Sabtu, 24 September 2016

Fantastic Ep 7 Part 2

Sebelumnya....


Seol yang lagi masak, menerima pesan dari Sang Wook. Dalam pesannya, Sang Wook minta maaf karena sudah membuat Seol marah. Seol hanya menghela napas, tanpa membalas pesan Sang Wook.


Seol lantas masuk ke kamarnya dan mendapati Jin Tae yang sudah tidur pulas. Seol lagi2 memilih tidur di lantai. Saat mau tidur, Seol melihat pakaian kerja Jin Tae yang berserak di lantai. Seol pun menatap kesal Jin Tae dan terpaksa membereskan pakaian Jin Tae. Namun saat mau menyingkirkan pakaian Jin Tae, Seol melihat sebuah anting di samping pakaian Jin Tae.


Seol langsung ingat siapa pemilik anting itu. Wajahnya langsung berubah kesal dan ia membanting pakaian Jin Tae ke lantai. Seol lantas duduk di lantai dan menatap layar ponselnya. Ia kemudian teringat hari2nya bersama Sang Wook.


Tiba2, tuuuut! Jin Tae ken**t. Seol pun langsung kesal. Seol lalu mulai merebahkan dirinya. Ia mengirimkan pesan pada Mi Sun.

Mi Sun-ah, haruskah aku memiliki hubungan gelap?

Apa!!! – Mi Sun

Ada pria muda yang menyukaiku. Haruskah aku berkencan dengannya? – Seol

Apa!! Apa!! Apa!!- Mi Sun

Seol langsung ketawa membaca pesan Mi Sun. Tak lama kemudian, Seol menerima panggilan dari Mi Sun. Seol pun langsung lari ke gudang dan menjawab panggilan Mi Sun.

“Siapa pria itu?” tanya Mi Sun.

“Dia hanya seseorang yang kutemui kalau ada kesempatan.” Jawab Seol.


“Apa dia baik?” tanya Mi Sun.

“Dia tinggi dan juga tampan seperti model. Dia cute dan sangat baik.” Jawab Seol.

“Ya Tuhan! Lalu? Dia mengajakmu berkencan? Dia ingin berkencan denganmu?” tanya Mi Sun.

“Haruskah aku melakukannya?” tanya Seol.

“Tentu saja. Kenapa kau ragu?” jawab Mi Sun.

“Haruskah?” tanya Seol.

“Ada apa denganmu? Sepertinya serius sekali.” Jawab Mi Sun.

“Aku hanya bercanda. Aku tidak tahan mendengar dengkuran suamiku dan menulis dramaku sendiri. Jika aku memiliki keberanian, aku sudah melakukannya sejak dulu.” Ucap Seol.

“Pada usia seperti ini, kita bertahan di sisi suami kita bukan karena kita menyukai mereka, tapi karena kita setia. Pil Ho sudah mirip acar ketimun sekarang.” jawab Mi Sun.

“Setidaknya kau bisa membuat hidangan yang baik untuk si acar mentimun. Dia seperti biji acorn.” Ucap Seol.


Mi Sun langsung ketawa dan mengiyakan ucapan Seol. Tiba2, Jin Tae datang membuat Seol terkejut. Seol pun langsung mengakhiri pembicaraannya dengan Mi Sun. Jin Tae penasaran Seol bicara dengan siapa.

“Dia Mi Sun, sahabatku! Aku bahkan tidak bisa bicara dengan bebas!” jawab Seol ketus.


Seol pun kembali ke kamar. Jin Tae mulai curiga. Saat Seol tidur, Jin Tae diam2 mengecek ponsel Seol. Jin Tae melihat daftar panggilan Seol dan menemukan nama Mi Sun di sana. Jin Tae pun bergegas menelpon Mi Sun.

“Kenapa? Kau menelponku lagi karena mau membicarakan biji acorn?” tanya Mi Sun, lalu tertawa keras.

Jin Tae terkejut dan buru2 mematikan teleponnya.


Sementara itu, Seol terbangun. Ternyata Seol memang belum tidur dan tahu Jin Tae memeriksa ponselnya. Untung saja, Seol sudah menghapus nomor Sang Wook sebelumnya. Begitu Jin Tae datang, Seol pun bergegas memejamkan matanya. Jin Tae meletakkan lagi ponsel Seol di tempat semula diam2. Saat hendak naik ke kasur, ia melihat anting Mi Do diatas pakaiannya yang sudah terlipat rapi kasur.



Jin Tae langsung memaki dirinya yang ceroboh dan bergegas membuang anting Mi Do.


Hae Sung lagi galau gara2 disuruh berhenti merokok oleh So Hye. Demi So Hye, Hae Sung terpaksa berhenti merokok. Hae Sung mengucapkan salam perpisahan pada rokoknya. Ia mengaku, lebih menyukai So Hye ketimbang rokoknya. Hae Sung pun menyuruh rokoknya pergi. Hae Sung berkata, kalau rokoknya gak mau pergi maka ia yang pergi. Hae Sung kemudian pergi, tapi balik lagi sambil meratapi bungkus rokoknya. Hae Sung lantas membuang rokoknya dan mengajak Chang Suk latihan.


Chang Suk membantu Hae Sung latihan. Hae Sung latihan sambil ngemut lollipop. Chang Suk stress sendiri dan menyuruh Hae Sung berhenti ngemut permen. Tapi Hae Sung sungguh2 ingin berhenti merokok. Chang Suk gak yakin Hae Sung bisa berhenti merokok. Hae Sung pun menyuruh Chang Suk memukulnya kalau sampai dia merokok.


“Benarkah?” jawab Chang Suk dengan hati senang, lalu mau menonjok Hae Sung.

“Ah tidak, siram saja aku dengan air agar aku sadar.” Ucap Hae Sung.

“Benar, ya?” tanya Chang Suk dengan muka senang.

“Benar! Siapa aku? Aku bintang top, Ryoo Hae Sung. Aku akan melakukannya. Tentu saja aku akan berhenti merokok.” Jawab Hae Sung.


Tapi yang ada Hae Sung malah gemetaran kayak orang lagi sakau gara2 gak bisa merokok.. Hahahah… Hae Sung lantas memotret dirinya yang pucat karena disuruh berhenti merokok.


So Hye sendiri juga lagi galau karena kata2 Jin Sook. Hae Sung mengirim pesan pada So Hye. Dalam pesannya, Hae Sung mengaku sudah menepati janjinya berhenti merokok. So Hye diam saja sambil menatap nanar pesan Hae Sung.


Hae Sung yang gemetaran karena gak bisa merokok masih menunggu balasan SMS So Hye. Tapi SMS balasan tak kunjung datang. Hae Sung pun heran, ia mengira So Hye sudah tidur. Hae Sung akhirnya meringkuk ke ruang tengah. Ia menggapai2kan tangannya ke kolong sofa mengambil rokoknya.


Hae Sung mengarahkan bungkus rokoknya ke mulutnya dengan tangan kanannya, tapi tangan kirinya buru2 menghentikan tangan kanannya. Terus seperti itu, sampai Chang Suk datang menembaknya dengan pistol air. Chang Suk tampak puas habis menembak Hae Sung dengan air. Hae Sung pun langsung menatap galak Chang Suk.

“Kenapa? Bukannya kau yang menyuruhku menyirammu dengan air.” Protes Chang Suk.


Hae Sung gak peduli. Ia merebut pistol air itu dan mulai menembaki Chang Suk. Chang Suk kabur, Hae Sung mengejar Chang Suk.


So Hye masih memikirkan kata2 Jin Sook dengan mata berkaca2. Tiba2, So Hye batuk. So Hye pun bergegas meminum obatnya. So Hye mendapatkan panggilan dari Hae Sung. Namun So Hye hanya bisa menatap nama Hae Sung di layarnya dengan mata berkaca2. Tak lama, pesan Hae Sung masuk.

Apa Uri So Hye sudah tidur? Aku sudah berhenti merokok. Saat aku memikirkan keinginanku, aku tidak lagi punya keinginan untuk merokok. Aku ingin mendengar suarmu. Tidurlah dengan nyenyak. Mimpikan aku.

Tangis So Hye pun akhirnya pecah.


Keesokan harinya, So Hye ditemani agen penjual rumah pergi meliht2 beberapa rumah. Tapi tak ada satu pun yang cocok dengannya. So Hye sedikit putus asa. Lalu tiba2 seorang pria datang menunjukkannya sebuah rumah.

Rumah itu lumayan mewah dan harganya miring. Pria itu berkata, kalau gadis yang tinggal di rumah itu akan pindah ke tempat lain. So Hye pun langsung diam dan melihat2 sekeliling rumah.


Hae Sung masuk ke ruang ganti ditemani Chang Suk, Sutradara Yoon dan asisten sutradara. Sutradara Yoon ngajak Hae Sung. Hae Sung menolak dan mengaku sudah berhenti merokok. Sutradara Yoon pun terkejut.

“Kenapa kalian masih merokok kalau sudah tahu rokok dapat menyebabkan kanker payudara dan penyakit lainnya?” omel Hae Sung.

Sutradara Yoon pun langsung mengajak Chang Suk keluar. Begitu mereka pergi, Hae Sung buru2 ngemut permen karet untuk menghentikan hasrat merokoknya. Hae Sung lantas mengecek ponselnya dan heran karena So Hye gak menghubunginya. Hae Sung pun akhirnya menghubungi So Hye.


“Kenapa kau tidak menjawab panggilanku? Kau membuatku takut.” Ucap Hae Sung.

“Aku lelah jadi aku tidur lebih awal.” Jawab So Hye.

“Aku masih belum merokok.” Ucap Hae Sung.

“Pastikan kau tidak merokok demi kesehatanmu.” Jawab So Hye.

“Apa kau masuk angin? Suaramu kedengaran lemas.” Tanya Hae Sung.

“Aku harus kerja sekarang.” jawab So Hye, langsung mematikan ponselnya.


Hae Sung pun kecewa karena So Hye menyudahi pembicaraan mereka begitu saja. Sementara itu, So Hye sedang membereskan barang2nya dibantu Joon Gi. Joon Gi ingin tahu kenapa So Hye tiba2 pindah. So Hye mengaku ia diusir. Joon Gi terkejut, ia lalu bertanya siapa yang berani mengusir penulis top seperti So Hye. So Hye bilang Jin Sook yang mengusirnya.

“Dia orang yang menakutkan.” Ucap Joon Gi.


“Reporter sudah tahu kalau kami berkencan. Hanya masalah waktu saja sampai informasi pribadiku terbongkar, lalu mereka akan tahu kalau aku pasien kanker. Hae Sung akan terpukul, jadi aku akan pergi secepatnya.” Jawab So Hye.

“Apa Hae Sung tahu?” tanya Joon Gi terkejut.

“Dia belum tahu. Aku akan menghentikan bom itu sebelum dia tahu.” jawab So Hye.

“Apa kau ingin putus dengannya?” tanya Joon Gi.

So Hye pun mengangguk mengiyakan. Joon Gi langsung menatap iba So Hye.


Tanpa mereka sadari, Hae Sung sudah berada di depan studio So Hye. Bersamaan dengan itu, So Hye keluar bersama Joon Gi. Hae Sung terkejut melihat Joon Gi. Hae Sung meminta penjelasan. So Hye pun menyuruh Hae Sung menunggunya di dalam. Semula Hae Sung menolak. Tapi So Hye memaksa dengan alasan banyak orang yang melihat mereka. Hae Sung pun akhirnya masuk ke dalam.




Joon Gi menyuruh So Hye menjernihkan kesalahpahaman itu. Tapi So Hye menolak. So Hye mengaku itu yang terbaik karena ia tidak tahu bagaimana harus mengakhiri hubungannya dengan Hae Sung. So Hye lantas menyuruh Joon Gi pulang dan masuk ke dalam.

“Kau mempermainkan kami? Maksudku ketika kau berbicara denganku, kau sedang bersamanya?” tanya Hae Sung.

“Itu benar. Dokter Hong datang untuk mengambil barang yang mau aku sumbangkan ke bazaar amal di rumah sakit. Karena dia di sini, jadi dia sekalian membantuku membereskan barang2ku.” Jawab So Hye.


“Kenapa kau tidak bilang padaku? Lalu apa ini? Kalian berdua berencana pindah?” tanya Hae Sung.

“Iya, aku akan pindah.” Jawab So Hye.

“Lalu kenapa kau tidak mengatakannya padaku saat kita bicara 10 menit yang lalu?” tanya Hae Sung.

“Aku akan memberitahumu setelah aku pindah.” Jawab So Hye.


“Aku tanya, kenapa?” tanya Hae Sung.

“Karena aku mau putus denganmu.” Jawab So Hye.

“Apa?” tanya Hae Sung kaget.

“CEO Choi kemarin datang menemuiku. Dia bilang, dia berusaha keras menghentikan ini. Jadi dia menyuruhku pindah.” Jawab So Hye sambil menunjukkan foto2 kemesraan mereka.


“Kau tidak perlu pindah. Biar aku yang mengurusnya dengan CEO Choi.” Jawab Hae Sung.

“Tidak perlu.” Ucap So Hye.

“Lalu kenapa kalau beritanya tersebar? Itu tidak masalah buatku.” Jawab Hae Sung.

“Itu masalah buatku. Aku tidak ingin ada skandal dengan artisku. Aku tidak ingin karirku hancur yang sudah kubangun bertahun2.” Ucap So Hye.

“Kenapa karirmu harus hancur? Apa yang salah berkencan denganku?” tanya Hae Sung.

“Kau seharusnya mengerti sekarang. Berhenti marah2. Bagi orang2 sepertimu yang menjadi bintang dalam semalam, kau tidak akan tahu betapa berartinya sebuah karir yang dibangun dari nol. Karirku sangat penting bagiku.” Jawab So Hye.

“Oke, ini tidak akan mudah. Orang2 bergosip dan kau mendengarkan makian mereka. Tapi kau bisa melewatinya demi aku.” ucap Hae Sung.

“Tadinya aku pikir aku bisa, tapi aku baru menyadari ketika aku benar2 harus menghadapi ini.” jawab So Hye.


Hae Sung terkejut dengan jawaban So Hye. Untuk meyakinkan Hae Sung, So Hye bahkan menutup tirai jendela agar tidak ada yang bisa melihat mereka. So Hye lantas menyuruh Hae Sung pergi.

“Lee So Hye.” Panggil Hae Sung.

“Beberapa hari yang lalu sangat menyenangkan. Jadikan itu sebagai kenangan yang manis.” Jawab So Hye.

Hae Sung pun akhirnya beranjak pergi dengan wajah kecewa. So Hye berusaha keras agar tangisnya tidak keluar.


Seol yang lagi beresin kamarnya langsung kesal saat melihat anting Mi Do di tempat sampah. Tapi kekesalan Seol langsung hilang saat dirinya menerima pesan dari Sang Wook. Dalam pesannya Sang Wook meminta Seol menghubunginya jika kemarahan Seol sudah mereda.


Seol tersenyum membaca pesan Sang Wook. Seol lalu melihat wajahnya di cermin dan teringat kata2 terakhir Sang Wook.

“Kau punya senyum yang manis. Namaku, Kim Sang Wook.”

“Kim Sang Wook?” gumam Seol sambil tersenyum.

Seol lantas mengetik pesan untuk Sang Wook. Dalam pesannya, ia tanya apa Sang Wook butuh tumpangan, tapi ia tidak jadi mengirimkan pesan itu.


So Hye terbangun karena suara dering ponselnya. Panggilan dari Sutradara Yoon. Sutradara Yoon nanyain episode Hitman yang ke-12.

“Ya, Sutradara Yoon. Tapi ada apa dengan suaramu?” tanya So Hye.

“Hae Sung sudah tidak masuk dua hari. Aku tidak tahu apakah dia sakit atau dia membolos karena hari ini ulang tahunnya.” Jawab Sutradara Yoon.

So Hye kaget. So Hye lalu berkata akan mencari tahu semuanya.


So Hye langsung ke rumah Hae Sung, tapi Hae Sung tak ada di sana. Chang Suk sendiri juga tidak tahu keberadaan Hae Sung. So Hye makin cemas.


So Hye balik ke studio nya dan meninggalkan pesan suara untuk Hae Sung. So Hye lantas membuka kulkasnya dan terdiam melihat cake ulang tahun untuk Hae Sung.

So Hye sudah mulai memindahkan barang2nya. Pria yang mengantarnya melihat rumah terakhir menghubunginya dan memberitahunya kalau So Hye sudah bisa masuk. So Hye mengerti dan berkata akan segera mengirimkan uangnya.


So Hye pergi ke rumah itu. Tapi ternyata So Hye ditipu. Si penyewa mengaku baru saja pulang dari luar negeri dan mengaku tidak pernah berniat pindah dari tempat itu.

Bersambung ke part 3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar