Skip to main content

Defendant Ep 18 Part 2

Sebelumnya...

  
Joon Hyuk pun dihadirkan sebagai saksi pertama. Jung Woo mulai menanyai Jung Woo.

ā€œSiapa yang menurutmu menjadi tersangka utama pembunuhan Yoon Ji Soo?ā€ tanya Jung Woo.

ā€œAku percaya bahwa terdakwa adalah pelakunya.ā€ Jawab Joon Hyuk.

ā€œKenapa begitu?ā€ tanya Jung Woo.

ā€œDia bilang, ada sebilah pisau. Pisau yang dia gunakan untuk menikam Yoon Ji Soo. Dia juga bilang ada darahnya di pisau itu. Dia memintaku mencari pisau itu.ā€ jawab Joon Hyuk.


Rekaman percakapan Min Ho yang menyuruh Joon Hyuk mencari pisau itu dan mengaku menggunakan pisau itu untuk menikam Ji Soo pun diputar. Pengacara Yoo pun keberatan dengan rekaman itu.

ā€œYang Mulia. Melihat kondisi kesehatan terdakwa sekarang, tidak bisa diketahui dalam kondisi semacam apa percakapan itu terjadi. Dan yang aku tahu saksi dan jaksa sudah berteman selama 15 tahun. Kau tidak bisa mempercayai kesaksiannya.ā€ Ucap Pengacara Yoo.


Jung Woo lantas melirik Joon Hyuk. Joon Hyuk menganggukkan kepalanya sambil menatap Jung Woo.

ā€œKau benar. Saksi dan aku sudah berteman dalam waktu yang lama. Namun, Aku akan tetap mendakwanya dengan tuduhan menutupi tindakan criminal dan menghancurkan barang bukti dalam kasus ini.ā€ ucap Jung Woo.

ā€œSaksi. Apa itu benar?ā€ tanya hakim.

ā€œYa. Aku sedang ada dalam tahap penyelidikan tanpa penahanan.ā€ Jawab Joon Hyuk.

ā€œSaksi, kau tidak bisa terhindar dari kehilangan pekerjaan sebagai jaksa dan kau tetap menerima hukuman dengan menjadi saksi di persidangan ini. Kenapa kau dengan sukarela datang dan menjadi saksi di sini?ā€ tanya Jung Woo.

ā€œAku ingin menunjukkan kebenaran di balik insiden yang sudah kututupi selama ini.ā€ jawab Joon Hyuk.


Saksi kedua yang dihadirkan Jung Woo adalah Kim Seok.

ā€œSiapa yang memintamu.. membunuh Lee Sung Gyu?ā€ tanya Jung Woo.

ā€œCha Min Ho.ā€ Jawab Seok.

ā€œMin Ho? Min Ho sudah mati.ā€ Ucap Min Ho.

ā€œDia bilang segala kejahatanku akan ditutupi kalau aku membunuh Lee Sung Gyu. Dia memerintahku pada saat dirinya sedang ada dalam masa penahanan kejaksaan.ā€ Ucap Seok lagi.

ā€œTerdakwa, apa itu benar?ā€ tanya Jung Woo.


Min Ho diam saja dan terus berpura-pura gila. Pengacara Yoo mengajukan keberatannya atas pertanyaan Jung Woo, tapi hakim menolaknya dan menyuruh Jung Woo melanjutkan pertanyaan.
ā€œKemudian siapa yang menikam Yoon Ji Soo?ā€ tanya Jung Woo.

ā€œCha Min Ho.ā€ Jawab Seok.


Min Ho pun kembali berteriak-teriak kalau Min Ho sudah mati.


ā€œBisa kau jelaskan dengan detail bagaimana kejadiannya saat itu?ā€ tanya Jung Woo lagi.


ā€œPada hari itu, aku membius Park Jung Woo yang sedang  tidur. Kemudian aku memegangi Yoon Ji Soo dari belakang. Dan Cha Min Ho membawa sebilah pisau dari dapur kemudian menikamnya dua kali dengan tangan kirinya.ā€ Jawab Seok.


Min Ho pun kembali teriak2 kalau Min Ho sudah mati. Ia bahkan maju mau menyerang Seok. Petugas pun langsung memegangi Min Ho. Pengacara Yoo meminta sidangnya dihentikan sementara. Hakim setuju dan menghentikan sidang sampai keadaan Min Ho stabil. Min Ho pun dibawa keluar ruangan.


Di ruang tunggu, Pengacara Yoo menyuruh Min Ho terus pura-pura gila, karena hanya itu satu-satunya cara agar Min Ho bisa bebas.


Sidang kembali dilanjutkan. Jung Woo ingin mengajukan satu pertanyaan pada Min Ho tapi hakim melarang dengan alasan kejiwaan Min Ho yang sedang terganggu. Hakim menyuruh Jung Woo bicara pada Pengacara Yoo.

ā€œYang Mulia, apakah kau percaya dengan keadaan terdakwa saat ini?ā€ tanya Jung Woo kesal.

ā€œPemeriksaan psikiaternya mengatakan keadaannya sedang tidak normal.ā€ Jawab hakim.

ā€œAku meminta dilakukan pemeriksaan kedua.ā€ Ucap Jung Woo.

ā€œKeberatan, Yang Mulia. Terdakwa sedang dalam masa pengobatan sejak penahanannya, jadi pemeriksaan kedua mungkin tidak akan ada gunanya.ā€ Jawab Pengacara Yoo.

ā€œApa dia sedang dirawat dengan obat-obatan saat ini?ā€ tanya hakim.

Pengacara Yoo mengiyakan.

ā€œAku akan memutuskan apakah pemeriksaan kedua perlu dilakukan nanti.ā€ Jawab hakim.

ā€œYang Mulia!ā€ sentak Jung Woo.


Bersamaan dengan itu, Yeon Hee masuk ke ruang sidang dan duduk di bangku penonton. Melihat Yeon Hee, Jung Woo langsung meminta hakim mengizinkannya membawa saksi terakhir. Hakim ingin tahu siapa saksi terakhirnya. Jung Woo berkata, Na Yeon Hee. Min Ho mulai terpukul.


ā€œSaksi. Kapan pertama kali kau sadar kalau suamimu Cha Seon Ho sudah meninggal?ā€ tanya Jung Woo.

ā€œAku tahu pada hari di mana Cha Min Ho diberitakan melakukan bunuh diri.ā€ Jawab Yeon Hee.

ā€œBagaimana kau bisa tahu?ā€ tanya Jung Woo.

ā€œCha Min Ho datang ke rumahku sebagai Seon Ho.ā€ Jawab Yeon Hee.

ā€œLantas kenapa kau hidup dengan berpura-pura kalau kau tidak tahu?ā€ tanya Jung Woo.

ā€œAku merasa kasihan padanya.ā€ Jawab Yeon Hee.

ā€œDia membunuh kakaknya sendiri. Bagaimana bisa kau mengasihani orang yang sudah membunuh Cha Seon Ho?ā€ tanya Jung Woo.


ā€œAku pernah mencintainya. Dia sebenarnya bukanlah orang jahat. Dia mulai berubah sejak ayahnya sering memukulinya dalam waktu yang lama. Dan sejak aku menikah dengan Seon Ho dia berubah menjadi orang lain. Karena itulah.. aku merasa tidak punya pilihan kecuali menerima Min Ho yang sedang menyamar sebagai Seon Ho.ā€ Jawab Yeon Hee.

Min Ho semakin terpukul dengan jawaban Yeon Hee.

ā€œJadi... beginilah 9 bulan ini berlalu. Tapi kenapa kau baru mengatakan semuanya sekarang?ā€ tanya Jung Woo.

ā€œKarena anakku. Bagaimana anakku kelak akan mengingat ayahnya itu adalah hal yang sangat penting bagiku. Kalau Cha Min Ho dihukum dengan menggunakan nama Cha Seon Ho, anakku akan mengingat ayahnya sebagai seorang penjahat. Namun, ayah anakku yang sebenarnya memang Cha Min Ho yang sekarang duduk di bangku terdakwa.ā€ Jawab Yeon Hee.


Min Ho menangis dan mulai menatap Yeon Hee.

ā€œYeon Hee-ya.ā€ ucapnya. Yeon Hee menatap Min Ho.

ā€œKau adalah ayah yang baik bagi Eun Soo.ā€ Jawab Yeon Hee.

ā€œAku bukan ayahnya. Seon Ho adalah ayahnya. Cha Seon Ho, pria yang kubunuh adalah ayah dari anakmu. Aku bukan ayahnya.ā€ ucap Min Ho.


ā€œMin Ho-ya, hentikan itu. Kau sudah mengalami masa sulit selama hidup menjadi Seon Ho. Mari kita bayar semua kejahatan yang sudah kita lakukan. Aku akan memberitahu Eun Soo.. seberapa besarā€¦ cinta ayahnya terhadap dirinya.ā€ Jawab Yeon Hee.

Tangis Min Ho semakin deras.


Hukuman Min Ho pun mulai dibacakan. Jung Woo berdiri di depan Min Ho dan menuntut hukuman mati untuk Min Ho atas semua kejahatan yang Min Ho sudah lakukan. Tapi Min Ho? Dia masih saja menatap Min Ho dengan tatapan angkuhnya.


Bibi menghampiri Eun Hye yang sedang berdandan.

ā€œBagus. Kalau begini kau kelihatan seperti seorang pengacara.ā€ Ucap bibi.

ā€œAku 'kan memang pengacara.ā€ Jawab Eun Hye.

ā€œPengacara Seo Eun Hye. Pastikan kau memenangkan sidang kali ini.ā€ ucap Bibi.


Persidangan Milyang digelar. Hanya terlihat mantan istri Milyang di bangku penonton. Eun Hye pun mulai membacakan pembelaannya.

ā€œYang Mulia, terdakwa Han Sang Wook sudah didakwa dengan hukuman seumur hidup atas kejahatan yang tidak dia lakukan karena kesalahan informasi saat penyelidikan dan hasil sidang dia sudah menjalani hukuman selama 20 tahun. Dan satu bukti baru untuk membuktikan terdakwa Han Sang Wook tidak bersalah sudah ditemukan.ā€ Ucap Eun Hye.


Min Ho mulai dikirim ke Rutan Woljeong. Setibanya di sana, ia disambut Kepala Sipir dan Kepala Park tapi sambutan yang diterimanya berbeda dari sambutan yang biasa ia terima. Dengan sombongnya, ia menyuruh Kepala Sipir menyiapkan ruangan untuknya. Kepala Park mau protes, tapi langsung dihentikan Kepala Sipir. Kepala Sipir menyuruh petugas membawa Min Ho ke ruangan Min Ho.


Kemanakah Min Ho dibawa? Ia dijebloskan ke sel hukuman. Min Ho pun langsung protes.

ā€œApa kau sudah gila? Apa kau tahu siapa aku? Petugas! Petugas!ā€ teriaknya, namun tak ada yang sudi mendengarnya lagi.


Min Ho menatap sel hukumannya dengan kesal. Tak lama kemudian, Tae Soo pun datang.

ā€œAku senang kau di sini. Aku sudah menunggumu. Buatlah dirimu nyaman. Walaupun, ya.. tidak akan ada nyaman-nyamannya, sih.ā€ Ucap Tae Soo sambil menatap geram Min Ho.


Tae Soo lalu beranjak pergi. Setelah Tae Soo pergi, Min Ho mulai meringkuk di lantai dan memohon pengampunan sang ayah.


Sementara itu, Jung Woo sedang mengunjungi Joon Hyuk yang juga ditahan di Rutan Woljeong.

ā€œApa kau mencemaskanku?ā€ tanya Joon Hyuk.

ā€œYa, aku mencemaskanmu.ā€ Jawab Jung Woo sembari tersenyum.

ā€œJung Woo-ya, jangan maafkan aku.ā€ ucap Joon Hyuk.

ā€œApa kau ingat? Hari pertama saat kita bekerja menjadi jaksa. Hari itu, kau bilang padaku. Tidak apa-apa menjadi jaksa yang tidak kompeten, tapi jangan menjadi jaksa yang memalukan. Aku akan menunggumu, Joon Hyuk-ah.ā€ Jawab Jung Woo.

Keduanya lalu saling menatap dan tersenyum.


Min Ho masih meringkuk di selnya. Tak lama, seseorang memanggilnya. Ia terkejut dan langsung mendekat ke pintu. Orang itu ternyata Jung Woo. Min Ho langsung menatap sinis Jung Woo.

ā€œSudah kubilang. Kau tidak akan bisaā€¦ menjadi Cha Seon Ho.ā€ Ucap Jung Woo.

ā€œBenar. Aku tidak akan bisa menjadi Seon Ho karena kau. Tapi bagaimana denganmu? Istrimu mati karena aku.ā€ jawab Min Ho dengan wajah bangga.

ā€œApakah nama anakmu Eun Soo?ā€ tanya Min Ho.

Min Ho pun marah,Jangan coba mempermainkanku!


ā€œDia akan pergi ke luar negeri hari ini. Yeon Hee memintaku menyampaikan itu padamu. Kau tidak akan pernah bertemu dengan mereka lagi. Dan aku juga tidak akan pernah bertemu denganmu lagi. Habiskan sisa hidupmu di sini sambil meratapi apa yang sudah kau lakukan.ā€ ucap Jung Woo.

Min Ho terkejut. Jung Woo lalu beranjak pergi. Min Ho teriak2, meminjam ponsel Jung Woo. Tapi Jung Woo tidak peduli dan terus berjalan pergi.


Min Ho pun terduduk lemas di lantai. Ia menangis dan memanggil2 Yeon Hee.


Moongchi tampak sibuk di toko pakaiannya. Wooruk juga di sana membantu Moongchi. Tak lama kemudian, Jung Woo datang bersama Eun Hye. Jung Woo berkata, ia datang karena mau membelikan beberapa pakaian untuk Eun Hye. Wooruk langsung menyalami Eun Hye.

ā€œAku merasa sangat terhormat bisa bertemu denganmu.ā€ Ucap Wooruk.

Wooruk langsung memilihkan jaket untuk Eun Hye. Pilihannya jatuh pada jaket berwarna abu-abu. Jung Woo membantu Eun Hye mengenakan jaket pilihan Wooruk.

ā€œPakai apa saja kau pasti akan tetap kelihatan cantik.ā€ Puji Wooruk.

ā€œSudah hampir tiba waktunya dia datang.ā€ ucap Moongchi.

ā€œSiapa?ā€ tanya Jung Woo.

ā€œSeparuh jiwaku yang berasal dari Rutan Woljeong.ā€ Jawab Moongchi.


Tak lama kemudian, dokter pun datang dan berlari sambil memanggil Moongchi dengan panggilan sayang. Keduanya pun saling menepuk2kan tangan mereka. Jung Woo dan Eun Hye pun sama2 terkejut.

ā€œSejak kapan ini terjadi?ā€ tanya Jung Woo penasaran.

ā€œTerjadi begitu saja. Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi dalam hidupmu.ā€ Jawab dokter.

Moongchi pun langsung mencium rambut istrinya itu. Dan sang istri memasang tampang imut.

ā€œAku cemburu.ā€ Ucap Wooruk.


Dan sekarang, mereka pergi menemui Bangjang dan Milyang yang sudah menunggu di sebuah restoran. Wooruk dan Bangjang saling berpelukan melepas rindu. Eun Hye menyapa Milyang. Milyang senang Jung Woo baik2 saja.

ā€œTahanan 3866. Tahanan 2124 dan 2835. Lama tak jumpa.ā€ Ucap Bangjang.

ā€œKenapa kau memanggil kami dengan angka itu?ā€ tanya Moongchi polos.

ā€œItu karena aku sangat senang bertemu kalian.ā€ Jawab Bangjang.

ā€œBagaimana dengan tahanan 6514?  Apa dia tidak datang?ā€ tanya Wooruk.

ā€œDia akan sampai sebentar lagi.ā€ Jawab Jung Woo.


Benar saja! Cheol Sik datang dengan truknya. Ya, Cheol Sik sekarang sudah menjadi juragan truk.

ā€œHei! Senang melihatmu lagi!ā€ ucap Moongchi yang langsung memeluk Cheol Sik.

ā€œAku juga.ā€ jawab Cheol Sik.


ā€œApa ini? Apa kau beli mobil baru?ā€ tanya Moongchi saat melihat kunci mobil Cheol Sik.

ā€œTidak ada tempat parkirnya, ya di sini? Kau tahu, kita harus hidup sebagai mana seorang warga negara yang taat hukum. Kita mana bisa membiarkan Jung Woo menangkap kita.ā€ jawab Cheol Sik.

ā€œKau tahu, kalau ada sesuatu yang terjadi padamu, kau bisa langsung menelponku. Mengerti?ā€ ucap Eun Hye.

ā€œBerjanjilah kita tidak akan kembali ke penjara lagi.ā€ Jawab Jung Woo.


Keesokan harinya, Eun Hye sudah berdiri di depan gedung pengadilan. Ia siap mengajukan banding untuk ayahnya.


Sementara Jung Woo mengajak Ha Yeon menemui Ji Soo. Ha Yeon menempelkan buket bunga kecil di pintu lemari abu Ji Soo. Jung Woo lalu memangku Ha Yeon.

ā€œUcapkan salam pada Ibu.ā€ Suruh Jung Woo.

ā€œIbu. Ha Yeon datang.ā€ ucap Ha Yeon.

ā€œJi Soo-ya, Bong Goo juga datang.ā€ ucap Jung Woo.

ā€œItu waktu ulang tahunmu, 'kan? Mukamu kena krim waktu itu. Ibu sangat cantik. 'kan?ā€ ucap Jung Woo sambil melihat tanggal kematian Ji Soo.

ā€œIbu, aku merindukanmu.ā€ Ucap Ha Yeon.

Tangis Ha Yeon pun pecah.

ā€œAyah juga sangat merindukannya.ā€ Jawab Jung Woo.


Jung Woo lalu menyuruh Ha Yeon menyanyikan lagu nina bobo favorit Ha Yeon. Ha Yeon pun mulai bernyanyi. Sementara tangisnya terus saja mengalir. Tak lama, Jung Woo juga ikut bernyanyi.


Di hari lainnya, Jung Woo dan Ha Yeon mengunjungi pohon Ji Soo bersama Nyonya Oh dan Tae Oh.

ā€œJi Soo-ya, disana pasti sesak, kan? Kau bisa melihat langit sepuas hatimu.ā€ Ucap Nyonya Oh.

ā€œNoona, jangan  cemaskan Ibu. Kami akan sering berkunjung.ā€ Ucap Tae Soo.

ā€œIbu. Ha Yeonā€¦ sangat merindukan Ibu.ā€ Ucap Ha Yeon.

Jung Woo pun langsung menarik Ha Yeon ke depannya dan memeluk Ha Yeon.

Sekarang, Ha Yeon dan Jung Woo berjalan diantara pepohonan.

ā€œHa Yeon-ah, ingat apa yang pernah Ayah katakan padamu? Ayah pernah bilang dunia ini tidak akan menelantarkan kita dan kita harus menjadi pemberani.ā€ Ucap Jung Woo.

ā€œAku ingat.ā€ Jawab Ha Yeon.


Keduanya lalu berhenti melangkah dan Jung Woo jongkok di hadapan Ha Yeon serta memegang tangan Ha Yeon.

ā€œAyah akan membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih indah dan membahagiakan untuk Ha Yeon. Bisakah kau mempercayai Ayah?ā€ tanya Jung Woo.

ā€œYa, aku percaya Ayah.ā€ jawab Ha Yeon.

ā€œDan juga, Ibu akan selalu mengawasi kita dari sana. Ayah dan Ha Yeon harus hidup dengan penuh semangat dan senyuman. Mengerti?ā€ ucap Jung Woo.

ā€œBaiklah.ā€ Jawab Ha Yeon.


Keesokan harinya, Jung Woo kembali beraksi dengan rekan-rekannya.

ā€œJaksa. Aku baru saja mendapatkan informasi kalau Ketua Park baru tiba.ā€ Ucap Detektif Go.

ā€œBegitukah?ā€ tanya Jung Woo, lalu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Kepala Choi.

ā€œApa yang akan kau lakukan?ā€ tanya Detektif Go heran.

ā€œYa, Pak Kepala. Park Ki Tae? Siapa Park Ki Tae?  Baiklah. CEO Park Ki Tae. Kenapa aku harus menangkap CEO Park? Kau yang melarangku untuk melakukannya Pak Kepala.Baiklah.ā€ ucap Jung Woo yang langsung disambut tawa geli Detektif Go.


Mereka pun masuk ke dalam dan langsung dihadang tim keamanannya CEO Park.

ā€œKau mencoba menghentikanku?ā€ tanya Jung Woo.

ā€œSiapa kau?ā€ tanya pengacara CEO Park.

Jung Woo pun menunjukkan tanda pengenalnya.

ā€œAku adalah Jaksa dari Unit Khusus Kantor Kejaksaan Pusat Park Jung Woo.ā€ Ucap Jung Woo.


Jung Woo lalu tersenyum dan mengedipkan matanya.

TAMAT!!

Comments

  1. awww thankss sinopsisnya wkwk gue jadi gak penasaran lagi dan lumayan jadi hemat waktu nonton dramanya šŸ˜‚it means a lot to me, thank you yaaa

    ReplyDelete
  2. Makasih sinopsisnya jd w gak bikin tebak2an sendiri haha

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

I Have a Lover Ep 50

Sebelumnya.... ā€œAku rasa aku jatuh cinta lagi padamu.ā€ Ucap Jin Eon begitu Hae Gang menghampirinya. ā€œAku sudah tahu.ā€ jawab Hae Gang. ā€œBerikan tasmu.ā€ Pinta Jin Eon. ā€œTidak mau, tas melambangkan harga diri seorang wanita.ā€ Jawab Hae Gang. ā€œBerikan padaku. Tas wanitaku melambangkan harga diriku.ā€ ucap Jin Eon. Hae Gang pun tersenyum, lalu memberikan tas alias keranjangnya yang berisi peralatan mandi pada Jin Eon. Jin Eon kemudian menyuruh Hae Gang menggandeng lengannya. Hae Gang pun menggandeng lengan Jin Eon, dan selanjutnya keduanya beranjak pergi menuju sauna dengan senyum terkembang. ā€œKau akan memakai itu?ā€ tanya Hae Gang saat melihat Jin Eon sedang memilih2 baju sauna. ā€œAku pernah memakainya dulu.ā€ Jawab Jin Eon. ā€œTak bisa kubayangkanā€¦ā€ dan Hae Gang pun tersenyum geli, ā€œā€¦ tapi entah bagaimana tampaknya akan lucu.ā€ ā€œAwas ya kalau kau jatuh cinta padaku.ā€ Ucap Jin Eon.   Ajumma penjaga sauna kemudian memberitahu bahwa Jin Eon...

Ruby Ring Ep 93 Part 2

Sebelumnya... Dongpal dan Jihyeok yang berseragam militer, sedang menata restoran sesuai arahan Chorim. Tapi kemudian, Dongpal sebal karena Chorim menyuruh mereka menggeser meja kesana kemari. Chorim pun jadi sewot. "Kau ingin aku yang sedang hamil melakukan ini!" Jihyeok tertawa melihat perdebatan orang tuanya. Daepung lantas keluar dari dapur. Ia menghentikan pertengkaran itu dan mengaku, akan mengangkat meja itu sendirian. Tapi karena mejanya berat, Jihyeok dan Dongpal langsung membantu Daepung. Geum Hee tiba-tiba datang, mengejutkan Chorim. Geum Hee membawakan sebuket bunga untuk Chorim. "Kudengar kau hamil. Jadi kubawakan bunga ini. Bunga ini bagus untuk kehamilan. Kuharap anakmu secantik bunga ini." ucap Geum Hee. Daepung lantas mengajak Geum Hee pergi. "Jihyeok-ah, apa yang terjadi?" tanya Chorim. "Paman Daepung jatuh cinta. Dia ingin menikah jadi dia bekerja keras." jawab Jihyeok. Mendengar Geum Hee c...

I Have a Lover Ep 8

Sebelumnya <<< Hae Gang keluar dari sebuah ruangan. Ia berjalan di koridor kampus sambil memikirkan percakapannya dengan seseorang. "Jin Eon adalah putra pemilik Perusahaan Farmasi Cheon Nyeon? Anak itu, dia tidak memberitahukan saya. Jika saya mengeluarkan Kang Seol Ri dari tim penelitian kami, apakah itu akan memuaskan?"   Flashback.... Ketika Hae Gang sedang berbicara dengan Direktur Kampus.  "Ya. Sebagai imbalan, penelitian yang sedang anda kerjakan, akan didukung Perusahaan Farmasi Cheon Nyeon. Sampai tahun 2015, satu juta per tahun." jawab Hae Gang. "Saya akan melakukannya. Tidak sulit bagi saya melakukannya." ucap Direktur Kampus. Flashback end Hae Gang lalu keluar dan berjalan di taman kampus. Saat itulah ia melihat Seol Ri berjalan keluar dari kampus dan menuju ke arah lain. Hae Gang menatap dingin Seol Ri . Seol Ri tidak melihat Hae Gang dan terus berjalan ke bangku taman. Hae Gang masuk ke lab Jin Eon...