Friday, November 18, 2016

The Legend Of The Blue Sea Ep 1 Part 2

Sebelumnya.... 


Joon Jae panik, ia berlarian kesana kemari menyusuri mall mencari Sim Chung. Tapi ia ta bisa menemukan Sim Chung dimana2. Joon Jae stress, ia pikir uang buruannya menghilang. Namun tiba ia terdiam saat melihat seorang ayah yang menggendong anaknya keluar dari ruangan anak hilang. Joon Jae pun mencoba mengecek ke sana, dan benar saja! Sim Chung duduk manis di sana sambil menjilati lollipop.

“Hei, aku sudah menyuruhmu menunggu ku, kan? Kau tahu apa artinya menunggu? Kalau kau pergi tanpa bilang2, aku akan pusing! Kau tidak apa2, kan? Kau tidak terluka?” ucap Joon Jae.


Namun Joon Jae tersenyum saat matanya melirik ke arah gelang giok Sim Chung.

“Ya, kau tidak terluka sedikitpun.” Gumam Joon Jae.



Tak lama kemudian, Sim Chung tersenyum. Joon Jae terkejut, Apa ini? Kau bisa senyum?


Joon Jae lantas mengajak Sim Chung makan. Tapi Sim Chung malah bikin malu karena makan spaghetti pakai tangan. Joon Jae yang tak sanggup menahan rasa malu, akhirnya duduk disamping Sim Chung.

“Kau dari hutan, ya? Apa kau serigala? Kenapa tidak sensitif?” ucap Joon Jae sambil mengelap mulut Sim Chung dengan tisu.


Joon Jae lantas mengajari Sim Chung cara makan yang baik dan benar. Sim Chung pun akhirnya mengikuti saran Joon Jae. Ia makan spaghetti pakai garpu. Usaha pertamanya langsung sukses. Joon Jae pun memuji Sim Chung. Sim Chung yang senang dengan pujian itu terus mengulangi makan spaghetti pakai garpu sambil melirik2 Joon Jae.


Sim Chung lalu makan dua buah pudding cokelat sebagai hidangan penutup mulut. Ia makan dengan rakus sampai mulutnya belepotan. Sementara Joon Jae mulai melancarkan rayuan mautnya.

“Sepertinya kita sudah mulai dekat sekarang, ya kan? Jadi maksudku.. Oh! Ada sesuatu di sini.” Ucap Joon Jae sambil menyentuh kepala Sim Chung.


Joon Jae menyalakan pemantik apinya. Sim Chung terkejut. Joon Jae pun berkomentar, apa ini pertama kalinya Sim Chung melihat api karena Sim Chung sangat kaget. Joon Jae lantas membakar seutas tali yang langsung berubah menjadi sebuah kalung yang mau ia berikan pada Min Ji. Joon Jae pun langsung memakaikan kalung itu ke leher Sim Chung.

Sim Chung terdiam menatap Joon Jae. Tapi tak lama, ia tersenyum malu2 dan melanjutkan makan kuenya. Tanpa disadari Sim Chung, gelang gioknya kini sudah berada di tangan Joon Jae.


Joon Jae kemudian berniat meninggalkan Sim Chung. Ia mendudukkan Sim Chung di bangku mall dan menyuruh Sim Chung menunggu dirinya sampai dirinya datang karena dirinya harus pergi sebentar. Saat menunggu lift, Joon Jae tampak tak tega meninggalkan Sim Chung.

Pintu lift kemudian terbuka, dan Joon Jae benar2 pergi meninggalkan Sim Chung.


Sekembalinya ke hotel, Joon Jae langsung berkemas2 sambil berbicara dengan Nam Doo via telepon. Joon Jae memberitahu Nam Doo tentang gelang itu. Nam Doo pun langsung ngajak Joon Jae ketemuan tapi Joon Jae menolak dengan alasan mau ke suatu tempat.

“Mau ke mana? Meninggalkan sesuatu yang begitu berharga?” protes Nam Doo.

“Ada sebuah tempat. Ujung dunia.” Jawab Joon Jae sambil melihat petanya. Joon Jae mau ke Spanyol.



Saat mau meninggalkan kamarnya, Joon Jae mengedarkan pandangannya dan terdiam melihat buah cherry yang terjatuh di lantai.


Sementara itu, Sim Chung masih menunggu Joon Jae di mall. Saat lift berbunyi, Sim Chung menoleh ke lift, mencari2 Joon Jae tapi ia tak menemukan Joon Jae. Sm Chung terus dan terus menunggu sampai akhirnya mall mau tutup. Seorang pegawai mall pun menyuruh Sim Chung pergi. Sim Chung awalnya tidak mengerti, tapi kemudian ia beranjak pergi.



Hujan turun sangat deras. Joon Jae yang sedang mengendarai mobilnya langsung teringat Sim Chung saat berhenti di lampu lalu lintas.


Sim Chung menunggu Joon Jae di ruang anak hilang. Tak lama, dua orang pegawai datang dan menyeret Sim Chung keluar dengan kasar. Sim Chung yang tak mengerti apapun dikatai gila oleh pegawai mall itu. Pegawai mall itu kemudian pergi meninggalkan Sim Chung.


Sim Chung akhirnya jongkok, menunggu Joon Jae. Tak lama kemudian, kita melihat Joon Jae dengan payung hijaunya. Perlahan2, Joon Jae menghampiri Sim Chung dan memayungi Sim Chung. Sim Chung mendongakkan wajahnya. Dan ia tersenyum melihat sosok Joon Jae di hadapannya. Sementara Joon Jae membeku menatap Sim Chung.


Sim Chung kemudian mengulurkan tangannya ke arah Joon Jae, seperti yang ia lakukan pada Dam Ryung dulu. Dan Joon Jae menyambut uluran tangan Sim Chung, persis seperti yang dilakukan Dam Ryung.

Lalu, kita diperlihatkan pada flashback kenapa Sim Chung bisa menjilati lollipop di ruang tunggu anak.


Saat berada di sana, Sim Chung melihat gadis kecil sedang menjilati lollipop. Sim Chung langsung mendekat, tapi si gadis kecil menjauh. Sim Chung kemudian mengucapkan kata cantik yang dipelajarinya dari Joon Jae. Tak lama, Sim Chung merebut lollipop itu. Si gadis kecil minta lolipopnya dibalikin, tapi Sim Chung malah menyuruh gadis kecil itu menunggunya. Gadis kecil itu pun menangis. Tak lama kemudian, ibu si gadis kecil datang dan langsung menggendong si gadis kecil pergi.

Terdengar narasi Sim Chung.

'Tunggu' artinya akan ada sesuatu yang bagus yang akan terjadi. Kata yang meskipun sesuatu seperti ombak besar datang dan aku pergi jauh, temanku akan tetap menemukanku. Kata yang meskipun ada sesuatu menyeramkan seperti hiu datang, kau tidak perlu takut untuk tetap melihat sekitarmu.




Tak lama, Joon Jae pun datang dan langsung ngomel2.

“Aku sudah menyuruhmu menunggu, kan? Kau tahu tidak artinya 'tunggu'? Kalau kau pergi begitu saja, aku akan pusing. Kau baik-baik saja? Apa ada yang luka?” tanya Joon Jae.

Terdengar lagi narasi Sim Chung.


Kata yang berarti temanku berharap aku tidak terluka. Kata yang bisa membuat hatimu jadi hangat. Kata yang berarti sesuatu yang baik akan terjadi.


Preview Ep 2

No comments:

Post a Comment