Sunday, October 6, 2019

The Promise Ep 73 Part 1

Sebelumnya...


Dong Jin memberikan hasil tes DNA dirinya dan Do Hee pada Sung Joo. Sung Joo kaget membacanya.

Dong Jin menatap tajam Sung Joo dan minta Sung Joo tidak menaruh harapan padanya.

Sung Joo pun tanya, bagaimana Dong Jin tahu soal itu. Dong Jin hanya berkata, bahwa ia tidak peduli siapa ayah kandung Do Hee dan tidak pernah sedikit pun berpikir kalau Do Hee bukan anaknya.

Dong Jin : Kau menjaga rahasia ini dan aku menjaga rahasia ini.

Sung Joo : Kau seharusnya bilang padaku! Harusnya kau minta penjelasan padaku! Bagaimana bisa kau bersikap seperti ini?

Dong Jin : Kau menyalahkanku?


Sung Joo pun akhirnya mengakui bahwa Do Hee bukan anak Dong Jin. Dong Jin tambah marah dan berniat pergi. Ia salah paham, mengira istrinya selingkuh. Tapi kemudian, Sung Joo mengatakan, bahwa ia juga bukan ibu kandung Do Hee. Sontak Dong Jin kaget. Sung Joo lantas minta maaf karena tidak memberitahu Dong Jin. Sung Joo lalu menjelaskan, bahwa anak mereka meninggal setelah dilahirkan dan ia mengadopsi Do Hee setelah itu.

Sung Joo : Kau tahu aku menikah denganmu karena aku tergila-gila padamu. Aku takut. Aku pikir mungkin kau akan meninggalkanku kalau tahu bayi kita meninggal. Aku minta maaf.

Sung Joo menangis. Dong Jin terkejut tapi tetap saja ia marah.


Hwi Kyung dan Na Yeon datang ke rumah Mal Sook. Mereka berterima kasih karena sudah diundang makan malam. Hwi Kyung lalu memberikan cake yang ia bawa pada Eun Bong.

Joong Dae lantas memanggil Mal Sook. Mal Sook langsung keluar dari kamarnya dan menemui mereka.

Begitu Mal Sook keluar, Na Yeon langsung memberikan bunga yang ia bawa ke Mal Sook. Na Yeon bilang, bunga itu untuk Mal Sook.

Mal Sook senang diberi bunga. Ia mengaku tidak pernah diberi bunga sebelumnya.

Hwi Kyung memanggil Mal Sook dan berkata, kalau Na Yeon datang bersamanya. Hwi Kyung protes, karena Mal Sook hanya melihat Na Yeon.

Mal Sook pun langsung minta maaf dan mengucapkan terima kasih atas kedatangan Hwi Kyung. Mal Sook juga berterima kasih atas kesempatan yang mereka berikan dan mengaku tidak akan pernah melupakan kebaikan mereka.

Hwi Kyung : Apa maksudmu? Kami lah yang mendapat kesempatan karenamu.

Mereka lantas tertawa.


Na Yeon lalu masuk ke kamarnya. Kamar yang dulu ia tinggali bersama Sae Byeol. Berada di kamar itu, membuat hati Na Yeon terkoyak-koyak. Apalagi saat melihat foto putrinya, tangisnya langsung pecah.


Hwi Kyung menyusul Na Yeon. Ia tiba2 masuk di tengah tangis Na Yeon dan terkejut melihat Na Yeon menangis. Melihat Na Yeon menangis, Hwi Kyung pun curiga.

Hwi Kyung : Kau kenal gadis itu? Kenapa kau menangis? Kenapa kau bersedih untuk gadis itu?


Eun Bong seketika masuk dan menjadi penyelamat Na Yeon. Eun Bong mengaku, ia lah yang memberitahu Na Yeon soal Sae Byeol.

Eun Bong : Adikku Na Yeon yang mirip dengan Do Hee... aku memberitahunya bahwa gadis kecil itu putri adikku. Dia mungkin sedih setelah mendengar bagaimana kematian Sae Byeol.

Mendengar penjelasan Eun Bong, Hwi Kyung percaya. Hwi Kyung bilang, Do Hee nya memang sangat sensitif.


Hwi Kyung lantas melihat foto Sae Byeol.

Hwi Kyung : Jadi ini putri Kang Tae Joon?

Na Yeon diam saja.


Sekarang, Hwi Kyung dan Na Yeon ada di depan Sungai Han. Mereka bicara di dalam mobil. Hwi Kyung minta maaf karena tadi sempat berpikir, bahwa Na Yeon adalah Na Yeon, bukan Do Hee, saat melihat Na Yeon menangisi Sae Byeol.

Na Yeon : Kenapa berpikir begitu?

Hwi Kyung : Saat kau melihat foto gadis itu, matamu terlihat sangat sedih. Itu bukan rasa kasihan tapi rasa kehilangan dan sedih.

Na Yeon : Sekarang kau tidak curiga lagi?

Hwi Kyung : Aku tidak yakin tapi aku merasa kau punya perasaan istimewa terhadap wanita yang mirip denganmu itu dan putrinya. Aku tidak akan membuang energiku lagi. Aku hanya akan memikirkan tentang kita berdua.

Na Yeon terdiam.


Na Yeon masuk ke kamar Do Hee dan duduk di kursi. Ia lalu melihat foto Do Hee.

Na Yeon : Mianhae, Do Hee-ya tapi aku tidak akan memikirkan Hwi Kyung sekarang. Aku akan mengabaikan perasaan bersalah dan rasa terima kasihku. Jika aku tidak mengabaikannya, aku tidak akan bisa melakukan apapun.


Besok paginya, Tae Joon minum teh dengan Kyung Wan di ruangan Kyung Wan. Kyung Wan memuji Tae Joon. Kyung Wan bilang, berkat ide Tae Joon soal 'Shanghai Drama House' harga saham mereka menjadi naik. Kyung Wan lalu bertanya apa Tae Joon berharap orang-orang membicarakan Tae Joon sekarang untuk menjadi penerus Baekdo berikutnya. Tae Joon yang semula tertawa, langsung terdiam. Kemudian Tae Joon memberikan jawaban bijak. Ia bilang, ia masih harus banyak belajar jadi terlalu dini membicarakan hal itu.

Tae Joon : Tapi aku juga percaya aku harus membuktikan nilai diriku di hadapan semua orang di masa depan.


Tim AP sedang merekrut orang2 untuk bergabung dengan mereka. Mereka memaparkan produk terbaru mereka.

Sementara Na Yeon berdiri pojokan, disamping Hwi Kyung.

Pak Ko, Soran dan Tuan Bae menjaga meja yang menghidangkan menu ayam mereka.

Hwi Kyung : Daging ayam segar akan disediakan dalam bungkus individual agar memasak menjadi  nyaman, dan menu yang berbeda dan murah memberi kami keunggulan atas perusahaan lain. Kami akan meminimalkan biaya pembukaan dengan menyediakan gaya desain interior terbaru dan perlengkapan-perlengkapan lainnya. Tapi yang lebih penting dari semua ini adalah rasa makanannya. Kami ingin Anda mencicipi ayam terlebih dahulu, dan kami harap Anda akan mempertimbangkannya bergabung bersama kami.


Na Yeon lantas menatap Hwi Kyung. Hwi Kyung tersenyum pada Na Yeon. Na Yeon membalas senyum Hwi Kyung.


Se Jin masuk kamar Young Sook saat Young Sook tengah menatap album sambil mendengarkan lagu lama.

Se Jin lalu teringat kata2 Young Sook soal dirinya yang bukan anak Kyung Wan.


Se Jin kemudian mendekati Young Sook dan tanya Young Sook sedang apa.

Young Sook pun mematikan lagunya dan berkata, kalau ia sedang melihat foto2 Hwi Kyung kecil.

Se Jin lalu melihat foto Yoon Ae.

Se Jin : Temanmu yang berdiri diantaramu dan ibu, siapa dia?

Young Sook : Oh, itu Yoon Ae. Dia cantik, kan? Meskipun jaman telah berubah tapi kurasa dia tetap cantik. Yoon Ae adalah yang tercantik di kelas kami.


Se Jin lantas duduk dan tanya apa Yoon Ae pacar ayahnya yang sudah meninggal.

Young Sook kaget Se Jin tahu. Se Jin bilang, dia tahu dari Young Sook..

Young Sook : Tapi apa kau tahu, Se Jin-ah? Ayahmu mencintai Yoon Ae dan ibumu merebut ayahmu darinya. Ibumu mengaku dia hamil dirimu. Ayahmu yang bodoh percaya dan mencampakkan Yoon Ae.


Mendengar itu, Se Jin marah dan mengatakan demensia Young Sook semakin parah.

Se Jin : Nenek, kau sudah kelewatan. Aku sangat waras dan itulah bagaimana kau melihatku.

Young Sook : Kau mau ikut-ikutan seperti ibumu!

Se Jin, Aku, ibuku dan seluruh dunia mengatakan kau tidak normal. Jadi sadarlah. Jika kau terus mengatakan hal aneh, kau dan aku akan berakhir dalam penderitaan.

Se Jin pun beranjak pergi.


Setelah itu, Se Jin menemui ayahnya dan mengadu kalau penyakit Young Sook tambah parah. Se Jin yang takut Young Sook memberitahu Kyung Wan rahasianya pun berkata, kalau Young Sook terus mengatakan hal aneh dan bersikap seperti orang yang tidak waras. Se Jin lalu meminta Kyung Wan mengabaikan hal aneh yang dikatakan Young Sook jika Young Sook bicara pada Kyung Wan.

Kyung Wan pun berkata, Young Sook seperti itu tak lama setelah Pimpinan Park meninggal.

Se Jin lalu mengusulkan untuk membawa Young Sook ke rumah sakit tapi Kyung Wan bilang mereka harus memberikan waktu pada Hwi Kyung. Ia yakin,

Hwi Kyung akan menemukan jalan keluar untuk penyakit Young Sook.

Se Jin pun cemas mendengarnya.


Usai menemui ayahnya, Se Jin ke RS kandungan. Ia keluar dari ruangan dokter dan duduk disamping wanita hamil dengan wajah sedih. Dokter mengatakan, bahwa akan sulit bagi Se Jin untuk hamil secara alami.

Flashback....


Se Jin menangis mendengar penjelasan dokter. Ia lalu meminta inseminasi buatan tapi dokter tidak memberi jawaban dan hanya menatap Se Jin dengan wajah menyesal.

Flashback end...


Disamping Se Jin, duduk Geum Bong. Suster keluar dan memanggil Geum Bong. Tak lama, Geum Bong keluar dengan wajah ceria dan kembali duduk disamping Se Jin dan menatap foto hasil USGnya. Geum Bong mencium foto hasil USGnya dan Se Jin menatapnya dengan sorot mata sedih.


Sementara itu, Yoo Kyung bicara dengan Kyung Wan di telpon. Yoo Kyung sebal Kyung Wan membanggakan Tae Joon yang melakukan pekerjaan dengan baik.

Kyung Wan pun heran Yoo Kyung marah. Ia bilang, harusnya Yoo Kyung senang Tae Joon berhasil membangun diri di perusahaan.

Yoo Kyung : Pekerjaannya adalah membuka jalan! Dan orang yang akan berjalan di jalan itu adalah Se Jin!

Kyung Wan : Kita seharusnya tidak memihak. Bahkan jika mereka bekerja bersama, pekerjaan itu akan sulit. Kau harus memperluas pandanganmu.

Yoo Kyung : Tidak peduli seberapa luas pandanganku, aku tidak akan berubah pikiran!


Se Jin kemudian datang dan langsung masuk ke kamar. Melihat itu, Yoo Kyung pun langsung menyudahi pembicaraannya dengan Kyung Wan dan menyusul Se Jin.

Yoo Kyung : Kenapa kau terlihat kesal? Akulah seharusnya kesal karena penangguhanmu.

Se Jin : Kau harusnya tidak kesal. Siapa yang tahu apa yang akan kau lakukan selanjutnya.

Yoo Kyung : Apa maksudmu?

Se Jin : Ingin mendengar sesuatu yang akan membuatmu bahagia? Dokter berkata aku mungkin mandul. Aku mungkin tidak akan pernah bisa hamil.

Yoo Kyung terkejut.


Se Jin : Kenapa terkejut? Bukankah ini yang kau inginkan? Apa jenis obat yang kau berikan padaku? Obat itu, apakah mereka benar-benar alat kontrasepsi?

Yoo Kyung marah, Jang Se Jin!

Se Jin : Aku juga curiga tentang obat yang kau beri padaku saat aku hamil. Bukankah itu seharusnya menyebabkan keguguran? Kau yang membunuh bayiku!

Yoo Kyung menampar Se Jin.

Se Jin : Kau punya begitu banyak rahasia jadi aku terus merasa curiga.

Yoo Kyung : Semua yang aku lakukan demi kebaikanmu.

Se Jin : Cukup. Aku tidak ingin kau melakukannya lagi. Aku tidak membutuhkannya lagi.

Se Jin beranjak pergi. Yoo Kyung syok.


Di kantor, Kyung Wan dihubungi Young Sook. Young Sook mengajak Kyung Wan ketemuan dan meminta Kyung Wan tidak memberitahu Yoo Kyung.


Kyung Wan pun bergegas ke Young Sook. Young Sook sendiri ada di kuil dan Kyung Wan heran melihat Young Sook berdoa. Kyung Wan lalu menghampiri Young Sook. Begitu melihat Kyung Wan, Young Sook langsung menyuruh Kyung Wan berdoa.

Kyung Wan heran, apa?

Young Sook : Aku tahu sudah terlambat tapi kurasa kita harus mendoakan Yoon Ae dan putrinya.


Kyung Wan pun menoleh ke meja doa dan terkejut melihat foto Yoon Ae disana, sementara disamping foto Yoon Ae, hanya pigura kosong.

Young Sook : Ketika kondisiku semakin memburuk, kau tidak akan percaya jika aku memberitahumu. Aku pikir aku harus memberimu kesempatan untuk menunjukkan penyesalan, jadi aku memanggilmu.

Kyung Wan : Penyesalan?


Young Sook : Ketika Hwi Kyung berusia lima tahun, Yoon Ae datang padaku di bulan terakhir kehamilannya. Dia bilang dia harus melahirkan, tetapi tidak punya uang untuk rumah sakit. Aku tanya siapa ayahnya tapi dia menolak memberitahu dan terus menangis. Lalu aku menyadari ayah bayinya adalah kau. Kau adalah ayah kandung putri Yoon ae.

Kyung Wan terkejut, tapi tak lama, ia ingat kata2 Se Jin tadi untuk mengabaikan hal aneh yang dibilang Young Sook.

Kyung Wan pun menolak mempercayai Young Sook dan memilih mempercayai Se Jin. Ia lalu beranjak pergi.

Bersambung ke part 2...

*Si bodoh Kyung Wan memilih tidak percaya Na Yeon putri kandungnya... Gk sabar pengen cepat2 sampai di epi 80, dimana Kyung Wan tahu Na Yeon putrinya.

No comments:

Post a Comment