Monday, October 22, 2018

Hide and Seek Ep 15 Part 2

Sebelumnya...


Eun Hyuk yang baru masuk rumahnya, menemukan sang ayah sedang asyik makan dan minum2 soju.

Eun Hyuk menatap tajam sang ayah.

Sang ayah kesal dan menyuruh Eun Hyuk memberikan salam.

Sambil menahan amarahnya, ia memungut baju sang ayah dan bungkus makanan di lantai.

"Jika kau sial, hidungmu bahkan akan patah saat kau terjungkal. Aku kehilangan targetku padahal sudah mendapat kesempatan. Benar, putra sematang wayangku tidak menghormatiku sama sekali. Tidak akan ada yang berhasil."

"Kenapa kau tidak menata hidupmu dan mencari pekerjaan? Jika kau mau, aku bisa mencarikanmu pekerjaan. Lokasi konstruksi selalu membutuhkan pekerja." jawab Eun Hyuk.


Mendengar perkataan putranya, ia pun langsung berdiri.

"Apa katamu?" tanyanya kesal.

"Taesan Grup sering membangun, jika kau mau." jawab Eun Hyuk.

Kesal mendengar perkataan Eun Hyuk, ia pun mencengkram kerah Eun Hyuk.

"Kau mau ayahmu mati dengan menyekapnya seumur hidup?"


Eun Hyuk pun membalas, ia mencengkram kuat tangan ayahnya membuat sang ayah kaget dan menurunkannya perlahan.

"Aku memintamu mengubah hidupmu. Berapa lama lagi kau akan mengancam orang atas kejadian 20 tahun lalu?"

"Biar kutanyakan satu hal. Gadis itu, Min Soo A, kau selalu memikirkannya? Jika dia menjalani hidupnya tanpa insiden apapun, dia akan menjadi pemilik perusahaan kosmetik itu. Kasihan sekali. Hidupnya sangat menderita. Dia tidak tahu mereka bukan keluarga kandungnya. Dia mati-matian menafkahi ibu dan dua adiknya. Saat aku mengatakan, akan memberitahumu siapa dia, kau akan menutup telinga dan tidak mau mendengarnya. Beraninya kau menyuruhku mengubah hidupku setelah melakukan semua hal itu. Hei, Jo Sung Min, tidak peduli seberapa keras usahamu, dua hal tidak akan berubah. Pertama kau putraku. Satu lagi, kau menghancurkan kehidupan gadis kecil itu. Kau tidak menyadarinya?"

Syok, Eun Hyuk pun pergi lagi.


Eun Hyuk ingin menghubungi Chae Rin, tapi ia ragu.


Yeon Joo sudah tidur. Presdir Min masih tidak yakin kalau gadis yang tengah tidur itu adalah Soo A.

"Jika dia bukan Soo A, bagaimana dia bisa tahu lagu itu? Aku sendiri yang mengajarinya lagu itu. Dia bahkan terlihat sama persis saat tidur."

Presdir Min lalu menanyakan pendapat Chae Rin. Chae Rin pun mengatakan bahwa ia tidak tahu.

"Apa yang kau tahu? Kau tidak pernah menyukai Soo A. Pergilah." jawab Nyonya Park.


Chae Rin keluar dari kamar ibunya dengan langkah gontai. Setelah itu, ia meneruskan langkahnya ke atas.

Tanpa ia sadari, Bu Kim menatapnya dari belakang dengan wajah cemas.


Chae Rin sakit. Bu Kim datang membawakannya obat.

Setelah meletakkan obat untuk Chae Rin di kasur, Bu Kim memegang kening Chae Rin.

Chae Rin pun terbangun.

"Eomma." panggilnya.

Tapi begitu melihat sosok di hadapannya adalah Bu Kim, ia langsung diam dan kecewa.

"Aku ingat. Hal serupa terjadi 20 tahun lalu. Nona Soo A dan kau jatuh sakit di hari yang sama seolah-olah kalian memiliki takdir serupa."


"Apa yang ingin kau katakan? Kau juga beranggapan Ha Yeon Joo adalah Min Soo A?"

"Kita akan segera mengetahuinya. Nyonya Na meminta tes DNA."

Chae Rin kaget, apa?

"Kau pikir dia tidak akan melakukannya? Kita akan segera mendapatkan hasilnya. Daripada berbaring tidur seperti ini, menurutku kau lebih baik memikirkan rencana selanjutnya."

"Keluar, aku mau sendiri."

"Kau bukan lagi gadis dari panti asuhan 20 tahun lalu. Kau salah satu pemegang saham terbesar. Saham Grup Taesan. Apa kau lupa?"

"Kenapa kau membuatku bingung? Kau terdengar seperti memihakku."

"Jangan bingung. Aku akan menjadi tangan kanan Nyonya Na sampai mati. Aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Meski Ha Yeon Joo memang Nona Soo A, tidak ada yang bisa menyingkirkanmu dengan mudah dari rumah ini atau perusahaan."

Bu Kim lalu memberikan obat pada Chae Rin dan meminta Chae Rin menjaga diri dengan baik sebelum situasi memburuk.

*Makin yakin sy, Bu Kim ini memihak Chae Rin.


Setelah Bu Kim pergi, Chae Rin pun meminum obatnya dengan wajah menahan tangis.

Bu Kim menatap ke arah kamar Chae Rin dengan tatapan penuh arti.


Geum Joo sedang membujuk ibunya makan. Tapi sang ibu menolak makan.

"Apa yang terjadi pada Kak Yeon Joo? Jika ibu tidak cerita, bagaimana aku bisa menolong ibu?" ucap Geum Joo.

"Menjengkelkan. Apa yang terjadi pada Kak Yeon Joo? Dia pergi ke Prancis atau tidak? Kenapa kita tidak bisa menghubunginya? Apa dia memutuskan mengabaikan kita? Aku harus menelpon perusahaannya." ucap Dong Joo.

Tapi Nyonya Do langsung merebut ponsel Dong Joo dan melarang mereka menghubungi Yeon Joo.

"Kita bisa mati kalau menghubungi dia. Mulai sekarang, lupakan dia. Dia lebih baik begitu. Kakak kalian akan melupakan kita dan diperlakukan dengan baik." ucap Nyonya Do dengan suara bergetar karena menahan tangis.


Demam Yeon Joo sudah turun. Nyonya Park pun senang.

Nyonya Park lalu mengajak Yeon Joo berbelanja setelah Yeon Joo pulih nanti. Ia juga ingin mengganti style Yeon Joo.

"Yeobo, kita juga harus mendekor ulang kamar Soo A."

"Kau tidak ingat aku?" tanya Presdir Min pada Yeon Joo.

"Siapa yang bicara begitu pada putri kandungnya. Ayahmu mungkin belum terbiasa." jawab Nyonya Park.

"Ibu ingin tahu apa makanan kesukaanmu. Ibu akan menyuruh asisten rumah tangga menyiapkan berbagai hidangan." ucap Nyonya Park lagi, lalu beranjak pergi.


Setelah Nyonya Park pergi, Presdir Min minta maaf pada Yeon Joo.

Ia mengaku, bahwa ia tak yakin kalau Yeon Joo adalah Soo A nya.


Tak lama kemudian, Bu Kim datang dan Presdir Min langsung menanyakan kondisi Chae Rin.

"Sepertinya dia tidak akan bisa masuk kantor hari ini." jawab Bu Kim.

"Sebegitu parah kah sakitnya?" tanya Presdir Min cemas, lalu beranjak pergi.


Presdir Min mengajak Chae Rin ke RS.

Ia mengira Chae Rin sakit karena terlalu memikirkan kontrak itu.

Tapi Chae Rin mengatakan, bahwa kondisinya sudah membaik setelah minum obat.

Presdir Min pun memeriksa kondisi Chae Rin. Ia meletakkan tangannya di dahi Chae Rin.

"Demammu sudah turun. Tapi tetap saja, kau harus di rumah hari ini. Kita sudah menandatangani kontraknya. Ambillah cuti untuk beberapa hari." pinta Presdir Min.

"Bagaimana perasaan ayah jika Ha Yeon Joo memang benar Soo A?" tanya Chae Rin.

"Entahlah. Ayah masih tidak yakin. Ayah tidak tahu harus mengatakan apa." jawab Presdir Min.

"Bagaimana kalau dia benar Soo A?" tanya Chae Rin.

"Jika benar, itu kabar bagus. Kita sudah menunggunya selama 20 tahun." jawab Presdir Min.


Presdir Min lalu menggenggam tangan Chae Rin.

"Tapi itu tidak mengubah fakta bahwa kau juga putriku. Kau tahu apa yang ingin ayah katakan, kan?"


Yeon Joo membuka pintu kamar Chae Rin dan melihat pemandangan itu.

"Appa..." ucap Chae Rin. Tangisnya sudah mau pecah.


Chae Rin lantas memeluk ayahnya.

Yeon Joo yang melihat itu pun sedih. Ia kembali menutup pintu kamar Chae Rin.


Namun saat berbalik, ia kaget melihat Bu Kim sudah berdiri di belakangnya.

"Aku tersesat saat mencari kamar mandi."

"Ini bukan kali pertamamu datang kesini."

"Jadi maksudmu aku berbohong?" sewot Yeon Joo. *Padahal emang iya.

"Aku tidak bilang kau bohong." jawab Bu Kim.

"Aku harus memanggilmu apa mulai sekarang?" tanya Yeon Joo dengan wajah... angkuh. *Eaaaa, Yeon Joo mulai angkuh.

"Mulai sekarang?" tanya Bu Kim santai.

"Benar. Mulai sekarang. Aku akan sering melihatmu, tidak, bahkan setiap hari, aku harus tahu nama panggilanmu. Sepertinya aku mendengar mereka memanggilmu Bu Kim. Kurasa aku juga akan memanggil Bu Kim." jawab Yeon Joo.

"Silahkan." ucap Bu Kim.

Yeon Joo pun beranjak pergi. Ia kembali ke kamar Nyonya Park.


Jae Sang menunggu Chae Rin, di ruangan Chae Rin tapi ia kesal karena Chae Rin tak kunjung datang.

Tak lama kemudian, Do Hoon datang dan Jae Sang langsung menanyakan alasan Chae Rin tidak datang.

"Setahuku kau tidak punya janji denganya." jawab Do Hoon.

"Apa kami harus membuat janji dengannya? Setahuku, Grup Taesan bisa datang kapan saja mengunjunginya. Kau pengacara, jadi seharusnya lebih paham tentang apa arti kontrak itu. Kau tahu keuntungkan yang kalian dapatkan berkat Grup Taesan." ucap Jae Sang.

"Menurutku tetap saja tidak sopan kau datang tanpa pemberitahuan." jawab Do Hoon.

"Kau mencoba mengguruiku?" tanya Jae Sang.

"Maaf jika kedengarannya seperti itu. Jika Bu Min tidak masuk kerja pasti ada alasannya." jawab Do Hoon.

"Itulah yang kumaksud! Pengacara, siapa yang lebih kenal dia? Kau atau aku? Dia mantan istriku, jadi kau tahu apa artinya itu? Artinya kami tahu satu sama lain." ucap Jae Sang.

Jae Sang lalu melirik Eun Hyuk dan menyindirnya.


Nyonya Park dan Yeon Joo keluar dari kamar.

Bersamaan dengan itu, Chae Rin berniat turun ke bawah tapi langsung menghentikan langkahnya saat melihat mereka.

Nyonya Park menyuruh Chae Rin menunggunya sebentar karena ia mau bersiap-siap.

Yeon Joo menunggu Nyonya Park di taman.

Chae Rin datang menghampiri Yeon Joo.

Yeon Joo pun menghampiri Chae Rin dan menatapnya dengan wajah penuh kemenangan.


Bersambung.............

No comments:

Post a Comment