Tuesday, November 15, 2016

Hide Identity Ep 1

Kita menyembunyikan identitas kita seperti seorang criminal dengan tujuan untuk menangkap mereka. Identitas kita tidak ada dalam dokumen polisi ataupun di dokumen lainnya. Kita adalah Tim Investigasi Kriminal.

Narasi itu terdengar bersamaan dengan scene yang memperlihatkan aktivitas di kota metropolitan.


Choi Tae Pyung, seorang pria tua berkacamata, tampak duduk di tengah2 penumpang subway. Tak lama kemudian, ia membuka ponselnya dan melihat foto seorang pria dengan dandanan cupu. Pria dengan dandanan cupu itu ternyata duduk tepat di hadapannya.


Tak lama kemudian, subway berhenti. Pria cupu itu pun bergegas turun. Ia sama sekali tidak menyadari keberadaan Tae Pyung yang terus membuntutinya.


Di sebuah ruangan khusus yang terdapat berbagai macam komputer di dalamnya, pria bernama Jang Moo Won tampak berdiri dengan mata mengawasi layar2 komputer2 itu.


Di depan hotel, pria penjaga pintu menginformasikan kepada rekannya tentang kedatangan Teacher Jung. Teacher Jung tak sendiri, ia datang bersama sang asisten, Min Tae In.


Moo Won pun memberi perintah pada Min Joo untuk mulai beraksi. Di hotel, kita melihat Jang Min Joo, seorang wanita yang berperan sebagai resepsionis. Dengan lihainya, ia menukar kartu kredit Teacher Jung. Teacher Jung menunggu di meja resepsionis tanpa perasaan curiga sedikit pun. Tae In tampak menatap Min Joo dengan wajah tegang.

Tak lama kemudian, pria cupu itu datang ke hotel. Tae Pyung terus mengikuti pria itu.

Sementara itu, Moo Won masih mengawasi komputernya.


Tae Pyung langsung menuju meja resepsionis untuk mengambil kartu kredit Teacher Jung yang asli. Setelah mendapatkannya, ia bergegas pergi ke meja yang di dekatnya ada seorang pria gemuk yang tampak sibuk dengan sebuah laptop.


Tak lama kemudian, seorang pelayan wanita datang menghampiri Tae Pyung. Tae Pyung memberikan kartu kredit Teacher Jung yang asli pada pelayan itu. Si pelayan kemudian menyerahkan kartu kredit itu pada Jin Deok Hoo, si pria gemuk. Deok Hoo pun langsung melacak data2 di dalam kartu itu. Tak membutuhkan waktu lama, Deok Hoo berhasil mendapatkan identitas si pria cupu. Si pria cupu bernama Im Jae Myung, ia di keluarkan dari kampusnya dan dikenal sebagai penjual item game.


“Tandai dia, Deok Hoo.” Perintah Moo Won.


Tae Pyung mengoceh, Semua menjadi ribut tiba-tiba saja. Kali ini pasti jangkauannya luas. Mereka semua berkomunikasi lewat earphone yang terselip di balik baju mereka.


Moo Won pun berkata kalau mereka akan menemukan seberapa besar gambar itu.


Cha Gun Woo berjalan sendirian menuju kamarnya yang berada di atap. Setibanya di depan kamar, ia mendapat panggilan dari seseorang yang bernama Chang Min. Namun Gun Woo memilih tidak menjawab panggilan Chang Min dan masuk ke kamarnya begitu saja.




Keesokan harinya, Gun Woo sudah berada di dalam sebuah mobil bersama Chang Min. Chang Min mengaku bahwa dirinya sangat kecewa karena Gun Woo mengabaikan ulang tahun Ah Young. Gun Woo sendiri pura2 tidur. Chang Min juga protes karena Gun Woo tidak menjawab panggilannya semalam. Gun Woo tak bergeming, Chang Min pun hanya bisa menghela napas kesal.

Chang Min kemudian melihat data2 seorang pria….

“Si berengsek ini, dia adalah pemilik dari klub malam. Narkoba, pelecehan seksual, pemerkosaan, dan juga penjualan anak! Dialah yang paling buruk! Apakah kau percaya kalau dia bebas berkeliaran dijalan? Aku pasti akan menangkap yang satu ini, untuk membuat dunianya Ah Young menjadi tempat yang lebih baik. Kita tetaplah rekan, satu tim. Kita sudah banyak menderita bersama. Apa yang akan kita lakukan?” cerocos Chang Min.


Barulah Gun Woo membuka matanya. Chang Min lantas menatap Gun Woo.

“Apa kau bahkan tahu namaku?” tanya Chang Min.


Bukannya menjawab, Gun Woo malah mengeluarkan sepasang sepatu berwarna pink dari laci dashboard dan memberikannya pada Chang Min. Melihat itu, Chang Min pun tertawa geli.

“Lihatlah warnanya ini! Adik! Aku pandai menilai karakter seseorang. Ketika orang-orang mengatakan bahwa kau akan menghabisi rekanmu, aku secara suka rela menjadi rekanmu.” Oceh Chang Min.


Gun Woo yang bosan mendengar ocehan Chang Min, beranjak keluar. Semula Chang Min menahannya. Chang Min mengajak Gun Woo pergi beli minum bersama dan mengaku akan mentraktir Gun Woo. Tapi Gun Woo menolak dan ingin pergi sendirian saja. Chang Min memberikan uang pada Gun Woo.


Saat Gun Woo berada di mesin kopi, target mereka muncul. Chang Min langsung menghubungi Gun Woo, namun sial… Gun Woo meninggalkan ponselnya di mobil. Chang Min pun tak punya pilihan lain selain menghadapi si penjahat itu sendirian.

“Apakah anda Park Sung Mo? Aku dari kepolisian.” Ucap Chang Min sambil memperlihatkan kartu tanda pengenalnya.
 
Pengawal Sung Mo pun langsung mendekati Chang Min. Ia berkata kalau Chang Min salah orang. Tapi Chang Min dengan beraninya mendekati Sung Mo yang sudah memegang stik golf. Pengawal Sung Mo berusaha berusaha menghentikan Chang Min. Chang Min yang gerah akhirnya membanting pengawal Sung Mo.


Sung Mo membalas, dengan entengnya dia memukulkan stik golf itu ke kepala Chang Min. Chang Min rubuh seketika dengan kepala bersimbah darah. Gun Woo yang mendengar suara teriakan, langsung memeriksa apa yang terjadi. Betapa terkejutnya ia menemukan Chang Min sudah terkapar.


Gun Woo dengan sekencang2nya berlari mengejar mobil Sung Mo. Tapi ia tak bisa mengejar mobil Sung Mo. Jelas saja, karena ia hanya berlari. Gun Woo pun segera menghampiri Chang Min. Ia berteriak membangunkan Chang Min dan menyuruh seseorang memanggil ambulance.



Gun Woo menunggu di rumah sakit. Tak lama kemudian, istri Chang Min datang dan langsung menemui atasan Gun Woo yang juga ikut menunggu di rumah sakit. Dokter keluar dari ruang operasi dan mengabarkan kalau Chang Min akan sulit bertahan. Istri Chang Min langsung terduduk lemas di lantai. Dan Gun Woo? Dia pergi begitu saja setelah mendengar kondisi temannya.



Gun Woo pun emosi ketika atasannya memberi perintah untuk melepaskan Sung Mo!!


Sudah bisa ditebak apa yang terjadi berikutnya. Gun Woo yang diliputi amarah, langsung mendatangi klub Sung Mo! Ponsel Gun Woo berdering ketika ia tiba di sana. Atasan Gun Woo mencoba menghentikan Gun Woo, tapi Gun Woo yang terlanjur emosi mengabaikan perintah atasannya itu.

Sung Mo yang menyadari keberadaan Gun Woo menyuruh para pengawalnya membereskan Gun Woo. Sung Mo juga tersenyum meremehkan Gun Woo. Dengan gampangnya, Gun Woo menumbangkan para bodyguard Sung Mo satu per satu. Meski beberapa kali terkena hantaman, Gun Woo tak peduli dan terus menghajar pengawal Sung Mo dengan membabi buta.


Melihat para pengawalnya tumbang, Sung Mo langsung melarikan diri ke atap. Gun Woo mengejar Sung Mo. Sung Mo ketakutan. Dengan suara bergetar, ia tanya siapa Gun Woo. Setelah tau bahwa Gun Woo adalah seorang polisi, Sung Mo pun meminta maaf atas insiden Chang Min. Sung Mo bahkan menawarkan uang duka cita.

“Kenapa kau melakukan itu?” tanya Gun Woo pelan.

“Itu kecelakaan! Aku tidak tahu kalau dia akan mati segampang itu.” jawab Chang Min.

“Kau tak hanya membunuh satu orang. Kau merusak segalanya... termasuk keluarga yang dia sayangi.” Ucap Gun Woo.
  

Tak lama kemudian, atasan Gun Woo datang. Kepercayaan diri Sung Mo pun tumbuh dengan kedatangan atasan Gun Woo. Namun Gun Woo yang sadar kalau atasannya itu berniat melepaskan Sung Mo, langsung memeluk Sung Mo dan menjatuhkan diri ke bawah. Mereka mendarat di atas kap sebuah mobil.


Keesokan harinya, Gun Woo sudah berada di pemakaman Chang Min. Gun Woo tertunduk sedih melihat istri dan anak2 Chang Min yang menangis tersedu2. Anak perempuan Chang Min tampak mengenakan sepatu pink pemberian Gun Woo. Setelah mereka semua pergi, tangis Gun Woo pun pecah.


“Kita sudah bekerja bersama selama setahun. Bagaimana mungkin aku tak mengenalmu? Maafkan aku.” sesal Gun Woo.


Usai dari pemakaman Gun Woo, Gun Woo didakwa melakukan tindakan korupsi dan kekerasan dan oleh karena itu Gun Woo diskors 6 bulan. Saat meninggalkan ruangan, Gun Woo bertemu Moo Won yang memang sudah menunggunya. Tapi Gun Woo malah bersikap dingin pada Moo Won.

“Aku turut berduka cita atas meninggalnya rekanmu. Aku juga turut berduka
atas penangguhanmu. Jangan menyalahkan dirimu sendiri, Gun Woo.” Ucap Moo Won.


Tae In membantu Teacher Jung memilih dasi. Teacher Jung kemudian bertanya sudah berapa tahun Tae In bekerja untuknya. Tae In berkata kalau ia sudah 3 tahun bekerja pada Teacher Jung.

“Waktu berlalu sangat cepat. Woo Shik, kau bilang kau ingin bertemu dengan Tetua? Jika bisnis ini berjalan lancar, aku akan merencanakan sebuah pertemuan.” Ucap Teacher Jung.


Teacher Jung lantas meminta jaketnya pada Tae In. Teacher Jung kemudian berkata bahwa ia dan Tae In seperti budak. Tae In lantas menahan Teacher Jung yang mau pergi. Tae In kemudian memberikan inhaler Teacher Jung.

“Aku selalu melupakan ini.” jawab Teacher Jung. Tae In pun tersenyum.


Gun Woo menyusuri jalanan sendirian. Setibanya di rumah, Gun Woo tak langsung masuk dan duduk di depan pintu. Seekor anjing menghampiri Gun Woo. Gun Woo pun memberikan makanan pada anjing itu, namun wajah Gun Woo tampak muram. Ya, Gun Woo masih belum bisa melupakan dukanya.


Moo Won menyusun rencana dengan tim nya untuk mengetahui benda apa yang dibeli Teacher Jung untuk mengetahui rencana Teacher Jung. Moo Won pun langsung menghubungi Min Joo. Min Joo berkata kalau Teacher Jung sudah memesan layanan kamar. Deok Hoo sukses meng-hack CCTV hotel tempat Teacher Jung menginap.



Dalam CCTV, terekam sosok Tae In yang mengantar Jae Myung ke kamar. Tae In diam2 mengaktifkan alat penyadap di langit2 kamar. Tepat saat alat penyadap itu aktif, Teacher Jung sedang berbicara dengan seseorang di telepon. Deok Hoo pun berhasil melacak lawan bicara Teacher Jung. Dia adalah Choi Jun Seok, seorang makelar untuk pasar gelap. Teacher Jung menyuruh Jun Seok mencarikannya penembak jitu.


“Dapatkan daftar orang yang mungkin direkrut.” Perintah Moo Won.


Adegan kemudian berpindah pada Tae In yang membawa Jae Myung menemui Teacher Jung. Jae Myung mengeluarkan sebuah alat dari tasnya. Alat pelacak pun langsung bekerja men-scan alat yang dibawa Jae Myung. Deok Hoo berkata bahwa butuh waktu 3 menit sampai proses scanner selesai.


“Tidak bisakah kita mencobanya dan melihatnya bekerja atau tidak?” tanya Teacher Jung.


“Apa harus kita coba? Jika sistemnya baik, maka akan sempurna untuk melakukan pengetesan. Bisakah kumulai?” jawab Jae Myung.

“Ini bukan hanya sekedar tes. Lakukan seperti ini sungguhan. Lakukan untuk sesungguhnya, seperti latihan.” Ucap Teacher Jung.



Tae In pun langsung memutar otaknya. Ia menyarankan Teacher Jung untuk memeriksa uangnya dahulu? Teacher Jung langsung menatap curiga Tae In. Tae In tampak tegang. Tapi berikutnya, Teacher Jung tersenyum dan memuji kecermatan Tae In.


Saat Tae In mengambil sekoper uang di meja, Teacher Jung menatapnya curiga. Tae In pun tidak bisa berbuat apa2 lagi saat Teacher Jung ingin mencoba alat itu sekarang juga. Teacher Jung bahkan juga menyuruh Tae In pergi.
 
“Ini diluar dugaan! Kita masih punya waktu dua menit sampai scan-nya selesai. apakah kita harus mengatakan padanya untuk mengulur waktu?” ucap Deok Hoo.

“Kita hanya perlu dua menit.” Perintah Moo Won pada tim nya.



Tepat saat itu, Tae Pyung datang. Ia menyamar sebagai pelayan dan mengaku membawakan layanan special untuk tamu VIP. Teacher Jung tidak curiga dan mempersilahkan Tae Pyung masuk. Setibanya di dalam, Tae Pyung dan Tae In saling melirik.

“Ini sebuah kehormatan untuk melayanimu. Nama saya Ko Sang Moo, Aku yang menyiapkan semua hidangan. Saya membawakan minuman berharga, untuk klien yang berharga pula.” Ucap Tae Pyung.


Tae Pyung pun meminta Teacher Jung mencicipi wine nya. Sementara itu, Moo Won dan Deok Hoo tampak tegang menunggu proses scan selesai. Tae Pyung terus berusaha mengulur waktu dengan menawarkan para gadis untuk Teacher Jung.


Proses scan selesai. Deok Hoo dengan wajak terkejut memberi tahu Moo Won bahwa itu adalah alat untuk memblokir seluruh kamera CCTV.

“Jadi dia berencana dengan sistem kamera.” Gumam Moo Won.


Jae Myung mempraktekkan alat itu di depan Teacher Jung. Dan benar saja, begitu alat itu dinyalakan, seluruh kamera pengawas hotel jadi buram.

“Jadi kita sudah punya skenario, sekarang yang menjadi masalah adalah tempatnya. Dapatkan si penjual.” Perintah Moo Won.

Tae Pyung langsung mengikuti Jae Myung. Jae Myung yang sadar diikuti langsung melarikan diri. Tae Pyung bergegas mengontak Min Joo. Moo Won pun langsung pergi untuk menyergap Jae Myung.


Jae Myung melarikan diri dengan memeluk sekoper uang. Ia langsung diam saat mendapati Moo Won di depannya. Dengan raut wajah yang datar, Moo Won menendang tengkuk Jae Myung. Jae Myung jatuh seketika.  Tak lama kemudian, sebuah mobil datang dan langsung membawa Jae Myung.


Jae Myung di bawa ke sebuah ruangan untuk diinterogasi. Namun sayangnya Jae Myung tak tahu apa yang akan dilakukan Teacher Jung itu dengan alatnya.


Sekarang, Moo Won ada di subway bersama Tae In. Mereka bersikap seolah tidak saling mengenal. Ketika subway berhenti, Tae In turun duluan, Moo Won belakangan.


Tae In dan Moo Won lalu duduk di stasiun secara berjauhan.


“Kita menemukan bahwa ini adalah pengirim video. Mereka akan pergi setelah kamera security mati. Kita harus menemukan targetnya dahulu.” Ucap Moo Won pada Tae In yang pura2 baca koran.

“Dia bukanlah tipe orang yang akan berbagi segalanya.Tapi akan kucoba.” Jawab Tae In.

“Bagaimana perdagangan dengan China?” tanya Moo Won.

“Kurasa mereka akan menggunakan ini untuk perdagangan.” Jawab Tae In.
 
“Apa kau butuh backup?” tanya Moo Won.

“Serahkan saja padaku. Jika Guru Jung curiga, maka kerja keras ini tak akan berbuah apapun. Setelah misi ini selesai. Aku bisa bertemu dengan Tetua.” Jawab Tae In.


“Karena kau sudah memulainya, lakukan sesuai keinginanmu, Letnan Min.” ucap Moo Won.

Tae In pun berterima kasih.

“Tapi... tentang Cha Gun Woo...” ucap Moo Won.

“Ketua Tim... berhentilah mengatakan padaku tentang Gun Woo.” Jawab Tae In.

Tae In lantas beranjak pergi.


Tae In dan Teacher Jung menemui beberapa orang di dermaga. Mereka memberikan banyak sekali box berisi ikan, namun di bawah ikan2 itu terdapat banyak sekali senjata api. Tapi setelah dicek, senjata api itu kosong.


“Aku tak melihat pelurunya.” Ucap Teacher Jung.

“Anda memesan pistol, bukan peluru.” Jawab salah satu dari orang2 itu.

“Jika ada pistol, maka peluru juga harus ada bersamanya.” Ucap Teacher Jung.

Orang2 itu bersiap dengan pistol mereka diam2…

“Kau seorang pencuri. Apa uang membuatmu menjadi buta?” tanya Teacher Jung.

“Hati-hati terhadap omonganmu. Jika kau tidak ingin kehilangan semua yang telah kau miliki sekarang.” ancam orang2 itu.



Teacher Jung mengalah. Ia menyuruh Tae In memberikan kopernya pada orang2 itu. Namun begitu koper dibuka, bukan hanya uang yang ada di koper itu, tapi juga sebuah bom yang akan meledak apabila Teacher Jung memencet tombol pada alat yang dipegangnya. Tae In terpengarah. Dan orang2 itu, langsung menyerahkan pelurunya pada Teacher Jung.


Tae In ke mobil duluan, tapi setibanya di sana ia melihat seorang polisi sedang mengawasi mobil mereka. Tae In pun memberikan kartu identitasnya dan menyuruh polisi itu pergi. Tapi si polisi tidak mau pergi. Tae In yang melihat Teacher Jung berjalan ke arahnya akhirnya terpaksa mengakui jati dirinya sebagai polisi pada polisi itu.

“Aku akan membiarkanmu pergi, pergilah dan bertingkah yang biasa. Inilah satu-satunya cara supaya kita berdua bisa hidup.” ucap Tae In.


Tak lama, Teacher Jung datang dan meminta penjelasan. Tae In pun berkata kalau polisi itu hanya sedang mengecek saja. Tae In juga mengingatkan Teacher Jung kalau semua akan menjadi buruk jika mereka berurusan dengan polisi. Tapi sesuatu yang mengejutkan terjadi. Polisi tadi mengaku pada Teacher Jung kalau Tae In seorang polisi.


Anak buah Teacher Jung langsung menikam Tae In. Tae In pun langsung terkulai di tanah. Sambil menahan rasa sakit di perutnya, Tae In memencet tombol darurat pada ponselnya.


Mendapat sinyal darurat dari Tae In, anggota tim panik dan bergegas melacak keberadaan Tae In.


Gun Woo memakai stelan jas hitam lengkap. Setelah itu, ia mengunjungi rumah abu Min Tae Hee. Ingatan Gun Woo pun melayang ke masa lalu, saat ia dan Tae Hee saling menatap ranjang dengan penuh cinta dan disinari matahari pagi. Gun Woo juga ingat saat ia bertemu Tae In di rumah abu Tae Hee.

Flashback...


“Dia pernah mengatakan padaku kalau dia lelah karena kau dan aku.” ucap Tae In.

“Hyung.... Kenapa kau bertingkah seperti ini?” tanya Gun Woo.

“Carilah jalan untuk menyelamatkan dirimu. Hidup ini harus tetap berjalan.” jawab Tae In.

Flashback end…


Gun Woo lantas beranjak pergi dari rumah abu dengan wajah tertunduk. Tepat saat itu, Moo Won menghampirinya. Gun Woo hanya diam seraya menatap dingin Moo Won.


Sekarang, Moo Won dan Gun Woo ada di perjalanan. Gun Woo diam saja sambil menatap keluar jendela. Moo Won pun berkata kalau Tae In bekerja untuknya dan sekarang terjadi sesuatu pada Tae In. Gun Woo terkejut.


Moo Won lantas membawa Gun Woo ke markasnya. Ia memperkenalkan satu per satu anggota tim pada Gun Woo. Gun Woo ingin tahu tempat apa itu.


“Inilah tempat yang kita gunakan sebagai kantor. Nama tempat ini belum terdaftar, tapi kita menyebut diri kita sebagai Tim Investigasi Lima. Dengan sebuah metode investigasi yang bertindak cepat dan selalu mengawasi. Kita adalah tim investigasi eksekutif yang dibentuk untuk berurusan dengan kriminal. Itulah kita.” jawab Moo Won.


“Tae In Sunbae... dimana dia sekarang?” tanya Gun Woo.

Dan Moo Won pun langsung mengajak Gun Woo ke ruangannya.


Diluar, Min Joo,Tae Pyung dan Deok Hoo pun langsung menggosipi Gun Woo. LOL.

“Dia memberikan gertakan yang dingin.” Ucap Tae Pyung.

“Ini sudah biasa dengan seseorang yang tengah terluka. Mereka terikat untuk saling menyakiti.” Jawab Min Joo.

“Apakah ini dari analisis atau pengalaman?” goda Tae Pyung.

“Katakanlah dari keduanya.” Jawab Min Joo sembari tersenyum manis.

“Pisau yang tajam selalu memotong hingga dalam.” Ucap Tae Pyung sambil mencopot kumis palsunya.


Di dalam, Gun Woo sedang melihat foto2 Tae In bersama Teacher Jung.

“Dia merahasiakannya selama 3 tahun?” tanya Gun Woo syok.

“Dia yang pertama yang bisa terlibat hingga sejauh ini dan bisa sukses.” Jawab Moo Won.


Moo Won lantas memutarkan rekaman Teacher Jung yang membutuhkan penembak jitu. Ia ingin Gun Woo menjadi penembak jitu Teacher Jung. Gun Woo menolak.


“Sekarang kita kehilangan kontak dengan dia. Dia sudah ketahuan.” Jawab Moo Won.

“Apa dia masih hidup?” tanya Gun Woo cemas.


“Kita melakukan ini untuk mencari tahu itu. Kau adalah orang yang paling berkualitas.” Jawab Moo Won.

“Paling berkualitas? Rekanku mati karenaku... sekarang kau ingin aku menjaga Tae In Sunbae?” tanya Gun Woo.

“Kau ada hutang dengan Tae In. Inilah kesempatanmu untuk melunasinya.” Jawab Moo Won.


“Aku akan berpura-pura aku tak pernah mendengar ini semua. Ada banyak orang disini.” Ucap Gun Woo.

“Jika identitasnya Tae In benar-benar terbongkar.. Ada kemungkinan juga kalau
keberadaan kita akan terbongkar pula.” Jawab Moo Won.

“Tae In tidak akan pernah melakukan itu.” ucap Gun Woo.

“Kita berusaha untuk memperkecil kesalahan yang mungkin kita buat. Jadi, beberapa orang bisa mati.” Ucap Moo Won.

“Itulah apa yang aku katakan. Orang lain tidak bisa mati... karena kesalahanku lagi.” Jawab Gun Woo.

Usai dari kantor Moo Won, Gun Woo duduk di kedai soju. Ia memandangi pemantik api yang bertuliskan ‘berhentilah merokok’… Kemudian, Gun Woo membuka dompetnya dan melihat fotonya bersama Tae Hee dan Tae In. Ingatan Gun Woo seketika melayang pada kata2 Moo Won.

Flashback…

“Apa kau ingin tahu siapa yang ia kejar? dan kenapa dia mengejar mereka? Sudah 8 tahun. Kau harus belajar bagaimana Letnan Min hidup.. apa yang dia tanggung... meskipun orang lain tak ada yang peduli, kau harus mengetahuinya.” Ucap Moo Won.

Flashback end…


Gun Woo lantas menenggak sojunya dan menghubungi seseorang.

Keesokan harinya, Gun Woo dan Min Joo lagi memata2in Jun Seok di mobil. Tak lama kemudian, Jun Seok keluar dari sebuah kafe dan menyetop sebuah taksi. Gun Woo langsung turun dari mobil dan merebut taksi Jun Seok. Jun Seok pun terpaksa menaiki taksi lain yang…. disupiri Tae Pyung!!


Jalanan macet menjadi alasan Tae Pyung membawa Jun Seok ke tempat sepi. Tae Pyeong pun menghentikan mobilnya ketika mereka sampai di terowongan ketika melihat ada mobil yang berhenti di depan mereka. Tae Pyung pun turun dari taksinya dan menghampiri mobil di depannya. Tak lama, sebuah mobil datang dari arah belakang. Jun Seok pun sadar dirinya dikepung.


“Seorang pria tua, seorang wanita.. hanya ada kalian berempat. Bagaimana polisi bisa mendapatkan informasi sangat kecil? Akulah yang terbaik dari 707, tentara teratas di negeri ini. Kau seharusnya memanggil Tim SWAT hanya untuk menemuiku.” Ucap Jun Seok meremehkan.

“Aku benci mendengar cerita tentara. Berhentilah merengek dan ayo pergi.” Jawab Min Joo.

“Si berengsek ini begitu kekanakan.” Ucap Jun Seok.


Min Joo ingin menghajar Jun Seok, tapi Tae Pyung menahan dan menyuruh Gun Woo yang melakukannya.

Gun Woo merangsek maju, tapi Jun Seok berhasil memukulnya berkali2. Min Joo dan Tae Pyung langsung pesimis. Jun Seok merasa di atas angin. Tapi kekalahan Gun Woo hanya berlangsung sebentar saja karena Gun Woo langsung menunjukkan kemampuannya. Ia berhasil menjatuhkan Jun Seok. Kemampuan Gun Woo, membuat Min Joo dan Tae Pyung takjub.


Di sebuah ruangan, kita melihat Tae In disiksa!! Tangannya digantung dan badannya dipenuhi darah. Tak lama kemudian, Teacher Jung datang mendekati Tae In.

“Aku mencoba untuk menelepon polisi, tapi tak seorang pun yang mengenalmu. Kau bilang kau seorang polisi... tapi jika kau bukan polisi, kau ini apa?” tanya Teacher Jung.

“Kenapa kau mencurigaiku? Aku adalah keluargamu selama 3 tahun.” Ucap Tae In.


“Kau ingin tahu? Mudah saja. Sebelum aku memulai proyek besarku, aku mengetes semua orang. Beberapa mengenakan topeng, beberapa melarikan diri. Mereka semua sangat berbeda. Tapi.. kau bersih. Aku mencari tahu tentangmu. Aku melihat di tiap sudutnya. Aku tetap tak bisa menemukan setitik debu pun. Orang yang seperti apakah itu?” jawab Teacher Jung.

“Tinggalkan dia. Kau sangat bahagia tumbuh dalam kekayaan.” Ucap Tae In.

“ Aku akan memberikanmu beberapa waktu. Aku akan memberikanmu 3 hari. Hanya 3 hari.” Jawab Teacher Jung.


Gun Woo mendapatkan identitas palsu dari Min Joo.


“Ini adalah identitas palsumu, telepon, dan latar belakangmu. Ingatlah semua secara detail. Ini bukan hanya identitas palsu yang sederhana. Ini adalah identitas palsu yang sempurna. Kita memasukkannya di data polisi.” Ucap Min Joo.


Tae Pyung menyuruh Jun Seok bicara pada Teacher Jung. Jun Seok berkata pada Teacher Jung untuk merekrut Gun Woo sebagai penembak jitu. Jun Seok berkata jika pekerjaan Gun Woo adalah sopir pengganti.

“Aku mungkin tak punya kepribadian yang baik, tapi aku punya kemampuan yang sangat baik. Dia habis terlibat tindak kekerasan, tapi ia memiliki hutang judi. Dia akan melakukan apapun untuk uang. Dia bahkan bekerja sebagai supir siang dan malam.” Ucap Jun Seok.


Gun Woo pun langsung menemui Teacher Jung yang sudah menunggu di mobil bersama dua pengawal sebagai supir pengganti. Sambil mengemudi, Gun Woo menatap pengawal Teacher Jung yang duduk disampingnya. Ia teringat kata2 Jun Seok.


“Lee Gwang Shik... Dia punya mata dan tangan yang cepat." Ucap Jun Seok.

Gun Woo lantas menatap pengawal Teacher Jung yang duduk di belakang. Namanya Ahn Gyung Soo yang dikenal sebagai hacker. Benar saja. Gyung Soo langsung melacak2 data di ponsel Gun Woo. Tak lama kemudian, Gyung Soo berkata bahwa Gun Woo bersih.

Gun Woo lantas menatap Teacher Jung dari spionnya. Ingatannya melayang pada kata2 Min Joo.

“Kita semua memanggilnya "Guru Jung". Tak ada informasi tentang ini. Semuanya tersembunyi.” Ucap Min Joo.


Gun Woo pun tiba di sebuah tempat yang lebih mirip gudang. Teacher Jung menyuruh Gun Woo mengikutinya. Sesampainya di sana, Teacher Jung langsung mewawancarai Gun Woo.

“Kau tahu Jun Seok, 'kan? Choi Jun Seok. Dia merekomendasikanmu.” Ucap Teacher Jung.

“Jun Seok merekomendasikanku?” tanya Gun Woo.

“Apa kau tak ingin bekerja sama denganku?” tanya Teacher Jung.

“Jika bayarannya memungkinkan.” Jawab Gun Woo.

Teacher Jung langsung tersenyum geli…

“Kau bahkan tak menanyakan pekerjaan apa itu?” ucap Teacher Jung.


“Aku tidak dalam posisi untuk menolak suatu pekerjaan.” Jawab Gun Woo.

Tapi tak lama, Gun Woo ingin tahu pekerjaannya. Teacher Jung lagi2 tersenyum.

“Aku tak ingin mengambil resiko.” Ucap Gun Woo.

Tak lama kemudian, anak buah Teacher Jung yang dipanggil 100 Persen datang. 100 Persen hanya tersenyum menyeringai begitu melihat sosok Gun Woo. 100 Persen lantas mengajak Gun Woo bersalaman. Namun ketika Gun Woo menyambut uluran tangannya, si 100 Persen malah membanting tubuh Gun Woo ke dinding dan mengancam Gun Woo dengan pisau.

“Kau tahu aku, 'kan? Aku melihatmu di Kantor Kepolisian Yongsan. Berengsek ini... seorang polisi.” Ucap 100 Persen.


Mendengar itu, anak buah Teacher Jung langsung mengambil tongkat besi untuk memukul Gun Woo. 100 Persen terus menekan leher Gun Woo dengan pisaunya. Teacher Jung sambil menyemprotkan inhaler nya menatap tajam Gun Woo.


“Hey. Apa kau seorang polisi?” tanya Teacher Jung.


Gun Woo diam saja sambil menatap Teacher Jung dengan tatapan memohon.

Bersambung…….

2 comments:

  1. menegangkan..trimkash dn ditunggu 3piaode brktny,.

    ReplyDelete
  2. SEMANGAT mba.... lanjut sampai tamat yap. Makasi ^_^

    ReplyDelete