Wednesday, January 8, 2020

Selection : The War Between Women Ep 6 Part 1

Sebelumnya...


Mendengar kabar Eun Bo menghilang,, Kyung langsung menugaskan Han Mo mencari Eun Bo.

Kyung : Cepat dan kirim tentara. Cari dimanapun itu di sekitaran wisma! Kita harus menemukannya!

Tapi kemudian ia teringat ttg mimpinya.

Teringat mimpinya, Kyung pun meminta peta Kota Hanyang dan mengajak mereka ke perpustakaan.


Han Mo, Eunuch Hwang dan dua pengawal lagi mengikuti Kyung ke perpustakaan.

Kyung melihat peta Kota Hanyang.

Kyung : Dia baru saja menghilang. Kemungkinan dia belum melampaui radius 1 mil di sekitar wisma. Jika begitu... dia pasti berada di sekitar salah satu dari empat sumur. Kirim prajurit ke tempat-tempat ini dan periksa setiap gerobak yang lewat.

Han Mo bingung, Yang Mulia, tapi mengapa harus sumur? Kita belum memiliki informasi apa pun.

Kyung : Sejak kapan kau mempertanyakan perintahku!

Han Mo : Maafkan aku, Yang Mulia. Aku akan mengikuti perintah anda.

Eunuch Hwang terdiam. Ia sulit percaya mimpi Kyung menjadi kenyataan.


Para pengawal mulai memeriksa setiap lokasi yang ada sumurnya, sesuai perintah Kyung.


Han Mo juga ikut memeriksa.

Mereka memeriksa gerobak yang lewat juga.


Daebi Mama terkejut saat asisten Bu Jung melaporkan hilangnya Eun Bo. Ia pun langsung menuding Eun Bo sedang membuat masalah baru.

Sontak, Wangdaebi langsung menatapnya tajam. Ia pun diam.

Wangdaebi lantas tanya, Eun Bo hilang karena diculik atau bukan?

"Itu belum bisa dipastikan."

Wangdaebi kesal, apa yang mereka lakukan di wisma sekarang?


Pengawal menanyakan Eun Bo pada penduduk sekitar.

"Kau melihat Nona nomor delapan?"


Pelayan yang sedang menjaga kotak suara, melihat itu dan langsung pergi.

Bu Jung menanyai pelayan yang membantunya.

Bu Jung : Kenapa tidak satu pun dari banyak orang ini tidak melihatnya?

"Permasalahannya adalah kupikir mereka semua terganggu oleh kinerja peserta." jawab pelayan Daebi.

Pelayan satunya berkata, bahwa Yeo Wool juga hilang.


Eunuch Hwang tanya alasan Kyung mengirim Han Mo ke sumur.

Eunuch Hwang : Apa karena mimpi itu? Apa yang anda lihat dalam mimpi anda?

Kyung : Ratu... ,tangannya diikat dan mulutnya disumpal. Dia ada di dalam gerobak. Dan kereta itu melewati sebuah sumur.


Pengawal Man Chan mendorong gerobak itu menuju suatu tempat.

Han Mo melihatnya. Han Mo kemudian mengangguk pada bawahannya.


Mereka lantas menggerebek seorang pria. Tapi tidak menemukan Eun Bo.


Pengawal Man Chan terus mendorong gerobak. Lalu kemudian ia mendengar suara.

Pengawal Man Chan memeriksa Eun Bo. Eun Bo masih pingsan.


Mereka lantas kembali berjalan, mendorong gerobak, melewati sumur seperti di mimpi Kyung.


Young Ji teringat kata2 ayahnya, bahwa sang ayah akan menyingkirkan Eun Bo dari pandangannya jika Eun Bo benar2 Ratu.

Young Ji membatin, jangan bilang ini ulah ayah.... Tidak, itu tidak mungkin.


Pelayan Daebi tanya, apa yang harus mereka lakukan dengan pemungutan suara.

Bu Jung : Kita masih belum menemukan Nona Hong. Setidaknya, aari kita tunggu sampai matahari terbenam.


Yeo Wool berjalan, sembari ditodong pisau oleh salah satu pengawal Man Chan.


Bersamaan dengan itu, Jae Hwa lewat. Jae Hwa memikirkan tentang Eun Bo yang dilihatnya tadi. Ia tak yakin itu Eun Bo.


Jae Hwa menghela nafas dan menabrak Yeo Wool. Kertas2 yg dipegang Yeo Wool jatuh ke tanah.

Si penodong, langsung menyembunyikan pisaunya.

Yeo Wool pun menggunakan kesempatan itu. Ia minta tolong diselamatkan pada Jae Hwa.

Si penodong marah dan menuding Yeo Wool gila.


Si penodong berusaha mendekati Yeo Wool. Jae Hwa pun langsung mendorongnya.

Pria itu jatuh. Dan Jae Hwa melihat pisau di tangan si penodong.


Jae Hwa lalu mendekati Yeo Wool.

Jae Hwa : Kau baik-baik saja?

Yeo Wool terhenyak melihat si penodong mengarahkan pisau ke Jae Hwa.

Tapi Jae Hwa dengan santainya memelintir tangan si penodong yang memegang pisau, hingga pisaunya jatuh.

Jae Hwa kemudian menendang si penodong.


Prajurit istana lewat dan melihat keributan itu, tapi prajurit istana malah menyerang Jae Hwa. Jae Hwa yang mengira prajurit istana bagian dari komplotan penodong, balas menyerang. Setelah berhasil menjatuhkan mereka, Jae Hwa mengajak Yeo Wool pergi. Tapi Yeo Wool mengambil kertas2 nonanya terlebih dahulu sebelum pergi. Jae Hwa membantu Yeo Wool memungut kertas2 itu.


Sekarang,, Jae Hwa membaca salah satu surat Eun Bo.

[Tolong hentikan dokter dari memberikan obat yang berbeda berdasarkan status pelanggan]

Jae Hwa : Kau seorang pelayan dari kandidat untuk seleksi?

Yeo Wool : Iya. Terima kasih banyak Tuan.  Maaf, aku sedang terburu-buru.


Pria bertudung mematai kediaman tabib yang merawat Young Koon. Tak lama, pintu dibuka dan seorang penjaga keluar dari dalam.

Pria bertudung sempat melihat Young Koon saat pintu terbuka.


Penjaga melihat pria itu. Pria itu bergegas kabur.


Kyung heran karena pengawalnya tidak berhasil menemukan Eun Bo di dekat sumur.

Han Mo : Kami mencari di daerah sekitarnya untuk berjaga-jaga, tetapi kami tidak dapat menemukannya.

Kyung menggebrak meja. Ia marah.

Kyung : Bagaimana ini bisa terjadi!

Kyung lalu melihat lumpur di sepatu para pengawalnya.


Kyung : Noda apa itu?

Han Mo : Kupikir ini dari sumur.

Eunuch Hwang : Yang Mulia, tanah biasanya berlumpur di sekitar sumur karena tidak pernah kering. Itu karena orang-orang terus-menerus mengambil air dari sumur.

Kyung : Tanahnya berlumpur?


Kyung mengingat-ingat mimpinya tentang sumur yang dilewati si penculik.

Kyung : Tapi yang kulihat itu kering.

Tak lama Kyung sadar, sumur dalam mimpinya mengering karena tak pernah digunakan.

Kyung : Apakah ada peta yang lebih tua dari ini?

Han Mo : Apakah anda mengacu pada peta kuno?


Kyung : Bawa kesini.

Han Mo bergegas membawakannya.

Kyung : Ini bukan di peta pertama.

Han Mo : Jika sumur ditutup, itu mungkin tidak digambar di peta baru.

Kyung : Itu adalah sumur yang ditinggalkan.

Han Mo : Aku akan berada di sana, Yang Mulia.

Kyung : Bawakan aku pakaian biasaku. Aku perlu memastikannya sendiri.

Eunuch Hwang langsung menghela nafasnya. Ia kesal karena Kyung lagi2 mau keluar istana.


Kyung dan pengawalnya serta para prajurit meninggalkan istana.


Anak buah Man Chan kesulitan mendorong gerobaknya.

Mereka pun memutuskan meninggalkan gerobaknya dan menggendong Eun Bo ke persembunyian.

Eun Bo sendiri masih pingsan.


Kyung dan pengawalnya dan prajurit tiba di lokasi sumur itu.

Kyung yakin, itu sumurnya.

Kyung lalu memeriksa tanah dan menemukan jejak gerobak.

Kyung langsung mengikuti jejak itu.


Eun Bo ditinggalkan di sebuah gubuk.


Pengawal Man Chan memberikan pedangnya ke anak buahnya.

"Jagalah dengan aman sampai aku kembali."


Eun Bo akhirnya sadar dan terkejut melihat dirinya disekap.


Kyung dan pengawalnya menemukan gerobak itu.

Han Mo : Kupikir mereka meninggalkannya sejak rodanya tersangkut.

Kyung : Mereka mungkin tidak akan berhasil tanpa gerobak. Berpisah dan cari.


Para prajurit menyebar.


Tak lama kemudian, Kyung menemukan sepatu Eun Bo.

Kyung marah.


Eun Bo berusaha mendobrak pintu.

Penjaga yg merasa terganggu dengan suara berisik karena Eun Bo mendobrak pintu, akhirnya membuka pintu dan masuk.


"Sudah cukup! Kau itu terlalu berisik!" ucapnya sambil mendorong tubuh Eun Bo dengan pedangnya.

Melihat pintu terbuka, Eun Bo menghantukkan kepalanya dgn kepala si penjaga, lalu berusaha kabur.

Si penjaga mencabut pedangnya dan mengarahkan pedangnya ke Eun Bo.

"Kau mau mati? Tidak bisakah kau menjaga sikap?"

Eun Bo terdiam.

*Lawak banget ni penculik,, nyuruh Eun Bo jaga sikap.


Man Chan terkejut mendengar dari pengawalnya bahwa Song Yi menyuruhnya menculik Eun Bo.

"Apakah kau yakin melakukannya dengan baik?" tanya Man Chan.

" Iya. Dengan hati-hati aku membawanya ke samping. Salah satu pengawalku sedang mengawasinya sekarang."

"Song Yi itu..., dia benar-benar sesuatu, benar kan? Pastikan untuk mengawasinya dengan baik. Jangan biarkan dia pergi sampai proses seleksi berakhir."


Eun Bo masih diancam dengan pedang.

Kyung dan Han Mo bergegas mencari Eun Bo. Mereka tiba di depan gubuk tempat Eun Bo disekap.

Eun Bo masih diancam.

Tak lama, Kyung dan Han Mo masuk.


Anak buah pengawal Man Chan langsung menyandera Eun Bo.

"Mundur. Sekarang juga!" suruh anak buah pengawal Man Chan.


Kyung dan Han Mo perlahan-lahan mundur.

Anak buah pengawal Man Chan membawa Eun Bo keluar.

Han Mo : Jatuhkan pedangmu.

"Diam dan jangan bergerak. Siapa kau? Aku akan memenggal kepalanya."

Eun Bo langsung memejamkan matanya karena takut.


Kyung menatap lembut Eun Bo.

Kyung : Jangan takut dan lihat saja aku.

Eun Bo membuka matanya dan menatap Kyung.

Kyung : Tidak apa-apa. Aku akan memastikan untuk menyelamatkanmu.

Kyung lalu teriak ke Han Mo, jigeum!


Han Mo pun dengan cepat mengeluarkan pisau kecilnya dan melemparkannya ke arah anak buah pengawal Man Chan.

Pisau kecil Han Mo mengenai pinggangnya. Eun Bo terlepas. Kyung langsung menarik Eun Bo ke sisinya.

Han Mo melempar pisau kecilnya lagi tapi tidak kena.

Anak buah pengawal Man Chan berusaha melawan tapi Han Mo dengan cepat menebasnya.

Kyung membuka ikatan di tangan dan mulut Eun Bo.

Eun Bo yang masih syok, nyaris jatuh tapi Kyung langsung memegangnya. Wajah Eun Bo terlihat pucat.


Kyung menatap Han Mo. Han Mo mengangguk, bahwa si anak buah pengawal Man Chan sudah mati.


Eun Bo duduk di teras rumah pondok, menenangkan diri. Tak lama, Kyung dan Han Mo datang.

Han Mo mengembalikan sepatu Eun Bo.


Eun Bo lantas berdiri, memakai sepatunya. Tapi kemudian, ia yang masih syok, hampir jatuh lagi.

Kyung sontak memegangi Eun Bo.

Kyung : Kau baik-baik saja?

Eun Bo : Iya, ngomong-ngomong apa yang membawa anda berada di jalan ini, Yang Mulia?


Eun Bo kemudian ingat kalau ia harus kembali ke rumah karantina. Eun Bo panic.

Eun Bo : Aku harus pergi sebelum seleksi berakhir.

Eun Bo lantas bertanya-tanya, dimana ia berada sekarang.

Kyung marah.

Kyung : Bahkan setelah semua ini terjadi? Kau hampir mati! Ini berbahaya. Kau masih gemetaran. Dan kau masih ingin kembali? Apa yang kau inginkan sebenarnya? Kau membodohiku dan membodohi orang lain. Apakah semua itu untuk menjadi Ratu? Jika demikian, aku akan mengembalikanmu sebagai Ratu dengan cepat. Aku akan memastikan untuk melakukan hal itu. Apakah kau puas?

Eun Bo : Bukan itu.

Kyung : Lalu untuk apa ini semua? Mengapa kau menempatkan dirimu dalam bahaya? Katakan padaku! Untuk Apa itu?


Eun Bo : Itu karena Anda, Yang Mulia! Anda membuatku seperti ini, Yang Mulia. Anda menghancurkan segalanya! Karena anda terus mengira aku sebagai Ratu yang sudah mati. Itulah penyebab mengapa aku berada dalam bahaya seperti ini.

Kyung : Katakanlah kalau kau benar-benar Hong Yeon. Jika demikian, mengapa Nona Hong Yeon begitu terobsesi dengan seleksi?

Eun Bo : Jika aku didiskualifikasi dengan cara yang memalukan, aku akan sangat mempermalukan ayah dan keluarga-ku. Tetapi jika aku menjadi Ratu, itu akan menjadi kehormatan terbesar bagi keluarga Hong. Apakah itu menjawab pertanyaan anda?


Kyung kecewa, kau benar. Aku tidak akan lagi melakukan kesalahan yang sama. Kau bisa kembali.

Kyung lantas berbalik dan mendekati Han Mo.

Kyung : Han Mo, kau harus mengantar nona muda itu ke wisma.

Kyung lalu pergi bersama para prajuritnya. Kyung sangat kecewa.


Eun Bo menolak dikawal Han Mo.

Han Mo : Ini perintah Yang Mulia.

Eun Bo pun tak bisa menolak.


Nona Park protes karena Bu Jung membuat mereka menunggu Eun Bo yang ia klaim tidak akan pernah kembali.

Nona Park : Jelas apa yang terjadi mengingat dia pergi dengan pelayannya. Dia melarikan diri.

Nona Bang membela Eun Bo.

Nona Bang : Dia mungkin punya alasan.

Nona Bang melirik Young Ji.

Nona Bang : Bukankah begitu?

Young Ji : I.... iya.

Song Yi ikut bicara.

Song Yi : Apa pun alasannya, satu orang yang menunda seluruh proses seperti ini Itu tidaklah adil.

Asisten Bu Jung tanya, apa yang harus mereka lakukan.

Bu Jung : Nona Kim memiliki poin yang bagus. Mulai saat ini, Nona Hong, yang melanggar aturan seleksi akan dikeluarkan. Singkirkan toples Nona Hong dan mulai penghitungan suara.


Nona Park dan Song Yi senang.


Perhitungan suara dimulai.

Song Yi mendapat 5 suara.


Young Ji 2 suara.


Nona no 3 hanya 1 suara dan nona no 4, tidak mendapat suara.


Nona bang 5 suara.

Nona no 6, 3 suara.

Nona no 7, yakni Nona Park mendapat 3 suara.


Tiba2, Yeo Wool datang.

Yeo Wool menangis dan minta bantuan Bu Jung.

Yeo Wool : Kurasa sesuatu yang buruk terjadi pada nonaku.

Bu Jung kaget, sesuatu yang buruk? Apakah kau tidak pergi dengan dia?

Yeo Wool :  Tidak. Aku bahkan hampir diculik sendiri, tetapi berhasil melarikan diri.

Bu Jung :  Diculik? Bagaimana dengan Nonamu ...

Yeo Wool : Aku tidak tahu. Dia belum kembali sejak dia pergi dengan Nona Kim beberapa waktu lalu. Itu terakhir kali aku melihatnya.


Sontak semua terkejut.

Bu Jung menatap tajam Song Yi dan minta Song Yi ikut dengannya.

Bu Jung : Sisanya, kalian bisa melanjutkan penghitungan suara.


Bu Jung membawa Song Yi ke ruangannya.

Bu Jung : Aku ingin berbicara secara pribadi karena ada banyak telinga yang mendengarkan. Kenapa kau tidak mengatakan apa-apa? Kau adalah orang terakhir yang melihat Nona Hong.

Song Yi : Kami hanya mengobrol sedikit dan Aku pergi lebih dulu. Bagaimana aku tahu kalau aku adalah orang terakhir yang melihatnya?

Bu Jung : Maksudmu, kau tidak tahu di mana dia?

Song Yi : Apakah anda curiga terhadapku? Apa yang aku lakukan? Bagaimana anda bisa menginterogasiku hanya karena apa yang dikatakan pelayannya?

Bu Jung : Jawab saja pertanyaanku.


Song Yi pura2 nangis.

Song Yi : Sekarang aku mengerti. Anda berjanji untuk selalu adil tapi anda memperlakukanku dengan tidak adil karena aku kerabat Ibu Ratu! Dan itu karena anda adalah Pelayan dari pengadilan Ratu Janda.

Sontak Bu Jung menggebrak meja mendengarnya.

Bu Jung : Nona Kim!

Song Yi : Jika bukan itu, untuk alasan apa anda melakukan ini padaku? Aku merasa jadi korban.


Diluar, Nona Bang berbisik pada Young Ji.

Nona Bang : Kaulah satu-satunya yang bisa bersaing dengan Nona Kim di antara kita.


Song Yi keluar dan mengomel karena anak buah keluarganya tidak bisa menangani Yeo Wool dgn baik.


Young Ji menghampiri Song Yi.

Young Ji : Kau benar-benar tidak melihat Nona Hong Yeon?

Song Yi nyuekin Young Ji awalnya. Young Ji mengulangi pertanyaannya.

Song Yi : Apakah kau ingin aku memberi tahu padamu? Alasan mengapa kau selalu dibayangi oleh Hong Yeon. Itu karena kau selalu memilih kedua belah pihak. Apakah kau akan baik dan tidak bersalah atau menjadi serakah dan mencapai semuanya. Pilih saja. Apakah kau ingin berteman dengan orang kampung itu? Baiklah kalau begitu. Aku akan memberitahumu di mana gadis sialan itu. Jika aku katakan, kau mungkin akan stres karena kau tidak bisa menghadapi atau mengabaikannya. Biarkan aku memberi tahu padamu di mana dia berada.


Young Ji langsung menutup telinganya.

Song Yi : Apa kau bodoh? Bagaimana aku tahu di mana wanita yang hilang itu?

Song Yi beranjak pergi.


Nona Bang dan Yeo Wool langsung menanyai Young Ji.

Nona Bang : Apa yang dia katakan?

Yeo Wool : Apa yang dia katakan, Nona? Apakah dia melihat Nona Hong? Apakah dia tahu di mana Nonaku?


Asisten Bu Jung menemui Wangdaebi.

Wangdaebi : Apakah kau menemukan sesuatu di wisma?

"Sepertinya Nona Hong menghilang. Nyonya Jung bertanya kepada anda bagaimana cara menangani situasi ini. Juga, pelayan istana dari kamar tidur Yang Mulia mengatakan Yang Mulia meninggalkan istana."

Wangdaebi kaget mendengar Kyung meninggalkan istana.


Han Mo terus menjaga Eun Bo.

Mereka akhirnya tiba di rumah karantina. Tapi Eun Bo dilarang masuk oleh para pengawal yg menjaga rumah karantina.


Han Mo menyuruh para pengawal membiarkan Eun Bo masuk.

Eun Bo pun masuk.

Han Mo terus menjaga Eun Bo sampai Eun Bo benar-benar masuk ke rumah karantina dengan selamat.


Kyung dibantu pelayannya memakai jubah. Setelah itu, pelayannya langsung pergi.

Eunuch Hwang : Apa mimpi anda benar-benar akurat?

Kyung : Aku telah memiliki mimpi itu sejak aku ditembak. Kupikir aku memperoleh kekuatan untuk memprediksi masa depan.

Mendengar itu, Eunuch Hwang langsung menjauhi Kyung.

Eunuch Hwang : Maafkan Aku, Yang Mulia. Tiba-tiba aku merasa takut pada anda.

Kyung : Jika demikian, haruskah aku membiarkanmu meninggalkan istana?


Eunuch Hwang kembali mendekati Kyung.

Eunuch Hwang : Tidak, Yang Mulia. Aku akan tinggal di sini

Eunuch Hwang lantas memberitahu bahwa ia menerima pesan dari tabib yang menjaga Young Koon saat Kyung pergi mencari Eun Bo.

Eunuch Hwang : Dia mengatakan seseorang telah mengintai selama berhari-hari. Mungkin Petugas Han harus menangkap orang itu.

Kyung : Jika kita terburu-buru menyergapnya dan kehilangan dia, itu akan berakhir. Jika begitu... kurangi jumlah tentara yang menjaga kantor dokter menjadi dua. Dia akan mencoba menyelamatkan Young Koon. Kita perlu mengikutinya dan mencari tahu ke mana dia pergi dan dengan siapa dia bertemu.

Eunuch Hwang : Baik, yang Mulia.


Di ruangannya, Bu Jung stress.

Bu Jung lalu tanya pada pelayannya, apa Wangdaebi tidak mengatakan apapun?

"Tidak Nyonya."


Bu Jung lalu melirik guci Eun Bo yang ada di depannya.

Penasaran, ia memeriksanya dan terkejut melihat suara yang diterima Eun Bo.

Bersambung ke part 2.......

No comments:

Post a Comment