Saturday, April 15, 2017

Defendant Ep 18 Part 1

Sebelumnya...


Berita penangkapan Min Ho langsung tersebar di berbagai media. Diberitakan Min Ho ditangkap di Bandara Incheon dan sekarang sedang dibawa ke kantor kejaksaan. Min Ho juga disebut-sebut hendak kabur keluar negeri bersama keluarganya sebelum akhirnya ia ditangkap langsung oleh Jung Woo.


Min Ho semobil dengan Jung Woo. Min Ho duduk dengan tangan diborgol. Sementara Jung Woo, ia diam saja sambil menatap keluar jendela dengan wajah dingin.

“Dalam perjalanan ini, aku sudah berpikir keras. Bahwa menjadi seorang jaksa sama sekali tidak ada artinya. Kau bilang aku membunuh istrimu, tapi kau tidak mau balas membunuhku.” Ucap Min Ho.

“Setiap kali melihatmu, rasanya aku ingin membunuhmu. Sekarang pun aku sudah berpikir puluhan kali untuk melakukannya, tapi apa kau tahu kenapa aku masih tidak membunuhmu? Karena Ji Soo pasti tidak akan mau aku melakukannya. Dia mungkin saja korbanmu, tapi dia tidak akan mau melihatku membunuhmu. Kau tahu kenapa? Karena aku adalah seorang jaksa.” Jawab Jung Woo.


“Jawaban yang luar biasa. Jadi karena itu kah kau menjebak istriku agar kau mengetahui identitasku yang sebenarnya?” tanya Min Ho.

“Aku tidak akan mengatakan aku menjebaknya. Aku hanya tidak ingin anakmu merasa terluka. Dia pasti akan sakit hati kalau tahu ayahnya seorang pembunuh.” Jawab Jung Woo.

Min Ho pun marah mendengarnya. Ia langsung mencengkram jas Jung Woo.

“Semuanya akan menunjukkan titik terang. Kau tidak akan memerlukan kacamata dan model rambut ini lagi, Cha Min Ho-ya.” ucap Jung Woo.


Setibanya di kejaksaan, mereka langsung dikerubungi awak media yang ingin mengetahui kebenarannya. Min Ho awalnya diam saja, tapi saat seorang wartawan mengajukan pertanyaan apa benar Min Ho menyuruh orang membunuh Sung Gyu, amarah Min Ho meledak.

“Hentikan pertanyaan bodoh itu dan menyingkirlah dari sini!”


Setelah Min Ho dibawa masuk, perhatian awak media teralih pada Jung Woo. Mereka mencecar Jung Woo dengan pertanyaan, apa hubungan Sung Gyu dengan Presdir Cha? Dan bukankah Sung Gyu tersangka utama kasus pembunuhan yang terjadi di Wolhadong. Jung Woo hanya berkata, kenyataannya akan segera diungkap.


Min Ho duduk sendirian ruang interogasi kejaksaan. Tak lama kemudian, Pengacara Yoo datang. Min Ho langsung bertanya kapan ia bisa bebas. Pengacara Yoo bingung menjawabnya. Disaat Pengacara Yoo kebingungan mencari jawaban, Jung Woo pun datang membawa beberapa berkas.

“Jaksa,tidakkah semua tuduhanmu itu terlalu keji? Bagaimana mungkin CEO kami dituduh melakukan pembunuhan dan diinvestigasi karenanya? Dia adalah imej dari Chamyung Grup. Mohon pertimbangannya.” Ucap Pengacara Yoo.

Jung Woo diam saja dan menyodorkan berkas tentang pemeriksaan ulang kasus bunuh dari Min Ho yang dibawanya. Jung Woo menyuruh Min Ho membaca berkas kasus itu sampai selesai agar Min Ho tahu bisa lari dari kasus ini atau tidak. Jung Woo kemudian pergi meninggalkan Min Ho.


Setelah Jung Woo pergi, Pengacara Yoo langsung melihat berkas itu. Sementara Min Ho malah teringat Yeon Hee yang meninggalkannya saat ia ditangkap. Min Ho lantas menyuruh Pengacara Yoo mencari Yeon Hee dan Eun Soo.


Jung Woo masuk ke ruang interogasi dimana Yeon Hee sudah menunggunya di sana. Jung Woo berterima kasih untuk telepon Yeon Hee. Ternyata Yeon Hee lah yang memberitahu Jung Woo tentang penerbangan mereka keluar negeri sore itu. Jung Woo ingin tahu kenapa Yeon Hee berubah pikiran.

“Apa yang kau katakan terus terngiang-ngiang di telingaku. Bagaimana anakku akan mengingat ayahnya.  Bagi Eun Soo, Min Ho adalah seorang ayah  yang luar biasa. Dia akan hidup dengan kenangan itu. Aku tidak akan sanggup memberitahu tentang siapa sebenarnya ayahnya itu.” jawab Yeon Hee dengan mata berkaca-kaca.

Jung Woo mengangguk-angguk. Tangis Yeon Hee pun mulai berjatuhan.


Sementara itu, Min Ho ingin tahu siapa Deputi Jaksa di sini.

“Dia dapat banyak sekali uang dariku, namun sekarang ia bahkan tidak menunjukkan batang hidungnya.” Ucap Min Ho.

“Aku sudah bersumpah akan setia kepadamu. Tapi para jaksa itu hanya akan setia pada orang yang membayar mereka. Begitulah dunia ini bekerja.” Jawab Pengacara Yoo.

“Jaksa Kang Joon Hyuk, panggil dia.” suruh Min Ho.


Di ruangannya, Joon Hyuk sedang mendengarkan rekaman suaranya saat ia berjanji akan melenyapkan pisau yang Min Ho gunakan untuk menusuk Ji Soo asalkan Min Ho menemukan Ha Yeon. Joon Hyuk kemudian menggenggam erat alat perekam itu, wajahnya terlihat mengeras. Sepertinya Joon Hyuk sudah tahu apa yang harus ia lakukan. 




Tepat saat ia mau beranjak dari ruangannya, Pengacara Yoo datang memberitahunya kalau Min Ho ingin bertemu.


“Makanya kubilang, kalau kau melepaskanku, aku akan memberikanmu apa saja. Apa saja yang kau mau. Apa yang bisa kau lakukan tanpa orang dalam, Jaksa Kang? Kau harusnya menggenggam baik-baik kesempatan yang kau punya. Aku yang akan jadi orang dalam mu.” bujuk Min Ho.

“Sepertinya kaulah di sini yang tidak mengerti.” Jawab Joon Hyuk.

Min Ho bingung, apa?

“Kau sudah mencari-cari Deputi Jaksa Jung Han Sub. Kau tahu ke mana dia sekarang?” tanya Joon Hyuk.


Deputi Jaksa Jung sedang marah-marah karena juniornya mencoba menangkapnya. Junior Deputi Jaksa Jung pun mencemooh kalau Deputi Jaksa Jung akan diperiksa oleh seorang bocah.

“Deputi Jaksamu juga adalah juniorku!” marah Deputi Jaksa Jung.


Saat Deputi Jaksa Jung akan dibawa keluar, Jung Woo pun datang. Deputi Jaksa Jung langsung emosi melihat Jung Woo. Jung Woo memberitahu Deputi Jaksa Jung kalau petugas yang berjaga di malam kematian Sung Gyu sudah membuat kesaksian kalau Deputi Jaksa Jung lah yang menyuruhnya meninggalkan pos jaga.

“Kau sudah bekerjasama dan menutupi kejadian ini makanya hal seperti itu bisa terjadi di kantor kejaksaan. Kami akan segera tahu apa hubunganmu dengan Chamyung.” Ucap Jung Woo.

Bukannya tobat, tapi Deputi Jaksa Jung malah mengancam Jung Woo.


Joon Hyuk mematung di depan ruangan Jung Woo. Tak lama kemudian, Jung Woo datang. Ia terkejut melihat Joon Hyuk di depan ruangannya. Begitu pula Joon Hyuk. Keduanya lalu bicara di dalam.
“Terima kasih atas semua file yang kau berikan padaku. Deputi Jaksa akan menerima hukumannya. Kalau bukan karena bantuanmu, kami tidak akan pernah tahu itu.” ucap Jung Woo.

“Kenapa kau tidak menyeretku juga? Cha Min Ho, Deputi Jaksa Jung. Kau menangkap mereka semua yang berhubungan dengan kejadian ini. Kenapa kau tidak menangkapku juga?” tanya Joon Hyuk.

“Karena aku mengenalmu.” Jawab Jung Woo.


Joon Hyuk tertegun. Setelah terdiam untuk beberapa saat, ia menyerahkan boneka nemo itu pada Jung Woo. Ia mengaku kalau pada malam kejadian itu, ia ada di rumah Jung Woo untuk memberikan kado ulang tahun Ha Yeon dan suara bel yang didengar Jung Woo, itu adalah dirinya.

“Apa yang kau bicarakan?” tanya Jung Woo bingung.

“Saat aku dengar berita pembunuhan dan mereka bilang kau adalah pelakunya, aku benar-benar tidak bisa percaya. Tapi saat penyelidikan, aku merasa sangat takut kalau orang lain akan tahu aku berada di sekitar TKP saat itu. Saat aku menghapus rekaman CCTV-nya dengan tanganku sendiri, aku tidak bisa melepaskan diri lagi dari semua ini. Memang benar bahwa aku menginginkan posisi di Kantor PBB yang tadinya akan kau isi. Aku tahu ini salah, tapi aku lalu berpikir ingin menutupi semua ini. Saat Ha Yeon menelepon, aku tadinya ingin menyembunyikan itu.” jawab Joon Hyuk.


Tangis Joon Hyuk pun mulai mengalir.

“Kang Joon Hyuk!” ucap Jung Woo dengan mata yang mulai berkaca-kaca juga.

“Aku baru saja sadar kalau kau bisa menemukan Ha Yeon lebih cepat. Maafkan aku, Jung Woo-ya.” jawab Joon Hyuk.


Jung Woo ternganga mendengarnya. Joon Hyuk lalu memberikan alat perekam itu.

“Ini akan membantu di persidangan. Aku akan menjadi saksi kalau itu yang kau inginkan.” ucap Joon Hyuk.

“Kalau kau memberikan kesaksian  di pengadilan, kau akan kehilangan pekerjaanmu.” Cemas Jung Woo.

“Itulah yang harusnya kudapatkan. Aku sudah lupa alasan apa yang membuatku ingin menjadi seorang jaksa.” Ucap Joon Hyuk.


Joon Hyuk pergi. Jung Woo terdiam, sembari meremas boneka nemo Ha Yeon. Terdengarlah suara Ji Soo. Jung Woo terkejut. Begitupula dengan Joon Hyuk yang langsung menghentikan langkahnya.

“Ha Yeon-ah, Paman Joon Hyuk ke sini untuk membawakanmu hadiah.” Ucap Ji Soo.

Jung Woo mendengar suara Ji Soo berulang-ulang. Tak lama kemudian, tangisnya kembali pecah. Joon Hyuk membeku melihat tangis sahabatnya itu. Setelah sedikit tenang, Jung Woo berterima kasih karena Joon Hyuk sudah membiarkannya untuk mendengar suara Ji Soo lagi.

Tangis Joon Hyuk kian deras mendengarnya. Tak lama kemudian, Joon Hyuk pun pergi.


Jung Woo kembali menemui Min Ho di ruang interogasi. Dengan suara lemas, ia bertanya apa Min Ho mengakui tuduhan pembunuhan Ji Soo. Min Ho pura2 tak ingat siapa Ji Soo. Jung Woo pun langsung menatap lirih Min Ho.

“Kau sudah pernah kehilangan ingatanmu sebelumnya. Kau pasti tahu bagaimana rasanya.” Jawab Min Ho.

“Cha Min Ho-ssi!” ucap Jung Woo tegas.

“Lagi-lagi kau memanggilku seperti itu.” protes Min Ho.


“Aku akan menanyaimu sekali lagi. Apa kau mengakui tuduhan pembunuhan terhadap Yoon Ji Soo yang diarahkan padamu?” tanya Jung Woo.

“Aku ingat nama itu. Dia adalah istrimu yang sudah mati. Sudah diputuskan bahwa Lee Sung Gyu-lah pembunuh yang sebenarnya. Sejauh yang kutahu, itulah kesaksian yang kau katakan di persidangan. “ jawab Min Ho.


Jung Woo akhirnya memutar rekaman percakapan Min Ho dan Joon Hyuk.

“Dan ada sebuah pisau. Aku menikam istri Park Jung Woo dengan pisau itu..” ucap Min Ho.

Jung Woo pun mematikan rekaman itu dan mengaku ia mendapatkan rekaman itu dari Joon Hyuk. Min Ho pun tertawa, lalu kemudian mengatai Joon Hyuk brengsek.

“Apa kau mulai ingat sekarang?” tanya Jung Woo.

“Mari kita istirahat dulu.” Pinta Pengacara Yoo.

“Aku akan memberikanmu waktu 10 menit.” Jawab Jung Woo, lalu beranjak keluar.


“Ketua, ada 3 kasus pembunuhan dan 2 kasus lain. Kau bisa saja dijatuhi hukuman mati dengan semua tuduhan ini.” ucap Pengacara Yoo.

“Hukuman mati?” tanya Min Ho kesal.

“Kim Seok sudah mengaku dan dia punya sesuatu untuk membuktikannya.” Jawab Pengacara Yoo.

“Makanya aku menyuruhmu mencari jalan agar aku bisa keluar dari sini.” Ucap Min Ho.

“Tidak ada jalan untuk keluar dari sini. Kau harus mengakui kesalahanmu dan meminta keringanan hukuman.” Jawab Pengacara Yoo.

“Apa kau sudah gila!” teriak Min Ho, lalu menggebrak mejanya. Ia kemudian berdiri dan menarik napas kesal.


Dari balik kaca, Jung Woo tengah mengawasi mereka bersama Detektif Go dan Kepala Choi. Detektif Go yakin Min Ho tidak akan mengaku semudah itu. Kepala Choi sependapat dengan Detektif Go. Jung Woo pun menatap tajam Min Ho.


Jung Woo langsung menggelar konferensi pers terkait Min Ho.

“Dengan pengakuan dari Kim Seok, dan barang bukti yang cukup, kami akhirnya menemukan fakta bahwa Cha Seon Ho adalah tersangka dari pembunuhan Wolha-dong di mana korban Yoon Ji Soo terbunuh. Kejaksaan akan segera mendakwa tersangka, Cha Seon Ho atas dua kasus  memerintahkan pembunuhan dan tiga kasus pembunuhan yang dia lakukan sendiri.” Ucap Jung Woo.

“Apakah Ketua Cha sudah mengakui semuanya?” tanya awak media.

“Dia membantah semua tuduhan.” Jawab Jung Woo.


“Dua korban yang terbunuh adalah Yoon Ji Soo dan Jennifer Lee. Lantas siapa korban ketiganya?” tanya awak media.

“Cha Seon Ho.” Jawab Jung Woo.

“Kau baru saja bilang kalau Cha Seon Ho akan didakwa. Apakah kau tidak salah menyebutkan nama?” tanya awak media.

“Korban ketiga… adalah Cha Seon Ho.” Jawab Jung Woo.

“Lantas siapa tersangka yang sedang ditahan sekarang?” tanya awak media.

“Dia adalah Cha Min Ho yang dikira bunuh diri.” Jawab Jung Woo.


Di rumah sakit, Nyonya Myung sedang menonton berita Min Ho.

“Kejaksaan membuat publik nasional kaget luar biasa dengan mengungkapkan bahwa CEO Cha Seon Ho, yang ditahan atas kasus pembunuhan, sebenarnya adalah Cha Min Ho. Jaksa dari Kantor Kejaksaan Pusat Seoul menyatakan bahwa salah satu dari 3 nama korban yang ada dalam berkas tuntutan adalah Cha Seon Ho dari Chamyung Group. Mereka akan memfokuskan kasus ini di pengadilan…”


Tepat saat itu, Yeon Hee datang dan langsung mematikan TV. Nyonya Myung minta Yeon Hee menyalakan TVnya. Ia ingin tahu kenapa kedua anaknya disebut-sebut dalam berita tadi.

“Itu tidak benar, Bu.” Ucap Yeon Hee.

“Sepertinya aku baru saja mendengar nama mereka.” Jawab Nyonya Myung.

“Itu tidak benar. Ibu baru saja bermimpi. Seon Ho dan Min Ho sedang melakukan perjalanan bisnis.” Ucap Yeon Hee.

“Apa kau yakin?” tanya Nyonya Myung.

“Ya, tentu saja.” Jawab Yeon Hee.


Nyonya Myung percaya dan kembali mengarahkan pandangannya ke depan. Yeon Hee berkaca-kaca menatap Nyonya Myung. Dalam hatinya, Yeon Hee mengaku tidak punya pilihan lain. Ia melakukan itu demi Eun Soo.


Min Ho menunggu dengan cemas di ruang interogasi kejaksaan. Tak lama kemudian, Pengacara Yoo pun datang dan Min Ho langsung menanyakan hasilnya. Pengacara Yoo berkata, bahwa Min Ho akan segera dipindahkan ke Pusat Penahanan.

“Apa tidak ada jalan keluar lain?” tanya Min Ho.

“Sudah kubilang sejak kemarin. Kau sebaiknya mengaku dan mohon keringanan hukuman saja.” Jawab Pengacara Yoo.

“Apa bedanya? Aku harus mnemukan cara untuk keluar dari sini.” Ucap Min Ho.

“Kalau begitu kau harus pura-pura gila.” jawab Pengacara Yoo.

  
Min Ho marah dan langsung mencengkram jas Pengacara Yoo. Pengacara Yoo memberi penjelasan, Min Ho sudah beberapa kali menemui psikiater dan mengatakan kalau Min Ho merasa terganggu karena orang2 menyangka Min Ho Min Ho.

“Kalau kau pura-pura gila, kau bisa mengajukan pengurangan hukuman. Kalau semua sudah bisa dibereskan kali ini, kau bisa meminta penangguhan hukuman karena keadaanmu semakin parah. Jadi aku bisa mengirimmu ke rumah sakit yang ada di luar penjara.” Ucap Pengacara Yoo.

“Apa itu akan berhasil?” tanya Min Ho.

“Aku akan mencari seorang psikiater. Kalau kita bisa mengajak mereka mengikuti rencana kita, semua akan berjalan dengan baik.” Jawab Pengacara Yoo.


Diluar, awak media masih menunggu Min Ho. Tak lama, Min Ho keluar dengan pengawalan ketat dan dibawa menuju bus tahanan. Min Ho pun mulai berpura-pura gila. Ia berteriak-teriak, menyebut dirinya Cha Min Ho dan dia adalah Wakil Presdir Chamyung Group. Tak hanya itu, ia juga berlutut di hadapan seseorang dan menganggap orang itu adalah ayahnya dan minta maaf pada ayahnya. Pengacara Yoo takjub melihat acting Min Ho.


Saat duduk di bus tahanan, Min Ho menyeringai sambil menatap keluar jendela.


Cheol Sik datang ke kejaksaan dengan pakaian rapi. Ia siap mengajukan banding sesuai janji Jung Woo.
"Aku ke sini untuk bertemu dengan Jaksa Park Jung Woo. Aku, Shin Cheol Sik akan menyerahkan diri! Katakan itu padanya.” Ucap Cheol Sik garang pada petugas di lobi.


Cheol Sik kemudian tertawa senang dan meneriakan nama Jung Woo.

Setelah itu, ia berjalan dengan penuh percaya diri sambil menyanyikan lagu ‘I love you baby’ tapi kemudian ia terjatuh karena tersandung kakinya sendiri. LOL LOL


Di ruangan, Detektif Go menyambut Cheol Sik dengan ramah. Cheol Sik menatap papan nama Jung Woo dengan tatapan takjub. Setelahnya, Cheol Sik duduk di meja Jung Woo dan berlagak seperti jaksa betulan. Detektif Go tersenyum geli melihat kelakuan Cheol Sik itu.


Kepala Choi masuk ke ruangan Jung Woo dan Cheol Sik pun buru2 bangkit dari kursi Jung Woo dan memperkenalkan diri sebagai tahanan yang akan menyerahkan diri. Tak lama kemudian, Jung Woo pun datang dan Cheol Sik langsung tersenyum kecil melihat Jung Woo.


“Sepertinya Cha Min Ho sedang berakting di depan media.” Ucap Kepala Choi.

“Ya, aku tahu.” jawab Min Ho.

“Jangan sampai dia lolos.” Ucap Kepala Choi.


Jung Woo mengerti. Kepala Choi lalu kembali menatap Cheol Sik dengan tatapan heran dan bertanya-tanya apa Cheol Sik benar-benar datang untuk menyerahkan diri. Setelah Kepala Choi pergi, Cheol Sik langsung menarik Jung Woo ke dekatnya.


“Setelah menyerahkan diri apa aku akan langsung dibebaskan?” tanya Cheol Sik.

“Selama sidang Cha Min Ho aku akan membeberkan siapa pelaku pembunuhan Kim Yong Ju yang sebenarnya. Kau akan segera keluar nanti.” Jawab Jung Woo.

“Tapi aku akan dikirim ke mana? Kalau aku dapat penjara baru, aku harus mengalami masa-masa sulit lagi. Seperti yang kau tahu, aku harus tidur di kamar mandi di malam pertamaku waktu itu. Bisakah kau aturkan sesuatu untukku? Kumohon, Jaksa Park?” pinta Cheol Sik.

Jung Woo pun mengangguk geli mendengarnya.


Eun Hye kembali menemui Milyang. Milyang tidak mau mengajukan banding. Eun Hye sedikit tersenyum dan berkata ia datang bukan untuk membicarakan soal banding. Milyang mengernyit heran. Eun Hye pun menoleh ke pintu dan mantan istri Milyang pun masuk. Milyang terkejut melihat mantan istrinya. Eun Hye lalu pergi meninggalkan mereka berdua.

“Maafkan aku. Karena aku..” tangis mantan istri Milyang pun mulai berjatuhan.

“Tidak apa-apa. Semua orang di sini juga hidup.” hibur Milyang.


Diluar, Eun Hye bertemu Tae Soo. Eun Hye senang karena Tae Soo sudah kembali bekerja seperti semula. Tae Soo penasaran, kenapa Eun Hye datang ke Woljeong. Eun Hye bilang dia datang untuk sidang bandingnya Han Sang Wook.


Di sel, Milyang diam saja saat Bangjang nanyain perasaannya setelah bertemu lagi dengan mantan istrinya setelah 20 tahun.


Tak lama petugas datang dan memberitahu kalau mereka kedatangan tahanan baru yang sudah berpengalaman. Keduanya mengeryit heran. Mereka baru mengerti saat Cheol Sik masuk ke sel.

“Aku menyerahkan diri. Jung Woo bilang aku bisa naik banding sekarang.” ucap Cheol Sik.

“Kalaupun kau menyerahkan diri, bagaimana kau bisa kembali ke penjara dan ke sel ini?” tanya Milyang.

“Jung Woo membuat kesepakatan dengan para sipir tukang korupsi itu.” jawab Cheol Sik.


“Kesepakatan?” tanya Milyang dan Bangjang heran.

“Kepala Sipir sudah membuat banyak sekali kesalahan selama Jung Woo ada di penjara ini.” jawab Cheol Sik.

“Omong-omong Bos, Ikan Batu dan Moongchi 'kan sudah keluar. Bagaimana denganmu?” tanya Cheol Sik.

“Aku akan segera keluar, kok. Aku bahkan sudah menulis surat untuk  anakku.. kalau aku sudah melintasi Samudera Hindia dan akan segera tiba di rumah.” Jawab Bangjang.

“Astaga. Kau dan surat-suratmu itu. Ckck.” Ucap Cheol Sik tidak percaya.


Cheol Sik lalu menanyakan Milyang. Milyang pun berkata, ia akan mengajukan banding.


Jung Woo menjemput di Ha Yeon di sekolah. Ha Yeon langsung berlari ke pelukan sang ayah begitu melihat ayahnya. Sambil menggendong Ha Yeon, Jung Woo bertanya apa hari Ha Yeon menyenangkan di sekolah. Ha Yeon mengangguk. Jung Woo lalu menurunkan Ha Yeon.

“Ha Yeon-ah,  apa kau kaget melihat Ayah? Hari ini, Nenek sedang sibuk. Jadi Ayah yang menjemputmu.” Ucap Jung Woo.

“Aku tidak kaget. Aku harap Ayah akan datang dan menjemputku setiap hari.” Jawab Ha Yeon sambil memutar tangannya.


“Ayah juga berharap bisa menjemputmu setiap hari.” Jawab Jung Woo.

“Ayah, aku lapar.” Ucap Ha Yeon.

“Apa kau lapar? Haruskah kita makan sesuatu yang enak?” tanya Jung Woo.

Ha Yeon pun mengangguk dengan wajah ceria.


Jung Woo mengajak Ha Yeon makan sandwich. Jung Woo berjanji akan lebih sering menjemput Ha Yeon di sekolah setelah menyelesaikan semua kasusnya. Ha Yeon berkata, kalau ia akan baik2 saja.

“Kalau Ayah mengingkari janji, Ayah pasti akan merasa bersalah. Aku akan memahami Ayah. Tidak masalah kalau Nenek yang datang menjemputku.” Jawab Ha Yeon.


“Ha Yeon-ah, terima kasih karena sudah memahami Ayah.” ucap Jung Woo.

Ha Yeon pun tersenyum sembari mengangguk.


Ponsel Jung Woo kemudian berdering. Kepala Choi memberitahu tentang Min Ho yang mengajukan pemeriksaan psikiater. Jung Woo terlihat kesal, namun ia mencoba menahan kekesalannya karena sedang bersama Ha Yeon. Jung Woo lalu bertanya, apa Departemen Hukum menyetujuinya. Jung Woo mengerti dan akan segera ke pengadilan.


Jung Woo mengajukan protes ke hakim karena hakim menyetujui permintaan Min Ho. Hakim pun berkata, Min Ho adalah Presdir Chamyung dan mereka harus mempercepat sidangnya.

“Dia akan dipenjara kalau dia bersalah. Dan kalau tidak, dia tentu akan dibebaskan.” Ucap Hakim.

“Dia benar-benar baik-baik saja beberapa hari yang lalu.” jawab Jung Woo.

“Makanya aku mengizinkannya melakukan pemeriksaan. Dia berhak mendapatkan itu sebagaimana terdakwa yang lain.  Kenapa dia tidak boleh mendapatkan pemeriksaan?” ucap hakim.

“Kalau begitu izinkan aku memeriksakannya ke beberapa psikiater sekaligus.” Pinta Jung Woo.


“Apa sebegitu pentingnya itu? Kalau kau mau melakukannya karena dia adalah Ketua dari Chamyung Grup, bukankah itu namanya tidak adil untuknya?” jawab Hakim.

“Yang Mulia!” sentak Jung Woo.


Min Ho mulai dibawa ke Departemen Neorpsikiatri didamping Pengacara Yoo dan beberapa petugas. Mereka menunggu di ruang tunggu. Tak lama kemudian, Jung Woo yang sudah memakai seragam jaksanya datang. Ia mencengkram bahu Min Ho dan bertanya apa Min Ho baik-baik saja. Min Ho pun berbisik.

“Apa yang bisa kulakukan dengan uang dan kekuasaan di Korea ini? Kumohon beritahu aku, Jaksa Park.”

“Sampai jumpa di persidangan.” Jawab Jung Woo sambil menatap kesal Min Ho.


Persidangan pun digelar. Jung Woo sebagai jaksa penuntut berkata, bahwa ia berdiri di sana untuk mengungkapkan kebenaran yang selama ini tersembunyi. Ia berkata, akan mengungkapkan siapa saja yang mencoba menutupi kebenaran dari kasus itu selama ini.


Pengacara Yoo ingin mengajukan hasil tes psikologi kliennya. Jung Woo keberatan, ia berkata, Min Ho baru saja ditunjuk sebagai CEO Chamyung yang baru, jadi bagaimana mungkin kejiwaan Min Ho bisa terganggu dalam sekejap. Min Ho pun mulai berakting. Ia berkata, harus kembali ke rumah.

“Aku tidak memintamu untuk percaya, Pak Jaksa. Aku hanya ingin menunjukkan hasil yang sebenarnya dari pemeriksaan kesehatan jiwa terdakwa.” Jawab Pengacara Yoo.


Hakim yang sepertinya sudah kena sogok pun mengizinkan Pengacara Yoo.

Apakah yang akan dilakukan Jung Woo untuk menjerat Min Ho? Tunggu di part selanjutnya ya…

No comments:

Post a Comment