Thursday, March 7, 2019

Babel Ep 10 Part 2

Sebelumnya...

Kita ke Babel dulu ya gaes... untuk sinopsis yang lain, mungkin akan sy lanjut setelah Babel tamat... Babel tamat akhir bulan ini, jadi sabar ya... selesai Babel sy fokus dulu ke The Promise...


Mi Sun menemani Jung Won USG.

Dokter : Pertumbuhannya baik sesuai usia kehamilan. Jaga emosimu. Kau tidak boleh stress, mengerti?

Jung Won tersenyum menatap layar USGnya.


Asisten Woo menjenguk Moo Wee. Ia memakaikan selimut ke tubuh Moo Wee.

"Kenapa diluar? Cuacanya dingin."

"Mencari angin." jawab Moo Wee.

"Kau pengap? Bertahanlah sebentar lagi. Semua akan segera membaik." ucap Asisten Woo.

Moo Wee lalu memberitahu Asisten Woo, bahwa Jung Won menemuinya beberapa hari lagi.

Asisten Woo kaget, samonim? Dia mengatakan sesuatu?

Moo Wee : Katanya sangat merindukanku, mengkhawatirkanku lalu menangis.


Asisten Woo mengajak Moo Wee masuk. Tapi Moo Wee tiba-tiba terjatuh.

Asisten Woo panic, Moo Wee-ya! Yeobo!

*Omo, Moo Wee istrinya Asisten Woo. Sy jd mikir, mungkinkah asisten Woo pembunuh Min Ho? Mungkin ya, mungkin Asisten Woo ngebunuh Min Ho untuk nyelametin Jung Won, karena Jung Won adalah pendonor Moo Wee.


Asisten Woo bertanya, kenapa Moo Wee tidak bisa menerima donor padahal ada donornya.

Dokter balik bertanya, siapa donornya.

Asisten Woo tak bisa menjawab.

Dokter : Aku paham kau mencari donor dengan metode tertentu tapi aku tak bisa.

Dokter minta maaf dan beranjak pergi tapi Asisten Woo menahannya. Asisten Woo mengancam, akan mencari si dokter jika istrinya sampai meninggal karena tak bisa dioperasi.


Dokter lalu memberikan sebuah kartu nama pada Asisten Woo.

Dokter : Hubungi dia tapi jangan sampai dia tahu aku yang menyuruhmu. Dia sering kugunakan sebagai bayanganku. Mungkin dia mau mengoperasi.

Asisten Woo langsung pergi.

*Mungkin karena Moo Wee imigran gelap kali ya, jadi si dokter gk berani ngoperasi.


Hyeon Cheol bicara dengan seseorang di telepon (mungkin si tahi lalat).

Hyeon Cheol : Kerja bagus.

Setelah itu, Hyeon Cheol menutup teleponnya dan menghela nafas, lalu menghubungi si penyusup dan menyuruhnya ke RS Jae Il.


Young Eun minum sendirian di ruang makan.

Tak lama, Soo Ho datang dan memberikan formulir perceraian.

Young Eun menatap Soo Ho.

Soo Ho bertanya, wae?

Young Eun : Sepertinya kau banyak berubah.

Soo Ho : Kau pikir manusia gampang berubah?

Young Eun : Aku penasaran... karena sulit untuk berubah.

Soo Ho : Terserah mau kau tandatangani kapan.

Soo Ho beranjak pergi, tapi Young Eun mengajaknya minum. Soo Ho pergi tanpa bicara apa-apa lagi.


Kepala Jang sedang mencetak sketsa si penyusup.


Setelah itu, ia pergi dengan terburu-buru tapi saking buru-burunya, ia sampai tidak melihat-lihat dan menabrak Detektif Lee.

Barang2 yang dibawa Detektif Lee terjatuh. Tak hanya itu, sketsa si penyusup juga jatuh. Kepala Jang buru-buru mengambilnya.

Kepala Jang : Apa semua ini.

"Kamera pengintai, segala jenis ada, sampai drone." jawab rekannya, lalu pergi.


Detektif Lee pergi meletakkan barang2nya, tapi setelah itu, ia kembali pada Kepala Jang. Sontak, Kepala Jang langsung menyembunyikan sketsa itu.

Detektif Lee melihatnya dan penasaran apa yang disembunyikan Kepala Jang.

Kepala Jang : Bukan urusanmu.

Detektif Lee lalu mengajak Kepala Jang makan daging dan minum soju. Tapi Kepala Jang menolak dengan alasan sibuk. Detektif Lee berkata, dia yang bayar tapi Kepala Jang tetap menolak dan beranjak pergi.


Kepala Jang lantas mengenalkan Woo Hyuk pada tim baru bentukannya.

Satu per satu, tim bentukan Kepala Jang mengenalkan diri.

"Aku Ketua Tim Park Jin Seop dari Bareskrim."


Kepala Jang mengenalkan anggotanya yang lain.

"Petugas Lee Chin Guk."

Petugas Lee membungkukkan kepalanya.


"Petugas Patroli Senior Lee Jong Seo dan Yoo Ja Jang."

Kepala Jang lalu membagikan sketsa si penyusup.

Kepala Jang : Berhati-hati lah. Dia licik dan sadis.


Di kantor kejaksaan, kedua staff berkacamata sedang bicara.

Staff wanita : Helaan nafasmu, kau ingin aku pura-pura memahaminya? Ada yang membuatmu khawatir?

Staff pria : Kau benar tapi aku tak terbiasa ditanyai terus terang olehmu.

Staff wanita : Ada apa? Ceritakan singkat dan padat.

Staff pria : Kemarin ketika Jo Seung Hee dipindah, kau menerima perintah atau bantuan dari Jaksa Cha atau Kepala Tim Jang?

Staff wanita : Tidak.

Staff pria : Aku tak bisa memerhatikan karena senang bisa menangkap Jo Seung Hee. Tapi ada yang janggal. Jaksa Cha menangkap tersangka penting tapi tak mengajak inspektur dan hanya mengajak satu detektif ketua tim. Hanya mereka berdua yang pergi? Sampai keluar kota? Ada yang janggal. Kau tak merasa aneh?

Staff wanita : Aku juga merasa begitu. Manajer Oh, rupanya kau tak bodoh.

Staff pria tertawa dan menganggap kata2 staff wanita barusan sebagai pujian.

Staff pria lalu mengeluh karena tak bisa bertanya langsung pada Woo Hyuk atau Kepala Jang.


Seung Hee sudah tertidur pulas.

Lee Chin Guk dan Lee Jong Seo sedang memasang kamera pengintai di kamar Seung Hee.


Sementara Park Jin Seop, Woo Hyuk dan Kepala Jang menyiapkan alat penyadap.

Setelah itu, pengintaian dimulai.


Si penyusup mengunci toko cukurnya dan bergegas pergi.


Diluar, Lee Jong Seo berusaha menghubungi seseorang tapi karena tidak dijawab, ia pun mengirimkan pesan.


Penculik Seung Hee menggali tanah.


Lee Jong Seo masih berusaha menghubungi seseorang.

Tak lama kemudian, si penyusup muncul dan menatap ke arah Lee Jong Seo, tapi setelah itu ia beranjak pergi.

*Kalau dugaanku bener, berarti si tahi lalat adalah Kepala Jang. Omo...


Lee Chin Guk membawakan timnya kopi.

Tak lama kemudian, sosok berpakaian hitam muncul.

Kepala Jang langsung menyuruh Lee Jong Seo bersiap-siap.


Sosok hitam itu langsung mendekati ranjang Seung Hee. Seung Hee tiba-tiba melompat dan menyerang pria itu.

Bersamaan dengan itu, tim Woo Hyuk masuk. Woo Hyuk pun kesal mengetahui pria itu bukanlah si penyusup.

Dan yang melompat dari ranjang bukan Seung Hee tapi petugas yang menyamar.


Seung Hee sendiri ada di sebuah ruangan dengan wajah ketakutan.


Kepala Jang mendekati Woo Hyuk.

Woo Hyuk : Kurasa informasinya bocor.


Seorang wanita datang, mengantarkan teh untuk Seung Hee. Tapi Seung Hee yang takut, menolaknya.

Wanita itu berkata, Seung Hee tak perlu takut karena tempat itu aman.

Seung Hee lalu bertanya, apa dia akan dipenjara. Wanita itu berkata, Seung Hee akan diinterogasi lebih dulu.

Seung Hee : Aku tak berbuat salah.


Ponsel wanita itu kemudian berdering. Telepon dari Woo Hyuk yang menanyakan kondisi Seung Hee.

Wanita itu mengatakan, Seung Hee sudah lebih tenang tapi masih gelisah.


Seung Hee pun merebut ponsel wanita itu dan bicara pada Woo Hyuk.

Seung Hee : Jaksa! Bukan seperti itu. Aku hanya menjalankan perintah. Semua perintak Direktur Shin. Tolong percaya lah. Satu-satunya kesalahanku, menjalankan perintah Direktur Shin Hyeon Cheol.

Woo Hyuk terkejut mendengarnya.


Usai bicara dengan Seung Hee, Woo Hyuk kembali menemui timnya.

Woo Hyuk : Bukan Jo Seung Hee. Kita salah perhitungan.

Kepala Jang : Jelaskan pada kami agar kami mengerti.

Woo Hyuk : Shin Hyeon Sook mungkin tak langsung memerintah Joo Seung Hee melakukannya.

Kepala Jang : Lalu siapa?

Woo Hyuk : Shin Hyeon Cheol.

Kepala Jang kaget.

Woo Hyuk : Kalau ingin memotong ekornya, bukan Joo Seung Hee tapi Direktur Shin Hyeon Cheol.

Woo Hyuk lalu meminta timnya memanggil bala bantuan.


Hyeon Cheol sendiri tak bisa tidur.

Si penyusup mendatangi suatu tempat dan memakai sarung tangannya.


Hyeon Cheol terbangun mendengar suara pintu rumahnya dibuka.

Si penyusup masuk ke sebuah rumah.


Woo Hyuk dan tim barunya tiba di rumah itu. Tapi sialnya target mereka sudah kabur.

Itu rumah Hyeon Cheol. Omo... si penyusup mau membunuh Hyeon Cheol.


Nyonya Shin bicara dengan seseorang di telepon.

Nyonya Shin : Kerja bagus.

Young Eun lewat di depan kamar Nyonya Shin dan tak sengaja mendengar ucapan Nyonya Shin.

Nyonya Shin : Hyeon Cheol-ah, ini semua karena kau tak berhati-hati. Kau menggali kuburmu sendiri.

Young Eun kaget mendengarnya.

Young Eun lantas berniat pergi tapi Nyonya Shin keburu melihatnya.


Young Eun pun menghampiri Nyonya Shin dan memasang senyum di wajahnya.

Nyonya Shin menatapnya dengan tatapan waspada.

*Darimana pula Nyonya Shin tahu kalo Woo Hyuk mengejar Hyeon Cheol? Kayaknya memang Kepala Jang si tahi lalat nya. Duuuh maaak...


Seung Hee sekarang duduk di ruang interogasi. Jaksa Kepala menghela nafas melihatnya yang masih gelisah dan ketakutan.


Staff berkacamata menjelaskan, dalang dari kecelakaan helikopter adalah Hyeon Cheol.

Woo Hyuk pun berkata, bahwa masalahnya adalah kesaksian Seung Hee tak bisa dijadikan bukti kuat.

Kepala Jang : Ditambah lagi Shin Hyeon Cheol menghilang.

Staff berkacamata : Tapi penyelidikan akan terus berjalan, kan?

Woo Hyuk : Saat ini kita hanya bisa membuktikan Jo Seung Hee pelaku tunggal.

Detektif Lee : Temukan Direktur Shin, maka akan terungkap keterlibatan Geosan dalam kecelakaan.

Deok Bae : Jadi dimana bodoh?

Staff perempuan : Tapi apa dia masih hidup?

Woo Hyuk tak menjawab dan hanya menghela nafasnya.

*Woo Hyuk ini bisa nyurigain timnya tapi gak bisa nyurigain Kepala Jang.


Jaksa Kepala memanggil Woo Hyuk. Jaksa Kepala meminta kasus helikopter ditutup. Ia mengaku itu bukan keputusannya.

Sontak Woo Hyuk sewot.

Woo Hyuk : Jo Seung Hee menuding Shin Hyeon Cheol dalang dibalik jatuhnya helikopter. Setelah kejadian, dia diculik. Seharusnya tak ditutup sebagai kecelakaan helikopter. Dan kuat kaitannya dengan pembunuhan Tae Min Ho. Penyelidikan kulanjutkan.

Jaksa Kepala : Kau pikir itu ideku? Petinggi yang menghentikanmu. Aku harus bagaimana?

Woo Hyuk : Itu tekanan dari luar!

Jaksa Kepala : Meski kau terus berdebat denganku, takkan ada yang berubah. Kasus ditutup.

Woo Hyuk : Kepala!

Jaksa Kepala : Keluar.

Woo Hyuk : Hyungnim!

Jaksa Kepala : Nanti kita pergi minum soju.


Kejaksaan pun mengumumkan pada media, bahwa dalang dibalik jatuhnya helikopter adalah Jo Seung Hee.

Kejaksaan : Karena berutang, pelaku sengaja membunuh suaminya demi uang asuransi. Istri Pilot, Jo Seung Hee, terbukti pelaku tunggal kejahatan.

Seorang reporter bertanya, maksudnya dia bukan mencoba membunuh Tae Byeong Chan?

Kejaksaan : Kasus ini tak ada kaitannya dengan Geosan Grup.


Woo Hyuk pun menatap kesal Jaksa Kepala.

"Setahuku Jo Seung Hee ditangkap kemarin, apa mungkin dalam sehari menyimpulkan Jo Seung Hee pelakunya? Apa mungkin ada tekanan dari luar?" tanya reporter itu.

Kejaksaan : Tolong jangan asal berspekulasi soal penyelidikan. Sudah jelas kasus ini pembunuhan dengan motif uang asuransi. Kami memiliki motif pelaku dan bukti kuat.

Reporter lain : Apa buktinya? Benarkah tak ada kaitannya dengan Geosan?

Konferensi pers pun selesai.


Jung Won sendiri teringat ancaman Yoo Ra yang mengatakan tidak akan menyelidiki kematian Min Ho lebih jauh asalkan ia pergi meninggalkan Woo Hyuk.


Lalu Jung Won ingat saat ia menangis menghapus foto mereka dengan Mi Sun dan Jae Il di ponsel Woo Hyuk.


Jung Won lantas mulai menulis, tapi baru menulis satu kata, Mi Sun datang membawakannya buah.


Yoo Ra dan Pengacara Kwon menonton konferensi pers kejaksaan di TV.

Pengacara Kwon tidak percaya Seung Hee pelaku tunggal.

Yoo Ra menanyakan pendapat Pengacara Kwon.

Pengacara Kwon : Pasti ada dalangnya.

Yoo Ra pun sewot, jangan asal menebak!

*Nah loh, si Yoo Ra lagi2 gk percaya kalau keluarganya terlibat dalam kasus jatuhnya helikopter. Sy makin jijik jadinya. Munafik. Dia pengen semuanya terungkap, tapi saat bukti mengarah ke keluarganya, dia mencak-mencak.


Rekan-rekan Woo Hyuk kesal karena kasusnya ditutup dengan ending menyalahkan Seung Hee.

Detektif Lee mengajak Kepala Jang melakukan penyelidikan lagi.


Tak lama kemudian, Woo Hyuk datang dan langsung masuk ke ruangannya dengan wajah kesal.

Di ruangannya, dia membanting semua barang2nya di atas meja.


Staff pria berkacamata yang mendengar itu langsung mengajak rekanannya pergi.

Manajer Oh menatap ke ruangan Woo Hyuk dengan tatapan cemas, sebelum akhirnya pergi bersama rekan2nya.


Rekan-rekan Woo Hyuk berkumpul di satu ruangan.

Manajer Oh mencemaskan Woo Hyuk.

Staff pria berkacamata berkata, wajar Woo Hyuk marah karena Woo Hyuk sudah bekerja keras selama ini tapi berujung sia-sia.

Ia lalu mengajak semua rekannya menyelesaikan tugas yang masih tersisa.


Tak lama, ponsel Detektif Lee berdering. Detektif Lee langsung keluar menjawab teleponnya.

Detektif Lee : Ya, Sunbaenim. Tak ada yang khusus. Kasus Geosan? Sudah disiarkan rupanya. Tapi masalahnya...


Pengacara Kwon langsung menemui Yoo Ra dan memberitahu Yoo Ra tentang menghilangnya Hyeon Cheol.

Pengacara Kwon : Tapi waktunya agak aneh. Jo Seung Hee menuding Direktur Shin sebagai otak kecelakaan helikopter dan setelah itu dia menghilang.

Yoo Ra kaget, apa maksudmu? Pamanku mencoba membunuh ayahku? Dariman sumbernya?

Pengacara Kwon : Sumber yang sangat terpercaya. Aku juga tak percaya semua ini.


Tak lama kemudian, Yoo Ra ingat kalau pamannya tidak pernah mengambil keputusan tanpa seizin ibunya.

Yoo Ra pun tersadar bahwa ibunya kemungkinan besar adalah dalang dari kecelakaan helikopter.

Menyadari hal itu, Yoo Ra langsung pergi tanpa mengatakan apapun pada Pengacara Kwon.

Bersambung ke part 3........

No comments:

Post a Comment