Thursday, December 13, 2018

The Promise Ep 16 Part 1

Sebelumnya...


Episode ini dimulai dengan kedatangan Na Yeon ke apartemen Tae Joon. Begitu melihat Tae Joon, Na Yeon langsung memeluk Tae Joon, melepaskan kerindungannya. Na Yeon bertanya, apa Tae Joon benar-benar Tae Joon? Apa dia tidak bermimpi?

"Kau tidak bermimpi." jawab Tae Joon lirih.

Berikutnya, Na Yeon melepaskan pelukannya dan memukuli Tae Joon.

"Kau tahu bagaimana cemasnya aku? Kau tidak ada kabar saat kau bilang akan pulang. Aku mencemaskanmu." ucap Na Yeon.


Na Yeon lantas memegang wajah Tae Joon dan bertanya, apa Tae Joon sakit.

Tae Joon pun langsung menurunkan tangan Na Yeon dari pipinya dan berkata, bahwa dirinya baik-baik saja.

Tae Joon lalu menyuruh Na Yeon duduk dan mengajak Na Yeon minum teh.

"Biar aku saja." jawab Na Yeon.

"Aniya, aku yang akan membuatnya." ucap Tae Joon, lalu pergi ke dapur.


Saat Tae Joon membuat teh, Na Yeon memperhatikan sekeliling apartemen Tae Joon dan heran-heran sendiri melihat barang-barang couple memenuhi ruangan.

Na Yeon pun langsung menanyakannya pada Tae Joon.  Ia fikir, barang-barang couple itu miliknya dan Tae Joon.

Tae Joon tidak menjawab dan meletakkan dua cangkir teh di meja.

Ponsel Tae Joon kemudian berdering. Na Yeon melirik ke ponsel Tae Joon.

"Tae Joon-ah, ponselmu." ucap Na Yeon.


Dari ponsel Tae Joon, Na Yeon mengalihkan pandangannya ke layar laptop Tae Joon.

Tae Joon pun langsung berlari ke mejanya dan menutup laptopnya sebelum Na Yeon sempat membaca artikel pernikahannya dengan Se Jin.

Na Yeon sontak bingung melihat sikap Tae Joon.


Tae Joon lantas menyuruh Na Yeon duduk.

Na Yeon tersenyum melihat Tae Joon. Ia mengaku sudah lama sekali ia tidak meminum teh buatan Tae Joon. Na Yeon mencicipi teh Tae Joon dan memuji rasanya yang masih enak.

Na Yeon lalu menyuruh Tae Joon menemui Man Jung. Dengan wajah dingin, Tae Joon berterima kasih pada Na Yeon lantaran Na Yeon sudah mengurus ibunya.

Tae Joon lantas mengaku bingung bagaimana harus membayar kebaikan Na Yeon.

"Ada apa denganmu? Kenapa kau mengatakan itu padaku?" jawab Na Yeon.


Na Yeon kemudian mengajak Tae Joon pulang ke rumah. Ia berkata, ada seseorang yang sangat ingin bertemu dengan Tae Joon.

"Uri eomma, Eun Bong Eonni, Geum Bong-i, geurigu, aku punya hadiah yang mau kutunjukkan padamu." ucap Na Yeon.

"Maksudmu anak itu?" tanya Tae Joon.

Sontak Na Yeon kaget mengetahui Tae Joon sudah tahu tentang Sae Byeol.

Na Yeon kemudian bercerita, bahwa Sae Byeol ingin menyanyikan sebuah lagu untuk Tae Joon. Ia lantas mengajak Tae Joon pulang tapi Tae Joon menolak.


Tae Joon pun memberanikan dirinya menatap Na Yeon. Ia menggenggam tangan Na Yeon dan meminta Na Yeon mengutuknya, membencinya dan meludahinya.

Na Yeon pun bingung, ada apa?

"Aku berpikir, aku tidak bisa hidup tanpamu tapi itu tidak benar. Kita sudah bersama selama 15 tahun dan itu bukan waktu yang singkat tapi sesuatu terjadi selama beberapa bulan. Itulah yang terjadi pada semua orang. Kau juga akan merasakannya."

"Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan. Kenapa kau bersikap aneh sejak kembali dari Amerika? Aku tidak belajar keluar negeri atau pun universitas, jadi katakan langsung saja agar aku mengerti."

Na Yeon pura-pura tidak mengerti gaes. Dia tahu maksud Tae Joon, tapi dia mau denger langsung dari mulut Tae Joon.

Tae Joon pun mengerti.

"Aku tidak akan kembali padamu. Aku sudah bukan pacarmu lagi sejak lama." jawab Tae Joon yang sontak mengejutkan Na Yeon.


Ponsel Tae Joon lantas berdering. Telepon dari Se Jin. Se Jin mengaku mencemaskan Tae Joon soal artikel mereka di internet. Ia menawarkan diri datang ke apartemen Tae Joon tapi Tae Joon melarang dan menyuruhnya istirahat. Ia juga mengaku, bahwa dirinya baik-baik saja.

"Suaramu tidak terdengar baik-baik saja. Berjanji lah padaku, tidak akan ada satu pun yang bisa memisahkan kita." jawab Se Jin.

"Aku mengerti, kita bicara lagi nanti." ucap Tae Joon.


Tae Joon lantas menatap Na Yeon. Ia bertanya, apa Na Yeon masih tidak mengerti setelah mendengar ia bicara dengan seseorang di telepon.

Na Yeon dengan mata berkaca-kaca menggelengkan kepalanya.


"Orang yang bicara denganku di telepon adalah orang yang akan aku nikahi. Aku menghancurkanmu. Aku menyelingkuhimu. Aku menusukmu dari belakang. Kau masih tidak mengerti?"

Na Yeon kaget dan sontak berdiri memandangi Tae Joon.

"Kang Tae Joon yang kau kenal sudah tidak ada. Kau masih tidak mengerti?" tanya Tae Joon.

Na Yeon yang syok pun tidak bisa menerima kenyataan dan berpura-pura kalau semua itu hanyalah lelucon.


Tae Joon yang kesal, membuka lacinya, lalu mengambil buku rekeningnya dan memberikannya pada Na Yeon.

"Aku membayarmu kembali! Itu adalah kompensasi atas apa yang kau lakukan selama ini!"

Na Yeon marah, BERHENTI! BERHENTI KATAKU! dan melemparkan buku rekening Tae Joon.

"Ini tidak menyenangkan. Ini sudah 5 tahun, kenapa kau begini padaku?" tanya Na Yeon.

"Kau bisa melakukan apapun dengan anak itu. Dia masih muda jadi yang terbaik adalah jika dia dibesarkan olehmu. Jika kau membawanya ke sini, apa dia akan baik-baik saja!"

Na Yeon menampar Tae Joon.


Tae Joon lantas meneriaki Na Yeon.

"KAU LAH ORANG YANG HARUS BANGUN! BUKA MATAMU! ORANG YANG BERDIRI DI DEPANMU INI BUKAN KANG TAE JOON! HAH!"

Na Yeon menangis dan menampar Tae Joon lagi.


Tae Joon tertawa sinis dan menyuruh Na Yeon menamparnya lagi.

"Tae Joon-ah, ada apa? Apa yang terjadi padamu di Amerika? Kenapa kau begini?"

Na Yeon lantas mengajak Tae Joon pulang. Ia yakin, Tae Joon akan berubah pikiran setelah bertemu dengan Sae Byeol. Tapi Tae Joon menolak dan mengatakan bahwa Sae Byeol tidak ada hubungan apapun dengannya. Ia juga menyalahkan Na Yeon karena sudah menyembunyikan Sae Byeol darinya.

Na Yeon kekeuh ingin mempertemukan Sae Byeol dan Tae Joon. Ia yakin, Tae Joon akan kembali padanya setelah melihat Sae Byeol dan meminta Tae Joon menunggunya.

Na Yeon lantas beranjak pergi.


Tapi baru beberapa langkah, ia terjatuh dan terduduk lemas.

Na Yeon menangis. Ia penasaran, apa yang membuat Tae Joon berubah.

Tak lama kemudian, ia mengatakan bahwa Tae Joon akan berubah pikiran setelah melihat Sae Byeol. Ia berkata, bahwa Sae Byeol harus bertemu dengan Tae Joon.

Bersambung ke part 2...........

1 comment:

  1. semangat mbak. ditunggu kelanjutannya.
    sebal sama tae joon. memang buah apel jatuh gak jauh dari pohonnya. kayak emaknya nyebelin.

    ReplyDelete