. Chae Rin pun langsung bersikap biasa.

Do Hoon memberitahu Chae Rin  bahwa Ha Yeon Joo, karyawan mereka yang dulu bekerja di Makepacific ada di rumah sakit.

"Kau tahu apa rencananya?" tanya Yeon Joo.

"Di rumah sakit mana?" tanya Chae Rin.


Yeon Joo sendiri sedang menenuju ke rumahnya sambil menangis.

Sementara Nyonya Do juga sedang mencari Yeon Joo.


Chae Rin sendiri juga sedang di jalan. Ia mendapatkan informasi bahwa Yeon Joo sudah keluar dari rumah sakit.


Tak lama kemudian, Yeon Joo sampai di rumahnya.

Begitu melihat Nyonya Park, ia langsung memanggilnya ibu.

"Apa maksudmu?" tanya Nyonya Park.

Yeon Joo pun menyanyikan lagu yang dulu dinyanyikan Nyonya Park untuknya.

Sontak Nyonya Park kaget.

"Soo... Soo A-ya, kau benar-benar Soo A?" tanya Nyonya Park. Tangisnya seketika pecah.


Bersamaan dengan itu, Chae Rin dan Nyonya Do tiba dan melihat semuanya.


Nyonya Park ingin memeluk Yeon Joo.

Dan Nyonya Do langsung memanggil Yeon Joo.

Sontak, Yeon Joo menoleh dan terkejut melihat Nyonya Do.


Bu Kim menoleh ke arah Chae Rin.

Chae Rin terkejut.


Bersambung........

Preview Ep 15

 Yeon Joo bekerja sama dengan Jae Sang.
Yeon Joo : Jika kau membantuku mendapatkan keinginanku, aku akan membantumu mendapatkan keinginanmu.

Yeon Joo meminta posisi Chae Rin sebagai CFO pada neneknya. Dan ia juga menginginkan ruangan Chae Rin.


Nah loh, si Yeon Joo malah ngajak Jae Sang kerja sama buat ngancurin Chae Rin tanpa tahu keinginan Jae Sang apa... 

Sy penasaran, gimana reaksinya dan apa yang bakal dia lakukan kalau tahu Jae Sang menginginkan Makepacific. Akankah dia membantu Jae Sang mendapatkan Makepacific demi menghancurkan Chae Rin?

Oh ya, di episode selanjutnya Chae Rin sama Eun Hyuk juga udah baikan.

Comments

Popular posts from this blog

I Have a Lover Ep 50

Sebelumnya.... “Aku rasa aku jatuh cinta lagi padamu.” Ucap Jin Eon begitu Hae Gang menghampirinya. “Aku sudah tahu.” jawab Hae Gang. “Berikan tasmu.” Pinta Jin Eon. “Tidak mau, tas melambangkan harga diri seorang wanita.” Jawab Hae Gang. “Berikan padaku. Tas wanitaku melambangkan harga diriku.” ucap Jin Eon. Hae Gang pun tersenyum, lalu memberikan tas alias keranjangnya yang berisi peralatan mandi pada Jin Eon. Jin Eon kemudian menyuruh Hae Gang menggandeng lengannya. Hae Gang pun menggandeng lengan Jin Eon, dan selanjutnya keduanya beranjak pergi menuju sauna dengan senyum terkembang. “Kau akan memakai itu?” tanya Hae Gang saat melihat Jin Eon sedang memilih2 baju sauna. “Aku pernah memakainya dulu.” Jawab Jin Eon. “Tak bisa kubayangkan…” dan Hae Gang pun tersenyum geli, “… tapi entah bagaimana tampaknya akan lucu.” “Awas ya kalau kau jatuh cinta padaku.” Ucap Jin Eon.   Ajumma penjaga sauna kemudian memberitahu bahwa Jin Eon...

I Have a Lover Ep 29 Part 2

Sebelumnya... Seok sedang galau di kamar yang dulu ditempati Hae Gang. Tak lama kemudian, sang ayah datang. Seok mengaku bahwa mungkin dia harus keluar dari rumah untuk sementara waktu karena ia tidak bisa mengendalikan dirinya. “Berusaha melupakan dengan putus asa akan membuatmu bertambah putus asa. Tidak bisakah putus asamu berkurang sedikit?” tanya sang ayah. “Aku punya penyesalan. Aku menyesal dan itu membuatku gila. Aku seharusnya menikahinya saat kau menyuruhku tahun lalu. Maka dengan begitu, dia akan berada di sampingku selamanya. Setidaknya, aku bisa mengatakan padanya untuk tinggal, untuk memohon padanya untuk tinggal. Aku rasa aku tidak bisa melepaskannya. Aku rasa tidak bisa membiarkan itu terjadi. Aku rasa aku tidak akan pernah bisa melepaskannya.” Jawab Seok. “Hanya kau menahan seseorang, hanya karena kau menyukainya, itu hanya akan membuat tanganmu sakit.   Tanpa bisa merasakan kehangatan, kau akan berteriak kesakitan. Itu sebabnya cinta bertepuk sebelah ...

I Have a Lover Ep 17 Part 2

Sebelumnya <<< Hae Gang di rumah sakit, menunggui Moon Tae Joon yang sedang di operasi. Wajahnya tampak cemas. Tak lama kemudian, Jin Eon datang. Dua staf keamanan Jin Eon yang sudah duluan tiba di sana, langsung menemui Jin Eon begitu Jin Eon datang. "Bagaimana dengan Moon Tae Joon?" tanya Jin Eon. "Dia sedang di operasi." jawab salah satu staf keamanan Jin Eon. "Lalu Do Hae... ah, maksudku Nona Dokgo Yong Gi?" tanya Jin Eon. "Dia menunggu di depan ruang operasi." jawab staf keamanan itu lagi. "Kau sudah mendapatkan nomor platnya?" tanya Jin Eon. "Sudah." Staf keamanan Jin Eon pun memberikan nomor plat kendaraan yang menabrak Tae Joon pada Jin Eon. Jin Eon menatap nomor plat itu dengan wajah cemas. Ia lalu menyusul Hae Gang ke ruang operasi. Keluarga Moon Tae Joon menyalahkan Hae Gang atas kecelakaan yang menimpa Tae Joon. Kakak Tae Joon berkata, jika saja Tae Joon mendengarkannya untuk m...