Skip to main content

The Promise Ep 14 Part 3

Sebelumnya...


Sampai di rumah, Na Yeon berbohong pada ibunya. Ia mengaku sudah bertemu dengan Tae Joon.

Tak mau ditanyain lagi, Na Yeon pun masuk ke kamarnya dengan alasan lelah.


Tapi Mal Sook sadar ada yang dirahasiakan Na Yeon. Mal Sook pun menyusul Na Yeon ke kamar. Na Yeon tetap mengatakan bahwa ia dan Tae Joon sudah bertemu.

"Lalu kenapa dia pergi semudah itu?" tanya Mal Sook.

"Kantornya menghubunginya tiba-tiba." itulah alasan Na Yeon.

"Lalu apa yang Sae Byeol katakan saat melihatnya?"

"Sae Byeol ketiduran. Dia tidur sebelum ayahnya datang. Mungkin karena dia lelah. Aku tidak membangunkan Sae Byeol. Jadi Tae Joon hanya melihat Sae Byeol saja."

Tapi Mal Sook tahu Na Yeon sedang berbohong. Mal Sook mengatakan, meskipun dia bukan ibu kandung Na Yeon tapi dia tahu Na Yeon berbohong.

"Jadi katakan ada apa? Katakan pada ibu?"

"Tentu saja aku akan mengatakannya jika terjadi sesuatu, jadi ibu jangan cemas."


Tae Joon berjalan menyusuri sepanjang jalan dengan wajah terpukul. Sementara ponselnya terus berbunyi tapi ia tidak mempedulikannya.


Di kamarnya, Se Jin cemas karena Tae Joon tidak bisa dihubungi.


Sementara itu, Na Yeon menangis sambil menatap Sae Byeol yang tertidur pulas.


Tae Joon berdiri di depan rumah Na Yeon.

Eun Bong tiba-tiba muncul di belakang Tae Joon dan menyuruh Tae Joon masuk.

Tae Joon sontak kaget melihat Eun Bong.


Bersambung.........

Comments

Popular posts from this blog

I Have a Lover Ep 50

Sebelumnya.... “Aku rasa aku jatuh cinta lagi padamu.” Ucap Jin Eon begitu Hae Gang menghampirinya. “Aku sudah tahu.” jawab Hae Gang. “Berikan tasmu.” Pinta Jin Eon. “Tidak mau, tas melambangkan harga diri seorang wanita.” Jawab Hae Gang. “Berikan padaku. Tas wanitaku melambangkan harga diriku.” ucap Jin Eon. Hae Gang pun tersenyum, lalu memberikan tas alias keranjangnya yang berisi peralatan mandi pada Jin Eon. Jin Eon kemudian menyuruh Hae Gang menggandeng lengannya. Hae Gang pun menggandeng lengan Jin Eon, dan selanjutnya keduanya beranjak pergi menuju sauna dengan senyum terkembang. “Kau akan memakai itu?” tanya Hae Gang saat melihat Jin Eon sedang memilih2 baju sauna. “Aku pernah memakainya dulu.” Jawab Jin Eon. “Tak bisa kubayangkan…” dan Hae Gang pun tersenyum geli, “… tapi entah bagaimana tampaknya akan lucu.” “Awas ya kalau kau jatuh cinta padaku.” Ucap Jin Eon.   Ajumma penjaga sauna kemudian memberitahu bahwa Jin Eon...

I Have a Lover Ep 17 Part 2

Sebelumnya <<< Hae Gang di rumah sakit, menunggui Moon Tae Joon yang sedang di operasi. Wajahnya tampak cemas. Tak lama kemudian, Jin Eon datang. Dua staf keamanan Jin Eon yang sudah duluan tiba di sana, langsung menemui Jin Eon begitu Jin Eon datang. "Bagaimana dengan Moon Tae Joon?" tanya Jin Eon. "Dia sedang di operasi." jawab salah satu staf keamanan Jin Eon. "Lalu Do Hae... ah, maksudku Nona Dokgo Yong Gi?" tanya Jin Eon. "Dia menunggu di depan ruang operasi." jawab staf keamanan itu lagi. "Kau sudah mendapatkan nomor platnya?" tanya Jin Eon. "Sudah." Staf keamanan Jin Eon pun memberikan nomor plat kendaraan yang menabrak Tae Joon pada Jin Eon. Jin Eon menatap nomor plat itu dengan wajah cemas. Ia lalu menyusul Hae Gang ke ruang operasi. Keluarga Moon Tae Joon menyalahkan Hae Gang atas kecelakaan yang menimpa Tae Joon. Kakak Tae Joon berkata, jika saja Tae Joon mendengarkannya untuk m...

I Have a Lover Ep 23 Part 1

Sebelumnya.... Hae Gang masih belum siuman. Diluar, Jin Eon terus berteriak ingin kembali dengan Hae Gang. Di dalam, Hae Gang mulai sadar. Jin Eon terus berteriak, memohon agar Hae Gang mau memberinya satu kesempatan lagi. Baek Seok yang sudah tidak bisa menahan dirinya lagi pun langsung mencengkram kerah baju Jin Eon. “Bagaimana bisa begitu mudah bagimu? Bagaimana mungkin cinta sesederhana itu bagimu? Apa? Kau ingin kembali? Bagaimana caranya kau kembali? Dia ditikam setelah menemukan jalan pulangnya! Di depan mataku, dia hampir mati! Baik kau dan aku tidak memiliki tempat untuk kembali. Kau lah satu2nya orang yang mendorongnya ke jurang! Kau orang yang mendorongnya ke jurang sebanyak dua kali! Kau mencampakkannya! Setelah kau mencampakannya, kenapa? Kenapa sekarang, setelah semua yang terjadi? Tidak ada ingatan tentangmu selama 4 tahun ini! Kenapa? Kau membuatku mencintainya, lalu kenapa? Saat cintaku begitu sulit… saat aku mencintaimu, membuatku bahkan tidak bernapas…” ucap...