Friday, February 15, 2019

Babel Ep 5 Part 2

Sebelumnya...


Diluar, Soo Ho bertemu Yoo Ra. Yoo Ra heran melihat Soo Ho yang tampak marah.


Yoo Ra langsung masuk ke kamar sang ayah. Ia meminta penjelasan sang ibu kenapa kakaknya marah. Nyonya Shin tidak menjawab dan menyuruh Yoo Ra untuk segera bergabung dengan Geosan. Yoo Ra menolak.

Nyonya Shin : Apa kau tahu Soo Ho diselidiki kembali oleh kejaksaan?

Yoo Ra terkejut.

Nyonya Shin : Selesai masalah yang kau buat.

Yoo Ra : Kata siapa?

Nyonya Shin : Jelaskan kenapa Cha Woo Hyuk bertingkah seperti itu.

Yoo Ra lantas beranjak pergi. Sepertinya ia mau pergi menemui Woo Hyuk.


Setelah Yoo Ra pergi, Nyonya Shin menyuruh Hyung Cheol mencari dan membawa Jung Won pulang. Hyeong Cheol menanyakan alasannya. Nyonya Shin : Tidak bisakah kau melakukan perintahku tanpa bertanya?


Woo Hyuk berdiri di depan restoran Mi Sun. Selang beberapa menit, ia dihubungi staff nya, si wanita berkacamata.

Wanita berkacamata mengatakan, asisten pribadi Min Ho tiba-tiba menghilang dan tidak bisa dihubungi.

"Saya punya firasat buruk. Sepertinya, dia pria yang dicari." ucapnya.

"Periksa catatan kriminalnya dan kirimkan informasi pribadinya padaku." pinta Woo Hyuk.

"Saya sudah mengirim emailnya pada anda sebelum saya menelepon karena saya pikir anda menginginkan mereka." jawab wanita itu.

"Terima kasih." ucap Woo Hyuk.


Woo Hyuk membuka e-mailnya, melihat data pribadi Oh Seong, asisten pribadinya Min Ho.

Ia pun ingat, pria itu adalah pria yang menculik Ricky dan membuatnya tabrakan saat ia berusaha mengejarnya.


Teringat hal itu, Woo Hyuk langsung pergi. Bersamaan dengan itu, Jung Won keluar dari dalam restoran dan melihat Woo Hyuk. Jung Won memanggil Woo Hyuk tapi Woo Hyuk keburu pergi dengan taksi.


Tepat setelah Woo Hyuk pergi, Kepala Kim bersama dua pengawal Nyonya Shin lainnya datang. Kepala Kim meminta Jung Won ikut dengannya karena Nyonya Shin ingin bicara. Jung Won menolak. Kepala Kim menyuruh dua pengawal lain membereskannya. Dua pengawal itu langsung membekap Jung Won dan memaksa Jung Won masuk ke mobil.


Di lampu merah, mobil yang membawa Jung Won berhenti disamping taksi yang dinaiki Woo Hyuk. Namun baik Jung Won maupun Woo Hyuk sama-sama tidak menyadari kehadiran masing-masing.


Ricky celingak celinguk di sebuah apartemen sambil memegang tongkat baseball.

Ia lalu naik ke atas dan masih bersikap waspada.

Ricky menarik napas lega karena tidak ada siapa pun di sana. Ia lalu kesal dan memukul barang-barangnya. Setelah itu, ia meraih gagang telepon dan memencet sebuah nomor.


Sebuah mobil melaju kencang. Di dalamnya, Oh Seung menyetir sendirian. Tak lama kemudian, ia dihubungi rumahnya.

Oh Seung menjawabnya. Terdengar suara Ricky.

Ricky : Jika kau melakukan pemesanan, kau harus mengambil kiriman. Karena kau tidak mengambilnya, tidak ada pilihan lain selain memberikannya.

Oh Seung : Pesanan dibatalkan.

Ricky : Apa kau jadi seperti ini karena Tae Min Ho meninggal? Sial, tidak ada bedanya bagiku. Ambil dan berikan uangku.

Oh Seung : Aku tidak butuh barang itu lagi.

Ricky : Jangan bicara omong kosong dan berikan uangku! Uang yang diberikan Tae Moon Ho, kau memilikinya!

Oh Seung : Seorang pemilik tidak meninggalkan mangsa untuk anjing.

Oh Seung memutuskan panggilannya.


Ricky marah dan membanting2 gagang teleponnya. Ia juga melukai tangannya dengan menggenggam sesuatu hingga darahnya mengotori keypad telepon.


Di mobil Oh Seung, terlihat dua buah koper.


Woo Hyuk turun dari taksi dan berlari ke apartemen Oh Seung. Di depan apartemen, ia berpapasan dengan Ricky. Woo Hyuk terkejut melihat Ricky. Begitu pun Ricky.


Ricky langsung kabur. Woo Hyuk mengejar Ricky. Di tengah jalan, Ricky bertemu seorang ibu yang sedang mendorong bayinya dengan kereta. Agar bisa lolos dari Woo Hyuk, Ricky mendorong kereta bayi itu ke arah tangga. Ibu si bayi berteriak. Melihat itu, Woo Hyuk bergegas menolong si bayi malang. Untungnya, dia berhasil menghentikan kereta sebelum kereta itu jatuh. Namun saat melihat ke dalam kereta, kereta itu kosong. Ibu si bayi datang sambil menggendong bayinya. Woo Hyuk kehilangan jejak Ricky.


Di restoran Mi Sun, Woo Hyuk memberitahu Jae Il kalau asisten pribadi Min Ho lah yang menculik Ricky. Jae Il penasaran alasan Min Ho menyuruh asistennya menculik Ricky. Woo Hyuk pun berkata, mereka harus menangkap Ricky atau Seketaris Oh agar bisa mengetahuinya.


Mi Sun menghampiri mereka dan memberitahu mereka kalau Jung Won tidak bisa dihubungi. Woo Hyun pun heran.


Sementara itu, Jung Won berada di kediaman Nyonya Shin. Nyonya Shin berkata, alasannya memanggil Jung Won karena mereka harus menggelar pemakaman Min Ho.

Jung Won : Kenapa ibu melakukan ini? Ibu menghentikan pemakaman tanpa mendiskusikannya denganku.

Nyonya Shin tersenyum.

"Kupikir kau banyak berubah dalam beberapa hari."

"Ibu mertua, aku tidak berpikir anda telah berubah sama sekali."


"Jika kau ingin pergi, kita harus menggelar pemakaman Min Ho."

"Dengan begitu, anda bisa mengambil alih milih ayah mertua."

"Kau jauh lebih pintar sekarang."

"Apapun yang kau inginkan, aku akan memenuhinya, sebagai gantinya jangan pernah mengirim siapa pun di masa depan untuk menyeret saya kembali kesini. Jangan pernah lagi!" ucap

Jung Won dengan tatapan marah.


"Aku kecewa, aku masih menganggapmu keluarga. Lebih dari yang tidak kau tahu." jawab Nyonya Shin sambil tersenyum.

Jung Won menatap kesal Nyonya Shin.

Nyonya Shin tertawa, lalu berkata, bahwa dirinya seharusnya tidak pernah membiarkan seorang penghibur masuk ke rumahnya sejak awal.

"Dengarkan baik-baik. Jangan pernah melakukan apapun tanpa seizinku." ucapnya.

"Jika aku melakukannya, apa yang akan anda lakukan padaku?"

Nyonya Shin tertawa saja.


Supir membukakan pintu mobil untuk Jung Won. Jung Won masuk ke mobil dan teringat masa lalunya bersama keluarga itu.

Flashback...



Jung Won sedang makan bersama Min Ho, Soo Ho, Young Eun dan Nyonya Shin. Nyonya Shin bertanya padanya, kenapa ia dan Min Ho berusaha memiliki anak sekarang. Jung Won berkata, karena Pimpinan Tae menginginkannya juga.

Nyonya Shin berkata, baik Jung Won dan Young Eun sama-sama masih muda, jadi tidak perlu terburu-buru memiliki keturunan.

Nyonya Shin menanyakan pendapat Min Ho. Min Ho terkejut, tapi setuju dengan kata-kata ibunya.

Jung Won sontak kaget dan langsung menatap ke arah Min Ho.



Sampai di kamar, Jung Won meminta penjelasan Min Ho soal kesetujuan Min Ho dengan pendapat Nyonya Shin tadi.

Jung Won : Meskipun ini keluarga konglomerat, haruskah kita mematuhi perintah tetua, bahkan disaat kita ingin memiliki anak?

Min Ho : Ada sesuatu yang tak bisa kukatakan padamu. Saat anakku lahir, aku ingin menerima berkah orang. Tapi di keluarga ini, tidak ada yang menginginkan darah kotorku diperbanyak.

Min Ho lantas memberitahu Jung Won kalau dia anak diluar nikah. Jung Won sontak terkejut dan langsung memeluk Min Ho.

Min Ho kemudian berkata, tidak mau kehilangan Jung Won. Ia juga minta maaf dan berterima kasih pada Jung Won.

Flashback end...


Jung Won diantarkan kembali ke restoran Mi Sun.

Sampai di dalam, ia terkejut melihat Woo Hyuk.

Woo Hyuk mengaku cemas karena Jung Won tidak bisa dihubungi.

Jung Won berbohong. Ia mengaku ada beberapa bisnis yang harus ia tangani.

Woo Hyuk : Jung Won-ssi.

Jung Won mulai tegang. Ne?

Woo Hyuk tersenyum.

"Bagaimana dengan makan malam?" tanya Woo Hyuk.

Jung Won balas tersenyum.


Woo Hyuk ke dapur. Ia berniat memasakkan ramen untuk Jung Won. Jung Won berkata, biar ia saja yang melakukannya.

Woo Hyuk : Biar aku saja. Kau tunggu lah diluar.

Jung Won : Aku akan mengawasimu disini.


Jung Won menatap Woo Hyuk yang sedang memasak ramen untuknya dengan sorot mata sedih.

Woo Hyuk yang tahu Jung Won sedang menatapnya pun berkata, kalau punggungnya sangat tampan.

Jung Won tersenyum. Woo Hyuk lalu mengaku gugup ditatap Jung Won seperti itu.


Sekarang, Woo Hyuk tersenyum menatap Jung Won yang menyeruput ramennya dengan lahap.

Jung Won : Jangan menatapku seperti itu.

Woo Hyuk : Itu karena kau cantik. Kau juga menatap punggungku.


Mi Sun kemudian datang dan mengaku merinding melihat mereka berdua.

Setelah itu, Mi Sun memarahi Jung Won yang tak bisa dihubungi seharian. Jung Won bingung menjelaskannya. Woo Hyuk membantu Jung Won menjawab. Ia berkata, kalau Jung Won  harus melakukan sesuatu diluar. Setelah itu, Woo Hyuk menyuruh Jung Won makan.

Mi Sun : Makanlah dengan cara yang cantik. Oke?

Mi Sun lalu meninggalkan mereka.


Jung Won naik ke atap dan menatap kepergian Woo Hyuk.

Melihat langkah Woo Hyuk yang tiba-tiba berhenti, Jung Won langsung duduk agar Woo Hyuk tak melihatnya.


Woo Hyuk berbalik dan melihat ke atas balkon yang kosong. Woo Hyuk menghela nafas, lalu beranjak pergi.


Begitu Woo Hyuk pergi, Jung Won langsung berdiri. Ia menatap kepergian Woo Hyuk dengan mata berkaca-kaca dan sambil memegangi perutnya.


Paginya, tim Woo Hyuk kembali rapat. Staff pria berkacamata mengaku, mereka tidak bisa menemukan keberadaan istri Pilot Jo.

Woo Hyuk pun menyuruhnya fokus pada Seketaris Oh.

"Seketaris Oh?" tanya staff berkacamata.

"Asisten pribadi Tae Min Ho." jawab staff wanita berkacamata.


Giliran Kepala Jang yang memberikan laporannya tentang orang2 Geosan. Kepala Jang berkata, di malam hari, Jung Won datang ke sana.

Sontak, Woo Hyuk kaget. Ia baru sadar kemana Jung Won seharian kemarin.


Kepala Jang lalu menunjukkan foto si tukang kebun.

Perhatian Woo Hyuk pun jatuh pada pantofel yang dikenakan si tukang kebun.


Detektif Lee mengamankan pantofel si tukang kebun.


Soo Ho berendam di kolam renang rumahnya dengan pakaian lengkap.

Tak lama kemudian, Woo Hyuk ditemani dua pria dari kejaksaan datang.

Woo Hyuk datang untuk menangkap Soo Ho.

Soo Ho tertawa keras. Setelah itu, ia bertanya, apa Woo Hyuk mau melihatnya mengerikan. Soo Ho lantas menyuruh Woo Hyuk mendekat padanya.

Woo Hyuk pun melepas jasnya. Ia masuk ke kolam renang dan memborgol Soo Ho.

Soo Ho : Cha Woo Hyuk, kau juga sama. Pembohong.

*Omo, mungkinkah Soo Ho tahu hubungan Woo Hyuk dan Jung Won?


Tim kejaksaan memeriksa seisi kamar Soo Ho.

Hyeong Chul pun memberitahu Nyonya Shin bahwa Jaksa Agung yang coba dihubunginya, tidak menjawab.

Nyonya Shin menyuruh Hyeong Chul berhenti menghubungi Jaksa Agung dan beranjak pergi. Saat hendak pergi, ia sempat melihat Young Eun yang juga ikut mengawasi orang-orang kejaksaan.


Deok Bae dan staff pria berkacamata memeriksa kamar mandi. Tak lama kemudian, mereka menemukan USB milik Min Ho yang berisi adegan panas Min Ho bersama wanita lain.

Young Eun pun kaget melihatnya.

Bersambung ke part 3.......

Lah? Si Young Eun ngapa kaget ya pas kejaksaan nemuin USB yang isinya adegan panas Min Ho? Jgn2, wanita yang bersama Min Ho di USB itu Young Eun? Kalau dugaan sy tepat, berarti pelaku pembunuhan Min Ho hanya ada dua. Yakni Soo Ho dan Young Eun. Tapi sy tetap gak yakin Soo Ho pembunuhnya.

No comments:

Post a Comment