Friday, September 6, 2019

Graceful Family Ep 1 Part 4

Sebelumnya...


Yoon Do berjalan menyusuri tepi trotoar sambil celingukan mencari sebuah gedung. Tak lama, ia menemukan gedung yang dicarinya, 'Wedding Hanbok'.


Setelah Yoon Do masuk,, Seok Hee muncul di belakangnya, dengan mobilnya. Seorang petugas valet membukakan pintu mobil Seok Hee. Seok Hee turun dan masuk ge dalam gedung pembuatan hanbok, yang letaknya bersebelahan dengan gedung yang dimasuki Yoon Do tadi.


Begitu masuk, Seok Hee langsung disamperin petugas butik.

"Apa Anda Nona Seok Hee?"

"Ya."

"Kami menerima teleponnya. Kami punya pelanggan yang mendadak datang dan Anda harus menunggu 10 menit."

"Tidak apa-apa."

"Terima kasih. Aku akan membawakanmu teh."


Pegawai butik kemudian pergi. Seok Hee duduk dan membaca-baca majalah.

Saat lagi membaca majalah, Seok Hee mendengar teriakan wanita dari dalam.

"Jadi apa? Istri Pimpinan MC Grup lebih penting daripada aku!"

Mendengar nama MC disebut2, Seok Hee jadi tertarik.


Choi Na Ri yang digilai ayah Yoon Do, sedang marah2 pada pegawai butik.

"Dia lebih memilih penampilan yang elegan, dan dia tidak suka menunjukkan kulitnya." ucap pegawai butik.

"Apa? Jadi, dia elegan, dan aku tukang pamer?" Na Ri sewot.

"Kau pandai membuat orang marah! Lakukan saja yang diperintahkan. Jika kusuruh kau untuk menunjukkannya, tunjukkanlah!  Kau hanya seorang penjahit. Beraninya kau mengatakan hal yang harus kulakukan? Apa aku lelucon? Apa aku begitu!!" ucap Na Ri sambil menoyor kepala si pegawai butik.


Seok Hee masuk. Na Ri penasaran siapa Seok Hee.

Seok Hee : Aku penasaran siapa yang memakai ruang VIP dan tinggal terlalu lama. Ternyata Choi Na-ri.

Na Ri : Kau sedang menunggu. Aku belum selesai dengan konsultasiku.

Seok Hee : Kau bisa menutup mulutmu dan menyingkir? Kau punya status sosial. Kau seharusnya berhenti.

Na Ri : Beraninya kau memerintahku?

Seok Hee : Cepatlah mengakhirinya selagi aku bersikap baik.


Na Ri geram. Ia berniat menampar Seok Hee tapi Seok Hee menepis tangannya.

Na Ri yang tambah kesal, berupaya memberi Seok Hee pelajaran tapi ia malah dikerjai sampai jatuh. Seok Hee tersenyum senang bisa mengerjai Na Ri.

Na Ri mencopot sepatunya dan melempari Seok Hee.

Seok Hee berbalik, menatap Na Ri dengan wajah dingin, lalu menyepak sepatu Na Ri dan turun ke bawah.


Na Ri mengambil sepatunya dan menyusul Seok Hee ke bawah. Di bawah, Seok Hee masih mengerjai Na Ri.


Orang2 yang lalu lalang di depan butik, langsung berkumpul melihat Na Ri.

Bersamaan dengan itu, Yoon Do keluar dari butik di sebelah butik yang dimasuki Seok Hee. Penasaran melihat orang2 berkerumun di depan butik, Yoon Do mendekat dan mencoba mencari tahu dan ia pun kaget melihat Seok Hee kejar2an dengan Na Ri di dalam butik. Seok Hee lantas menyuruh Na Ri berhenti.

Na Ri : Hei, apa itu?


Seok Hee menoleh ke yang ditunjuk Na Ri. Saat Seok Hee lengah, Na Ri berniat memukul Seok Hee dengan sepatunya tapi ketahuan oleh Seok Hee. Maka Seok Hee pun langsung memelintir tangan Na Ri, lalu menekan tubuh Na Ri ke meja dan mengambil sepatu Na Ri. Seok Hee mengayunkan tangannya, hendak memukul Na Ri dengan sepatu. Tepat saat itu, Yoon Do masuk dan menghentikan Seok Hee.

Yoon Do : Menyerang dengan senjata yang mematikan? Aku takjub. Haruskah kita mengunjungi  kantor polisi lagi?

Seok Hee : Itu bukan urusanmu. Menyingkirlah.

Yoon Do menatap Na Ri.

Yoon Do : Kau baik-baik saja? Apa kau terluka?

Na Ri : Punggungku...

Yoon Do : Ayahku adalah penggemarmu.

Na Ri : Senang bertemu denganmu. Terima kasih banyak.

Lalu Yoon Do menatap galak Seok Hee dan merebut sepatu Na Ri di tangan Seok Hee.


Yoon Do : Aku paham bahwa kau iri dengan kecantikannya, tapi bukankah itu kekanak-kanakan? Aku bisa melihat bahwa kau berolahraga. Pemegang sabuk hitam dengan senjata merupakan serangan khusus.

Seok Hee : Tidak apa-apa. Ini pelanggaran pertamaku dan aku kaya.

Seok Hee menendang kaki Yoon Do. Sontak, Yoon Do kesakitan.


Setelah itu, Seok Hee mau pergi tapi Na Ri menangkapnya.

Na Ri : Kau mau ke mana?

Seok Hee : Lepaskan aku! Lepaskan!


Je Kook, bersama Pak Kwon dan anggota Pak Kwon tiba di butik.

Je Kook melirik Pak Kwon, mengurus orang2 yang berkerumun di depan butik.

Pak Kwon mengerti, lalu masuk bersama Je Kook. Sementara anggota Pak Kwon menyuruh orang2 yg berkerumun masuk ke dalam.


Begitu Je Kook muncul, Na Ri protes karena Je Kook lama sekali. Na Ri lantas minta Je Kook menahan Seok Hee.

Seok Hee sontak heran dan minta penjelasan Je Kook.

Na Ri juga heran Seok Hee mengenal Je Kook.

Je Kook pun memberitahu Na Ri siapa Seok Hee.

Na Ri terkejut.

Na Ri : Jadi, dia adalah  psikopat yang 15 tahun di New York? Orang gila itu?

Na Ri menunjuk2 Seok Hee. Tapi begitu Seok Hee menatapnya, dia langsung menarik jarinya.

Seok Hee : Kenapa TOP menjaga wanita ini?

Je Kook : Dia model eksklusif MC Grup, jadi, kami mendukungnya seperti keluarga.


Seok Hee : Lebih tepatnya dia disponsori. Dia berkencan dengan siapa? Wan Soo Oppa, atau Wan Joon? Atau.... Seok Hee menatap Na Ri, ... ayah?

Je Kook : Itu tidak benar.

Seok Hee : Aku tidak peduli Ayah berkencan dengan siapa, tapi dia harus memilih seseorang yang berkelas.

Na Ri kesal, beraninya kau!

Seok Hee : Hanya itu yang bisa kau katakan! Kau sudah lulus sekolah dasar! Kau pasti belajar tentang bergantian. Atau kau lupa karena kau bodoh?

Na Ri yang kesal,, hanya bisa menangis seperti anak kecil di lantai.


Diluar, Je Kook membagi-bagikan surat kesepakatan pada orang2 yg menonton perkelahian Seok Hee dan Na Ri. Je Kook bilang, hanya orang2 yang menandatangani surat itu lah yang akan mereka berikan uang. Sontak orang2 itu antusias menerima surat kesepakatan.

Je Kook : Tapi,  jika kalian membahas ini dalam cara atau bentuk apa pun, kalian harus membayar tiga kali lipat jumlahnya sebagai hukuman.


Setelah orang2 itu pergi, Je Kook mendekati Yoon Do.

Je Kook : Kita pernah bertemu.

Yoon Do : Aku tidak akan menandatangani itu.

Je Kook : Apa uangnya tidak cukup?

Yoon Do : Astaga, bukan. Aku tidak merekam apa pun.

Je Kook : Kau menyaksikan semuanya. Kami tidak bisa tenang kecuali kau menandatanganinya.

Yoon Do : Hanya karena ku mau aku menandatangani itu, tidak berarti aku harus melakukannya. Aku penggemar Nona Choi dan tidak akan membicarakan ini.

Ponsel Yoon Do berdering. Yoon Do pun langsung beranjak keluar.


Diluar, Yoon Do menjawab teleponnya. Seok Hee keluar dan menguping pembicaraan Yoon Do.

Yoon Do : Kau mau menambah depositnya? Kami sudah kesulitan dengan bisnisnya. Tidak bisakah Anda membantu kami... Halo?

Si penelpon memutus teleponnya.


Seok Hee langsung mendekati Yoon Do.

Seok Hee :  Kenapa menolak? Kau butuh uang. Kenapa sombong?

Yoon Do : Kau terus berbicara merendahkanku. Aku hanya menerima uang hasil kerjaku. Orang seperti aku memang ada, puas?

Seok Hee mengambil ponsel Yoon Do dan memasukkan nomornya.

Seok Hee : Hubungi aku. Aku akan membayarmu banyak. Bekerjalah denganku.

Yoon Do mengambil kembali ponselnya dan beranjak pergi.


Tak lama kemudian, Je Kook dan Pak Kwon keluar. Seok Hee pun menghampiri Je Kook.

Seok Hee : Choi Na-ri adalah ibu si kecil Seo Jin? Apa ada saudara lain yang tidak kuketahui?

Je Kook : Tidak.

Seok Hee : Kurasa tidak ada yang kau tidak ketahui.

Seok Hee kembali ke butik.


Yoon Do menyusuri tepi jalan dengan wajah lirih. Tak lama kemudian, ia tiba di restoran ayahnya. Yoon Do tak langsung masuk. Ia menatap lirih ayahnya yang sedang membereskan meja.


Yoon Do bicara dengan ayahnya.

Yoon Do : Ayah, ini terlalu sulit. Bagaimana jika kita menutupnya?

Pak Heo : Ini sama sekali tidak sulit.

Yoon Do : Ayah makin tua, dan aku akan menghasilkan banyak uang begitu memulai di firma. Ayah bisa beristirahat.

Pak Heo : Apa kasus ini tidak berhasil? Aku menjual galbi babi untuk memberimu makan dan pakaian. Juga mengirimmu ke perguruan tinggi. Sekarang aku punya banyak pelanggan. Aku harus bekerja selama aku bisa. Apa kau sudah berbicara dengan pemilik gedung? Dia terus berbicara tentang deposit, jadi, aku menyuruhnya meneleponmu. Putraku pengacara dan aku bisa tampil berani sekali ini. Dia terlalu malu untuk meminta uang lagi kepadamu, bukan?

Yoon Do berbohong, mengatakan bahwa si pemilik gedung yang menghubunginya tadi tidak mengatakan banyak hal.


Di kamarnya, Seok Hee sedang membaca laporan keuangan MC Grup. Tapi dia tak bisa konsentrasi.

Seok Hee lantas membaca pesan di ponselnya.

"Pelaku sebenarnya adalah orang lain. Ada kebenaran tersembunyi di balik pembunuhan Ahn Jae Rim. Ada orang yang punya motif solid untuk pembunuhan."

Lalu Seok Hee membaca pesan di ponselnya yang satu lagi. Ya, Seok Hee punya dua ponsel.

"Pimpinan senior sedang sakit parah."

Seok Hee : Mereka selalu mengirim pesan dari nomor yang sama. Siapa itu?


Sambil tiduran, Yoon Do sedang memikirkan tawaran Seok Hee tadi.

Seok Hee : Hubungi aku. Aku akan membayarmu banyak. Bekerjalah denganku.

Yoon Do pun bangun dari tidurnya. Ia meraih ponselnya dan memencet nomor Seok Hee, tapi kemudian ia membatalkan panggilannya.

Yoon Do : Astaga. Aku sudah gila. Aku tidak bisa memercayai orang gila itu.


Yoon Do kembali tiduran, tapi ponselnya tiba2 saja berdering.

Yoon Do : Yeobose...

Seok Hee : Kenapa tidak menelepon? Kita bertemu besok.


Besoknya, Yoon Do dan Seok Hee bertemu di sebuah kafe. Seok Hee menyuruh Yoon Do menemukan pemilik nomor yang mengiriminya SMS itu.

Yoon Do tidak mau dan menyuruh Seok Hee melakukannya sendiri.

Seok Hee : Aku tidak akan mempekerjakanmu jika bisa menghubunginya. Itu penguntit yang telah 10 tahun mengirimiku pesan. Teleponnya selalu mati.

Yoon Do : Aku pengacara, bukan pesuruh.

Seok Hee : Kau bukan pengacara yang bagus.

Yoon Do : Kau punya tim yang hebat. Pekerjakan mereka.

Seok Hee : Apa kau bodoh atau keras kepala? Bukankah ada alasannya aku justru datang kepadamu?

Yoon Do : Aku meminta lebih daripada yang kau duga. Bisakah kau menerima itu?

Seok Hee : Upah 10 juta. Dengan prospek menjadi penasihatku.


Yoon Do : Kau punya tim legal. Kenapa aku?

Seok Hee : Mereka sudah kuno. Aku menginginkannya secepat mungkin. Rincian akunmu dulu.

Yoon Do : Sungguh?

Seok Hee tak menjawab lagi dan langsung pergi.


Yoon Do lantas menemui detektif yang waktu itu. Ia minta si detektif mencari identitas pemilik nomor yang mengganggu Seok Hee.

"Aku tidak bisa. Ilegal bagi kami untuk mencari informasi pribadi."

"Kau selalu mengatakan tidak. Ini penyelidikan. Klienku dikuntit selama 10 tahun. Hei. Kau mungkin saja menangkap penguntit."

"Apa boleh?"

"Ya, tapi ini mendesak. Secepatnya, ya?"

"Baiklah. Tunggu saja."


Di kantornya, pria bernama Kim Boo Ki sedang menunggu telepon dari seseorang. Disampingnya, seorang wanita bernama Oh Gwang Mi terus saja menatapnya yang tak berhenti menatap telepon di atas meja. Tak lama, telepon berbunyi. Boo Ki buru2 mengangkatnya tapi yang bunyi rupanya alarm ponsel Gwang Mi.

Boo Ki mendesis, sial...

Gwang Mi : Kau menunggu telepon dari siapa? Apa kau mengerjakan sesuatu secara rahasia?

Boo Ki : Tidak.


Boo Ki lantas melihat pakaian yang dikenakan Gwang Mi.

Boo Ki : Hei. Kenapa kau berpakaian sebagai kurir?

Gwang Mi : Aku sedang mengintai. Aku butuh beberapa hari. Jangan hubungi aku. Dan juga, jangan lupa makan.

Boo Ki : Mengintai? Siapa?

Gwang Mi : Aku tidak mau bilang.

Boo Ki : Hei! NewsPatch mungkin sebuah perusahaan bagus yang memungkinkanmu datang dan pergi dengan bebas, tapi sebagai atasanmu, aku harus tahu topikmu. Kita hanya berdua.

Gwang Mi : Baiklah, kalau begitu. Aku akan melaporkannya kepadamu.

Gwang Mi mendekati Boo Ki. Boo Ki mendengarnya dengan serius.

Gwang Mi : Baik, jadi,  aku baru menonton acara yang dibintangi Lee Byung Soo dan Choi Soo Jung yang membuat film bersama. Aku merasakan sesuatu di antara mereka. Jadi, aku punya perasaan ada sesuatu yang lain. Aku mau memeriksanya.

Boo Ki : Baiklah, teruslah menggali. Kau akan mencapai titik terendah. Maka, kau akan menimbun lubangnya. Kau akan terus menggali dan mengisi lalu kau akan dibayar.

Gwang Mi : Apa yang kau katakan? Kau mengejek instingku?

Boo Ki : Tidak, aku hanya tidak berharap banyak.

Gwang Mi : Bagaimana jika aku mendapatkan beritanya?


Telepon di meja Boo Ki akhirnya benar-benar berdering. Boo Ki :  Halo? Ya, ini wartawan Kim Boo Ki.


Selanjutnya, Boo Ki pergi menemui Direktur Park dari MC Group di sebuah taman. Boo Ki mengajak Direktur Park pergi ke tempat yang aman agar mereka bisa bicara.


Joo Young memberi laporan ke Je Kook, kalau Seok Hee menerima pesan dari Korea sebelum naik pesawat. Joo Young bilang itu pesan dari nomor prabayar.

Je Kook : Ponsel prabayar?


Malamnya,, Yoon Do dan Seok Hee ketemuan di taman. Yoon Do memberitahu Seok Hee kalau nomor itu dari ponsel prabayar.

Yoon Do : Biasanya penjahat menggunakan telepon itu atas nama orang lain.

Seok Hee : Nomor siapa itu?

Yoon Do : Orangnya sudah meninggal. Tapi, nomor ini aneh. Hampir tidak ada panggilan yang dibuat dari sana. Pesannya dikirim dari Seongbuk-dong.

Seok Hee : Seongbuk-dong? Itu lingkunganku.

Yoon Do : Ada seseorang yang kau pikirkan?

Seok Hee : Apa? Tidak. Kerja bagus. Mari menulis kontrak besok. Aku akan menghubungimu.

Seok Hee lagi2 langsung pergi meninggalkan Yoon Do begitu saja.


Paginya, Yoon Do sarapan dengan sang ayah. Yoon Do masih mengenakan kaus oblongnya saat itu dan berkata, kalau supnya terasa asin. Tapi Pak Heo tidak mendengarkan kata2 Yoon Do. Ia tampak sedang memikirkan sesuatu.

Yoon Do : Ayah, supnya asin. Apa ayah mendengarkan?


Ponsel Yoon Do berdering. Panggilan interview dari MC Group!

Pak Heo tak yakin itu dari MC Group.

Pak Heo :  Kau sudah lama melamar. Baru sekarang mereka menelepon?

Yoon Do : Pengacara firma hukum sering pindah pekerjaan dan selalu ada lowongan.

Pak Heo : Lalu bagaimana dengan pekerjaan penasihat hukum itu? Apa yang akan kau lakukan tentang itu?

Yoon Do : Lupakan saja satu klien itu. Aku memerlukan wawancara MC Grup itu.

Pak Heo : Tetap saja, kau sudah berjanji.

Yoon Do : Ayah menjadi terlalu penyayang lagi. Aku tidak menandatangani apa pun, jadi, tidak ada  masalah legal atau moral.


Yoon Do akhirnya tiba di MC.


TOP sedang membahas Yoon Do.

Joo Young : Heo Yoon Do, dia lulus ujian izin terakhir. Dia lulus dari universitas daerah, bukan yang bergengsi. Ayahnya gagal dalam banyak bisnis, mengajukan kebangkrutan dan memulihkan diri. Dia memiliki restoran galbi babi dan mulai membayar utangnya di tahun 2017. Berdasarkan laporan pajak penghasilan tahun lalu, bisnisnya tidak buruk, tapi dia kesulitan karena utang yang besar.

Joo Young menunjukkan foto Yoon Do yang sedang melayani klien wanita.

Joo Young : Pengacara Heo memiliki meja di sudut restoran dan menyebut itu kantornya.

Pak Kwon : Kau sungguh akan menerimanya?

Je Kook : Akan menyegarkan memiliki orang seperti dia dalam grup elite kita.

Kyung A : Lalu siapa di sini yang mau bekerja dengan Nona Seok Hee?

Je Kook : Tidak buruk untuk membuatnya bertanggung jawab.


Tak lama kemudian, Seok Hee datang dan melihat mereka sedang membahas Yoon Do.

Yoon Do lantas masuk. Ia kaget melihat Je Kook dan Seok Hee disana. Je Kook pun memberitahu Yoon Do siapa Seok Hee.


Tiba2, terdengar bunyi alarm. Seorang staff datang menemui Je Kook. Ia bilang, ada situasi darurat.

Sontak, Tim TOP langsung beranjak ke layar monitor. Mereka melihat seorang pria hendak bunuh diri dari atap gedung MC.


Di atap gedung, pria itu teriak2, minta putrinya dikembalikan dan mengatakan mereka semua pembunuh.

Petugas keamanan tidak ada yang berani mendekat lantaran pria itu mengancam akan loncat ke bawah.


Joo Young berhasil mendapatkan identitas pria itu.

Joo Young : Kim Doo Man, 54 tahun. Di tahun 2015, putrinya bekerja di pabrik tembaga kita. Dia meninggal dalam kecelakaan tahun lalu. Dia meminta kompensasi industri yang ditolak dan datang untuk mengeluh.

Je Kook : Itu protes ilegal di properti pribadi. Kita bisa memberi tuduhan tambahan.

Joo Young : Aku menghubungi tiga kantor media di dekat kantor pusat. Itu tidak akan tersebar jika berakhir dalam 10 menit.


Je Kook pun menerima foto Doo Man dari tangan Joo Young dan bergegas ke atap dengan Pak Kwon dan beberapa stafnya.

Je Kook membujuk Doo Man turun.

Je Kook : Kau menerobos masuk ke properti pribadi, dan ini protes ilegal. Jika kau berhenti sekarang, kami tidak akan meminta ganti rugi untuk itu. Jangan bodoh.

Doo Man : Kau tahu perasaanku!

Je Kook : Aku tidak tahu, tapi jika kau melakukan ini, kau bukan hanya kehilangan putrimu, tapi juga putramu. Saudarinya sudah meninggal. Jika kau dipenjara, apa yang akan terjadi kepada putramu yang cerdas? Kau harus berpikir tentang dia. Kami akan menjamin
dia mendapat pendidikan yang baik.

Doo Man : Kalian sungguh akan melakukannya?

Je Kook mengangguk, tapi yang terjadi setelah Doo Man turun, para staf menangkapnya atas perintah Je Kook.


Seok Hee dan Yoon Do yang melihat itu di layar, langsung beranjak pergi.

Di dalam lift, Seok Hee tanya apa yang bisa Yoon Do lakukan untuk pria seperti Doo Man.

Yoon Do : Mendengarkan. Setidaknya, dengarkan ceritanya.

Mendengar itu, Seok Hee tampak memikirkan sesuatu. Begitu pintu lift terbuka, Seok Hee keluar, bikin Yoon Do bingung.


Seok Hee berjalan dengan cepat, menuju Doo Man yang sedang diseret2 petugas keamanan.

Dua orang wanita berjalan ke arah Seok Hee sambil menenteng bungkusan yang isinya roti.

Saat papasan dengan wanita itu, Seok Hee merebut bungkusan itu, membuat semua yang ada di lobi kaget.

Seok Hee terus berjalan, sambil memakan rotinya, lalu membuang sampahnya sembarangan.


Sampai diluar,, Seok Hee masuk ke mobil salah satu karyawan, saat karyawan itu sedang menelpon di dekat pintu mobil.

Karyawan itu teriak, tapi Seok Hee tak peduli. Yoon Do kaget dan penasaran dengan rencana Seok Hee.


Seok Hee melajukan mobil itu dengan kencang dan menabrak mobil polisi yang terparkir di depan pintu dengan sengaja. Sontak, semua orang melihatnya dengan kaget.


Bersambung....

No comments:

Post a Comment