Thursday, November 29, 2018

Unknown Woman Ep 1 Part 2

Sebelumnya...


Sampai di rumah, Yeol Mae langsung mengomeli Yeo Ri yang diam saja diperlakukan begitu oleh Hae Joo.

Yeo Ri masih saja membela Hae Joo dengan mengatakan bahwa dirinya jatuh sendiri, membuat Yeol Mae tambah kesal.

"Orang yang dipukuli bisa tidur nyenyak tapi orang yang memukuli tidak bisa." jawab Yeo Ri.

"Berandal Hae Joo itu akan tidur nyenyak usai memukulimu. Kau harus melawan balik." ucap Moo Yeol.

"Jangan memberitahu ayahku. Ayo bilang itu kecelakaan." pinta Yeo Ri.

"Kenapa harus disembunyikan?" tanya Moo Yeol.

"Keluarga Hae Joo adalah penyelamat keluargaku. Saat ibuku meninggal dan aku sekarat karena pneumonia, ayahku terjatuh di es selagi menggendongku. Tapi ayah Hae Joo memberikannya pekerjaan. Aku tidak mau membuat ayahku merasa canggung saat bekerja." jawab Yeo Ri.

"Sungguh putri yang baik, tapi tetap saja mereka menghubunginya sepanjang hari sehingga dia tidak bisa istirahat." ucap Moo Yeol.


Tak lama kemudian, Supir Son pulang dan Yeol Mae langsung mengatakan yang sebenarnya pada Sopir Son.

"Dia juga menyuruh Yeo Ri membuat lukisan untuk syarat masuk kuliah." ucap Yeol Mae.

"Hei, Kim Yeol Mae!" tegur Yeo Ri tapi dia langsung diam saat sang ayah menatapnya minta penjelasan.


Yeo Ri lantas masuk ke kamarnya. Sang ayah menyusulnya dan ingin melihat seberapa lukanya tapi Yeo Ri bilang tangannya baik-baik saja.

Yeo Ri kemudian memberitahu ayahnya bahwa Nyonya Hong bersedia membiayai kuliahnya. Sontak, Supir Son geram mendengarnya.

Supir Son kemudian meminta maaf karena tidak bisa menjadi ayah yang baik untuk Yeo Ri.

"Jangan bilang begitu. Terlahir sebagai putri ayah adalah hal paling menguntungkan bagiku. Tidak mudah melahirkan putri yang amat cantik dan baik." ucap Yeo Ri.

Supir Son yang tadinya kesal langsung tertawa.


Tuan Goo memberitahu sang istri tentang Do Chi yang akan kembali ke Korea untuk melakukan pemeriksaan apakah sumsum nya cocok dengan Hae Sung atau tidak.

"Saudaramu?" tanya Nyonya Hong.

Tuan Goo mengangguk.

"Dia baik sekali tapi itu tidak perlu lagi. Aku sudah menemukan pendonornya."

"Siapa?"

"Putri Pak Son. Aku sudah berbicara dengannya. Aku yakin dia bersedia melakukannya karena hatinya lembut jadi beritahu saudaramu dia tidak perlu kemari.

Rintangan apapun yang mungkin ada di masa depanmu atau masa depan anak kita harus dicegah."


Do Chi sendiri sudah tiba di Korea. Ia senang bisa mencium udara Korea lagi.

Tapi tak lama berselang, ia tiba-tiba muntah dan mengotori lantai bandara.

Akibatnya, ia pun dihukum cleaning service bandara disuruh membersihkan muntahnya.

Ponsel Do Chi kemudian berdering. Telepon dari Do Kyung (sekarang Tuan Goo kita panggil begini aja ya, begitu pun dengan Nyonya Hong akan sy panggil Ji Won untuk seterusnya) yang melarangnya datang karena situasi Hae Sung sudah berhasil ditangani dengan baik. Sontak lah, si Do Chi terkejut karena ia sudah terlanjur sampai Korea.


Kondisi Hae Sung kritis. Dokter pun langsung melakukan tindakan CPR.

Tak lama kemudian, Ji Won datang. Suster pun menyuruhnya menunggu diluar.


Diluar, Ji Won pun menghubungi seseorang dengan wajah cemas.


Joo Ho sedang mencari tahu anak yang dilahirkan Ji Won sebelum menikah dengan Do Kyung. Pengurus panti berkata, bahwa Ji Won mengencani pria kaya tapi kemudian dicampakkan dan tak lama setelah itu ia melahirkan seorang anak.

"Aku merasa mendengarnya menangis semalaman karena bayi itu tewas. Tapi siapa yang menyangka Seketaris Grup Wid akan menjadi Nyonya Grup Wid dalam semalam?"

Pengurus panti lantas menyuruh Joo Ho bertanya pada wanita yang bernama Lee Soon Ok.

"Kau tahu kontaknya?"


Tapi tiba-tiba Ji Won menghubunginya dan menanyakan soal Yeo Ri yang akan menjadi pendonor Hae Sung.

Saat Joo Ho memberitahu bahwa ia belum memberitahu Yeo Ri, Ji Won langsung memutuskan panggilannya.

Joo Ho kembali menanyakan wanita bernama Lee Soon Ok tapi tak lama ia sadar Ji Won sedang menuju ke Yeo Ri saat ini.


Ji Won akhirnya tiba di rumah Joo Ho. Bersamaan dengan itu, Moo Yeok keluar dari rumah.

"Apa ini rumah Son Yeo Ri?"

"Kau siapa?"

"Bukan urusanmu!" sentak Ji Won, lalu berniat menerobos masuk ke dalam tapi Moo Yeol menghalangi.

"Dia tidak di rumah."

"Bagaimana kau tahu?"

"Dia masih SMA, jadi dia ada di sekolah jam segini."

Mendengar itu, Ji Won pun bergegas pergi.

"Wanita yang sangat lancang." gumam Moo Yeol.


Tak lama kemudian, Hae Joo datang dan mengira Moo Yeol berdiri di luar karena sedang menunggunya.

"Ini dia wanita lancang lainnya." gumam Moo Yeol.

"Kenapa kau disini? Kau tidak sekolah?"

"Kubilang perutku sakit dan pulang lebih cepat karena mau menemuimu Kim Moo Yeol."

"Bagaimana kau tahu namaku?"

"Itu mudah bagiku. Kim Moo Yeol, Universitas Hangook, jurusan ekonomi, semester satu. Tempat ini rumah sewa, kau hanya punya seorang ibu dan adik perempuan. Aku merindukanmu. Apa kau merindukanku?"

Moo Yeol melengos pergi.


"Mulai sekarang kau cinta pertamaku. Kau seharusnya merasa terhormat karena menjadi cinta pertamaku." ucap Hae Joo.

Sontak Moo Yeol langsung menatap Hae Joo dan keheranan sendiri.


Yeo Ri yang baru pulang sekolah terkejut saat Ji Won datang menemuinya. Nyonya Hong pun langsung mengajaknya pergi.


Di jalan, Yeo Ri dihubungi ayahnya tapi Ji Won melarangnya menjawab panggilan itu dan panggilan dari siapa pun.

Sontak, Yeo Ri kaget dan bingung.


Bersambung.........

No comments:

Post a Comment