Monday, January 28, 2019

Unknown Woman Ep 15 Part 2

Sebelumnya...

Lanjut ya gaes... Yg nungguin sinopsis Babel, sabar yaa.. subtitle nya belum nongol... Bisa aja besok udah nongol, bisa aja seminggu lagi... Pokoknya begitu udah keluar, sy langsung tulis sinopnya...


Yeo Ri menghubungi Moo Yeol. Tadinya Moo Yeol bersikap arogan, tapi saat Yeo Ri memberitahu kedatangan Ji Won dan Hae Joo, ia kaget dan panic. Yeo Ri pun berkata, mereka datang saat ia sedang diluar.

Moo Yeol minta maaf dan berjanji hal seperti itu tidak akan terulang lagi.

Yeo Ri menjelaskan, kalau ia hanya tidak suka seseorang lancang menemuinya tanpa membuat janji.

Yeo Ri lantas memberitahu Moo Yeol kalau ia akan ke sekolah menemui Ga Ya dan Ma Ya.

Yeo Ri : Aku bisa saja datang tanpa pemberitahuan, tapi karena kau wali mereka yang sah, aku memberitahumu serta itu prosedur yang benar.


Do Chi menemui Moo Yeol. Ia protes karena syuting dilakukan di dalam lift dan elevator. Moo Yeol  yang kembali bersikap arogan. Ia meminta Do Chi bersikap profesional.

Do Chi : Kau masih marah padaku soal insiden pelecahan seksual?

Moo Yeol : Kudengar ada pengacara yang membantumu waktu itu. Siapa nama pengacara itu.

Do Chi : Apa pedulimu? Namanya Yoon Seol.

Moo Yeol pun kaget.

Do Chi : Bagaimana kalau kita menuntaskan pembahasa ini, Kim Moo Yeol Sajang?


Hae Joo masuk ke rumah sambil marah-marah karena disiram Mal Nyeon tadi dengan air bekas pel.

Hae Joo : Pengacara dan wanita tua aneh itu, aku membencinya! Kenapa juga dia memakai penutup mata!

Ji Won : Ganti bajumu. Dia pasti pergi karena tahu kita akan datang.

Hae Joo : Kita harus lebih agresif lain kali!


Kekesalan Hae Joo bertambah ketika Ae Nok dan Yeol Mae datang. Melihatnya basah kuyub, Ae Nok menudingnya habis berkelahi dan menertawakannya.

Hae Joo : Bagaimana kalian bisa masuk?

Ae Nok : Kau tidak dengar ibu memanggilmu jadi kami mengejarmu dan ibu menahan pintu dengan kaki seperti ini.

Ji Won : Kali ini ada apa kemari?

Ae Nok : Apa maksudmu? Hae Joo mengatur kencan buta Yeol Mae. Kami mau berterima kasih karena sudah mengaturnya dan...

Hae Joo : Kalian mau apa lagi dari kami?

Ae Nok : Kami tidak datang hanya karena menginginkan sesuatu. Ini semua demi keluarga...

Hae Joo : Langsung saja ke intinya.


Ae Nok : Biarkan kami meminjam mobilmu. Kencan buta nya dengan pengacara. Kami tidak boleh tampak miskin dengan naik kereta atau bus.

Ji Won pun marah, apa kalian tidak tahu apa yang sedang terjadi! Putramu tidak bilang apa-apa!

Hae Joo : Si kembar berkelahi di sekolah. Uri Ga Ya mungkin akan masuk rumah sakit karena itu.

Mendengar itu, Ae Nok kaget dan langsung mengomel.

Ae Nok : Bedebah mana yang berani menyentuh cucu kita yang berharga! Dimana Ga Ya!

Hae Joo yang merasa kepalanya sudah mau meledak pun memberikan kunci mobilnya dan menyuruh mereka pergi.


Ae Nok dan Yeol Mae di perjalanan memakai mobil Hae Joo. Yeol Mae membetulkan riasannya dan mengaku senang bisa naik mobil Hae Joo.

Ae Nok pun marah karena Yeol Mae tidak mencemaskan si kembar sedikit pun.

Yeol Mae : Apa yang harus kucemaskan soal ahli waris? Ibu tahu apa kata orang-orang di internet? Mereka bilang hal terbodoh adalah mencemaskan selebritas dan konglomerat. Keluarga Goo akan mengatasinya.

Ae Nok : Ga Ya dan Ma Ya dari keluarga Kim, bukan Goo! Ibu harus turun tangan. Naik lah taksi dan pergilah temui pria kencan butamu.

Yeol Mae marah, Eomma!


Yeo Ri keluar dari sebuah ruangan. Orang tua anak yang giginya patah karena dipukul Ga Ya dan Ma Ya tidak mau berdamai sampai Ga Ya dan Ma Ya meminta maaf.


Ae Nok berniat menemui orang tua korban. Tapi dia malah dikejutkan dengan Yeo Ri yang tiba-tiba melintas di depannya. Ae Nok mengira Yeo Ri hantu dan menggosok-gosokkan tangannya, berdoa agar hantu Yeo Ri cepat hilang dari pandangannya.

Tapi saat membuka mata, dia melihat Yeo Ri mengendarai mobil.

Ae Nok pun memutuskan mengikuti Yeo Ri untuk mencari tahu Yeo Ri hantu apa bukan.


Tapi di tengah jalan, ia menabrak sebuah mobil yang tiba-tiba berhenti di depannya.

Ae Nok pun marah, apalagi saat menyadari hidungnya berdarah.

Ae Nok pun keluar. Ia mau marah tapi saat melihat sosok pemilik mobil yang ditabraknya, ia tak jadi marah.

Si pemilik mobil yang ditabraknya adalah Oliver. Ae Nok terpesona pada ketampanan Oliver.

*Ntar Oliver dipairing sama Ae Nok gaes.. Sy penasaran sih, Yoon Seol ini kayak apa... bayangan sy, Yoon Seol itu seumuran Yeo Ri atau, gk jauh beda lah umurnya sama Yeo Ri. Dari Yoon Seol, ke Ae Nok. Masa Oliver jadi bapak tirinya Moo Yeol sih.


Yeo Ri menunggu Ma Ya di depan sekolah. Tak lama kemudian, Ma Ya keluar. Yeo Ri langsung mengajak Ma Ya makan es krim stroberi yang sudah dibelikannya.


Mereka makan es krim di taman.

Yeo Ri : Bibi membeli es krim ini khusus untukmu.

Ma Ya : Gamsahamnida.

Yeo Ri : Kau sangat sopan dan berperilaku baik. Kau tidak tampak seperti orang yang suka berkelahi. Kenapa kau berkelahi?

Tapi Ma Ya tetap tidak mau bicara.

Yeo Ri : Hal ini tidak boleh didengar siapa pun?

Ma Ya mengangguk.


Yeo Ri : Bibi juga punya sesuatu yang tidak boleh didengar orang lain. Bagaimana jika begini? Mari berbagi rahasia yang tidak boleh diketahui.

Ma Ya : Rahasia kita?

Yeo Ri : Bibi akan mulai duluan. Bibi punya putri seusia Ma Ya meski kini dia telah tiada.

Ma Ya : Dimana putri bibi sekarang?

Yeo Ri menjawabnya dengan tegar, di surga.

"Saat dia masih amat muda, malaikat membawanya. Karena dia mirip malaikat, jadi malaikat mau berteman dengannya." lanjut Yeo Ri.


"Siapa namanya?"

"Bom." bisik Yeo Ri.

"Nama yang indah."

"Itu nama yang amat indah yang bibi simpan dalam hati."


Moo Yeol keliaran di taman, mencari Yeo Ri dan Ma Ya.


Ma Ya memberitahu Yeo Ri alasannya berkelahi. Dengan wajah sedih, Ma Ya bilang itu karena temannya mengejek ayahnya.

"Pemuda miskin dan sang pangeran. Katanya ayah kami berubah dari pengemis menjadi pangeran. Anak lain-lain setuju."

Ma Ya mulai menangis.

"Ajumma, uri appa sungguh berubah dari pengemis menjadi pangeran?"


Moo Yeol syok mendengarnya.


Yeo Ri memeluk Ma Ya.

Yeo Ri : Bukan begitu. Temanmu hanya iri karena ayahmu mencintaimu. Ayahmu bekerja amat keras untukmu dan Ga Ya.

Ma Ya : Itulah alasanku tidak memberitahu ayah. Aku tidak mau melukai perasaan ayah. Anak itu! Harus minta maaf pada kami.


Yeo Ri lantas menatap Ma Ya.

Yeo Ri : Ma Ya pasti sangat menyayangi ayah, kan?

Ma Ya : Aku sangat menyayangi ayahku melebihi apapun di dunia ini.

Yeo Ri : Minta maaf lah pada anak itu demi kebaikan ayahmu. Ayahmu akan senang jika kau meminta maaf.

Ma Ya : Demi kebaikan ayah?


Moo Yeol yang sudah tidak tahan lagi, akhirnya melangkah pergi dengan wajah terpukul.

Yeo Ri melihat kepergian Moo Yeol.


Moo Yeol menyendiri. Ia mengingat saat dua karyawannya menggosipkan dirinya dan memanggilnya dengan sebutan namja cinderella.

Lalu ia ingat kata-kata Ma Ya tadi.

Moo Yeol terluka.


Ponsel Moo Yeol berdering. Telepon dari Hae Joo. Ia tidak sanggup menjawabnya.

Sementara tangan Moo Yeol nampak terluka karena tadi ia sempat memukul sebuah papan.


Moo Yeol minum-minum di bar Oliver. Tak lama kemudian, Yeo Ri datang dan Oliver langsung menghampiri Yeo Ri.

Sepertinya Oliver lah yang memberitahu Yeo Ri tentang keadaan Moo Yeol. Oliver memberikan Yeo Ri sebuah perban.


Yeo Ri pun mendekati Moo Yeol dan mengobati tangan Moo Yeol.


Saat Yeo Ri tengah mengobati lukanya, Moo Yeol mencengkram tangan Yeo Ri dan menatap tajam Yeo Ri.

Oliver langsung datang. Yeo Ri menenangkan Oliver dan berkata dia baik-baik saja.


Ponsel Moo Yeol terus berdering. Telepon dari Hae Joo.

Moo Yeol pun melepaskan cengkramannya dan menyuruh Yeo Ri pergi.

Moo Yeol : Kau ingat perkataanku tentang bagaimana aku mengkhianati wanita yang kucintai. Aku sungguh mencintainya. Aku berjanji melindungi cinta itu, tapi aku mengkhianati wanita yang mirip denganmu itu. Hari ini aku dihukum karena meninggalkannya.

Yeo Ri pun menatap iba Moo Yeol.


Sekarang, Yeo Ri sudah berada di atas panggung. Ia berkata pada seluruh pengunjung, kalau hari itu adalah hari terakhirnya menyanyi jadi ia ingin menyanyikan sebuah lagu sebagai hadiah perpisahan, ditambah lagi ada orang yang perlu dihibur di sana.

Yeo Ri mulai bernyanyi. Moo Yeol menatap Yeo Ri dengan tatapan penuh cinta.


Moo Yeol teringat pertemuannya dengan Yeo Ri.


Lalu Moo Yeol ingat saat ia merobek baju Yeo Ri dan terkejut tidak mendapati luka bakar Yeo Ri di bahu Yeo Ri.


Ia juga ingat pertemuannya dengan Yeo Ri di sekolah Ma Ya.


Yeo Ri terus bernyanyi dan menatap Moo Yeol dengan tatapan penuh cinta pula.


Hae Joo turun ke bawah sambil terus berusaha menghubungi Moo Yeol. Ia heran Moo Yeol tidak bisa dihubungi.

Tiba-tiba terdengar bunyi bel.

Ponsel Moo Yeol terus berdering.

Diluar, Moo Yeol yang sudah tidak sadarkan diri, dipapah oleh Yeo Ri.

Yeo Ri pun menjawabnya sambil menatap ke arah layar intercom.

"Ini ponsel Kim Moo Yeol." jawab Yeo Ri.

Sontak, Hae Joo terkejut melihat sosok Yeo Ri.


Bersambung..........

No comments:

Post a Comment