Rabu, 26 Oktober 2016

Fantastic Ep 16 Part 2

Sebelumnya....

1 Tahun Kemudian….


Hae Sung dan Chang Suk tampak sedang bersiap2. Chang Suk berkata, setahun sudah berlalu. Hae Sung tersenyum, kemudian mengajak Chang Suk pergi karena mereka sudah terlambat.


Mi Sun keluar dari rumahnya dengan tergesa2. Tak lama kemudian, Pil Ho juga keluar dan meminta Mi Sun berhati2. Pil Ho lantas memegang perut Mi Sun. Mi Sun ngomel karena Seok Won masih tidak mau menjawab teleponnya. Pil Ho tidak mengerti kenapa Seok Won malu pada calon adik bayinya.

Mi Sun tersenyum, lalu berkata kalau mereka tidak perlu khawatir karena Seok Won pasti berada di perpustakaan. Pil Ho berharap memiliki anak perempuan kali ini. Seorang anak perempuan yang cantik mirip dengan Mi Sun. Mi Sun mengaku kalau ia juga ingin memiliki seorang putri dan mau menamai putri mereka dengan nama So Hye. Pil Ho ragu, ia takut kalau So Hye tidak akan menyukai itu. Mi Sun pun berkata kalau mereka harus menanyakannya pada So Hye.


Seol yang baru saja keluar dari rumahnya celingukan di jalan mencari Sang Wook sambil mengobrol dengan Sang Wook di telepon. Saat tengah asyik berbicara dengan Sang Wook, Seol dikejutkan dengan sebuah pasangan yang bertengkar di depannya.

“Aku bilang aku sudah putus denganmu!” teriak si perempuan.

“Siapa bilang kau bisa putus denganku!” jawab si laki2.

“Kita sudah berakhir, jadi jangan menelponku lagi.” Pinta si perempuan.


Laki2 itu marah dan hendak menampar pasangannya. Seol pun langsung berlari ke arah pasangan itu dan memelintir pergelangan tangan si laki2.

“Ini masalah kami. Kenapa kau malah ikut campur?” protes si laki2.

“Dia mengatakan tidak.” Jawab Seol. Seol lantas melirik ke si perempuan.

“Kau butuh bantuan?” tanya Seol.

“Aku bilang aku ingin putus dengannya, lalu dia sudah seperti itu sejak saat itu.” jawab si perempuan.

“Kau bisa pergi. Jika perlu, panggil polisi.” Ucap Seol pada si perempuan.

Laki2 itu tidak terima dan berusaha memukul Seol. Tepat saat itu, Sang Wook datang membela Seol. Sang Wook berkata, penganiayaan pada kekasih bisa dianggap sebagai kejahatan. Sang Wook lantas memberikan kartu namanya dan mengaku sebagai pengacara. Sang Wook kemudian mengajak Seol pergi. Laki2 itu hanya bisa melongo.


Sang Wook membukakan pintu mobilnya untuk Seol. Seol senyum2 dibelain Sang Wook. Sang Wook membantu Seol memang seatbelt. Saat itulah, Sang Wook melihat memar di tangan Seol.

“Kau memar karena yang tadi, ya?” tanya Sang Wook cemas.

“Oh, sepertinya jadi memar.” Jawab Seol sambil melihat tangannya.


“Seol-ssi, tolong jagalah dirimu. Kau adalah orang yang paling berharga. Kau milikku.” Ucap Sang Wook.

Seol tersenyum mendengar penuturan Sang Wook.

“Milikmu yang berharga ini sudah terlambat, jadi ayo pergi.” Ucap Seol kemudian.


Sementara itu, Hae Sung, Chang Suk dan Sang Hwa sudah berada di taman pemakaman. Sang Hwa meletakkan sebuket bunga di depan sebuah pohon raksasa. Tak lama kemudian, Mi Sun dan Pil Ho datang. Hae Sung langsung memegangi Mi Sun yang sedang hamil dan menyuruh Mi Sun hati2.

“Umur kehamilanmu baru 6 bulan, bukankah menurutmu bayinya terlalu besar?” ucap Hae Sung.


“Saat kita membicarakan ukuran bayi, dia pasti mirip dengan ibunya.” Ledek Chang Suk.


Mi Sun pura2 ngambek. Tak lama kemudian, Sang Wook dan Seol datang. Sang Wook langsung menanyakan tentang Hitman yang akan di-remake oleh di Hollywood. Hae Sung dengan gaya narsisnya mengaku bahwa ia belum menandatangani kontrak. Hae Sung berkata akan menandatangani kontrak jika pihak sana mau menjadikannya peran utama.


“Rasanya hangat dan nyaman seperti biasa.” Ucap Seol.


“Tapi kenapa dia datang terlambat?” tanya Hae Sung heran.

“Jamie? Dia bilang dia akan datang lebih awal.” Jawab Chang Suk.


Tak lama kemudian, Jamie datang bersama So Hye. Hae Sung langsung menyambut So Hye yang terlihat kelelahan berjalan. Jamie meminta maaf karena datang terlambat. Jamie mengaku kalau kelas kuliahnya sangat panjang karena para pasien sangat menyukainya.


Chang Suk lantas melambaikan tangannya pada Jamie. Jamie membalasnya dengan kerlingan mata.

“Semua orang sudah di sini. Haruskah kita memulainya sekarang?” tanya Hae Sung.

“Buatlah pose di sekitar pohon.” Suruh Chang Suk.

“Joon Gi Hyung sangat suka difoto.” Jawab Hae Sung.


“Ini sangat bagus. Kita ke sini sekali tahun dan membicarakan tentang dirinya.” Ucap So Hye.

“Benar. Semua orang sibuk, jadi kapan lagi kita mendapatkan kesempatan untuk bersama2?” jawab Sang Wook.

“Kita bertemu sekali seminggu.” Ucap Seol.

“Apa maksudmu sekali seminggu. Bisa dibilang setiap hari. Aku merasa bosan.” Jawab Hae Sung.


“Kita bisa pergi berkendara.” Ucap Mi Sun.

“Aku tahu tempat yang menyediakan sup ikan paling enak.” Jawab Pil Ho.

“Aku lapar, jadi ayo kita berfoto lalu pergi.” Ucap So Hye.

“Oke, timer nya sudah aktif. Ini akan mengambil beberapa foto.” Jawab Chang Suk.


Mereka pun buru2 mengambil pose. Chang Suk terlihat berdiri disamping Jamie.


Kamera lantas menyorot sebuah pohon yang bertuliskan nama Joon Gi.


Satu per satu, mereka mulai pamit pada Joon Gi. Dimulai dari Hae Sung. Hae Sung berkata kalau ia akan datang lagi tahun depan. Disusul oleh Sang Hwa, Seol, Sang Wook, Mi Sun dan Pil Ho, lalu Jamie yang mengatakan akan datang lagi tahun depan, dan terakhir Chang Suk.

“Mulai sekarang, kau adalah adikku.” Ucap Chang Suk ke Joon Gi dengan wajah tersipu malu.

Tinggal lah So Hye sendirian yang menatap Joon Gi dengan mata berkaca2.

“Hatiku yang berhenti berdetak hari itu masih berdetak kuat. Sebagian orang mengatakan itu adalah sebuah keajaiban dan yang lain mengatakan itu sebagai kekuatan cinta. Tapi aku masih tidak tahu bagaimana dan mengapa aku selamat?” ucap So Hye.

So Hye pun beranjak pergi…


Kamera lantas memperlihatkan foto2 So Hye bersama semua sahabatnya yang disusun berbentuk hati dan ditempel di dinding. So Hye lantas menempelkan foto mereka di pemakaman Joon Gi.

Kita lalu mendengar narasi So Hye…

“Karena aku menjalani hidup bahagia ini dan Tuhan telah mengizinkanku untuk hidup, aku memutuskan untuk tidak menyerah pada kehidupan yang menyakitkan ini. Meskipun itu menakutkan dan menyakitkan, apa yang salah dengan itu? Tidak ada berkat yang lebih menakjubkan melainkan hidup di dunia.”


So Hye dan Sang Hwa keluar dari lift. Begitu keluar dari lift, mereka langsung disambut oleh tingkah konyol si bintang top sealam semesta. Hae Sung menutupi wajahnya dengan sebuah kipas. So Hye tersenyum geli ketika Hae Sung menyingkirkan kipas itu.

“Apa yang kau pikirkan? Raja yang ada dalam pikiranmu berdiri tepat di hadapanmu.” Ucap Hae Sung.

“Kenapa kau di sini? Kau seharusnya berlatih.” Jawab So Hye.

“Omo, apa ini, istriku? Aku sudah banyak berlatih.” Ucap Hae Sung.

“Kau akan semakin gugup saat sesi pembacaan naskah. Jadi makan ini.” jawab Sang Hwa.


Sang Hwa lantas memberikan botol obat. Hae Sung mengambil botol obat itu dengan dua jarinya. Hae Sung kemudian mengembangkan kipasnya dan mengajak Chang Suk pergi dengan mata melotot. So Hye tertawa geli melihat tingkah konyol suaminya itu.

Kita lalu diperlihatkan pada sebuah naskah yang diciptakan So Hye, diproduseri Chang Suk, ditulis oleh Sang Hwa dan disutradarai oleh Sutrada Yoon. Judul naskah itu, Sword In The heart.

Asisten Sutradara mulai bernarasi….

Seo Jin, di atas kuda, melarikan diri dari istana dengan perasaan panik. Tanpa rasa takut, ia menelusuri hutan lebat. Dia melihat Un Neon yang memakai pakaian pagi dan melarikan diri. Seo Jin turun dari kuda dan berteriak hebat.


Hae Sung mulai berteriak…. tapi teriakannya kelewat kencang membuat tim produksi mulai gemes.

Un Neon berhenti sejenak tapi terus menangis dan berjalan seolah2 dia tidak mendengarnya.

“Kataku berhenti!” teriak Hae Sung.

“Kau tidak harus berteriak seperti itu. Kau harus menambahkan perasaanmu pada dialog itu. Kau sedang melarang kekasihmu pergi. Kau menghentikannya.” Ucap Sutradara Yoon.


Hae Sung mencobanya sekali lagi, lagi dan lagi. Tapi hasilnya dia diketawain seisi ruangan. Sang Hwa stress, sementara So Hye menatap kesal Hae Sung.

“Un Neon berhenti dan Seo Jin berjalan ke arahnya. Seo Jin berusaha untuk memegang bahu Un Neon dari belakang, tapi tidak jadi.”

“BERBALIKLAH!” teriak Hae Sung, membuat So Hye makin stress.

Un Neon menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan air matanya.

“LIHATLAH MATAKAU!” teriak Hae Sung, membuat So Hye kaget.

“Mata Seo Jin di penuh air mata.”


So Hye melirik Chang Suk. Chang Suk pun segera menghampiri Hae Sung dan memberikan obat tetes mata pada Hae Sung. Tapi Hae Sung tidak mau memakainya. Hae Sung mencoba menangis, tapi bukannya menangis matanya malah melotot.

“INI ADALAH PERINTAH RAJA, JANGAN MATI!” teriak Hae Sung membaca dialognya.


Tim produksi makin stress. Hae Sung makin keringat dingin. Hae Sung ingin mencobanya lagi. So Hye menyuruh Hae Sung berkonsentrasi dan menggunakan feeling. Hae Sung mengangguk. Hae Sung pun mengingat detik2 So Hye dibawa ke ruang operasi.


Hasilnya?? Air mata Hae Sung langsung keluar. Hae Sung membuat seisi ruangan terpukau dengan aktingnya Sutradara Yoon dan Sang Hwa bahkan sampai menangis terharu. Tepuk tangan pun menggema di setiap sudut ruangan. Chang Suk memberikan selamat pada Hae Sung. Hae Sung sendiri syok, ia masih tidak percaya aktingnya mampu memukai semua orang.


Jin Sook sedang menekan calon artisnya. Ia mengancam pria muda itu dengan sebuah amplop dan berkata bahwa ia bisa memberikan perlindungan pada pria itu. Jin Sook juga mengaku bahwa ia bisa mengorbitkan pria itu menjadi popular seperti Hae Sung. Tak lama kemudian, Hae Sung dan So Hye pun datang. Jin Sook langsung kesal melihat wajah mereka.

“Aku tidak tahu apa itu tapi jika kau masih waras sadarlah sekarang. Ingat2lah saran dari seniormu yang penuh rasa sakit ini.” ucap Hae Sung.

Jin Sook pun marah. Chang Suk kemudian memperkenalkan dirinya sebagai CEO Hye Sung Entertainment dan memberikan kartu namanya pada pria muda itu. Setelah itu, mereka beranjak pergi.


Setelah mereka pergi, Jin Sook kembali membujuk pria muda itu untuk menandatangani kontrak tapi pria muda itu menolak dan malah menyusul Hae Sung. Karuan saja, Jin Sook kesal.


Nyonya Kwak yang sudah jatuh miskin tampak memasak ramen di dapur. Jin Tae protes karena mereka makan ramen lagi. Nyonya Kwak mengaku bahwa pergelangan tangannya sakit sehingga ia tidak bisa mencuci beras. Jin Tae menggerutu. Nyonya Kwak marah.

“Tanganku masih gemetaran tapi aku tetap memasak untukmu. Kau harusnya berterima kasih. Ada apa dengan hidupku ini? Kenapa juga aku harus memasak makanan tiga kali sehari untuk anakku di usia setua ini? Carilah pekerjaan di sebuah firma hukum atau sesuatu. Biarkan aku mempekerjakan seseorang. Kita bahkan tidak bisa menjual rumah ini.” cerocos Nyonya Kwak.

“Aku punya harga diri jadi kenapa aku harus bekerja pada seseorang.” jawab Jin Tae.

Jin Tae kemudian mengikuti ibunya ke ruang makan seperti anak kecil. Tak lama kemudian, Jin Sook pulang dan mengeluh karena mereka harus makan ramen lagi. Jin Tae berkata seharusnya Jin Sook pulang bawa makanan.

“Kau tidak punya piring? Kenapa harus pakai panci, ini tidak enak dilihat. Apa kau tidak mencuci piringnya?” tanya Jin Sook.

“Kalau begitu cucilah piringnya.” Jawab Nyonya Kwak.

“Berikan padaku.” Ucap Jin Sook, kemudian mengambil tutup panci berisi ramen dari tangan Jin Tae.

Jin Tae protes, tapi Jin Sook langsung menatap galak sang adik.

“Apa tidak ada kimchi?” tanya Jin Sook.

“Jalang itu memakan semua kimchi nya. Yang dijual di pasar tidak bagus. Tidak ada yang enak.” Jawab Nyonya Kwak.

“Dia sangat pandai membuat kimchi. Kimchi mustard, kimchi lobak muda.” Ucap Jin Tae.

“Dia itu pembawa sial, kenapa membicarakannya?” protes Jin Sook, membuat Jin Tae kesal.

Jin Tae pun beranjak pergi dan mogok makan. Setelah Jin Tae pergi, Jin Sook malah memuji kimchi mustard buatan Seol. Jin Sook lantas mengambil piring kimchi. Sang ibu berteriak kesal karena Jin Sook mau menghabiskan semua kimchi nya. Jin Soo pun akhirnya terpaksa memberikan kimchi itu pada ibunya.

Hae Sung mengantar So Hye ke lift. Chang Suk tampak membawakan koper So Hye dan juga tabung oksigen So Hye.

“Milikilah perjalanan yang aman dan telepon aku sesering mungkin.” ucap Hae Sung.

“Baiklah. Fokus pada shooting mu selagi aku pergi.” Jawab So Hye.

“Jangan minum teh dengan laki2 di sana.” Larang Hae Sung.

“Terima kasih karena sudah mempercayaiku dan mengizinkanku pergi. Aku akan mengambil banyak foto dan mengirimkannya padamu.” Ucap So Hye.

So Hye pun masuk ke lift….

Mi Sun, So Hye dan Seol sudah berada di pesawat. So Hye mencemaskan Mi Sun yang tengah hamil. Mi Sun pun meyakinkan So Hye kalau ia baik2 saja. Mi Sun lalu mengaku kalau ia akan menjadi pengawal So Hye selama berada di sana. Seol berteriak, kalau ia senang bisa liburan ke Uyuni.

So Hye lantas mengirimi Hae Sung SMS dan berkata kalau pesawatnya sudah mau berangkat.

Tanpa mereka sadari, Hae Sung, Sang Wook dan Pil Ho duduk di belakang mereka. Mereka duduk sambil menutupi wajah mereka dengan koran. Ponsel Hae Sung berdering. Hae Sung pun buru2 mematikan ponselnya.

“Hyung, apa Chang Suk Hyung benar2 tidak datang?” tanya Sang Wook.

“Dia sibuk pacaran.” Jawab Hae Sung.

“Dengan siapa?” tanya Pil Ho antusias.

“Kau tidak tahu? Jamie…” jawab Hae Sung.

“Kenapa Jamie mau dengannya?” tanya Pil Ho kaget.

So Hye, Seol dan Mi Sun melongo karena mendengar suara2 yang mereka kenal. Mereka pun menoleh ke belakang dan terkejut melihat pria2 mereka duduk santai di belakang. Hae Sung, Sang Wook dan Pil Ho pun langsung menyembunyikan wajah mereka dibalik koran. Tawa Mi Sun, Seol dan So Hye pun pecah.


Kini mereka semua sudah berada di Uyuni… mereka mengabadikan momen2 itu dengan berfoto bersama.

TAMAT!!!!

Rada kecewa…. Aku kira bakal sad ending, ternyata happy ending….

Jujur, aku lebih memilih sad ending ketimbang happy ending…. Kenapa?? Karena yang aku lihat Joon Gi dan So Hye seperti punya ikatan batin….

Ingat saat So Hye mengalami delirium? So Hye tidak mengenal Hae Sung, tapi ia mengenal Joon Gi..

Lalu ketika Joon Gi collaps untuk yang pertama kalinya, So Hye terlihat begitu cemas…..

Ketika Joon Gi collaps dan jatuh koma, So Hye memimpikan Joon Gi dua kali… Setelah Joon Gi meninggal, So Hye selalu merasakan kehadiran Joon Gi…

Kalian juga ingat saat Joon Gi memberikan sebuah novel pada Hae Sung di rumah kaca setelah Hae Sung mengetahui penyakit So Hye?? Novel itu ditemukan oleh So Hye di rumah Hae Sung… dan saat So Hye membukanya, ia menemukan pesan2 yang ditulis Joon Gi tentang obat kanker…

Joon Gi sudah mempersiapkan semuanya…. ia merangkum catatan2 tentang kesehatan So Hye sebelum meninggal….

Hadiah terakhir yang diberikan Joon Gi pada So Hye adalah tiket perjalanan ke Uyuni… tempat yang paling ingin didatangi So Hye…

Joon Gi selalu dan selalu bisa membuat So Hye tertawa dan selalu memberikan apapun untuk So Hye… ditambah lagi mereka memiliki hobi dan pemikiran yang sama… inilah yang membuat aku lebih memilih sad ending ketimbang happy ending….

Seandainya aku jadi SW nya, aku akan membuat So Hye meninggal di meja operasi.. Lalu cerita bergulir ke satu tahun kemudian, dimana Hae Sung sudah bisa menerima kenyataan tentang kepergian So Hye…

Sang Wook dan Seol akan aku buat menikah….. Dan Sang Hwa sudah menjadi penulis besar….

Sejak episode awal, aku sudah bisa menebak bahwa akan terjadi sesuatu pada karakter Joon Gi… di posternya, Joon Gi hanya berdiri sendirian tanpa pasangan… ditambah setelah menonton episode kedua, dimana Joon Gi mengaku pada So Hye bahwa dirinya memiliki kanker paru2, aku sudah curiga kalau Joon Gi nantinya akan meninggal….

Joon Gi membawa cintanya sampai mati….

Seandainya So Hye juga dibikin meninggal… menurutku akan lebih baik toh So Hye dan Hae Sung juga sudah menikah kan???

Tapi overall, aku memberi 4 jempol untuk drama ini. Drama ini sukses membuatku tertawa terbahak2 saat melihat konyolnya tingkah Hae Sung dan Chang Suk…. Drama ini sukses membuatku menangis karena Joon Gi yang cintanya bertepuk sebelah tangan dan juga karena penyakitnya… drama ini sukses membuatku senyum2 sendiri saat melihat keromantisan Sang Wook dan Seol….


Dan yang paling aku suka tentu saja bromance nya Hae Sung dan Joon Gi…

Aku berharap bisa melihat lagi bromance Joo Sang Wook dan Kim Tae Hoon di drama berikutnya…

Untuk Joo Sang Wook, aku berharap dia bisa mendapat penghargaan atas acting konyolnya sebagai Ryoo Hae Sung…

4 komentar:

  1. gomawoo sinopsis nyaa... jadi memutuskan untuk nonton drama nyaa karena happy ending... :)
    Finghting!!! :)

    BalasHapus
  2. Gomawoo.... sinopsis berhasil buat nur ketawa dan jga berhasil buat mata nur bengkak...so hye,mi sun dan sool persahabatan mereka sangat kuat sampe buat nur terharu karena y.nur suka bgt sama drama ini...walo mur jga ngeharapin y sed ending dgn so hye y meninggal dan hae sung yg nerima kematian so hye dgn ihlas...di tunggu sinopsis drama selanjut y ya eooni...

    BalasHapus
  3. Terimakasih untuk kerja kerasnya membuat sinopsis ini. Gumawoo sekali lagi..

    BalasHapus
  4. Telat bgt baru nonton sekarang, Jo Sang Wook emang the best!!! Bisa juga meranin karakter gokil dan narsis, biasa x kan type2 cool dan serius. Suka bgt dgn JSW sejak di Thorn Bird dan Good Doctor.

    Terima kasih banyak atas sinopsis x.

    BalasHapus

Hide and Seek Ep 8 Part 2

Sebelumnya... Di ruangannya, Jae Sang kesal karena selingkuhannya tidak bisa dihubungi. "Selingkuhan yang tidak takut apapun, Wa...