Watcher Ep 15 Part 3

Sebelumnya...


Chi Gwang melemparkan tang berdarah itu ke depan Jin Woo. Chi Gwang : Darah siapa itu?

Jin Woo : Darah pengkhianat. Jangan cemas. Dia penjahat.

Chi Gwang lantas duduk.

Chi Gwang : Catatan suap di tas golfmu. Data lainnya tidak masalah, tapi tidak ada nama di folder Jang Society. Kau menghapus semuanya?

Flashback...


Chi Gwang memeriksa catatan suap itu tapi folder atas nama Jang Society sudah kosong.

Flashback end...


Jin Woo diatas angin. Ia bilang, Chi Gwang tidak akan bisa menangkap siapapun jika tidak ada nama yang disebut disana.

Tak lama, Chi Gwang dihubungi Bu Yeom. Bu Yeom minta Chi Gwang melepaskan Jin Woo. Bu Yeom bilang, Jin Woo akan diperiksa tanpa ditahan.

Chi Gwang memutus panggilan Bu Yeom padahal Bu Yeom belum selesai bicara.


Chi Gwang : Kalian berdua akan makan sup ikan buntal lagi? Komisaris Yeom ingin aku melepaskanmu.

Jin Woo : Aku serius saat bilang kau bebas menginvestigasi. Kau masih bisa bergabung dengan kami.

Chi Gwang tertawa dan menyuruh Jin Woo hati2.

Chi Gwang : Meski tampaknya mereka menolongmu, bagaimana jika ada masalah? Mungkin Kura-kura akan mengejarmu untuk menggigit jarimu.

Jin Woo pede, itu mustahil.


Jin Woo kemudian beranjak ke pintu.

Chi Gwang : Aku mau bertanya mumpung kau sadar. Siapa pemimpin Jang Society?

Jin Woo : Kenalanmu.

Jin Woo pergi.

Chi Gwang bertanya-tanya, kenalanku?


Tae Joo dan Soo Yeon pamit. Di atas meja, terlihat beberapa camilan dan kaleng bir.

Soo Yeon : Kuingatkan sekali lagi. Jangan lupa obatmu sebelum tidur.

Young Koon mengiyakan. Ketiganya lantas beranjak ke pintu.

Soo Yeon : Hampir lupa. Pak Do bilang besok pagi kau istirahat saja dan masuk siang. Jadi, tidurlah dan usahakan makan.

Young Koon dan Tae Joo tersenyum mendengarnya.

Kedua wanita cantik itu pergi.


Tapi ponsel Soo Yeon ketinggalan. Tiba2, terdengar bunyi bel. Young Koon pikir, Soo Yeon yang datang tapi ternyata Hae Ryong.


Hae Ryong pun masuk dan melihat meja berantakan. Young Koon pun bergegas membawa dua kaleng bir yang kosong ke dapur. Hae Ryong mengikuti Young Koon.

Young Koon : Cepat sekali kau bebas.

Hae Ryong : Hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana.

Young Koon : Ada perlu apa?

Hae Ryong  : Maaf, Young Koon-ah. Aku tahu itu salahku. Aku baru saja pindah. Tapi saat kau mendatangi rumahku, aku panik sekali. Karena itu aku meminta bantuan orang-orang itu.

Young Koon : Pikirmu aku akan luluh jika kau datang seenaknya dan membujukku begini?

Hae Ryong : Aku ingin meminta maaf. Ayo kita hancurkan Jang Society. Selama tekadmu bulat, Do Chi Gwang pasti setuju. Bagi masyarakat, lebih baik menangkap orang seperti mereka, daripada orang sepertiku.

Young Koon : Untuk apa aku peduli pada masyarakat? Kau lah pembunuh ibuku.

Hae Ryong : Aku mengambil risiko dengan datang kemari.

Young Koon : Risiko apa?

Hae Ryong : Jika aku memihakmu, bagaimana tindakan mereka? Mereka bisa memotong jariku dan membunuhku. Meski begitu, aku di sini untuk membantumu.


Young Koon : Maka serahkan dirimu. Lalu kita tangkap Jang Society bersama-sama.

Hae Ryong :Sayang sekali.

Hae Ryong mendekati Young Koon. Young Koon langsung memegang pisau yang ada di dalam wastafel.

Hae Ryong : Itu ide agar kita berdua tetap bisa hidup.

Young Koon : Jika aku membunuhmu sekarang, nama ayahku tidak bisa pulih, jadi, kubiarkan kau hidup. Bersyukurlah dan enyahlah.


Hae Ryong ingin menyerang Young Koon tapi tepat saat itu, bel berbunyi. Hae Ryong pun bergegas pergi. Dia membuka pintu. Soo Yeon kaget melihat Hae Ryong.

Hae Ryong : Tidak perlu kaget. Aku bukan hantu.


Setelah Hae Ryong pergi, Soo Yeon langsung lari ke dalam.

Soo Yeon mencemaskan Young Koon. Ia juga bertanya-tanya, kenapa Hae Ryong datang. Young Koon diam saja menahan amarah, kemudian mengembalikan ponsel Soo Yeon.


Sementara itu, Tae Joo kembali ke kantornya hanya untuk mengambil jasnya tapi kemudian ia berhenti melangkah dan menatap sesuatu di atas mejanya.

Tae Joo menyalakan lampu mejanya dan terkejut melihat potongan ibu jari di mejanya.

Tae Joo : Jae Sik-ah!

Jae Sik datang. Tae Joo menyuruh Jae Sik memotret ibu jari itu dan minta bantuan Soo Yeon menyelidikinya.


Sementara Jae Sik memotret si ibu jari, Tae Joo menghubungi Young Koon.

Tae Joo cemas, Young Koon-ah, kau baik-baik saja? Kau terluka?


Tae Joo langsung pergi menemui Chi Gwang yang duduk di depan ruang interogasi. Ia melihat tang berdarah itu di atas meja.

Tae Joo : Kabarnya, Wakil Komisaris Park dibebaskan.

Chi Gwang : Ya.

Tae Joo : Ternyata senjatanya di sini. Aku tahu apa yang dipotong dengan ini. Ada potongan jari di kantorku.

Sontak Chi Gwang kaget. Tae Joo menenangkan Chi Gwang dengan berkata, itu bukan jari Young Koon atau Soo Yeon.

Tae Joo : Kurasa bukan jarimu juga.





Lalu Tae Joo menunjukkan rekaman video di ponselnya saat si Kura2 meletakkan jari itu di mejanya.


Chi Gwang : Karena mereka sampai melakukan ini, artinya mereka terdesak. Hati-hati, Pak Do. Jika mereka mengincar salah satu dari kita, kau lah sasarannya. Jika terdesak, mereka sanggup berbuat apa saja.

Bersambung ke part 4....

0 Comments:

Post a Comment