Sebelumnya...
Joon Hyuk pun dihadirkan sebagai saksi pertama. Jung Woo mulai menanyai Jung Woo.
Rekaman percakapan Min Ho yang menyuruh Joon Hyuk mencari pisau itu dan mengaku menggunakan pisau itu untuk menikam Ji Soo pun diputar. Pengacara Yoo pun keberatan dengan rekaman itu.
Min Ho diam saja dan terus berpura-pura gila. Pengacara Yoo mengajukan keberatannya atas pertanyaan Jung Woo, tapi hakim menolaknya dan menyuruh Jung Woo melanjutkan pertanyaan.
Sidang kembali dilanjutkan. Jung Woo ingin mengajukan satu pertanyaan pada Min Ho tapi hakim melarang dengan alasan kejiwaan Min Ho yang sedang terganggu. Hakim menyuruh Jung Woo bicara pada Pengacara Yoo.
Bersamaan dengan itu, Yeon Hee masuk ke ruang sidang dan duduk di bangku penonton. Melihat Yeon Hee, Jung Woo langsung meminta hakim mengizinkannya membawa saksi terakhir. Hakim ingin tahu siapa saksi terakhirnya. Jung Woo berkata, Na Yeon Hee. Min Ho mulai terpukul.
āMin Ho-ya, hentikan itu. Kau sudah mengalami masa sulit selama hidup menjadi Seon Ho. Mari kita bayar semua kejahatan yang sudah kita lakukan. Aku akan memberitahu Eun Soo.. seberapa besarā¦ cinta ayahnya terhadap dirinya.ā Jawab Yeon Hee.
Hukuman Min Ho pun mulai dibacakan. Jung Woo berdiri di depan Min Ho dan menuntut hukuman mati untuk Min Ho atas semua kejahatan yang Min Ho sudah lakukan. Tapi Min Ho? Dia masih saja menatap Min Ho dengan tatapan angkuhnya.
Min Ho mulai dikirim ke Rutan Woljeong. Setibanya di sana, ia disambut Kepala Sipir dan Kepala Park tapi sambutan yang diterimanya berbeda dari sambutan yang biasa ia terima. Dengan sombongnya, ia menyuruh Kepala Sipir menyiapkan ruangan untuknya. Kepala Park mau protes, tapi langsung dihentikan Kepala Sipir. Kepala Sipir menyuruh petugas membawa Min Ho ke ruangan Min Ho.
Min Ho masih meringkuk di selnya. Tak lama, seseorang memanggilnya. Ia terkejut dan langsung mendekat ke pintu. Orang itu ternyata Jung Woo. Min Ho langsung menatap sinis Jung Woo.
āDia akan pergi ke luar negeri hari ini. Yeon Hee memintaku menyampaikan itu padamu. Kau tidak akan pernah bertemu dengan mereka lagi. Dan aku juga tidak akan pernah bertemu denganmu lagi. Habiskan sisa hidupmu di sini sambil meratapi apa yang sudah kau lakukan.ā ucap Jung Woo.
Tak lama kemudian, dokter pun datang dan berlari sambil memanggil Moongchi dengan panggilan sayang. Keduanya pun saling menepuk2kan tangan mereka. Jung Woo dan Eun Hye pun sama2 terkejut.
āSejak kapan ini terjadi?ā tanya Jung Woo penasaran.
Dan sekarang, mereka pergi menemui Bangjang dan Milyang yang sudah menunggu di sebuah restoran. Wooruk dan Bangjang saling berpelukan melepas rindu. Eun Hye menyapa Milyang. Milyang senang Jung Woo baik2 saja.
Sementara Jung Woo mengajak Ha Yeon menemui Ji Soo. Ha Yeon menempelkan buket bunga kecil di pintu lemari abu Ji Soo. Jung Woo lalu memangku Ha Yeon.
Jung Woo lalu menyuruh Ha Yeon menyanyikan lagu nina bobo favorit Ha Yeon. Ha Yeon pun mulai bernyanyi. Sementara tangisnya terus saja mengalir. Tak lama, Jung Woo juga ikut bernyanyi.
Keduanya lalu berhenti melangkah dan Jung Woo jongkok di hadapan Ha Yeon serta memegang tangan Ha Yeon.
Joon Hyuk pun dihadirkan sebagai saksi pertama. Jung Woo mulai menanyai Jung Woo.
āSiapa yang menurutmu menjadi
tersangka utama pembunuhan Yoon Ji Soo?ā tanya Jung Woo.
āAku percaya bahwa terdakwa
adalah pelakunya.ā Jawab Joon Hyuk.
āKenapa begitu?ā tanya Jung Woo.
āDia bilang, ada sebilah pisau. Pisau
yang dia gunakan untuk menikam Yoon Ji Soo. Dia juga bilang ada darahnya di
pisau itu. Dia memintaku mencari pisau itu.ā jawab Joon Hyuk.
Rekaman percakapan Min Ho yang menyuruh Joon Hyuk mencari pisau itu dan mengaku menggunakan pisau itu untuk menikam Ji Soo pun diputar. Pengacara Yoo pun keberatan dengan rekaman itu.
āYang Mulia. Melihat kondisi
kesehatan terdakwa sekarang, tidak bisa diketahui dalam kondisi semacam apa percakapan
itu terjadi. Dan yang aku tahu saksi dan jaksa sudah berteman selama 15 tahun. Kau
tidak bisa mempercayai kesaksiannya.ā Ucap Pengacara Yoo.
Jung Woo lantas melirik Joon
Hyuk. Joon Hyuk menganggukkan kepalanya sambil menatap Jung Woo.
āKau benar. Saksi dan aku sudah
berteman dalam waktu yang lama. Namun, Aku akan tetap mendakwanya dengan
tuduhan menutupi tindakan criminal dan menghancurkan barang bukti dalam kasus
ini.ā ucap Jung Woo.
āSaksi. Apa itu benar?ā tanya
hakim.
āYa. Aku sedang ada dalam tahap
penyelidikan tanpa penahanan.ā Jawab Joon Hyuk.
āSaksi, kau tidak bisa terhindar
dari kehilangan pekerjaan sebagai jaksa dan kau tetap menerima hukuman dengan
menjadi saksi di persidangan ini. Kenapa kau dengan sukarela datang dan menjadi
saksi di sini?ā tanya Jung Woo.
āAku ingin menunjukkan kebenaran
di balik insiden yang sudah kututupi selama ini.ā jawab Joon Hyuk.
āSiapa yang memintamu.. membunuh
Lee Sung Gyu?ā tanya Jung Woo.
āCha Min Ho.ā Jawab Seok.
āMin Ho? Min Ho sudah mati.ā
Ucap Min Ho.
āDia bilang segala kejahatanku
akan ditutupi kalau aku membunuh Lee Sung Gyu. Dia memerintahku pada saat
dirinya sedang ada dalam masa penahanan kejaksaan.ā Ucap Seok lagi.
āTerdakwa, apa itu benar?ā tanya
Jung Woo.
Min Ho diam saja dan terus berpura-pura gila. Pengacara Yoo mengajukan keberatannya atas pertanyaan Jung Woo, tapi hakim menolaknya dan menyuruh Jung Woo melanjutkan pertanyaan.
āKemudian siapa yang menikam
Yoon Ji Soo?ā tanya Jung Woo.
āCha Min Ho.ā Jawab Seok.
Min Ho pun kembali
berteriak-teriak kalau Min Ho sudah mati.
āBisa kau jelaskan dengan detail
bagaimana kejadiannya saat itu?ā tanya Jung Woo lagi.
āPada hari itu, aku membius Park
Jung Woo yang sedang tidur. Kemudian aku
memegangi Yoon Ji Soo dari belakang. Dan Cha Min Ho membawa sebilah pisau dari
dapur kemudian menikamnya dua kali dengan tangan kirinya.ā Jawab Seok.
Min Ho pun kembali teriak2 kalau
Min Ho sudah mati. Ia bahkan maju mau menyerang Seok. Petugas pun langsung
memegangi Min Ho. Pengacara Yoo meminta sidangnya dihentikan sementara. Hakim
setuju dan menghentikan sidang sampai keadaan Min Ho stabil. Min Ho pun dibawa
keluar ruangan.
Di ruang tunggu, Pengacara Yoo
menyuruh Min Ho terus pura-pura gila, karena hanya itu satu-satunya cara agar
Min Ho bisa bebas.
Sidang kembali dilanjutkan. Jung Woo ingin mengajukan satu pertanyaan pada Min Ho tapi hakim melarang dengan alasan kejiwaan Min Ho yang sedang terganggu. Hakim menyuruh Jung Woo bicara pada Pengacara Yoo.
āYang Mulia, apakah kau percaya
dengan keadaan terdakwa saat ini?ā tanya Jung Woo kesal.
āPemeriksaan psikiaternya
mengatakan keadaannya sedang tidak normal.ā Jawab hakim.
āAku meminta dilakukan
pemeriksaan kedua.ā Ucap Jung Woo.
āKeberatan, Yang Mulia. Terdakwa
sedang dalam masa pengobatan sejak penahanannya, jadi pemeriksaan kedua mungkin
tidak akan ada gunanya.ā Jawab Pengacara Yoo.
āApa dia sedang dirawat dengan obat-obatan
saat ini?ā tanya hakim.
Pengacara Yoo mengiyakan.
āAku akan memutuskan apakah
pemeriksaan kedua perlu dilakukan nanti.ā Jawab hakim.
āYang Mulia!ā sentak Jung Woo.
Bersamaan dengan itu, Yeon Hee masuk ke ruang sidang dan duduk di bangku penonton. Melihat Yeon Hee, Jung Woo langsung meminta hakim mengizinkannya membawa saksi terakhir. Hakim ingin tahu siapa saksi terakhirnya. Jung Woo berkata, Na Yeon Hee. Min Ho mulai terpukul.
āSaksi. Kapan pertama kali kau
sadar kalau suamimu Cha Seon Ho sudah meninggal?ā tanya Jung Woo.
āAku tahu pada hari di mana Cha
Min Ho diberitakan melakukan bunuh diri.ā Jawab Yeon Hee.
āBagaimana kau bisa tahu?ā tanya
Jung Woo.
āCha Min Ho datang ke rumahku sebagai
Seon Ho.ā Jawab Yeon Hee.
āLantas kenapa kau hidup dengan
berpura-pura kalau kau tidak tahu?ā tanya Jung Woo.
āAku merasa kasihan padanya.ā
Jawab Yeon Hee.
āDia membunuh kakaknya sendiri. Bagaimana
bisa kau mengasihani orang yang sudah membunuh Cha Seon Ho?ā tanya Jung Woo.
āAku pernah mencintainya. Dia
sebenarnya bukanlah orang jahat. Dia mulai berubah sejak ayahnya sering memukulinya
dalam waktu yang lama. Dan sejak aku menikah dengan Seon Ho dia berubah menjadi
orang lain. Karena itulah.. aku merasa tidak punya pilihan kecuali menerima Min
Ho yang sedang menyamar sebagai Seon Ho.ā Jawab Yeon Hee.
Min Ho semakin terpukul dengan
jawaban Yeon Hee.
āJadi... beginilah 9 bulan ini
berlalu. Tapi kenapa kau baru mengatakan semuanya sekarang?ā tanya Jung Woo.
āKarena anakku. Bagaimana anakku
kelak akan mengingat ayahnya itu adalah hal yang sangat penting bagiku. Kalau
Cha Min Ho dihukum dengan menggunakan nama Cha Seon Ho, anakku akan mengingat ayahnya
sebagai seorang penjahat. Namun, ayah anakku yang sebenarnya memang Cha Min Ho yang
sekarang duduk di bangku terdakwa.ā Jawab Yeon Hee.
āYeon Hee-ya.ā ucapnya. Yeon Hee
menatap Min Ho.
āKau adalah ayah yang baik bagi
Eun Soo.ā Jawab Yeon Hee.
āAku bukan ayahnya. Seon Ho
adalah ayahnya. Cha Seon Ho, pria yang kubunuh adalah ayah dari anakmu. Aku
bukan ayahnya.ā ucap Min Ho.
āMin Ho-ya, hentikan itu. Kau sudah mengalami masa sulit selama hidup menjadi Seon Ho. Mari kita bayar semua kejahatan yang sudah kita lakukan. Aku akan memberitahu Eun Soo.. seberapa besarā¦ cinta ayahnya terhadap dirinya.ā Jawab Yeon Hee.
Tangis Min Ho semakin deras.
Hukuman Min Ho pun mulai dibacakan. Jung Woo berdiri di depan Min Ho dan menuntut hukuman mati untuk Min Ho atas semua kejahatan yang Min Ho sudah lakukan. Tapi Min Ho? Dia masih saja menatap Min Ho dengan tatapan angkuhnya.
āBagus. Kalau begini kau
kelihatan seperti seorang pengacara.ā Ucap bibi.
āAku 'kan memang pengacara.ā
Jawab Eun Hye.
āPengacara Seo Eun Hye. Pastikan
kau memenangkan sidang kali ini.ā ucap Bibi.
Persidangan Milyang digelar. Hanya
terlihat mantan istri Milyang di bangku penonton. Eun Hye pun mulai membacakan
pembelaannya.
āYang Mulia, terdakwa Han Sang
Wook sudah didakwa dengan hukuman seumur hidup atas kejahatan yang tidak dia
lakukan karena kesalahan informasi saat penyelidikan dan hasil sidang dia sudah
menjalani hukuman selama 20 tahun. Dan satu bukti baru untuk membuktikan terdakwa
Han Sang Wook tidak bersalah sudah ditemukan.ā Ucap Eun Hye.
Min Ho mulai dikirim ke Rutan Woljeong. Setibanya di sana, ia disambut Kepala Sipir dan Kepala Park tapi sambutan yang diterimanya berbeda dari sambutan yang biasa ia terima. Dengan sombongnya, ia menyuruh Kepala Sipir menyiapkan ruangan untuknya. Kepala Park mau protes, tapi langsung dihentikan Kepala Sipir. Kepala Sipir menyuruh petugas membawa Min Ho ke ruangan Min Ho.
Kemanakah Min Ho dibawa? Ia
dijebloskan ke sel hukuman. Min Ho pun langsung protes.
āApa kau sudah gila? Apa kau
tahu siapa aku? Petugas! Petugas!ā teriaknya, namun tak ada yang sudi
mendengarnya lagi.
Min Ho menatap sel hukumannya
dengan kesal. Tak lama kemudian, Tae Soo pun datang.
āAku senang kau di sini. Aku
sudah menunggumu. Buatlah dirimu nyaman. Walaupun, ya.. tidak akan ada
nyaman-nyamannya, sih.ā Ucap Tae Soo sambil menatap geram Min Ho.
Tae Soo lalu beranjak pergi.
Setelah Tae Soo pergi, Min Ho mulai meringkuk di lantai dan memohon pengampunan
sang ayah.
āApa kau mencemaskanku?ā tanya
Joon Hyuk.
āYa, aku mencemaskanmu.ā Jawab
Jung Woo sembari tersenyum.
āJung Woo-ya, jangan maafkan
aku.ā ucap Joon Hyuk.
āApa kau ingat? Hari pertama
saat kita bekerja menjadi jaksa. Hari itu, kau bilang padaku. Tidak apa-apa
menjadi jaksa yang tidak kompeten, tapi jangan menjadi jaksa yang memalukan. Aku
akan menunggumu, Joon Hyuk-ah.ā Jawab Jung Woo.
Keduanya lalu saling menatap dan
tersenyum.
Min Ho masih meringkuk di selnya. Tak lama, seseorang memanggilnya. Ia terkejut dan langsung mendekat ke pintu. Orang itu ternyata Jung Woo. Min Ho langsung menatap sinis Jung Woo.
āSudah kubilang. Kau tidak akan
bisaā¦ menjadi Cha Seon Ho.ā Ucap Jung Woo.
āBenar. Aku tidak akan bisa
menjadi Seon Ho karena kau. Tapi bagaimana denganmu? Istrimu mati karena aku.ā
jawab Min Ho dengan wajah bangga.
āApakah nama anakmu Eun Soo?ā
tanya Min Ho.
Min Ho pun marah,Jangan coba
mempermainkanku!
āDia akan pergi ke luar negeri hari ini. Yeon Hee memintaku menyampaikan itu padamu. Kau tidak akan pernah bertemu dengan mereka lagi. Dan aku juga tidak akan pernah bertemu denganmu lagi. Habiskan sisa hidupmu di sini sambil meratapi apa yang sudah kau lakukan.ā ucap Jung Woo.
Min Ho terkejut. Jung Woo lalu
beranjak pergi. Min Ho teriak2, meminjam ponsel Jung Woo. Tapi Jung Woo tidak
peduli dan terus berjalan pergi.
Moongchi tampak sibuk di toko
pakaiannya. Wooruk juga di sana membantu Moongchi. Tak lama kemudian, Jung Woo
datang bersama Eun Hye. Jung Woo berkata, ia datang karena mau membelikan
beberapa pakaian untuk Eun Hye. Wooruk langsung menyalami Eun Hye.
āAku merasa sangat terhormat bisa
bertemu denganmu.ā Ucap Wooruk.
Wooruk langsung memilihkan jaket
untuk Eun Hye. Pilihannya jatuh pada jaket berwarna abu-abu. Jung Woo membantu
Eun Hye mengenakan jaket pilihan Wooruk.
āPakai apa saja kau pasti akan
tetap kelihatan cantik.ā Puji Wooruk.
āSudah hampir tiba waktunya dia
datang.ā ucap Moongchi.
āSiapa?ā tanya Jung Woo.
āSeparuh jiwaku yang berasal dari
Rutan Woljeong.ā Jawab Moongchi.
Tak lama kemudian, dokter pun datang dan berlari sambil memanggil Moongchi dengan panggilan sayang. Keduanya pun saling menepuk2kan tangan mereka. Jung Woo dan Eun Hye pun sama2 terkejut.
āSejak kapan ini terjadi?ā tanya Jung Woo penasaran.
āTerjadi begitu saja. Kau tidak
akan pernah tahu apa yang akan terjadi dalam hidupmu.ā Jawab dokter.
Moongchi pun langsung mencium
rambut istrinya itu. Dan sang istri memasang tampang imut.
āAku cemburu.ā Ucap Wooruk.
Dan sekarang, mereka pergi menemui Bangjang dan Milyang yang sudah menunggu di sebuah restoran. Wooruk dan Bangjang saling berpelukan melepas rindu. Eun Hye menyapa Milyang. Milyang senang Jung Woo baik2 saja.
āTahanan 3866. Tahanan 2124 dan
2835. Lama tak jumpa.ā Ucap Bangjang.
āKenapa kau memanggil kami dengan
angka itu?ā tanya Moongchi polos.
āItu karena aku sangat senang bertemu
kalian.ā Jawab Bangjang.
āBagaimana dengan tahanan 6514? Apa dia tidak datang?ā tanya Wooruk.
āDia akan sampai sebentar lagi.ā
Jawab Jung Woo.
Benar saja! Cheol Sik datang
dengan truknya. Ya, Cheol Sik sekarang sudah menjadi juragan truk.
āHei! Senang melihatmu lagi!ā
ucap Moongchi yang langsung memeluk Cheol Sik.
āAku juga.ā jawab Cheol Sik.
āApa ini? Apa kau beli mobil
baru?ā tanya Moongchi saat melihat kunci mobil Cheol Sik.
āTidak ada tempat parkirnya, ya
di sini? Kau tahu, kita harus hidup sebagai mana seorang warga negara yang taat
hukum. Kita mana bisa membiarkan Jung Woo menangkap kita.ā jawab Cheol Sik.
āKau tahu, kalau ada sesuatu
yang terjadi padamu, kau bisa langsung menelponku. Mengerti?ā ucap Eun Hye.
āBerjanjilah kita tidak akan
kembali ke penjara lagi.ā Jawab Jung Woo.
Keesokan harinya, Eun Hye sudah
berdiri di depan gedung pengadilan. Ia siap mengajukan banding untuk ayahnya.
Sementara Jung Woo mengajak Ha Yeon menemui Ji Soo. Ha Yeon menempelkan buket bunga kecil di pintu lemari abu Ji Soo. Jung Woo lalu memangku Ha Yeon.
āUcapkan salam pada Ibu.ā Suruh
Jung Woo.
āIbu. Ha Yeon datang.ā ucap Ha
Yeon.
āJi Soo-ya, Bong Goo juga
datang.ā ucap Jung Woo.
āItu waktu ulang tahunmu, 'kan? Mukamu
kena krim waktu itu. Ibu sangat cantik. 'kan?ā ucap Jung Woo sambil melihat
tanggal kematian Ji Soo.
āIbu, aku merindukanmu.ā Ucap Ha
Yeon.
Tangis Ha Yeon pun pecah.
āAyah juga sangat merindukannya.ā
Jawab Jung Woo.
Jung Woo lalu menyuruh Ha Yeon menyanyikan lagu nina bobo favorit Ha Yeon. Ha Yeon pun mulai bernyanyi. Sementara tangisnya terus saja mengalir. Tak lama, Jung Woo juga ikut bernyanyi.
Di hari lainnya, Jung Woo dan Ha
Yeon mengunjungi pohon Ji Soo bersama Nyonya Oh dan Tae Oh.
āJi Soo-ya, disana pasti sesak,
kan? Kau bisa melihat langit sepuas hatimu.ā Ucap Nyonya Oh.
āNoona, jangan cemaskan Ibu. Kami akan sering berkunjung.ā
Ucap Tae Soo.
āIbu. Ha Yeonā¦ sangat merindukan
Ibu.ā Ucap Ha Yeon.
Jung Woo pun langsung menarik Ha
Yeon ke depannya dan memeluk Ha Yeon.
Sekarang, Ha Yeon dan Jung Woo
berjalan diantara pepohonan.
āHa Yeon-ah, ingat apa yang
pernah Ayah katakan padamu? Ayah pernah bilang dunia ini tidak akan menelantarkan
kita dan kita harus menjadi pemberani.ā Ucap Jung Woo.
āAku ingat.ā Jawab Ha Yeon.
Keduanya lalu berhenti melangkah dan Jung Woo jongkok di hadapan Ha Yeon serta memegang tangan Ha Yeon.
āAyah akan membuat dunia ini menjadi
tempat yang lebih indah dan membahagiakan untuk Ha Yeon. Bisakah kau
mempercayai Ayah?ā tanya Jung Woo.
āYa, aku percaya Ayah.ā jawab Ha
Yeon.
āDan juga, Ibu akan selalu mengawasi
kita dari sana. Ayah dan Ha Yeon harus hidup dengan penuh semangat dan senyuman.
Mengerti?ā ucap Jung Woo.
āBaiklah.ā Jawab Ha Yeon.
āJaksa. Aku baru saja
mendapatkan informasi kalau Ketua Park baru tiba.ā Ucap Detektif Go.
āBegitukah?ā tanya Jung Woo,
lalu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Kepala Choi.
āApa yang akan kau lakukan?ā
tanya Detektif Go heran.
āYa, Pak Kepala. Park Ki Tae? Siapa
Park Ki Tae? Baiklah. CEO Park Ki Tae. Kenapa
aku harus menangkap CEO Park? Kau yang melarangku untuk melakukannya Pak
Kepala.Baiklah.ā ucap Jung Woo yang langsung disambut tawa geli Detektif Go.
Mereka pun masuk ke dalam dan
langsung dihadang tim keamanannya CEO Park.
āKau mencoba menghentikanku?ā
tanya Jung Woo.
āSiapa kau?ā tanya pengacara CEO
Park.
Jung Woo pun menunjukkan tanda
pengenalnya.
āAku adalah Jaksa dari Unit
Khusus Kantor Kejaksaan Pusat Park Jung Woo.ā Ucap Jung Woo.
Jung Woo lalu tersenyum dan
mengedipkan matanya.
TAMAT!!
awww thankss sinopsisnya wkwk gue jadi gak penasaran lagi dan lumayan jadi hemat waktu nonton dramanya šit means a lot to me, thank you yaaa
ReplyDeleteMakasih sinopsisnya jd w gak bikin tebak2an sendiri haha
ReplyDelete