Skip to main content

The Promise Ep 15 Part 3

Sebelumnya...


Di kamarnya, Hwi Kyung tengah menatap jam Na Yeon yang sudah ia perbaiki.


Saat hendak menyimpan jam Na Yeon di lacinya, ia tanpa sengaja melihat sobekan sebuah foto.

Foto itu tampak seperti foto pernikahan. Hwi Kyung memakai jas pernikahan di sana tapi sobekan yang bagian wanitanya tidak ada.

Hwi Kyung lalu teringat masa lalunya.


Flashback...

Hwi Kyung masuk ke rumahnya dengan wajah penuh senyuman. Ia juga membuka sebuket mawar merah.

Namun senyumnya langsung menghilang saat ia melihat sepatu pria lain tergeletak di samping sepatu seorang wanita.

Hwi Kyung berjalan perlahan menuju kamarnya dan menemukan istrinya berduaan dengan pria lain di kamar.

Flashback end...


Hwi Kyung terbangun dari tidurnya. Kejadian itu ternyata sampai terbawa ke alam bawah sadarnya.


Paginya, Tae Joon dan Se Jin menemui Kyung Wan di Baekdo.

Tae Joon berterima kasih lantaran apartemen yang diberikan Kyung Wan padanya.

Kyung Wan meminta Tae Joon tinggal di apartemen itu sampai Tae Joon dan Se Jin menikah. Ia juga menyuruh Tae Joon bersabar menghadapi sikap Yoo Kyung.

"Aku minta maaf karena sudah membuatmu repot karena masalah ini."

"Akulah satu-satunya orang yang merasa menyesal."


Tak lama kemudian, seketaris Kyung Wan masuk mengantarkan pria bernama Tuan Bae.

Tuan Bae yang ternyata adalah rekan senior Tae Joon pun masuk.

Tuan Bae sontak terkejut melihat Tae Joon. Ia makin terkejut saat Kyung Wan memperkenal Tae Joon sebagai Direktur Manajemen Strategi yang baru.


Keluar dari ruangan Kyung Wan, Tuan Bae pun mengaku ingin terlahir kembali agar bisa seberuntung Tae Joon. Ia juga mengatakan, Tae Joon bisa sukses setelah memacari Se Jin.


Eun Bong menghubungi si Ular Putih yang ternyata adalah Reporter Baek.

Ia meminta Reporter Baek untuk tidak merilis artikel tentang Se Jin dan Tae Joon. Eun Bong menegaskan, bahwa Tae Joon dan Se Jin tidak punya hubungan apa-apa.

Reporter Baek sendiri yang sedang menulis artikel Se Jin pun bertanya kenapa ia harus melakukannya. Ia juga penasaran, Eun Bong di sisi siapa. Tae Joon atau Se Jin.

Eun Bong minta maaf karena tidak bisa mengatakan alasannya dan ia memohon agar Reporter Baek tidak menerbitkan artikel itu.


Na Yeon ke apartemen Tae Joon. Tae Joon meminta Na Yeon datang sendirian dengan alasan bahwa apartemennya adalah apartemen milik perusahaan.


Geum Bong menghubungi Eun Bong. Ia memberitahu Eun Bong ada artikel internet tentang Tae Joon yang akan menikahi Se Jin.

Eun Bong yang mendengarkan itu kesal. Ia tidak menyangka Reporter Baek benar-benar menerbitkannya.

"Na Yeon dimana?"

"Dia pergi menemui Tae Joon."

Tak lama kemudian, Geum Bong sadar, Se Jin lah alasan Tae Joon menunda kepulangannnya ke Korea.

Eun Bong meminta Geum Bong diam. Ia mengatakan, jika ibu mereka tahu, badai akan datang.

"Jangan bilang, Tae Joon juga tidak tahu soal Sae Byeol."


Mal Sook tiba-tiba masuk ke kamar Geum Bong, mengejutkan Geum Bong.

"Apa maksudmu mengatakan Tae Joon tidak tahu soal Sae Byeol?"

"Bukan apa-apa." jawab Geum Bong sambil menutup laptopnya agar sang ibu tidak melihat artikel Tae Joon dan Se Jin.

"Katakan padaku!" teriak Mal Sook.

"Aku berpikir, kalau Tae Joon belum tahu tapi itu tidak mungkin. Ibunya pasti sudah memberitahunya."

Mal Sook pun kesal dan berniat melabrak Man Jung.


Na Yeon sudah sampai di depan pintu apartemen Tae Joon.

Sementara di kamarnya, Se Jin berusaha menghubungi Tae Joon tapi tidak dijawab.


Tae Joon sendiri di depan pintunya.

Di meja, ponselnya terus berbunyi dan layar laptopnya menampilkan artikel pernikahannya dengan Se Jin.


Setelah menarik napasnya berkali-kali, ia pun membukakan pintu untuk Na Yeon.

Begitu melihat Tae Joon, Na Yeon langsung memeluk Tae Joon.

Dalam pelukan Tae Joon, Na Yeon menangis haru.

Sementara Tae Joon, wajahnya menyiratkan bahwa ia terganggu dengan kehadiran Na Yeon.


Bersambung..............

Comments

Popular posts from this blog

I Have a Lover Ep 50

Sebelumnya.... “Aku rasa aku jatuh cinta lagi padamu.” Ucap Jin Eon begitu Hae Gang menghampirinya. “Aku sudah tahu.” jawab Hae Gang. “Berikan tasmu.” Pinta Jin Eon. “Tidak mau, tas melambangkan harga diri seorang wanita.” Jawab Hae Gang. “Berikan padaku. Tas wanitaku melambangkan harga diriku.” ucap Jin Eon. Hae Gang pun tersenyum, lalu memberikan tas alias keranjangnya yang berisi peralatan mandi pada Jin Eon. Jin Eon kemudian menyuruh Hae Gang menggandeng lengannya. Hae Gang pun menggandeng lengan Jin Eon, dan selanjutnya keduanya beranjak pergi menuju sauna dengan senyum terkembang. “Kau akan memakai itu?” tanya Hae Gang saat melihat Jin Eon sedang memilih2 baju sauna. “Aku pernah memakainya dulu.” Jawab Jin Eon. “Tak bisa kubayangkan…” dan Hae Gang pun tersenyum geli, “… tapi entah bagaimana tampaknya akan lucu.” “Awas ya kalau kau jatuh cinta padaku.” Ucap Jin Eon.   Ajumma penjaga sauna kemudian memberitahu bahwa Jin Eon...

I Have a Lover Ep 17 Part 2

Sebelumnya <<< Hae Gang di rumah sakit, menunggui Moon Tae Joon yang sedang di operasi. Wajahnya tampak cemas. Tak lama kemudian, Jin Eon datang. Dua staf keamanan Jin Eon yang sudah duluan tiba di sana, langsung menemui Jin Eon begitu Jin Eon datang. "Bagaimana dengan Moon Tae Joon?" tanya Jin Eon. "Dia sedang di operasi." jawab salah satu staf keamanan Jin Eon. "Lalu Do Hae... ah, maksudku Nona Dokgo Yong Gi?" tanya Jin Eon. "Dia menunggu di depan ruang operasi." jawab staf keamanan itu lagi. "Kau sudah mendapatkan nomor platnya?" tanya Jin Eon. "Sudah." Staf keamanan Jin Eon pun memberikan nomor plat kendaraan yang menabrak Tae Joon pada Jin Eon. Jin Eon menatap nomor plat itu dengan wajah cemas. Ia lalu menyusul Hae Gang ke ruang operasi. Keluarga Moon Tae Joon menyalahkan Hae Gang atas kecelakaan yang menimpa Tae Joon. Kakak Tae Joon berkata, jika saja Tae Joon mendengarkannya untuk m...

I Have a Lover Ep 23 Part 1

Sebelumnya.... Hae Gang masih belum siuman. Diluar, Jin Eon terus berteriak ingin kembali dengan Hae Gang. Di dalam, Hae Gang mulai sadar. Jin Eon terus berteriak, memohon agar Hae Gang mau memberinya satu kesempatan lagi. Baek Seok yang sudah tidak bisa menahan dirinya lagi pun langsung mencengkram kerah baju Jin Eon. “Bagaimana bisa begitu mudah bagimu? Bagaimana mungkin cinta sesederhana itu bagimu? Apa? Kau ingin kembali? Bagaimana caranya kau kembali? Dia ditikam setelah menemukan jalan pulangnya! Di depan mataku, dia hampir mati! Baik kau dan aku tidak memiliki tempat untuk kembali. Kau lah satu2nya orang yang mendorongnya ke jurang! Kau orang yang mendorongnya ke jurang sebanyak dua kali! Kau mencampakkannya! Setelah kau mencampakannya, kenapa? Kenapa sekarang, setelah semua yang terjadi? Tidak ada ingatan tentangmu selama 4 tahun ini! Kenapa? Kau membuatku mencintainya, lalu kenapa? Saat cintaku begitu sulit… saat aku mencintaimu, membuatku bahkan tidak bernapas…” ucap...