Tuesday, January 7, 2020

Selection : The War Between Women Ep 5 Part 4

Sebelumnya...


Di halaman rumah karantinanya,, Eun Bo resah memikirkan kata-kata Kyung tadi.

Kyung : Aku senang berpikir itu adalah kau dan merasa hancur berpikir itu bukan kau. Aku merasa bersalah berpikir itu kau dan merasa sedih berpikir itu bukan kau. Tapi, aku senang berpikir itu mungkin kau.

Eun Bo menghela nafasnya. Ia bertanya-tanya, apakah Kyung sangat mencintai Eun Ki, kakaknya?


Kyung yang sudah terlelap, mimpi buruk tentang Eun Bo.

Kyung : Eun Ki-ya....


Dalam mimpinya,, Eun Bo yang tengah berada di proses seleksi, diculik. Eun Bo yang pingsan, dimasukkan ke dalam sebuah kontainer kayu oleh si penculik. Mulut dan tangan Eun Bo diikat.


Ia lalu melihat dua pria membawa kontainer kayu itu dengan gerobak, melewati sebuah sumur. Sumurnya bahkan terlihat jelas dalam mimpinya.


Kyung terbangun.

Kyung : Andwae!

Kyung terkejut.


Paginya,, Bu Jung tiba di rumah karantina bersama pelayan Daebi dan pelayan Young Ji.

Mereka kemudian masuk. Kedua pelayan memegang nampan yang ditutupi sehelai kain.

Bu Jung kemudian menarik ke bawah kain yang menutupi kedua nampan. Di atas nampan, terlihat beberapa kantong.

Bu Jung : Ini adalah tes ketiga, tes Haengsang. Masing-masing kantong berisi uang saku dari keluarga kerajaan. Jumlahnya bervariasi dari 100 nyang hingga 1 nyang. Semuanya bervariasi,
 tetapi semua itu harus digunakan untuk rakyat. Dua hari kemudian pukul lima,  kami akan mengumpulkan orang-orang di depan wisma. Tolong buktikan itu. Kalian memiliki kemurahan hati dan kebajikan sebagai kandidat untuk menjadi ratu. Apakah kalian jujur ​​atau tidak akan ditentukan oleh suara rakyat.

Para gadis mengerti.

Bu Jung : Kami akan mulai dengan orang yang memiliki skor tertinggi sejauh ini. Nona Kim dapat memilih kantong terlebih dahulu.


Song Yi tersenyum. Ia maju dan memilih kantong paling ujung. Seperti biasa, kantong pilihan Song Yi, sudah ditandai, dengan ujung benang.

Song Yi kemudian menatap pelayan Daebi. Pelayan Daebi mengangguk. Song Yi pun semakin yakin memilih kantong itu.

Song Yi lalu membukanya dan menunjukkan kertas berisi nominal uang yang didapatnya.


Giliran Young Ji berikutnya. Young Ji juga menunjukkan kertas berisi nominal uang yang didapatnya.

Lalu Nona Park, teman sekamar Song Yi. Nona Lee, Nona Ha, Nona Bang, si gadis bertubuh gemuk dan terakhir Eun Bo.


Eun Bo membuka kantongnya dan terkejut melihat nominal yang ia dapat.


Eunuch Hwang menuangkan teh untuk Kyung.

Kyung sendiri terlihat resah.

Melihat itu, Eunuch Hwang menduga Kyung kurang tidur.

Kyung pun cerita bahwa ia bermimpi buruk semalam.

Kyung : Langit yang mengerikan.

Eunuch Hwang : Yang Mulia, anda tahu Aku seorang kasim, bukan? Tetapi aku bermimpi bahwa aku punya anak. Perutku mulai tumbuh besar dan ketika anda melihatku seperti itu, anda memujiku tidak seperti biasanya dan anda bahkan memberi nama pada anakku. Nama itu adalah "Mimpi Imut."

Kyung tertawa.

Kyung : Jadi maksudmu mimpiku adalah mimpi konyol?

Eunuch Hwang : Anda salah. Mimpi biasanya aneh. Aku berusaha memberitahumu untuk tidak khawatir. Jadi aku membuat lelucon kecil. Bukankah itu lucu ...


Eunuch Hwang tertawa, tapi melihat Kyung yang tidak tertawa sama sekali, ia jadi salah tingkah sendiri.

Eunuch Hwang : Aku akan memberi tahu tabib untuk membuat obat yang akan membantu anda tidur.

Eunuch Hwang berdiri, tapi gak sengaja menginjak jubahnya sendiri.

Eunuch Hwang : Jubahku terinjak....


Di halaman, Eun Bo melihat uang yang ia dapatkan. Eun Bo pun menghela nafas.


Para kandidat diizinkan meninggalkan rumah siang hari.

Song Yi berbelanja di pasar.

Lalu,, pengawal Man Chan tiba2 datang mendekatinya.

"Nona, apa yang akan kau lakukan dengan semua makanan ini?"

"Aku punya rencana." jawab Song Yi.


Young Ji pulang ke rumahnya. Ia curhat pada ayahnya tentang Song Yi yg berencana mengadakan pesta.

Young Ji : Apa yang akan aku lakukan dengan hanya 10 nyang?

Heung Gyeon : Makanan bukan satu-satunya hal yang memuaskan orang.

Young Ji : Lalu apa lagi?


Malamnya,, para gadis sudah kembali ke rumah karantina.

Eun Bo melihat uang satu nyang yang ia dapat.

Tiba2, Young Ji masuk. Eun Bo langsung menyimpannya.

Young Ji : Kau hanya punya satu nyang dalam pilihan? Apa yang akan kau beli?

Eun Bo : Yang Aku dapatkan hanyalah satu nyang. Bagaimana denganmu? Apa yang kau persiapkan?

Young Ji : Aku? Aku tidak punya banyak.

Young Ji lantas pura2 menguap.

Young Ji : Apakah kau tidak lelah? Kita harus tidur.

Young Ji tidur duluan. Wajahnya terlihat senang.


Kyung masih memikirkan mimpi buruknya ttg Eun Bo.


Cemas,, Kyung memutuskan mencari udara segar diluar.

Eunuch Hwang : Yang Mulia, Petugas Han memeriksa beberapa kali. Tidak ada yang terjadi padanya. Tolong berhentilah khawatir.

Kyung : Iya, itu hanya sebuah mimpi. Itu pasti Mimpi.


Eun Bo dan Yeo Wool berkeliling di pasar. Yeo Wool : Nona, sekarang sudah waktunya. Menurut pelayan lain, Nona lain sudah menyiapkan pakaian katun dan menyewa ahli akupuntur terkemuka.


Eun Bo terus berjalan. Tiba2 saja, matanya melihat sesuatu. Eun Bo pun bergegas mendatangi kios yang dilihatnya.

"Apa ada kertas termurah yang kau miliki?"

"Ini dia. Berapa yang kau mau?"

"Beri aku sesuai harga satu nyang."


Bu Jung mengumpulkan rakyat di depan rumah karantina.

Para pelayan tampak membagikan papan kayu kecil pada rakyat.

Bu Jung : Saat sudah lewat jam lima, akan ada guci dengan nomor di depan pintu ini. Hari ini kalian akan memilih seorang Nona muda yang paling memberi kepada orang-orang dan letakkan kartu di dalam toples yang memiliki nomor yang sama sebagai nomor yang tertulis di pakaiannya. Apakah kalian mengerti?


Young Ji dan pelayannya cemas menunggu sesuatu.


Sementara Song Yi berteriak kepada rakyat kalau ia punya banyak makanan.


Kandidat lain juga sibuk dengan tugas mereka.


Young Ji yg masih menunggu sesuatu, bertemu Eun Bo dan Yeo Wool.

Pelayan Young Ji kemudian berteriak, Nona, mereka datang!

Ternyata Young Ji menyewa penari dengan 10 nyangnya.


Eun Bo minder melihatnya.

Eun Bo yg minder, kemudian mengajak Yeo Wool pergi.


Yeo Wool menggelar tikar di tanah.

Yeo Wool : Tunggu sebentar, Nona.

Eun Bo mengangguk.


Yeo Wool pergi. Eun Bo pun mulai duduk diatas tikar dan sibuk menyiapkan kertas2nya.

Young Ji menoleh ke Eun Bo. Ia melihatnya dengan raut wajah cemas.

Sementara Song Yi dan pelayannya tampak penasaran dengan yang dilakukan Eun Bo.


Beberapa pria antusias menuju tendanya Song Yi.

"Mereka membagikan makanan! Ayo kita periksa!"


Jae Hwa kemudian datang dan penasaran ada apa.

"Para kandidat seleksi yang mengadakan pesta untuk rakyat." ucap pria yang ditanya Jae Hwa. Para pria itu kemudian menuju tenda Song Yi.


Yeo Wool membawakan meja untuk Eun Bo.


Seorang bocah laki2 mendekati Eun Bo sambil terus mengunyah makanan.

"Apa yang kau lakukan?" tanya bocah itu.

"Ini adalah Shinmoongo." jawab Eun Bo.

"Shinmoongo? Maksud anda drum yang akan kau pukul ketika kau memiliki keluhan?" tanya Yeo Wool.

"Ya, benar. Aku akan menuliskan apa yang orang selalu ingin katakan dan mengirimkannya ke istana." jawab Eun Bo.

"Alih-alih keluhan, dapatkah aku mengatakan bahwa aku ingin makan makanan seperti ini setiap hari?" tanya bocah itu.

"Silakan duduk di sana." jawab Eun Bo.


"Jadi maksudmu, kau dijebak sebagai pencuri dan diusir oleh tuanmu?" tanya Eun Bo pada seorang pria.

Pria itu, iya.

Eun Bo mulai menulis keluhan pria itu.

Terlihat antrian di belakang pria itu.


Orang2 yg sedang makan di tenda Song Yi, beralih ke Eun Bo.

Song Yi kesal melihatnya.


Eunuch Hwang memberitahu Kyung bahwa para kandidat melakukan misi seleksi terakhir di luar istana.

Kyung : Di luar istana? Bagaimana mungkin seleksi terjadi di luar istana ketika itu melanggar hukum?

Eunuch Hwang : Aku tidak tahu detailnya, Tetapi ternyata para kandidat mengadakan pesta untuk orang-orang di depan wisma.

Kyung : Cari tahu detail lebih lanjut tentang itu.

Eunuch Hwang : Baik, Yang Mulia.


Jae Hwa tiba di pesta yg diadakan para kandidat.


Song Yi dibisiki sesuatu oleh pelayannya. Song Yi marah.


Maka Song Yi langsung mendatangi Eun Bo. Ia membaca salah satu surat Eun Bo.

Song Yi : Ini benar-benar berbicara buruk tentang keluargaku. Beraninya kau! Tapi mempermasalahkannya sekarang tidak akan baik kalau kita berdua tidak berbicara.

Eun Bo : Pimpinlah Jalan.

Song Yi senang.


Yeo Wool melarang Eun Bo pergi.

Eun Bo : Jangan khawatir.


Eun Bo pun pergi menyusul Song Yi.

Tepat saat itu, Jae Hwa melihat Eun Bo tapi ia tak melihat jelas wajah Eun Bo.

Jae Hwa : Nona?


Eun Bo dan Song Yi bicara di tempat sepi.

Song Yi menampar Eun Bo.

Eun Bo balas menampar Song Yi.

Eun Bo : Seperti yang kau lihat, aku juga punya tangan.

Song Yi ingin menampar Eun Bo lagi tapi ditahan Eun Bo.

Eun Bo : Apakah kau ingin melihat siapa yang lebih kuat?

Song Yi lalu melihat ke belakang Eun Bo.

Song Yi : Kau akan kalah.


Pengawal Man Chan yang datang dan membekap Eun Bo.

Song Yi :  Itulah sebabnya kau seharusnya tidak menghalangi aku. Aku juga kesal dengan gadis dari keluarga Jo itu, tetapi kau bukan pesaing bagiku. Diam dan kembali ke pedesaan tempat kau berasal. Berperilakulah selayaknya dirimu sendiri.


Pengawal Man Chan memukul Eun Bo, hingga Eun Bo pingsan.

Song Yi : Letakkan dia di suatu tempat sampai seleksi berakhir. Ikat juga pelayannya.


Sesuai mimpi Kyung, Eun Bo yang pingsan dimasukkan ke dalam kontainer kayu. Mulut serta tangannya diikat.


Jae Hwa tiba2 datang tapi diusir oleh pengawal Man Chan. Pengawal Man Chan bilang,, Jae Hwa tak bisa masuk karena lingkungan itu masih bagian dari istana.

Jae Hwa : Bukankah seorang nona muda datang ke sini? Aku yakin dia pergi kearah sana.

Pengawal Man Chan : Aku sudah bilang kembalilah!


Jae Hwa mau tak mau pergi tapi sebelum pergi ia sempat curiga pada isi kontainer kayu.


Misi selesai. Bu Jung pun menemui rakyat dan para gadis.

Bu Jung : Inilah akhir dari misi. Tolong temui aku di halaman depan rumah tamu.

Para gadis pun pergi.

Bu Jung : Harap masukkan kartu ke dalam toples sekarang.


Pengawal Man Chan lewat di tengah2 mereka, mendorong kontainer kayu itu.

Yeo Wool cemas karena Eun Bo belum kembali. Tiba2, seorang pria membekapnya.


Bu Jung heran karena tidak melihat Eun Bo.

Song Yi menahan tawanya.

Bu Jung menatap tajam ke Song Yi.

Bu Jung : Cari dia. Jika aku tidak melihatnya sebelum pengumuman, Nona Hong akan ... dikeluarkan.


Eunuch Hwang bergegas memberitahu Kyung bahwa Eun Bo hilang.

Kyung kaget dan panic.

Bersambung......

1 comment: