Thursday, January 2, 2020

The Great Show Ep 16 Part 3 (Episode Terakhir)

Sebelumnya...


 "Enam bulan kemudian"

Dae Han dan Soo Hyun keluar dari kamar sambil menggeret koper dan membahas soal Kota Jinju yang menyurvei kesepakatan antara Mal Woods dan Pasar Inju untuk keuntungan bersama. Soo Hyun mengaku bangga.


Tak dan si kembar sedang video call-an.

Da Jung dan Jung Woo sibuk dengan bayi mereka.

Soo Hyun : Tapi Kota Jinju hanya mengundang kau dan ayah. Kau yakin kita semua bisa pergi?

Dae Han : Tidak ada salahnya memanfaatkan ini. Akan menyenangkan pergi liburan keluarga.

Tak : Ayah, akan kutunjukkan Sun.


Tak mengarahkan kameranya ke Da Jung dan Sun.

Dong Nam : Astaga, Sun! Kau makin besar setiap harinya! Manisnya.

Da Jung : Bagaimana Vietnam?

Dong Nam : Bagus. Pekerjaan juga baik-baik saja.


Tae Poong merebut ponsel Tak.

Tae Poong : Ayah, hasilkan banyak uang dan kembalilah ke Korea.

Dong Nam : Baik, ayah akan mencari banyak uang dan kembali, jadi, jangan bertengkar dengan Song Yi dan bersikap baik, ya? Kau harus menurunkan berat badan. Jangan makan terlalu banyak!


Semua tertawa. Song Yi lalu mengambil ponsel Tak dari Tae Poong.

Song Yi : Jangan khawatir. Aku akan mengawasi Tae Poong.


Dae Han dan Soo Hyun menyapa Dong Nam.

Dae Han : Halo, Pak. Apa kabar?

Dong Nam : Aku baik-baik saja. Maaf aku harus menitipkan anak-anak denganmu lagi.

Dae Han : Tidak perlu sungkan. Ini bagus dan ramai. Jaga dirimu. Tidak apa-apa.


Sekarang, Dae Han, Soo Hyun, Jung Woo, Sun, Da Jung, Tak dan Si Kembar sudah di mobil.

Soo Hyun duduk disamping Dae Han.

Jung Woo, Sun dan Da Jung di kursi tengah.

Di kursi belakang, Tak asyik bermain dgn Si Kembar.

Jung Woo : Aku penasaran kenapa kakak harus naik mobil ini, alih-alih naik mobil Pak Jung? Kurasa itu karena dia ingin pergi dengan ayah.

Soo Hyun yg malu menyangkalnya.

Soo Hyun : Tidak. Aku ingin ibu dan ayahku merasa akan pergi berduaan.


Di mobil, Bu Yang menyuapi Pak Jung yg sedang menyetir. Pak Jung bertanya,, bagaimana jika kita menikahkan Soo Hyun dan DAe Han musim semi berikutnya?

Bu Yang : Kenapa terburu-buru?

Pak Jung : Kenapa menundanya. Mereka tidak makin muda. Tapi sejujurnya....

Bu Yang : Hentikan!

Pak Jung : Maksudku cuacanya bagus! Cuacanya indah.


Dae Han mengatakan, rasanya menyenangkan bisa pergi dengan Soo Hyun.

Soo Hyun : Terserah. Fokuslah mengemudi.

Dae Han : Ya, Bu. Aku akan fokus...


Dae Han melihat Soo Hyun memakai kacamata.

Dae Han : Keren. Dari mana kau mendapatkannya?

Soo Hyun : Matahari sangat terik. Mataku sakit.

Dae Han : Astaga, sakit sekali. Sangat sulit untuk mengemudi.

Soo Hyun : Kau tidak akan membiarkanku, bukan?

Soo Hyun memberikan kacamatanya ke Dae Han.

Dae Han : Tidak, aku tidak memintanya.

Soo Hyun : Cepat ambil.

Dae Han : Apa? Aku tidak... Terima kasih.


Dae Han memakainya.

Dae Han : Astaga, ini terasa jauh lebih baik.


Mereka semua tiba di Pusat Pasar Jinju. Seorang pria pengelola pasar, mengajak mereka berkeliling dan menjelaskan ttg pasar itu.

"Ini adalah Mal Silk Road Youth, yang dikelola oleh kaum muda."

"Anda melakukannya dengan baik, Pak." jawab Dae Han.

"Kafe ini cantik dan ada berbagai makanan, jadi, ini sangat populer di masyarakat."

"Sangat menyenangkan." jawab Dae Han.

"Zaman pedagang di pasar tradisional zaman sekarang beragam, dan itu harus menjadi tempat dengan pengalaman unik alih-alih hanya menjual barang,"

"Tentu. Ya, kau benar." jawab Dae Han.


"Acaranya besok, jadi, anggap saja hari ini sebagai tur dan silakan lihat-lihat."

"Ya, Pak." jawab Dae Han.

"Semua orang harus...  Ke mana semua orang?" tanya pria itu kaget dan bingung.

"Mereka semua sangat bersemangat, jadi, mereka melihat-lihat." ucap Dae Han.


"Kalian lapar?" tanya Bu Yang pada Si Kembar. Soo Hyun dan ibunya membawa Si Kembar dan Tak ke salah satu kafe.


Tak : Tae Poong.

Tak memberikan garpu yg sudah dicucuk makanan, ke Tae Poong tapi saat Tae Poong mau mengambilnya, Tak pura2 akan memasukkannya ke mulut.

Tae Poong cemberut. Tak mengerjai Tae Poong sekali lagi. Ia pura2 memberikan itu ke Tae Poong tapi saat Tae Poong mau mengambilnya, malah dikasih ke Song Yi.

Semua tertawa.


Tae Poong cemberut, Kak Tak. Ayolah...


Soo Hyun : Tae Poong!

Soo Hyun memberikan makanan yg sama ke Tae Poong. Tae Poong senang.


Jung Woo, Da Jung dan Sun keliling melihat2. Mereka berhenti sebentar di toko baju.

Jung Woo memilihkan beberapa pakaian untuk Sun, tapi Sun malah membuang mukanya.

Da Jung tertawa, dia tidak menyukainya.


Mereka lantas pergi ke galeri dan melihat2 ukiran.

Di ruangan galeri itu, ada Dae Han, Soo Hyun, Pak Jung, Bu Yang, Tak dan Si Kembar. Dae Han sedang membuat ukiran.

Dae Han mengukir nama, 'Widaehan Sho' di ukirannya.


Habis dari galeri, mereka semua pergi makan.

Dae Han : Rasanya menyenangkan berada di sini. Aku bisa merasakan stresku hilang.

Soo Hyun : Kita bersenang-senang berkat Dae Han dan Ayah.

Dae Han : Apa kau juga menyukainya, Tae Poong?

Tae Poong : Aku menyukainya!

Song Yi : Ini menyenangkan.

Dae Han : Aku senang semua orang menyukainya. Bagaimana jika kita ke Vietnam untuk ulang tahun pertama Sun? Kita bisa mengunjungi ayah Tak.

Soo Hyun : Kedengarannya bagus.

Jung Woo : Kalau begitu, ayo kita pergi ke Kanada musim panas depan. Mengunjungi orang tuaku.

Dae Han : Astaga, Kanada?

Bu Yang : Kami akan sering bepergian ke luar negeri berkat kalian! Soo Hyun tidak pernah pergi ke luar negeri.


Dae Han : Benarkah? Kau belum pernah pergi ke luar negeri?

Soo Hyun : Aku bahkan tidak bisa naik lift. Bagaimana aku bisa naik pesawat?

Dae Han : Kalau begitu, kita harus pergi. Mari naik pesawat bersama.


Pak Jung : Mari lakukan. Selagi membahasnya, kalian bisa pergi ke Hawaii.

Soo Hyun : Apa? Kenapa kami harus pergi ke Hawaii?

Pak Jung : Orang bilang itu tempat yang bagus untuk bulan madu.

Mendengar itu, sontak Dae Han senang Pak Jung memberi restu padanya.


Pak Jung : Jika kau membuat Soo Hyun menangis, aku akan membuatmu menangis darah.

Dae Han : Tentu saja. Terima kasih, Ayah. Tidak akan kubiarkan dia mengangkat jarinya, apalagi menangis.


Soo Hyun : Siapa bilang aku akan menikah? Aku tidak mau menikah.


Sontak semua langsung menatap Soo Hyun dgn tatapan menggoda.

Pak Jung : Benarkah?

Soo Hyun : Belum.

Semua tertawa.


Sekarang mereka pergi ke studio lentera.

"Ini studio lentera melayang." ucap pria itu.

"Begitu rupanya. Dari yang kulihat di internet, kita bisa menulis harapan di lentera dan mengirimkannya ke sungai." jawab Dae Han.

"Benar. Festival lentera melayang sedang berlangsung, jadi, tuliskan keinginan kalian." ucap pria itu.

Mereka mulai menulis.


Bong Joo tampak lelah memeriksa tumpukan berkas2.

Seorang pria yang berdiri di depan meja dan memunggungi Bong Joo, memanggil Bong Joo.

"Pak Ko?"

Bong Joo langsung berdiri. Pria itu berbalik, dia Joon Ho!

Bong Joo : Ya, Pak Anggota Dewan?

Joon Ho : Ini semua yang dikirim Kementerian Pendidikan?

Bong Joo : Ya.

Joon Ho : Mereka sangat kejam karena kita tidak berasal dari partai. Bahkan memeriksa kantor pemerintahan sulit karena kita tidak punya partai.


Joon Ho lalu duduk di kursinya.

Joon Ho : Bagaimana rasanya saat kau menjadi ajudan Dae Han?

Bong Joo : Biasanya, para anggota dewan dari partai yang sama menyusun rencana bersama dan bekerja sama, tapi kau tahu Anggota Dewan Wi. Dia suka melawan sendirian. Kurasa dahulu

sama sulitnya. Aku selalu terkutuk menjadi ajudan Anggota Dewan dari pihak yang sama.

Joon Ho : Aku lebih suka sekarang.


Di studio, Soo Hyun kesal karena Dae Han tak bisa dihubungi.

Soo Hyun : Jadi? Kapan Dae Han akan tiba di sini?

Penulis Ahn : Katanya mungkin tiba setengah jam sebelum kita siaran langsung.

Soo Hyun : Bukannya akan, tapi mungkin? Sudah berapa kali dia melakukan ini?

Penulis Ma : Mungkin ini kali ketiga sejak kita membentuk panel baru.

Soo Hyun : Dia benar-benar mengejek kita.

Penulis Ahn : Bersabarlah. Kau tahu dia pria hit saat ini.

Penulis MA : Dia benar. Jika kau menghitung acara radio, dia anggota tetap di lebih dari 10 acara.

Soo Hyun : Aku tidak peduli itu 10 atau 20. Dia harus datang tepat waktu. Ini siaran langsung.


Tak lama, Dae Han datang dan minta maaf karena terlambat.

Dae Han : Aku akan naik kereta bawah tanah mulai sekarang. Maafkan aku.

Soo Hyun : Apa kau malas bersiap untuk acara ini karena kau sibuk?

Dae Han : Aku tidak akan bermalas-malasan sesibuk apa pun aku. "Debat" yang membuatku menjadi diriku saat ini.


Dae Han langsung ke meja panel.

PD Koo datang.

PD Koo : Kau akan melewatkan Dewan Nasional dan langsung ke Gedung Biru?

Dae Han : Gedung Biru?

PD Koo : Mereka melakukan survei untuk calon presiden masa depan favorit, dan kau di posisi kedua. Kedua.

Dae Han : Kuminta mereka berulang kali tidak memasukkanku dalam survei, tapi mereka tidak mau mendengarkan. Itu hanya ketertarikan sesaat.

Soo Hyun : Aku tahu. Lihat dia berada di posisi kedua dalam pemilihan presiden.

Dae Han : Astaga. Aku tidak tertarik dengan pemilihan presiden. Mari kita mulai. Aku harus ke programku berikutnya.


Sekarang,, Dae Han dan Soo Hyun ada di sebuah ruangan yg gelap. Mereka memandang keluar jendela.

Soo Hyun : Sunbae, tidakkah kau sedih?

Dae Han : Tentang apa?

Soo Hyun : Tentang kalah dalam pemilu Kau juga hanya kalah dengan 190 suara.

Dae Han : Tapi aku mendapatkan cinta rakyat. Lagi pula, Joon Ho baik-baik saja.

Soo Hyun : Aku tidak pernah tahu kau sangat murah hati.

Dae Han : Ini bukan apa-apa. Kau akan terus terkejut selagi makin sering bersamaku.

Soo Hyun : Kau menulis harapan apa di lentera melayang?

Dae Han : Hanya kesehatan dan kebahagiaan keluarga kita. Hal-hal seperti itu.


Kembali ke saat mereka menulis lentera.

Song Yi : Kuharap ayah segera kembali dari Vietnam.


Tae Poong : Biarkan aku makan daging sapi setiap hari.


Tak : Biarkan aku tumbuh 5 cm lagi.


Jung Woo : Biarkan aku menjadi suami dan ayah yang baik. Dan biarkan laguku merajai tangga lagu.


Da Jung : Mari kita semua sehat dan bahagia seperti sekarang.


Soo Hyun : Aku ingin bergabung dengan Widaehan Sho musim semi depan.


Dae Han : Aku tahu aku bisa melakukannya dengan baik sekarang. Tolong kembalikan aku ke Dewan Nasional. Jika itu terlalu sulit, aku tidak keberatan langsung ke Gedung Biru. Di mana pun aku berada, apa pun jabatanku, aku ingin memberikan kekuatan kepada yang lemah.


Mereka lalu berfoto bersama.


TAMAT!!!

Ngakak... Si Dae Han ngomongnya aja gk tertarik mencalonkan diri sebagai Presiden,, tapi diam2 dia nulis harapannya di lentera kalau dia pengen masuk Dewan Nasional atau Gedung Biru.

Tapi agaknya harapan Dae Han yg langsung ke Gedung Biru terkabul tuh....

Jadi begitulah gaes,,, kantor itu, ruangan itu akhirnya dimiliki Joon Ho, bukan Dae Han. Joon Ho lah yang menggantikan posisi ayahnya, bukan Dae Han.

Dae Han dan Soo Hyun juga happy ending, mereka akan menikah pada akhirnya...

Nasibnya Hye Jin nih yg gak jelas... Balik ke Debate, enggak. Nerusin karir politiknya juga enggak... terus fakta dia mantannya Dae Han juga gk dibahas ya....

Tapi gk penting juga sih ngebahas Hye Jin... Intinya, Dae Han, Soo Hyun dan anak2 juga Joon Ho berakhir bahagia... Ye kagak??

Sukaaa endingnya.... Biasanya sy suka protes soal ending... Tapi The Great Show ini endingnya bagus......

Sampai jumpa di Drama Lim Ju Hwan berikutnya gaes....

1 comment:

  1. Tks author udh ampe tamat utk sini pnya the great shownya😃

    ReplyDelete